Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan provinsi yang dipimpinnya dikenal daerah yang aman. Menurut Menkopolhukam, Gorontalo menempati urutan pertama sebagai daerah paling aman di Indonesia.
Secara statistik berdasarkan agama, di provinsi tersebut ada ada 6 agama dengan pemeluk terbanyak yaitu Islam sebesar? 96%. Namun demikian, toleransi umat Islam sangat besar terhadap pemeluk agama yang lain.
| Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto (Sumber Gambar : Nu Online) |
Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto
“Kehidupan beragama di sini cukup bagus, baik inter maupun antarumat beragama tidak ada masalah. Jika hari besar keagamaan, pemuka-pemuka agama di sini saling menjaga satu sama lain," jelasnya ketika bersilaturahim dengan Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).Daris sisi kebudayaan yang berkaitan dengan Islam, lanjut dia, juga banyak ragamanya. Mulai tentang pernikahan, kematian, dan bahkan pelantikan pejabat. “Di sini tidak hanya dilantik secara kenegaraan tapi juga secara adat."
RMI NU Tegal
Setelah silaturahim dengan Wakil Gubernur, Ekspedisi Islam Nusantara ke Kampung Wisata Religi Bubohu. Menurut warga sekitar, kampung-kampung yang ada di wilayah ini dulunya adalah pusat kerajaan Islam Bubohu yang berdiri dari tahun 1750 sampai 1902.RMI NU Tegal
Selama masa tersebut kerajaan Bubohu telah dipimpin oleh 11 raja. Di tempat tersebut ada madrasah yang berbentuk rumah adat. Tempat yang dipenuhi burung merpati ini diyakini sebagai lokasi utama kerajaan Bubohu.Kemudian mendatangi Masjid Hunto. Masjid tersebut, menurut warga di sekitar dibangun sebagai mahar pernikahan Sultan Amay dengan Putri Raja Palasa. Masjid Hunto Sultan Amay adalah masjid tertua di Gorontalo, didirikan pada tahun 1495.
Seiring masuk Islamnya Sultan Amay, maka rakyat Gorontalo (dulu bernama Hulondalo) pun ikut memeluk agama Islam. Dikatakan pula bahwa nama masjid Hunto diambil dari kata "ilohuntungo" yang berarti pusat perkumpulan, oleh karenanya masjid ini dulu juga berfungsi sebagai pesantren atau pusat perkumpulan agama Islam.
Walaupun masjid ini beberapa kali telah direnovasi, tapi ukuran bangunannya masih sama seperti semula, bentuk mimbarnya juga masih asli. Adapun makam Sultan Amay sendiri terletak di sekitar masjid, ada juga makam yang nisannya bertuliskan Maulana Syaikh Syarif bin Abdul Azis. Konon ia adalah ulama dari Hijaz yang didatangkan oleh Sultan Amay untuk menyebarkan pendidikan agama Islam di Gorontalo. ?(Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
RMI NU Tegal Quote, Lomba RMI NU Tegal
