Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Inilah Harapan PCNU pada Bupati Pringsewu Mendatang

Pringsewu, RMI NU Tegal

Pringsewu akan memilih bupati dan wakil bupati pada Februari 2017 untuk mengemban amanat memimpin dan membangun Pringsewu 5 tahun ke depan. Warga di Kabupaten Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini berharap besar bupati terpilih nanti dapat melanjutkan kebijakan yang telah ditetapkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMP).

Inilah Harapan PCNU pada Bupati Pringsewu Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Harapan PCNU pada Bupati Pringsewu Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Harapan PCNU pada Bupati Pringsewu Mendatang

"Harapan terhadap bupati terpilih nantinya agar dapat meneruskan dan melanjutkan program jangka panjang yang sudah direncanakan pada periode sebelumnya. Hal ini juga dimaksudkan agar anggaran yang sudah dikeluarkan untuk menata Pringsewu dari awal tidak sia sia," kata Wakil Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H Hambali saat ditanya harapannya kepada bupati periode 2017-2022 mendatang, Sabtu (30/4).

H Hambali yang juga ketua Mejelis Ulama Indnesia (MUI) Kabupaten Pringsewu ini menambahkan bahwa Kebijakan baru yang diambil haruslah berpatokan pada blueprint pembangunan Pringsewu yang sudah disepakati antara legislatif dan eksekutif.

RMI NU Tegal

Selain itu, dalam memimpin Kabupaten Pringsewu 5 tahun mendatang, ia berharap bupati dan wakil bupati terpilih dapat membangun Pringsewu di segala bidang sesuai dengan potensi sumber daya yang ada. "Pembangunan di bidang SDM dan moral warga serta aparat pemerintahan juga lebih diutamakan. Jika sumber daya manusia yang ada baik, maka pembangunan yang dilaksanakan pun akan baik dan berkualitas," tegasnya.

Selain SDM, lanjutnya, pembangunan ekonomi, pendidikan dan fisik juga harus ditingkatkan khususnya pembangunan sarana transportasi berupa jalan. "Koordinasi dari segala pihak yang terkait dalam pembangunan jalan harus dibangun dengan baik sehingga jalan yang berkaulitas akan dapat direalisasikan," himbaunya.

RMI NU Tegal

Ditanya mengenai model pembangunan yang cocok untuk dikembangkan di Pringsewu, Ia menjawab bahwa model pembangunan yang berkelanjutan dan terpadu sangat cocok digunakan di Pringsewu. "Sebagai Kabupaten yang sangat potensial di berbagai bidang, pembangunan di Pringsewu sebaiknya juga menggunakan model terpadu. Artinya segala potensi dapat diolah sedemikian rupa untuk kesejahteraan warga masyarakat," jelasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Sholawat, Sejarah RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal

Jombang, RMI NU Tegal. Merebaknya gerakan yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sebenarnya dapat dicegah dengan mempererat konsolidasi. Hal ini bisa dilakukan oleh berbagai kalangan, khususnya pemimpin agama di semua tingkatan.

Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal

Pesan ini disampaikan Wakil Bupati Jombang, Ny Hj Mundjidah Wahab saat membuka Rapat Koordinasi Menyikapi Berkembangnya Faham Radikal di Gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Senin malam (25/8).

Dalam sambutannya, Mundjidah Wahab menekankan bahwa kemunculan gerakan ekstrem kanan maupun kiri di berbagai negara yang akhirnya juga masuk ke Indonesia sebagai konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan dari globalisasi. "Namun demikian, gerakan ini dapat ditangkal dengan mempererat silaturahim," katanya.

RMI NU Tegal

Silaturahim dalam pandangan mantan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini adalah dengan mengintensifkan koordinasi di berbagai tingkatan agar peredaran sejumlah gerakan radikal bisa ditangkal. "Koordinasi dan silaturahim bisa dilakukan dari tingkatan paling bawah yakni desa hingga ke tingkat yang lebih tinggi," ungkapnya.

Koordinasi juga bisa bermakna bahwa para aparat dan pimpinan organisasi keagamaan dapat mendengar apa yang diinginkan masyarakat di komunitasnya. "Inilah makna dan manfaat dari silaturahim," tandasnya. Sehingga dari komunikasi yang terbangun dengan baik ini, maka sejumlah gejolak di semua tingkatan masyarakat dapat dihindari, lanjutnya.

RMI NU Tegal

Hal ini pula yang menjadi kata kunci dari suasana kondusif yang dirasakan di Jombang selama ini. "Dari mulai pemilihan kepala daerah yakni bupati dan wakil bupati Jombang, demikian pula pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, pemilihan anggota legislatif hingga tahapan pemilihan presiden dan wakil berjalan dengan aman dan lancar," terangnya.

Ketua I PW Muslimat NU Jawa Timur ini kembali mengingatkan bahwa suasana yang demikian mendukung tersebut terjadi lantaran terjadi komunikasi dan koordinasi yang demikian baik antara masyarakat dengan aparat di semua tingkatan. "Karenanya, mari kita jaga suasana kondusif ini," harapnya.

Pada kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, ormas pemuda dan keagamaan ini Mundjidah mengingatkan bahwa keinginan menjadikan Jombang sebagai kawasan yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat diciptakan bila antara semua pihak saling merekatkan kebersamaan. "Sesuai dengan komitmen kami bahwa Jombang harus bisa mensejahterakan kita semua," katanya.

Dan bagi Mundjidah Wahab, hal itu dapat terjadi kalau koordinasi atau silaturahim antara semua pihak dapat terjalin dengan baik. "Karena itu kita sangat terbuka untuk mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat," pungkasnya.

Rapat koordinasi diisi dengan pemaparan sejumlah narasumber yakni Kapolres dan Komandan Kodim 0814, serta Ketua PCNU Jombang. Ada sekitar 250 peserta yang hadir yang terdiri dari utusan organisasi sosial keagamaan, juga organisasi pemuda, serta tokoh masyarakat se Kabupaten Jombang. Di ujung acara, dibacakan pernyataan sikap bersama para pejabat Pemerintah Kabupaten Jombang dan ormas keagamaan dan pemuda yang hadir untuk menolak masuk dan berkembangnya gerakan radikal di kota santri ini. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Aswaja, Nusantara RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda

Way Kanan, RMI NU Tegal

Salah seorang pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Lampung Dr Farida Aryani, pada Jumat 8 April 2016 ditetapkan sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Kapolda Lampung oleh Brigjen Pol Ike Edwin. Penetapan itu berdasar surat tugas Kapolda Lampung nomor SGAS /01/Ini/2016 tertanggal 23 Maret 2016.

Selain menjadi Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan, cucu ulama sekaligus komandan pasukan tentara Hizbullahdari KH Gholib ini memulai kiprahnya sebagai pejuang Bahasa Lampung sejak September 1998.

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda

"Sebagai Gusdurian dan warga Nahdlatul Ulama, saya mengucapkan selamat atas penetapan tersebut, kami bangga. Semoga senantiasa memberikan yang terbaik bagi Lampung, hidup dan kehidupan," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (14/4).

RMI NU Tegal

Farida Aryani adalah Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila. Semasa remaja, istri Sekdakab Way Kanan Bustam Hadori itu aktif? bergiat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lampung.

RMI NU Tegal

Farida mengaku bangga ketika bahasa Lampung digunakan banyak mahasiswa, khususnya mahasiswa bahasa Lampung di lingkungan kampus. Apa yang ia perjuangkan bersama beberapa rekannya bisa menjadi kenyataan, yakni perjuangan untuk tetap menjaga bahasa ibu yang saat itu mulai ditinggalkan. Saat Jurusan Bahasa Lampung terbentuk di Unila, Farida diminta menjadi ketua jurusan.

"Apa yang dilakukan Dr Farida sejalan dengan upaya-upaya NU. Selain itu, apa yang dilakukan juga merupakan satu dari sembilan nilai keutaman yang diajarkan Gus Dur, yakni kearifan lokal," kata Gatot lagi.

Kearifan lokal bersumber dari nilai-nilai sosial-budaya yang berpijak pada tradisi dan praktik terbaik kehidupan masyarakat setempat. Kearifan lokal Indonesia di antaranya berwujud dasar negara Pancasila, Konstitusi UUD 1945, prinsip Bhineka Tunggal Ika, dan seluruh tata nilai kebudayaan nusantara yang beradab.

Gus Dur menggerakkan kearifan lokal dan menjadikannya sebagai sumber gagasan dan pijakan sosial-budaya-politik dalam membumikan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan, tanpa kehilangan sikap terbuka dan progresif terhadap perkembangan peradaban. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Amalan, Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Warga Banjar Gelar Sholat Ghaib dan Istghotsah untuk Korban Mina 2015

Banjar, RMI NU Tegal. Keluarga besar Yayasan Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar menyatakan belasungkawa atas kejadian yang menimpa jamaah haji di Mina tahun ini 1436 H/2015 M. Mereka bersama warga setempat mengadakan sholat ghaib dan mengirimkan doa untuk ratusan korban kecelakaan jamaah haji di Mina.

Warga Banjar Gelar Sholat Ghaib dan Istghotsah untuk Korban Mina 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Banjar Gelar Sholat Ghaib dan Istghotsah untuk Korban Mina 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Banjar Gelar Sholat Ghaib dan Istghotsah untuk Korban Mina 2015

Mereka mengadakan istighotsah usai sholat ghaib bersama yang dipimpin Ketua pembina Miftahul Huda Romo KH Munawir Abdurrohim di halaman kompleks kampus Staima Kota Banjar, Sabtu (3/10) pagi. Kegiatan ini diikuti semua dewan guru, para santri, siswa-siswi Miftahul Huda di semua tingkatan.

“Semoga para arwah diampuni segala dosanya dan menjadi syuhada. Untuk keluarga yang ditinggal diberi kesabaran. Dan kita semua warga Al-Azhar diberi rizki untuk ibadah ke Makkah Madinah. Amin,” kata Kiai Munawir.

RMI NU Tegal

Tampak hadir semua dewan pengasuh pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Romo KH Muslih Abdurrohim, Romo KH Muin Abdurrohim, Romo KH Muharor Bahrudin, Romo KH Muharir Abdurrohim, Romo KH Budairi Hasyim Al Hafidz, dan semua ibu nyai pesantren setempat. (Musyafa Syafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun

Purwakarta,RMI NU Tegal. Ribuan Nahdliyin dari berbagai daerah di Kabupaten Purkawarta, Jawa Barat akan memenuhi Alun-alun Purwakarta pada Sabtu (29/4) mendatang. Mereka bukan untuk menggelar unjuk rasa, melainkan melakukan istighotsah memperingati Harlah ke-94 NU.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta saat ini sedang menyiapkan ribuan massa tersebut. Panitia Harlah, Ramlan Maulana mengatakan, alun-alun Purwakarta dipilih karena bisa menampung ribuan massa.

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun

"Dan selain istighotsah sekaligus akan ada pelantikan MWCNU se-Kabupaten Purwakarta," ujarnya.

RMI NU Tegal

Istighotsah, kata Ramlan, untuk meminta yang terbaik kepada Allah SWT sebagai refleksi harakah NU di Purwakarta. Serta meminta pertolongan agar tahun politik di Purwakarta karena 2018 Pilkada yang bersamaan dengan Pilgub Jabar tak seperti di DKI Jakarta.

"Kami warga NU ingin Purwakarta tentram dan damai. Jawa Barat juga. Jangan sampai karena urusan politik, umat dipecah belah dengan isu-isu SARA," ucapnya.

RMI NU Tegal

Untuk itu, istighostah nanti intinya meminta yang terbaik bagi perjalanan Purkawarta, Jawa Barat dan Indonesia agar tidak bercerai-berai.

Selain diikuti Nahdlyin, kegiatan itu akan diikuti para birokrat, politisi dan elemen masyarakat di Purwakarta. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sholawat, Aswaja, Nasional RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah

Bogor, RMI NU Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia ketiga yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat selama 3tiga hari, 28-30 November 2017, melahirkan langkah-langkah strategis dan rekomendasi yang menjadi salah satu bentuk khidmah serta ikhtiar organisasi yang merupakan payung besar umat Islam di Indonesia.

Pada Rakernas yang mengangkat tema besar Meneguhkan Peran MUI dalam Menerapkan Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi Indonesia, MUI terus dengan istiqamah akan menyebarkan konsep Islam wasathiyah ke seluruh penjuru dunia.

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Siap Menduniakan Fikrah Islam Wasathiyah

"Tidak hanya dalam tataran konsep Islam wasathiyah saja, tapi juga wasiyatan (keberlangsungan) fikratan (pemikiran) waharakatan (pergerakan)," demikian dikatakan Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid yang merupakan salah satu peserta Rakernas tersebut.

Sebagai puncak dari cita-cita mengglobalkan Islam wasathiyah ke seluruh dunia ini, lanjutnya, akan diselenggarakan Konferensi Dunia Islam dalam Menyebarkan Islam Wasathiyah, serta ditindaklanjuti dengan pembentukan Majelis Ulama di berbagai negara.

"Dalam waktu dekat siap membentuk Majelis Ulama di Negara Afganistan," katanya dihubungi via telepon, Rabu (29/11).

RMI NU Tegal

Selain itu pada Rakernas yang dihadiri oleh Pengurus MUI Pusat dan 34 MUI Provinsi di Indonesia ini disepakati juga langkah untuk memberikan sertifikasi kepada para dai Islam wasathiyah melalui akademi dakwah.

RMI NU Tegal

"Langkah ini menjawab tantangan dakwah di era modern sekaligus menata kegiatan dakwah secara menyeluruh baik pada dainya maupun umatnya. Sehingga dakwah akan semakin berkualitas dan mencerdaskan umat serta membawa umat kepada jalan kebaikan dan ketakwaan di tengah arus informasi yang tak terbendung saat ini," katanya.

Bidang Ekonomi Keumatan juga menjadi perhatian pada Rakernas kali ini dengan menginisiasi terbangunnya arus ekonomi baru Indonesia. 

"MUI memberikan penguatan ekonomi bottom up (dari bawah ke atas),  bukan top down (dari atas ke bawah) dan juga pentingnya dilakukan retribusi aset serta reformasi agraria," tambah ulama yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, MUI terus melakukan penguatan dan peran dalam rangka mengemban amanah dan tanggung jawab kepada ummat.

"Ada tiga tanggung jawab yang diemban MUI yakni masuliyah diniyah (tanggung jawab terhadap masalah keagamaan),  masuliyah ummatiyah, (tanggung jawab terhadap masalah keumatan)  dan masuliyah wathaniyah (tanggung jawab terhadap masalah kebangsaan)," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Tasikmalaya, RMI NU Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak pelajar dan santri se-Tasikmalaya bagian barat untuk mengikuti perlombaan dakwah dan pengembangan seni qasidah dari pesantren di Pesantren Cilenga Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Selama empat hari, Kamis-Ahad (16-19/6) sejak dzuhur hingga maghrib, para santri dan pelajar diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta perwakilan dari berbagai pesantren di Tasik Barat. Peserta terbagi atas tiga jenis lomba, dakwah (pidato), kaligrafi, dan qasidah rebana. Setiap lomba ini dibagi menjadi dua kategori dewasa dan anak. Tingkat dewasa adalah peserta dengan umur 13-20 tahun dan anak-anak adalah 7-13 tahun.

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Kegiatan ini juga merupakan kerja sama dari Pelajar NU Sariwangi dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Sariwangi.

Menurut Ketua IPNU Sariwangi Ruli Wahyudin, acara ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan NU di masyarakat khususnya kaum muda calon kader NU yang akan memasuki IPNU.

RMI NU Tegal

“Di samping itu kita ingin menanamkan di hati dan pikiran para peserta cilik ini bahwa ketika masanya dia tak akan lupa dengan IPNU. IPNU dan IPPNU yang akan ia masuki dan berproses di sana.”

RMI NU Tegal

Selain itu acara ini juga sebagai arena pengembangan kreativitas dan silaturahmi kader IPNU dari berbagai komisariat, ranting bahkan anak cabang. Ini bukan kali pertama tapi merupakan tradisi tiap Ramadhan bagi Pelajar NU Sariwangi.

“Kami menamakan kegiatan ini dengan Gema Ramadhan Pelajar NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Nasional RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui RMI NU Tegal di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

RMI NU Tegal

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

RMI NU Tegal

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Fragmen RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU akan terus berusaha memperkokoh ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) atau Islam Nusantara karena ajaran ini telah berhasil dalam menjalankan dakwah, mempertahankan akidah serta menjaga keselamatan NKRI.

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja

Demikian dikatakannya ketika menghadiri pertemuan nasional Fatayat NU, Senin (19/12) di Jakarta.

“Pada Kesimpulannya, aswaja ya Islam Nusantara dan Islam Nusantara adalah aswaja. Yang telah jelas-jelas berhasil mempertahankan akidah, dakwah, dan menjaga keselamatan NKRI,” katanya.?

Ia menyatakan, antara NU dan NKRI terdapat hubungan yang saling kuat dan mengokohkan. Keberadaan NKRI diperjuangkan oleh para ulama NU dan hingga kini, NU tetap berusaha menjaga eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah NKRI.?

“Kalau NU selamat, NKRI selamat, Kalau NKRI selamat, NU pun selalu ada,” tegasnya.

RMI NU Tegal

Di hadapan para pengurus Fatayat NU dari berbagai provinsi, Kiai Said menyatakan pentingnya kita membela tahan air sebagaimana dinyatakan hubbul wathan minal iman. “Barangsiapa tidak punya tanah air, maka tidak punya sejarah. Barang siapa tidak punya sejarah, maka terlupakan. Sejarah ini ditulis di atas tanah, bukan di atas angin,” katanya.?

Ia mengingatkan, tantangan ke depan, soal keindonesiaan sangat berat karena harus berhadapan dengan bangsa lain. “Di utara ada China, di selatan ada Australia. Kalau kita tidak pandai-pandai mengelola wasathiyah Islam, wasathiyahnya NU, sudah jelas ancaman kita. Jika kita berhasil menjaga wasathiyah, akan dihormati oleh China dan Australia, serta tetangga-tetangga yang lain,” tuturnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Nasional RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Jakarta, RMI NU Tegal. Pada 1-3 Juni 2016, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) XX yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Konbes XX diikuti oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah Ansor se-Indonesia. ?

“Konbes akan membahas dan mengesahkan beberapa Peraturan Organisasi sebagai langkah untuk memperkuat kelembagaan organisasi dan beberapa rekomendasi sebagai respons terhadap berbagai isu dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan mutakhir,” ujar Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis persnya.

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Kegiatan Konbes ini dirangkai dengan Apel Kesetiaan Pancasila dan Ansor Bersholawat. Apel Kesetiaan Pancasila digelar sore tadi di Alun-alun Palimanan Cirebon. Sedangkan Ansor Bersholawat dan Pembukaan Konbes dilaksanakan Rabu, 1 Juni 2016 malam di halaman Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Persidangan Konbes akan berlangsung sampai Jumat, 3 Juni 2016 dan diakhiri dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Apel Kesetiaaan Pancasila melibatkan 3.000 pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dari semua kesatuan dan unit dan diikuti juga oleh unsur TNI dan Polri serta delegasi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Dalam apel ini juga telah dilakukan penandatanganan Ikrar Kesetiaan Pancasila oleh semua elemen pemuda.

RMI NU Tegal

Apel yang diselenggarakan di Cirebon ini merupakan representasi dari Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar oleh GP Ansor di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat GP Ansor telah menginstruksikan kepada semua Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia untuk menggelar Apel Kesetiaan Pancasila pada 1 Juni 2016.?

“Jadi, selain di Cirebon yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat dan Satkornas Banser, juga digelar apel yang sama di seluruh daerah mulai dari Sabang sampe Merauke yang dilaksanakan oleh GP Ansor dan Banser secara serentak pada tanggal 1 Juni 2016,” jelas Gus Tutut.

Sebagaimana kita ketahui, imbuhnya, saat ini banyak bermunculan kelompok dan gerakan anti-Pancasila, baik akstrem kanan ataupun ekstrem kiri. Bagi Ansor, ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. ?

“Sikap GP Ansor, sebagaimana juga sikap NU, sangat tegas. Siapa saja dan organisasi apa saja ? yang terang-terangan bertentangan, apalagi melawan ideologi Pancasila, haruslah ditetapkan sebagai organisasi subversif yang tidak boleh leluasa hidup mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. GP Ansor berada di setiap jengkal NKRI dan akan memberikan yang terbaik untuk tanah air ini, termasuk darah dan nyawa,” tegasnya. (Red: Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Nasional RMI NU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan

Subang, RMI NU Tegal. Puluhan generasi muda bangsa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Subang, Jawa Barat menggelar tahlil dan istighotsah untuk para pahlawan, Rabu (9/11) malam.

Acara yang digelar di sekretariat, Jalan Rancasari Dalam, Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan anggota PMII yang tersebar di beberapa kampus yang ada di Kabupaten Subang.

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan

Ketua Umum PC PMII Subang, Toto Taufiq Munajat mengatakan, sejatinya malam ini akan menuju ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Kelurahan Pasirkareumbi, Subang.

"Namun karena terkendala cuaca yang sejak siang hujan terus mengguyur, acara kita pending sampai esok hari. Untuk malam ini kita gelar istighotsah untuk para pahlawan dan membaca Shalawat Nariyah," ujar Toto.

Selain itu, lanjut Toto, setelah melakukan istighotsah, dilanjut dengan diskusi kebangsaan yang berkaitan dengan hari pahlawan.

RMI NU Tegal

"Termasuk bagaimana kita harus mengetahui latar belakang terjadinya hari pahlawan itu sendiri yang salah satunya peran santri, Ulama dan pesantren sangat besar pengaruhnya terhadap hari pahlawan itu," ujar alumni Pesantren Cipulus Purwakarta ini. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, Pahlawan RMI NU Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Doa Melepas Pakaian

Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:

? ? ? ? ? ? ?

Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Melepas Pakaian

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

RMI NU Tegal

"Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Olahraga, Makam RMI NU Tegal

Jumat, 29 September 2017

Dicari: Keunggulan Budaya

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Ada sebuah prinsip yang selalu dikumandangkan oleh mereka yang meneriakan kebesaran Islam: “Islam itu unggul, dan tidak dapat diungguli (al-Islâm ya’lû wala yu’la alaihi).” Dengan pemahaman mereka sendiri, lalu mereka menolak apa yang dianggap sebagai “kekerdilan” Islam dan kejayaan orang lain. Mereka lalu menolak peradaban-peradaban lain dengan menyerukan sikap “mengunggulkan“ Islam secara doktriner. Pendekatan doktriner seperti itu berbentuk pemujaan Islam terhadap “keunggulan” teknis peradaban-peradaban lain. Dari sinilah lahir semacam klaim kebesaran Islam dan kerendahan peradaban lain, karena memandang Islam secara berlebihan dan memandang peradaban lain lebih rendah.

Dicari: Keunggulan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dicari: Keunggulan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dicari: Keunggulan Budaya

Dari “keangkuhan budaya” seperti itu, lahirlah sikap otoriter yang hanya membenarkan diri sendiri dan menggangap orang atau peradaban lain sebagai yang bersalah atas kemunduran peradaban lainnya. Akibat dari pandangan itu, segala macam cara dapat dipergunakan kaum muslim untuk mempertahankan keunggulan Islam. Kemudian lahir semacam sikap yang melihat kekerasan sebagai satu-satunya cara “mempertahankan Islam”. Dan lahirlah terorisme dan sikap radikal demi “kepentingan” Islam.

Mereka tidak mengenal ketentuan hukum Islam/fiqh bahwa orang Islam diperkenankan menggunakan kekerasan hanya jika diusir dari kediaman mereka (idzâ ukhrijû min diyârihim). Selain alasan tersebut itu tidak diperkenankan menggunakan kekerasan terhadap siapapun, walau atas dasar keunggulan pandangan Islam. Sesuai dengan ungkapan di atas maka jelas, mereka salah memahami Islam, ketika memaahami bahwa kaum muslimin diperkenankan menggunakan kekerasan atas kaum lain. Inilah yang dimaksudkan oleh kitab suci al-Qur’ân dengan ungkapan “Tiap kelompok bersikap bangga atas milik sendiri (kullu hizbin bimâ ladaihim farihûn)” (QS al-Mu’minûn [23]: 54). Kalau sikap itu dicerca oleh al-Qur’ân, berarti juga dicerca oleh Rasul-Nya.

RMI NU Tegal

***

Jelaslah sikap Islam dalam hal ini, yaitu tidak mengangap rendah peradaban orang lain. Bahkan Islam mengajukan untuk mencari keunggulan dari orang lain sebagai bagian dari pengembangannya. Untuk mencapai keunggulan itu Nabi bersabda “carilah ilmu hingga ke tanah Tiongkok (utlubû al-ilmâ walau bî al-shîn).” Bukankah hingga saat ini pun ilmu-ilmu kajian keagamaan Islam telah berkembang luas di kawasan tersebut? Dengan demikian, Nabi mengharuskan kita mencarinya ke mana-mana. Ini berarti kita tidak boleh apriori terhadap siapapun, karena ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang terdapat di mana-mana. Bahkan teknologi maju yang kita gunakan adalah hasil ikutan (spend off) dari teknologi ruang angkasa yang dirintis dan dibuat di bumi ini. Dengan demikian, teknologi antariksa juga menghasilkan hal-hal yang berguna bagi kehidupan kita sehari- hari. Pengertian “longgar” seperi inilah yang dikehendaki kitab suci al-Qur’ân dan Hadits.

RMI NU Tegal

Lalu adakah “kelebihan teknis” orang-orang lain atas kaum muslimin yang dapat dianggap sebagai “kekalahan” umat Islam? Tidak, karena amal perbuatan kaum muslimin yang ikhlas kepada agama mereka memiliki sebuah nilai lebih. Hal itu dinyatakan sendiri oleh Al-Qur’an: “Dan orang yang menjadikan selain Islam sebagai agama, tak akan diterima amal perbuatannya di akhirat. Dan ia adalah orang yang merugi (wa man yabtaghi ghaira Islâmi dînan falan yuqbala minhu wa huwa fil âkhirati minal khâsirîn)” (QS Ali Imran [3]:85). Dari kitab suci ini dapat diartikan bahwa Allah tidak akan menerima amal perbuatan seorang non-muslim, tetapi di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak boleh memandang rendah kerja siapapun.

Sebenarnya pengertian kata “diterima di akhirat” berkaitan dengan keyakinan agama dan dengan demikian memiliki kualitas tersendiri. Sedangkan pada tataran duniawi perbuatan itu tidak tersangkut dengan keyakinan agama, melainkan “secara teknis” membawa manfaat bagi manusia lain. Jadi manfaat dari setiap perbuatan dilepaskan oleh Islam dari keyakinan agama dan sesuatu yang secara teknis memiliki kegunaan bagi manusia diakui oleh Islam. Namun, dimensi “penerimaan” dari sudut keyakinan agama memiliki nilainya sendiri. Pengislaman perbuatan kita justru tidak tergantung dari nilai “perbuatan teknis” semata, karena antara dunia dan akhirat memiliki dua dimensi yang berbeda satu dari yang lain.

***

Dengan demikian, jelas peradaban Islam memiliki keunggulan budaya dari sudut penglihatan Islam sendiri, karena ada kaitannya dengan keyakinan keagamaan. Kita diharuskan mengembangkan dua sikap hidup yang berlainan. Di satu pihak, kaum muslimin harus mengusahakan agar Islam -sebagai agama langit yang terakhir- tidak tertinggal, minimal secara teoritik. Tetapi di pihak lain kaum muslimin diingatkan untuk melihat juga dimensi keyakinan agama dalam menilai hasil budaya sendiri. Ini juga berarti Islam menolak tindak kekerasan untuk mengejar ketertinggalan “teknis” tadi. Walaupun kita menggunakan kekerasan berlipat-lipat kalau memang secara budaya kita tidak memiliki pendorong ke arah kemajuan, maka kaum muslimin akan tetap tertinggal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian keunggulan atau ketertinggalan budaya Islam tidak terkait dengan penguasaan “kekuatan politik”, melainkan dari kemampuan budaya sebuah masyarakat muslim untuk memelihara kekuatan pendorong ke arah kemajuan, teknologi dan ilmu pengetahuan. ?

Kita tidak perlu berkecil hati melihat “kelebihan” orang lain, karena hal itu hanya akibat belaka dari kemampuan budaya mereka mendorong munculnya hal-hal baru yang bersifat “teknis”. Di sinilah letak pentingnya dari apa yang oleh Samuel Huntington disebut sebagai “perbenturan budaya (clash of civilizations)”. Perbenturan ini secara positif harus dilihat sebagai perlombaan antar budaya, jadi bukanlah sesuatu yang harus dihindari.

***

Beberapa tahun lalu penulis diminta oleh Yomiuri Shimbun, harian berbahasa Jepang terbitan Tokyo dan terbesar di dunia dengan oplah 11 juta lembar tiap hari, untuk berdiskusi dengan Profesor Huntington, bersama-sama dengan Chan Heng Chee (dulu Direktur Lembaga Kajian Asia-Tenggara di Singapura dan sekarang Dubes negeri itu untuk Amerika Serikat) dan Profesor Aoki dari Universitas Osaka. Dalam diskusi di Tokyo itu, penulis menyatakan kenyataan yang terjadi justru bertentangan dengan teori “perbenturan budaya” yang dikemukakan Huntington. Justru sebaliknya ratusan ribu warga muslimin dari seluruh dunia belajar ilmu pengetahuan dan teknologi di negeri-negeri Barat tiap tahunnya, yang berarti di kedua bidang itu kaum muslim saat ini tengah mengadopsi (mengambil) dari budaya Barat. ?

Nah, keyakinan agama Islam mengarahkan mereka agar menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang mereka kembangkan dari negeri-negeri Barat untuk kepentingan kemanusiaan, bukannya untuk kepentingan diri sendiri. Pada waktunya nanti, sikap ini akan melahirkan kelebihan budaya Islam yang mungkin tidak dimiliki orang lain: “kebudayaan yang tetap berorientasi melestarikan perikemanusiaan, dan tetap melanjutkan misi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi”. Kalau perlu harus kita tambahkan pelestarian akhlak yang sekarang merupakan kesulitan terbesar yang dihadapi umat manusia di masa depan, seperti terbukti dengan penyebaran AIDS di seluruh dunia, termasuk di negeri-negeri muslim.

?

?

*) Dikutip dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di harian Duta Masyarakat, 5 Juli 2003.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional RMI NU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Fatihah Bid’ah? Helmy Faishal: Fokuslah ke Profesimu sebagai Artis

Jakarta, RMI NU Tegal. H A Helmy Faishal Zaini mengimbau kepada artis berinisial TW dan ZAM yang menilai sebuah bacaan fatihah kepada orang yang sudah meninggal merupakan bid’ah untuk kembali fokus ke profesinya sebagai artis. Menurut Sekjen PBNU ini, kalaupun harus berdakwah, sampaikanlah materi-materi agama yang damai dan menyejukkan, bukan menyesatkan umat.

Fatihah Bid’ah? Helmy Faishal: Fokuslah ke Profesimu sebagai Artis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatihah Bid’ah? Helmy Faishal: Fokuslah ke Profesimu sebagai Artis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatihah Bid’ah? Helmy Faishal: Fokuslah ke Profesimu sebagai Artis

“Hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, kalau mereka menganggap hadiah bacaan fatihah bid’ah, mudah saja logikanya, berarti tampilmu di televisi jauh lebih bid’ah karena zaman Nabi tak ada televisi,” tegasnya, Kamis (3/9).

Helmy menerangkan, bahwa fenomena artis seperti TW harus dipahami betul oleh masyarakat. Karena menurutnya, kelompok yang sering membid’ah-bid’ahkan mempunyai kecenderungan memanfaatkan artis untuk menyesatkan umat.

RMI NU Tegal

“Orang-orang seperti TW men-deligitimasi peran para ulama, ilmu para ulama yang menurun kepada para muridnya terus tersambung, tidak putus karena saling kirim doa dan mendoakan, baik saat masih hidup maupun ketika sudah meninggal,” papar Menteri PDT RI 2009-2014 ini.

Seperti diberitakan, TW dan ZAM sebagai host dalam sebuah acara di televisi swasta menyampaikan pernyataan yang menilai hadiah bacaan fatihah kepada mayit merupakan bid’ah. Hal tersebut menurut mereka tidak ada dalilnya dan tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW. (Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional RMI NU Tegal

Selasa, 29 Agustus 2017

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar

Jakarta, RMI NU Tegal

Terkait terjadinya tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita dari etnis Rohingya, di daerah Arakan, Wilayah Rakhine, Myanmar sejak rangkaian serangan pada tanggal 9 Oktober 2016 hingga saat ini.

GP Ansor telah membaca dengan seksama laporan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) - 2017 maupun laporan-laporan dari lembaga yang dipercaya lainnya, di mana diketahui 60 ribu lebih etnis Rohingya merasa nyawanya terancam pergi menyelamatkan diri dari daerah konflik, ribuan lebih korban telah tewas dibunuh secara keji, ribuan orang pula telah dihilangkan secara paksa, 64% dari etnis Rohingya melaporkan pernah mengalami penyiksaan secara fisik maupun mental, 52% perempuan Rohingya melaporkan mengalami pemerkosaan dan/atau pelecehan seksual lainnya yang mengerikan, ditambah lagi dengan penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang sekaligus penyiksaan selama penahanan terhadap ribuan warga Rohingya, perusakan maupun penjarahan terhadap rumah, harta benda, makanan dan sumber makanan warga Rohingya secara masif, serta pengabaian maupun ketiadaan perawatan kesehatan terhadap para korban.

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar

GP Ansor menilai bahwa ini merupakan tragedi kemanusiaan terparah di kawasan Asia Tenggara saat ini, dan menduga keras ini dilakukan oleh tangan negara, baik aparat militer, keamanan, kepolisian maupun pemerintahan Myanmar, setidaknya didasarkan pada laporan pengindraan secara satelit oleh UNOSAT maupun HRW, terdapatnya pola-pola (patterns) serangan terhadap desa-desa etnis Rohingya yang memang telah ditargetkan.

RMI NU Tegal

GP Ansor mengkaji dengan seksama, khususnya secara geopolitik mengapa terjadi insiden serangan dengan menargetkan wilayah-wilayah yang dihuni etnis Rohingya pada tahun 2013, kemudian 2016 dan semakin menguat di tahun 2017 ini dengan intensifikasi jumlah korban dan jenis kekejian yang dilakukan.

GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tak seimbang) di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat didasarkan pada perebutan secara paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas, khususnya di wilayah-wilayah sekitar: 1). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 193,6 juta kubik kaki per hari) dan pipa minyak (mulai beroperasi 1 Desember 2013 dengan kapasitas 400 ribu barrels per hari) dari Kyauk Phyu ke perbatasan China sepanjang 803 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 50,9 % CNPC (China), 25,04% Daewoo International (Korea), 8,35% ONGC (India), 7,37% MOGE (Myanmar), 4,17% GAIL (India) dan 4,17% investor-investor swasta lainnya; 2). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 105,6 juta kaki kubik per hari) dari Shwe ke Kyauk Phyu sepanjang 110 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 51% Daewoo International (Korea), 17% ONGC (India), 15% MOGE (Myanmar), 8,5% GAIL (India) dan 8,5 KOGAS (Korea); 3). Blok-blok minyak dan gas di Semenanjung Rakhine di mana Daewoo International (Korea), ONGC (India), MOGE (Myanmar), GAIL (India), KOGAS (Korea), Woodside Petroleum (Australia), CNPC (China), Shell (Belanda/Inggris), Petronas (Malaysia), MOECO (Jepang), Statoil (Norweigia), Ophir Energy (Inggris), Parami Energy (Myanmar), Chevron (Amerika Serikat), Royal Marine Engineering (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar), Total (Prancis), PTTEP (Thailand) dan Petronas Carigali (Malaysia) beroperasi dan berproduksi, di mana daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 7,836 triliun kaki kubik gas dan 1,379 milyar barel? minyak - yang beberapa blok di antaranya berproduksi sejak 2013, ditawarkan tahun ini sebagai temuan baru, dan beberapa blok lainnya jatuh tempo kontraknya tahun 2017 ini; dan 4). Blok-blok minyak dan gas di daratan Arakan di mana North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis), Petronas Carigali (Malaysia), PetroleumBrunei (Brunei), IGE Ltd. (Inggris), EPI Holdings (Hongkong/China), Aye Myint Khaing (Mynmar), PTTEP (Thailand), MOECO (Jepang), Palang Sophon (Thailand), WIN Resources (Amerika Serikat), Bashneft (Russia), A1 Construction (Myanmar), Smart Technical Services (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar) dan ONGC (India) beroperasi dan berproduksi, di mana daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 1,744 triliun kaki kubik gas dan 1,569 milyar barel minyak-yang beberapa blok di antaranya jatuh tempo kontraknya pada tahun 2017 ini.

RMI NU Tegal

GP Ansor juga mempelajari konflik geopolitik yang sangat berdarah di daerah-daerah kaya sumber daya alam khususnya minyak dan gas (Oil & Gas Blood) atau kutukan sumber daya (Resource Curse) bukan fenomena khas Myanmar, dan bukan hanya menimpa etnis Rohingya, tapi juga terjadi di belahan bumi yang lain-di mana untuk menutup operasi apropriasi kapital dan sumber daya secara menjijikkan operator-operator di lapangan membungkus dan/atau menutupnya dengan konflik antaretnis, antaragama, antarkelompok masyarakat-dengan tujuan agar akar maupun persoalan sebenarnya menjadi kabur dan tersamar.

GP Ansor juga membaca bahwa saudara-saudara kita dari etnis Rohingya yang tinggal di daerah Arakan - Rakhine memang menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya yang secara biadab dan terencana menyasar praktik dan simbol agama serta membenturkan antar ummat beragama ermasuk di dalamnya dengan melakukan pembakaran Al-Quran, pemerkosaan di Masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga Rakhine untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya.

GP Ansor juga mencermati bahwa tragedi kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya karena situasi di mana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas, Aung San Sukyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakkan dari diamnya mayoritas.

GP Ansor juga menyadari bahwa penyelesaian kasus Rohingya akan menjadi sulit, terlebih melihat banyaknya pihak, negara dan korporasi yang berkepentingan terhadap penguasaan aset, kapital maupun sumber daya di daerah-daerah di mana saudara-saudara kita etnis Rohingya sebelumnya dan/atau saat ini tinggal.

GP Ansor juga menilai sangat sulit bagi ASEAN untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, mengingat selain Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura dan Brunei juga memiliki perusahaan nasional yang beroperasi dan berproduksi di daerah konflik geopolitik tersebut, dan meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih aktif bersuara dan cenderung memimpin aliansi mitra dialog dan diplomasi hak asasi manusia (Human Rights Diplomacy) mengingat: 1). Posisi Indonesia yang cenderung netral dari kepentingan geopolitik di wilayah tersebut; 2). Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan; dan 3). Indonesia secara tegas dalam konstitusi menghendaki agar penindasan di muka bumi harus dihapuskan.

GP Ansor juga mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya, untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya, serta melakukan secara lebih aktif lagi People-to-People Diplomacy di kawasan, dengan tentu saja dengan kesadaran agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke negeri kita.

GP Ansor juga menyarankan agar mensholat ghoibkan para korban yang tewas, mengirimkan doa khusus dan juga membaca Hizb Nasr agar para korban yang tewas mendapat ketenangan, agar para korban terluka ringan maupun berat segera mendapatkan kesembuhan, agar para korban yang hilang bisa diketemukan dalam keadaan hidup dan sehat, agar para korban yang mengungsi mendapatkan keamanan dan perlindungan, dan agar perdamaian abadi bisa kembali hadir di Negeri Myanmar sehingga para pengungsi dapat pulang ke tanah mereka dengan jaminan keamanan dan perlindungan.

Akhirnya, GP Ansor mengutuk keras tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar sekaligus mengajak kita semua untuk menyatukan hati, tekad, semangat dan usaha #KitaIniSama satu tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta tentu saja tidak memilih diam terhadap setiap ujaran kebencian, permusuhan dan persekusi terhadap minoritas.

Pernyataan ini ditandatangani oleh Wakil Sekjen PP GP Ansor Mahmud Syaltout. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Makam, Nasional RMI NU Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Fakultas Dakwah Unisnu dan UIN Jakarta Buka Kerja Sama Ilmiah

Jepara, RMI NU Tegal. Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menandatangani nota kesepahaman kerja sama ilmiah yang meliputi sejumlah bidang di kampus setempat, Sabtu (26/4).

Fakultas Dakwah Unisnu dan UIN Jakarta Buka Kerja Sama Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakultas Dakwah Unisnu dan UIN Jakarta Buka Kerja Sama Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakultas Dakwah Unisnu dan UIN Jakarta Buka Kerja Sama Ilmiah

Pihak Unisnu diwakili H Noor Rohman Fauzan, Dekan FDK H Noor Rohman Fauzan mewakili pihak Unisnu. Sedangkan UIN Jakarta diwakili Dekan Fidik Arief Subhan.

Menurut Noor Rohman, jalinan kerja sama mencakup antara lain pertukaran mahasiswa. “Rencananya kami melakukan pertukaran mahasiswa. Mahasiswa kami belajar di sana. Sedangkan mahasiswa UIN bisa belajar di sini,” katanya.

RMI NU Tegal

Bidang lain yang turut dikerjasamakan ialah penelitian. “Semoga dengan kerja sama ini kami bisa saling belajar satu sama lain dan bisa kami aplikasikan untuk lembaga masing-masing,” harapnya.

RMI NU Tegal

Dalam kesempatan itu juga berlangsung seminar nasional bertajuk Menuju Umat “Melek Media” dan Media “Melek Sosial”. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa, pelajar, dan dosen menunjuk Arief Subchan dan Triyono Lukmantoro pakar ilmu komunikasi Undip Semarang sebagai pembicara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Fragmen RMI NU Tegal

Jumat, 28 Juli 2017

Lakpesdam NU: DPR Terlalu Paksakan Hak Angket

Jakarta, RMI NU Tegal



Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Rumadi Ahmad menilai, hak angket yang dilayangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlalu dipaksakan.

“Menurut saya DPR salah. Terlalu memaksakan kehendak,” kata Rumadi saat ditemui RMI NU Tegal di Lantai 2 Gedung PBNU, Selasa (2/5) sore.

Lakpesdam NU: DPR Terlalu Paksakan Hak Angket (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU: DPR Terlalu Paksakan Hak Angket (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU: DPR Terlalu Paksakan Hak Angket

KPK memiliki hak untuk memberikan ataupun tidak memberikan informasi yang dimilikinya dan DPR harus memahami akan hal itu. Meski demikian, itu tidak bisa sembarangan karena apabila KPK menyembunyikan informasi pasti ia memiliki argumennya.?

“Kalau dalam UU keterbukaan informasi KPK harus melakukan uji konsekuensi. Uji konsekuensi itu adalah argumentasi kenapa informasi itu tidak diberikan,” jelas Komisioner Komisi Informasi Pusat itu.

RMI NU Tegal

“Kalau itu memang mengganggu proses penegakan hukum. Sebetulnya KPK dilindungi oleh Undang-undang untuk tidak memberikan informasi itu,” lanjutnya.

Seandainya DPR masih kukuh menuntut transparansi KPK, jelas Rumadi, mereka bisa melayangkan surat resmi kepada KPK. Jika hal itu sudah dilakukan dan KPK tidak mau meberikan informasi, maka DPR bisa mengadukan ke Komisi Informasi.?

“Prosedurnya seperti itu. Bisa disengketakan saja KPK ke Komisi Informasi. Nanti yang menilai apakah informasi tersebut berhak diberikan atau tidak adalah Komisi Informasi,” tegasnya.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyayangkan, DPR tidak menempuh prosedur sebagaimana yang dijamin oleh Undang-undang yang ada. Mereka langsung mengajukan hak angket kepada KPK.

RMI NU Tegal

“(DPR) lebih mengedepankan aspek politiknya. Sehingga membuat angket dan semacamnya,” ucapnya.

Kasus hak angket DPR bermula dari pengakuan Miryam S Haryani yang mengaku ditekan oleh beberapa anggota DPR agar tidak menyebutkan adanya pembagian uang hasil korupsi e-KTP saat ia menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, Nasional RMI NU Tegal

Senin, 24 Juli 2017

Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur

Xiamen, RMI NU Tegal. Rombongan PWNU Jatim yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, diawali dengan ziarah ke makam murid sahabat Sa’ad bin Abi Waqash. Ketika berada di area makam tersebut ternyata sejumlah jamaah muslim setempat sedang membacakan tahlil seperti layaknya di tanah air.

Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur

Pengalaman ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdurrahman Navis kepada media. "Selama di pemakaman tersebut, mereka  membaca al-Quran dan berdzikir seperti layaknya tahlilan di tanah air," katanya, Jumat (30/10). Rombongan juga terlihat sangat khusyuk saat membaca doa.

Yang menarik, saat rombongan dari PWNU Jatim yang terdiri dari KH Anwar Manshur (Pjs Rais Syuriah), H Ahmad Shiddiq (Wakil Ketua), Prof Ach Muzakki (Sekretaris), H Misbahul Munir dan H Husnul Yaqin (Wakil Sekretaris), ikut melakukan tahlil, ada jamaah yang membagikan uang Negara setempat, yakni Yuan kepada seluruh peziarah yang berada di area pemakaman. "Semua dapat bagian, dan setelah saya hitung ternyata jumlah yang saya terima 30 Yuan," kata Kiai Navis, sapaan akrabnya.

RMI NU Tegal

Bahkan sejumlah rombongan dari tanah air yang tidak ikut tahlilan, namun berada di lokasi makam  juga mendapatkan "bisyarah" atau amplop yang sama. "Kawan dari Muhammadiyah yang saat itu tidak ikut tahlilan malah ada yang dapat 60 Yuan," terangnya.

Bagi Kiai Navis, soal berapa "bisyarah" yang diterima jamaah, mungkin jumlahnya sangat relatif. "Namun yang perlu dicatat adalah tradisi ziarah kubur di komunitas muslim Tiongkok ternyata telah berlangsung lama dan dijaga dengan baik, hal ini tentu saja sangat membanggakan,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Dengan ditemukannya fakta ini, berarti tradisi ziarah kubur tidak hanya ada di Indonesia. "Ternyata kaum muslimin Tiongkok juga mentradisikan ziarah ke makam para sahabat, auliya dan orang yang mereka hormati, khusus para tokoh agama," tandas Direktur Aswaja NU Center Jatim ini. Dengan demikian semakin jelas bahwa ziarah kubur dilakukan oleh mayoritas muslim sunni di berbagai negara, dan bukan warisan atau meniru agama lain.

Tidak hanya itu, persamaan yang ditemukan selama kunjungan. "Saat kami bersilaturahim ke masjid di Kota Xiamen Tiongkok, fasilitas di masjid tersebut juga layaknya di Indonesia," kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Di masjid tersebut terdapat mimbar yang menggunakan tongkat untuk bilal dan khatib. "Sedangkan di mihrab masjid juga terdapat tasbih," terangnya.

Pada kegiatan tersebut, rombongan PWNU Jatim bergabung dengan 20 pemuka agama Islam dari propinsi ini. Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi yang berbuansa agama. Rombongan adalah perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI Jatim.

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Oktober 2015 hingga 4 November 2015 ini bertujuan membangun silaturahim antara para pemuka agama Islam. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Foto: Suasana di makam murid sahabat Saad bin Abi Waqash di Xiamen Tiongkok.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Nasional RMI NU Tegal

Minggu, 23 Juli 2017

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali

Mataram, RMI NU Tegal?

Di antara kegiatan yang mengiringi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ialah bedah buku.

Pada Rabu (22/11) pagi, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB menggelar “Bedah Buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH Muchammad Soleh Chambali (Tuan Guru Bengkel)” di halaman Universitas Nahdlatul Ulama, Lombok.?

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali

Para pembicara yang mengisi bedah buku ini, ialah penulis buku “Pemikiran Islam Lokal TGH Muchammad Soleh Chambali” Adi Fadli, Mustasyar PWNU NTB Maksum Mansyur, dan dosen UIN Mataram TGH Sohimun Faisal.?

Ketua Lakpesdam NU NTB Viken Madrid mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki tokoh nasional, sosok kharismatik dari Lombok yang memang banyak melahirkan banyak ulama. Namun, katanya, tokoh ini hampir dilupakan karena kita sering membaca sejarah orang lain dan melupakan sejarah sendiri.?

RMI NU Tegal

Padahal, menurutnya, TGH Chambali merupakan sosok yang melahirkan banyak ulama dan memiliki sembilan karya.

"Nah, ini yang kita hajatkan. Kita ingin mengingatkan kembali sejarah kita," katanya.?

Ia berharap agar pemikiran dari ulama Lombok harus menjadi rujukan, bahan untuk merepresentasikan identitas sebagai warga Nahdlatul Ulama di NTB.

Adapun sembilan karya TGH Muchammad Soleh Chambali sebagai berikut:

RMI NU Tegal

1. Talim Al-Shibyan Bi Ghoyat Al-Bayan?

2. Bintang Perniagaan (Fiqh)?

3. Cempaka Mulia Perhiasan Manusia?

4. Wasiat Al-Musthafa

5. Mawaidh Al-Shalihiyah?

6. Intan Berlian Perhiasan Laki-Perempuan?

7. Manzalul Al-Amrad?

8. Hidayat Al-Athfal?

9. Al-Lulu Al-Mantsur?

Forum tersebut dihadiri oleh para mahasiswa, anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa, anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), pengurus NU setempat, dan masyarakat secara umum. (Husni Sahal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Tokoh, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 17 Juli 2017

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

Bantul, RMI NU Tegal. Di mata KH. A Mustofa Bisri, KH. Ali Maksum adalah seorang kiai yang tidak hanya memiliki keilmuan tinggi tetapi juga dermawan terhadap para santri.

Pejabat Rais Aam PBNU yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut dalam acara Haul KH. Ali Maksum Ke-25 di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (10/3).

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

“Hanya di pesantren Krapyak sini, santri kehabisan uang malah pinjam kiainya. Dulu itu, di setiap sudut pesantren dipasangi speaker timbal balik. Ketika Pak Ali ngendikan (bicara), bisa didengar santri dan begitu pun sebaliknya. Jadi Pak Ali itu tahu semua tingkah polah santri-santri. Jika ada santri yang malu-malu pinjam sama Pak Ali, santri itu bicara ? di dekat speaker. Bilang kalau enggak punya uang. Masyaallah, Pak Ali yang mendengar keluhan santri tersebut langsung meminjaminya. Kalau tidak Pak Ali tidak mungkin ada,” kenang Gus Mus.?

RMI NU Tegal

Tidak hanya itu saja, kedermawanan KH. Ali Maksum juga tampak ketika Rais Aam PBNU 1980-1984 ini mengikhlaskan semua barang-barangnya yang diambil oleh santri. “Semua barangku yang diambil oleh santri, saya halalkan. Asalkan tidak ketahuan,” tutur Gus Mus menirukan ucapan KH. Ali Maksum yang disambut gelak tawa para jamaah.

Selain dermawan, Gus Mus juga mengatakan bahwa KH. Ali Maksum merupakan seorang kiai yang hafal seluruh nama santri-santrinya.?

RMI NU Tegal

“Kiai Ali itu hafal semua nama santri. Kalau ada haulnya Kiai Munawwir atau acara mantenan, semua santri itu dikasih undangan dan ditandatangani langsung oleh Kiai Ali. Jadinya nggak enak kalau tidak datang,” ujar Gus Mus.?

Tidak hanya itu saja, Gus Mus juga mengatakan bahwa Kiai Ali adalah satu-satunya kiai yang dipanggil bapak oleh semua santri. Saking sayangnya terhadap para santri-santrinya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Nasional RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock