Pontianak, RMI NU Tegal. Dalam merayakan Harlah, Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak mengadakan dialog bersama dengan para kader.
Harlah yang ke-53 tahunnya PMII Kota Pontianak dibuka oleh Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Kota Pontianak, Hasan Bayri. Dalam sambutannya Hasan mengatakan bahwa hiruk pikuk dalam sejarah berdirinya pergerakan di kancah nasional mempunyai kesan yang luar biasa.
| PMII Kota Pontianak Adakan Harlah dan Dialog Bersama (Sumber Gambar : Nu Online) |
PMII Kota Pontianak Adakan Harlah dan Dialog Bersama
PMII hadir mewarnai dunia pergerakan tidaklah semudah dan seenak berproses pada dewasa ini, PMII sekarang lebih progresif dari PMII dahulu. Tapi, untuk itu sabagai kaum pergerakan tidak boleh melupakan sejarah berdirinya PMII.RMI NU Tegal
“Pada waktu berdirinya PMII yang dipelopori oleh beberapa tokoh muda NU tidak semudah membalikkan tangan. Semangat untuk mendirikan organisasi ini harus dibalas dengan menguras pikiran, tenaga maupun hal-hal yang lainnya,” ungkap Hasan."Oleh karenanya rawatlah pergerakan yang terpatri dalam PMII, sebarkan dan rebut semua di ruang dan lini yang kosong untuk kader PMII,” katanya.
RMI NU Tegal
Selain memperingati hari lahirnya PMII yang ke-53. PMII kota Pontianak juga adakan Diskusi bersama dengan para kader, kader diberikan kesempatan untuk menanyakan keluh dan kesah yang ada pada dirinya terhadap PMII.Ada beberapa pembica dalam diskusi bersama ini diantaran, Hasan Basri (Mabincab Kota Pontianak), Suryadi (Mantan Ketua PC PMII Kota Pontianak 2011-2012) Abdul Ghani (ketua Umum PMII sekarang), H Irfan Afanddi (Tokoh Muda NU dan senior PMII kota Pontianak) Abu Masud (Mantan ketua PC PMII kubu Raya) dan Heri ( Pengurus kordinator Cabang Kalbar).
Acara yang dibuka jam 19.30 ini berahir sampai dengan 23.00 WIB. Aula Wakil Wali Kota Pontianak.
Redaktur: Mukafi Niam
Dari Nu Online: nu.or.id
RMI NU Tegal Warta RMI NU Tegal
