Sabtu, 11 November 2017

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan

Jakarta, RMI NU Tegal



Program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) yang digulirkan Pemerintah cukup baik dilaksanakan pondok pesantren salafiyah (PPS). Kesimpuan ini didasarkan pada hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) tahun 2015 dengan sampel penelitian sebanyak 132 ula dan 179 wustha yang ? tersebar di empat propvinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa ? Timur dan Yogyakarta.

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan

Pada aspek hasil yang dicapai, penelitian yang menggunakan lima tolok ukur, yaitu peningkatan nilai-rata-rata mata pelajarn umum, jumlah santri, serapan pendidikan, mobilitas alumni dan kepuasan penyelenggaraan wajar dikdas, juga menunjukkan tanda-tanda cukup menggembirakan.

Dari indikator tersebut hasil analisis data menunjukan secara keseluruhan, baik Ula maupun Wustha cukup berhasil, di mana nilai ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA di atas rerata nilai 7. Dari data sampel tersebut terlihat ada peningkatan nilai ujian dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya 2014.

Adapun aspek kepuasan ? ditunjukan dengan keinginan penyelenggara untuk melanjutkan program tercatat Ula menyatakan 97.5 persen ingin tetap melanjutkan program wajar dikdas dan Wustha mencapai 99.4 persen. Ini artinya bahwa wajar dikdas masih sangat efektif, karena masih banyak dibutuhkan.

RMI NU Tegal

Perhatian pondok pesantren salafiyah cukup besar terhadap program wajar dikdas ditemukan pada dimasukkannya program ini secara langsung pada visi dan misi pesantren bersangkutan. Ditambah ketersediaan buku petunjuk teknis penyelenggaraan program, dan keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi buku petunjuk teknis penyelenggaraan.

Dari segi kesiapan internal, pesantren salafiyah berdasarkan indikator kunci penyelenggaraan program disimpulkan cukup terpenuhi. Hal itu bisa dilihat dari ? adanya guru mata pelajaran umum berasal dari pondok pesantren, kepemilikan akan jadwal pelajaran wajar dikdas, serta kepemilikan akan buku standard kelulusan.

RMI NU Tegal

Meskipun demikian, beberapa aspek tetap perlu ditingkatkan, di antaranya latar belakang pendidikan guru, kuantitas buku paket pelajaran untuk santri dan guru, perpustakaan, silabus dan kelengkapan dokumen Rancangan Persiapan Pembelajaran (RPP).

Pada tingkat implementasi, monitoring dan supervisi oleh pengasuh pesantren, penanggng jawab program, pengawas dan pejabat Kementerian Agama/Dinas Pendidikan setempat juga terlihat cukup memuaskan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock