Kamis, 20 April 2017

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata

Purworejo, RMI NU Tegal?

Pada acara Rosi bertajuk “Berbagi Warisan Gus Dur” yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (22/06) petang, Inayah Wahid, salah satu putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membacakan ? puisinya berjudul “Lelaki yang Tak Punya Mata.”?

Berikut adalah transkip puisi lengkapnya:

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata



“Lelaki Yang Tak Punya Mata”

Seseorang pernah berteriak-teriak

RMI NU Tegal

menghujat seseorang lelaki yang dimakinya tak punya mata

Ah, Aku ingat, lelaki yang dimakinya tak punya mata itu

Dahulu aku sering menggenggam tangannya

Aku ingat, matanya memang terpejam

RMI NU Tegal

Tapi nyata: ia melihat lebih banyak dari kami semua

Memandang lebih dalam dari kami yang matanya membelakak

Dan menyaksikan lebih jauh dari mata kami yang terbuka lebar

Lelaki itu... adalah samudera kehangatan

Dimana setiap orang bebas berenang, berselancar ataupun menyelam

Tanpa takut ditanya: “agamamu apa?”

Aku ingat, mata lelaki itu,

Ialah mata air,?

Yang darinya keluar cinta kasih melimpah-ruah

Meluber hingga ke samudera

Tak habis-habisnya disesap manusia

Mata lelaki itu adalah pelukan hangat untuk siapa saja

Terutama yang membawa luka

Dan disanalah kami semua menemukan rumah

Tempat luka-luka dibasuh oleh air matanya

Mata lelaki itu, adalah jendela

Siapa saja bisa memanjat, untuk kemudian masuk ke dalam kepalanya

Menjelajah tanpa batas?

Dan berakhir di hatinya yang lapang

Mata lelaki itu, adalah tunas kebaikan

Yang tak pernah berhenti tumbuh meski selalu dibagikan ke semua orang

Karena ia percaya: kebaikan untuk semua,?

Bukan hanya golonganku saja

Dan dari tetes air mata kerinduan seluruh manusia yang mencintainya

Kami membangun jembatan, antara kami dan Si Lelaki yang katanya tak bermata itu

Melalui jembatan itu kami berjalan menuju samudera matanya

Menjauh, menjauh, dan masih jauh dari teriakan-teriakan lelaki pendengki yang tak punya hatiPada program yang disiarkan televisi secara nasional tersebut, Rosiana Silalahi ? – sang pembawa acara – menghadirkan Istri dan putri-putri Gus Dur: Ny. Hj. Shinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Yenny Wahid, Anita Wahid dan Inayah Wahid.?

Di acara tersebut, laku dan pemikiran Gus Dur terkait tentang keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan dibedah kembali karena dianggap masih relevan dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini butuh sosok teladan. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock