Sabtu, 01 Juli 2017

Kader PMII Jangan Semua di Politik dan ke Jakarta

Jakarta, RMI NU Tegal?



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat ini telah berusia 57 tahun. Organisasi yang dibentuk di Surabaya tersebut telah memiliki banyak kader di setiap daerah. Bahkan alumninya telah merambah beragama bidang. Misalnya bidang politik, pendidikan, keagamaan. Namun, dunia ekonomi, teknologi, meski sudah ada yang memasukinya, belum seimbang dengan kader yang memasuki bidang yang pertama. ?

Salah seorang alumnus PMII, Juri Ardiantoro, mengatakan, hal itu menjadi pekerjaan rumah organisasi tersebut saat ini. Ia menganjurkan PMII harus membangun pemetaan potensi kader, tidak hanya memperbanyaknya. “Kaderisasi harus diperluas orientasinya tidak hanya sekadar menambah jumlah kader. Tapi menambah bobot kader. Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. Pada hal-hal yang sangat prinsip tata, nilai, ideologi harus sama,” katanya .

Kader PMII Jangan Semua di Politik dan ke Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Jangan Semua di Politik dan ke Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Jangan Semua di Politik dan ke Jakarta

Pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan, menurut dia, PMII harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah. Sehingga kader yang ada di daerah tidak harus ke Jakarta. “Caranya harus pemetaan kader dulu yang membangun satu strategi penguatan kelembagaan dan kader dan bisa memanfaatkan sumber daya di lokal. Jadi, tidak harus ke Jakarta,” tegasnya.?

Tantangan kedua, lanjut Ketua PBNU itu, PMII harus mampu memoderasi atas menguatnya kelompok garis keras di kalangan anak muda. “PMII jangan asyik di dunianya, lupa urusan gerakan keislaman di kalangan muda yang sudah mulai menguat unsur-unsur Islam garis kerasnya. Bukan hanya membaca buku, tapi memperkuat gerakan praksis untuk memoderasi gerakan Islam garis keras itu.

RMI NU Tegal

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat tersebut yakin PMII mampu menghadapi dua tantangan tersebut. Asal kader dan pengurusnya mau malakukan upaya tersebut. Serta melibatkan alumninya.?

Pada sisi ini, lanjut dia, alumni harus menjadi inspirasi bagi kader PMII, bukan malah membangun patronase.“Kelemahan organisasi mahasiswa itu kan alumninya membangun patronase sehingga membangun blok-blok. Nah, itu yang tidak bagus,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Khutbah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock