Selasa, 07 Juni 2005

PBNU Kembangkan Penelitian Aswaja di Indonesia

Padang, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengembangkan penelitian seputar perkembangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia dengan mengumpulkan bahan-bahan awal berdirinya NU di wilayah dan cabang.

"Salah satu perhatian kami adalah Sumatera Barat. Bahwa mayoritas paham keagamaan di Sumatera Barat itu NU. Problemanya, NU dipersepsikan sebagai organisasi keagamaan yang terlalu Jawa," kata Ketua PBNU H Abdul Aziz dalam temu ramah dengan Pengurus Wilayah NU Sumbar di sekretariat PWNU Jalan Ciliwung No. 10 Padang, Senin (16/7).

Diharapkan para ulama memberikan kontribusi, berupa informasi-informasi penting pengembangan faham Aswaja di daerah masing-masing. "Seperti di Kalimantan, para ulamanya bisa menghilangkan kesan bahwa NU itu hanya untuk Jawa," katanya.

PBNU Kembangkan Penelitian Aswaja di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kembangkan Penelitian Aswaja di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kembangkan Penelitian Aswaja di Indonesia

Abdul Aziz yang membidangi Komunikasi dan Informasi PBNU menyebutkan hasil Muktamar NU di Boyolali mengenai konsolidasi organisasi dan paham keagamaan Aswaja. Dikatakan, sekarang ini semakin banyak faham impor yang tidak sesuai dengan faham keagamaan bangsa Indonesia sehingga menimbulkan berbagai ketegangan di tanah air.

"Hal tersebut perlu kita pahami bersama, lalu disosialisasikan dengan baik. Dimana posisi kita, dimana paham keagamaan yang sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa Rasululllah SAW ini?" ujarnya.

RMI NU Tegal

Secara teknis, pengembangan penelitian dan sosialisasi dilakukan oleh Lajnah Talief wan Nasy (LTN) dan media RMI NU Tegal.

"Tugas sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi, ingin mengembangkan penelitian mengenai informasi lengkap perkembangan paham Ahlussunnah tersebut. Di Pauh Kota Padang ada tradisi tahlil masih jalan. Maka para pengurus untuk perlu perhatian yang sungguh kepada data-data," tambahnya.

Penelitian sementara menyebutkan, pengembangan faham keagamaan di Indonesia lebih diperankan oleh tarekat. Tarikat di Sumatera Barat misalnya berpusat pada Syekh Burhanuddin yang ada di Ulakan Kabupaten Padangpariaman.

"Tarikat menjadi salah satu kekuatan NU. Guru-guru tarikat itu merasakan bagian dari NU dengan faham keagamaannya yang moderat," kata Abdul Aziz yang juga Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta.

Hadir dalam temu ramah itu sejumlah pengurus PWNU Sumbar, di antaranya Wakil Ketua H Khusnun Aziz, Sekretaris Firdaus, Wakil Sekretaris DPW PKB Sumbar A.Damanhuri Tuanku Mudo. (Laporan Bagindo Armaidi Tanjung dari Padang)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Quote, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock