Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya bersiaga di depan Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya. Pasalnya, kerumunan massa aksi Bela Islam hanya beberapa puluh meter dari Gedung NU.

Jalan dr. Soekardjo pun ditutup satu jalur sehingga massa aksi gabungan dari sejumlah Ormas Islam yang didalamnya ada FPI itu tidak bisa lagi melintas ke Jalan dr. Sorkardjo.

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Yang akhirnya gesekan bisa dihindari meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait himbauan PCNU Kota Tasikmalaya yang melarang warga Nahdlyin dan Banom NU ikut turun aksi, menuai pro kontra. Facebooker pro aksi Bela Islam menyerang keputusan itu yang dilawan pula oleh sejumlah kader muda NU.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, kesiagaan Banser hanya untuk jaga-jaga saja. Mengantisifasi segala kemungkinan yang bisa merugikan semua pihak.

RMI NU Tegal

"Kami cuma jaga-jaga saja. Apalagi situasi politik di Kota Tasik sudah meninggi karena mulai masuk masa kampanye pilkada. Dan menempatkan anggota Banser di Kantor NU biasa dilakukan, bukan karena ada aksi tadi," kata Ujang, Jumat (28/10).

Ujang pun berterimakasih kepada Kepolisian yang pro aktif menutup Jalan dr. Soekardjo sehingga iringan massa aksi tak melintas. Termasuk yang dari Masjid Agung ke Jalan dr. Soekardjo.

RMI NU Tegal

"Khawatir saja ada yang memancing," ujarnya.

Saat aksi, massa "Bela Islam" berkumpul di depan Masjid Agung yang sekira 50 meteran dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Dan aksi tersebut selesai sekira pukul 15.30 WIB. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian Islam RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Na’im:

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.”

Hadits tersebut setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:

Pertama, orang-orang miskin harus selalu hati-hati atau waspada terhadap kemiskinannya. Hal ini disebabkan keadaannya yang serba kekurangan dapat menggodanya untuk melakukan kemaksiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam masyarakat, bisa saja terjadi seorang suami yang miskin melakukan perampokan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.?

RMI NU Tegal

Bisa pula terjadi, seorang ibu yang miskin karena tekanan ekonomi menjual diri demi menghidupi anak-anaknya. Demikian pula seorang pemuda yang miskin, bisa saja nekat melakukan pencurian karena didorong keinginannya untuk meniru gaya hidup teman-temannya yang anak orang kaya.

Ada banyak orang miskin yang karena ketidakberdayaannya secara ekonomi tidak pernah mengenal Tuhan. Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk shalat sebagaimana mereka tidak pernah berpuasa. Banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain karena adanya bantuan-bantuan ekonomi yang mampu menyejahterakan hidupnya.?

Mengingat beratnya godaan-godaan yang dialami orang-orang miskin, maka mereka harus pandai-pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. Dengan sikap seperti ini orang-orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan-godaan yang bisa menggoyahkan imannya.?

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan kata lain, orang-orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan guna melindungi imannya dari rongrongan-rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa memurtadkannya.?

Namun bagi orang-orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarga yang terdiri dari kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan meminta-minta.?

Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorognya kepada kekufuran, baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT.?

Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan. Zakat dan sedekah ini memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni memeratakan kesejahteraan sosial dan terjalinnya hubungan yang baik antara orang kaya dengan orang miskin.?

Hubungan baik seperti itu tentu saja sangat penting sebab bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika orang-orang miskin setiap hari merencanakan dan melakukan pencurian atau perampokan kepada orang-orang kaya karena desakan ekonomi. Hal seperti ini bisa sangat meresahkan mereka yang kaya. Mereka akan selalu hidup dalam kecemasan karena tidak hanya harta mereka yang terancam tetapi juga jiwa mereka. Bukankah sering kita dengar perampokan disertai pembunuhan?

Dalam kaitan ini ada nasihat bijak yang berbunyi “Pagar mangkuk itu lebih baik daripada pagar berduri.” Maksudnya pendekatan sosial seringkali lebih efektif daripada pendekatan yang mengutamakan kekuatan fisik. Sekali lagi dalam kaitan inilah, Islam menekankan kepada orang kaya untuk senantiasa mengeluarkan zakat, baik zakat mal dan zakat fitrah, maupun sedekah yang diberikan kepada orang-orang miskin, baik mereka meminta maupun menahan diri untuk tidak memintanya.?

Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengingatkan kepada kita bahwa orang yang kaya harta bisa saja ia sesugguhnya adalah orang miskin disebabkan karena lemahnya jiwa atau iman. Orang seperti ini disebut orang miskin spiritual. Miskin spiritual bisa sama bahayanya dengan miskin material. Tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya enggan mengeluarkan zakat dan sedekahnya karena jiwa atau hatinya memang miskin. Mereka sesungguhya telah kufur atau ingkar dari perintah Allah.?

Selain itu, tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya melakukan kecurangan dalam berbisnis atau setoran pajak demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ini adalah keserakahan yang menunjukkan kemiskinan spiritual. Juga, tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang secara material sudah kaya raya, tetapi mereka melakukan korupsi besar-besaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Orang-orang seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang miskin. Mereka miskin bukan karena kekurangan harta benda duniawi tetapi kurangnya iman kepada Allah SWT.?

Dengan melihat fakta-fakta sosial di atas, hadits Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan di awal sesungguhnya tidak hanya dimaksudkan untuk mengingatkan mereka orang-orang miskin material tetapi juga mereka yang miskin secara spiritual. Keduanya bisa kufur atau ingkar dari apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Tentu lebih berbahaya lagi ketika seseorang mengalami kemiskinan material sekaligus kemiskinan spiritual. Na’udzubillah min dzalik.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, News RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Jakarta, RMI NU Tegal. Pemuda merupakan elemen penting yang menentukan berkembangnya sebuah negara. Maka dari itu dibentuklah UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang disahkan oleh DPR 15 September 2009.

Untuk membantu mensosialisasikan UU ini Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan diskusi publik dengan tema “Diseminasi UU Kepemudaan” yang diselenggarakan di gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2).

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Hadir dalam diskusi publik ini, ketua PBNU Andi Jamaro Dulung dan Panca Putra, Asisten Deputi Keserasian Kebijakan Pemuda Menegpora.

RMI NU Tegal

Acara ini merupakan bagian dari 10 rangkaian acara besar yang diadakan oleh IPNU dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke-58 yang dimulai pada 23 Januari sampai 23 April mendatang.

“IPNU sangat setuju dengan adanya UU ini, maka kami mengadakan sosialisasi yang  juga merupakan bagian dari 10 rangkaian besar acara dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke 58 tepatnya besok tanggal 24 Februari,” kata Fathoni selaku ketua panitia kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Keberadaan UU ini penting karena jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 16-30 berjumlah 62.985.401. Selain itu jumlah ormas pemuda juga cukup besar, yaitu mencapai 279 ribu organisasi.

Sejumlah negara juga telah memiliki UU Kepemudaan ini, seperti di Thailand (Thailand National Youth Promotion and Coordination Act), Philipina (Youth and Nation Building Act), Belanda (Law of Youth Care) dan lainnya.

Pengesahan UU ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak yang berkepentingan, khususnya ormas kepemudaan yang diatur dalam UU ini. Menurut Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi ada beberapa point yang menjadi diskusi dan isu hangat di kalangan pemuda terkait dengan UU ini. Selain mengenai batasan umur, pembentukan komite dan pendanaan isu lain adalah semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini.

“Semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini hendaknya adalah semangat ideal guna membangun pemuda dan bangsa ini,” katanya. (len)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Bantul, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali berhasil mewisuda santrwati-santriwati berprestasi di bidang Al-Qur’an, Senin (4/6). Delapan santriwati berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an (bil ghoib), 117 wisuda khatam Al-Qur’an bin-Nazhori sebanyak 117 santriwati dan 126bsantriwti khatam Juz ‘Amma.

Tiga nyai pengasuh satriwati --Nyai Hj. Durroh Nafisah, Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi, dan Nyai Hj Ida Rufaida-- turut langsung mewisuda para santri wati yang berasal dari pelbagai daerah itu.

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Turut hadir dalam acara segenap keluarga dan dewan asatidz Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, para tamu undangan serta para orangtua para khotimat (peserta wisuda). Selain itu, hadir pula Katib ‘Aam PBNU Dr. KH. Malik Madani, Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa.?

Acara Khotmil Qur’an berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda. Terlebih, suasan berubah menjadi hening tatkala para santriwati peserta khotmil qur’an bil ghoib diuji kemampuan hafalannya di depan seluruh hadirin oleh Nyai Hj. Durroh Nafisah dan Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi.

RMI NU Tegal

Tidak hanya itu, performa tafsir dwibahasa inggris dan arab juga dipertontonkan beberapa khotimat pada malam itu.?

Redaktur : Hamzah Sahal

RMI NU Tegal

Sumber ? : krapyak.org

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, News, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Surabaya, RMI NU Tegal. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gubeng mengadakan Diklat Terpadu Dasar Banser di Gedung Al-Fitrah yang bertema Kebangkitan Pemuda Menyongsong Satu Abad NU yang diikuti oleh 112 Peserta (14/4).

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PAC GP Ansor Kec. Gubeng Andri Irawan, "Pelatihan diklat terpadu ini bertujuan mencetak kader militan dan progresif," ujarnya

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Andri juga mengatakan bahwa pelatihan kaderisasi akan menjadi fokus di PAC GP Ansor Gubeng. "Gubeng sebagai PAC yang berada di perkotaan harus menjadi PAC perkotaan yang menjadi role model Ansor lain dengan menjadikan kaderisasi sebagai ujung tombaknya," katanya.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Alaik S. Hadi dalam sambutannya mengatakan, PAC GP Ansor Gubeng sebenarnya sempat vakum.?

RMI NU Tegal

"PAC Ansor Gubeng memang sebelumnya sempat vakum, kini insyaallah setelah DTD terlaksana regenerasi dan kaderisasi akan terus berjalan," kata Mas Alaik sapaan akrab Alaik S. Hadi.

Kemudian Mas Alaik menyampaikan bahwa Ansor itu artinya Penolong dan hal itu terdapat dalam Al-Qur’an, ? oleh karena itu jika kita sudah ber-Ansor maka harus siap menjadi penolong penolong Allah dengan menjaga simbolnya yaitu kiai-kiai, pondok pesantren dan para ulama.?

Lanjutnya Ansor itu tidak terlepas dari etos kepahlawanan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang notabenenya adalah seorang santri sangat patuh terhadap para ulama dan kiai-kiainya.

Acara DTD GP Ansor Gubeng dilaksanakan selama 3 hari (Jumat-Ahad) dan ditutup dengan apel kebangsaan dan baiat kader. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Wartawan RMI NU Tegal di Sumatera Barat, Armaidi Tanjung, menerima penghargaan dari Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Padangpariaman sebagai Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 dengan kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan. Penyerahan penghargaan bersamaan dengan 10 penerima lainnya dengan berbagai kategori.

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Ketua MDI Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman saat penyerahan, Sabtu (31/19), di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, menyebutkan penghargaan diberikan kepada sebelas tokoh dengan berbagai kategori yang dianggap sudah berbuat di tengah masyarakat.

"Selama ini banyak orang hanya mencaci maki dan mencela kekurangan yang sudah dilakukan seseorang. Tidak banyak orang yang memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh seseorang. Penghargaan ini diberikan MDI Padangpariaman, karena apa yang dilakukannya bernilai positif terhadap masyarakat," kata Rahmat.

RMI NU Tegal

Mereka yang menerima penghargaan Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 masing-masing Bupati Padangpariaman 2010-2015 Drs. H. Ali Mukhni? kategori Dakwah Pembangunan Berkelanjutan, mantan Wakil Gubernur Sumbar Drs. H. Muslim Kasim, Ak, MM, Dt Sinaro Basa kategori Dakwah Pembangunan Adat dan Budaya,? anggota DPR RI H. Jhon Kenedy Azis, SH kategori Dakwah Pembangunan Kampung Halaman.

Pimpinan Pondok Pesantren Abuya Syekh H. Ali Imran Hasan kategori Dakwah Pembangunan Pendidikan Ulama, Ketua MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tk Mudo, M.Ag kategori Dakwah Pembangunan Syiar Islam, Ketua BAZNAS Padangpariaman Syamsuardi Surma, S.Sos kategori? Dakwah Pembangunan dan Pembedayaan Zakat.

RMI NU Tegal

Sementara Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Drs. Idarussalam Tuanku Sutan kategori Dakwah Pembangunan Manajemen Pesantren, Ketua PC GP Ansor Padangpariaman Zeki Ali Wardana,? kategori Dakwah Pembangunan Generasi Muda,? Kontributor RMI NU Tegal Armaidi Tanjung kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan, Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad Tk Malin Sinaro kategori Dakwah Pembangunan Pelajar.

Penyerahan penghargaan disaksikan sekitar 200 para ulama, alumni Pesantren Nurul Yaqin, guru dan santri Pesantren Nurul Yaqin.

Ali Mukhni dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Namun penghargaan tersebut menjadi beban tersendiri yang menerimanya. "Dengan adanya penghargaan tersebut, berarti kami harus lebih baik lagi di masa depan dalam menjalankan aktifitas yang sudah dilakukan selama ini," kata Ali Mukhni.

Sedangkan Jhon Kenedy menyampaikan pentingnya peran? pondok pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia. Pondok pesantren merupakan lembaga yang akan melahirkan para ulama sebagai penerang umat. "Kita prihatin dengan kondisi banyaknya muncul paham-paham keagamaan yang bermasalah di tengah masyarakat. Agama yang seharusnya menjadikan manusia hidup damai, tenang, nyaman dan rukun, ternyata menimbulkan kesengsaraan akibat salah memahami agama. Untuk itu butuh ulama yang akan meluruskannya. Hanya ulama yang mampu meluruskan pemikiran dan paham yang sudah tidak tepat lagi. (Red: Abdullah Alawi)

?

Keterangan foto:

No. 1 Foto bersama Ketua PC Ansor Padangpariaman Zeki ALiwardana, Kontributor RMI NU Tegal Armaidi Tanjung (tengah) dan Ketua PC IPNU Padangpariaman

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan

Surabaya, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur berhasil mencetak rekor di bidang kaderisasi. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya program kerja Latihan Instruktur (LATIN) di tiga zona seluruh Jawa Timur yang dituntaskan selama enam bulan. Program ini merupakan amanat Rapat Kerja Wilayah IPNU Jatim yang diplenokan di awal kepengurusan.

WAKIL Ketua IPNU Jatim, Winarto Eka Wahyudi, menyebutkan program pelatihan instruktur diselenggarakan guna menyiapkan Sumber Daya Instruktur di daerah-daerah. 

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan

“IPNU tidak kekurangan SDM pelatih dalam beberapa tahun ke depan,” katanya optimis.

Eka, sapaan akrabnya, mengapresiasi tim kaderisasi yang solid. Tim kaderisasi sudah mencapai tidak hanya satu pemikiran, tapi juga telah menyatu dalam satu darah pengabdian. 

RMI NU Tegal

Untuk diketahui, zona pertama LATIN, diikuti oleh Korda Tapalkuda dan Mapasraya. Adapun Tapalkuda terdiri dari Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang, Kencong, Bondowoso, Situbondo, Jember dan Banyuwangi.

Sedangkan Korda Mapasraya meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Bangil, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. LATIN pada zona ini berhasil dilaksanakan pada 21-24 April 2017 di PP Darul Arifin, Jember.

Adapun pada LATIN zona 2, dilaksanakan 11-14 Juli di SMK Wahid Hasyim, Babat, diikuti Korda Metropolis (Surabaya, Jombang, Sidoarjo, Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto); Korda Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan); tak ketinggalan Korda Pantura sendiri yang menjadi tuan rumah, yakni Gresik, Tuban, Lamongan, Babat dan Bojonegoro.

Sementara di Zona 3, yang merupakan zona terakhir berhasil diselenggarakan di Pondok Pesantren Moyoketen Tulungagung, 21-24 September. 

RMI NU Tegal

“Untuk zona pungkasan ini diikuti dua korda, yakni Korda Madiun yaitu Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun; serta Korda Kediri yang meliputi Trenggalek, Tulungagung, Kabbupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, Nganjuk dan Kabupaten Kediri,” tambah Eka. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, News RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock