Kamis, 15 Maret 2012

Petani Garam Kalibangka Risaukan Garam Impor

Cirebon, RMI NU Tegal. Sejumlah petani garam di dusun Kalibangka desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon Jawa Barat merisaukan maraknya garam impor yang beredar di pasaran. Mereka berpendapat masuknya garam impor mengakibatkan anjloknya harga garam lokal dengan imbas yang sangat merugikan masyarakat.

Demikian diungkapkan salah satu petani garam Ghufron di dusun Kalibangka. Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan lebih tegas terhadap para importir dan pengusaha garam.

Petani Garam Kalibangka Risaukan Garam Impor (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Garam Kalibangka Risaukan Garam Impor (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Garam Kalibangka Risaukan Garam Impor

“Sebelumnya, saya mendengar pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penghentian impor garam. Nyatanya di pasaran masih banyak beredar garam impor yang bisa merugikan masyarakat petani garam lokal. Jadi kami minta ketegasan pemerintah,” ujar Ghufron.

RMI NU Tegal

Ghufron menambahkan beberapa bulan terakhir harga jual garam lokal dinilai semakin merosot. Menurutnya, hal itu juga dipengaruhi karena ketiadaan standardisasi harga yang diterbitkan pemerintah dalam rangka melindungi nasib petani garam.

Saat ini harga jual di lapangan hanya Rp 225 per kilogram. Kami sangat khawatir. Jika kondisi semakin memburuk, petani garam tentu menginginkan pemerintah segera mengeluarkan keputusan perihal patokan harga garam lokal, paling tidak sampai pada harga Rp 600 per kilogram, tambah Ghufron.

RMI NU Tegal

Selain Ghufron, Warpin juga merasakan kegelisahan yang sama. Ia menceritakan petani garam seolah tidak memiliki hak sama sekali dalam menentukan harga jual. Menurutnya harga pasar memang seolah menjadi hak mutlak tengkulak. Mereka biasanya berdalih bahwa konsumen lebih berminat pada garam impor yang memiliki kualitas lebih baik dibanding garam lokal.

“Kami tidak memiliki kemampuan apa-apa tentang kecilnya harga jual garam lokal. Para tengkulak biasanya mengatakan konsumen lebih banyak membeli garam impor yang lebih putih dan bersih.” kata Warpin.

Dusun Kalibangka merupakan salah satu wilayah yang terletak di pantai utara laut Jawa sebelum perbatasan kabupaten Cirebon dan provinsi Jawa Tengah. Sejumlah 85% penduduknya menggantungkan hidup dari pengarapan lahan garam. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tegal, Anti Hoax RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock