Minggu, 19 November 2017

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Gunung Kidul, RMI NU Tegal. Warga Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta menggelar "Syawalan dan Pengajian", Ahad (9/8) malam. Penceramah dihadirkan, KH Arif Gunadi menyampaikan sejumlah taushiah, antara lain manusia kuat versi Islam.

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

"Manusia kuat bukan yang sanggup mengangkat besi dua kuintal dengan sekali jinjing. Namun yang mampu menyingkirkan selimut ketika mendengar adzan subuh.  Ash-Shalaatu khairum minan naum. Sholat lebih baik daripada tidur," papar Kiai Arif.

Adapun manusia gagah perkasa, menurutnya, ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

RMI NU Tegal

"Bulan Ramadhan lalu kita dilimpahi umat yang rajin ke masjid. Tapi setelah itu, setan dibebaskan lagi, dan masjid jadi sepi lagi. Seharusnya iman kita semakin meningkat," ujar Kiai Arif pada kegiatan dihadiri Suyanto, Kepala Desa Dengok, peserta Civic Education For Future Indonesian Leadership (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta, dan penduduk setempat itu pula.

Ia menambahkan, ada enam perkara merusak amal. Pertama Al istighlal bi’uyubil kholqi atau sibuk mebicarakan aib orang lain.

RMI NU Tegal

Selanjutnya Qaswatul qulub atau keras hati. Contohnya tidak mau mengakui eksistensi orang lain, tidak mau mengakui kebhinekaan seperti perbedaan agama dan lain-lain.

"Lalu Hubbun dunya atau cinta mati terhadap dunia. Saking cintanya dengan dunia, akhirnya melupakan akhirat," ujar dia lagi.

Selanjutnya, Qillatul haya’ atau sedikit rasa malunya. Kemudian Thulul ‘amal atau panjang angan-angan dan Dhulmun la yantahi atau kezaliman yang tak pernah berhenti.

Sebelum pengajian berlangsung di balai desa setempat dimulai, mengalun sholawat nabi dan syiir tanpo waton yang didaraskan hadirin yang ikut kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock