Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia

Bogor, RMI NU Tegal. Dalam urusan perlindungan terhadap kebebasan beragama warganya, Malaysia memiliki cerita tersendiri. Seperti diungkap oleh Ehsan Shahwahid dari Islamic Renaissance Front (IRF) Malaysia dalam Asia Interfaith Forum 2017 yang digelar Pusat Studi Pesantren (PSP) di Bogor, Selasa (17/10). Negeri Jiran itu tengah bergelut dengan menguatnya semangat Islamisasi yang dirasa mulai masuk dalam berbagai lini.

Islam di Malaysia, seperti dijelaskan oleh Ehsan, masuk sejak masa pra-kolonialisme pada abad ke-9. Sejak masa itu hingga abad ke-15, Islam mulai dimasukkan dalam pembangunan struktural Malaysia, utamanya di kalangan kesultanan. 

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia

Di masa itu pula hukum syariah Islam diperkenalkan di banyak kerajaan di negeri itu. Saat ini, berabad-abad kemudian, Islam sudah begitu melekat pada warga Malaysia, hingga keberadaannya telah merangsek pada level administrasi pemerintah dan kebijakan publik.

Dalam konstitusi Malaysia tertulis bahwa Islam adalah agama resmi negara, meski mereka juga memberi pengakuan terhadap kebebasan individual, termasuk bebas untuk memilih agama yang dianut. Meski diakui oleh Ehsan, hal ini tidaklah selalu mudah untuk dilakukan, terutama dengan semakin menguatnya konservatisme di kalangan masyarakat Malaysia.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan terbaru terkait dengan Islam di negeri yang merdeka sejak 1957 itu, beberapa di antaranya adalah pelarangan menggunakan kata “Allah” untuk warga non-muslim. 

RMI NU Tegal

“Tidak hanya kata itu, ada sekitar 25 kata lain yang tidak boleh digunakan oleh non-muslim seperti kitab dan lain-lain,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Pemerintah Malaysia juga baru-baru ini mengeluarkan larangan terhadap segala bentuk liberalisme, mulai dari pembicara-pembicara publik yang dianggap liberal, hingga buku-buku yang dipandang beraliran serupa.

“Ada dua pembicara publik dari Indonesia yang sempat dikenai larangan, mulai dari Ulil Abshar Abdalla hingga yang terbaru, Mun’is Sirry,” ungkapnya.

Ehsan juga menyebut larangan ketat terkait buku-buku yang dipandang liberal. “Bahkan untuk buku monumental karya Charles Darwin misalnya, anda tidak akan menemukan cetakannya versi Bahasa Malaysia; semuanya di edisi berbahasa Inggris,” lanjutnya.

Terkait ini, Ehsan menyimpulkan tiga hal utama yang menjadi tantangan, yakni; Islam yang berkelindan dalam kepentingan politik, politisasi ajaran Islam oleh lembaga-lembaga pemerintahan, dan terakhir meningkatnya konservatisme dan otoritarianisme.

Untuk menanggulanginya, Ehsan menyebut keharusan untuk melakukan reformasi di tubuh Islam, yakni dengan bersikap terbuka terhadap diskursus-diskursus tradisional dan modern. Selain itu, ia juga menyebut perlunya perbaikan dalam bidang koordinasi antara kelompok-kelompok Islam, utamanya yang beraliran moderat-progresif.

Khusus untuk kasus Malaysia, ia menyebut kebutuhan untuk belajar dari Indonesia, utamanya dalam hal memperkuat organisasi massa yang berbasis keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah dalam mennghadapi permasalahan sosial dan isu-isu kekinian.

Terakhir, ia menyatakan perlunya membangun jaringan regional lintas negara untuk bersama-sama mengatasi masalah ini, sebab permasalahan ini bisa saja terjadi di mana-mana, tidak hanya terbatas di Malaysia.

 

Sementara upaya untuk melakukan perubahan ini tidak bisa dilakukan sendiri, karenanya jaringan lintas negara ini diharap mempu memberi kontribusi positif dalam upaya membangun pemahaman agama yang baik. (Khoirul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, RMI NU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

RMI NU Tegal

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

RMI NU Tegal

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah RMI NU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

RMI NU Tegal

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

RMI NU Tegal

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Amalan RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an

Subang, RMI NU Tegal. Setiap akhir bulan Ramadhan dari tanggal 21 sampai 27, Pondok Pesantren Assalafiyah Subang, Jawa Barat, mengadakan ujian al-Qur’an bagi para wisudawan khatimul Quran menggunakan bacaan imam ‘Ashim dengan riwayat imam Hafsh dan imam Syu’bah sekaligus.

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an

Ujian al-Quran tersebut biasa dikenal dalam di Pesantren Assalafiyah dengan istilah idarohan (santri membaca al-Quran secara bergiliran)

Menurut KH Haromain, selaku Pengasuh Pesantren, idarohan merupakan kegiatan rutinitas setiap bulan Ramadhan, yang diikuti oleh para santri putra dan putri yang telah diwisuda pada bulan Sya’ban kemarin.

RMI NU Tegal

"Selain itu juga, tujuan utama idarohah ialah mengajarkan dan pembacaan al-Qur’an yang memiliki sanad yang musalsal, diakui kebersambungannya hingga Rasulullah saw.. Untuk sedar diketahui saja, saya dahulu belajar Al-Qur’an dari KH. Umar Kempek Cirebon, terus beliau belajar kepada KH. Muanwwir Jogjakarta dan seterusnya sampai sambung kepada Rasulullah Saw.” tegas pengasuh.

Adapun waktu idarohan menurut Ustadz Nanang, dimulai pagi pukul07.00 s/d 11.30, sore jam 03.30 sampai berbuka puasa dan malam usai salat tarawih sampai pukul 00.00 malam. 

RMI NU Tegal

Untuk yang peserta idarohan setiap tahun kadang banyak dan kadang sedikit, untuk peserta sekarang dari santri putra 3 dan putri 10, ujar Ustadz Nanang pengurus Pesantren kepada RMI NU Tegal.

Perlu diketahui, bahwa pesantren Assalafiyah yang berdiri sejak tahun 1970-an merupakan salah satu pesantren yang istiqomah mempertahankan pengajian salaf. Adapun letaknya di pesisir pantai Utara, Jl. Blanakan Dsn. Sidamulya Ds.Ciasem Baru Kec.Ciasem Subang Kabupaten Subang Jawa Barat. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Jakarta, RMI NU Tegal. Perpustakaan PBNU yang bertempat di Kantor PBNU Jakarta Pusat sedang mengarah pada program digitalisasi arsip-arsip NU. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi Perpustakaan PBNU.



Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Perihal itu disampaikan oleh Ketua Pengelola Perpustakaan PBNU Syatiri Ahmad kepada RMI NU Tegal di Ruang Perpustakaan PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

“Dalam proses digitalisasi, kita terutama mendahulukan arsip-arsip primer NU seperti hasil Muktamar NU, Munas NU, dan putusan-putusan lain produk NU,” ungkap Syatiri Ahmad yang tengah menghadapi tumpukan majalah lama NU.

Syatiri Ahmad menambahkan usia organisasi NU tidak lagi muda. Sementara banyak dokumen-dokumennya sudah rapuh. Kalau tidak memiliki dokumen itu dalam bentuk digital, perpustakaan ini berisiko akan kehilangan isi dokumen itu selamanya.

RMI NU Tegal

Kondisi fisik kebanyakan dokumen dan arsip NU itu sudah memperihatinkan. Kondisi demikian tidak memungkinkan bagi para pengunjung untuk mengakses fisik dokumen aslinya. Namun, dalam kondisi itu pengunjung masih tetap bisa mengakses dokumen itu dalam bentuk digital, tegas Syatiri Ahmad.

Syatiri Ahmad menyatakan selain mengawetkan dokumen lama NU, program digitalisasi juga memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mengakses dokumen yang sama tanpa harus menunggu antrean pengunjung lain.

RMI NU Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

Bogor,RMI NU Tegal. Kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konteks kebangsaan dirasakan mulai pupus dan terkikis oleh arus globalisasi. Hal inilah yang mendorong Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor untuk melakukan kerjasama sosialisasi 4 pilar bangsa (Pancasila,UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) antara PC Lakpesdam NU kabupaten Bogor dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), pada 09 Juni 2012, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong.

Saat ditemui RMI NU Tegal, Waspada MK, selaku Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Bogor, sekaligus ketua Panitia Sosialisasi 4 pilar bangsa mengatakan, perlu kajian tematis-strategis dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara sesuai cita-cita founding father Negara Indonesia.

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

"Banyak terjadi penyimpangan terhadap tujuan dan tata cara kehidupan berbangsa, bahkan ada pihak-pihak yang sengaja membelokkan orientasi atas cita-cita luhur para pendiri NKRI,“ katanya. "Kalau Perlu pendidikan P4 pada era Orde Baru perlu dilakukan lagi, tentu dengan nuansa yang berbeda."

RMI NU Tegal

Sementara itu , wakil ketua MPR RI, Lukman Hakim Saefudin, sebagai narasumber tunggal mengatakan, “4 pilar bangsa ini memerlukan kerjasama semua pihak, termasuk NU dan Lembaga-lembaganya, harus nyata-nyata mensosialisasikan ini, karena NU mempunyai jama’ah dan Jam’iyyah yang jelas-jelas merupakan founding father negeri ini.”

RMI NU Tegal

Kang Lukman, demikian ia akrab disapa, menambahkan bahwa kiai-kiai NU punya peranpenting dalam memberikan kesadarang kepada umatnya.

“Para Kyai NU dikabupaten Bogor yang begitu banyak sangat potensial untuk memberikan kesadaran ini kepada ummatnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama , kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU kab.Bogor, mengatakan, NU Bogor siap mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tetap pada komitmen keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi, salah besar ketika ada tuduhan dari luar negeri yang mengatakan bahwa Indonesia intoleransi, harusnya pihak yang menilai berpikiran obyektif, jangan hanya karena satu (atau) dua masalah, kemudian disamaratakan,“ tegasnya.

Sementara Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa bagi NU 4 pilar ini adalah harga mati. 

"Jadi jangan berangan-angan akan ada pihak-pihak lain yang hendak melakukan perubahan-perubahan prinsipil yang nantinya dapat mengganggu stabilitas nasional dalam beberapa aspek kehidupan bernegara,” katanya.

“Saat ini kita butuh perekat bangsa, kita harus kembali pada rumusan-rumusan para pendiri bangsa, jangan ada usaha-usaha yang dapat memecah kita,” tambahnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh 40 MWC NU se-Kabupaten Bogor, Lembaga,Lajnah, Banom, PMII dan Civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU – Jakarta).

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Pertandingan, Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

Pati, RMI NU Tegal. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengajak dan mengajarkan warga sekitar cara berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah yang kerap menumpuk sia-sia.

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

“Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli polybag untuk menawan sayuran seperti sledri, sawi, kangkung, bayam, cabe dan lain sebagainya.” jelas Siswanto, penanggung jawab Devisi Litbang Lakpesdam Pati, Senin (30/11).

Gerakan ini diharapkan menjadi solusi bagi aksi hijau di tengah keterbatasan lahan dan pemanfaatan sampah yang semakin melimpah ruah. Lakpesdam NU Pati membuat percontohan di rumah-rumah pengurus terlebih dahulu, untuk kemudian ditiru masyarakat.

RMI NU Tegal

“Untuk kali ini rumahnya Khoirun Niam di desa Plukaran Gembong Pati, yaitu pengurus Lakpesdam dari Devisi Kajian dan Penerbitan sebagai tempat percontohan, menanam sledri di media tanam dari plastik bekas,” ujar Ratna Andi Irawan, Ketua Lakpesdam NU Pati

RMI NU Tegal

Ke depan diharapkan masyarakat Pati bisa berkebun sendiri di lahan sempit, bisa di depan ataupun samping rumah. Media tanamnya pun bisa cukup dengan memanfaatkan barang-barang rumah tangga yang sudah tak terpakai. Selain mengurangi penumpukan sampah, kegiatan kreatif ini bisa sedikit menghemat anggaran dapur karena sawi, sledri, kangkung, bayam, atau cabe dapat dipetik dari kebun sendiri.

Siswanto menambahkan, dalam waktu dekat ini Lakpesdam NU akan mengadakan pelatihan tentang menumpuk rupiah dari sampah. Peserta akan diberikan pemahaman bahwa sampah bisa bernilai ekonomis apabila kita mengetahui cara mengelolanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Berbasis LEAD, STAINU Temanggung Bentengi Anak Madrasah dari Radikalisme

Temanggung, RMI NU Tegal. Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepempinan (LDK) di Madrasah Aliyah (MA) De Baito Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (14/9), dosen Sekolah TInggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung melakukan kegiatan penanaman karakter berbasis LEAD dalam rangka membentengi masuknya paham atau aliran radikal.

Kegiatan yang diisi Sigit Tri Utomo, Dosen sekaligus Sekprodi PAI STAINU Temanggung. Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud nyata STAINU Temanggung dalam rangka membentengi faham atau aliran radikal di sekolah.

Berbasis LEAD, STAINU Temanggung Bentengi Anak Madrasah dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbasis LEAD, STAINU Temanggung Bentengi Anak Madrasah dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbasis LEAD, STAINU Temanggung Bentengi Anak Madrasah dari Radikalisme

Sigit menyampaikan materi tentang leadership kepada para pelajar tersebut dengan menarik. Alumnus Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu memaparkan bahwa kegiatan ini berorientasi mencetak regenarasi yang tangguh dalam mengahadapi era global. 

"LEAD mempunyai arti 4 kata Loyality, Educate, Advice dan Disicipline, yakni Loyality seorang pemimpin harus loyal dan komitmen terhadap organisasinya. Educate pemimpim harus bisa mengedukasi tim kerja organisasi advice pemimpin juga dapat memberi nasehat juga disiplin yaitu bisa memberikan keteladan kepada team work," tukasnya.

Dosen yang pernah aktif di LPM Dinamika ini juga memaparkan bahwa pendidikan karakter selama ini sangat dibutuhkan dikalangan remaja karena masa remaja adalah masa penemuan jati diri, sehingga jika di gunakan untuk kegiatan osis seperti ini sangat membantu mereka untuk bisa menjadi pelopor dan kader bangsa. 

RMI NU Tegal

"Perlu diketahui bahwa STAINU menjalin kerja sama dengan MA de Baito Temanggung dalam wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi," beber dia.

Ia berharap, para pelajar MA De Baito Temanggung bisa menerapkan materi yang disampaikannya itu agar ke depan bisa menjadi penerus dan penentu masa depan bangsa, khususnya di wilayah Temanggung sendiri. (Dul/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship

Rembang, RMI NU Tegal. Berbeda dari pertemuan rutin selapanan Ikatan Pelajar Nahadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) anak cabang Sulang Rembang yang biasanya diisi materi keagamaan kali ini diisi materi Entrepreneurship, Ahad (25/9) bertempat di Masjid Jamiul Muttaqin Desa Pragu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB menghadirkan pemateri Ragil Bambang Sumatri asal Desa Kemadu Sulang Rembang. Dia mengisi materi Entrepreneurship dan banyak bercerita jatuh bangunnya dalam perjalanan bisnisnya menggeluti ternak kambing jawa.?

Dengan latar belakang pendidikan sarjana arsitek dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak menyiutkan nyali dia untuk menjadi pengusaha peternak kambing jawa dan kambing etawa yang dikenal memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Saya mulai beternak kambing itu mulai 2006. Pada saat itu, mencari kerja sangatlah sulit. Oleh karenanya, saya memilih membuka usaha sendiri dengan beternak kambing Jawa. Pertama kali ternak hanya sebanyak 8 ekor," ujar Ragil Bambang Sumatri diawal penyampaiannya.

RMI NU Tegal

Hadir dalam selapanan ini sebanyak 76 kader pelajar NU Sulang. Istiqomah, salah satu kader asal Ranting Pedak merasa senang karena materi selapanan kali ini sangat menginspirasinya. "Saya sangat senang sekali mengikuti acara dipagi hari ini, karena diajari oleh bapak Ragil mengenai peternakan kambing yang banyak sekali manfaatnya," ujarnya.

Selain itu, beliau menceritakan kelompok tani ternak bernama Taruna Tani Margo Mulyo yang digagas beliau pada tahun 2009 meraih peringkat II tingkat Provinsi Jawa Tengah pada lomba peternakan pada tahun 2010. Sedangkan pada tahun ini, meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah dan akan maju tingkat nasional pada 2017 nanti.

Lain halnya dengan Edi Sucipto salah satu peserta asal Ranting Pragu merasa mendapatkan pengetahuan baru bagaimana memulai usaha yang baik, "Kalau pendapat saya secara pribadi terkait materi yang disampaikan sangatlah puas, banyak pelajaran bagaimana tips dan trik memulai sebuah usaha," tuturnya.

RMI NU Tegal

Acara yang selesai menjelang dzuhur ini dihadiri oleh sesepuh desa dan nampak hadir perwakilan dari pengurus cabang IPNU-IPPNU Rembang dan perwakilan Banom NU lainnya. (M. Ulin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Lombok, RMI NU Tegal. Ansor NTB sosialisasi hasil Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Aula PWNU NTB usai sholat Magrib Berjamaah kepada cabang-cabang se-Lombok, Jumat malam (03/07)

"Sampai saat ini Ansor NTB masih dapat klaster 1," kata Suaeb Query, ketua PW Ansor NTB dihadapan cabang cabang se-Lombok yang hadir.

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Suaeb juga menyampaikan agenda Ansor saat ini adalah mengawal muktamar ke-33 NU berdasarkan hasil rakornas di Jakarta 13-14 Juni lalu.?

RMI NU Tegal

Disamping itu mantan PB PMII ini menambahkan bahwa sesungguhnya Ansor yang dinilai dan diberikan klaster 1 atau 2 dan seterusnya adalah cabang cabang dengan syarat memiliki pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan dan atau pernah melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser.?

Pantaun RMI NU Tegal pada pertemuan ini, cabang-cabang yang hadir diberikan waktu oleh M. Akri, sekretaris Ansor NTB selaku pemandu jalannya acara pertemuan ini untuk menyampaikan tanggapan dan pikiran-pikarannya dalam pertemuan ini. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News, Jadwal Kajian, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

Jombang, RMI NU Tegal. Dalam rangka memperingati haul Mbah Thoyib ke-149, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan  Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang dan pengajian umum, Sabtu, (7/11) di halaman mushalla Mbah Thoyib.

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

M Nashihuddin, Ketua PR IPNU Mojoduwur mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai upaya mengenang dan meneladani perjuangan sosok Mbah Thoyib, salah satu tokoh Mojoduwur yang sangat berpengaruh dalam sejarahnya. Mbah Thoyib juga dikenal sebagai pembabat desa setempat.

“Setiap tahunnya masyarakat, aparat desa dan organisasi kepemudaan mengadakan peringatan haul. Nah, untuk haul ke-149 ini, kami akan menggelar agenda festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang salah satunya,” katanya saat dihubungi, Rabu (4/11).

RMI NU Tegal

Sementara itu, panitia penyelenggara, hingga saat ini tengah membahas persiapan untuk festival lomba seni patrol dengan intensif. “Masih terus membahas persiapan festival itu khususnya, karena kita menargetkan peserta festival kurang lebih dari 50 grup seni,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, pendaftaran lomba masih dibuka, bisa dilkukan di kantor Pondok Pesantren Baitussalam, Mojoduwur dengan mengisi formolir pendaftaran, atau bisa langsung menghubungi panitia lewat contact person Didin : 08563315703, Fiasal : 085859688289, masing-masing grup dikenakan biaya administrasi sebesar 50.000 rupiah.

Kamis (5/11) ini diselenggarakan pertemuan untuk membahas hal-al teknis terkait festival tersebut di mushalla Mbah Thoyib. Pihak penyelenggara juga menyiapkan beberapa macam hadiah, yaitu juara I mendapatkan tropi, sertifikat dan uang sebesar 2.000.000, juara II (tropi, sertifikat dan uang 1.000.000) dan juara III akan membawa pulang tropi, sertifikat dan uang 750.000. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Safari ‘Berlari’ PC IPNU-IPPNU Nganjuk

Nganjuk, RMI NU Tegal. Spirit untuk menggenjot program dan kaderisasi di PC IPNU-IPPNU Nganjuk bukan isapan jempol belaka. Setelah pelantikan bulan Maret lalu, di awal April ini, pengurus IPNU-IPPNU Nganjuk “berlarian” untuk merealisasikan hasil rapat kerja dan mengawal kegiatan-kegiatan di tingkat bawahnya. Sebut saja dalam sehari, bisa jadi pengurus IPNU-IPPNU Nganjuk mengendarai roda duanya dari ujung utara menuju ujung selatan.?

Ahad pagi awal bulan April ini misalnya, pagi hari pengurus IPNU-IPPNU Nganjuk menghadiri istighotsah pelajar menghadapi UN di PAC Jatikalen (ujung utara), agak panas mereka bergeser ke PAC Kertosono untuk menghadiri peringatan harlah IPNU-IPPNU di Masjid Ar-Roudloh. Belum selesai, selepas dzuhur mereka bergeser ke PAC Prambon (Selatan) untuk menghadiri Konferensi Anak Cabang IPNU-IPPNU Prambon di Kantor MWC NU Prambon, di samping beberapa pengurus PC yang telah “dipatok” untuk mengawal konferancab dua tahunan tersebut. Malamnya pun masih menyempatkan untuk menghadiri acara dari kakak-kakak GP Ansor di luar kota.

Safari ‘Berlari’ PC IPNU-IPPNU Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari ‘Berlari’ PC IPNU-IPPNU Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari ‘Berlari’ PC IPNU-IPPNU Nganjuk

Spirit untuk memperbaiki keadaan dan membawa perubahan lebih baik ternyata bukan hanya orasi yang disampaikan ketika terpilih dan terlantik. Banyak agenda yang telah dikerjakan dalam masa jabatan yang belum genap seumur jagung. Penghidupan dan pengukuhan kembali PAC-PAC yang vakum terus digenjot, sebut saja PAC Loceret dan PAC Jatikalen. Invasi ke sekolah-sekolah untuk mendirikan komisariat-komisariat juga digalakkan habis-habisan.

“Sudah ada beberapa sekolah maupun madrasah yang menghubungi kami, ada juga sekolah dan madrasah yang kami sowani untuk pendirian komisariat IPNU-IPPNU. Berbagai pihak juga digandeng untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, di antaranya LP Maarif NU,” ungkap Wahid yang juga mahasiswa IAI Tribakti Kediri.

RMI NU Tegal

Sosialisasi PD/PRT serta POA IPNU-IPPNU juga mulai dilaksanakan di PAC-PAC, mulainya dari PAC Baron. Tidak kalah kencangnya, bidang kaderisasi melaksanakan pemantapan pelatih Makesta-Lakmud bertempat di PAC Gondang, dikandung maksud, agar kebutuhan pelatihan dari “rencana besar” Komisariat-PAC-Ranting dapat didukung oleh tenaga yang profesional dan handal.

Tidak mau kalah, lembaga semi otonom CBP-KPP yang telah mulai “kerja, kerja, kerja”nya dengan makrab (malam keakraban) serta bakti sosial di Wilangan. Segera setelah ini, bekerja sama dengan lembaga pers akan melaksanakan diklat jurnalistik media daring.?

“Sirnalah gelap, terbitlah terang. Ini adalah masa kebangkitan dan perbaikan menyeluruh untuk PC IPNU-IPPNU Nganjuk. Semua juga tahu bahwa ujung tombak penanaman ideologi dan nasionalisme ada di masa pelajar, jadi IPNU-IPPNU Nganjuk harus menjadi garda awal Aswaja dan NKRI” tegas salah satu pembina PC IPNU Nganjuk yang jua alumni STAI Miftahul Ula Kertosono. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Jakarta, RMI NU Tegal. Fatayat NU adalah organisasi beranggotakan para perempuan muda yang menjadi salah satu ujung tombak NU. Peran dan kerja nyata Fatayat sangat ditunggu masyarakat dan bangsa. Untuk itu, Fatayat selalu mengaji problem-problem serius yang dihadapi bangsa ini, baik secara nasional dan global. Fatayat juga selalu menyiapkan langkah nyata sebagai solusinya.

Demikian yang dijelaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini ketika memberikan sambutan pelantikan PP Fatayat NU periode 2015-2020 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Ahad (13/12).

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Anggi, panggilan akrabnya, menandai beberapa tantangan nasional dan global yang sedang dihadapi Fatayat. "Pertama, di depan mata kita terjadi kekerasan seksual kepada anak, dan itu yang sangat mengenaskan. Berita kekerasan seksual pada anak terus terjadi. Ini menjadi problem serius, karena mengancam masa depan bangsa. Anak-anak adalah investasi dan harapan bangsa," tegasnya.

RMI NU Tegal

Sedangkan yang kedua, lanjut Anggi, adalah angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Ini menjadi tantangan besar karena menyangkut kesehatan dan standar gizi yang baik. Jangan sampai ibu-ibu yang hamil justru terancam karena kekurangan gizi. Anak-anak juga harus mendapatkan asuhan gizi yang tercukupi. "Ini Fatayat akan selalu mengupayakan yang terbaik, bekerja sama dengan banyak pihak," katanya.

RMI NU Tegal

"Sementara yang ketiga adalah kasus radikalisme global. Ini juga cakupan Fatayat, karena perempuan NU juga harus siap menjawab stigma negatif yang dialamatkan kepada Islam. Fatayat juga mesti melahirkan kader-kader yang tangguh, sehingga bisa menghalau dan mencegah radikalisme berkembang luas. Ini tantangan global bagi semua, termasuk Fatayat," lanjutnya.

"Yang terakhir, adalah MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Bonus demografi Indonesia harus dijawab dengan kerja-kerja produktif, dan Fatayat adalah bagian utama di dalamnya. Ini tantangan serius bagi Fatayat agar terus berkembang dalam membangun kemandirian perempuan Indonesia," tegasnya.

Dalam konteks ini, kata Anggi, Fatayat akan berusaha dengan sungguh-sungguh dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pendidikan adalah kunci utama melahirkan SDM yang siap menjawab berbagai tantangan nasional dan global.

"SDM yang kuat dan tangguh harus kita ciptakan. SDM dalam segala bidang, baik dalam politik, budaya, kesehatan, ekonomi, agama, dan sebagainya," tegasnya.

"Perjuangan yang akan dilakukan Fatayat juga melalui pendekatan politik dan budaya. Fatayat akan memaksimalkan advokasi kebijakan yang pro kepada rakyat, khususnya perempuan. Fatayat juga akan memaksimalkan program kerja yang sudah berjalan, sehingga lebih efektif dan menjangkau lebih luas," pungkasnya. (Madun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Sabtu, 19 Agustus 2017

LPPNU Sidoarjo Akan Berikan Bantuan Obat kepada Petani Cabai

Sidoarjo, RMI NU Tegal



Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Sidoarjo Supriyono akan memberikan bantuan berupa obat-obatan kepada petani cabai yang ada di Desa Permisan, Jabon, Sidoarjo. Obat-obatan ini sebagai upaya untuk menormalisasikan tanaman cabai yang rusak akibat diserang hama ulat.

LPPNU Sidoarjo Akan Berikan Bantuan Obat kepada Petani Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Sidoarjo Akan Berikan Bantuan Obat kepada Petani Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Sidoarjo Akan Berikan Bantuan Obat kepada Petani Cabai

"Kami akan berikan bantuan berupa obat untuk herbal. Tadi saya juga sudah bicara sama petani harus ada penanganan yang efektif. Karena kasihan juga pada saat harga cabai bagus tapi petani gagal," kata Supriyono saat melakukan sidak di lahan pertanian cabai di Desa Permisan, Kamis (12/1).

Supriyono menegaskan bahwa, saat memanen cabai harus dipotong tangkainya dan disemprot yang terkena virus. Pasalnya, jika memanen cabai dengan cara dipetik menggunakan tangan akan menyebar ke tanaman cabai yang lain.

"Motongnya juga harus pakai gunting tidak boleh pakai tangan supaya tidak menular. Ini untuk mengantisipasi, karena menyebarnya sangat cepat dan kalau ada tanaman lain harus dilokalisisasi," tegasnya.

Supriyono mengimbau kepada petani cabai agar mengikuti asuransi milik pemerintah. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi gagal panen, para petani bisa mengklaim melalui asuransi tersebut.

RMI NU Tegal

"Tanaman ini seharusnya bisa diasuransikan. Jika terjadi gagal panen atau hasilnya kurang baik, petani bisa mengklaim lewat asuransi itu maksimal 6 juta. Dan petani hanya bayar asuransi itu setiap bulannya sekitar 50 ribu. Kalau memang perlu kelompok petani bisa koordinasi dengan LPPNU," ujarnya.

Sementara itu, petani cabai, Sholeh berharap ada upaya dari pemerintah untuk memberikan solusi agar tanaman cabainya yang berada di lahan setengah hektar itu bisa normal. Karena, tanamannya sudah sebulan ini hasilnya kurang bagus alias cabainya banyak yang gosong akibat diserang hama ulat.

Sholeh mengaku merugi karena hasil panen cabainya tidak normal sehingga ia harus memanen dini meski kondisi cabainya berwarna hijau.

"Harga cabai warna hijau ini saya jual Rp. 25 ribu. Sedangkan yang berwarna merah saya jual seharga Rp. 70 ribu. Padahal harga cabai di pasaran mencapai Rp. 100 ribu rupiah," jelas Sholeh. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Sholawat RMI NU Tegal

Kamis, 18 Mei 2017

Ini Bedanya Wali Songo dan Para Dai Sekarang

Surabaya, RMI NU Tegal - Sejarah telah mencatat ratusan bahkan jutaan masyarakat yang awalnya beragama Hindu dan Budha tertarik menjadi Muslim. Hal ini terjadi lantaran para ulama mendakwahkan agama di Tanah Air secara santun. Bahkan tradisi yang ada diisi dengan nuansa Islami.

Penjelasan ini disampaikan Ustadz Maruf Khozin ketika menjadi pemateri pada Kajian Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Kiswah yang diselenggarakan oleh PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (1/10) sore.

Ini Bedanya Wali Songo dan Para Dai Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Wali Songo dan Para Dai Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Wali Songo dan Para Dai Sekarang

"Ratusan ribu orang diislamkan oleh Wali Songo dengan tanpa menggunakan senjata," kata Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jatim tersebut.

Hal ini bisa terjadi lantaran dakwah yang dilakukan menghargai tradisi setempat serta mengemasnya dengan muatan Islami, lanjutnya.

RMI NU Tegal

"Kalau sekarang, banyak kalangan yang mengafirkan orang yang nyata-nyata Muslim," keluhnya. Padahal yang bersangkutan belum pernah mengislamkan. "Jangankan ratusan orang, satu orang saja belum pernah diislamkan oleh mereka yang gemar mengafirkan tersebut," sergahnya.

RMI NU Tegal

Kearifan dalam berdakwah inilah yang sekarang harus ditiru kaum muslimin, khususnya aktivis Nahdlatul Ulama. "Tradisi yang telah mengakar di masyarakat hendaknya dimaknai sebagai kearifan lokal, dan selama tidak bertentangan dengan syariat tentu tak layak dikatakan sebagai tradisi kaum kafir," ungkapnya.

Ustadz Maruf kemudian memberikan contoh sebagian kalangan yang gemar memelihara benda pusaka semacam keris dan sebagainya untuk tidak dicap sebagai orang menyekutukan Allah SWT. "Selama tetap meyakini bahwa penentu segalanya adalah Allah, memelihara benda pusaka dan sejenisnya tidak dilarang," tegasnya.

Alumus Pesantren Lirboyo ini kemudian membandingkan dengan kecenderungan orang modern untuk mempercayakan serta pasrah kepada dokter ketika sakit. "Kalau dokter dianggap bisa menyembuhkan penyakit, maka itu sama saja dengan menyekutukan Allah," ujarnya.

Pekerjaan berat bagi kaum muslimin khususnya penyeru agama adalah tidak mudah mengafirkan kalangan lain. Hal tersebut semakin penting untuk disadari khususnya kala memasuki bulan Muharram yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan bulan Suro yang dikenal angker.

Dalam menjalankan perintah agama, ada tiga ukuran yang dapat menjadi pegangan. "Yang pertama adalah berdasarkan Al-Quran dan hadits, kedua adalah pendapat ulama serta tradisi yang tidak bertentangan dengan syara‘," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 30 Maret 2017

Tampung Peserta Konferensi Internasional, Panitia Sediakan 70 Pemondokan

Pekalongan, RMI NU Tegal. Hajatan besar Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) menggelar Konferensi Internasional Ulama bela negara yang berlangsung di Kota Pekalongan Jawa Tengah sejak tanggal 27 Juli 2016, hari ini Jumat (29/7) direncanakan ditutup. Penutupan dilaksanakan di Gedung Kanzus Shawalat, Majelis yang diasuh oleh Habib Luthfi di Pekalongan.

Ribuan peserta dari dalam negeri maupun luar negeri sejak H-2 telah berdatangan di Kota Batik Pekalongan untuk mengikuti hajatan JATMAN yang secara khusus membahas masalah bela negara dan urgensinya menurut Islam.

Tampung Peserta Konferensi Internasional, Panitia Sediakan 70 Pemondokan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Peserta Konferensi Internasional, Panitia Sediakan 70 Pemondokan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Peserta Konferensi Internasional, Panitia Sediakan 70 Pemondokan

Dari dalam negeri saja, tercatat ada 1500 lebih peserta yang terdiri dari para utusan wilayah, cabang, para mursyid thariqah, NU dan badan otonomnya maupun undangan khusus. Sedangkan dari luar negeri ada 40 negara yang mengirimkan delegasi secara khusus.

Tentu untuk menampung akomodasi seluruh peserta, hotel-hotel yang ada di Pekalongan tidak mampu menampung peserta/delegasi belum lagi mereka membawa ajudan atau sopir dari tempat tinggalnya. Melihat kondisi itu dan hajatan Jatman ini telah mendapat respon yang luar biasa dari peserta maupun peninjau ternyata telah diantisipasi oleh panitia.

RMI NU Tegal

Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus panitia adalah masalah akomodasi peserta yakni tentang penginapan. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, masalah penginapan menjadi titik perhatian penting jangan sampai para tamu yang terdiri dari para kiyai dan masyayekh tidak mendapat penginapan hingga acara dimulai.

Mohammad Sholeh salah satu seksi akomodasi Konferensi Internasional kepada RMI NU Tegal menceritakan, seluruh peserta dari berbagai daerah telah disiapkan sebanak 70 pemondokan yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, sedangkan utusan khusus, penceramah dan tamu tamu dari luar negeri disediakan penginapan di hotel.

"Kami sudah menyediakan penginapan sebanyak 70 rumah yang lolos seleksi dari 150 rumah yang mendaftarkan diri untuk ditempati peserta yang ? memenuhi kriteria rumahnya mudah dijangkau kendaraan roda empat, tersedia mobil sopir dan BBM-nya serta konsumsi di luar yang disediakan oleh panitia," ujar Sholeh yang juga Ketua Ranting NU Banyurip Pekalongan.

RMI NU Tegal

Dikatakan, dari 70 penginapan yang disediakan dengan fasilitas lengkap pada H-1 sudah terisi penuh, sementara peserta terus berdatangan, sehingga terpaksa rumah rumah yang tidak masuk kriteria akhirnya ditempati juga.

Antusiasme masyarakat Pekalongan menyediakan penginapan plus untuk peserta konferensi tidak lain karena ingin ngalap berkah atau mencari keberkahan dari para kiyai dan masyayekh yang menginap dirumahnya yang rata-rata memiliki usaha perbatikan.

Bagi mereka, dengan membantu penyediaan akomodasi penginapan di samping ketawadluan kepada Habib Luthfi bin Yahya juga harapan doa dari para tamu yang menginap di rumahnya untuk kelancaran usahanya.

Salah satu rumah yang ditempati penginapan peserta ialah rumah Batik Faaro di Buaran Gang 1 Pekalongan Selatan milik H Muhtarom. Rumah yang cukup besar dan luas itu selalu menjadi langganan panitia untuk dapat ditempati tamu tamunya Habib Luthfi setiap kali Kanzus Sholawat menggelar hajatan.

Bagi dirinya yang juga aktif di PCNU Kota Pekalongan ini, bisa melayani tamu tamu Habib Luthfi ada kepuasan tersendiri apalagi tamu tamu yang menginap selalu membawa oleh oleh batik yang diproduksinya untuk kenang kenangan dan biasanya mereka selalu membawa pulang yang tidak sedikit, ujar Tarom yang juga memroduksi batik batik motif NU yang kini banyak dipakai warga Nahdliyyin. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, News, Meme Islam RMI NU Tegal

Selasa, 13 Desember 2016

PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Selain mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak, ormas Islam terbesar ini mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing sejumlah isu provokatif yang dapat mengoyak keharmonisan bangsa.

“Apa yang terjadi di Timur Tengah atau di Asean jangan sampai mempengaruhi kebersamaan kita,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing

Menurut Kang Said, langkah reaksioner yang berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah. Keputusan untuk berjihad ke Myanmar atau membenci umat Budha di Indonesia jauh dari relevan. Sikap mengecam ketidakadilan harus ditunjukkan dengan cara-cara yang tepat.

RMI NU Tegal

“Kita tunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa kita bangsa toleran,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Sejak awal, lanjutnya, bangsa Indonesia mampu hidup rukun dan damai meski ratusan suku bermukim di Tanah Air. Karena itu, ia berharap praktik kekerasan yang terjadi di Myanmar tak sampai mengotori suasana ini.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum ICRP Musdah Mulia, serta beberapa perwakilan kelompok Budhis di Indonesia, seperti Hikmahbudhi, STAB Dutavira, Magabudhi, Majelis Budhayana Indonesia, dan Patria.

Ketua Umum Hikmahbudhi Adi Kuriniawan berharap, sebagai ormas besar PBNU dapat mengajak masyarakat untuk bersikap secara positif dalam menghadapi tragedi Rohingya.?

“Kami berharap isu ini tidak menjadi liar, sehingga menimbulkan polemik-polemik dalam negeri,” katanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Pertandingan, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 27 Mei 2014

Konfercab IPNU-IPPNU Tegal Dihadiri Ribuan Pelajar

Tegal, RMI NU Tegal . Konferensi? Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, digelar di Pondok Pesantren Al Fajar Babakan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, 25-27 Desember 2013. Konfecab kali ini merupakan yang ke-19 bagi IPNU dan ke-18 bagi IPPNU.

Konfercab IPNU-IPPNU Tegal Dihadiri Ribuan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Tegal Dihadiri Ribuan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Tegal Dihadiri Ribuan Pelajar

Forum tertinggi IPNU-IPPNU tingkat kabupaten ini diikuti 1.928 pelajar dari 241 pimpinan ranting dan pimpinan komisariat. Hadir pula dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tegal terpilih Dra Umi Azizah, Rais Syuriah PCNU Kabupatan Tegal, KH Chambali Utsman, Anggota DPR RI Bahrudin Nasori dan Zainut Tauhid, dan perwakilan sejumlah badan otomon NU Kabupaten Tegal.

Konfercab sendiri dibuka oleh Staf ahli Bupati Tegal bidang pemerintahan Drs Eko Jati Suntoro, Kamis (25/12). Dalam sambutanya, dia berharap IPNU-IPPNU sebagai generasi muda bisa memberikan teladan bagi yang lain. Pasalnya, IPNU dan IPPNU adalah garda depan penerus bangsa.

RMI NU Tegal

Sementara Ketua PCNU Kabupaten Tegal KH Ahmad Wasy’ari saat memberi pengarahan menuturkan, sebagai pintu masuk awal pengaderan NU, IPNU-IPPNU harus mampu memanfaatkan proses kaderisasi dengan baik.

“Ini saya yakin IPNU-IPPNU merupakan kader yang bersih dari proses hiruk pikuk pilitik, karena IPNU-IPPNU merupakan kader pelajar NU. Dalam forum ini saya juga titip pesan jagalah IPNU dengan baik? dan wibawa pelajar agar tercipta tatanan organisasi yang lebih baik pula,“ pesanya ?

RMI NU Tegal

Dalam forum yang sama Ketua PC IPNU Kabupaten Tegal Abdul Mughni berpesan agar konfercab tidak hanya fokus pada pemilihan ketua baru,? tetapi juga sidang penentuan rekomendasi organisasi dan program kerja.

“Setelah tahu program maka perlu mencari pemimpin yang pantas dan? sanggup menanggung beban program itu, jadi tidak asal-asalan. Siapapun yang jadi ketua atau pemimpin itu adalah pemimpin kita semua. Untuk itu semua harus berlapang dada,” katanya.

Mughni juga menyinggung hiruk pikuk tahun politik 2014. Diharapkan kader bisa bersikap netral dan tetap fokus pada bidang garapnya, yakni kaderisasi.

Pernyataan Muhgni juga diamini oleh Ketua PC IPPNU Tegal Lutfatun Nikhla. Dia berharap generasi IPNU-IPPNU ke depan sanggup mengemban amanat organisasi dengan maksimal.

Lutfah mengklaim selama dua tahun kepengurusannya, sudah banyak program yang diselesiakan dan berhasil. Ia mengatakan, hal ini tak lepas dari banyaknya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, terutama PCNU Kabupaten Tegal, para pembina? dan dukungan semua pengurus cabang dan anak cabang.

“Dalam kesempatan ini sekaigus saya berpamitan dan agar generasi penerus saya mudah-mudahan lebih baik,“ pintanya. (Abdul Muiz/Mahbib)

?

FOTO : Wakil Bupati Dra Umi Azizah didampingi staf ahli bupati menyematkan tanda peserta pada saat pembukaan Konfercab

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 04 November 2008

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

Jakarta, RMI NU Tegal?



Keputusan Menteri Pendidikan terkait penerapan full day school masih banyak menuai tantangan sampai saat ini. Kali ini tantangan datang dari masyarakat Kabupaten Tegal. Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal Nurkholis Sobari mengatakan bahwa aksi damai yang akan melibatkan 20 ribu peserta itu akan dilaksanakan pada Jumat, (25/8).

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak  Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

“Aksi besok (Jumat) dalam rangka penolakan full day school yang difasilitasi oleh PCNU Kabupaten Tegal,” ungkapnya saat dihubungi oleh RMI NU Tegal dari Jakarta, Senin, (22/8).

Menurutnya aksi tersebut akan dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan diawali shalat Jumat di Masjid Agung Slawi. Setelah itu, pukul 13.00 WIB berkumpul di halaman gedung PCNU Kabupaten Tegal yang tidak jauh dari masjid. Selanjutnya, akan diadakan long march menuju Taman Rakyat Slawi yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa tuntutan yang akan diajukan hanya satu.?

“Tuntutan kita tunggal. Cabut Permendikbud No. 23 tahun 2017,” tambahnya.

RMI NU Tegal

Tuntutan tersebut rencananya akan diberikan kepada Bupati Tegal Enthus Susmono secara simbolis dengan diakhiri oleh pernyataan dari Bupati untuk menolak full day school.

RMI NU Tegal

Aksi damai juga menurutnya akan melibatkan badan otonom NU seperti GP Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII, serta beberapa media santri yang lain seperti Santri Online, ala_nu, dan Galeri Santri.

Selain itu, aksi damai tersebut menurutnya juga akan dibarengi dengan orasi.?

“Nanti yang akan memberikan orasi ada dua, dari PCNU dan para masyayikh,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock