Rabu, 20 Juli 2011

Rekonsiliasi Pilkada DKI Jakarta Melalui Idul Fitri

Jember, RMI NU Tegal - Perbedaan politik, pilihan, dan cara pandang dalam menyikapi sesuatu, seharusnya melebur saat Idul Fitri tiba. Sebab, dalam Idul Fitri ada pesan rekonsiliasi (islah). Hal ini ditegaskan Katib Syuriyah PCNU Jember Ustadz MN Harisudin saat menjadi khatib dalam shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Hadi, kompleks Perkantoran Perhutani, Jember, Ahad (25/6).

Menurutnya,? Idul Fitri menjadi media yang sangat penting untuk menjalin kembali benang yang kusut dan tali yang telah lepas antarpersonal dan komunitas. Hubungan yang terkoyak karena perbedaan cara pandang dan sikap pada ghalibnya selesai dengan cara rekonsiliasi ketika Idul Fitri.

Rekonsiliasi Pilkada DKI Jakarta Melalui Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonsiliasi Pilkada DKI Jakarta Melalui Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonsiliasi Pilkada DKI Jakarta Melalui Idul Fitri

"Karena di dalam rekonsiliasi terdapat bangunan sikap saling memaafkan antarsesama," kata Harisudin.

Dewan Pakar? Masjid Indonesia Kabupaten Jember ini menambahkan, rekonsiliasi? adalah ekspresi keteladanan yang terpancar dalam perilaku Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa dilihat saat beliau memenangi perang di Mekah. Para kafir Quraisy yang dulu memusuhi dan memerangi langsung dikatakan antum thulaqa (kalian orang yang merdeka).

RMI NU Tegal

Padahal seperti diketahui, mereka adalah orong-orang yang sangat membenci, mencaci maki, bahkan berupaya membunuh Rasulullah. "Karena sifat Rasulullah tergambar dalam ayat wal afinan anin nas. (Ali Imron ayat 134). Artinya, pemberi maaf kepada manusia. Tokoh agung, Rasulullah SAW bukan tipe manusia pendendam terhadap sesama," lanjutnya.

RMI NU Tegal

Selain memberi pesan rokonsiliasi, Idul Fitri juga mengajarkan manusia untuk tidak bergaya hidup konsumtif. Dewasa ini, lanjut Ustadz Harisudin, konsumerisme cenderung menjadi gaya hidup masyarakat modern. Ini terjadi karena secara faktual ditopang oleh kehadiran materialisme dan hedonisme. Jika materialisme adalah aliran yang memuja benda dan berfokus pada benda, maka hedonisme adalah sebentuk gaya hidup yang menyandarkan kebahagiaan pada kenikmatan belaka.

Hal ini tercermin dalam takaran makan orang yang tiba-tiba dua kali lipat atau bisa jadi lebih daripada hari biasa di malam hari Ramadhan, lalu "balas dendam" terhadap penderitaan puasa di siang hari Ramadhan. Juga, gemerlap hidup manusia yang secara umum mengukur kesuksesan dengan gelimang materi yaitu rumah mewah, mobil banyak, baju mewah, dan kemewahan-kemewahan konsumtif lainnya.

"Oleh karena itu, puasa Ramadhan mempunyai tujuan besar yaitu mengendalikan nafsu konsumerisme secara berlebihan. Mereka yang menang di hari yang fitri bukan mereka yang bergelimang barang konsumsi, melainkan mereka yang bertambah ketaatan dan ketakwaan kepada Tuhan," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock