Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut

Garut, RMI NU Tegal?

Rangkaian Liga Santri Nusantara Sub-Region Garut ditutup dengan partai final antara Nurulhuda FC dan Al-Qonaah FC dengan skor 2-1, Sabtu (2/9). Kemudian LSN Region Garut itu ditutup Plt. Ketua PCNU Garut KH Mujib.

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut

Garut merupakan salah satu dari sedikit daerah yang menerapkan sistem setengah kompetisi semenjak babak penyisihan Sub-Region. Tentu ini pekerjaan yang tidak mudah mengingat keterbatasan resources Liga Santri di daerah.

Subhan Fahmi adalah sosok dibalik keberhasilan Garut menggelar LSN di kota penghasil dodol tersebut dengan sistem setengah komopetisi. Mantan Ketua PW IPNU Jawa Barat ini mengaku kesulitan sedari awal penyelenggaraan.?

RMI NU Tegal

Ia berterus terang, setengah kompetisi ini adalah keputusan sulit karena panitia memiliki sumber daya dan sumber dana yang terbatas. Bahkan hingga berakhirnya partai final Sub-Region dana subsidi dari Panitia Nasional LSN pun belum cair.?

“Tetapi keputusan ini tetap harus kami ambil untuk menghadirkan kompetisi yang sehat, berkualitas dan profesional," terang Fahmi.

Lebih lanjut, pria yang juga mantan Ketua PC GP Ansor Garut ini juga menjelaskan bahwa dengan sistem setengah kompetisi ini Garut akan mendelegasikan kesebelasan yang benar-benar kuat dan berkualitas untuk bertanding di seri final region nantinya. Seri final region Jawa Barat III rencananya akan digelar di Kabupaten Ciamis 10-14 September medatang.

"Sistem gugur itu bisa menipu. Bisa saja yang keluar sebagai pemenang bukan tim yang sebenarnya benar-benar kuat. Di bola kita mengenal adagium bola itu bundar. Ada faktor X yang kadangkala menentukan hasil akhir pertandingan. Nah, dengan setengah kompetisi, faktor-faktor X tersebut bisa diminimalisir. Sehingga tim yang lolos di seri final region dari Garut benar-benar kesebelasan terbaik di kabupaten ini," jelas Fahmi.

Fahmi kemudian menungkapkan tipsnya. "Kami modal nekat aja dalam menyelenggarakan Liga Santri di Garut ini. Kalau daerah lain barangkali bupati hingga turun tangan membiayai Liga Santri, di sini berbeda. Kami harus iuaran di antara panitia. Bahkan sampai berutang pun kami pertaruhkan demi suksesnya acara ini," tukas Fahmi.

RMI NU Tegal

Hal sama diakui Sekretaris LSN Garut Idham Khalid. "Bahkan hingga pemenang Sub-Region diumumkan, hadiah yang kami serahkan kepada pemenang masih berupa hadiah simbolis karena dana dari sponsor yang kebanyakan perseorangan itu belim cair. Yang penting kompetisi berhasil kami gelar dan kami bisa menyajikan pertandingan bola uang berkualitas," pungkas Idham sambil tersenyum.

LSN Sub-Region Garut diikuti oleh 8 kedebelasan yang berasal dari delapan pesantren di Garut di antaranya adalah Pondok Pesantren Al Qonaah, Pondok Pesantren As Sundy, Pondok Pesantren Fauzan, Pondok Pesantren Al Halim 1, Pondok Pesantren Nurulhuda, Pondok Pesantren Al Musyadadiyyah, Pondok Pesantren Pulosari dan Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

Sedangkan partai seri final Region Jabar III akan digelar di Ciamis dan diikuti oleh 8 pesantren/kesebelasan di antaranya adalah Pondok Pesantren Dar El Rahman (Ciamis), Pondok Pesantren Miftakhul Ulum (Ciamis), Pondok Pesantren Nurul Fauzi (Tasikmalaya), Pondok Pesantren Al Hikmah (Tasikmalaya), Pondok Pesantren Assalam, Pondok Pesantren Babakan Jamanis (Pangandaran), Pondok Pesantren Al Qonaah (Garut) dan Pondok Pesantren Nurulhuda (Garut). (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, RMI NU RMI NU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

Yogyakarta,RMI NU Tegal. Pelukis Abas Alibasyah menyatakan bahwa keberadaan NU sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam bidang kebudayaan. NU yang seperti itu tidak heran karena watak dasarnya melanjutkan konsep dan apa yang dilakukan Wali Songo. Itu takdir tuhan.

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

“NU terus terang, selaras dengan indonesia karena menghargai tradisi,” katanya kepada RMI NU Tegal ketika disambangi ke rumahnya di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, ini mengkritik seni rupa yang dianggap Islami hari ini yang seolah-olah hanya kaligrafi. Menurut dia, seni Islam Indonesia berbeda dengan Arab.

RMI NU Tegal

Penyandang gelar Empu Ageng Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menambahkan, biarkan Islam Indonesia yang dianugerahi rahmatan lil alamin berbeda karena sekarang memang waktunya berbeda.

RMI NU Tegal

“Seni rupa itu pada dasarnya mencerminkan kekuasaan tuhan. Siapa yang menandingi atau melebihi ciptaan tuhan? Kita meniru dan memperkenalkan ciptaan tuhan,” kata pria yang mengaku masih kerabat istri Mama Ajengan KH Tubagus Bakri Sempur menjelaskan.

Lebih lanjut, kata dia, dengan NU membuat pameran Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara yang berlangsung 27-30 Juli Jogjakarta Nasional Museum (JNM) seperti ini, berarti NU membuktikan perhatian pada seni.

Ia berharap kepada pemuda dan pemudia NU supaya aktif dalam seni rupa karena itu anugerah dan bisa menjadi alat dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Belu, RMI NU Tegal. Santri Pondok Pesentren Al-Muhajirin Belu berhasil meraih Juara Umum dalam Turnamen Tenis Meja yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Belu Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada Tanggal 11-14 Desember 2017.

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Kepala SMP Al-Muhajirin H Muhammad Sadikin mengatakan prestasi tersebut diperoleh saat laga pertandingan yang berlangsung di Gor La Bone Kabupaten Belu. 

"Dua orang putri yang meraih piala yakni Maimuna Usman Lemba dan Aviana Emiliana Nona. Mereka bertarung dan bisa meraih piala (dalam pertandingan) selama dua hari," katanya kepada RMI NU Tegal, Sabtu (16/12)

RMI NU Tegal

Menurutnya pada pertandingan tersebut, kedua siswa berusaha tampil dengan usaha semaksimal mungkin.

Pesantren milik KH Kamali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Belu ini, merupakan satu-satunya pesantren di wilayah perbatasan Pulau Timor. 

RMI NU Tegal

Dispora Belu melalui Rene, memberikan motivasi kepada anak didik di pesantren tersebut agar kedepan lebih meraih prestasi lebih baik. (Ajhar Jowe/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Sumenep, RMI NU Tegal 

Baitul Mal wat Tamwil NU Cabang Rubaru resmi dilaunching dan pegawainya resmi dilantik oleh Manager BMT NU Gapura Masyudi di KecamatanRubaru, Selasa (30/5) malam. Ada lima orang yang diangkat sebagai pegawai BMT NU Cabang Rubaru.

Usai pelantikan dilakukan pengguntingan pita sebagai tanda resmi telah dibukanya aktivitas BMT NU Cabang Rubaru. Pengguntingan pita dilakukan secara bersama oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Gapura Masyudi dan Rais Syuriyah MWN NU Rubaru KH Madani. 

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Bantuan untuk siswa

RMI NU Tegal

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada 10 siswa berprestasi di Kecamatan Rubaru.Siswa yang mendapatkan bantuan Muhammad Naufal, SaifulBahri, M Sufyan, Fahrul Rozi, Aflahah, Qudsiyah, Muliatul Hasanah, Moh. Abdullah, dan dua siswa lainnya.

RMI NU Tegal

Selain memberikan hadiah kepada siswa berprestasi, BMT NU Gapura juga memberikan rekening tabungan dengan simpanan sebesar 100 ribu rupiah kepada siswa yatim dan miskin.

Usai menerima rekening tabungan, Rifah (11), mengaku sangat bangga dan senang.Ia berjanji akan menyisihkan uang jajan sekolahnya untuk ditabung menambah tabungan yang diberikan BMT NU Gapura.

“Ke sekolah tiap hari 1000 tapi ada sisanya.Ke belakang sisa jajan akan ditabung,”ungkapnya pada RMI NU Tegal, saat ditemui di sela-sela acara.

Masyhudi dalam sambutannya menjelaskan, untuk menabung di BMT minimal 500 rupiah.

Bantuan Sepeda Motor

Bersamaan dengan acara launching tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyerahkan bantuan sepada motor kepada Majelis Wakil Cabang NU Rubaru.

Pemberikan sepeda motor tersebut diterima langsung Ketua MWC NU Rubaru KH Ali Murtadlo dengan disaksikan puluhan undangan yang menghadiri iacara launching BMT NU Rubaru.

Seusai menerima penyerahan sepeda motor, KH Ali Murtadlo mengaku sangat bangga dan senang dan sekaligus berterima kasih kepada politis idari dapil IV yang meliputi kecamatan rubaru. “Saya malam ini sangat bangga dan bersyukur,” katanya.

Usai penyerahan, Ali Munir mengatakan, hal itu sebagai wujud kebanggaan sebagai warga NU yang telah berhasil menduduki kursi dewan.“Itu terima kasih saya pada MWC NU Rubaru,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan sepeda motor, ia menabung di BMT NU Cabang Rubaru yang baru di launching dengan simpanan lima juta rupiah.

Sepeda motor yang diberikan jenis motor Revo keluaran 2011 dengan warna hitam. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, RMI NU RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Jakarta, RMI NU Tegal. Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni 2017 di Jakarta.

"Perhelatan LSN kali ini akan digelar di Trenggalek dengan melibatkan pesantren-pesantren yang ada. Liga santri digelar sebagai wahana untuk menyalurkan minat bakat santri di bidang sepakbola. Tentunya gelaran kali ini akan dipersiapkan sedemikian rupa agar LSN di Jatim 1 ini berjalan dengan lebih profesional lagi," kata Koordinator Region Jatim 1, Gus Toev, kepada RMI NU Tegal.

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Gus Toev menjelaskan, LSN Region Jatim 1, ? akan diikuti sebanyak 32 peserta. Kick off akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus-September.?

"Gelaran ini ? untuk mencari pemenang dari 32 pesantren yang dilibatkan dan nantinya akan dikirimkan pada gelaran nasional pada bulan Oktober di Bandung," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menyambut gembira atas ditunjuknya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah gelaran LSN Region Jatim 1 yang dioperatori PP RMI NU ? (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu.

RMI NU Tegal

"Alhamdulillah Trenggalek mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Tentunya kami akan mendukung dengan segala kemampuan yang ada sekaligus akan menggandeng semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan juga seluruh lembaga dan Banom NU akan dilibatkan guna mensukseskan gelaran Akbar ini. Karena ini wujud persembahan santri untuk negeri," tuturnya.

Seperti diketahui, Kemenpora bersama PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang terbagi kedalam 32 Region. (Zaenal Faizin / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Aswaja, Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar

Blitar, RMI NU Tegal. Guna menekan peredaraan produk tidak halal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar menggelar bazar dan pameran produk halal di halaman kantor Pemkab setempat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Jumat (1/7) hingga Ahad (3/6) besok.?

Ketua MUI Kabupaten Blitar KH. Zamrodji mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menekan peredaran produk non-halal di Kabupaten Blitar. Karena berdasarkan pantauan MUI, masih banyak produk makanan ataupun minuman yang beredar di Kabupaten Blitar tidak mencantumkan label halal. "Kebanyakan merupakan industri rumah tangga," jelas Zamrodji usai membuka acara bazar produk halal, kemaarin.

Produk yang ditampilkan dalam bazar ini semuanya halal, mulai dari makanan, jajanan dan produk olahan lainnya. Juga ada produk kerajinan seperti batik, aksesoris, hingga pakaian.

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar

“Ini adalah kegiatan komisi ekonomi MUI Kabupaten Blitar yang sejak dulu sudah memberikan pembinaan kepada kelompok usaha kecil untuk memproduksi produk halal. Kelompok itulah yang mendesak kami untuk menggelar pameran untuk memasarkan produknya,” ungkap Zamrodji,yang juga mantan Ketua IPNU Blitar beberapa periode itu.

Agenda ini,lanjut Zamrodji ? baru pertama kali digelar, dan tahun depan direncanakan akan diselenggarakan lebih terencana dan matang dengan skala event yang lebih besar.

“Ada banyak isi acara yang tidak bisa kami laksanakan tahun ini karena mepetnya persiapan seperti seminar produk halal dengan mendatangkan narasumber. Kami ingin tahun depan itu ada, untuk memberikan ilmu mengolah produk halal dan pemasarannya,” tambah Zamroji.

RMI NU Tegal

”Dalam pameran ini ada banyak perusahaan yang ditolak menjadi peserta pameran karena produknya tidak halal seperti rokok,’’tandasnya.

RMI NU Tegal

Sejauh ini, kata Zamrodji, MUI terus aktif melakukan tinjauan ke lapangan terkait dengan peredaran produk halal. “Kami pantau tentang proses produksinya. Bahan yang digunakan itu apa, pembuatannya bagaimana. Ini dasar untuk menentukan makanan itu halal atau tidak,” terangnya.

Sementara Bupati Blitar Rijanto mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blitar dan menyediakan bahan panggan dan kebutuhan lebaran yang murah kepada masyarakat.

“Kegiatan ini akan sangat bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran Idul Fitri,” ungkap Rijanto.

Bupati menambahkan, Pemkab Blitar berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan bazar dan pameran produk halal dengan skala yang lebih besar. “Tahun depan kita buat yang lebih besar, untuk menggencarkan sosialisasi makanan halal kepada masyarakat,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, RMI NU, Lomba RMI NU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Jakarta, RMI NU Tegal. Selasa (6/12) bertempat di Gedung PBNU Jakarta Pusat, digelar pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Kiai Said juga menyampaikan NU membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangnkan potensi yang dimiliki NU. Potensi tersebut diharapkan akan menjadi prestasi yang akan berguna bagi masyakarat banyak.

Selain itu, Kiai Said juga mengingatkan bahwa pelantikan dan kepengurusan ARSINU adalah sebagai langkah pertama dari perjalanan ARSINU khususnya dan NU umumnya yang masih panjang.

“Jangan sombong, jangan putus asa. Generasi yang akan datang yang akan menikmati,” kata Kiai Said.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Ketua ARSINU, HM. Zulfikar As`ad, mengatakan ARSINU dibentuk dengan tujuan utama agar rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki NU dan atau orang-orang NU, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga tugas utama ARSINU adalah bagaimana meningkatkan kualitas RS milik NU. Selain itu, melalui ARSINU juga dapat dijalin kerja sama antara rumah sakit anggota ARSINU dengan berbagai pihak dalam pelayanan kesehatan ? kepada ? masyarakat,” tegas pria yang lebih sering dipanggil Gus Ufik.?

Berikut susunan pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016 - 2021?

RMI NU Tegal

Dewan Penasehat

Ketua: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Anggota:?

Khofifah Indar Parawansa

DR. Ing. Bina Suhendra

Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPh

Drs. Hisyam Said MSc ? ?

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Prof. dr. Ali Gufron Mukty, PhD ? ?

Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, MARS, DTMH ? ? ?

Dr. Misbahul Munir ? ?

Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH ? ? ?

dr. Masyhudi AM., MKes

Pengurus Harian:?

Ketua Umum ? : Dr. dr. H. M. Zulfikar As`ad, MMR?

Ketua ? : dr. Amir Fauzi, MARS?

Ketua ? : dr. SibrohMalisi, MARS, ?

Ketua ? : dr. H Abdul Aziz, M.H.Kes

Sekretaris Umum : dr. Fery Rahman, MKM?

Wakil Sekretaris : drg. Fauziah M. Asim, MKM ?

Wakil Sekretaris : dr. M. BimaArrynugrah

Bendahara Umum : dr. Hidayatullah, SpS

Wakil Bendahara : drg. Ulfah Mashfufah, MKes

Wakil Bendahara : Hj. Sabrina D. Prihartini, AmdKeb. SKM., MKes

Bidang Hukum dan Advokasi: ? ?

Dr. Eko Pujianto, SH MH?

M. Zahrul Jihad As., SH. MHum

Bidang Sistem Informasi:?

dr. Barir Cahyanto, ST?

dr. Didik Suharsono, M.Kes

Bidang Pengembangan Organisasi: ?

dr. Muhammad Makky Zamzami

dr. Samsul Arifin, MARS?

Minan Rahman, MPdI

Bidang Pendidikan dan Pelatihan:

dr. H. Hardadi Airlangga, SpPD

dr. H. Ahmad Fariz Zein, SpPD.?

M. Syukron Skep. Ns?

Akhmad Safi’i, S.Far, Apt?

Bidang Manajemen Mutu: ?

dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MKes

dr. Mafrurrochim Hasyim, MARS?

dr. Wiwik Winarningsih, MARS ?

Bidang Farmasidan Alkes:?

Agus Pramono, S.Farm, Apt, MM?

Redho Meisudi, S,Farm Apt?

Moh Thoyib, SKep. Ners

Umayah, SKep. Ners

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, AlaNu, AlaSantri RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

Blitar, RMI NU Tegal

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memberikan kuliah perdana, sebagai tanda dibukanya proses perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Kuliah tersebut dijadwalkan pada 29 Oktober di Pendapa Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan Udanawu, Kamis (20/10).

“Pak Menteri yang akan menyampaikan kuliah perdana nanti pada 29 Oktober mendatang di Pendapa Kabupaten,’’ujar Kiai Dain.

RMI NU Tegal

Dijelaskan Kiai Dain, kunjungannya ke pesantren asuhan KH Diya’uddin Azam-zami adalah dalam rangka memberitahukan dan mengajak para santri dan alumni untuk ikut bergabung di kuliah umum tersebut. Karena, berdirinya UNU ini sebagai kado ulang tahun Hari Santri tahun ini.

”Bisa dibilang berdirinya UNU ini sebagai kado istimewa pada Hari Santri tahun ini,’’ tandas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.

RMI NU Tegal

Kehadiran Ketua NU didampingi Rektor UNU Blitar HM Zainuddin disambut shohibul ma’had KH Diya’uddin Azam-Zami di rumahnya. Setelah ramah-tamah sebentar, rombongan bertemu dengan ratusan santriwan dan santriwati pesantren yang didirikan KH Abdul Ghofur tersebut.

Di hadapan jamaah, Kiai Dain mengajak para santri dan alumni untuk bisa melanjutkan kuliah di UNU.

“Ada 10 prodi di UNU, konco-konco santri dan alumni bisa masuk di situ, khususnya ke jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, red.) karena sesuai penelitian, tahun 2020 nanti, ribuan guru SD akan pensiun. Sehingga banyak tenaga yang akan dibutuhkan dan positifnya para santri bisa mengajar dan mengembangkan ilmunya di sana, setelah mengantongi sarjana di UNU,’’ tandas Kiai Dain.

Biaya termurah sedunia

Sementara Rektor NU Blitar mengatakan, banyak kemudahan yang di berikan UNU, kata dia. Selain biayanya murah, juga akan diberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. Biaya kuliah di UNU paling murah di seluruh dunia, per tahunnya hanya sekitar Rp1.200.000 saja.

Jadi, kalau dihitung biaya kuliahnya, hanya 100 ribu saja per bulan. UNU murah tapi buka murahan lo,’’ tambah Profesor Zainuddin.

Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan di hadapan ratusan warga NU di Desa Bakung Udanawu saat acara santunan yatim.

“Tadi Kiai Cikut (Syaikuddin Rohman, red.) sudah banyak memberikan uraian seputur anak yatim. Kami malam ini akan banyak berbicara masalah organisasi saja, termasuk masalah berdirinya Universitas NU di Blitar,’’ katanya, mengawali pidatonya.

Menurutnya, selain menyatuni anak yatim seperti saat ini, warga NU Blitar juga punya kewajiban meningkatkan taraf pendidikan putra-putrinya. Kalau sebelumnya hanya sebagaian saja yang bisa masuk perguruan tinggi, saat ini semua punya kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi, yakni masuk ke Universitas NU Blitar.

Untuk itu, lanjutnya, semua pengurus dan warga NU Blitar memiliki kewajiban untuk membesarkan dan memajukan perguruan tinggi ini.

“Diharapkan setiap tahun minimal setiap ranting NU ada 2-10? siswa yang melanjutkan ke UNU yang memiliki 10 prodi tersebut. Misalanya kalau per Ranting NU bisa atau ada 2 anak saja yang masuk, maka sudah ada 1000 lebih mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Karena jumlah ranting NU di Blitar ada 500 lebih,’’ terang Kiai Dain. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Sunnah RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Bandung,RMI NU Tegal

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,
kabar duka bagi kalangan pesantren dan Liga Santri Nusantara (LSN), pasalnya KH Marsono Misaalah, Pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara meninggal saat mendampingi timnya di Seri Nasional LSN, di Kota Bandung.

Menurut keterangan panitia, Marsono meninggal di Stadion Brigif Cimahi beberapa jam sebelum berita ini ditulis, Selasa (24/10). Di pinggir lapangan, ketika sedang menonton, tiba-tiba dia ambruk, dan langsung meninggal.

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Hingga berita ini ditulis, penyebab meninggalnya kiai itu belum diketahui. (Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Tokoh, Doa, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Jakarta, RMI NU Tegal. Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-Kanak (raudhah) anak-anak (athfal) merupakan jenjang pendidikan pra sekolah yang dikelola dibawah Kementerian Agama bersama dengan lembaga pendidikan madrasah.

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Saat ini terdapat sekitar 27 ribu RA yang tersebar di berbagai wilayah dengan minat orang tua yang tinggi untuk memasukkan putra-putrinya ke dalam RA.

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan minat masuk ke RA tinggi karena lulusannya bisa mengaji, hapal surat-surat pendek dan bisa mendoakan orang tuanya.

RMI NU Tegal

“Akibatnya RA kebanjiran murid dan selanjutnya, dana operasional menjadi sehat karena masyarakat berpartisipasi,” jelasnya.?

RMI NU Tegal

Ia menambahkan, permintaan masuk RA tinggi tetapi diiringi dengan ketersediaan tempat belajar yang memadai juga sehingga terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Masyarakat juga bersedia membantu operasional RA dengan baik.

“Kalau masalah bayar, masyarakat tidak terlalu peduli asal sesuai dengan ekspektasinya,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Meme Islam RMI NU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

IPPNU Ajak Pelajar dan Santri Putri Dialog dengan Pelajar Kristen Asia Pasifik

Bekasi, RMI NU Tegal. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai organisasi kader NU yang berbasis Pelajar dan Santri Putri saatnya untuk tanamkan pluralisme. Sebagai aplikasinya PP IPPNU mengajak para pelajar dan santri putri Yayasan Perguruan Islam El Nuur El Kasyaaf (YAPINK) Tambun Bekasi Jawa Barat ikut sharing dan berdialog yang di adakan PP IPPNU bersama kelompok pelajar perempuan Kristen Federasi Asia Pasifik pada (18/11) di Bekasi.

Para pelajar perempuan dari kelompok kristen yang hadir dalam even tersebut berasal dari berbagai negara. Kelompok pelajar perempuan kristen yang tergabung dalam World Student Christian Federation (WSCF) Asia Pasifik tersebut datang dari negara Australia, India, Filiphina, Jepang, Korea, Myanmar, Taiwan, China, dan Hongkong dan dihadiri juga pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang menjadi fasilitator serta pimpinan dan para asatidz dari Yapink.

IPPNU Ajak Pelajar dan Santri Putri Dialog dengan Pelajar Kristen Asia Pasifik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Ajak Pelajar dan Santri Putri Dialog dengan Pelajar Kristen Asia Pasifik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Ajak Pelajar dan Santri Putri Dialog dengan Pelajar Kristen Asia Pasifik

Kelompok Pelajar Perempuan Kristen yang tergabung dalam WSCF ini beserta Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) didampingi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (PP IPPNU) melakukan sharing dan dialog dengan pelajar dan santri YAPINK dengan menggunakan bahasa inggris dikarenakan dari WSCF ini tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.

RMI NU Tegal

"Sharing dan dialog pelajar dan santri putri kali ini terkait dengan organisasi WSCF Asia Pasifik terutama adalah program kerja dan aktifitas keorganisasian mereka sebaliknya, para tamu juga berdiskusi mengenai hal yang sama dengan pelajar, santri, dan pengurus PP IPPNU, yakni seputar organisasi dan aktifitas IPPNU. Hal yang tak luput menjadi bahan sharing adalah mengenai kehidupan di pesantren " tutur Margaret Aliyatul Maimunah ketua umum PP IPPNU di sela-sela acara.

Diskusi yang berlangsung dengan lancar ini WSCF (Word Student Christian Federation) sangat tertarik dengan kehidupan dan aktifitas para santri di pesantren. Forum ini juga   mendiskusikan beberapa isu yang terkait dengan agama, seperti pluralisme, toleransi, dan lain sebagainya.

RMI NU Tegal

Masih menurut Margaret, "Forum ini merupakan kegiatan yang sangat penting karena memberikan beberapa manfaat seperti para pelajar, santri, dan juga IPPNU menjadi lebih terlatih dalam berbahasa inggris bahkan bisa bertemu secara langsung dengan pelajar beragama Kristen yang merupakan proses implementasi dan penanaman nilai-nilai pluralisme " lanjutnya.

"Bahkan dengan mengajak para pelajar, santri dan pengurus PP IPPNU untuk lebih melihat ke dunia luas sehingga dapat mengembangkan wawasannya " tegas Margaret.

Masih menurut Margaret, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas pertemuan dalam bentuk sharing dan diskusi semata tetapi bisa dilanjutkan sebagai salah satu jejaring IPPNU dengan salah satu lembaga internasional apalagi ini adalah sesama lembaga pelajar perempuan.

Bahkan misi tersebut, Margaret sudah melakukan pembicaraan dengan koordinator dari kelompok pelajar perempuan kristen Asia Pasifik (WSCF) yang nota bene nya dunia mengenai harapan ke depan.

"Sebagai langkah awal Pimipinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan mengundang koordinator dari WSCF Asia Pasifik untuk melakukan diskusi lebih mendalam dan jika ada kegiatan sama dan serupa dengan visi dan misi berharap IPPNU bisa ikut serta dalam kerja sama program" pungkasnya. (nf)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, RMI NU Tegal?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

RMI NU Tegal

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Jakarta, RMI NU Tegal

Pada dasarnya ruilslag atau tukar guling tanah wakaf tidak diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Pasal 40 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dengan jelas menyebutkan bahwa harta benda wakaf dilarang ditukar. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Profesor Syibli Syarjaya di Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI), Jakarta, hari ini (22/11), menanggapi beredarnya pemberitaan mengenai penukaran tanah wakaf yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Namun, jelas Syibli, larangan itu tidak mutlak. Pasal 41 Undang-Undang Wakaf menyatakan bahwa ruilslag tanah wakaf diperbolehkan apabila harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah dan setelah memperoleh izin tertulis dari menteri agama atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia.

“Adanya pengecualian ini, antara lain agar program pembangunan jalan yang melewati tanah wakaf tetap bisa dilaksanakan. Juga agar tanah wakaf bisa lebih produktif setelah dilakukan ruilslag,” kata Syibli.

Menurut Syibli, undang-undang wakaf melarang ruilslag harta wakaf untuk menjaga kemaslahatan harta wakaf. Maka ketika ruilslag diperbolehkan, kemaslahatan harta wakaf pun harus tetap dijaga.

RMI NU Tegal

“Karena itulah ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses ruilslag,” jelas Syibli.

Syibli pun mengingatkan agar tahapan ruilslag sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Wakaf segera dilaksanakan agar proses ruilslag tanah wakaf yang terdampak jalan tol bisa cepat selesai. 

“Jangan sampai karena ingin serba cepat, lalu aturan undang-undang diabaikan. Akibatnya nanti cacat hukum dan di kemudian hari bisa digugat,” ujar Syibli.

RMI NU Tegal

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dan prosedur ruilslag yang dimuat di laman resmi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, disebutkan bahwa proses ruilslag setidaknya melewati tujuh tahap sebelum keluarnya izin menteri agama.

Tahapan itu ialah (1) KUA, (2) Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, (3) Tim Penilai yang terdiri atas unsur Pemkot/Pemkab, MUI kab/kota, BPN kab/kota, dan nazhir, (4) Kantor Kementerian Agama Provinsi, (5) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, (6) Badan Wakaf Indonesia, dan (7) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. 

“Kalau dibaca prosedurnya memang panjang, tetapi ya itulah undang-undangnya yang saat ini ada. Pembangunan jalan tol itu kan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Seharusnya sudah jauh hari pula urusan ruilslag diproses dengan nazhir dan kementerian terkait,"  kata Syibli.

Ia menambahkan sebetulnya yang lama adalah pada proses pencarian tanah pengganti yang sesuai dengan kebutuhan wakaf. Proses lainnya bisa dipercepat karena alasan ruilslagnya jelas untuk pembangunan.

Syibli berharap semua pihak bisa memahami ketentuan undang-undang mengenai proses ruilslag ini sehingga tidak saling menyalahkan, proyek pembangunan bisa berjalan dengan lancar, dan tanah wakaf menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Khutbah, Hikmah RMI NU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Ulama Syatariyah Padang Pariaman yang difasilitasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Padang Pariaman memutuskan maniliak (melihat) 1 Ramadhan 1348 H pada Sabtu (27/5/2017) mendatang. Bila bulan sudah terlihat sebelumnya, Jumat (26/5), secara mutawatir dapat diterima. Kemudian bulan yang ? dilihat dimusyawarah pada kadhi di masing-masing daerah dimana domilisi dengan yang melihat bulan tersebut.

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438

Demikian antara lain keputusan muzakarah ulama Syatariyah Padang Pariaman tentang ru’yatul hilal penentuan awal Ramadhan 1438 H, Sabtu (20/5) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. ?

Muzakarah ulama Syatariyah Padang Pariaman yang diadakan PC Nahdlatul Ulama Padangpariaman, dihadiri lebih dari 60 ulama Syatariah Padangpariaman, Ketua Syatariyah Sumbar, Riau dan Jambi Ismet Ismail Tuanku Mudo, Ketua MUI Padangpariaman Syofyan Tuanku Bandaro, pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Padangpariaman dan ulama Syatariyah lainnya.

Muzakarah yang dimoderatori Ali Munar Tuanku Mulie dari pesantren Luhur Ampalu Tinggi, menyebutkan, hasil musyawarah kadhi tersebut disampaikan kepada jamaah agar besoknya berpuasa. Selain itu, hasil musyawarah ? tersebut juga boleh disampaikan melalui hape. “Kalau bulan masih tidak kelihatan pada petang Sabtu tersebut, maka 1 Ramadhan sebagai awal puasa langsung dilaksanakan saja pada Senin-nya),” kata Ali Munar membacakan keputusan muzakarah.

RMI NU Tegal

Sebelum diputuskan, peserta muzakarah melontarkan tiga hari yang berbeda waktu melihat bulan. Masing-masing pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Masing-masing pengusul memberikan argumentasi kapan melihat bulan dilaksanakan. “Setelah mendengarkan berbagai pendapat, komentar dan pandangan dari peserta, ulama-ulama senior, pimpinan pesantren, akhirnya kita sepakat melihat bulan pada Sabtu tersebut,” kata Ali Munar.

Ketua PCNU Padangpariaman Masrican Tuanku M Basa dalam sambutan pembukaannya menyebutkan, belajar pada peristiwa memulai 1 Ramadhan tahun lalu, melihat bulan dilaksanakan pada Selasa, sedangkan Senin petang bulan sudah terlihat. Dari saran dan masukan sejumlah ulama kepada kami, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Maka menjelang pelaksanaan melihat bulan 1 Ramadhan tahun ini, PCNU menyelenggarakan muzakarah ini.?

“Melalui muzakarah ini, dapat disepakati kapan pelaksanaan melihat bulan. Alhamdulillah, keputusan muzakarah sudah disepakati,” kata Masrican di akhir muzakarah.

Menurut Masrican, muzakarah ini juga mempererat silaturrahmi diantara ulama Syatariyah di Padang Pariaman. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilanjutkan pada masa mendatang. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Anti Hoax, RMI NU RMI NU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Waykanan, RMI NU Tegal. Pada diklatsar dan PKD di Blambangan Umpu, Selasa (25/4), Gerakan Pemuda Ansor Waykanan menandatangani sembilan sikapnya menghadapi pemilu April mendatang. Sembilan poin ini menjadi pedoman politik kader GP Ansor dan Banser Waykanan.

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Dalam Sembilan poin itu, GP Ansor Waykanan menyatakan, memegang teguh Khittah NU 1926, mengajak warga menciptakan perdamaian, mengawal dan mewujudkan Pemilu damai 2014, ? menjamin kebebasan hak asasi setiap anggota untuk menggunakan hak pilih sesuai kehendak hati, tidak memihak calon atau partai peserta Pemilu 2014.

Kecuali itu, GP Ansor Waykanan mengimbau kader dan warga menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2014, mengharapkan kadernya untuk menjadi pemilih cerdas, memilih caleg berdasarkan rekam jejak dan kapasitasnya, mengimbau warga menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI, dan mengimbau kader dan warga menolak politik uang demi menciptakan Pemilu 2014 yang bersih.

RMI NU Tegal

Ketua PC GP Ansor Waykanan mengatakan, “GP Ansor sebagai elemen kepemudaan perlu terlibat konkret dalam Pemilu ini, sebagai bagian pengawalan jalannya demokrasi di NKRI.”

Sembilan sikap ini merupakan nota kesepahaman antara GP Ansor dan KPU Waykanan di pesantren Roudhotul Mutaqin. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Lomba, RMI NU RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah

Bogor, RMI NU Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia ketiga yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat selama 3tiga hari, 28-30 November 2017, melahirkan langkah-langkah strategis dan rekomendasi yang menjadi salah satu bentuk khidmah serta ikhtiar organisasi yang merupakan payung besar umat Islam di Indonesia.

Pada Rakernas yang mengangkat tema besar Meneguhkan Peran MUI dalam Menerapkan Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi Indonesia, MUI terus dengan istiqamah akan menyebarkan konsep Islam wasathiyah ke seluruh penjuru dunia.

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah

"Tidak hanya dalam tataran konsep Islam wasathiyah saja, tapi juga wasiyatan (keberlangsungan) fikratan (pemikiran) waharakatan (pergerakan)," demikian dikatakan Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid yang merupakan salah satu peserta Rakernas tersebut.

Sebagai puncak dari cita-cita mengglobalkan Islam wasathiyah ke seluruh dunia ini, lanjutnya, akan diselenggarakan Konferensi Dunia Islam dalam Menyebarkan Islam Wasathiyah, serta ditindaklanjuti dengan pembentukan Majelis Ulama di berbagai negara.

"Dalam waktu dekat siap membentuk Majelis Ulama di Negara Afganistan," katanya dihubungi via telepon, Rabu (29/11).

RMI NU Tegal

Selain itu pada Rakernas yang dihadiri oleh Pengurus MUI Pusat dan 34 MUI Provinsi di Indonesia ini disepakati juga langkah untuk memberikan sertifikasi kepada para dai Islam wasathiyah melalui akademi dakwah.

RMI NU Tegal

"Langkah ini menjawab tantangan dakwah di era modern sekaligus menata kegiatan dakwah secara menyeluruh baik pada dainya maupun umatnya. Sehingga dakwah akan semakin berkualitas dan mencerdaskan umat serta membawa umat kepada jalan kebaikan dan ketakwaan di tengah arus informasi yang tak terbendung saat ini," katanya.

Bidang Ekonomi Keumatan juga menjadi perhatian pada Rakernas kali ini dengan menginisiasi terbangunnya arus ekonomi baru Indonesia. 

"MUI memberikan penguatan ekonomi bottom up (dari bawah ke atas),  bukan top down (dari atas ke bawah) dan juga pentingnya dilakukan retribusi aset serta reformasi agraria," tambah ulama yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, MUI terus melakukan penguatan dan peran dalam rangka mengemban amanah dan tanggung jawab kepada ummat.

"Ada tiga tanggung jawab yang diemban MUI yakni masuliyah diniyah (tanggung jawab terhadap masalah keagamaan),  masuliyah ummatiyah, (tanggung jawab terhadap masalah keumatan)  dan masuliyah wathaniyah (tanggung jawab terhadap masalah kebangsaan)," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Tasikmalaya, RMI NU Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak pelajar dan santri se-Tasikmalaya bagian barat untuk mengikuti perlombaan dakwah dan pengembangan seni qasidah dari pesantren di Pesantren Cilenga Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Selama empat hari, Kamis-Ahad (16-19/6) sejak dzuhur hingga maghrib, para santri dan pelajar diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta perwakilan dari berbagai pesantren di Tasik Barat. Peserta terbagi atas tiga jenis lomba, dakwah (pidato), kaligrafi, dan qasidah rebana. Setiap lomba ini dibagi menjadi dua kategori dewasa dan anak. Tingkat dewasa adalah peserta dengan umur 13-20 tahun dan anak-anak adalah 7-13 tahun.

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Kegiatan ini juga merupakan kerja sama dari Pelajar NU Sariwangi dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Sariwangi.

Menurut Ketua IPNU Sariwangi Ruli Wahyudin, acara ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan NU di masyarakat khususnya kaum muda calon kader NU yang akan memasuki IPNU.

RMI NU Tegal

“Di samping itu kita ingin menanamkan di hati dan pikiran para peserta cilik ini bahwa ketika masanya dia tak akan lupa dengan IPNU. IPNU dan IPPNU yang akan ia masuki dan berproses di sana.”

RMI NU Tegal

Selain itu acara ini juga sebagai arena pengembangan kreativitas dan silaturahmi kader IPNU dari berbagai komisariat, ranting bahkan anak cabang. Ini bukan kali pertama tapi merupakan tradisi tiap Ramadhan bagi Pelajar NU Sariwangi.

“Kami menamakan kegiatan ini dengan Gema Ramadhan Pelajar NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Nasional RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Solo, RMI NU Tegal. Ditabuhnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari milik Keraton Kasunanan Surakarta, menandai dibukanya prosesi Sekaten 2014. Prosesi yang juga dikenal dengan Ungeling Gangsa Sekaten itu digelar di bangsal selatan dan utara kawasan Masjid Agung Surakarta, Selasa (7/1).

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Sebelumnya gamelan tersebut dikirab beserta gending-gending di halaman Masjid Agung Solo. Kirab yang menempuh rute Keraton hingga Masjid Agung Solo diakhiri dengan acara tabuhan gamelan, yang menandai dimulainya rangkaian perayaan Sekaten.

“Gamelan ini menandakan dimulainya peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. dan yang dibunyikan itu Kyai Guntur Madu. Ini akan dibunyikan selama tujuh hari berturut-turut sampai puncaknya, Selasa mendatang,” terang KGPH Puger di sela-sela acara.

RMI NU Tegal

Menurutnya, gending yang ditabuh ialah Rambu dan Rangkung yang wajib ditabuh pada di awal. Rambu dan Rangkung itu berasal dari bahasa arab, robuna dan rakhuna yang artinya perbuatan baik dan tidak baik. “Gamelan ini ada sejak Sultan Agung atau zaman Paku Buwana (PB) IV,” jelasnya.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KP Winarno Kusumo mengatakan gamelan akan dibunyikan selama tujuh hari dan hanya akan berhenti saat datang waktu salat.

RMI NU Tegal

“Dalam hajatan kali ini tidak semata sekadar gothak gathik gathuk saja, tapi setiap prosesi dilandasi dengan ajaran dan falsafah hidup mendalam dari para leluhur yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang ada,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden

Jombang, RMI NU Tegal - Langkah Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengembangkan tradisi ziarah ke makam para mantan Panglima Tertinggi TNI mendapat apresiasi dari KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah). Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ini menyebut Gatot Nurmantyo menguasai sejarah dengan baik.

Hal itu diungkapkan Gus Sholah usai menerima kunjungan rombongan ziarah dalam rangka HUT Ke-71 TNI di Pesantren Tebuireng, Selasa (27/9) siang. Sebelum berziarah, Gatot dan Gus Sholah sempat berbincang sekitar 20 menit di Dalem Kasepuhan Tebuireng.

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden

"Panglima dan saya berbincang-bincang tentang Resolusi Jihad. Ternyata beliau menguasai sejarah dengan baik," ujar adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

RMI NU Tegal

Pada kesempatan ini, Gus Sholah juga menginformasikan kepada Gatot bahwa di Tebuireng sedang dibangun Museum Islam Hasyim Asyari. Pembangunan museum itu dimaksudkan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang proses masuknya Islam ke Nusantara dengan damai dan menggunakan pendekatan budaya, tanpa kekuatan militer.

"Saya juga memberi informasi bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan oleh militer, polisi, pedagang, rakyat biasa, santri dan ulama. Ini untuk membantah pendapat bahwa negara berdasar Pancasila adalah negara yang bertentangan dengan Islam atau negara thaghut," tegas Gus Sholah.

RMI NU Tegal

Sebagaimana diberitakan, menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) Ke-71 TNI, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk berziarah ke makam para mantan presiden dan panglima tinggi TNI.

Di Jawa Timur, Gatot mengajak rombongan berziarah ke makam Presiden Soekarno di Blitar dan KH Abdurrahman Wahid di Tebuireng Jombang, Selasa. Seluruh kepala staf dari ketiga kesatuan juga tampak mendampingi kunjungan tersebut.

Pria kelahiran 13 Maret 1960 ini? menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil diskusi dengan seluruh kepala staf. Tujuannya, agar prajurit TNI senantiasa mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan dan meneladani sikap para pahlawan.

Dengan mengingat sejarah, Gatot Nurmantyo berharap prajurit TNI dapat mencontoh kegigihan para pahlawan dalam menghadapi situasi yang semakin sulit. Dengan tradisi ziarah, mantan KSAD ini berharap TNI dan kalangan pesantren dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan pembangunan.

"Pantang menyerah, komitmen, penuh dedikasi dan yang paling penting berjuang dengan ikhlas, tanpa kepentingan apapun," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan

Padang, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan yang baru dilantik pada 13 Desember 2016 lalu. Ansor Sumatera Barat berharap Pimpinan DPRD Pesisir Selatan dapat bersinergi dalam mendorong peningkatan peran generasi muda di daerah ini.

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan

Hal itu diungkapkan Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Mentawai ? Yuni Candra ketika beraudiensi dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra Selasa (24/1) di Padang. Menurut Yuni Candra, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan safari kebangsaan.

“Pertemuan dilakukan dalam rangka membangun komunikasi dan konsolidasi bersama stake holder untuk mewujudkan kesatuan dan persamaan pandangan dalam membangun potensi generasi muda Kabupaten Pesisir Selatan. Pertemuan yang berjalan dalam suasana santai dan penuh keakraban,” kata Yuni yang juga Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tamansiswa Padang ini.

Yuni menyampaikan kepada Ketua DPRD, secara kultural ajaran Ahlussunnah Waljamaah di Pesisir Selatan cukup besar potensinya. Tetapi itu belum terakomodir secara organisatoris. Potensi inilah oleh Ansor untuk menyatukan ajaran Aswaja dalam wadah NU. Terutama di kalangan kaum muda Pesisir Selatan,” kata Yuni menambahkan.?

RMI NU Tegal

Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra merespon positif kegiatan yang akan dilakukan oleh ? Ansor di Kabupaten Pesisir Selatan. “Apa yang dilakukan Ansor mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Pesisir Selatan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Yuni Candra turut didampingi Sekretaris PW GP Sumbar Ansor Arianto, Wakil Ketua Hasan Basri, Agustian Piliang dan Muhammad Fauzi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal RMI NU RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock