Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki "Turun...!"

Jakarta, RMI NU Tegal. Habib Noval, Sekjen Pengurus Daerah (Pengda) Front Pembela Islam (FPI) diminta turun panggung saat memberikan ceramah agama di Graha Mahbub Djunaidi PB PMII (Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Jakarta, Senin (16/4) malam lalu. Ia diundang oleh Panitia Harlah PMII ke-52 tahun untuk memberikan nasihat di Pengajian Maulid Nabi SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke 52.

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki Turun...! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki Turun...! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki "Turun...!"

Noval adalah pembicara ketiga setelah Arif Mudatsir Mandan, ketua alumni PMII dan KH. Nuril Huda, seorang pendiri PMII di tahun 1960. Dalam ceramah agamanya, Noval berpesan agar para kader PMII turut partisipasi menegakkan syariat Islam. Untuk hal ini, kader PMII tampak setuju karena PMII adalah organisasi underbouw kemahasiswaan NU yang berhaluan Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah dan kesetiaan pada 4 pilar bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam ceramah panjangnya, Noval menyebut-nyebut sejumlah ideologi yang dianggapnya anti syariat Islam. Liberalisme menjadi dominan dalam isi ceramahnya. Ia membilang sejumlah orang yang dianggap antek liberal. Ulil Abshar Abdalla nama yang kerap disebut. “Kami siap membunuh mereka yang anti syariat,” tandas Noval dengan penuh emosi di atas panggung.

RMI NU Tegal

Malam semakin larut, ceramah masih kondusif. Suasana mulai berubah ketika Noval beralih ke nama lain. Gus Dur, sapaan hangat KH AbdurrahmanWahid, presiden ke-4, dikatakan telah menghina Islam. Gus Dur dinilainya telah melanggar undang-undang penistaan agama dengan opini bahwa Alquran adalah kitab porno.

Ceramah yang terlalu panjang dengan larutnya malam semakin tidak proporsional. Gus Dur yang di mata kader PMII sebagai teladan aktivis rakyat, mulai digambarkan Noval dengan sebutan yang tidak pantas. Dari setiap sudut dan jajaran depan, suara yang meminta Noval turun panggung diteriakkan.

RMI NU Tegal

Ceramah Noval dinilai tidak sesuai dengan nafas Harlah PMII ke-52 yang bertema ‘Kembalikan Kedaulatan ke Tangan Rakyat’. Bagi kader PMII, Gus Dur adalah aktivis yang memahami jiwa dan karakter rakyat. Karenanya, kader PMII tidak gampang saja menerima hasutan Noval.

Mendengar tuntutan untuk turun panggung, Noval tampak gugup. Di luar dugaan, orasinya mendapat reaksi yang luar biasa. Noval lalu mencoba mengatur diri dengan mengubah isi pembicaraan. Sebelum turun panggung, ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada PMII ke-52.

Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke-52 ini juga dihadiri oleh lebih dari 200 kader PMII. Posisi PB PMII di Salemba Tengah, persis di simpang tiga jalanan. Membeludaknya para hadirin yang mengitari panggung, mempersempit badan jalan. Namun begitu, arus lalu lintas tatap mengalir lancer atas bantuan sejumlah kader PMII dan pemuda setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nusantara, Lomba, Ulama RMI NU Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Safari Ramadhan, NU Depok Kunjungi Sebelas Kecamatan

Depok, RMI NU Tegal - Memasuki bulan suci Ramadan 1437 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok akan menggelar kegiatan Ramadhan yang tersebar di sebelas kecamatan di Depok. Keliling ini dilakukan dalam rangka membina warga NU dalam bidang keagamaan.

"Pengurus PCNU akan berkunjung ke kecamatan di mushalla atau masjid. Rangkaiannya dimulai dengan berbuka puasa, shalat tarawih bersama dan dilanjutkan dengan taushiyah dari para kiai NU," kata Rais Syuriyah NU Kota Depok KH Zainudin Maksum Ali.

Safari Ramadhan, NU Depok Kunjungi Sebelas Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, NU Depok Kunjungi Sebelas Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, NU Depok Kunjungi Sebelas Kecamatan

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Depok H Chaerul Anwar mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadhan dimulai sejak Kamis-Selasa (9-28/6) di sebelas kecamatan di Depok.

Menurutnya, langkah tersebut sangat positif mengingat sambutan dari masyarakat cukup antusias. Ia menambahkan, dalam Safari Ramadhan tersebut pihaknya juga sedikit memberikan bantuan kepada masjid dan marbot.

RMI NU Tegal

"Kita turun ke bawah sambil berdakwah di bulan suci Ramadhan. Ini juga bagian dari mencari keberkahan dan meramaikan masjid di bulan puasa," katanya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, dalam taushiyah nantinya para penceramah dari para mustasyar dan kiai NU. Mengenai materi, lanjutnya, pastinya juga berisi seputar keutamaan di bulan Ramadhan. Ia menambahkan, upaya ini juga bagian dari langkah konsolidasi organisasi dan pembinaan umat.

"Tentunya, dalam materi nanti juga menyebarkan tentang ajaran dan amalan di bulan Ramadhan sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah. Masyarakat butuh penyegaran rohani dan ini bagian dari tugas kami dalam memberikan pelayanan pada umat," harapnya. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Humor Islam, Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Pacitan, RMI NU Tegal. Pembacaan tahlil, maulidurrosul dan rotibul hadad mengawali rangkaian malam peringatan 1000 hari wafatnya ulama kharismatik asal Pondok Tremas, Al Magfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba’bud di Desa Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur, Selasa (21/5) malam lalu.

Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama’ dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan ? Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Acara dibuka dengan muqoddimah oleh KH Luqman Harist, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan yang mewakili sohibul bait sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para muhibbin dari berbagai daerah pada peringatan 1000 hari wafatanya cucu dari Simbah KH Dimyathi Abdulloh Bin Abdul Manan Dipomenggelo tersebut.

RMI NU Tegal

Gema sholawat dan senandung pujian kepada nabi Muhammad SAW dibacakan oleh ? muhibbin yang memenuhi halaman Kediaman Al Magfurlah KH Toyyib Hasan Ba’bud.

Acara tersebut juga diisi dengan mauidoh hasanah yang disampaikan oleh yang pertama KH Mamik dari Nganjuk yang menyampaikan tentang hikmah dari sebuah ayat Al-Qur’an tentang kasih sayang “Qul in kuntum tuhibbu-na Allaha fattabi ‘u-ni yuhbibkumullahu,“ atas cintanya Allah kepada baginda nabi Muhammad SAW.

RMI NU Tegal

Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya ? para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.

“Karena pewaris nabi adalah para ulama’ , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama’, karena ulama’ adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi,” katanya.

Peringatan 1000 hari digelar untuk mendo’akan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama’ sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.

Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba’bud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai

Probolinggo, RMI NU Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Dringu memunyai pemimpin baru yang akan melanjutkan gerakan pemuda NU. Hal ini menyusul terpilihnya Satimin secara aklamasi dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di desa Sumbersuko kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo, Ahad (16/8). Pertunjukkan Barongsai kemudian dipentaskan.

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai

Konferancab yang mengambil tema “Membangkitkan Semangat Perjuangan Dengan Islam Nusantara ini” ini dihadiri oleh Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis dan pengurus cabang lainnya, Ketua MWCNU Dringu Sugito serta seluruh Pengurus Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Dringu.

Usai terpilih Satimin langsung disambut dengan tarian Barongsai. Keberhasilan Satimin ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari seluruh Pimpinan Ranting (PR) untuk memimpin GP Ansor Dringu untuk lima tahun mendatang.

RMI NU Tegal

Dalam Konferancab GP Ansor Dringu yang digelar oleh pengurus demisioner periode 2010-2015 ini juga digelar tahlilan bersama yang dikhususkan kepada para pejuang Republik Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ke-70 RI.

Satimin berkomitmen melakukan penguatan organisasi dengan memperbaiki sistem kaderisasi dan mengembangkan potensi kader Ansor sehingga mampu memajukan GP Ansor di Dringu. “Kepercayaan para pengurus ranting ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang sangat besar untuk ditunaikan dengan baik,” katanya.

RMI NU Tegal

Sementara Muchlis mengapresiasi terpilihnya Satimin memimpin PAC GP Ansor Dringu. Dirinya berharap agar nakhoda baru ini bisa menyinergikan program kerja dengan GP Ansor Probolinggo sehingga program kerjanya bisa tepat guna dan tepat sasaran.

“Mudah-mudahan dengan adanya ketua baru, kepengurusan PAC GP Ansor Dringu bisa semakin solid dan kompak. Selain itu mampu menjalankan semua amanah konferensi yang fokus kepada peningkatan kualitas SDM kader dan pemberdayaan ekonomi,” harapnya.

Muchlis juga mengingatkan kepada para pengurus GP Ansor tentang sejarah yang terlupakan pada saat tentara sekutu datang ke Surabaya dan berperang melawan Tentara Hizbullah/Banser yang disebut sebagai Resolusi Jihad.

“Jangan pernah melupakan sejarah yang sangat membanggakan bagi kalangan pemuda Ansor. Jadikan sejarah itu bagian untuk memompa motivasi dalam mengisi pembangunan bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Doa RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Semarang, RMI NU Tegal. Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”

Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.

RMI NU Tegal

“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.

Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

RMI NU Tegal

Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.

“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Santri, Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar

Blitar, RMI NU Tegal. Guna menekan peredaraan produk tidak halal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar menggelar bazar dan pameran produk halal di halaman kantor Pemkab setempat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Jumat (1/7) hingga Ahad (3/6) besok.?

Ketua MUI Kabupaten Blitar KH. Zamrodji mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menekan peredaran produk non-halal di Kabupaten Blitar. Karena berdasarkan pantauan MUI, masih banyak produk makanan ataupun minuman yang beredar di Kabupaten Blitar tidak mencantumkan label halal. "Kebanyakan merupakan industri rumah tangga," jelas Zamrodji usai membuka acara bazar produk halal, kemaarin.

Produk yang ditampilkan dalam bazar ini semuanya halal, mulai dari makanan, jajanan dan produk olahan lainnya. Juga ada produk kerajinan seperti batik, aksesoris, hingga pakaian.

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Produk Tidak Halal, MUI Blitar Gelar Bazar

“Ini adalah kegiatan komisi ekonomi MUI Kabupaten Blitar yang sejak dulu sudah memberikan pembinaan kepada kelompok usaha kecil untuk memproduksi produk halal. Kelompok itulah yang mendesak kami untuk menggelar pameran untuk memasarkan produknya,” ungkap Zamrodji,yang juga mantan Ketua IPNU Blitar beberapa periode itu.

Agenda ini,lanjut Zamrodji ? baru pertama kali digelar, dan tahun depan direncanakan akan diselenggarakan lebih terencana dan matang dengan skala event yang lebih besar.

“Ada banyak isi acara yang tidak bisa kami laksanakan tahun ini karena mepetnya persiapan seperti seminar produk halal dengan mendatangkan narasumber. Kami ingin tahun depan itu ada, untuk memberikan ilmu mengolah produk halal dan pemasarannya,” tambah Zamroji.

RMI NU Tegal

”Dalam pameran ini ada banyak perusahaan yang ditolak menjadi peserta pameran karena produknya tidak halal seperti rokok,’’tandasnya.

RMI NU Tegal

Sejauh ini, kata Zamrodji, MUI terus aktif melakukan tinjauan ke lapangan terkait dengan peredaran produk halal. “Kami pantau tentang proses produksinya. Bahan yang digunakan itu apa, pembuatannya bagaimana. Ini dasar untuk menentukan makanan itu halal atau tidak,” terangnya.

Sementara Bupati Blitar Rijanto mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blitar dan menyediakan bahan panggan dan kebutuhan lebaran yang murah kepada masyarakat.

“Kegiatan ini akan sangat bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran Idul Fitri,” ungkap Rijanto.

Bupati menambahkan, Pemkab Blitar berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan bazar dan pameran produk halal dengan skala yang lebih besar. “Tahun depan kita buat yang lebih besar, untuk menggencarkan sosialisasi makanan halal kepada masyarakat,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, RMI NU, Lomba RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Oleh M. Rikza Chamami*



Islam Nusantara memang sudah menjadi kajian akademik dan tidak akan bisa diselesaikan dengan satu dua tahun mengupasnya. Apalagi membahas Islam Nusantara hanya dengan Seminar Nasional dan Bahtsul Masail yang hanya sehari. Ujung-ujung bisa jadi gagal paham dan akan lahir Islam Nusantara Garis Lurus (ISNUSGL).

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Seharian saya hanya menyimak obrolan di beberapa group diskusi tentang perkembangan Seminar Islam Nusantara di Universitas Negeri Malang (13/2/2016). Walaupun belum tahu apa hasil seminar itu, paling tidak dapat saya catat dua hal menarik.

Pertama, merespon dawuh Gus Najih Maimun yang ditulis oleh Gus Hamid Pati bahwa: Gus Najih "menerima" Islam Nusantara yang penting tidak ditunggangi liberal, Syiah dan aliran Sesat lainnya.

RMI NU Tegal

Dan kedua, respon Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berlebihan dengan provokasi satu Tuhan, satu Rasul, satu syariat Islam dan satu negara khilafah. Artinya mau menegaskan bahwa Islam Nusantara "dianggap" bukan Islam.

Bagi kalangan akademisi, baik di kampus atau di pesantren, perbedaan pendapat dalam ilmu adalah wajar. Bahkan menjadi vitamin dalam dialektika pengetahuan. Justeru tidak siap berbeda dalam ilmu adalah kegagalan berpengetahuan. Sebab ilmu adalah proses mencari kebenaran.

RMI NU Tegal

Saya beranggapan bahwa Islam Nusantara sudah tidak menarik diperbincangkan setelah Muktamar NU selesai. Ternyata anggapan itu salah besar. Nyatanya sampai sekarang diskusi Islam Nusantara masih marak di pojok kampus, pesantren, masjid, sekolah dan dunia maya.

Dan pasti diskusi itu tidak lepas dari pro dan kontra. Yang menjadi aneh adalah ketika mau membahas Islam Nusantara tetapi sudah dengan semangat "tidak setuju". Dan ketidaksetujuan itu dibawa sampai dengan menghakimi tanpa dengan melakukan tabayun, tashawwur dan tashdiq terlebih dahulu.

Dan dapat dibayangkan, hasil diskusinya akan gagal paham. Jadinya lahir generasi anti-Islam Nusantara yang dikemas dengan cara mengafirkan, meliberalkan, membidahkan dan lain-lain. Lahirlah Islam Garis Lurus yang menganggap pembahas atau kalangan peduli Islam Nusantara itu "Garis Bengkok".

Wajar. Sangat wajar karena membahas Islam Nusantara dengan metodologi yang tidak searah dan gagal paham. Tarikannya sudah beda kutub doktrin dan meluas pada tinjauan subjektif: siapa saya dan siapa kamu, jangan boleh sama dan harus berbeda.

Kalau saya ingin menyebut Islam Nusantara itu sangat sederhana, Islam Indonesia. Islamnya sama dengan orang Arab asli bawaan Nabi Muhammad dan amaliyah shahabat yang sudah diindonesiakan. Bukan berarti membuang kesunnahan dan merajut dengan keindonesiaan saja. Salah besar itu akhi dan ukhti. Belajar lagi ya akhi dan ukhti.

Islam Nusantara ibarat pisau dan batu akik. Pisau yang sudah tajam akan menjadi lebih tajam jika diasah dan sering dipakai (tidak hanya disimpan). Batu akik semakin diberi serbuk intan dan digosok akan menjadi lebih mengkilat dan berwibawa.

Agama itu perilaku. Islam juga perilaku. Bukan hanya sekadar teori syariah. Maka pisau dan akik itu sebagus apapun jika tidak dipakai tidak akan tampak ketajaman dan kemengkilapannya. Demikian juga Islam Nusantara.

Bagi yang tidak paham dunia perpisauan dan perakikan (batu mulia), maka akan gagal paham. Apa makna pisau dan apa saja jenis batu akik, perlu dipelajari. Kalau mau belajar akan paham intisari dari dua benda itu. Jangan ada penyalahan dahulu, sebelum? tahu dunia itu.

Maka untuk mau memahami Islam Nusantara itu minimal butuh empat persiapan mental dahulu. Empat hal ini bagi saya paten dan tidak boleh ditawar-tawar.

Pertama, pahami Islam secara kaffah dulu (iman, Islam dan ihsan). Jangan hanya paham Islam dari buku-buku terjemah atau website abal-abal yang isinya fitnah dan pengkafiran pihak yang beda. Islam kaffah itu materi keislaman yang hadir dari kitab turast dan belajar dengan Kyai atau guru agama bersanad.

Kedua, banyak belajar berjamiyyah (kumpul dengan orang). Agama yang dileburkan dengan orang banyak (seakidah) akan menjadi kuat. Dan jika agama didialogkan dengan lintas akidah akan semakin matang. Maka agama yang hanya didialogkan secara individu dan kelompoknya saja akan melahirkan radikalisme dan pengkafiran pihak yang beda.

Ketiga, selalu mengikuti perkembangan persoalan duniawiyah tanpa harus lupa persoalan akhirat. Keduanya perlu berjalan beriringan. Sehingga tidak hanya paham zaman Nabi, shahabat saja, tetapi paham era Islam Pasai, Wali Songo, Mataram hingga Islam era Jokowi.

Dan keempat, selalu berhusnudhan dalam beragam dengan pikiran yang dingin. Dalam bahasa kalangan ahlissunnah annahdliyah dikenalkan tasamuh, tawazun dan itidal. Jangan gampang emosi menghadapi hal yang baru. Kalimat bidah itu luas artinya tidak hanya dlalalah atau sesat semata.

Jangan pernah gagal memahami Islam Nusantara. Sebab kegagalan memahaminya akan banyak ditertawakan. Jika sudah tahu gagal paham, tanyakanlah pada yang paham. Jangan berpura-pura paham tapi isinya menjelek-jelekkan. Kalau mau tahu akik, tanya ke ahli akik agar semakin tahu nama-nama akik dan harga jual pasaran agar tidak tertipu.

Jika ingin tahu Islam Nusantara, maka hadirlah di forum-forum ilmiah pengusung Islam Nusantara dan silahkan berdiskusi terbuka. Jika tetap tidak mau, silahkan buka forum anti Islam Nusantara, tapi berikan informasi hasil ketidaksepakatan agar bisa dijawab secara ilmiah.

Islam Nusantara bukan agama baru dan bukan ahli bidah. Tapi tegas bahwa Islam Nusantara adalah pemahaman Islam berkebangsaan khas Indonesia dengan—meminjam istilah Ahmad Baso—PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945).

Saya beranggapan kuat bahwa kaum gagal paham Islam Nusantara adalah mereka yang anti PBNU dan ingin ada khilafah di Indonesia. Mimpi di siang bolong ya akhi dan ukhti. Mari kembalikan kecintaan kita pada agama Islam dan pengabdian kita pada NKRI harga mati dengan jaga persatuan bangsa. Jangan pernah mau Islam diadu domba.



* Mantan Pjs Ketua Umum PP IPNU dan Dosen UIN Walisongo
Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII

Jepara, RMI NU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Hadlirin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mempunyai cara untuk menguatkan kader-kadernya dengan Pelatihan Basis.

Kegiatan yang diikuti 40 peserta dilaksanakan di Gedung NU lantai 2, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jum’at-Ahad (27/2-1/3). Puluhan peserta itu hadir dari Jepara, Pati, Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Banyuwangi dan Surabaya.

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII

Selama pelatihan peserta mendapat materi Analisis Diri, Historis PMII dan Geologi Gerakan, Aswaja, Paradigma Gerakan, Islam Teologi Pembebasan, Feminisme, Studi Dasar Demokrasi, Kapitalisme, Developmentalisme, Teologi Pendidikan Kritis, Teori Dialektika, Pemikiran Madzhab Frankfrut, Teori Hegemoni dan Teori Kritik Sosial.

RMI NU Tegal

Ketua panitia Ardian Saiful Adnan mengatakan kegiatan yang bertajuk “Optimalisasi Gerakan PMII Melalui Basis Wacana” itu bertujuan untuk menguatkan basis ideologi dan wacana kader PMII.

RMI NU Tegal

Ainul Mahfudz, Ketua PMII Cabang Jepara menambahkan dirinya prihatin dengan krisis wacana dan ideologi kader. “Sehingga kegiatan ini sangat penting untuk penguatan ideologi aswaja serta wacana,” terangnya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut bermanfaat untuk organisasi, pribadi masing-masing dan wacana serta ideologi kader semakin berkualitas. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Humor Islam, Lomba RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, RMI NU Tegal. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

RMI NU Tegal

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Nahdlatul, Lomba RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Brebes,RMI NU Tegal. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu penghuni panti asuhan. Pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim.

“Kami ingin saling berbagai dan ingin meminta doa dari anak yatim,” tutur Kepala Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI di sela pemberian santunan, di aula Kantor Kemenag Brebes, Selasa (15/7/14).

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Menurut Imam, doa anak yatim sangat makbul. Untuk itu, dia berharap dari mereka agar segenap keluarga besar Kemenag Brebes mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, bisa bekerja dengan baik dan benar, mendapatkan rezeki yang melimpah dan halal. “Kami hanya berharap doa dari anak-anak yatim ini,” kata Imam.

RMI NU Tegal

Sebelumnya, para anak yatim diajak berbuka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah, mereka juga diajak berdiskusi dan menyampaikan taushiyah Ramadhan serta menjawab berbagai pertanyaan dari Kepala Kemenag, Kasubag TU dan para Kepala Seksi. “Bagi yang bertanya dan berani tampil kami beri hadiah,” tutur H Makmur MPdI selaku panitia penyelenggara.

RMI NU Tegal

Santunan diberikan kepada 100 anak yatim menghuni panti asuhan Putra Muslimat Kauman Brebes, panti asuhan Muhammadiyah Pasarbatang dan panti asuhan Darul Nadlonal Gamprit Brebes. “Meskipun besarnya santunan kecil, tapi mudah-mudahan bernilai tinggi sebagai bentuk kepedulian kami,” tambah Makmur.

Ahmad, salah seorang penghuni panti merasa gembira mendapatkan santunan dari Kemenag. Karena perhatian dari instansi menjelang hari raya dan tahun pelajaran baru sangat meringankan beban dirinya. “Ya, Alhamdulillah bisa buat beli buku baru,” tuturnya.

Selain pemberian santunan, Kemenag juga memberikan bantuan Al-Qur’an, ruku, sarung, mukena untuk 34 masjid di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Pemberian bantuan diserahkan pada saat Safari Ramadhan bersama Bupati Brebes dan Forkompinda. “Minimal, di masjid tersebut tersedia Al-Qur’an, sarung dan mukena untuk memfasilitasi para musafir yang hendak beribadah shalat,” terangnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Lomba RMI NU Tegal

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Bojonegoro, RMI NU Tegal - Banyak orang memandang sebelah mata sampah keluarga maupun barang-barang bekas lainnya. Namun Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah-sampah agar menjadi bernilai jual.

Hal itu dilakukan melalui diskusi rutin Obrolan Bareng Ansor (Obor) di masjid Al-Muttaqin Dusun Bendo Desa Katur Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jumat (1/4). Dengan mengangkat tema Pengelolaan Sampah Untuk kesadaran Lingkungan dan Perekonomian umat, GP Ansor Gayam menghadirkan praktisi Bank Sampah Samsul Hadi sebagai narasumber.

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Samsul Hadi menjelaskan, mengelola lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan cara mengelola sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sampah yang tidak terkelola juga menjadi pemicu banjir dan dampak buruk lainya.

"Mari kita kelola sampah yang ada ini menjadi sesuatu yang produktif. Supaya lingkungan kita sehat dan sampahnya sendiri akan memiliki sesuatu yang produktif," ajaknya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Untuk menguatkan, ia memberikan contoh, selama ini sampah telah menjadi bisnis tetapnya. Dari situ ia mendapatkan uang hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, dari usaha yang ditempuhnya selama dua tahun tersebut saat ini ia telah memiliki aset berupa sejumlah kendaraan.

Diharapkan, pemuda Ansor dan masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam turut mengelola sampah dengan bijak. Selain membentuk masyarakat yang cinta terhadap lingkungan, kelola sampah mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi.

"Harapan kami diskusi ini dapat ditindak lanjuti dengan aksi yang nyata oleh sahabat-sahabat Ansor," harapnya.

Ketua GP Ansor Gayam Nur Chamid menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti diskusi ini dengan melakukan pengelolaan sampah yang ada di masyarakat. Apalagi, Ansor memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang nantinya bisa menjadi lembaga yang mengoordinasi pengelolaan sampah tersebut.

"Nantinya KSU yang akan membeli sampah dari masyarakat serta mendistribusikan ke pembeli yang lebih besar," tandasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Kyai, Lomba RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM

Jombang, RMI NU Tegal. Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar dan bensin dipastikan tidak mengurangi apalagi menggagalkan sejumlah rencana pada perhelatan perkemahan tingkat nasional ini.

Kepastian ini disampaikan ketua panitia pelaksana daerah Perkemahan Wirakarya Pramuka LP Maarif NU Nasional atau Perwimanas Mohammad Ali Musthofa kepada RMI NU Tegal (21/6). Musthofa menandaskan bahwa kalaupun sejak semalam harga BBM (bahan bakar minyak) naik, namun seluruh acara yang telah dirancang tidak akan mengalami perubahan.

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM

“Beberapa kebutuhan telah kami antisipasi sejak awal,” katanya di area perkemahan, Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang. Kebutuhan yang sejak awal telah diingatkan adalah tiket keberangkatan serta kepulangan baik yang menggunakan jasa kereta api, pesawat terbang hingga kapal laut.

RMI NU Tegal

“Jauh-jauh hari para peserta sudah melakukan pembelian tiket sehingga kenaikan harga saat BBM naik tidak kena imbasnya,” tandasnya. Booking tiket tersebut juga akan memudahkan koordinasi dengan panitia yang akan melakukan penjemputan sesuai media transportasi yang digunakan.

Di antara komitmen panitia adalah melakukan penjemputan bagi peserta dari seluruh tanah air yang turun di sejumlah terminal, bandara, stasiun serta dermaga. “Dengan kepastian armada yang digunakan, maka ini juga akan membantu tugas panitia untuk menjemput kontingen Perwimanas,” kata Sunan Fanani, Sekretaris PW LP Maarif NU Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Lebih lanjut Fanani menjelaskan, seluruh mata rangkai acara Perwimanas akan sesuai rencana awal. “Berbagai agenda yang telah kami wartakan kepada media, tidak akan ada perubahan. Demikian juga pelayanan kepada peserta yang berjumlah empat ribu orang, juga akan dilayani dengan penuh perhatian dan seksama,” kata Fanani yang juga dosen Fakultas Ekonomi Syariah Unair Surabaya ini.?

Namun, Fanani tidak menampik bahwa akan ada beberapa pembengkakan pembiyaan ketika harga BBM benar-benar naik minggu depan. “Namun kami berkomitmen bahwa kenaikan BBM itu jangan sampai mengurangi sejumlah kegiatan yang telah dirancang dengan baik. Justru kami memandang bahwa kenaikan harga BBM akan menjadi bagian dari ujian untuk kian memperkukuh soliditas para pegiat Maarif di semua tingkatan,” tandasnya.? ?

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Sejarah, Lomba RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Mataram, RMI NU Tegal

Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Sukman menerangkan, dakwah adalah sesuatu yang sangat diperlukan sekali di wilayah Bumi Cenderawasih Papua mengingat Islam adalah minoritas di sana. 

“Ini adalah daerah yang sangat membutuhkan dakwah,” katanya di sela-sela acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Ia berharap, dakwah NU di wilayah Papua Barat akan semakin masif sehingga memiliki dampak yang besar. Salah satu cara untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah di sana adalah dengan melalui pendidikan. 

Sukman mengaku sangat mendukung apabila Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendirikan perguruan tinggi NU di sana. Ia menuturkan, di Kabupaten Sorong ada tanah tiga hektar yang siap untuk dibangun di atasnya Universitas NU. Ia berharap, baik Pengurus Cabang Kabupaten Sorong ataupun PBNU merespon baik gagasan ini sehingga perguruan tinggi NU bisa segera berdiri di sana.

“Saya melihat di Kabupaten Sorong ada Universitas NU karena di situ daerah Islam transmigran,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Ia mengunkapkan, semangat masyarakat Papua Barat untuk melanjutkan pendidikan ke universitas cukup tinggi. Ini juga menjadi argumentasi mengapa perguruan tinggi NU harus dibangun di Indonesia bagian timur tersebut. 

Selain itu, ia juga berharap, PBNU memberikan perhatian lebih kepada pengurus wilayah, terutama di wilayah dimana Islam menjadi minoritas, sehingga pengurus wilayah tersebut merasa mendapatkan dukungan dan memperoleh semangat untuk menjalankan program-programnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Pesantren RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Waykanan, RMI NU Tegal. Pada diklatsar dan PKD di Blambangan Umpu, Selasa (25/4), Gerakan Pemuda Ansor Waykanan menandatangani sembilan sikapnya menghadapi pemilu April mendatang. Sembilan poin ini menjadi pedoman politik kader GP Ansor dan Banser Waykanan.

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Dalam Sembilan poin itu, GP Ansor Waykanan menyatakan, memegang teguh Khittah NU 1926, mengajak warga menciptakan perdamaian, mengawal dan mewujudkan Pemilu damai 2014, ? menjamin kebebasan hak asasi setiap anggota untuk menggunakan hak pilih sesuai kehendak hati, tidak memihak calon atau partai peserta Pemilu 2014.

Kecuali itu, GP Ansor Waykanan mengimbau kader dan warga menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2014, mengharapkan kadernya untuk menjadi pemilih cerdas, memilih caleg berdasarkan rekam jejak dan kapasitasnya, mengimbau warga menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI, dan mengimbau kader dan warga menolak politik uang demi menciptakan Pemilu 2014 yang bersih.

RMI NU Tegal

Ketua PC GP Ansor Waykanan mengatakan, “GP Ansor sebagai elemen kepemudaan perlu terlibat konkret dalam Pemilu ini, sebagai bagian pengawalan jalannya demokrasi di NKRI.”

Sembilan sikap ini merupakan nota kesepahaman antara GP Ansor dan KPU Waykanan di pesantren Roudhotul Mutaqin. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Lomba, RMI NU RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Blitar, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Blitar, terus berusaha agar pelajar di wilayahnya terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Melalui lembaga pendidikan, para pelajar NU tersebut melakukan pendampingan dan penyuluhan betapa pentingnya menghindari pengaruh narkoba. Khususnya ke lembaga-lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama. Selain itu IPNU juga melakukan kerjasama dengan Pengurus Granat (Gerakan Anti Narkoba)Kabupaten dan Kota Blitar.?

“Kami selalu memberikan pendampingi kepada para pelajar.Khususnya di lingkungan sekolah Ma’arif dan sekolah di lingkungan Kemenag," ujar Rijal Camelta Ghozwan, pengurus PC IPNU Kab Blitar, Senin (8/8).

Untuk memudahkan pendampingan, ungkap Rijal di beberapa sekolah tersebut didirikan organisasi IPNU dan IPPNU. Dengan begitu, dapat memudahkan koordinasi dalam pendampingan dan pembinaan.

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba

“Kami selalu memberikan pendampingan melalui kegiatan positif kepada para siswa dan siswi di sekolahan tersebut," katanya.

Selain itu juga membuat edaran-edaran yang berisi tentang bahaya narkoba.Tidak jarang juga memberikan penjelasan melalui radio-radio dan televisi yang konsen terhadap ? bahayanya peredaran narkoba.”Dialog-dialog di radio dan tv juga selalu kami lakukan. Mengingat bahayanya narkoba," ungkapnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, masalah narkoba dikalangan pelajar sesunguhnya identik dengan krisis multidimensional yang sedang melanda bangsa Indonesia dan derasnya arus informasi yang berdampak luas pada perubahan perilaku dan pemikiran seseorang. Menjamurnya media elektronik khususnya media sosial sangat berpengaruh kuat terhadap pola perkembangan dan kehidupan pelajar zaman sekarang.

“Dengan kondisi itu orang tua harus melakukan kontrol ketika anaknya betah dalam kamar mengoprasikan internet selama 3-5 jam, apakah mereka benar-benar belajar atau justru membuka lembaran internet yang memberi pengetahuan negatif khususnya dalam hal narkoba.Karena melalui media itu akan ? memicu rasa ingin tahu dan penasaran tentang narkoba," ungkapnya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar jumlah sekolah SMP, SMA berjumlah 226 sekolah dengan jumlah murid 71.836. Dari jumlah itu belum semua bisa diajak kerjasama.”Kami bisa bekerja sama hanya dengan sekolah-sekolah di lingkungan Kemenag dan LP Ma’arif NU,’’ terangnya.

Pendapat senada juga disampaikan pengurus Granat ? (Gerakan Anti Narkotika) Kabupaten dan Kota Blitar, Joko Nurbatin. Menurutnya ada berbagai dalih yang awalnya memotivasi kenapa pelajar terlibat Narkoba. Mulanya mulai iseng, tren, atau sekedar ingin mecoba (the experience seekers). Mereka tertarik ingin memiliki pengalaman baru.

RMI NU Tegal

“Granat sendiri memiliki keterbatasan untuk menjangkau lembaga pendidikan. Maka dari itu Granat mengajak bekerja sama dengan komunitas pelajar khususnya PC IPNU Kabupaten Blitar, sehingga bisa memantau kondisi pelajar saat ini," kata Joko.(Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Makam, Lomba RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Syaban Jalan Menuju Puncak

Iitulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?. ? ?-

? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?.

Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaban Jalan Menuju Puncak

Faya Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama menjaga kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya dengan penuh kesadaran dan keinsyafan.

Karena hanya dengan taqwalah jalan kita mendekati Allah swt. mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat, seperti yang difirmankan Allah dalam yunus 63-64

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa * Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

RMI NU Tegal

Hadirin Kaum Muslimin yang Dirahmati Allah

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua masih menikmati indahnya bulan sya’ban. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Secara bahasa kata “Sya’ban” mempunyai arti “berkelompok”. Nama ini disesuaikan dengan tradisi bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu). Sya’ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Rasulullah Saw. selain bulan yang empat, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Salah satu pemuliaan Rasulullah Saw. terhadap bulan Syaban ini adalah beliau banyak berpuasa pada bulan ini.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasai dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah menyatakan, Usamah berkata pada Rasululllah Saw., Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan itu (Sya‘ban) berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”. ( HR. an-Nasa’i)

Hadirin Kaum Muslimin yang Budiman

Oleh karena itu, marilah di awal bulan Syaban ini kita perkokoh keimanan dan ketaqwaan kita. Mumpung masih ada waktu, mumpung ada bulan Sya’ban yang penuh dengan keutamaan dan keistimewaan. Mungkin itulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

Meniti perjalanan menuju puncak bukanlah hal yang mudah. Minimal memerlukan persiapan-persiapan yang terkadang sangat melelahkan dan menguras energy. Ingatlah pekerjaan mendaki gunung yang mengharuskan berbagai macam pelatihan. Begitu pula meniti puncak di bulan Sya’ban tentunya pendakian itu mengharuskan kesungguhan hati dan niat yang suci karena mendaki adalah usaha menuju yang lebih tinggi yang harus dilalui dengan sedikit susah dan payah. Kepayahan itu akan terasa ketika kita memilih berpuasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk pendakian menuju puncak.

Rasulullah saw bersabda bahwa bulan ini dinamakan Sya’ban karena berhamburan kebajikan di dalamnya. Barang siapa berpuasa tiga hari di awal bulan Sya’ban, tiga hari di pertengahannya dan tiga hari di akhirnya. Maka niscaya Allah tulis untuk orang itu pahala tujuh puluh orang nabi, dan seperti ibadah tujuh puluh tahun, dan jiakalau orang itu meninggal pada tahun ini akan diberikan preikat mati syahid.

? Ma’asyiral Mu’minin Rahimakumullah

Pendakian menuju puncak di bulan Sya’ban ini juga dapat dilakukan dengan cara banyak beristigfar dan meminta ampun atas segala dosa yang? telah kita lakukan di bulan-bulan sebelumnya. Baik dosa yang kita lakukan dalam bentuk tindakan dan kelakukan yang kasat mata maupun dosa yang adanya di dalam hati dan tidak kasat mata, dan justru dosa terakhir inilah yang terkadang lebih menumpuk di bandingkan dosa kelakukan. Ujub, sum’ah, takabbur dan lain sebagainya;

Coba kita dalami an-Nahl ayat 78:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

Bukankah ayat tersebut seolah mewajibkan manusia agar selalu insyaf dan sadar bahwasannya berbagai kedudukan kita di dunia ini, jabatan, kekuatan, kekayaan, kegagahan, kepandaian dan semuanya adalah pemberian Allah swt, dan manusia pada awalnya tidak mengerti sesuatu apa.

karenanya, jika terbersit dalam hati kita sebagai manusia akan kepamilikan dan ke-Aku-an sadarlah bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan dosa. Apalagi jikalau perasaan itu disertai dengan kesengajaan menafikan Allah swt. maka segralah bertaubat. Allah sendiri mengancam orang-orang seperti ini dalam surat Thaha ayat 124:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."?

Dengan? demikian, Ma’asyiral Muslimin

Wajiblah setiap manusia itu selalu bersujud dan berbakti kepada Allah swt. setiap saat, setiap waktu, semakin berpangkat, semakin pandai, semakin kaya, semakin berada, maka sujudnya harus semakin dalam dan penuh makna.

Sebagai penghujung khutbah ini, marilah di waktu yang istimewa ini di bulan Sy’aban yang penuh fadhilah ini, kita mendaki bersama dengan menjalankan berbagai amal shaleh dan meminta pengampunan dan magfirah-Nya, sehingga kita akan sampai dipuncak nanti sebagi insan yang siap menjalankan keinsaniyahannya di depan Sang Khaliq

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Red. Uli H

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Lomba, Tegal RMI NU Tegal

Selasa, 28 November 2017

Pesantren dan Ormas Bertanggung Jawab Sebar Pesan Perdamaian

Lebak, RMI NU Tegal. Ahmad Suaedy dari Abdurrahman Wahid Center (AWC) mengatakan, pesantren dan ormas memiliki tanggung jawab mengembangkan pesan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? untuk mewujudkan keadilan.

Pesantren dan Ormas Bertanggung Jawab Sebar Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Ormas Bertanggung Jawab Sebar Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Ormas Bertanggung Jawab Sebar Pesan Perdamaian

“Karena perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” katanya mengutip petuah Gus Dur, dalam Workshop Duta Perdamaian yang digelar Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Lebak, Banten, bekerja sama dengan AWC Jakarta.

Ia berharap, peserta lokakarya senantiasa membangun jaringan dengan pemerintah untuk bersinergi melaksanakan kegiatan ini secara lebih luas dan lintas agama, ras, suku dan budaya. “Penting juga mengidentifikasi daerah rawan konflik dengan resolusi untuk Banten yang berkeadaban dan damai,” terangnya.

RMI NU Tegal

Pentingnya menjaga toleransi dan perdamaian antara umat beragama ditegaskan oleh Ketua Rais Syuriah PCNU Lebak KH. Moch. Mas’ud. “Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling kenal-mengenal. Menghormati perbedaan agama, suku, ras dan budaya itu sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW,” jelasnya seraya mengutip? Qs. al-Hujurat: 11.

“Islam itu agama rahmatan lil alamin yang berlaku bagi semesta alam, tidak terkecuali manusia dengan latar belakang agama apapun, dari suku dan adat? manapun, serta? tumbuhan dan hewan sekalipun. Menjaga perdamaian itu penting bagi keutuhan NKRI,” jelasnya lagi.

RMI NU Tegal

Workshop ini juga diisi penyampaikan materi penting terkait toleransi dan perdamaian. Salah satu pengurus PWNU Banten, Dr. KH. Amas Tadjudin didaulat menyampaikan tema Pesantren-NU, Tantangan? Toleransi dan Pemetaan Wilayah Konflik di Banten. Dalam uraiannya, kiai muda yang enerjik ini menyatakan, pesantren dan NU memiliki peranan yang cukup besar dalam mewujudkan perdamaian.

“Melalaui sejarah perjuangan kemerdekaan di antaranya yang melibatkan para kiai dan? santri yang menghantarkan ke gerbang kemerdekaan RI,” jelasnya.

Kiai Amas yang juga aktif di BNPT Banten mengakui, Banten termasuk daerah rawan konflik, teroris dan radikalisme. Buktinya, kata beliau, terjadinya Cikesik, pengerusakan Masjid Ahmadiyah, isu teroris di Bojonegara, Menes, dan Sajira. Bahkan ada yang terindikasi pergi ke Suriah gabung dengan kelompok ISIS di sana.

“Untuk itu, diharapkan peran serta ulama dan tokoh masyarakat untuk meredam konflik di internal masing masing daerah dengan cara membangun dialog kebangsaan,” harapnya. ?

Pemateri lain yang juga hadir adalah Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Propinsi Banten, Dra. A. Dolfina Nopelis, MM. Tema yang disampaikan Membangun Jaringan Perdamaian dan? Merawat Kebhinekaan dalam? ? Bingkai NKRI.

“Peran pemerintah itu membina dan? memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menumbuhkembangkan keharmonisan hubungan antar warga dan koordinasi dengan lintas agama, ras, suku dan budaya,” katanya.

Permasalahan yang kerap muncul, jelasnya, itu terjadi karena hilangnya jati diri. “Seperti berkurangnya nilai-nilai interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, dekadensi moral karena pengaruh budaya asing maupun pergaulan bebas sehingga mengakibatkan kurang tumbuhnya rasa kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Pimred RMI NU Tegal, Safi’ Alielha menyampaikan tema Pesantren, Sosmed dan Gerakan Islam Nusantara. Aktivis muda NU ini menyatakan pentingnya peran media dalam perubahan dan pembentukan opini masyarakat.

“Media mempunyai kekuatan yang dahsyat di masyarakat karena sebagai pengendali pikiran manusia. Maka NU dan Pesantren diharapkan memanfaatkan jaringan sosial media untuk kepentingan dakwah dan informasi yang bersifat edukasi baik di bidang agama maupun pengetahuan umum,” jelasnya.

Sedang Ira Novita yang menyampaikan tema Membangun Jaringan Sosmed di Pesantren dan Anak Muda di Banten, mengharapkan pesantren dan anak muda bisa memanfaatkan jaringan sosmed sebagai media interaksi sosial dan eksistensi informasi yang saling menguntungkan.

Workshop Duta Perdamaian berlangsung 2-3 Oktober 2015 di Hotel Kharisma Lebak, dan dihadiri 35 peserta dari berbagai latar belakang aktivisme: tokoh agama, aktivis sosial, aktivis media dan sebagainya.

Ketua Fatayat NU Lebak yang juga ketua panitia pelaksana, Siti Nurasiah, menjelaskan, workshop toleransi dan perdamaian ini digelar sebagai kelanjutan kegiatan yang sama pada Agustus 2015 lalu, di Pusat Kajian Jepang Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, yang diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai kalangan di seluruh wilayah Indonesia. ?

“Kegiatan ini dilanjutkan di Lebak dengan menghadirkan peserta dari beberapa kabupaten dan kota, seperti Cilegon, Tangerang, Pandeglang, Serang dan Lebak. Mereka berlatar belakang ormas, tokoh agama, pesantren serta akademisi,” jelasnya. (Nurul H. Maarif/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Demak, RMI NU Tegal. Dalam rangka mengembangkan dan menggali potensi desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus menggiatkan berbagai kegiatan untuk mempromosikan potensi yang ada di desa. Bahkan, Kementerian yang baru lahir di masa pemerintahan Jokowi tersebut sudah membangun kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa agar dikenal dunia.

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dihadapan ratusan kepala desa saat membuka acara Pameran Potensi Desa di Kabupaten Demak, Jumat (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Marwan meminta kepada para kepala desa untuk berlomba-lomba mengembangkan dan menggali potensi desa. "Tentu harus dikedepankan dan ditumbuh kembangkan. Saya berharap potensi desa bisa kita pasarkan melalui teknologi," ujar Marwan dalam rilisnya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Marwan menjelaskan, pemerintah pusat sudah melakukan kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa. "Mudah-mudah kerjasama kementerian desa dengan Facebook bisa berjalan baik. Karena memasarkan potensi desa dengan berbasis teknologi bisa lebih cepat untuk dikenal," imbuhnya.

Marwan menjelaskan pemerintah Indonesia sudah berkunjung ke Silicon Valley kantor pusat Facebook di Amerika Serikat. Dari pertemuan tersebut, imbuh Marwan, Facebook sudah siap untuk membantu pemasaran potensi desa yang sudah mempunyai UKM.

RMI NU Tegal

"Kemarin kita sudah ketemu, tinggal di matangkan dan menggali potensi apa saja yang akan di pasarkan," papar Marwan.

Tentunya, proses kerjasama dengan Facebook nantinya ada beberapa desa yang akan dijadikan pilot project untuk kerjasama dengan Facebook. "Pilot projectnya nanti desa-desa yang sudah siap dulu dan desa yang sudah ada infrastruktur pendukung. Ini desa-desa yang sudah maju dulu, rata-rata ada jawa, bali, sebagian sumatera nanti akan kita pilihi, targetnya tahun depan sudah mulai," imbuhnya.

Oleh karena itu, Marwan menegaskan pentingnya pameran potensi desa yang diselenggarakan di Kabupaten Demak ini sebagai stimulus untuk mengembangkan berbagai potensi desa secara nasional.

"Karena UMKM Desa ini memiliki peran penting penting untuk menumbuhkan potensi desa dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa," imbuhnya.

Dengan adanya pameran potensi desa, Marwan berharap semangat masyarakat desa untuk mengembangkan dan menggali potensi yang ada semakin besar.

"Pameran potensi desa yang kelima ini diharapkan bisa menjadi semangat bagi masyarakat desa untuk menggali dan memasarkan potensi desa yang ada," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Hadits RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

Kendal, RMI NU Tegal. Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal Shuniyya Ruhama menyatakan, Pancasila bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) sudah jelas namun demikian merupakan tanggung jawab seluruh anak negeri.

"Tanggal 1 Oktober biasa diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Asal mula peringatan hari tersebut adalah ketika Pancasila berhasil diselamatkan dari kelompok dan golongan yang hendak mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Dalam hal ini, waktu itu adalah komunis," ujar Shuniyya,  di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (3/10).

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

Ia melanjutkan, keabsahan Pancasila sebagai sebuah dasar negara merupakan harga mati. Sudah terbukti dengan pernyataan langsung dari para tokoh NU yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas keilmuan dan ketinggian khidmahnya untuk bangsa Indonesia.

RMI NU Tegal

Yang Mulia Simbah Kiai Haji Bisri Syansuri, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Jombang, pendiri NU, sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmah 1971-1980, memberikan pernyataan: "Sekarang saya sudah mengerti apa itu Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, orang Islam, orang NU, yang anti Pancasila berarti ia anti padaku."

RMI NU Tegal

"Tak kalah berkharismanya, Yang Mulia Simbah Wali Kiai Haji Raden Asad Syamsul Arifin Situbondo terang-terangan dhawuh (bertitah): " Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia, harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap dipertahankan dan dijaga kelestariannya."

Dan tak ketinggalan Yang Mulia Simbah Kiai Haji Ahmad Shiddiq, sesepuh Majlis Dzikrul Ghofilin sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmat 1984-1991 dengan lemah lembutnya bertitah: " Ibarat makanan, Pancasila yang sudah kita kunyah selama 36 tahun kok sekarang dipersoalkan halal haramnya."

Karena itu, demikian Shuniyya melanjutkan, dari sini jelaslah, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang wajib dipertahankan oleh seluruh anak negeri.

"Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, kita wajib waspada dengan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dari segala penjuru. Baik bahaya laten maupun manifestasinya. Baik dari arus kanan maupun arus kiri, baik dari barat maupun timur. Entah itu komunis, kapitalis, liberal, takfiri wahabiserta ideologi apapun yang hendak meruntuhkan kejayaan negeri ini. Pancasila Sakti, NKRI Harga Mati," ujar dia lagi. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Pendidikan RMI NU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Wapres JK dan Rais Aam PBNU Tutup Kongres Muslimat NU Hari Ini

Jakarta, RMI NU Tegal. Perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap akhir. Setelah menyatakan Hj Khofifah Indar Parawansa terpilih kembali secara aklamasi, kongres akan ditutup oleh Wapres RI Jusuf Kalla dan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Sabtu (26/11) pukul 14.00 WIB di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Wapres JK dan Rais Aam PBNU Tutup Kongres Muslimat NU Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK dan Rais Aam PBNU Tutup Kongres Muslimat NU Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK dan Rais Aam PBNU Tutup Kongres Muslimat NU Hari Ini

Kehadiran Wapres JK telah dikonfirmasi oleh Ketua OC Kongres Ke-17 Muslimat NU Hj Mursyidah Tahir kepada RMI NU Tegal, Sabtu (26/11) di arena kongres.?

“Wapres JK telah mengonfimrasi untuk menutup kongres hari ini,” tegas Mursyidah.

Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 ini sebelumnya dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH said Aqil Siroj, Kamis (24/11).?

Pesta demokrasi lima tahunan ibu-ibu Muslimat NU ini juga menghadirkan beberapa Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, dan para ulama untuk mengisi materi kongres.

RMI NU Tegal

Berbagai isu strategis dan penting terkait dengan problem-problem kebangsaan, sosial, dan agama dibahas sebagai bahan Muslimat NU untuk merancang berbagai program.

Dalam gelaran kongres kali ini, juga diluncurkan buku berjudul “70 Tahun Muslimat NU: Kiprah dan Karya Perempuan Indonesia” yang ditulis oleh Dr Hj Sri Mulyati, salah satu jajaran Ketua PP Muslimat NU.

Kongres ke-17 Muslimat NU ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan diri dalam upaya kerja-kerja nyata dan mengabdikan diri untuk bangsa di bidang pendidikan, ekonomi, agama, dakwah, kesehatan, dan peran perempuan Indonesia.?

RMI NU Tegal

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Halaqoh RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock