Kamis, 04 Agustus 2016

Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan

Jombang, RMI NU Tegal. Kebanyakan para pegiat dan pengabdi pendidikan yang tulus ada di tingkatan bawah. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka masih berkenan membina peserta didik dengan penuh keikhlasan. Kiprah seperti ini tidak luput dari perhatian LP Maarif NU Jombang.

Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan

Pengurus LP Maarif NU Jombang memiliki program bulanan yang bernama silaturahmi dan bakti sosial. "Kegiatan ini hasil kerja sama LP Maarif NU bersama kelompok kerja penyuluh kabupaten Jombang," kata Ketua LP Maarif Jombang, KH Salmanuddin, Rabu (27/8) petang.

Untuk bulan ini, lokasi yang dituju adalah MI Maarif NU Raden Patah yang berada di desa Cupak kecamatan Ngusikan. Kegiatan ini diikuti KH Taufiq Abdul Jalil (PCNU Jombang), utusan dari MWC Maarif NU Kudu, Ploso, Ngusikan, serta Kesamben. Juga ikut bergabung 10 penyuluh Kementerian Agama Jombang.

RMI NU Tegal

Perasaan iba, sedih, haru, dan salut campur aduk saat rombongan menginjakkan kaki di madrasah yang berada di pinggiran hutan ini. Betapa tidak, jumlah peserta didik di madrasah tersebut hanya 23 siswa. "Itu adalah jumlah keseluruhan dari kelas 1 hingga 6," kata Gus Salman, sapaan akrabnya.

Namun kendati kondisinya cukup memprihatinkan, namun ada secercah kebanggaan dari madrasah ini. "Meskipun berada di kawasan lereng hutan, namun madrasah ini berkenan untuk ikut Badan Hukum Perkumpulan Nahdhatul Ulama atau BHPNU," tandas Pengasuh pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung ini.

RMI NU Tegal

Benar-benar istimewa dan sangat membanggakan, lanjutnya.

Di hadapan para guru dan murid, rombongan kemudian memberikan penyuluhan tentang arti pendidikan serta pentingnya menjaga kesehatan. "Meskipun berada di kawasan yang kurang mendapat perhatian, tapi kami berharap para guru dan murid di sini tetap semangat mengajar dan menuntut ilmu, serta berupaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan," kata Gus Salman.

Usai pemberian materi kesehatan dan motivasi pendidikan, rombongan kemudian memberikan bantuan seragam kepada seluruh siswa. "Kami juga memberikan sejumlah alat olahraga, dan alat shalat kepada dewan guru serta layanan kesehatan," katanya. 

"Apa yang kita lakukan selama ini, rasanya tidak sebanding dengan yang mereka khidmatkan kepada agama, bangsa dan negara, juga NU," tandas alumnus Madrasatul Quran Tebuireng ini. 

Kesadaran untuk bergabung dalam BHPNU menjadi bukti nyata bahwa madrasah ini taat organisasi. "Dan itu ternyata dilakukan dengan penuh kesadaran diri oleh madrasah yang memiliki tenaga pengajar, siswa dan fasilitas yang cukup memprihatinkan," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Karena itu, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, LP Maarif akan terus memberikan perhatian kepada madrasah yang memiliki loyalitas tinggi kepada NU.

Gus Salman berharap agar Maarif diberikan kekuatan untuk membantu agar keberadaan madrasah di kawasan terpencil seperti ini bisa mendapatkan perhatian. "Ini bentuk kepedulian kita kepada masa depan dan generasi NU di masa mendatang," pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Sholawat, Budaya RMI NU Tegal

RMI NU Tegal - Rabithah Ma'ahid Islamiyah.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock