Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, RMI NU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

RMI NU Tegal

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

RMI NU Tegal

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah RMI NU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

Bandung, RMI NU Tegal. Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) melakukan sosialisasi mengenai bahaya radikalisme di kalangan pelajar di Kecamatan Regol Kota Bandung, Kota Bandung, Sabtu, (27/1).

Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk nyata atas keprihatinan PAR terhadap paham radikal di kalangan pelajar.

"Maka pada acara masa kesetiaan anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (Pac) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Regol Tim PAR kembali hadir untuk mengingatkan bahaya paham radikalisme di kalangan pelajar yang dapat merusak generasi muda saat ini," kata dia.

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

Ia menambahkan sosialisasi langsung kepada pelajar sangatlah efektif guna mencegah serta mengikis paham radikalisme dikalangan pelajar serta terciptanya suasana yang interaktif dan menyenangkan untuk pelajar itu sendiri.

"Tatap muka seperti ini kan sangat efektif sekali menurut saya," bebernya.

RMI NU Tegal

Ia berharap Tim PAR  dapat menjadi media komunikasi dikalangan pelajar dalam menangkal paham-paham radikalisme yang mencoba merusak masa depan bangsa, serta kedepan kegiatan seperti ini akan sering dilakukan oleh Tim PAR.

"Kita sih berharapnya Tim PAR ini bisa menjadi media komunikasi bagi pelajar, bahkan menjadi solusi dalam menangkal paham-paham radikalisme, dan kedepannya kegiatan seperti ini akan sering kita lakukan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan

Way Kanan,RMI NU Tegal. Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, Juara II Penyaji Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Tahun 2015 membawakan lakon Anoman Maneges untuk meramaikan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 di gedung PCNU Way Kanan, Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu, Senin (8/2) malam.

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan

"Kenapa memilih lakon ini karena berkisah tentang kebaikan yang menang melawan kejahatan. Menjadi harapan supaya NU senantiasa bisa demikian," ujar Pelajar SMPN1 Baradatu Kabupaten Way Kanan itu.



Anoman Maneges
, ujar dalang kelahiran Way Kanan 3 Maret 2001 itu, berkisah tentang Negara Astina yang kedatangan seorang pandhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana dan kegelisahan Anoman yang menanyakan kenapa umur sudah tua masih belum bisa pergi ke alam baka.

RMI NU Tegal

Resi Lomana menyatakan perselisihan antara Pandhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.? Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

"Namun karena Pandhawa memiliki pegangan Jamus Kalimasada (kalimat Syahadat) dan berpijak pada tatanan apik sebagaimana Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dimiliki Indonesia, niat jahat Resi Lomana yang sejatinya penjelmaan Batara Kala tidak bisa terwujud. Adapun Anoman diberi wejangan Semar agar bersabar dan melanjutkan darma baktinya di dunia," kata Mukti menjelaskan.

RMI NU Tegal

Sekretaris PCNU Way Kanan Totok Dwi Pambudi menyatakan, pertunjukan wayang kulit oleh Mukti merupakan cermin Islam Nusantara, yang tidak anti budaya namun menggunakannya sebagai sarana dakwah sebagaimana dilakukan Sunan Kalijaga.

Mukti tampil setelah menerima wayang Anoman dari KH Mahfudz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahun Najah, Pringsewu, Lampung yang akan mengisi pengajian akbar pada Selasa (9/2) pukul 09.00 WIB.

Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan dibantu petugas kepolisian mengamankan pertunjukan dihadiri puluhan warga di Kecamatan Baradatu tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa

Jakarta, RMI NU Tegal

Juru Bicara Pemerintah Yordania, yang juga merangkap Menteri Negara untuk Urusan Media dan Komunikasi, Mohammad Momani, menyatakan, Yordania akan memasang kamera pengawas (CCTV) di kompleks Masjid Al Aqsa/ Al Haram Al Sharif.

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa

Demikian pernyataan pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Amman, Yordania, yang diterima di Jakarta, Kamis.

Momani, lebih lanjut menekankan bahwa Yordania berhak untuk melakukan hal ini karena Raja Yordania, Abdullah II, mempunyai hak perwalian Masjid Al Aqsa sesuai dengan ketentuan perjanjian damai Yordania-Israel yang ditandatangani pada 1994.

Pemasangan kamera pengawas memungkinkan 1,7 miliar umat Islam di seluruh dunia tetap terhubung dengan salah satu tempat suci utama Agama Islam dan juga melihat jamaah beribadah di sana.

Hal ini seperti halnya masyarakat Muslim seluruh dunia melihat Masjidil Haram dari kamera dan disiarkan TV Saudi Arabia (KSA) selama 24 jam.?

RMI NU Tegal

Rekaman kamera pengawas di Masjid Al-Aqsa juga dapat memperlihatkan semua pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, serta serangan terhadap tempat-tempat suci Islam yang dilakukan oleh tentara dan otoritas Israel.

Departemen Awqaf Palestina dan Kementerian Wakaf Yordania akan bertanggung jawab atas operasional kamera yang akan memantau area seluas 144 dunum, atau 144.000 meter persegi (1 Dunum Syam = 1.000 meter persegi).?

Pemasangan kamera pengawas ini menunjukan bahwa Yordania menekankan pentingnya penegakan hukum, moral, agama dan dukungan dari semua umat di dunia untuk menjaga tempat-tempat suci terhadap pelanggaran dan kesewenang-wenangan Israel. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah

Banda Aceh, RMI NU Tegal. Rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh yang terdiri dari beberapa pengurus dan panitia Konferwil XIII NU Aceh, Jumat (10/4), mengadakan kunjungan silaturahmi dengan Gubernur Aceh H ? Zaini Abdullah. Pada kesempatan ini, pengurus NU mengundang gubernur untuk berkenan hadir memberikan sambutan pembukaan konferwil NU Aceh.

“Kami meminta Gubernur Aceh untuk bersedia membuka dan memberi arahan pada pembukaan Konferwil XIII NU Aceh pada 17 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh,” kata Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali.

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah

Menurut Tgk H Faisal Ali, Konferwil ? ini rencananya akan dihadiri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H Marwan Jafar, dan ditutup oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri pada 19 April 2015 di tempat yang sama.

RMI NU Tegal

Rombongan ini memuat antara lain Kepala BPK Perwakilan Aceh Maman Abdurrachman, Tgk H Abdullah Basyah, Katib Syuriyah PWNU Tgk Asnawi M Amin, Sekretaris PWNU Aceh Tgk T Adli Almaddany, Wakil Rais Syuriyah PWNU Aceh Tgk Akmal ? Abzal. (Indra/Alhafiz k)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul RMI NU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen

Sumedang, RMI NU Tegal - Pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Sumedang menemui pengurus LP Maarif NU Kabupaten Kebumen pada Ahad, (7/2). Mereka menggali informasi terkait manajemen dan perbaikan mutu pendidikan sekolah NU yang sudah berjalan di Kebumen.

Cucu Suhayat, “Kegiatan studi banding ini sengaja dilaksanakan untuk saling bersilaturahmi antara sesama warga nahdliyin. Selain itu maksud dari kunjungan ini yaitu pengurus LP Maarif NU Sumedang bisa mengadopsi program-program unggulan Maarif Kebumen yang sesuai dengan situasi dan kondisi di Sumedang. Maarif Sumedang ke depannya harus lebih baik dan lebih maju.”

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen

Ketua PCNU Sumedang Cucu Suhayat mengatakan, semua pengurus LP Maarif NU Sumedang dan kepala sekolah di lingkungan Ma’arif NU Sumedang mengikuti kunjungan studi banding ini. Mereka sengaja menyempatkan waktu di hari libur untuk menambah wawasan tentang pengeloaan Maarif NU dan pengelolaan sekolah di Kebumen.

Di Kebumen rombongan studi banding LP Maarif NU Sumedang diterima di SMK Maarif 1 Kebumen. Hadir di sana Ketua PCNU Kebumen, Ketua dan pengurus LP Maarif NU Kebumen, beserta kepala sekolah di lingkungan Maarif Kebumen. Rombongan Sumedang disambut antusias dengan keramah tamahan yang luar biasa.

RMI NU Tegal

Kegiatan selama studi banding ini diisi dengan pertukaran informasi berbagai pengalaman dan program. Banyak hal yang dibicarakan dan disepakati. Setelah itu rombongan dari Sumedang diajak keliling melihat sekolah Maarif di Kebumen. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Jakarta, RMI NU Tegal. Sebagai seorang Nahdliyin tulen, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud, memiliki impian tersendiri bagi kaum muda NU. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM NU mutlak diperjuangkan.

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Ia mendorong kaum muda NU agar sukses pendidikannya, baik yang diselenggarakan di lingkungan NU maupun via pendidikan umum. “Gelar dan kualitas harus menjadi jihad kita bersama,” ujar Mas’ud kepada RMI NU Tegal melalui telepon seluler, Selasa (31/1) malam.

Dorongan kepada kaum muda tersebut, lanjut Mas’ud, diwujudkan dalam sejumlah program berkelanjutan. Untuk kegiatan insidental, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak, misalnya PCINU Kairo.

“Secara tidak langsung, ini bagian dari upaya peningkatan SDM tersebut. Minimal affirmative action terhadap upaya-upaya pengembangan mereka,” kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini.

RMI NU Tegal

Mas’ud menambahkan, NU sebagai umat mayoritas di negeri ini tidak bisa dipungkiri. Namun, SDM NU yang berkualitas masih membutuhkan upaya kita bersama. Jamaah NU yang berkualitas dalam berbagai bidang merupakan indikator majunya bangsa ini.

“Kita merindukan dan mendoakan lahirnya generasi muda NU di negeri ini yang berada di garda terdepan dalam dunia akademis, birokrasi, legislatif, serta sentra-sentra yang memerlukan profesionalisme tinggi,” harapnya. ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagi doktor jebolan UCLA Amerika ini, upaya meningkatkan kualitas SDM kaum muda tersebut salah satunya melalui pembinaan secara langsung di birokrasi, baik tenaga struktural maupun fungsional. “Kebetulan saya menangani peneliti dan widyaiswara atau pelatih. Saya bersyukur masih sempat berinteraksi sekaligus membimbing mahasiswa pascasarjana baik S2 maupun S3,” ungkapnya.

Menurut pria asal Kudus ini, ada dua kata kunci untuk pemuda NU kita sekarang dan ke depan, information and knowledge. Dengan Aswaja di dada setiap generasi muda NU, mereka harus tertantang penguasaan dua keywords tersebut.

“Sebagai contoh, putri kami yang baru kelas 3 aliyah di MAN IC nilai IELTS-nya sudah 7. Penguasaan Bahasa Jepang-nya juga terus ia tingkatkan karena ingin kuliah di negara tersebut dengan tetap bertekat menghafal Quran juga. Mohon doanya,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam RMI NU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kekeliruan Orang Terhadap Gus Dur soal Membela Minoritas

Jakarta, RMI NU Tegal. Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Savic Ali menjelaskan tentang kekeliruan orang-orang dalam memahami Gus Dur yang dianggapnya sebagai pembela minoritas.

Kekeliruan Orang Terhadap Gus Dur soal Membela Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeliruan Orang Terhadap Gus Dur soal Membela Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeliruan Orang Terhadap Gus Dur soal Membela Minoritas

Menurutnya, Gus Dur itu bukan membela minoritas, melainkan Gus Dur sangat komitmen dan sensitif dengan keadilan dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Gus Dur pada dasarnya membela siapapun yang memang rentan menjadi korban sistem besar yang tidak adil,” kata Savic Ali saat mengisi acara Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 di Yayasan Puan Amal Hayati, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (2/4).

Dalam konteks Tionghoa, ia mengatakan, bahwa keadaan saat itu etnis Tionghoa ditekan oleh orde baru. Di antaranya tentang ketidakbolehan pemerintah pada aktifitas pengajaran Bahasa Cina dan hak-hak lain yang diberangus.

Ketidakadilan yang biasanya menimpa orang atau kelompok yang lemah inilah yang membuat Gus Dur juga sangat peduli pada mustad’afin. 

RMI NU Tegal

“Sebenarnya bukan soal mayoritas atau minoritas, karena minoritas tidak selalu mencerminkan mustadh’afin. Gus Dur tidak membela minoritas-minoritas yang kuat,” ujar pria berkacamata ini.

RMI NU Tegal

Jadi, katanya, istilah membela minoritas tidak selalu tepat, karena minoritas itu bisa jadi buruk kalau minoritasnya sangat berkuasa, atau pemilik modal dan menindas.

“Gus Dur pada dasarnya adalah advokat  dari kelompok yang lemah, mustadh’afin,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan

Solo, RMI NU Tegal. IAIN Surakarta pada Kamis (20/12) malam, sedikit berbeda. Betapa tidak, kampus yang biasanya sudah sepi di sore hari, karena kelarnya proses perkuliahan, malam itu dibanjiri setidaknya dua ribu jamaah.

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan

Bakda sembayang Isya, kira-kira pukul delapan, jamaah dari wilayah Surakarta dan sekitarnya mulai memenuhi aula besar IAIN Surakarta. Mereka datang dengan mengenakan busana beragam untuk menghadiri dzikir dan Shalawat sekaligus peluncuran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH Al-Wustho IAIN Surakarta. 

Acara dimulai dengan pembacaan syair-syair yang ada dalam kitab al-Barjanzi, diiringi rebana, alat musik pukul, yang salah satu jenisnya dikenal dengan sebutan hadroh. Dipimpin grup Hadroh JQH Al-Wustho, para jama’ah khusuk mengumandangkan syair-syair pujian untuk Nabi Muhammad SAW

RMI NU Tegal

Dilanjutkan dengan peresmian Unit Kegiatan Mahasiswa Jamiatul Qurra wal Huffadz (UKM JQH) Al-Wustho IAIN Surakarta. UKM tersebut didirikan untuk menjadi ruang kreasi mahasiswa dalam bidang seni, khususnya shalawat, tilawatil Qur’an, dan kaligrafi.

Ketika sesi ceramah tiba, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengawali tausiah dengan meminta grup hadrah yang ada dihadapannya membawakan lagu Aa Gym yang pernah populer beberapa tahun lalu, Jagalah Hati. Noval minta lagu tersebut diiringi dengan rebana, namun para pemusik grup hadroh JQH Al-Wustho canggung, belum pernah mengiringi lagu tersebut dengan rebana.

RMI NU Tegal

Saat itulah, Noval mengatakan bahwa musik, khususnya rebana, merupakan bagian yang sangat penting dari kebudayaan umat Islam.

"Musik khususnya rebana merupakan thariqah, salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, Nabi Muhammad SAW selalu membawa anjasah atau munsyid ke manapun beliau pergi. Rasulullah juga menampakkan kegembiraannya ketika seorang wanita menunaikan nadzarnya dengan menabuh rebana di hadapan beliau," begitu pimpinan Majlis Dzikir dan Ilmu Ar-Raudhoh, Solo, memaparkan tentang rebana. 

Dia mengingatkan, karena rebana dan shalawat itu penting, para penabuh rebana dan vokalis shalawat seharusnya tidak bersenda gurau atau bercakap-cakap ketika bershalawat. "penabuh rebana dan vokalis jangan bercanda saat membawakan shalawat," ujarnya.

Pemusik, kata Noval, harus menghadirkan rasa dan hati, membayangkan seolah sosok Rasulullah Muhammad SAW hadir di hadapannya. 

"Bayangkan kegembiraan masyarakat Madinah al-Munawarah saat menyambut hijrah Rosululloh. Dengan begitu, hadirin juga akan terbawa ke dimensi yang berbeda. Perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata. Kedekatan dengan Sang Khalik dan kekasih-Nya yang menyebabkan air mata tidak terbendung, mulut ingin berteriak lantang memuji kebesaran Rasulullah Muhammad. Jika sudah seperti itu, maka nur Illahiah akan lebih mudah masuk di dalam hati," lanjutnya.

Selain berbicara musik, malam itu Noval mengupas tentang pentingnya cinta dalam kehidupan. 

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Pekik Nursasongko

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Berita RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Jakarta, RMI NU Tegal. Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-Kanak (raudhah) anak-anak (athfal) merupakan jenjang pendidikan pra sekolah yang dikelola dibawah Kementerian Agama bersama dengan lembaga pendidikan madrasah.

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Saat ini terdapat sekitar 27 ribu RA yang tersebar di berbagai wilayah dengan minat orang tua yang tinggi untuk memasukkan putra-putrinya ke dalam RA.

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan minat masuk ke RA tinggi karena lulusannya bisa mengaji, hapal surat-surat pendek dan bisa mendoakan orang tuanya.

RMI NU Tegal

“Akibatnya RA kebanjiran murid dan selanjutnya, dana operasional menjadi sehat karena masyarakat berpartisipasi,” jelasnya.?

RMI NU Tegal

Ia menambahkan, permintaan masuk RA tinggi tetapi diiringi dengan ketersediaan tempat belajar yang memadai juga sehingga terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Masyarakat juga bersedia membantu operasional RA dengan baik.

“Kalau masalah bayar, masyarakat tidak terlalu peduli asal sesuai dengan ekspektasinya,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Meme Islam RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Jakarta, RMI NU Tegal. Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA) akan menggelar Seminar Internasional tentang Al-Quran. Seminar Internasional ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Agustus-1 September 2016 di Jakarta.?

Dilansir laman kemenag.go.id, seminar internasional ini mengangkat tema Peran Mushaf dalam Membangun Peradaban Islam dan Kemanusiaan. Seminar Internasional ini diharapkan menjadi forum pertemuan dan diskusi para pakar, para pemimpin perguruan tinggi, ilmuwan, cendekia, ulama, tokoh agama, dan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap kajian Mushaf Al-Qur’an dalam upaya mengungkap peran Mushaf Al-Qur’an terhadap persoalan kemanusiaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Terkait itu, seminar juga akan membahas sejumlah sub tema, antara lain: 1) Kontribusi dan Upaya dalam Pelayanan Mushaf dari Masa ke Masa; 2) Pengaruh Mushaf Al-Qur’an terhadap Umat Muslim dalam bidang Peradaban dan Bahasa; 3) Tradisi Penyalinan Mushaf Al-Qur’an antara Timur dan Barat Dunia Islam di Tengah Perkembangan Teknologi Modern.

Sub tema lainnya: Keraguan Seputar Mushaf Al-Qur’an dan Sejarahnya; Kodifikasi Mushaf Al-Qur’an dan Aliran Kaligrafi Arab; Mushaf Al-Qur’an dalam Seni Islam; Mushaf Al-Qur’an; Rasm, Dhabt, Waqf, dan Ibtida’; Mushaf Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer; Mushaf-mushaf Kuno dalam Perspektif Filologi; serta Terjemah Al-Qur’an; Sejarah, Perkembangan dan Problematikanya.

Seminar akan diikuti para pegiat kajian Al-Qur’an dari kalangan akademisi, seperti dosen, peneliti, dan para pengkaji Al-Qur’an yang dibagi dalam dua kategori: pertama, peserta Pemakalah, yaitu: mereka yang diundang sebagai pembicara utama, atau mendaftar dan mengajukan makalahnya, serta telah mendapat persetujuan dari Tim Penilai Makalah (reviewer) yang telah ditunjuk oleh LPMA.?

RMI NU Tegal

Kedua, peserta umum, yaitu mereka yang mendaftarkan diri tanpa mengajukan makalah untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar. Untuk kategori ini, penginapan dan konsumsi ditanggung oleh peserta yang bersangkutan.?

Untuk peserta pemakalah, LPMA membuka pendaftaran hingga batas akhir pengiriman abstrak makalah pada Selasa (31/5) mendatang. Abstraksi yang masuk akan dinilai oleh tim penilai dan hasilnya akan diumumkan pada Rabu, 8 Juni 2016. Peserta yang abtraksinya terpilih harus mengirimkan makalah lengkapnya sampai dengan Minggu, 31 Juli 2016. Adapun untuk peserta umum, dapat mendaftar hingga batas akhir 8 Juni 2016 atau hingga batas maksimal peserta umum telah terpenuhi.

Info selengkapnya terkait kegiatan seminar internasional ini, silakan klik: Seminar Internasional tentang Al-Quran. (Red: Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Meme Islam, Budaya RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal

Meski berada di pesantren, sebuah lembaga yang mengajarkan akhlak serta ilmu agama, tetapi ada saja label “santri nakal” yang? dilekatkan pada beberapa santri.

Kenakalannya pun bertaraf, dari hanya sekadar ghasab (meminjam tanpa izin) sandal teman, membolos saat jam ngaji, sampai melakukan kenakalan lain yang dapat mengakibatkan si santri dapat sanksi berupa kepala plontos atau bahkan dikeluarkan.

Tak terkecuali dengan Kiai Umar (Allah yarham), salah seorang kiai terkemuka di Solo, Jawa Tengah. Ia memiliki beberapa “santri nakal”. Untuk memantau perkembangan kenakalannya, maka sang kiai menugaskan seorang pengurus pondok untuk mencatat catatan kenakalannya.

Semakin lama, catatan yang dikumpulkan pengurus sudah lumayan banyak. Bahkan terkadang, saat memergoki langsung kenakalan santri, ia ingin bertindak langsung. Namun, untungnya ia masih ingat dawuh sang kiai untuk mencatatnya secara diam-diam.

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal

Hingga, suatu hari Kiai Umar memanggil pengurus tersebut. Dalam hati, betapa girangnya sang pengurus membayangkan hasil pekerjaannya selama ini, bakal menjadi dasar pertimbangan Kiai Umar untuk menghukum para santri nakal.

Namun, beberapa hari setelah penyerahan “daftar hitam” tersebut, para santri nakal tak kunjung jua dipanggil atau bahkan dihukum. Karena penasaran, pada sebuah kesempatan, ia kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada sang kiai.

RMI NU Tegal

Pangapunten Mbah Kiai, para santri yang kemarin sudah dicatat kenapa tidak diberi hukuman?” tanya dia dengan sedikit terbata-bata dan suara yang lirih.

“Sudah aku tindaklanjuti kok,” jawab kiai, singkat.

Santri hanya diam. Masih bingung dengan jawaban sang kiai.

“Daftar itu bukan untuk menghukum mereka. Justru, para santri nakal itu, tiap malam aku doakan mereka, agar hilang kenakalannya dan mereka dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk lingkungannya,” lanjut Kiai Umar. (Ajie Najmuddin)

RMI NU Tegal

?

Dikembangkan dari ceramah KH Mustofa Bisri pada saat mengisi ceramah di acara haul Kiai Umar, Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, beberapa tahun lalu.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Halaqoh RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

Imam Ahmad bin Hanbal suatu hari menggadaikan sebuah timba miliknya kepada seorang tukang sayur di kota Makkah. Hingga ketika sudah merasa mampu untuk membayar hutangnya, beliau pun pergi ke kota suci itu untuk menebus kembali timba yang ia gadaikan itu.

Tapi di luar dugaan Imam Ahmad, setelah keduanya bertemu, penjual sayur itu mengeluarkan dua buah timba yang sama seraya berkata kepada Imam Ahmad, "Ambil saja salah satu dari kedua timba ini, terserah mau pilih yang mana yang anda suka," kata penjual sayur.

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

"Aku jadi bingung mana dari dua buah timba ini yang merupakan milik saya. Ambil saja timba itu dan ini uang dirham untuk membayar hutangku," jawab Imam Ahmad bin Hanbal.

Begitulah kehati-hatian (wira’i) sikap Imam Ahmad, rela tak mengambil barang yang sebenarnya menjadi haknya karena sebab kemiripan tersebut, khawatir jangan-jangan timba yang akan dipilihnya ternyata bukan miliknya.

RMI NU Tegal

Dikisahkan pula, Malik bin Dinar selama empat puluh tahun berdomisili di kota Bashrah (Irak) tidak pernah sama sekali makan buah korma yang tumbuh dari tanah kota itu. Ia bergembira jika musim kurma telah berlalu.

"Wahai penduduk Bashrah, ini aku Malik bin Dinar, perutku tidak membesar karena mengonsumsi buah kurma yang kalian tanam dan juga tidak berubah menyusut karena tidak memakannya," katanya.

RMI NU Tegal

Suatu hari Ibrahim bin Adham ditanya oleh seseorang, "Kenapa Tuan tidak ikut minum air zamzam?”

"Seandainya aku membawa timba sendiri, niscaya aku akan menimba dan meminumnya", jawab Ibrahim bin Adham.

Lagi-lagi Ibrahim bin Adham meski mengetahui bahwa meminum air zamzam adalah juga sesuatu yang dianjurkan oleh syariat, tapi lantaran Ia belum mengetahui secara jelas siapa pemilik timba yang akan digunakan untuk mengambil air zamzam tersebut, maka Ibrahim bin Adham lebih memilih untuk tidak meminumnya. (M. Haromain)



Disarikan dari kirab "Kifayatul Adzkiya" karya Sayyid abi Bakr Al-Makky, hal. 10



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Kajian Islam RMI NU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jakarta, RMI NU Tegal - Rombongan PBNU dan Panitia Hari Santri diterima Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (13/10) pagi. Rombongan PBNU ini menyampaikan rencana kegiatan Hari Santri 2016 mulai dari Kirab Resolusi Jihad, Festival Film, 1 Miliar Sholawat Nariyah, dan sejumlah kegiatan hari santri lainnya.

Pada kesempatan pertemuan ini, Panglima TNI menyatakan berkenan hadir bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah di Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri pada Jumat malam, 21 Oktober 2016.

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jenderal Gatot berharap kegiatan sholawat dan doa bersama ini bisa bermanfaat dengan baik untuk mendoakan Indonesia.

RMI NU Tegal

Ia juga akan menginstruksikan kepada prajurit TNI di daerah untuk ikut menyuskseskan acara ini.

Sedangkan untuk Kirab Resolusi Jihad, Panglima juga akan memerintahkan prajurit TNI untuk ikut serta dalam Kirab Resolusi Jihad. Menurutnya, perihal Kirab Resolusi Jihad, wajib hukumnya bagi TNI ikut serta. Karena Resolusi Jihad inilah salah satu pilar utama dalam memertahankan kemerdekaan Indonesia.

RMI NU Tegal

“Atas fatwa Resolusi Jihad inilah, santri, kiai dan rakyat bersatu melawan penjajah. Jika tidak ada santri dan kiai pada saat itu (perang 10 November 1945), saya tidak tahu lagi bagaimana nasib bangsa ini. Karena saat itu TNI baru lahir dan masih lelah setelah berperang merebut kemerdekaan," kata Panglima TNI. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, AlaNu, Meme Islam RMI NU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas

Solo, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang GP Ansor Surakarta kembali mendirikan pokso pengamanan pada acara haul Habib Ali di Masjid Riyadh Solo, Jawa Tengah. Selama hampir sepekan mereka ikut mengamankan jalannya acara haul.

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Posko Keamanan Banser Turunkan Angka Kriminalitas

“Untuk kegiatan ini, kita melibatkan sejumlah relawan dari Ansor, Banser (Barisan Ansor Serbaguna), dan Pagar Nusa se-Soloraya. Setiap hari total personil yang ada sekitar 125 orang per kelompok jaga,” terang Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta, Muhamamd Anwar, Rabu (11/2).

Anwar mengungkapkan, keberadaan posko ini lumayan efektif untuk menekan terjadinya aksi kriminalitas selama acara haul.

RMI NU Tegal

“Sebagai perbandingan, pada tahun lalu laporan kehilangan yang kami terima sebanyak 47 laporan, sedangkan tahun ini menurun hanya 18. Kebanyakan dompet yang hilang diambil uangnya, kemudian barang bukti ditinggalkan di sekitar lokasi,” terang dia.

RMI NU Tegal

Ditambahkan Anwar, selain mendirikan posko pihaknya juga menyebar anggota ke beberapa titik. “Harapannya bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Lebih lanjut, Anwar berharap agar dapat selalu bekerjasama dengan pihak berwajib untuk kegiatan pengamanan di acara haul mendatang. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Meme Islam RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Rasa Syukur Seorang Narapidana

"Bagaimana kabarmu di penjara?" Tanya seorang sufi lewat sebuah surat kepada sahabatnya.

Sahabatnya menjadi tahanan sebuah kerajaan lantaran suatu kesalahan. Para sipir sekali waktu datang bersama seorang Majusi lalu merantainya secara bergandengan dengan teman sufi itu. Apesnya, si Majusi sedang didera penyakit mules. Sehingga, tiap kali si Majusi hendak buang hajat, sahabat sufi tersebut terpaksa menemani di sebelahnya. Selalu. Bau busuk yang menusuk hidung dan gerak serbaterbatas akibat rantai besi itu tentu sangat mengganggu.

Rasa Syukur Seorang Narapidana (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasa Syukur Seorang Narapidana (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasa Syukur Seorang Narapidana

Sang sufi paham dengan keadaan sahabatnya ini dan karenanya ingin memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja.

RMI NU Tegal

"Aku bersyukur kepada Allah," balas surat si narapidana kepada sang sufi.

RMI NU Tegal

"Sampai kapan kau bersyukur? Memangnya ada yang lebih buruk dari keadaanmu sekarang?"

"Seandainya ikat pinggang si Majusi digandengkan dengan perutku tentu keadaannya akan lebih parah. Saudaraku, sebetulnya aku berhak mendapatkan hukuman lebih dari ini."

Lanjut si narapidana, "Jika memang Tuhan mengampuniku melalui takdir semacam ini, bukankah syukur wajib kupanjatkan?"

Ia lalu menjelaskan tentang rasa takut terhadap pedihnya sanksi di neraka seandainya dirinya tak memperoleh ampunan. Demikian kisah yang tercatat dalam kitab an-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi.

Ada cara pandang unik yang dimiliki si narapidana. Ia menilai hukuman yang diterimanya saat itu selayak karunia kebaikan. Sebuah pola pikir yang hanya bisa diraih bila seseorang mempunyai pengertian lebih luas tentang anugerah dan musibah. Anugerah tak mesti sebuah kenikmatan, dan tak semua kesengsaraan bisa disebut musibah.

Orang dengan kacamata masa depan akan berpikir tentang pendidikan jiwanya dalam menyesali kesalahan, melapangkan hati menanggung risiko, dan membenahi diri, hingga tentang nasib kehidupan akhirat di masa mendatang. Dengan demikian, mengeluhkan atau menghindari tanggung jawab hukum, terlebih dengan membuat kesalahan baru (misalnya dengan menyuap penegak hukum), adalah sebuah kepicikan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tegal, Meme Islam RMI NU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

Solo, RMI NU Tegal. Buah korma merupakan menu khas berbuka puasa. Selain di sunahkan, kurma juga mengandung khasiat yang luar bisa untuk kesehatan. Dengan berbagai macam keistimewaan tersebut, permintaan buah kurma pada bulan Ramadan 2013 meningkat tajam di Solo.

Menurut Nunung, seorang pedangang kurma di kawasan Pasar Kliwon, Solo, pada hari biasa stok kurma sebanyak 100 kilogram (kg) dan baru terjual habis dalam jangka waktu dua minggu, selama bulan puasa kurma dengan berat tersebut hanya habis sehari.

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

“Namun sekarang selama sekira seminggu bulan Puasa ini, permintaan kurma memang meningkat tajam,” ujarnya kepada RMI NU Tegal, Sabtu (20/7).

RMI NU Tegal

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selama bulan Puasa ini dirinya harus menyediakan stok mencapai 8 ton. Nunung mengaku, asal kurma tersebut dari negara-negara timur tengah.

RMI NU Tegal

Harganya cukup bervariasi. Paling laris dibeli konsumen adalah kurma asal Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Irak karena harganya cukup murah sekira Rp30 ribu- Rp50 ribu per kg.

“Yang mahal ada, seperti kurma Madinah harganya di atas Rp100 ribu per kg, sedangkan kurma Nabi bisa mencapai Rp325 ribu per kg,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kamino, Pemilik Toko Almadina, Solo. Dia mengaku bahwa memasuki bulan Ramadan permintaan kurma memang meningkat tajam. 

Bila permintaan pada hari biasa tidak lebih dari 20 kg saja, tetapi saat masuk bulan Ramadhan langsung melonjak tajam hingga lebih dari 100 kg.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51

Oleh Nadirsyah Hosen

Belakangan ini beredar kutipan kisah Sayyidina Umar bin Khattab, Khalifah kedua, dengan sahabat Nabi Abu Musa al-Asy’ari. Dialog yang dinukil dari Tafsir Ibn Katsir ketika menjelaskan QS al-Maidah ayat 51 dipakai sebagian pihak untuk menyerang kandidat tertentu dalam Pilkada DKI. Bagaimana sebenarnya kisah tersebut? Mari kita pelajari bersama, dan untuk sementara kita niatkan untuk mengaji saja, bukan membahas Pilkada. Ini biar kajian kita menjadi obyektif.

Kisahnya sendiri dikutip oleh sejumlah kitab Tafsir, dengan perbedaan redaksi, perbedaan riwayat dan perbedaan konteks ayat ketika kisah ini diceritakan ulang. Begitu juga kita harus memahami pernyataan Khalifah Umar baik dalam konteks Usul al-Fiqh maupun dalam konteks Fiqh Siyasah. Mari kita bahas satu per satu.

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51

Memahami background kisah

Pemahaman akan konteks akan membantu kita memahami teks. Pada masa Khalifah Umar kekuasaan Islam mulai meluas merambah area di luar Hijaz. Abu Musa al-Asy’ari diangkat menjadi Gubernur di Bashrah, Iraq. Khalifah Umar meminta laporan berkala kepada para Gubernurnya. Maka diriwayatkan Abu Musa mengangkat seorang Kristen sebagai Katib (sekretaris).?

Sekretaris yang tidak disebutkan namanya ini bertugas mencatat pengeluaran Abu Musa selaku Gubernur. Abu Musa membawa Sekretarisnya ini memasuki Madinah, dan mereka menghadap Khalifah Umar. Umar takjub dengan kerapian catatan yang dibuat oleh sekretaris Abu Musa.

RMI NU Tegal

Datang pula laporan keuangan dari Syam. Mengingat ketrampilan sang sekretaris, Khalifah memintanya untuk membacakan laporan dari Syam itu di Masjid Nabawi. Abu Musa mengatakan, “Tidak bisa orang ini masuk ke Masjid Nabawi.” Umar bertanya, “Mengapa? Apakah dia sedang junub?” “Bukan, dia Nasrani,” jawab Abu Musa. Umar langsung membentak Abu Musa dan memukul pahanya, dan mengatakan, “Usir dia! (akhrijuhu)”

Kemudian Khalifah Umar membaca QS al-Maidah 51. Kisah di atas dinukil dari Tafsir Ibn Katsir yang meriwayatkan dari Ibn Abi Hatim. Saya cek kitab Tafsir Ibn Abi Hatim dan menemukan kisah yang sama. Kisah tersebut juga dicantumkan dalam sejumlah kitab tafsir lainnya seperti Tafsir al-Darr al-Mansur.

Perbedaan redaksi

RMI NU Tegal

Riwayat berbeda dicantumkan dalam Tafsir al-Qurtubi, dimana di bagian akhir dialog ada perbedaan ucapan Umar. Imam al-Qurtubi juga mencantumkan kisah di atas bukan dalam QS al-Maidah:51 tapi dalam QS Ali Imran:118. Ini yang disampaikan Umar versi Tafsir al-Qurtubi: “Jangan bawa mereka mendekati sesuatu yang Allah telah jauhkan, jangan memberi mereka kehormatan ketika Allah telah menghinakan mereka, dan jangan mempercayai mereka ketika Allah telah mengatakan mereka tidak bisa dipercaya”.

Dalam riwayat lain yang dicantumkan oleh Kitab Tafsir al-Razi, sebagaimana juga disebutkan dalam Kitab Tafsir Bahrul Muhit, al-Lubab fi Ulumil Kitab, Tafsir al-Naisaburi ada lanjutan dialognya: Abu Musa berkata: “Tidak akan sempurna urusan di Bashrah kecuali dibantu orang ini”. Khalifah Umar yang sedang murka, menjawab singkat: “Mati saja lah orang Kristen itu. Wassalam”.

Para ulama menafsirkan maksud perkataan Umar terakhir itu dengan makna: “Pecat dia sekarang karena kalau besok-besok dia meninggal dan kamu sudah bergantung pada dia, kamu akan repot, maka anggap saja sekarang dia sudah meninggal, dan cari bantuan orang lain untuk mengurusi urusan itu.”

Dalam Kitab Tafsir al-Razi, Tafsir al-Wasith Sayyid Tantawi, dan juga kitab Syurut al-Nasara li Ibn Zabr ada redaksi lain dalam dialog di atas. Abu Musa berkilah di depan Khalifah: “lahu dinuhu wa liya kitabatuhu” (baginya urusan agamanya, dan bagiku adalah urusan ketrampilan dia). Abu Musa seolah mengingatkan Khalifah dengan ungkapan yang mirip dalam al-Qur’an: lakum dinukum waliya din. Tetapi Khalifah tetap menolaknya.

Kenapa Khalifah Umar Marah?

Dialog di atas terjadi di Madinah. Di sini kunci kita memahami kemarahan Khalifah Umar. Abu Musa membawa sekretarisnya yang Kristen ke wilayah Madinah yang khusus untuk umat Islam saja. Bahkan Umar baru tahu dia seorang Nasrani itu setelah mau diajak bicara di Masjid. Barulah Abu Musa mengaku kepada Khalifah latar belakang sekretarisnya ini. Ini sebabnya kalimat yang diucapkan oleh Khalifah Umar saat memarahi Abu Musa: “usir dia atau keluarkan dia” Ini maksudnya usir dia dari Madinah. Disusul dengan ungkapan Khalifah Umar, “Jangan bawa mereka mendekati sesuatu yang telah Allah jauhkan dari mereka”.

Maksudnya adalah keharaman wilayah Madinah yang steril dari non Muslim karena Allah sudah jauhkan mereka, eh kok malah dibawa masuk oleh Abu Musa. Jadi ini bukan semata-mata persoalan Abu Musa mengangkat orang Kristen, tapi ini pada kesucian wilayah Madinah. Pemahaman ini dikonfirmasi oleh Ibn Katsir dalam kitabnya yang lain yang berjudul Musnad al-Faruq.

Sebab kemarahan kedua yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah ketergantungan Abu Musa terhadap orang Kristen pada posisi yang sangat strategis yang keuangan pemerintahan dimana di dalamnya termasuk catatan zakat, jizyah dalam baitul mal. Indikasi ketergantunga itu tampak dengan Abu Musa tidak bisa menjelaskan sendiri catatan pengeluaran yang telah dibuat sekretarisnya, malah sampai membawa sekretaris yabng Kristen itu mendampingi dia memberi laporan kepada Khalifah.

Bagi sang Khalifah, rahasia negara menjadi beresiko ketika posisi strategis semacam itu dipercayakan kepada non-Muslim di masa saat Khalifah Umar sedang melakukan ekspansi dakwah ke wilayah non-Muslim, seperti pembebasan Iraq dan Mesir. Inilah pula konteksnya ketika Khalifah Umar mengutip QS al-Maidah:51 dimana Allah melarang mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai awliya (sekutu/kawan akrab), yang menurut Ibn Katsir ketika menjelaskan QS al-Nisa:144:

“Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai ‘awliya’ mereka, dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Yang dimaksud dengan istilah "awliya" dalam ayat ini ialah berteman akrab dengan mereka, setia, tulus dan merahasiakan kecintaan serta membuka rahasia orang-orang mukmin kepada mereka."

Maka jelas ‘illat larangan yang dipahami Umar bin Khattab ada dalam kasus Abu Musa ini, yaitu ketergantungan Abu Musa kepada anak buahnya, posisi strategis dalam hal catatan keluar-masuk zakat-jizyah, serta potensi bocornya rahasia negara yang tengah melakukan ekspansi dakwah.

Yang menarik adalah Sa’id Hawa dalam al-Asas fi al-Tafsir mengatakan: “apakah anda bisa pahami tentang larangan memberikan kafir dzimmi posisi untuk mengerjakan urusan umat Islam?” Beliau menjawab sendiri: “Masalah ini tergantung konteksnya, karena perbedaan posisi jabatan, kondisi, dan lokasi serta zaman.”

Sahihkah riwayatnya?

Tidak satupun 9 kitab Hadis Utama yang meriwayatkan kisah di atas. Berarti kisah di atas itu bukan masuk kategori Hadits, tapi Atsar Sahabat. Kisahnya berhenti di Umar, bukan di Rasulullah SAW. Kisah ini justru dimuat di Kitab Tafsir. Pelacakan saya hanya satu kitab Hadits (di luar kutubut tis’ah) yang memuatnya yaitu Sunan al-Kubra lil Baihaqi.?

Imam Baihaqi memasukkan dua riwayat yang berbeda mengenai kisah di atas (9/343 dan 10/216). Atsar ini dinyatakan sanadnya hasan melalui jalur Simak bin Harb oleh kitab Silsilah al-Atsar al-Shahihah. Sementara Al-albani mensahihkan Atsar ini dalam jalur yang lain, sebagaimana disebutkan dalam kitab beliau Irwa al-Ghalil.

Dalam Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah kisah mengenai jawaban Umar, “Mati sajalah si Kristen itu” disampaikan kepada Khalid bin Walid. Bukan berkenaan dengan Abu Musa. Namun ulama lain mengatakan itu Abu Musa. Dalam kitab Zahratut Tafsir, Abu Zahrah mengatakan kata-kata Umar “mati sajalah si Krsten itu” dilakukan dalam surat menyurat dengan Abu Musa, bukan dialog langsung. Demikianlah kesimpangsiuran kisah di atas, dengan berbagai redaksi dan riwayat yang berbeda. Tapi sekali lagi ini bukan Hadits Nabi. Ini merupakan Atsar sahabat.

Qaulus Shahabi atau keputusan Khalifah?

Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi. Abu Musa al-Asy’ari juga sahabat Nabi. Keduanya berbeda pandangan dalam hal ini. Pendapat keduanya dalam usul al-fiqh disebut sebagai qaulus shahabi. Singkatnya ini adalah ijtihad para sahabat Nabi yang tidak disandarkan kepada Nabi. Artinya murni pemahaman mereka sepeninggal Nabi SAW.

Para ulama usul al-fiqh ada yang menerima kehujjahan qaulus shahabi sebagai salah satu sumber hukum Islam, seperti pendapatnya Imam Malik, namun Imam Syafi’i (qaul jadid) dan para pengikut beliau seperti Imam al-Ghazali serta Imam al-Amidi menolak kehujjahan qaulus shahabi. Itu artinya, pendapat Khalifah Umar dan Abu Musa sama-sama sah dan bisa dipertimbangkan bagi mazhab Maliki, namun tidka mengapa pendapat keduanya ditolak menurut mazhab Syafi’i.

Itu kalau kita memahami dari sudut usul al-fiqh. Kalau kita melihatnya dari sudut Fiqh Siyasah, maka keputusan Umar lebih kuat karena ia memutuskan dalam posisi sebagai khalifah, dan suka atau tidak suka, sebagai Gubernur bawahan Khalifah, Abu Musa harus ikut keputusan Umar. Namun keputusan Khalifah itu tidak otomatis dianggap ijma’ (kesepakatan) karena jelas ada perbedaan pendapat dikalangan sahabat.

Dengan kata lain, sikap Umar itu adalah kebijaksanaan beliau saat itu, yang seperti dicatat oleh sejarah, berbeda dengan kebijakan para Khalifah lainnya yang mengangkat non-Muslim sebagai pejabat seperti yang dilakukan oleh Khalifah Mu’awiyah, Khalifah al-Mu’tadhid, Khalifah al-Mu’tamid, dan Khalifah al-Muqtadir.

Seperti yang disinggung pengarang al-Asas fi tafsir al-Qur’an di atas, kondisi dan konteksnya berbeda dengan apa yang dihadapi oleh Khalifah Umar. Boleh jadi begitu juga apa yang dihadapi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Wa Allahu a’lam bi al-Shawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School, Australia.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Aswaja, Pesantren RMI NU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

Jakarta, RMI NU Tegal. Guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan.

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

 

“Ini merupakan sebuah terobosan yang kami lakukan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/9).

 

Hanif menjelaskan, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi, yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia.

RMI NU Tegal

 

“Pada tahun ajaran 2017/2018 ini, Politeknik Ketenagakerjaan membuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 90 mahasiswa,” jelas Menaker Hanif.

RMI NU Tegal

 

Selain itu, kata Hanif, biaya pendaftaran dan biaya studi di Politeknik Ketenagakerjaan akan disubsidi oleh pemerintah melalui Kemnaker.

 

“Ya, mahasiswa akan mendapat subsidi biaya studi. Selain itu, setelah lulus mereka tidak hanya mendapat ijasah, akan tetapi juga mendapat sertifikat kompetensi, dan sertifikat Teofl,” tuturnya.

 

Untuk mengetahui syarat pendaftaran ke Politeknik Ketenagakerjaan ini, calon mahasiswa dapat mengakses http://polteknaker.kemnaker.go.id/ atau dengan mengunjungi http:polteknaker.kemnaker.go.id/pendaftaran-online/ untuk mengisi formulir pendaftaran.

 

Tidak lupa, calon mahasiswa juga harus mengirim lampiran berkas (maksimal file 25 Mb, dalam bentuk extension .ZIP) melalui email kepmb.polteknaker@naker.go.id. Pendaftaran sendiri akan dibuka mulai 25 September 2017.

 

“Saya tekankan bahwa program Politeknik Ketenagakerjaan ini bukanlah program ikatan dinas Kementerian Ketenagakerjaan,” papar Menaker Hanif.

 

Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat menghubungi Sekretariat PMB Politeknik Ketenagakerjaan yang terletak di Kantor Pusdiklat Pegawai Kemnaker, Jl. Pusdiklat Kemnaker, Kp. Lembur, Kel/KecMakasar Jakarta Timur, telp: (021) 8090952 atau melalui whatsApp: 082115226064.

 

Alamat Kampus Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) jalan Guntur Raya Kayuringin Jaya Bekasi, Jawa Barat. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam RMI NU Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah

Jombang, RMI NU Tegal?



Pelajar NU melebarkan media dakwah untuk sasaran yang lebih luas. Sehingga dakwah tak hanya di masjid, mushala dan majelis-majelis seperti pada umumnya. Media sosial merupakan lapangan dakwah yang harus diterjuni dengan serius.?

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah

Pada Ramadhan tahun ini Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang membuat Gerakan 1000 Status Facebook.

Pengurus Lembaga Pers PAC IPPNU Mojowarno Izzah mengungkapkan, gerakan tersebut hingga saat ini sudah diikuti hampir 85 persen dari seluruh anggota IPNU-IPPNU se-Mojowarno sesuai yang tercatat dalam database PAC IPNU-IPPNU.?

Melalui gerakan tersebut, kata dia, sejumlah kalimat bermuatan dakwah bilhikmah dan ramah, termasuk ajakan untuk bergabung pada IPNU-IPPNU diupload secara serentak mulai (26/5) lalu.?

RMI NU Tegal

"Sosial media mempunyai daya tarik dan pengaruh yang luar biasa di semua kalangan, khususnya kalangan pelajar dimana hampir setiap hari para pelajar mungkin tidak pernah lepas dengan sosmed. Sosmed telah menjelma sebagai ladang garapan yang harus diperhatikan supaya tidak terjerumus ke lubang negatif," ujarnya, Ahad (28/5).

Dari gerakan yang terus massif itu, tambah Izzah, bisa dipastikan telah memenuhi beranda Facebook para pelajar NU Mojowarno khususnya, dan akan dilihat oleh ribuan bahkan jutaan pengguna Facebook dari berbagai daerah.?

Tak terlewatkan, status dan beberapa gambar bernuansa Ramadhan juga disebar oleh mereka.?

Sementara itu ketua PAC IPNU Mojowarno Haidar, sangat mendukung Gerakan Upload 1000 Status tersebut.?

"Kegiatan itu angat bagus, kita harus ceritakan kegiatan kita kepada Facebook, Instagram dan seterusnya supaya menjadi daya tarik bagi yang belum gabung di IPNU-IPPNU agar bergabung, dan ini juga sebagai jawaban bahwa IPNU-IPPNU ini tetap sesuai di segala zaman," katanya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)?

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Meme Islam, Budaya RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock