Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Jakarta, RMI NU Tegal. Perpustakaan PBNU yang bertempat di Kantor PBNU Jakarta Pusat sedang mengarah pada program digitalisasi arsip-arsip NU. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi Perpustakaan PBNU.



Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Perihal itu disampaikan oleh Ketua Pengelola Perpustakaan PBNU Syatiri Ahmad kepada RMI NU Tegal di Ruang Perpustakaan PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

“Dalam proses digitalisasi, kita terutama mendahulukan arsip-arsip primer NU seperti hasil Muktamar NU, Munas NU, dan putusan-putusan lain produk NU,” ungkap Syatiri Ahmad yang tengah menghadapi tumpukan majalah lama NU.

Syatiri Ahmad menambahkan usia organisasi NU tidak lagi muda. Sementara banyak dokumen-dokumennya sudah rapuh. Kalau tidak memiliki dokumen itu dalam bentuk digital, perpustakaan ini berisiko akan kehilangan isi dokumen itu selamanya.

RMI NU Tegal

Kondisi fisik kebanyakan dokumen dan arsip NU itu sudah memperihatinkan. Kondisi demikian tidak memungkinkan bagi para pengunjung untuk mengakses fisik dokumen aslinya. Namun, dalam kondisi itu pengunjung masih tetap bisa mengakses dokumen itu dalam bentuk digital, tegas Syatiri Ahmad.

Syatiri Ahmad menyatakan selain mengawetkan dokumen lama NU, program digitalisasi juga memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mengakses dokumen yang sama tanpa harus menunggu antrean pengunjung lain.

RMI NU Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

KH Dahlan Chudori, Ajengan Penggerak NU Kota Tasik Wafat

Tasikmalaya, RMI NU Tegal?



Berita duka menyelimuti umat Muslim Kota Tasikmalaya, terutama warga Nahdhatul Ulama, sebab Mustasyar PCNU Kota Tasikmalaya Ajengan KH Dahlan Chudori wafat pada Rabu dini hari (22/3) sekitar pukul 03. 00 WIB di Rumah Sakit Jasa Kartini.

Ia salah seorang putra dari KH Chudori, ulama ahli falak dan mantan Ketua PTA Jabar tahun 60an. Ia bersama Ajengan KH AE Bunyamin, Ajengan KH E Hidayat, dikenal dengan tiga serangkai penggerak NU Tasikmalaya pasca kepemimpinan KH Lukmanul Haki.?

KH Dahlan Chudori, Ajengan Penggerak NU Kota Tasik Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dahlan Chudori, Ajengan Penggerak NU Kota Tasik Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Dahlan Chudori, Ajengan Penggerak NU Kota Tasik Wafat

Menurut Abdul Razak yang mengenal almarhum, KH Dahlan Chudori adalah ketua tim advokasi kerusuhan Tasik tahun 96-97. “Saat itu, orang-orang banyak yang tidak berani datang ke kantor NU, tapi beliau tiap hari nongkrong di kantor NU di Jl Sukarjo. Padahal situasi sangat tidak kondusif. Saya bersaksi almarhum adalah orang baik," kenangnya.

Selain sebagai Mustasyar PCNU, semasa hidup almarhum pernah menjabat sebagai Kepala MANU, Ketua PCNU Kotip Tasik, Ketua FKUB, anggota DPR RI F PKB 2004-2009 serta Ketua Yayasan dan pengasuh Pondok Pesantren Almuawanah Cisayong.

Saat ini almarhum telah dimakamkan di kampung halamannya daerah Cidahu, Cisayong. Ia adalah ulama yang istiqomah, rendah hati dan berintegritas. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT. Allohummagfir lahu warhamhu waafihi wa`fu anhu.. Aamiin. (Husna/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Daerah RMI NU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

RUU Wawasan Nusantara Disahkan

Jakarta, RMI NU Tegal. Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Wawasan Nusantara (RUU Wanus) sebagai RUU usul inisiatifnya. RUU Wanus termasuk 37 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2015. Pengusulnya ialah Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI.

RUU Wawasan Nusantara Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
RUU Wawasan Nusantara Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

RUU Wawasan Nusantara Disahkan

"Sidang paripurna yang lalu mengamanatkan agar kami memperjuangkan RUU ini sebagai usul inisiatif dalam prolegnas prioritas," kata Ketua PPUU DPD RI Gede Pasek Suardika (senator asal Bali) pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7), dalam siaran pers DPD RI yang diterima RMI NU Tegal, Kamis.

Ketua DPD RI Irman Gusman (senator asal Sumatera Barat) yang memimpin acara tersebut. Berikutnya, rapat kerja (raker) tiga pihak yang setara (tripartit) antara DPR RI, DPD RI, dan Pemerintah menyepakati RUU Wanus sebagai RUU Prolegnas Prioritas 2015.

RMI NU Tegal

Gede Pasek Suardika memaparkan, pertimbangan PPUU DPD RI menyusun RUU Wanus, bahwa setiap bangsa dan negara yang merdeka memiliki cara pandang yang menegaskan hakikat eksistensinya dan mengelola kehidupan masyarakatnya menuju tujuan negara-bangsa yang bersangkutan. "Agar negara-bangsa itu tidak kehilangan arah di tengah pergaulan dunia," tuturnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, Indonesia memiliki cara pandang berskala nasional bernama wawasan nusantara yang sumbernya adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Persoalannya, kemunduran wawasan Nusantara menyebabkan krisis multidimensi berbangsa dan bernegara.

Karena reformasi menuntut demokratisasi, hak asasi manusia, ekonomi kerakyatan, otonomi daerah, pengelolaan sumberdaya alam berkeadilan, kebhinnekaan, dan kearifan lokal maka PPUU DPD RI memperbarui cara pandang wawasan Nusantara tersebut berbentuk produk hukum yang mengikat penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Hikmah RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, RMI NU Tegal. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

RMI NU Tegal

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

RMI NU Tegal

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi kembali bertolak ke Iran, Rabu (28/2) kemarin. Ia ke Iran untuk menemui sejumlah tokoh berpengaruh di negara tersebut untuk meredakan konflik di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, terutama di Irak.

Hasyim mengatakan, kepergiannya ke Iran kali ini masih terkait dengan akan diselenggarakannya konferensi internasional oleh pemerintah Indonesia untuk mencari solusi konflik Timur Tengah. ”Saya ke Iran untuk menemui tokoh-tokoh berpengaruh di sana,” ungkapnya di Jakarta, beberapa saat sebelum keberangkatannya ke Iran.

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Sejumlah nama yang akan ditemui Hasyim, di antaranya, penasehat Presiden Iran Ayatullah Ali Attasykhiri dan mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Mereka adalah tokoh yang punya pengaruh besar, baik di Iran maupun sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.

Saat ini, Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) ini sedang sibuk mempersiapkan konferensi internasional. Sebab, dialah orang pertama yang mencetuskan gagasan tersebut kepada pemerintah. Hasyim berharap, selain Ayatullah Ali Attasykhiri dan Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, beberapa tokoh berpengaruh lainnya juga bersedia hadir dalam konferensi itu, seperti Presiden Palestina Mahmud Abbas dan tokoh Hamas Chalid Messal.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, pangasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur itu telah menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan gagasannya. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia merespon positif gagasan tersebut. ”Dulu saya katakan kepada Presiden, masa kita diam saja melihat konflik di Timur Tengah,” ungkap mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Hasyim kembali menegaskan, untuk meredakan konflik Timur Tengah peran ulama atau tokoh agama sangat dibutuhkan. Karena itu, Hasyim akan mengoptimalkan peran organisasi ulama se-Dunia, International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di mana ia Sekretaris Jenderalnya. ”Ulama memegang peran penting dalam meredakan konflik di Timur Tengah,” katanya.

RMI NU Tegal

Hasyim mencontohkan konflik yang terjadi di Irak dan Palestina. Menurutnya, di kedua negara tersebut, ulama dan tokoh agama memegang peran utama. Karena itu, dalam kasus konflik di Irak dan Pelestima, yang harus dipertemukan lebih dahulu adalah para pemimpinnya. “Pemimpin ini tidak harus yang ada di Irak atau Palestina saja, tapi bisa dari luar,” ungkapnya.

Permasalahan di Irak, lanjutnya, memang sangat rumit. Selain ada campur tangan dan provokasi pihak asing, rakyat Irak sendiri sulit untuk disatukan. Karena itu, untuk meredakan konflik di Irak, Hasyim lebih menekankan pada persatuan rakyat Irak terlebih dahulu. ”Soal konflik antara Syiah dan Sunni di Irak tidak dapat lepas dari pengaruh negara seperti Iran, Syria, Lebanon, Saudi Arabia, Mesir dan Pakistan. Ulama di negara-negara tersebut harus bisa dipertemukan,” katanya.

Terkait dengan konflik Timur Tengah juga, Hasyim selaku Sekjen ICIS, beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Organisasi Konferensi Islam Dr Abdullah Ahmad Badawi yang juga Perdana Menteri Malaysia. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Sebelumnya, Hasyim berkunjung ke sejumlah negara di Timur Tengah, meliputi Syria, Lebanon dan Iran. Dalam kunjungan tersebut, Hasyim bertemu dengan Syekh Muhammad Rosyid Kabbany (Mufti dan Menteri Agama Republik Lebanon), Syekh Amir Qobalany (Wakil Imam Syiah di Lebanon), dan Dr Ahmad Husan (Rektor Universitas Internasional Lebanon). Hasyim juga juga bertemu dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal. (rif/amh)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

Martapura, RMI NU Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan akan menggelar Pelatihan Aji Tapak Sesontengan (ATS) dan bakti sosial (Baksos) bagi masyarakat setempat dan sekitarnya guna meramaikan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang terus berlanjut.

Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Mukhlis di Martapura, Rabu (27/9) menyatakan, GCM adalah gerakan yang bertujuan untuk menggugah masyarakat khususnya pemuda dan pemudi untuk peduli terhadap kebersihan masjid maupun mushalla.

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

"Karena GCM juga sarana silahturahim, sekalian kami isi dengan baksos ATS," kata Muhklis.

ATS merupakan warisan jenius husada leluhur nusantara yang bisa digunakan untuk penyembuhan pasca stroke, lemah syahwat, sakit gigi, asma, lemah jantung, wasir, maag, vertigo, migrain, diabetes, nyom (kista), kencing nanah, hernia, hipertensi, leher kaku, asam urat, tulang keropos dan beragam penyakit medis lain serta penyakit non medis.

RMI NU Tegal

Basic ATS ialah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Secara garis besar, peran DNA di dalam sel adalah sebagai materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Dan itulah yang diaktivasi.

Cetak biru bagaimana leluhur nusantara melakukan penyembuhan tanpa menyakiti sesama dan makhluk hidup lain berhasil diungkap pendiri Yayasan ATS Global Indonesia (ATSGI) yang? melakukan riset bertahun dan Alhamdulillah bisa diterapkan hari ini untuk membantu masyarakat.

RMI NU Tegal

Ia melanjutkan, pelatihan akan digelar Sabtu 30 September 2017 di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, pukul 09.00-12.00 WIB. Menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Lampung, Kamitua (Master) Yayasan ATSGI Tim Swarna Raya, Gatot Arifianto.

Bonus akan diberikan Gatot yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung juga gila-gilaan, meliputi Massive Decode Nucleus Transfusion (MDNT) untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing dan menemukan kebahagiaan diri.

Lantas Ilussion Soul untuk penyembuhan jarak jauh. Up Grade Otak (meningkatkan kapasitas memori otak untuk menambah kecerdasan dan kreativitas hingga Neo Neuro Linguistic Programing (NLP) untuk kesehatan. Informasi dan pendaftaran di nomor 085609559591 / 082315239323.

"Adapun di lokasi sama pada Ahad 1 Oktober 2017, akan digelar bakti sosial ATS mulai pukul 08.30-15.30 WIB. Masyarakat bisa menyembuhkan beragam penyakit dideritanya dengan infaq seridhonya karena sebagian hasilnya akan kami belikan kitab suci Al Quran. Bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak memberi juga tidak masalah. Intinya kami berikhtiar mengajak masyarakat sehat sembari beramal," kata Muklis lagi.

Ia menerangkan, biaya pelatihan untuk menguasai ATS Rp1 juta per orang untuk sepuluh pendaftar pertama dan diserahkan satu jam sebelum pelatihan. Untuk pendaftar kesebelas hingga dua puluh pendaftar selanjutnya akan dikenakan biaya Rp2 juta.

"Kami memberi solusi mudah dan murah atas kesehatan mengingat banyak alat kesehatan dengan nilai jual mahal mencapai puluhan juta rupiah namun tidak optimal dalam menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Kami menggaransi mengembalikan biaya pendafataran jika gagal," tegas Muhklis.

Praktisi ATS dari Tim Swarna Raya, Luci Indra yang berprofesi sebagai bidan, menyatakan ATS? luar biasa dan sangat masuk akal karena faktanya, ATS bisa disebut amazing (menakjubkan), truthful (bisa dipercaya), dan smart (cerdas).

"Sebagai contoh, pasien yang memiliki tensi 164/92 setelah saya sonteng tensinya langsung menjadi 126/70," ujar Luci.

Beragam testimoni lain dan cara penyembuhan dengan ATS bisa dilihat di Youtube dengan kata kunci Aji Tapak Sesontengan.

Metode ATS tanpa menggunakan tehnik pernapasan tertentu, tanpa membutuhkan meditasi, tanpa ada melakukan puasa atau pun puasa khusus, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa menggunakan tehnik prana, tanpa ada pelatihan selanjutnya, tanpa pantangan, tanpa menggunakan alat bantu apapun di luar diri, tanpa menyakiti makhluk hidup lainnya serta keberadaannya, juga tanpa melibatkan makhluk halus/sihir.

Selain itu, ATS bisa dikuasai anak kecil hingga orang lanjut usia tanpa membedakan suku dan agama. (Nurani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, AlaNu RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Jombang, NU Online. Bertempat di Ruang Pertemuan Gus Dur, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, pada Kamis (07/03) dilangsungkan cek akhir pelaksanaan pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Dalam kegiatan tersebut hadir seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang akan melaksanakan pembuatan Kartanu pada bulan Maret 2013, yaitu dari pengurus MWCNU Jombang Kota, Peterongan, Sumobito dan Kesamben.

Juga hadir Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Abd Nashir Fattah, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Isrofil Amar beserta jajarannya, serta dari utusan Pengurus Anak Cabang Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama.

RMI NU Tegal

Dalam kegiatan final checking tersebut dibicarakan tentang kesiapan masing-masing pengurus MWCNU, kendala yang dihadapi dan target yang akan dicapai. 

Misalnya MWC Jombang Kota menargetkan Kartanu sampai 20.000. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh ketua MWC Jombang Kota, Asyharunnur. "Untuk Jombang Kota, dari 20 Ranting, insya Allah menargetkan sampai 20.000", demikian kata pria yang akrab disapa pak Harun ini.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Kiai Isrofil dalam arahannya saat memimpin rapat tersebut menyampaikan bahwa pembuatan Kartanu bukan untuk apa-apa, hanya untuk mencapai tujuan Nahdlatul Ulama, berjalannya ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah di Indoonesia. 

"Jadi dengan memiliki Kartanu berarati turut serta menegakkan ajaran Islam Ahlissunnah wal Jamaah di Indoensia", kata kiai Isrofil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Jombang akan memulai pengadaan Kartanu bagi warga NU di kabupaten Jombang mulai tang 10 Maret 2013. Program pengadaan Kartanu ini merupakan instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Pengurus-pengurus Cabang NU se Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Pesantren RMI NU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia

Blitar, RMI NU Tegal

Setelah Ranting NU Bakung melalui Yayasan Budi Luhur Sejati menyantuni anak yatim, kini giliran Pimpinan Muslimat NU Anak Cabang Udanawu melakukan hal serupa melalui “Yayasan Budi Utomo”. Bedanya, Muslimat NU menambahkan sasarannya kepada lansia.

Tahun ini yang disantuni ada 264 anak dan 178 lansia yang berasal dari 12 Ranting Muslimat NU. Acara berlangsung di Aula MTs Ma’arif? NU Udanawu, Blitar Ahad pagi (23/10) dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 Wib.

Muslimat  Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia

Hadir dalam kegiatan tahunan ini istri Bupati Blitar, Hj. Rijanto dan jajaran pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Blitar yang dipimpin Siti Robiah.

RMI NU Tegal

“Tahun ini yan disantuni ada 264 anak yatim dan 178 lansia. Sejumlah 264 anak kami hadirkan semua. Namun untuk lansia, mengingat kesehatannya maka yang kami hadirkan hanya 10 perwakilan dari desa Bakung,’’ ungkap Ketua PAC Muslimat NU Udanawu Hj. Kumil Laila Sutrisno Masykur.

Pada kesempatan tersebut KH Syaikhudiin Rohman menyampaikan taushiyahnya. Kiai yang akrab dipanggili Kiai Cikut tersebut banyak menyinggung pentingnya mengasuh dan memperhatikan anak yatim serta dengan larangan-larangan terhadap menelantarkannya.

RMI NU Tegal

Ikut memeriahkan acara tersebut, satuan drum band dari Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim Bakung Udanawu dan paduan suara ikatan guru TK Muslimat NU Udanawu. Acara dihadiri sekitar 700 undangan karena seluruh pengurus Ranting NU dan Muslimat NU hadir padaacara tersebut. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Daerah RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura

Tuban, RMI NU Tegal. Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Pondok Pesantren Langitan menggelar pembahasan masalah keagamaan atau Bahtsul Masa’il Diniyyah Kubro se-Jawa-Madura dan Alumni Langitan di kompleks pesantren setempat di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, 13-14 Maret 2014.

Acara tersebut secara resmi dibuka salah seorang pengasuh Pesantren Langitan selaku tuan rumah KH Muhammad Faqih di gedung Madrasah Aliyah Al Falahiyah.

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura

Hadir dalam pembukaan tersebut  beberapa masyayikh, di antaranya KH Ardani Ahmad dari Ploso, KH Arsyad (Pasuruan), KH. Aniq Muhammadun (Pati), KH Muhibbul Aman Ali (Pasuruan), dan ratusan peserta dari 35 delegasi yang dikirim dari beberapa pesantren di Pulau Jawa dan Madura. Para alumni Pesantren Langitan dari berbagai daerah juga turut serta dalam forum ilmiah ini.

Seperti yang diungkapkan pengasuh pesantren yang lain, KH Ubaidillah Faqih, Bahtsul Masa’il ini diharapkan menjadi awal langkah positif para santri untuk mensyi’arkan perjuangan para ulama’ terdahulu dalam menghidupkan agama Allah.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Insya Allah semoga kita termasuk dalam al-‘ulama warasatul anbiya’. Tidak hanya kita membuktikan lewat mubahatsah wal munadhoroh fil ilmi wa ‘anil ilmi tapi juga dalam amal fil ilmi,” tambahnya.

Bahtsul Masa’il Kubro ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis hingga penutupan pada Jumat (14/3). Para peserta dalam bahtsul masa’il ini dibagi menjadi dua komisi, yakni komisi A yang di laksanakan di Aula Pesantren Langitan dan komisi B yang dilaksanakan di gedung MA Al-Falahiyah.

Pada tiap komisi diikuti oleh dua peserta dari dua delagasi yang menjadi utusan dari beberapa pesantren se-Jawa-Madura Pesantren Langitan. (M. Sahal Yasin/Mahbib)

 

Foto: suasana dalam salah satu komisi bahtsul masail

. Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah RMI NU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas

Solo, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang GP Ansor Surakarta kembali mendirikan pokso pengamanan pada acara haul Habib Ali di Masjid Riyadh Solo, Jawa Tengah. Selama hampir sepekan mereka ikut mengamankan jalannya acara haul.

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas

“Untuk kegiatan ini, kita melibatkan sejumlah relawan dari Ansor, Banser (Barisan Ansor Serbaguna), dan Pagar Nusa se-Soloraya. Setiap hari total personil yang ada sekitar 125 orang per kelompok jaga,” terang Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta, Muhamamd Anwar, Rabu (11/2).

Anwar mengungkapkan, keberadaan posko ini lumayan efektif untuk menekan terjadinya aksi kriminalitas selama acara haul.

RMI NU Tegal

“Sebagai perbandingan, pada tahun lalu laporan kehilangan yang kami terima sebanyak 47 laporan, sedangkan tahun ini menurun hanya 18. Kebanyakan dompet yang hilang diambil uangnya, kemudian barang bukti ditinggalkan di sekitar lokasi,” terang dia.

RMI NU Tegal

Ditambahkan Anwar, selain mendirikan posko pihaknya juga menyebar anggota ke beberapa titik. “Harapannya bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Lebih lanjut, Anwar berharap agar dapat selalu bekerjasama dengan pihak berwajib untuk kegiatan pengamanan di acara haul mendatang. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Meme Islam RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Demak, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen, Demak, Jawa Tengah, mewajibkan para santrinya hafal tahlil atau susunan bacaan yang terdiri dari ayat, shalawat, kalimah thayibah, dan doa-doa yang biasa dibaca warga NU.

Pesantren Putri Nurul Burhany merupakan pondok pesantren khusus putri yang fokus pada al Qur’an, baik dari segi hafalan (tahfidh) maupun tafsirnya. Semua santri di pesantren ini juga diharuskan untuk mengahafal al-Qur’an, minimal Juz ‘Amma. Hafalan tahlil berserta doanya adalah tugas wajib lainnya.

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Menurut pengasuh pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni, tugas tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa tahlil merupakan salah satu bentuk amalan paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga setelah santri pulang diharapkan santri dapat mengamalkan amalan yang sudah ditanamkan di pondok pesantren ini.

RMI NU Tegal

kH. Helmi berharap setelah santri pulang di rumah atau kampung halaman masing-masing, para santri siap menjadi pemimpin atau imam tahlil di organisasi atau jama’ah yang ada di lingkungan masing-masing.

Dalam rangka menyiapkan hal tersebut, para santri dijadwal satu orang menjadi petugas tahlil dan satu orang lagi menjadi petugas do’a, dengan diikuti oleh santri-santri yang lain agar santri terbiasa menjadi pemimpin tahlil di hadapan orang banyak. (Abdus Shomad/Mahbib)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Khutbah, Daerah RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Pada Idul Fitri kali ini adalah ketiga kalinya bagi saya selama kuliah di Yaman. Satu kali berada di kota Mukalla dan dua kali di desa Tarim keduanya berada di Provinsi Hadhramaut Yaman.

Kalau di Mukalla biasanya syiar takbir hari raya begitu syahdu terdengar sepanjang malam dari berbagai masjid. Masjid Asrama kami misalnya, Masjid Imam Syafii. Menurut informasi yang kami dapatkan merupakan masjid terbesar yang ada di Hadhramaut. Di masjid Imam Syafii sepanjang malam mengumandangkan takbir guna Ihya Lailatil Ied menghidupkan malam Idul Fitri serta qiyamul lail sebagaimana anjuran Nabi hingga waktu shalat tiba.

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Berbeda dengan Kota Mukalla Desa Tarim yang klasik memiliki tradisi yang berbeda. Masyarakat tarim lebih banyak mengisi malam harinya dengan qiyamul lail dan shalat Tasbih, Qosidah, serta dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Adapun takbiran dilantunkan tanpa pengeras suara. Barulah sehabis shalat subuh dikumandangkan takbir dengan pengeras suara.

Pembayaran zakat juga semarak diberikan kepada fakir miskin sehari sebelum pelaksanaan shalat ied. Kemarin saat saya akan membayar zakat fitrah setiap orangnya diminta 500 real untuk beras yang kualitas rendah, 700 Real beras kualitas menengah, dan 1000 Real untuk beras unggulan.

Beberapa masjid yang terkenal di Tarim melaksanakan shalat Ied dengan ragam yang berbeda. Misalnya masjid fenomenal dengan Menara tanah liat tertinggi di Yaman yaitu Masjid Al-Muhdlor. Nampak para jemaah yang shalat di sini lebih mengintepretasikan makna khusyu dan ketenangan. Jamaah yang hadir ada yang sejak subuh duduk bersama bertakbir dan berdzikir kepada Allah SWT. Adapun yang menjadi khotib adalah dari keluarga bin Syihab yang terkenal di Tarim.

RMI NU Tegal

Begitu juga dengan masjid Al-Fath masjid yang didirikan oleh Imam Abdulloh al-Haddad nampak tidak jauh berbeda dengan masjid muhdlor. Hanya saja jika solat dimasjid ini kita bisa melihat ornamen hiasan kaligrafi dan lampion bergaya eropa. Kitapun juga bisa mengunjungi tempat peribadatan Imam Abdulloh Al-Haddad dan melihat artefak peninggalan dakwah beliau. Adapun yang menjadi imam dan khotib di masjid fath adalah dari keluarga al-Haddad

Pada hari raya kali ini kebetulan kami ingin merasakan suasana yang berbeda dan saya pun melaksanakan shalat Ied di Jabbanah yaitu masjid yang berada di sebelah kanan makam zambal dan furait. di pinggiran jalan menuju Jabbanah banyak orang menjajahkan mainan anak-anak, batotis, sambossa, makanan ringan dan manisan hari raya.?

RMI NU Tegal

Di Jabbanah juga unik berbeda dengan masjid lainnya sebab di sini banyak sekali anak anak kecil yang sengaja diajak orang tuanya untuk membeli maenan dan kuliner hari raya. Dengan mengenakan aneka pakaian ala cinderella arab dan dandanan Jambul rambut bermacam macam membuat anak anak itu makin nampak lucu dan menggemaskan. Karena saya orang indonesia, saya terperajat melihat kecantikan dan ketampanan gadis dan bocah Arab.

Sholat ied di masjid Jabbanah dipenuhi ribuan masyarakat dan santri dari Universitas Al-Ahqof, Rubath Tarim, dan Universitas Imam Syafii. Sementara yang menjadi imam dan khotib adalah dari keluarga Al-Khotib.? Selepas sholat ied para jamaah berziarah ke makam para ulama wal Auliya di zambal serta makam Syuhada Perang Badar. Sementara sebagian lainnya masih asyik berbelanja dan menikmati kuliner disekitar masjid jabbanah.

Darul Mustofa, pesantren asuhan habib umar memiliki cara sendiri dalam melaksanakan hari raya. Darul Mustofa terkenal sebagai pesantren yang mencetak dai kelas dunia, di sini ribuan santrinya menggunakan pakaian jubah dan imamah lengkap.

Kemudian segenap santri Darul Musthofa, Mahad idrus, Mahad Nur dan masyarakat sekitar kompleks Aidid bergerak melakukan arak arakan dari Markas musholla Ahlul Kisa menuju Masjid Ar-Raudloh yang berjarak sekitar 500 M. Arak arakan ini dipimpin langsung oleh beliau Habib Umar Bin Hafidz dan putranya Habib Salim Bin Hafidz.?

Arak arakan ini sangat meriah sebab di depan di bawakan 4 empat atribut bendera habaib serta tabuhan genderang berirama klasik penghangat suasana. Teriakan Allohu Akbar Walillahil Hamd dan qosidah Ala Ya Alloh Binadzroh Minal Aini Rohimah memecah tangisan kerinduan kepada bumi pertiwi Indonesia serta mengingatkan pada masa kejayaan islam dibawah bendera Rosulullah SAW.

Sesampainya di masjid raudloh para jamaah langsung melaksanakan shalat Idul fitri dan yang menjadi imam adalah dari keluarga Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim. Biasanya selepas sholat ied segenap santri dan mahasiswa bersalam salaman dan selfie bersama sambil melepas kerinduan dengan keluarga dirumah. Yang berbeda khutbah iedul fitri di Tarim menggunakan rujukan dari kitab karya ulama Tarim yang telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu.?

Seorang dosen saya Al-Qodli DR Abdullah Balfaqih menuturkan, khutbah di tarim memiliki ciri khas dari segi keistimewaan sastranya yang tinggi, keluhuran pesan morilnya, serta tidak pernah mengabaikan aspek dzikrulloh mengingat Alloh SWT maka jangan heran meskipun disaat suasana bahagia kalian akan menemukan khotibnya menangis tersedu sedu saat mengingatkan mengenai kematian, dunia yang hanya sementara dibanding kekalnya kehidupan akhirat.? Dan itu terbukti saya pun beserta jamaah lainnya turut menitikan air mata saat mendengarkan khutbah yang dibacakan oleh khatib.

Dihari pertama hari raya banyak dari kalangan santri dan mahasiswa yang melaksanakan halal bi halal dan Uzumah dengan menyewa Suggoh (losmen) atau di Masbah (kolam renang) dan bertemu teman kerabat yang berbeda institusi. Barulah di hari kedua biasanya kita melaksanakan puasa syawalan hingga tanggal 7 Syawal.

Demikianlah beberapa hal yang menjadi khas Idul Fitri di Kota Tarim. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan hari raya Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tarim, 1 Syawal 1437 H

Dilaporkan oleh Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Hadits, Daerah RMI NU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Jumat dianggap hari paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at. Kemulian hari Jum’at ini dibuktikan dengan banyaknya ragam ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada hari itu.

Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Nabi SAW melakukan aktivitas tertentu di hari Jum’at. Aktifitas tersebut tidak melulu bersifat ritual, semisal ? wiridan, do’a, sholat, dan sejenisnya.. Akan tetapi, beliau juga suka mengerjakan ibadah yang bersifat sosial.

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Al-Suyuthi dalam kitabnya, ‘Amal Yaum wa Lailah, mengatakan:

? ? ? ? ? ?: ? ? (? ?). ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

“Nabi SAW membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas usai sholat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak sholawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah sholat Jum’at di rumahnya, tidak di masjid. Setalah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.”

Nabi SAW mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tujuh kali setelah sholat jum’at, serta memperbanyak sholawat. Usai membaca kalimat suci tersebut dan melantunkan do’a, biasanya beliau melakukan sholat sunah di rumahnya.

Hari Jum’at juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai momentum untuk silaturahmi kepada sanak-famili. Semisal, mengunjungi orang-orang yang sedang sakit ataupun ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah RMI NU Tegal

Rabu, 20 September 2017

Sekertaris PWNU Jatim Raih Gelar Guru Besar

Surabaya, RMI NU Tegal. Tepat satu pekan setelah pengukuhan Wakil Ketua PWNU Jatim H Ali Mas’ud sebagai guru besar, kali ini giliran Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki dikukuhkan menjadi guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya pada Rabu (11/03) pagi.

Sekertaris PWNU Jatim Raih Gelar Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekertaris PWNU Jatim Raih Gelar Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekertaris PWNU Jatim Raih Gelar Guru Besar

Akh Muzakki diangkat sebagai guru besar di bidang sosiologi pendidikan. Dalam prosesi pengukuhan, ia berorasi dengan mengambil tema “Instrumentasi Nilai dalam Pembelajaran Prespektif Sosiologi Pendidikan Karakter”.

“Karakter itu adalah hulu, bukan hilir, maka dari itu tugas pendidikan harus fokus pada huluisasi nilai karakter bukan hilirisasi,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

RMI NU Tegal

Alumnus Australian National University (ANU) itu mengatakan, pentingnya instrumentasi nilai sebagai tahapan dan langkah strategis dalam proses panjang agar nilai bisa segera dipahami, dicerna, dan dipraktikkan oleh peserta didik.

RMI NU Tegal

Selain instrumentasi itu, bapak dua anak itu menyebutkan nilai itu juga harus menggunakan media populer yang dalam literatur sering disebut “kode keluhuran”. Namun, media populer itu juga bisa diturunkan melalui lagu-lagu.

“Misalnya, anak diajari nilai-nilai Aswaja melalui nyanyian, seperti selawatan ala Habib Syech yang menyebut Aswaja iku qunut subuh, Aswaja iku adzan loro, Aswaja itu tahlilan saban Jumat,” ungkapnya.

Sebenarnya, surat keputusan guru besar sudah keluar pada Oktober 2014. Saat itu, Muzakki berusia 40 tahun, tapi pengukuhan menunggu waktu dari rektor. “Tidak mudah menjadi guru besar itu, karena saya butuh tiga tahun untuk bisa menjadi guru besar ke-49 di UINSA,” katanya saat ditemui RMI NU Tegal.

Yang menarik dari pengukuhan ini, Muzakki memberikan kenang-kenangan kepada para undangan berupa buku. Buku itu adalah naskah orasi ilmiahnya yang dengan sengaja diterbitkan oleh salah satu penerbit di Surabaya.

Dalam buku itu Muzakki menyajikan tulisan dengan gaya populer karena ia sering kali menulis artikel di media massa. Pada kata pengantar orasi ilmiahnya, dia memberi judul Menuju Guru Besar, The Academic Roller Coaster. Di dalamnya Mantan Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim ini, menceritakan kehidupannya yang penuh dengan lika-liku selama berposes akademisi saat studinya di Australia dan terjalnya mengurus gelar profesor.

Acara pengukuhan itu juga dihadiri oleh Sekjend Kementerian Agama RI Prof Dr Nur Syam, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Prof H Ali Machsan Musa, Ketua PWNU Jatim KH M Hasan Mutawakkil Alallah beserta jajaran pengurus tanfidziyah PWNU Jatim. Terlihat pula Konjen Amerika Serikat dan H Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jatim. (Rofi’i Boenawi/Mahbib)

Foto: Akh Muzakki (kanan) bersama Rektor UIN SA Abd Ala

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Daerah, Kiai RMI NU Tegal

Kamis, 14 September 2017

Hari Sumpah Pemuda, Aktivis NU Buka Madrasah di Pedalaman Papua

Sorong, RMI NU Tegal. Bertepatan dengan peringatan Hari sumpah Pemuda, Rabu (28/10), para pemuda yang di kirim dua komunitas NU, Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja dan Sarkub, secara resmi membuka madrasah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Islam di kawasan pedalaman di Papua.

Madrasah yang dibuka di Kampung Malakabu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat ini diberi nama "Madrasah Nigeiyah Ibadurrohman". Nama tersebut adalah kolaborasi dua bahasa antara bahasa asli suku setempat dan bahasa Arab.

Hari Sumpah Pemuda, Aktivis NU Buka Madrasah di Pedalaman Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Sumpah Pemuda, Aktivis NU Buka Madrasah di Pedalaman Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Sumpah Pemuda, Aktivis NU Buka Madrasah di Pedalaman Papua

Nama “Nigeiyah" yang berarti “cahaya” diperoleh dari tokoh setempat di Suku Kokoda, sedangkan "Ibadurrohman" diberikan Gus Munawir Bogor. Nigeiyah Ibaadurrohman kira-kira memiliki arti cahaya hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih.

RMI NU Tegal

Acara pembukaan Madrasah diawali dengan pembacaan kasidah dan shalawat oleh para aktivis NU di Papua. Anak-anak calon santri madrasah tampak sangat antusias dan gembira. Mereka dengan semangat mengikuti lantunan shalawat yang disenandungkan grup hadrah.

RMI NU Tegal

Anak-anak yang tak kurang dari 40 itu diberi pesan, wawasan, cerita dan pengertian betapa pentingnya mengaji dari tokoh-tokoh yang hadir. Abdul Wahab selaku koordinator aktivis NU Papua dalam kesempatan ini memotivasi para calon santri tentang pentingnya pendidikan.

"Bila ingin bahagai di dunia kita? harus punya ilmu, kalau ingin bahagia di akhirat pun harus punya ilmu. Begitu pula bila ingin bahagia di dunia dan akhirat, harus punya ilmu," katanya mengutip sebuah hadits Nabi SAW.

Abdul Wahab mewakili PPM? Aswaja dan Sarkub berharap dengan dibukanya madrasah di Kampung Malakabu bisa membantu syiar Agama dan bisa membuat? semangat anak dalam menuntut ilmu hususnya ilmu agama.

"Kami juga mengucapkan trimakasih kepad warga dan kepala kampung yang sudah sangat mendukung pembukaan madrasah ini," tuturnya.

Apresiasi Tokoh Lokal

Tampak hadir dalam acara ini Sudin Simurut selaku kepala Kampung Malakabu. Ia mengapreasi dan mendukung kegatan yang di selenggarakan para aktivis NU. "Kami sebagai orang tua atau sebagai ketua kampung mengucapkan ribuan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kami punya anak ditinggal begitu saja, tidak tahu mengaji, tidak tahu ilmu shalat, maka kami sangat berterima kasih dengan dibukanya madrasah ini," ucap Kepala Kampung Malakabu.

Sudin sependapat dengan Abdul Wahab. Ia berharap anak-anak bisa membagi waktu. Boleh bermain sepulang sekolah, akan tetapi harus pulang dan mandi bila waktu sudah menunjukkan ashar. Lalu pergi ke masjid untuk mengaji.

Begitu pula Ustadz Zaenal Arif, kepala SD Maarif. Ia mengimbau kepada anak-anak agar rajin mengaji dan tidak membolos. Selain itu, beliau juga meminta dan mengharap kepada para orang tua untuk mendorong dan mengawal anak-anaknya untuk mengaji.

Seakan menjawab permintaan dan pengharapan Ustadz Zaenal Arif, seorang warga yang diberi kesempatan untuk sambutan, Hamzah, mengatakan bahwa beliau akan selalu mengingatkan anak-anak bila waktu mengaji hampir tiba. Bahkan, akan memukul anak-anak yang masih bermain bila waktu mengaji sudah tiba, tapi mereka masih tetap bermain.

Karena madrasah ini baru pembukaan, Ketua Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Sorong Muhammad Yahya mengajak warga untuk mendukung semampunya. "Siapa tahu akan ada orang terhebat se-Sorong, se-Papua, se-Indonesia, atau sedunia yang berasal dari Malakabu Kokoda ini," ujarnya.

Sedangkan tokoh agama setempat, Abdul Ghani Tagate, menceritakan bagaimana sulitnya dirinya sekolah dan mengaji pada masa lalu. Ia harus berjalan kaki jauh terlebih dahulu untuk itu.

"Oleh karena itu, saya berharap agar kalian (anak-anak) memanfaatkan betul madrasah ini. Kalian (anak-anak) tak perlu menempuh jalan kaki yang jauh terlebih dahulu untuk bisa mengaji seperti saya. Saya berharap kalian (anak-anak) bisa lebih pintar dari saya," tutur pria yang pernah menjuarai MTQ se-Kabupaten Sorong itu.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Marfuah? (Sekertaris PC IPPNU Kabupaen Sorong), dan aktivis NU Ustadz Taufiq dan Ustadz Agus.

Acara? di tutup dengan doa dan? menyayikan lagu Indonesia Raya yang di pandu oleh Abdul Wahab. Sesuai dengan namanya, Madrasah Nigeiyah Ibadurrohman diharapkan memberi cahaya bagi warga sekitar, cahaya dunia dan cahaya akhirat dari Sang Maha Cahaya. Mereka saling berbagi kasih dengan sesama dengan cahaya-cahaya itu. Kasih yang bersumber dari Dia yang Maha Pengasih. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah RMI NU Tegal

Minggu, 03 September 2017

Hijrah: Sebuah Renungan

Oleh Muhammad Afiq Zahara

Imam al-Ghazali (1058-1111 M) dalam pendahuluan Tahâfut al-Falâsifah(Inkoherensi Para Filosof) mengutip perkataan Aristoteles (384-322 SM): “Aflathon shadîq wa al-haq shadîq, wa lakin al-haq ashdaqu minhu—Plato sangat berharga, kebenaran pun sangat berharga, tapi kebenaran jauh lebih berharga dari Plato.” (Abû Hâmid al-Ghazali, Tahâful al-Falâsifah, Kairo: Darul Ma’arif, 1972, hlm 76).

Hijrah: Sebuah Renungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah: Sebuah Renungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah: Sebuah Renungan

Sepanjang tahun pernahkan kita mengingat dosa-dosa kita, menyesalinya dan bersungguh-sungguh memohon ampunanNya? Sepanjang tahun pernahkan kita menyadari kenikmatan hidup kita, mensyukurinya dan berserah diri kepadaNya? Kita perlu melihat ke dalam diri kita sendiri, apakah kehadiran Sang Nabi yang membawa cahaya—min al-dhulumât ilâ al-nûr—benar-benar telah merubah diri kita yang dipenuhi kegelapan menjadi bercahaya. Jika belum, inilah saatnya, hijrah.

Dalam Islam, ada dua jenis hijrah: pertama, hijrah zahir (fisik), yaitu berpindah tempat tinggal, dan kedua, hijrah jiwa (spiritual), yaitu berpindahnya keadaan jiwa ke arah yang lebih baik. Mengenai hijrah jiwa (spiritual) yang menuju pada perbaikan diri, Rasulullah bersabda (H.R. Imam Bukhari): “Al-Muhâjir man hajara mâ naha Allahu ‘anhu—muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan segala laranganNya.”

Dari sudut pandang fisik, hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw adalah sebuah transisi di antara dua situasi, dari keadaan yang tidak aman dan lemah (Mekkah) menuju keadaan yang aman dan kuat (Madinah). Sedangkan dari sudut pandang spiritual, hijrah dipahami sebagai transisi dari keadaan lemah manusia atas dosa menjadi keadaan yang kuat dan terus berjuang untuk menghindarinya. Keadaan yang penuh dengan kelalaian menuju kesadaran spiritual yang sehat.

Proses pengembangan jiwa pun terus berlangsung, tidak berhenti sampai di situ. Sebagaimana kata Aristoteles di atas, meski Plato sangat berharga baginya, Ia tidak berhenti dan terus melakukan pencarian kebenaran. Katanya:“Kebenaran jauh lebih berharga dari Plato.” Bukan berarti Aristoteles tidak menghormati Plato, tapi baginya kebenaran masih terlampau luas untuk digali, dan Plato belum menggali semua kebenaran itu, sekedar buih dalam lautan jika dibandingkan.

RMI NU Tegal

Tidak berbeda dengan keadaan jiwa (state of soul). Dalam literatur tasawuf, ada istilah yang disebut dzunûb al-ahwâl (dosa keadaan jiwa). Menurut Syeikh Musthafa al-‘Arûsi (1798-1876 M) penyebab dosa keadaan jiwa adalah sifat-sifat buruk (madzmûm al-shifât) yang menyamarkan manusia dalam kebaikan, yaitu al-wuqûf ma’a istihsânihâ—berpuas diri dengan anggapan bahwa dirinya berada dalam kebaikan (Musthafa al-‘Arusi, Natâ’ij al-Afkar, Beirut: Darul Kutub, al-Ilmiyyah, 1971, juz 2, hlm 169). 

Dengan kata lain, mencukupkan diri dengan tidak melakukan observasi terhadap jiwanya, karena telah meyakini bahwa dirinya berada dalam kebenaran. Anggapan baik inilah yang membuat manusia berhenti untuk memperbaiki kualitas ibadahnya.

RMI NU Tegal

Maka dari itu,setiap hari atau minimal satu tahun sekali, kita harus memeriksa diri kita, melakukan observasi dan analisis diri, ‘Apakah kita masih sering lalai? Seberapa banyak dosa kecil yang kita perbuat? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat Tuhan? Seberapa banyak amal ibadah kita? Kenapa kita berhenti pada pencitraan baik ibadah kita? Kenapa kita tidak meningkatkan kualitasnya? Kenapa kita merasa cukup dengan kebaikan kita? Padahal, kebaikan tidak akan pernah habis diamalkan dan direnungkan.’

Benar, kita harus terus berproses menuju pada kebaikan, kapanpun waktunya dan dimanapun tempatnya. Kita tidak boleh puas dengan ibadah kita. Kita harus selalu meningkatkannya; dari menyembah karena takut siksaNya berubah menjadi cinta akan ridlaNya; dari menyembah karena mengharapkan pahalaNya berubah menjadi cinta akan diriNya.Wajar saja, apabila para ulama kita terdahulu karena keinginannya untuk terus meningkatkan kualitas ibadahnya, berdoa dengan cara yang unik. Imam Hârits bin Asad al-Muhâsibi (781-857 M) berkata:

? ? ?, ? ? ? ?, ? ?: ? ? ?

“Tidak pernah aku mengatakan: “Ya Allah aku memohon taubat kepada-Mu,” sebaliknya aku mengatakan: “(Ya Allah) aku memohon syahwat taubat kepada-Mu.” (Abdul Karim Hawazin al-Qusyairi, Risâlah al-Qusyairiyyah, hlm 183).

Dengan memohon syahwat dalam doanya, Ia tidak akan berhenti mengaktualisasikan dirinya. Taubatnya adalah perjalanan panjang laiknya hijrah yang dilakukan Nabi Saw dan para sahabatnya. Perjalanan menuju ke arah yang lebih baik setiap waktunya. Syahwat itulah yang membuat Imam Hârits al-Muhâsibi terus bernafsu mencintaiNya dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Shalatnya sekarang, berbeda pengalaman spiritualnya dengan shalatnya kemarin. Zikirnya besok, berbeda rasa spiritualnya dengan zikirnya sekarang.

Bagaimana dengan kita? Telah berapa kali kita mendengar adzan? Telah berapa kali kita bertemu dengan tahun baru Hijriah? Apakah kita pernah merenungkannya sejenak? Mengambil maknanya yang luhur? Dan, memperbaiki diri setiap kali melaluinya?

Ibadah kita masih sekedar takut akan siksaNya dan menginginkan surgaNya. Karenanya, kita disibukkan dengan meningkatkan kuantitasnya, bukan kualitasnya. Shalat yang seharusnya tanhâ ‘an al-fakhsya’ wa al-munkar (mencegah perbuatan keji dan munkar) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Banyak orang shalat, tapi masih berbuat jahat; korupsi, menggunjing, menghina, memfitnah dan seterusnya. Ibadah kita seakan pakaian baru di hari raya, tapi tidak membarukan jiwa kita.

Ketika melaksanakan shalat, kita tidak merasa bahwa kita sedang menyembahNya. Kita terjebak pada lingkaran rutinitas, aktifitas sehari-hari. Shalat telah menjadi kebiasaan hidup yang kering spiritualitas.Kita lalai untuk siapa shalat kita, hidup kita, mati kita dan ibadah kita.Kita perlu melihat kepada diri kita dan berhijrah dari kekeringan spiritual menuju kesuburan spiritual. Bukan berarti ibadah kita tidak ada nilai pahalanya, tidak. Namun, alangkah baiknya jika pahala itu bersanding lurus dengan perubahan diri yang baik.

Kita selalu menuntut Tuhan ketika semuanya tidak berjalan dengan baik. Kita merasa telah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Lalu, ‘kenapa Tuhan tidak menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan kita?’ Kita, dengan tanpa sadar, menggunakan persepsi bahwa ibadah seperti tabungan di bank, bisa diambil ketika kita membutuhkan. Karena itu, setiap kali ada masalah, kita akan menuntut Tuhan: “aku telah menjalankan perintahMu dan menjauhi laranganMu, kenapa Kau mengujiku dengan masalah seperti ini?”

Kita menggunakan teori kausalitas (sebab-akibat) dalam hubungan kita dengan Tuhan, take and give, harus saling menguntungkan. Kita tidak sadar bahwa Tuhan tidak butuh keuntungan dari kita. Segala perintah dan laranganNya adalah untuk kebaikan kita sendiri, bukan kebaikan Tuhan. Tuhan tidak akan rugi jika semua manusia tidak menyembahNya.

Karena itu, dalam momen penuh berkah ini, tahun baru Hijriah 1439, kita harus merenung dalam diam, menerawang ke dalam diri, membiaskan hikmah agungnya, kemudian melakukan intropeksi diri (muhâsabah). Kita pun harus melakukan penataan ulang kualitas-substantif ibadah-ibadah kita. Soren Kierkegaard (1813-1855 M) mengatakan: “Prayer does not change God, but it changes him who prays—ibadah tidak merubah Tuhan, tapi merubah manusia yang melakukannya.”

? ? ? ? ? * ? ? ? ?

“Tujuanku bukan surga yang dipenuhi kenikmatan.Sungguh, aku menginginkannya, bukan karena nikmat surgawinya, tetapi karena aku ingin berjumpa denganMu”

(Sa’id Harun ‘Asyur, Jawâhir al-Tashawwuf li al-‘Arif bi Allah al-Zâbid al-Wâ’idh Yahya bin Mu’âdz al-Razi, Iskandariyyah: Maktabah al-Adab, 2002, hlm 31)

Penulis adalah Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Hadits, Pendidikan RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock