Sabtu, 11 November 2017

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Probolinggo, RMI NU Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2015-2020 resmi dilantik di Pesantren Al-Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Ahad (27/12).

Pengurus Muslimat NU Kota Kraksaan ini dilantik oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid didampingi Sekretaris PW Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Mutafarrida.

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Pelantikan ini diikuti oleh 200 orang terdiri dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, badan otomom (banom) NU, instansi terkait, pengasuh pesantren, seluruh pengurus cabang, 13 anak cabang dan 10 orang ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

RMI NU Tegal

Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i mengungkapkan, jika ada tetangganya yang meninggal dunia, Muslimat NU harus berada di depan dan mengurus jenazahnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

RMI NU Tegal

“Tolong foto-foto Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan dipasang di kantor dan dikirimi Al-Fatihah setiap bulan. Demi keberlangsungan program Muslimat NU, pengurus harus menjalin keharmonisan dengan pengurus PCNU Kota Kraksaan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf jika apa yang dilakukan selama ini masih dinilai masih kurang maksimal. Yang jelas, pihaknya bertekad akan tertib organisasi di segala bidang.

“Mohon doa dan dukungannya supaya ke depan Muslimat NU Kota Kraksaan bisa bekerja dengan sempurna sesuai AD/ART organisasi. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci sukses sebuah organisasi,” ujarnya.

Sedangkan Hj Masruroh Wahid meminta masyarakat tidak menunggu menjadi pengurus untuk bekerja dan berjuang di Muslimat NU Kota Kraksaan. Selain itu, pengurus harus senantiasa memberi lewat organisasi Muslimat NU dan jangan meminta.

“Laksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah. Isilah budaya-budaya atau tradisi-tradisi sesuai dengan Aswaja. Dakwah tidak cukup bil hal, tetapi berikanlah bukti nyata di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pahlawan, Ahlussunnah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock