Kamis, 12 Oktober 2017

NU Jangan Jadi "Silent Majority"

Majalengka, RMI NU Tegal. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Potensi ini semestinya dapat dimaksimalkan dalam membangun peradaban di Nusantara. NU jangan jadi silent majority.

Hal ini disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, saat diminta pandangannya mengenai peran NU Subang pasca Konfercab VII yang digelar di Pesantren Pagelaran III, Rabu (21/8) lalu.

NU Jangan Jadi Silent Majority (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jangan Jadi Silent Majority (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jangan Jadi "Silent Majority"

"NU jangan jadi silent majority (mayoritas yang diam). Kelompok radikal, yang ekstremis itu sebenarnya minoritas tetapi bisa merajelela, NU yang mayoritas? sudah seharusnya berperan aktif, dalam pola dakwah misalnya, dakwah NU itu mengajak dan merangkul, bukan dakwah yang mengejek dan memukul," paparnya

RMI NU Tegal

Kiai Maman pun menilai bahwa kelompok ekstrim yang sedikit itu bisa seolah menjadi besar karena mereka mampu memainkan media.

"Mereka mampu membuat aksi yang sekiranya bisa naik menjadi news, jadi seolah mereka mayoritas, padahal mereka sedikit," tegasnya

RMI NU Tegal

Untuk tidak menjadi silent majority, tambah Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu mengharapkan agar para pengurus NU berperan aktif dengan cara melakukan 3S, yaitu silaturahmi, silatulfikri dan silatulamal.

"Memperbanyak silaturhmi dengan berbagai pihak, terutama kaum tani dan nelayan, karena saya kira mereka juga warga NU," ujarnya

Selian itu, lanjut Kiai Maman,? silatulfikri juga juga perlu dilakukan, yakni menyamakan visi misi dengan berbagai pihak, terutama para pengurus, kemudian terakhir adalah silatulamal. “Yaitu bagaimana mampu merealisasikan visi misi tersebut supaya tidak hanya dalam tataran wacana saja," tukasnya.

Lebih lanjut, penulis buku Fatwa Dan Canda Gus Dur tersebut memberi masukan agar NU mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal

"Saya melihat NU itu reaksional, seperti masjid direbut baru mulai membenahi masjid, seharusnya kalau membenahi dari dulu tentu tidak akan seperti itu, nah kalau NU terus memperlihatkan sikap yang reaksional saya kira lama-lama orang akan meninggalkan NU, karena orang akan lebih realistis melihatnya" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tegal RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock