Minggu, 26 November 2017

Pesantren Bisa Jadi Pusat Informasi

Surabaya, RMI NU Tegal. Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan infrastruktur yang lengkap akan mendorong pesantren untuk semakin produktif menghasilkan ulama-ulama handal dalam memperbaiki akhlak dan moral bangsa. Di bidang ekonomi dan iptek, ke depan, diharapkan pula pesantren menjadi sentra informasi yang bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya.

”Sebenarnya, tidak ada halangan berarti bagi pesantren untuk saling berbagi informasi dalam bidang agama, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain kepada masyarakat umum,” kata Agus Zainal Arifin, Dosen Fakultas Teknologi Informasi ITS Surabaya yang juga mantan Rais Syuriah NU Japan, usai menyelenggarakn pelatihan pembuatan dan pengelolaan website untuk pondok pesantren se-Sidoarjo di kampus ITS, Rabu (30/5) kemarin.

Pelatihan pembuatan dan pengelolaan website itu diikuti oleh 37 pesantren di Sidoarjo yang dikordinir oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Sidoarjo meliputi wilayah kecamatan Taman, Porong, Tanggulangin, Krembung, Sidoarjo, dan Krian.

Pesantren Bisa Jadi Pusat Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bisa Jadi Pusat Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bisa Jadi Pusat Informasi

”Target pendeknya kita nanti mengelola website RMI Sidoarjo yang meliputi 4 bidang pengembangan informasi yakni pendidikan, Iptek, agama dan kajian turats, Ekonomi. Target panjangnya diharapkan masing-masing pesantren yang mengikuti pelatihan akan mampu membangun website sendiri sekaligus mensuplainya dengan informasi-informasi yang bermanfaat,” kata Agus yang juga lulusan Program Doktor bidang Information Engineering di Hiroshima University.

Hilangkan Kesan Sulit

Ditambahkan Agus Zainal Arifin, pembuatan dan pengelolaan website di pesantren selama ini mungkin terkesan sulit, membutuhkan dana besar, dan menyita waktu yang tidak sedikit. Apalagi di dalam setiap home page pasti dijumpai berbagai code atau program yang sdh pasti hanya akan dipahami oleh mereka yang berpengalaman.

RMI NU Tegal

Selama ini, penambahan informasi sangat tergantung oleh tingkat keaktifan para webmasternya. Demikian pula prosedur untuk mencapai tahap publikasi di web cukup panjang pula. Pihak humas pesantren tentu harus menghubungi webmasternya lebih dahulu untuk mengupload sebuah infromasi baru. Selanjutnya webmasterlah yang akan mengkonversikannya ke format html atau format lain yang sesuai.

”Prosedur panjang ini sebenarnya dapat dipersingkat dan dipermudah, bila kita mencoba untuk menggunakan CMS (content management system). CMS memberikan kemudahan kepada pengelola dan usernya, sebab cms berorientasi kepada konten,” kata peraih Dapat penghargaan Excellence Student 2006 di Hiroshima University itu.

Tak kalah pentingnya, CMS free banyak sekali tersedia dan siap di-install. Karena itulah, website pesantren, sekolah, perusahaan, organisasi, dan lain-lain mulai beralih menggunakan CMS yang dewasa ini makin dilengkapi fitur-fiturnya.

”Kita memang perlu menciptakan image bahwa membuat dan mengelola website itu mudah dan murah,” pungkasnya.(nam)

RMI NU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock