Kamis, 23 November 2017

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

RMI NU Tegal

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

RMI NU Tegal

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock