Minggu, 05 November 2017

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Jepara, RMI NU Tegal - Ada yang menarik dari strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016-2017 MTs Nurul Islam Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika biasanya madrasah atau sekolah lain lebih menonjolkan program unggulan penguasaan bahasa asing atau keterampilan untuk bekal bekerja tetapi MTs yang kerap disebut Nuris ini membuka program unggulan kitab kuning.

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Program unggulan baca kitab kuning dengan metode Ibtidai ini tidak tiba-tiba dibuka tahun ini. Tetapi separo semester kemarin sudah mengujicobanya.

RMI NU Tegal

Hasil pasca ujicoba nyatanya berhasil. kurang lebih 60% siswa dari kelas 7-9 yang mempelajari kitab Tijanuddurari sudah mampu membaca kitab tanpa makna gandul.

Sehingga minat siswa yang cukup tinggi terhadap metode ini juga berdampak positif bagi MTs khususnya sebagai ciri khas dan unggulan.

RMI NU Tegal

Ditanya kenapa harus program unggulannya kitab kuning, Abdul Rohman, Waka Kesiswaan MTs Nuris menjawab karena ingin mengembalikan image masyarakat seperti tempo dulu.

“Dulu era KH Mudhoffar Fatkhurrohman yang termasuk salah satu pendidikan Yayasan Nurul Islam waktu beliau masih aktif mengajar, Nuris dikenal dengan kitab kuningnya khususnya kitab fiqih dan kitab amaliyah NU,” katanya saat dihubungi RMI NU Tegal, Sabtu (11/06).

Dari ciri khas zaman dulu itulah yang menyebabkan tenaga pendidik yang dimiliki Nuris menjadi guru/ kiai di tengah-tengah masyarakat seperti K. Muzaekhan, K. Muh. Nidhom serta Ahmad Jamaluddin.

Dipilihnya metode Ibtidai karena metode cepat penguasaan kitab kuning itu adalah embrio apa yang telah diajarkan kiai Mudhoffar. Sehingga metode tersebut tetap terus dipelajari dan dijaga agar tidak hilang. “Serta sebagai amal beliau meninggalkan ilmu yang manfaat,” imbuh lelaki yang sudah mengajar di MTs Nuris lebih dari sepuluh tahunan ini.

Embrio dari metode tersebut kemudian disempurnakan menjadi metode Ibtidai karya K. Mujahidin Rahman yang juga alumni MTs Nuris. Rencananya program unggulan ini setiap pekan akan diajarkan kepada anak 2 jam pelajaran (2 x 45 menit).

Untuk kelas 7 menggunakan kitab Tijanuddurari diajar Abdul Rohman, kelas 8 kitab Safinatunnajah diajar Ahmad Jamaluddin dan kelas 9 kitab Ta’lim Mutaallim diajar K. Moh Nidhom.

Diberlakukannya program ini lanjutnya mewakili Kepala Madrasah Ali Asyhari agar siswa mencintai, memahami dan mengamalkan isi kitab kuning yang dipelajari yang merupakan peninggalan para ulama sholih sehingga berpikiran yang luas dan mengamalkan ajaran Aswaja.

Dengan program tersebut harap putra K. Muh. Suhaimi ini kitab kuning bukan menjadi sesuatu yang sulit dan menakutkan untuk anak-anak yang tidak mondok di pesantren. Apalagi jargon metode ibtidai itu mudah, ringan, tanpa beban hafalan.

“Semoga dengan metode baca kitab ini Nuris berjaya kembali,” harap Abdul Rohman. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock