Jumat, 08 Juli 2016

KOPRI PB PMII: Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi

Jakarta, RMI NU Tegal. Peringatan Hari Perdamaian Internasional setiap 21 September sudah dilakukan selama dua dekade. Peringatan tersebut ditetapkan pada tahun 1981 oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 55/282.

Terkait Hari Perdamaian Internasional, Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) PB PMII, Septi Rahmawati menilai masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan. 

KOPRI PB PMII: Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI PB PMII: Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI PB PMII: Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi

"Berdasarkan data yang ada, kasus kekerasan pada perempuan masih cukup tinggi. Terutama kasus yang terjadi di Indonesia," kata Septi, Kamis (21/9).

Pada 2016, urai Septi, terjadi sebanyak 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani oleh Komnas Perempuan. Dari angka itu sebanyak 245.548 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh 359 Pengadilan Agama. Sisanya13.602 kasus ditangani oleh 233 lembaga mitra pengada layanan. Jumlah tersebut merata di 34 provinsi di Indonesia.

RMI NU Tegal





RMI NU Tegal

Diakui olehnya, hidup damai  menjadi  harapan setiap manusia. Manusia harus saling menghargai, menyayangi, dan berbagi.  

"Untuk itu sebagai organisasi perempuan, KOPRI tegas memerangi kasus kekerasan terhadap perempuan," tegasnya.

Melalui pendidikan, kekerasan terhadap perempuan dapat diperangi. Sebab, pendidikan merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat. Selain itu untuk memeranginya, para perempuan harus sudah merdeka sejak dalam pikiran.

Hal tersebut diharapkan menjadi langkah nyata yang bisa ditempuh oleh pemerintah untuk mengurangi jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan.  

Septi menyebut, kisah Nabi Muhammad SAW yang telah menginspirasi seluruh dunia dalam perdamaian yang sesungguhnya di tengah kondisi masyarakat yang kala itu masih jahilliyah.

"Begitu juga tokoh Bunda Teresa, hadir menginspirasi banyak perempuan dunia. Menyayangi sesama akan memberikan kekuatan dan perdamaian," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Humor Islam RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock