Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. Kunjungan diplomatik Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, Rabu (1/3) menjadi perbincangan utama media dan netizen di dunia maya. Perbincangan heboh itu bahkan terjadi sebelum Raja Salman menginjakkan kakinya di Indonesia karena sejumlah hal yang tidak biasa dalam sebuah kunjungan diplomatik.

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

(Baca:? Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran)

Namun, Indonesia menyambut baik kunjungan Raja Saudi untuk pertama kalinya setelah terakhir 47 tahun silam. Raja Salman pun memberikan kesan tersendiri terhadap sambutan Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia yang dinilainya hangat dan ramah.

“Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia. Senang sekali dengan rakyat Indonesia, dan saat ini saya sedang bersama yang mulia Presiden Indonesia,” ujar Raja Salman dalam kesempatan makan bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pernyataan Raja Salman itu direkam Presiden Jokowi dalam video vlog pribadinya saat makan bersama. Dalam video yang diunggah juga di Fanpage Presiden Joko Widodo, Raja Salman menuturkan bahwa rakyat Indonesia baginya adalah saudara.

RMI NU Tegal

“Dan bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia,” ujar mantan Gubernur Riyadh ini.

Sebelumnya, Jokowi memberikan keterangan dalam vlognya bahwa dirinya sedang bersantap siang dengan Raja Salman dengan mengarahkan kamera videonya ke arah sang Raja yang terlihat sedang menikmati makanan berkuah.?

“Kunjungan Sri Raja Salman ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan saya ke Arab Saudi tahun 2015 yang lalu,” ujar Jokowi.

Saat itu, imbuh Jokowi, dirinya menyampaikan agar Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun Raja Saudi Arabia datang ke Indonesia.

RMI NU Tegal

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia.

“Hubungan yang saling menguntungakan,” tegas Jokowi.?

Dalam kunjungan ini, pemerintah Indoensia dan Arab Saudi menandatangani sejumlah kerja sama strategis di beberapa bidang. Selanjutnya, Raja Salman diagendakan memberikan sambutan di DPR RI dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.?

Dalam rentang kunjungan yang berlangsung pada 1-9 Maret 2017 ini, Raja Salman dan ribuan delegasi lain juga akan berlibur ke Bali. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, PonPes, Makam RMI NU Tegal

Senin, 05 Maret 2018

Memahami Keberagaman dari Cara Ibu-ibu Belanja di Pasar

Jakarta, RMI NU Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perbedaan itu adalah ketetapan Allah. Untuk itu, tugas manusia adalah bukan untuk menyeragamkan yang beda, tetapi bagaimana mereka menyikapi perbedaan tersebut dengan bijaksana dan saling menghormati.

“Perbedaan itu sunnatullah dan itu tidak perlu dipertentangkan. Yang kita lakukan adalah bagaimana menyikapi keberagaman itu, bukan menyeragamkannya,” kata Lukman saat memberikan materi kepada peserta Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Senin (29/5).

Memahami Keberagaman dari Cara Ibu-ibu Belanja di Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Keberagaman dari Cara Ibu-ibu Belanja di Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Keberagaman dari Cara Ibu-ibu Belanja di Pasar

Lukman menguraikan, banyak orang yang tidak arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan dikarena mereka kurang memiliki wawasan yang cukup, terutama dalam melihat perbedaan yang ada. Menurut dia, kalau seandainya Allah menghendaki manusia itu seragam, maka itu mudah saja.?

Ia mengaku mendapatkan laporan bahwa saat ini tidak sedikit rumah-rumah ibadah yang dijadikan sebagai tempat untuk mempertentangkan perbedaan-perbedaan yang ada. Baginya, perbedaan itu tidak perlu dihadap-hadapkan karena itu adalah pilihan-pilihan.?

Terkait hal itu, ia memberikan contoh bahwa saat ibu-ibu pergi ke pasar untuk membeli sayuran, maka ia tidak harus mempertentangkan mana yang lebih baik antara sayur yang satu dengan yang lainnya.

“Kan tidak harus diperhadapkan bahwa bayam itu lebih baik dari kangkung, tergantung dari sudut mana. Kadar nutrisinya saja sudah beda, vitamin yang dikandungnya saja sudah beda, rasanya pun juga beda. Masing-masing punya kelebihan,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Ia mengaku sadar, setiap agama memiliki keyakinan bahwa agamanya lah yang paling benar. Alumni Universitas As-Syafiiyah itu menyesalkan pemeluk agama tertentu yang ingin menunjukkan kebenaran agamanya dengan menjelek-jelekkan agama orang lain karena itu akan meat mbupemeluk agama lain melakukan hal sama.

“Untuk mengatakan istri saya cantik, tidak perlu mengatakan istri lain itu jelek. Itu akan mengusik yang lainnya,” kata Lukman mencotohkan.?

“Agama itu benar menurut pemeluknya masing-masing,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal PonPes, Halaqoh RMI NU Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Probolinggo, RMI NU Tegal - Dalam rangka menguatkan dan membesarkan organisasi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan berupaya keras melengkapi kepengurusan di semua pimpinan anak cabang. Hal ini dilakukan mempermudah komunikasi dan koordinasi guna menjalankan program organisasi.

Hingga saat ini, telah rampung dibentuk kepengurusan 14 PAC Pergunu di 13 kecamatan di wilayah kerja Pergunu Kota Kraksaan. Semuanya meliputi PAC Pergunu Gending, Maron, Banyuanyar, Tiris Timur, Tiris Barat, Krucil, Gading, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, dan Paiton.

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Ketua Pergunu Kota Kraksaan Ishuddin mengatakan, sebuah kebanggaan ketika kehadiran Pergunu ternyata mampu menjadi magnet bagi para cerdik pandai di kalangan para ustadz di Probolinggo.

RMI NU Tegal

“Mereka dengan ikhlas dan antusias mau bergabung dan mengikrarkan diri untuk bersama-sama berjuang membesarkan organisasi dan mengamalkan ilmu dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ishuddin, Senin (25/1).

RMI NU Tegal

Menurutnya, dalam setiap agenda pertemuan para aktivis yang baru tergabung dalam wadah Pergunu ini selalu menyuarakan berbagai hal yang kesemuanya bermuara untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan, utamanya dalam peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi para guru, ustadz dan ustadzah yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan ke-NU-an.

“Mereka telah sepakat untuk menjadikan organisasi Pergunu sebagai wadah menempa diri agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih bermartabat,” jelasnya.

Kenyataan ini, jelas Ishuddin, tentu sejalan dengan semangat Pergunu secara umum untuk berjuang memperbaiki masyarakat melalui jalur pendidikan yang diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kompetensi para pelaku pendidikan yang tidak lain adalah para guru atau ustadz tersebut.

“Kita akan memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap semua pelaku pendidikan. Bahkan tidak hanya terbatas pada anggota Pergunu. Semua akan mendapatkan manfaat dari kelahiran Pergunu ini,” tegasnya.

Ishuddin berharap semoga ke depan Pergunu bisa dan mampu menjadi wadah yang mampu menaungi para ustadz dalam mengembangkan diri agar lebih baik dan utamanya dalam ikut berkiprah memberikan warna lebih bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, RMI NU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

RMI NU Tegal

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, PonPes RMI NU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Tiba di India, Dua Pesepeda Ini Minta doa Kiai dan Warga NU

Jakarta, RMI NU Tegal



Dua Warga NU, Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah meminta didoakan kiai dan warga NU agar perjalanan mereka ke Timur Tengah dengan bersepeda selamat tanpa halangan apa pun hingga kembali lagi ke tanah kelahirannya, Malang, Jawa Timur. Saat ini keduanya berada di kota Varanasi, India.?

Tiba di India, Dua Pesepeda Ini Minta doa Kiai dan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di India, Dua Pesepeda Ini Minta doa Kiai dan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di India, Dua Pesepeda Ini Minta doa Kiai dan Warga NU

“Mohon maaf lahir batin, selemat Lebaran... Kami sudah sampai India, mohon doa dari para kiai dan warga NU, dari GP Ansor agar selamat sampai tujuan,” pintanya ketika dihubungi RMI NU Tegal dari Jakarta, Jumat (30/6).?

Hakam, ia dan istrinya telah sepuluh hari berada di India. Keduanya akan berada di negara itu selama sebulan.?

Mereka sampai di negara tersebut dengan pesawat terbang dari Bangkok menuju Calcutta. Dari kota itu mereka mengayuh sepeda ke Asansol, lalu ke Varanasi. Di antara kota lain yang akan dikunjungi adalah Agra dan New Delhi.?

RMI NU Tegal

Menurut dia, selama perjalanan, tak ada hambatan berarti. Bahkan di tiap negara, terutama di Malaysia dan di Pathani (bagian dari Thailand), keduanya disambut dan didukung warga Muslim dengan baik.

Soal makanan pun, menurutnya tidak terlalu sulit. Hanya di Thailand, sukar mendapatkan makanan halal, tapi telah dipersiapkan sebelumnya, keduanya telah membawa alat memasak. Menginap pun tidak kesulitan, jika tak bisa mendapatkan hotel, mereka mendirikan tenda. Hanya di India, keduanya selalu di penginapan yang terjangkau karena alasan keamanan.

Hakam dan Rofingah berangkat dari Malang, Desember tahun lalu. Setelah sebulan perjalanan dengan sepeda, mereka tiba di Jakarta. Mereka sempat tidur kantor Pimpinan Pusat GP Ansor dan sowan ke PBNU. setelah sebulan mengurus visa untuk Malaysia dan Thailand, keduanya bersepeda menuju Sumatera dilepas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini. (Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Makam RMI NU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Isi Rakernas IPNU, Sekjen PBNU Ajak Kader Giatkan Keterampilan Menulis

Jakarta, RMI NU Tegal. Sebelum Rakernas berlangsung hari ini, rekan-rekan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar kegiatan bertajuk Meet Up Alumni dan Kader; Gala Dinner dan IPNU Essay Award, Kamis (8/12).

Kegiatan yang dihadiri Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaeni dan Sa’dullah Affandi itu berlangsung di hotel Paragon, Jl. KH. Wahid Hasyim No 29, Menteng, Jakarta Pusat dengan membawakan materi jurnalistik.

Isi Rakernas IPNU, Sekjen PBNU Ajak Kader Giatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Rakernas IPNU, Sekjen PBNU Ajak Kader Giatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Rakernas IPNU, Sekjen PBNU Ajak Kader Giatkan Keterampilan Menulis

Dalam sambutannya, Helmy Faisal mengajak rekan-rekan IPNU untuk menggeliatkan kepenulisan. Pernah satu ketika dia melihat catatan ayahnya tentang pesantren Buntet. Dia mengatakan pada ayahnya bahwa itu barang yang sangat berharga.

“Di lemari rumah ada stensilan tentang kajian pesantren. Ini adalah hal tak ternilai,” ujarnya pada sang ayah.

RMI NU Tegal

Dalam acara tersebut, Sa’dullah Affandi berkesempatan mengomentari ide-ide brilian dari para juara lomba esai yang digelar PP IPNU. Ia mengingatkan para kader NU yang hadir saat itu untuk memperhatikan teknik penulisan yang baik.?

Pengutipan pendapat seseorang juga harus hati-hati dilakukan mengingat kesalahan sedikit bisa berakibat fatal, yakni plagiasi.

RMI NU Tegal

Acara tersebut juga menjadi momen bahagia bagi lima pelajar yang terpilih sebagai juara lomba esai. Berikut nama-nama pemenang lomba esai PP IPNU:

1. Nahda Ellen (MAN 1 Kota Magelang)

2. Denny Taruma Primananda (SMA 1 Pundung, Bantul)

3. Fidelia Febi Valentika (SMA 1 Ungaran, Semarang)

4. Slamet Daroini (SMK Al-Hikam, Madiun)

5. Tristina Rohimatul Wahidah

(Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Tegal RMI NU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, RMI NU Tegal. Penasihat Menteri Besar Selangor Khalid Jaafar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12) sore. Ia mengaku tertarik dan mengapresiasi ajaran dan kiprah Nahdlatul Ulama selama ini.

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Kedatangan Khalid disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Wakil Sekjen PBNU Suwadi D Pranoto.

“Rencananya kami ingin mendirikan Nahdlatul Islam, Nahdlatul Ulama Malaysia, yang sama-sama mengerakkan sisi Islam Nusantara,” katanya kepada RMI NU Tegal sesaat selepas pertemuan.

RMI NU Tegal

Di negaranya, kata Khalid, memang telah berdiri dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia tetapi itu mewadahi sebatas warga negara Indonesia, baik yang sedang menempuh studi maupun berstatus sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan ingin membentuk organisasi “Nahdlatul Ulama” versi Malaysia.

Mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mendukung Islam Nusantara yang menjunjung tinggi nila-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth, dan i’tidal (moderasi). Menurutnya, Nusantara juga meliputi Malaysia, termasuk juga Kamboja, Thailand, dan lainnya.

RMI NU Tegal

“Bukan berarti kami menolak yang lain, tapi kami rasa Ahlussunnah sesuai dengan karakter wilayah kami,” imbuhnya.

Ditanya soal sebaran paham keagamaan yang berkembang di Malaysia, Khalid berujar, “Ancaman ekstemisme tidak begitu besar, tapi kita tidak boleh kita pandang kecil. Makanya kita perlu suarakan tradisi toleransi yang dalam Nahdlatul Ulama disebut tawassuth.”

Direktur Institut Kajian Dasar (IKD) Kuala Lumpur ini mengaku percaya Islam di Asia Tenggara lebih menjanjikan masa depan dibanding dengan Islam di Timur Tengah. Ditengok dari pertumbuhan ekonomi dan demokrasi, katanya, Asia Tenggara termasuk cukup baik.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menjelaskan kedekatan NU dengan muslim negara-negara tetangga, salah satunya dengan memberi mereka beasiswa untuk studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi NU. Pertemuan juga menyinggung soal fenomena intoleransi, Wahabi, Syiah, dan Ahmadiyah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Jakarta, RMI NU Tegal. Madrasah kembali membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Setelah berhasil meraih prestasi pada olimpiade sains nasional yang berlangsung di Yogyakarta beberapa hari lalu, salah satu ? siswa madrasah didaulat menjadi duta Indonesia di kancah olimpiade sains tingkat dunia.?

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Adalah Muhammad Ahdillah Fadlila Dayajati, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo terpilih menjadi salah satu duta Indonesia dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) tahun 2015. Ajang bergengsi tingkat dunia ini akan berlangsung di Magelang pada tanggal 26 juli – 4 Agustus 2015, seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Perjuangan Fadhil, begitu biasanya ia disapa, tidaklah mudah. Dia memulai prestasi olimpiade sejak masih duduk di kelas X dan XI di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Saat itu, Fadhil berhasil mendapatkan medali perunggu dalam ajang OSN tahun 2013 di Bandung. Tidak ? menyerah sampai disitu, Fadhil terus belajar dengan giat, dan akhirnya berhasil mendapatkan medali emas setahun kemudian, tepatnya dalam ajang OSN 2104 yang berlangsung di Mataram NTB.?

RMI NU Tegal

Mendapat medali emas OSN 2014 bukanlah akhir dari perjuangan Fadhil. Setidaknya ada tiga tahapan seleksi menuju IOAA yang harus dilaluinya, yaitu: pelatnas tahap 1 atau 30 besar yang diadakan di Bandung pada Oktober – November 2014, pelatnas tahap 2 atau 22 besar pada Maret 2015, dan pelatnas tahap 3 atau 16 besar pada April – Mei 2015.?

RMI NU Tegal

Setelah mengikuti pelatnas ketiga yang merupakan penentu ke tahap internasional, akhirnya Muhammad Ahdillah Fadlilla DJ berhasil menjadi yang terbaik dan masuk sebagai MAIN TEAM (TIM UTAMA) yang akan berlaga di ajang IOAA tahun 2015 bersama beberapa siswa lainnya. Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti IOAA 2015 di Magelang tanggal 26 Juli – 4 Agustus 2015 terdiri dari ? 10 siswa ? yang terbagi ? dalam 2 ? Tim (Main Team dan Guest Team) dan ? masing-masing terdiri dari 5 (lima) siswa. ?

Prestasi Muh. Ahdillah Fadlilla DJ tak luput dari perhatian Direktur Pendidikan Madrasah kemenag RI. ?

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ananda Muh. Fadlilla yang mampu bersaing dan menjadi duta Indonesia dalam ajang IOAA tahun ini. Kami senantiasa mendorong madrasah untuk terus berprestasi dan menjadi kiblat pendidikan di Tanah Air,” papar M. Nur Kholis, Jakarta, Senin (06/01). Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berpesan agar prestasi yang ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo ini dapat memacu semangat madrasah lain agar terus berprestasi.?

Sementara itu, Kepala MAN IC Gorontalo Moh. Naim mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak, khususnya tim olimpiade dan guru pembina olimpiade dalam menggembleng peserta didik sejak kelas X. Ini juga buah perhatian dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dinas Dikpora Provinsi Gorontalo serta Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI.?

“Terima kasih kepada semua pihak dan mohon doanya agar ananda Fadlilla bisa sukses memperoleh medali di ajang IOAA 2015 ini,” harapnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail RMI NU Tegal yang terhormat, beberapa waktu lalu saya terjebak macet di tol sehingga tidak bisa menunaikan shalat Id. Padahal shalat Id adalah shalat yang dilakukan hanya sekali dalam setahun. Saya benar-benar merasa kecewa.

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Yang ingin saya tanyakan adalah bagimana hukumnya kalau saya mengqadha` shalat tersebut? Mohon penjelasannya, dan saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Hasyim/Tegal)

Jawaban

RMI NU Tegal

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Kemacetan memang acapkali membuat kita stres dan kecewa. Apalagi jika itu terjadi di luar prediksi kita sehingga menyebabkan gagalnya beberapa hal yang telah direncanakan seperti tidak bisa ikut menjalankan shalat Id. Karena itu dibutuhkan kesabaran extra dalam menghadapinya.

RMI NU Tegal

Setidaknya ada dua situasi tertinggal shalat Id. Bisa jadi kita tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, atau tertinggal dan matahari sudah tergelincir. Dua situasi ini memiliki konsekuensi perlakuan hukum yang berbeda.

Dalam situasi pertama, yaitu ketika seseorang tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, maka ia tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Sebab, pada situasi seperti ini ia masih berada dalam waktu shalat Id. Karena memang batas akhirnya adalah sampai tergelincirnya matahari. Maka tindakan yang sebaiknya diambil adalah dengan melakukan shalat Id sendiri secara ada` (bukan qadha`).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat Imam Syafi’i dan para pengikutnya sepakat bahwa disunahkan menyegerakan shalat Idul Adha dan mengakhirinya shalat Idul Fitri sebagaimana yang dikemukakan penulis kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi). Karenanya, jika shalat Id beserta imam telah meninggalkankan seseorang, (sebaiknya) ia melakukan shalat sendiri, dan shalat tersebut adalah shalat ada` (bukan qadha`). Namun hal ini sepanjang matahari belum tergelincir pada hari Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VII, halaman 7).

Lantas bagaimana jika ketertinggalan tersebut setelah tergelincirnya matahari, yang berarti telah habis waktunya shalat Id. Apakah seseorang yang tertinggal—misalnya karena terjebak macet sebagaimana pertanyaan di atas—dianjurkan atau disunahkan untuk melakukan qadha` shalat Id?

Terjadi “gegeran” para ulama dalam soal qadha` shalat Id. Ada yang menyatakan tidak perlu mengqadha` seperti imam Abu Hanifah. Namun ada yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan bahwa sunah untuk mengqadha`nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun seseorang yang tidak shalat Id sampai tergelincirnya matahari, maka ia telah tertinggal. Pertanyaannya adalah apakah disunahkan untuk mengqadha`? Dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab shalat sunah tentang qadha` shalat sunah. Pendapat yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Sedang menurut Imam Abu Hanifah, jika shalat Id beserta imam meninggalkan seseorang, maka ia sama sekali tidak perlu melakukan shalat Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).

Jika penjelasan singkat ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka jawaban atas pertanyaan ini bahwa menurut pendapat yang lebih sahih adalah sunah hukumnya mengqadha` shalat Id yang tertinggal.

Namun jika tertinggalnya itu masih dalam waktu shalat Id atau sebelum matahari tergelincir, maka tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Karena ia masih dalam waktu shalat Id, tetapi sebaiknya tetap melakukan shalat Id sendiri secara ada`.

Sebagaimana dimaklum, sebelum matahari tergelincir adalah rentangan waktu sebelum masuknya waktu Zhuhur. Shalat Id sendiri dapat dilakukan tanpa khotbah setelahnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, RMI NU Tegal - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

RMI NU Tegal

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, PonPes RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Bojonegoro, RMI NU Tegal - Selama Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor NU Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengadakan khataman yang dimulai, Kamis (1/7) malam. Kegiatan yang diikuti kader muda NU itu diadakan secara online yang dikoordinasikan via grup Whats App setiap saat.

Ketua GP Ansor Balen M Nafi menjelaskan, tadarus ini sudah berlangsung setiap tahun selama Ramadhan. "Pemilihan bacaan juz dibahas lewat grup Whatsh App," jelasnya.

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Selain membaca Al-Quran yang dibaca di rumahnya masing-masing, tadarus online ini juga mendidik kejujuran karena dibaca di rumahnya sendiri. "Mulai pukul 6 malam sampai jam 3 pagi," terangnya.

Mereka yang sudah memilih bacaan juz sebelumnya akan memberi tanda jempol jika sudah dibaca. "Kegiatan ini menjadi positif bagi pengurus Ansor Balen," tutur mantan Ketua IPNU Balen itu.

RMI NU Tegal

Ditambahkan, melalui grup ini mereka tidak hanya berkoordinasi tetapi juga berbagi informasi tentang keagaman tapi juga tadarusan sehingga pengurus Ansor Balen semakin solid dalam menjalankan organisasi. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Doa, AlaSantri, PonPes RMI NU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

PCNU Kudus Agendakan Konfercab

Kudus, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus mengagedakan konferensi cabang (Konfercab) bulan Desember 2013 mendatang. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi PCNU sekaligus Halal Bihalal pada acara Lailatul Ijtima di kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Selasa malam (27/8).

PCNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Agendakan Konfercab

Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengatakan masa periode kepengurusannya akan berakhir pada Oktober 2013 ini sehingga harus merencanakan pelaksanaan konferensi. Tetapi pada bulan itu pihaknya menunaikan ibadah haji, konferensi tidak bisa tepat waktu bulan tersebut melainkan diundur dua bulan tepatnya akhir tahun ini.

“Karena bulan Oktober saya masih di tanah suci, jadi konferensi kita laksanakan bulan Desember supaya persiapannya bisa lebih matang segalanya,” katanya saat memimpin koordinasi pengurus tersebut.

RMI NU Tegal

Ia mengajak semua jajaran kepengurusan NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk merampungkan semua program-program yang telah direncanakan. Diantaranya, program pengadaan papan nama NU dan banom segera bisa direalisasikan pada akhir tahun ini.

RMI NU Tegal

“Kami melihat banyak Pengurus Ranting NU dan banomnya belum memiliki papan nama. Oleh karenanya kami mohon akhir tahun ini papan nama sudah terpasang semua,” tandas KH Chusnan.

Di depan pengurus, lajnah, lembaga dan badan otonom serta MWCNU se-Kudus, KH Chusnan mendorong supaya selalu menumbuhkan semangat berjam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Disamping itu, pengurus diharapkan selalu mendukung dan berpartisipasi aktif terhadap program-program yang digalakkan oleh PCNU Kudus,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ditetapkan juga wakil ketua H Hadziq ZU sebagai pelaksana tugas PCNU Kudus menggantikan KH Chusnan selama menunaikan ibadah haji yang rencananya berangkat 27 September bersama rombongan KBIHNU.

Hadir juga dalam acara Lailatul Ijtima Rais Syuriyah PCNU KH Ulil Albab Arwani yang menyampaikan hikmah Halal Bihalal.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Jember, RMI NU Tegal. Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk guru ngaji sebesar Rp 16 miliar lebih. Anggaran itu tercantum dalam APBD Jember 2017 ini.

"Intensif guru ngaji ini bukan diambilkan dari dana hibah bansos, tapi dari APBD melalui Bidang PAUD dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat) pada Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun akan selalu dianggarkan," ujar ? Bupati Jember Jawa Timur, Hj Faida saat memberikan sambutan dalam acara ? istigotsah dan silaturrahim dengan dua ribu lebih guru ngaji di Pondok Pesantren ? Al-Qodiri, Jember beberapa waktu lalu.

Selain guru ngaji, dikatakannya, ada 25 guru yang mengajarkan kitab suci agama selain agama Islam, juga mendapatkan insentif yang sama.?

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Menurut Bupati Faida, apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan ikhtiar guru ngaji dalam mengajarkan Alquran sekaligus ? membina akhlaq generasi muda selama ini. Menurutnya, para guru ngaji adalah ? orang yang tulus dan penuh syukur, mereka tidak pernah menuntut haknya, kecuali hanya berjuang untuk kepentingan agama dan bangsa.

? "Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat orang-orang yang wajahnya penuh syukur ini. Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Jember sangat besar terhadap guru ngaji ini,”imbuhnya.

Jika ada guru ngaji sehat, lanjutnya, ? kesetehatannya digunakan untuk masyarakat. Dan jika ada guru ngaji yang sakit, jangan ragu untuk dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas. “ Itu tanggungjawab Bupati. Kalau ada pegawai puskesmas tidak melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti," tandas Bupati ujar Faida menjanjikan.

RMI NU Tegal

Dalam silaturrahmi dengan guru ngaji itu, Bupati Faida juga menyerahkan ? insentif ? tahap pertama kepada 2.305 guru ngaji dari enam kecamatan. Jumlah itu adalah sebagian dari 13.500 guru ngaji yang sudah terdata secara resmi.

RMI NU Tegal

? “ Mereka masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 1.200.000 per tahun. Isnsentif tersebut akan dicairkan dalam tiga tahap, yaitu sebelum puasa Ramadhan, menjelang ? dan setelah lebaran,”pungkasnya.

Anggaran insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, mulai tahun 2017 ini tidak lagi diambilkan dari APBD pos bantuan sosial (Bansos) atau hibah. Hal ini untuk memudahkan pencairan ? sekaligus menjamin kontinuitas insentif guru ngaji di masa-masa yang akan datang.?

Sebab, jika diambilkan dari dana Bansos, pencairannya harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal dan hanya berlaku sekali pencarian untuk satu nama guru ngaji. Artinya, seorang guru ngaji tidak boleh menerima dana Bansos berulang-ulang. Padahal, insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun.(Aryudi A. Razaq / Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Jakarta, RMI NU Tegal - Agenda International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat tinggal tersisa empat pekan lagi. Acara yang akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2016 ini akan dihadiri oleh para pemimpin Islam moderat dari 50 negara. Dari pertemuan ini gagasan Islam moderat akan berdengung di kalangan tokoh muslim sedunia.

“Peserta luar negeri sudah menyatakan konfirmasi sebanyak 30 negara. Dari 30 negara itu ada yang dua orang, tiga, dan yang satu orang,” kata panitia Isomil divisi acara dan protokol Ahmad Sudrajat, Senin (18/4) sore.

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Sesuai rapat terakhir, Sudrajat menjelaskan bahwa patokan acara ini bukan hanya jumlah peserta yang hadir tapi juga jumlah negara yang sudah ditetapkan tersebut. Isomil adalah upaya untuk menyebarkan model Islam yang ramah seperti Islam Nusantara ke seluruh penjuru dunia.

RMI NU Tegal

“Kehadiran tokoh-tokoh internasional menjadi jembatan untuk mentransformasikan Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelasnya.

Upaya menyebarkan Islam Nusantara hingga ke luar negeri adalah tanggung jawab setiap warga NU. “Ini saya kira menjadi sebuah momen yang penting dan NU harus berani membuat duta besar keliling yang membawa Islam Nusantara sebagai bagian untuk menjaga Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelas Sudrajat.

Sementa itu, panitia Isomil divisi kesekretariatan Sarmidi Husna menjelaskan bahwa peserta Isomil bukan hanya dari luar negeri, tapi juga dari pengurus wilayah NU, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam lainnya.

RMI NU Tegal

“Peserta adalah Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidz NU. Kemudian ada perwakilan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia, dan peserta yang nonstruktural seperti kiai-kiai NU yang tidak menjadi pengurus NU,” terang Sarmidi.

“Muhammadiyah, Persis, dan organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) itu diundang semua menjadi peserta,” kata Sarmidi.

Dengan diadakannya Isomil ini, ia berharap Indonesia bisa memberikan contoh kepada dunia terkait dengan Islam yang moderat. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, PonPes RMI NU Tegal

Kamis, 16 November 2017

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. PBNU mengeluhkan kondisi Tanah Air yang masih jauh dari ideal. Baik di bidang budaya, politik, ekonomi, ataupun pendidikan, sejumlah hal dinilai perlu mendapat kritikan untuk perbaikan di masa mendatang.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, di bidang ekonomi Indoensia masih terjerat liberalisme ekonomi yang memihak kepentingan kaum elit dan asing tanpa memperhatikan orientasi kerakyatan.

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

”Apalagi setelah pemerintah menjalankan agenda WTO secara menyeluruh melalui importasi yang tanpa batas menjadikan negara ini dibanjiri oleh produk asing. Tak hanya bahan industri, tapi juga bahan pertanian, khususya pangan, sehingga menghancurkan usaha pertanian rakyat,” ujarnya dalam ”Refleksi Awal Tahun 2013 di Gedung PBNU”, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

RMI NU Tegal

Menurut Kang Said, sapaan akrabnya, liberalisme juga terjadi di sektor politik dan kebudayaan. Kebebasan tanpa batas yang di luar karakter bangsa terbukti telah menyulut konflik antarkelompok di berbagai tempat.

RMI NU Tegal

”Apalagi tahun-tahun mendatang bangsa ini akan dihadapkan pada situasi yang sangat politis jelang 2014,” imbuhnya.

Kang Said juga mengajak semua elemen bangsa untuk lebih mengembalikan pendidikan nasional pada falsafah dasarnya, memanusiakan manusia. Lembaga pendidikan di segala strata diarahkan sebagai pusat pembentukan karakter. Media dinilai turut bertanggung jawab dalam proses pencerdasan rakyat.

”Lembaga negara, lembaga pendidikan, lembaga kesenian, termasuk lembaga ekonomi, dan media masa perlu digunakan sepenuhnya untuk memajukan bangsa dan negara,” ujarnya.

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, PonPes, Khutbah RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Bogor, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Darunnajah, Cipining, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelenggarakan pelatihan seputar jejaring media sosial bagi para santri setempat, Kamis (23/4). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbanyak konten positif di dunia maya.

Pelatihan tersebut diikuti 57 orang dengan membawa labtop. Para peserta juga terdiri dari para pendidik dan mahasiswa dari lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Darunnajah se-Jabodetabek dan Banten.

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, santri perlu diberikan pendidikan media sosial, agar mereka mampu menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan," jelas KH Dr Sofwan Manaf,? pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

RMI NU Tegal

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan itu pakar media sosial Hariqo Wibawa Satria dari Magnitude. Ia menjelaskan apa yang tidak boleh dan bisa dilakukan di media sosial, perencanaan dan optimalisasi penggunaan media sosial untuk pribadi dan organisasi, hingga praktik pembuatan konten-konten media sosial.

RMI NU Tegal

Menurut Hariqo, dulu masyarakat pasif dan hanya jadi penikmat konten. Tapi sekarang siapapun, asal mau, sudah bisa jadi koki atau produsen konten. Ia juga mengapresiasi kemampuan santri-santri Darunnajah membuat konten utamanya video.

"Saya hanya beri waktu 30 menit, sudah jadi 11 video yang kreatif dan inspiratif. Makin banyak video positif yang kita upload, makin sehat dunia maya," tambah Hariqo.

Hartati, seorang peserta mengaku inilah pertama kali dirinya membuat video. "Kita tak bisa menyalahkan terus banyaknya konten negatif di internet, saatnya kita berlomba-lomba mengupload konten positif sebanyak mungkin," katanya. (Sigit Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Internasional, Makam RMI NU Tegal

Kamis, 17 Agustus 2017

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Brebes, RMI NU Tegal. Wakil Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Hj Aqilatul Munawaroh memimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes periode 2016-2018. Bersama pengurus lainnya, dia dilantik Bupati Brebes Hj Idza Priyanti bertepatan dengan Hari Kartini 21 April lalu di Pendopo Bupati Brebes.

Dalam programnya, ia bertekad akan membawa perempuan Brebes semakin beradab dan berkualitas dan tidak gampang menyerah dalam menghadapi tantangan jaman. “Perempuan itu, memiliki kekuatan yang luar biasa. Hanya saja penampilannya halus dan lembut sehingga tidak kentara,” kata mantan anggota DPRD Jawa Tengah 1992-1999 saat ditemui di Kantor GOW Jalan Ahmad Yani Brebes, Jumat (29/4).

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Dan wanita akan menjadi lebih kuat, kata alumni Magister Pendidikan UNNES Semarang ini, setelah organisasi-organisasi wanita ini terhimpun dalam GOW. Dan kekuatan tersebut akan disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dalam melaksanakan program-programnya. Sehingga akan menjadi kekuatan pembangunan yang luar biasa.

RMI NU Tegal

Sebagaimana kodratnya, kalau wanita itu pada dasarnya adalah tiang negara. Kalau wanitanya kuat maka Negara akan kuat, begitu pula sebaliknya. “Ormas wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Brebes harus menjadi pilar penyangga pembangunan Brebes,” kata wanita kelahiran Brebes 03 September 1965 ini.

Peraih penghargaan Women International Award 1999 Kharisma Indonesia ini juga akan menguatkan kelembagaan dan melengkapi berbagai sarana dan prasarana gedung GOW agar lebih representatif.

RMI NU Tegal

Memimpin sebuah organisasi, bukan barang baru bagi Aqilah. Ia  pernah menjabat Ketua IPPNU Purwokerto (1984-1987), Ketua PMII Purwokerto (1984-1989), Ketua Fatayat NU Purwokerto (1987-1990), Ketua PC Muslimat NU Brebes.

Aqilah dibantu sekretaris GOW yang diemban Hj Muticho dan Bendahara dipercayakan kepada Hj Kristianti, serta dilengkapi dengan seksi Organisasi, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesejahteraan Sosial, Humas, Usaha dan Ekonomi.

Pengurus dilantik Bupati Brebes dengan mengucapkan ikrar pengurus. Dalam sambutannya Hj Idza Priyanti mengajak kepada seluruh pengurus GOW untuk bersama-sama membangun Brebes. Karena pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik.

Seperti pembangunan sumber daya wanita juga menjadi perhatian penuh dari Pemkab Brebes. Tiada lain untuk meningkatkan derajat kaum hawa, termasuk peningkatan ilmu pengetahuan, ekonomi keluarga, dan juga keharmonisan keluarga. Pendidikan prakeluarga, keluarga, pendidikan anak-anak sebagai tunas bangsa, juga mendapatkan perhatian. Sehingga perempuan memiliki daya saing yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Saat ini kita telah dihadapkan pada MEA, yang tentunya perlu daya saing yang tinggi dari kaum Ibu, sebagai penjaga kualitas keluarga,” tandas Idza. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pondok Pesantren, PonPes RMI NU Tegal

Minggu, 23 Juli 2017

Pergunu Sumsel Bekali Guru melalui Pelatihan dan Beasiswa

Palembang, RMI NU Tegal

Kabar gembira bagi warga Nahdhatul Ulama di Sumatera Selatan yang berprofesi sebagai guru. Kini, telah terbentuk Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) di wilayah setempat. Salah satu badan otonom (banom) NU ini diharapkan menjadi wadah Nahdliyin untuk mengabdi lebih luas lagi ke masyarakat.

"Pergunu ini mewadai orang NU yang berprofesi guru, baik di lingkungan Dinas Pendididikan dan Kemenag. Mulai dari tingkatan RA/TK, MI/SD, MTS/SMP, SMA/MA dan sampai perguruan tinggi, negeri maupun swasta," kata ketua Pergunu Sumsel H Ahmad Zainuri saat ditemui di UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (29/6)

Pergunu Sumsel Bekali Guru melalui Pelatihan dan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Sumsel Bekali Guru melalui Pelatihan dan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Sumsel Bekali Guru melalui Pelatihan dan Beasiswa

Zainuri menjelaskan, Pergunu ini merupakan banom NU yang berbasis profesi. Program kerja utamanya adalah memfasilitasi para guru NU untuk menjalankan profesinya dengan benar. "Terutama mengajarkan ke-NU-an kepada generasi, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat sekitar, bisa saja guru ngaji di majelis taklim," papar Zainuri.

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, untuk mencapai tujuan tersebut pihaknya bakal menggelar pelatihan kepada guru, dan turun langsung memberikan bimbingan untuk kenaikan pangkat golongan, pembuatan karya ilmiah dan lainnya. "Tidak hanya kita yang mengadakan pelatihan, tapi kita siap diminta turun jika diinginkan," tuturnya.

RMI NU Tegal

Selain itu, lanjut mantan kepala sekolah MAN 3 Palembang ini, meningkatkan kualitas guru pihaknya bakal menyalurkan beasiswa. Bahkan secara khusus telah memiliki jatah 3 beasiswa menjadi guru, untuk kuliah S1 sampai S3 tanpa jeda.

"Tahun ini sudah kami kirim 3 orang, 2 di antaranya melalui wawancara dari Ponpes Sabilul Hasanah dan keturunan Ki Marogan meliputi beasiswa asrama, kuliah dan makan. Sementara transportasi biaya sendiri," ungkapnya.

Masih menurut Zainuri, saat ini pengurus sedang menyiapkan pelantikan pasca keluarnya SK dari pusat. Rencananya, pelantikan digelar bulan September nanti, berbarengan dengan pengurus kabupaten/kota. "Pelantikan nanti di kota Palembang, mengenai tempat masih dirapatkan rencananya akan audiensi terlebih dahulu dengan Pemprov Sumsel," pungkasnya. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, PonPes, Tegal RMI NU Tegal

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali

Mataram, RMI NU Tegal?

Di antara kegiatan yang mengiringi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ialah bedah buku.

Pada Rabu (22/11) pagi, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB menggelar “Bedah Buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH Muchammad Soleh Chambali (Tuan Guru Bengkel)” di halaman Universitas Nahdlatul Ulama, Lombok.?

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU NTB Bedah Buku TGH Muchammad Soleh Chambali

Para pembicara yang mengisi bedah buku ini, ialah penulis buku “Pemikiran Islam Lokal TGH Muchammad Soleh Chambali” Adi Fadli, Mustasyar PWNU NTB Maksum Mansyur, dan dosen UIN Mataram TGH Sohimun Faisal.?

Ketua Lakpesdam NU NTB Viken Madrid mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki tokoh nasional, sosok kharismatik dari Lombok yang memang banyak melahirkan banyak ulama. Namun, katanya, tokoh ini hampir dilupakan karena kita sering membaca sejarah orang lain dan melupakan sejarah sendiri.?

RMI NU Tegal

Padahal, menurutnya, TGH Chambali merupakan sosok yang melahirkan banyak ulama dan memiliki sembilan karya.

"Nah, ini yang kita hajatkan. Kita ingin mengingatkan kembali sejarah kita," katanya.?

Ia berharap agar pemikiran dari ulama Lombok harus menjadi rujukan, bahan untuk merepresentasikan identitas sebagai warga Nahdlatul Ulama di NTB.

Adapun sembilan karya TGH Muchammad Soleh Chambali sebagai berikut:

RMI NU Tegal

1. Talim Al-Shibyan Bi Ghoyat Al-Bayan?

2. Bintang Perniagaan (Fiqh)?

3. Cempaka Mulia Perhiasan Manusia?

4. Wasiat Al-Musthafa

5. Mawaidh Al-Shalihiyah?

6. Intan Berlian Perhiasan Laki-Perempuan?

7. Manzalul Al-Amrad?

8. Hidayat Al-Athfal?

9. Al-Lulu Al-Mantsur?

Forum tersebut dihadiri oleh para mahasiswa, anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa, anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), pengurus NU setempat, dan masyarakat secara umum. (Husni Sahal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Tokoh, PonPes RMI NU Tegal

Sabtu, 08 Juli 2017

Jadikan NU sebagai Kapal Besar untuk Izul Islam

Tanggamus, RMI NU Tegal - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Tanggamus resmi dilantik berbarengan dengan Peringatan Hari Santri Nasional Sabtu (22/10). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus ini dihadiri ribuan santri dan warga nahdliyin.

Pelantikan tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat Pergunu yang dibacakan Sekretaris Nahdlatul Ulama Tanggamus M.Syaifudin Zuhri dan dilanjutkan dengan baiat yang dipandu Wakil Ketua 1 Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Lampung H. Syamsul Hadi.

Jadikan NU sebagai Kapal Besar untuk Izul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan NU sebagai Kapal Besar untuk Izul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan NU sebagai Kapal Besar untuk Izul Islam

Dalam sambutannya H. Samsul Hadi mengucapkan selamat atas dilantiknya PC Pergunu Kabupaten Tanggamus dan berharap kepengurusan yang dikukuhkan dapat dengan maksimal berkiprah dengan terus berkoordinasi untuk memaksimalkan peran dan potensi para guru NU di Kabupaten Tanggamus.

RMI NU Tegal

Ia juga berpesan agar kepengurusan yang telah terbentuk segera membuat langkah-langkah kongkrit dalam menguatkan organisasi, meningkatkan kualitas guru-guru yang ada di Nahdlatul Ulama.

Yang tak kalah penting menurutnya, guru harus terus menjaga Islam Ahlussunah wal-Jama’ah An-Nahdliyah. "Jadikan NU sebagai kapal besar untuk mencapai izul Islam wal muslimun dan jadikan lembaga juga badan otonom NU sebagai sekoci-sekoci yang siap mendukung menyelamatkan NU," tegasnya.

RMI NU Tegal

Terkait Hari Santri Nasional, H. Samsul Hadi yang juga merupakan Wakil Bupati Tanggamus ini berpesan agar peringatan HSN Tahun 2016 dijadikan momentum semangat para tokoh dan penggerak NU untuk melestarikan dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Khusus kepada para santri Ia juga berharap agar tidak bersikap apriori dengan perubahan-perubahan yang banyak sekali terjadi diera modernisasi sekarang ini. Para santri, lanjutnya, harus siap dan menjadi pelopor dalam kiprahnya disegala bidang dan sektor kehidupan.

Hadir pada kegiatan tersebut sekaligus berceramah Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang merupakan tokoh dan ulama dari Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock