Malang, RMI NU Tegal. Kemunculan gerombolan Islamic State of Iraq-Syiria (ISIS) menjadi ancaman baru dalam dunia Islam khususnya di Indonesia. Ancaman ini ditanggapi serius oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang melalui berbagai program penjagaan nilai-nilai Islam Aswaja.
Pada Selasa, (6/1), dua lembaga itu menggelar sarasehan betema “Menolak Gerakan Islamic State; NKRI Harga Mati” di Aula Gedung C Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang. Sarasehan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu, menghadirkan Wakil Ketua GP Ansor Jatim Andri Dewanto Ahmad dan Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang H Roibin sebagai narasumber.
| NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online) |
NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS
Menurut Andri, ISIS organisasi radikal yang cukup berbahaya di dunia. Setidaknya 5 hal dari ajarannya yang berbahaya. Pertama, mengklaim bahwa pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang sah dan harus diikuti oleh setiap muslim sedunia. Kedua, pemimpin negara selain pemimpin ISIS yang diikuti oleh setiap muslim harus ditinggalkan atau dicabut bai’atnya. Ketiga, umat muslim yang tidak membai’at pemimpin ISIS otomatis menjadi kafir. Keempat, orang kafir jika tidak membayar pajak, halal darahnya. Kelima, dalam meningkatkan pendapatan negara, ISIS membenarkan perebutan kekayaan alam daerah lain dengan segala cara.RMI NU Tegal
“Awalnya ISIS adalah bagian dari Al-Qaeda, namun seiring berjalannya waktu dan perbedaan strategi perjuangan yang lebih frontal, maka ISIS dikeluarkan dari organisasi Al Qaeda,” kata Andri.RMI NU Tegal
Menunrut Andri, PMII dan NU sebagai organisasi yang berpaham Aswaja mempunyai tugas moral untuk menangkal aliran seperti ini.Ketua PMII Kota Malang Habiburrahman El-Stiffany menyatakan bahwa dalam hal ini PMII dan NU mempunyai visi yang sama dalam hal penangkalan Islam radikal transnasional.
“PMII selalu bersinergi dengan PCNU utamanya dalam menangkal Islam radikal,” kata mantan Ketua PK PMII Sunan Kalijaga itu. (M Abdul Fatah/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
RMI NU Tegal Sejarah, Fragmen RMI NU Tegal
