Jumat, 18 Maret 2016

Sukseskan Produk Unggulan Lokal, Mendes PDTT Siap Bawa Dunia Usaha Masuk Desa

Bengkulu Selatan, RMI NU Tegal - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, akan membawa pasar atau dunia usaha untuk menyerap produk unggulan kawasan perdesaan jenis jagung di Bengkulu Selatan. Dengan demikian, para petani dapat fokus menggarap produk unggulan mereka agar skala produksinya meningkat.

"Bupati komitmen untuk menanam jagung di lahan seluas 20.000 hektar. Jika sekali panen menghasilkan 5 sampai 7 ton dan per ton dihargai Rp 100 ribu, maka dalam satu kali panen akan hasilkan Rp 300 milyar setahun," kata Eko saat melakukan penanaman jagung di Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (19/9).

Sukseskan Produk Unggulan Lokal, Mendes PDTT Siap Bawa Dunia Usaha Masuk Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Produk Unggulan Lokal, Mendes PDTT Siap Bawa Dunia Usaha Masuk Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Produk Unggulan Lokal, Mendes PDTT Siap Bawa Dunia Usaha Masuk Desa

Terlebih lagi, lanjut Menteri Eko, masyarakat akan merasakan manfaat yang semakin besar jika membangun embung. Dalam hitungannya, suplai air dari embung akan mampu membuat lahan jagung panen setidaknya dua kali dalam setahun. Hasil pendapatan yang dicapai sekitar Rp 600 milyar per tahunnya.

"Pemerintah nanti akan bantu sarana prasarananya yang akan disalurkan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Semakin produksinya bagus, dunia usaha pasti tertarik bangun sarana setelah panen, yaitu gudang, mesin pengering, dan lainnya," ujarnya.

RMI NU Tegal

Ia juga meminta Bupati Bengkulu Selatan untuk bersama mengawal implementasi empat program prioritas percepatan pembangunan desa, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung, mengembangkan BUMDes, dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Dirinya meyakini program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

RMI NU Tegal

"Jika empat program prioritas ini dilakukan di desa-desa, maka tidak akan ada lagi desa tertinggal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Mari bersama-sama sukseskan program ini," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, sinergi Kemendes PDTT dan Kementan merupakan sinergi yang hebat. Hal tersebut diyakini akan semakin meningkatkan produktivitas perdesaan. Hal itu diungkapkannya dengan bukti pemerintah tidak lagi mengimpor jagung.

"Kami siapkan sarana produksinya, Mendes siapkan embung. Jagung sekarang sudah tidak ada impor. Malahan Malaysia dan Filipina siap terima impor. Pada saatnya kami tutup impor, kita malah ekspor ke lima negara. Harga jagung kini stabil di kisaran Rp 3000-an," ungkapnya.

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mengapresiasi kedatangan Mendes PDTT dan Mentan karena diyakini akan memotivasi produktivitas di daerahnya. Ia menjelaskan, potensi yang terdapat di wilayahnya yaitu 110 hektar lahan sawah, 20 ribu hektar kebun dan 9 ribu ladang.

"Jika potensinya benar-benar diolah dengan baik, maka akan menggerakkan ekonomi Bengkulu. Sarana dan prasarana produksi sangat dibutuhkan," ujar Dirwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock