Bojonegoro, RMI NU Tegal - Ratusan santri pesantren Al-Falah, Desa Pacul, Kabupaten Bojonegoro mendiskusikan paham ekstrem di dalam agama, Kamis (28/7) malam. Mereka mempelajari bahaya radikalisme agama yang kini menghinggapi kepala banyak remaja.
Diskusi ini sengaja digelar antara lain untuk membentengi generasi muda agar tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
| Ratusan Santri Pesantren Al-Falah Pelajari Bahaya Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ratusan Santri Pesantren Al-Falah Pelajari Bahaya Ekstremisme
Perwakilan pesantren Al-Falah Agus Falahudin mengatakan, pengajian anti-radikalisme yang diikuti ratusan santri pesantren Al-Falah ini memberikan gambaran bahaya paham radikal yang saat ini mulai masuk di kalangan masyarakat Indonesia.RMI NU Tegal
"Dengan diajarkan ajaran-ajaran Ahlusunah wal Jamaah nantinya, menjadi sebuah benteng dalam menangkal paham radikal yang kian mengancam bangsa ini," terang Gus Falah.Berangkat dari keprihatian atas situasi semacam ini pengurus pesantren mengelar pengajian, yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam menangkal paham-paham radikal. Di samping itu, pengajian ini membeberkan paham Ahlusunah wal Jamaah dengan mengedepankan dakwah penuh kasih sayang.
Pengajian ini mengulas pemikiran-pemikiran para pendiri Nahdatu Ulama (NU) seperti ajaran untuk mempertahankan keutuhan bangsa ini dengan mencintai NKRI dan mempertahankannya dari segala ancaman paham-paham radikal.
RMI NU Tegal
"NU mengajarkan umat Islam mencintai bangsa ini, tanpa melihat suku, agama, ras, karena bangsa ini terdiri dari berbagai pulau dan menjadi sebuah negara yang dinamakan Indonesia," imbuh Gus Falah.Sementara pemateri pengajian Ustadz Mustakim menerangkan bahwa gerakan paham radikal amat berbahaya bagi bangsa ini. Karenanya penting sekali untuk memberikan penanaman pengetahuan sejak dini tentang bahaya paham radikal yang mengatasnamakan agama.
Dengan menanamkan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah bagi generasi santri bisa menangkal paham radikal di kalangan santri dengan penanaman ideologi kita, yang membela NKRI dan mencintai Islam sebagai agama rahmatl lil alamin.
Ustadz Mustakim juga menjelaskan pentingnya memilih sebuah organisasi dan menerima sebuah ajaran yang mengatas namakan Islam.
"Mencintai sebuah bangsa ini adalah keharusan karena ini adalah yang diajarkan oleh pendiri NU kita. Kita harus mewanti-wanti ajaran radikal di kalangan pemuda dan masyarakat,? dengan mencintai NU dan mengamalkan ajaran-ajaran N, Ahlusunah wal Jamaah sebagai cara kita membentengi diri dari ajaran radikal," pungkasnya. (M Yazid/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
RMI NU Tegal AlaNu, Doa, Halaqoh RMI NU Tegal
