Sukoharjo, RMI NU Tegal. Momentum Hari Pahlawan, Ahad (10/11) kemarin, diperingati para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kartasura Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan pembacaan shalawat.
Acara yang dikemas dengan nama Germas, singkatan dari Gerakan Remaja Pecinta Shalawat tersebut diikuti sekitar 60 anggota. Acara diisi dengan pembacaan maulid al-Barzanji dan diskusi.
| Hari Pahlawan, Pelajar NU Kartasura Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hari Pahlawan, Pelajar NU Kartasura Shalawatan
Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Sukoharjo, Fitria Ayu, menjelaskan kegiatan shalawatan ini sebetulnya merupakan kegiatan rutin, yang kebetulan pada pelaksanaan kali ini bersamaan dengan tanggal 10 November atau Hari Pahlawan.RMI NU Tegal
“Selama ini kegiatan (shalawatan) sebagai wadah pengkaderan untuk menarik minat remaja yang sekarang banyak gandrung dengan shalawat,” tuturnya.RMI NU Tegal
Namun tidak hanya itu, ia menambahkan kegiatan shalawatan ini, selain menjadi ruang pengkaderan, nantinya juga dapat dibuat sebagai sebuah gerakan sosial. Gerakan sosial yang dimaksud, komunitas shalawat yang ada kemudian juga dapat menjadi wadah pemberdayaan sosial jamaahnya.“Jadi secara kasarnya, shalawatan tidak hanya sekedar ibadah, tapi juga memiliki nilai sosial,” ujarnya kepada RMI NU Tegal, Ahad (10/11) .
Fitria menjelaskan, saat ini majelis shalawat seperti Ahbabul Musthofa, Jamuro, dan sebagainya layak untuk dibentuk sebagai sebuah gerakan sosial. “Paling tidak majelis shalawatan yang sudah ada, ini memiliki dua syarat untuk menjadi sebuah gerakan sosial. Yaitu figur dan massa,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
RMI NU Tegal AlaNu, Makam, Cerita RMI NU Tegal
