Rabu, 23 Agustus 2017

Menristek Dikti: Partisipasi Perempuan Masih Rendah

Surabaya, RMI NU Tegal. Sejumlah Menteri Kabinet Kerja Republik Indonesia menghadiri Kongres Fatayat NU ke-15 di Asrama Haji Sukolilo. Salah satunya adalah Menteri Ristek dan Dikti, Muhammad Nasir. Ia yang tampil bersama Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi, memaparkan rendahnya partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Di hadapan peserta kongres, mantan ? Rektor Universitas Diponegoro Semarang ini memaparkan masih rendahnya pemberdayaan perempuan dan partisipasinya dalam kehidupan masyarakat. Saat ini, katanya, jumlah penduduk perempuan Indonesia sekitar 127 juta.?

Menristek Dikti: Partisipasi Perempuan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti: Partisipasi Perempuan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti: Partisipasi Perempuan Masih Rendah

"Tapi kalau dilihat dari sisi kesempatan pemberdayaannya masih rendah," ucapnya, Sabtu (19/9) malam.

RMI NU Tegal

Sebagai indikator, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) ini menjelaskan masih banyaknya jumlah wanita buta huruf, melebihi penduduk pria. Jumlah wanita buta huruf terbanyak pertama ada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah terbanyak kedua, dan Jawa Timur menempati urutan keempat.?

"Yang juga masih rendah tingkat partisipasi wanita di parlemen hanya 18 persen," tambahnya.

RMI NU Tegal

Pada kesempatan tersebut M Nasir juga menyampaikan kepada para Fatayat NU agar bisa memanfaatkan program pemerintah dengan sebaik-baiknya.

"Di kementerian kami, ada banyak program beasiswa yang bisa dimanfaatkan bagi ibu-ibu atau para pemudi Fatayat NU," tandasnya. Saya akan dukung Fatayat NU untuk terus mengembangkan dunia pendidikan, lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PP Fatayat NU demisioner Ida Fauziyah mengakui indeks partisipasi wanita Indonesia masih rendah. Di parlemen, misalnya, hanya 18 persen saja dari 30 persen yang diharapkan. Menurutnya, problem utama adalah masih rendahnya pendidikan kaum hawa yang berpengaruh pada pembentukan mental perempuan agar berada di posisi sama dengan laki-laki.?

"Karena itu pemberdayaan pendidikan jadi prioritas Fatayat NU," ucapnya. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Pondok Pesantren RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock