Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, RMI NU Tegal. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

RMI NU Tegal

?

PERNYATAAN PERS

?

RMI NU Tegal

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Internasional RMI NU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, RMI NU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

RMI NU Tegal

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, PonPes RMI NU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Tangerang, RMI NU Tegal

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani KH Suaidi mengajak agar masyarakat, khususnya para mahasiswa tidak mudah diadu domba dengan isu politik yang dibalut agama.

"Manusia itu makhluk berbudaya. Apalagi Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terkecoh," pesan Suaidi saat menjadi pembicara pada Diskusi Politik Islam, Sabtu (14/1) siang, di Aula STAI Binamadani, Tangerang.

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah as-Suaidiyah Kebon Kopi ini menjelaskan, manusia dalam bahasa Arab disebut al-insan. Secara gramatikal Arab, kata al-insan berasal dari tiga akar kata, yakni anas, anisa, dan nasiya. Kata itu memiliki banyak arti antara lain damai, berilmu, dan beradab.

RMI NU Tegal

"Dari situ, kita mesti menjaga kedamaian. Apalagi sebagai umat Islam. Ketum PBNU sering menjelaskan Islam bukan sekadar agama akidah dan syariat. Islam itu juga agama budaya, agama peradaban," jelasnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, Rasulullah telah mencontohkan berpolitik yang santun. Suaidi lalu bercerita tentang Kaab bin Huzair, seorang penyair yang syair-syairnya mencela Nabi. Para sahabat pun geram dengan apa yang dilakukan Kaab. Singkat cerita, ia menjadi buruan sahabat yang ingin menangkap dan membunuhnya atas tindakannya menghina Rasulullah.

"Berita itu pun tersiar secara cepat di masyarakat, hingga Kaab pun mengetahuinya. Setelah mendengar berita yang beredar, Kaab merasa takut dan mencari perlindungan," jelasnya.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Kaab datang menemui Rasulullah. Melihat Kaab datang, sebagian Sahabat berteriak, bunuh Kaab. Di tengah suasan itu, Rasulullah menenangkan dengan bersabda, Biarkan Kaab datang, dia ingin bertobat dan meninggalkan masa lalunya.

"Mendengar tutur kata Nabi yang santun, Kaab pun mendapat hidayah untuk masuk Islam. Setelah masuk Islam, Kaab membuat sair-sair yang isinya memuji dan memuliakan Nabi," paparnya.

Dari kisah itu, Nabi sudah memberikan tauladan dalam menyikapi orang-orang yang menghina beliau. Menurut Suaidi, umat Islam mestinya meneladani kearifan Rasulullah. Demikian juga, saat Nabi membangun kota Madinah.

"Madinah sebagai kota mulia. Di madinah umat Islam hidup berdampingan dengan non-Muslim. Makanya di masa itu Nabi membuat pembagian orang kafir, dzimmi dan harbi. Jika orang Muslim membunuh kafir dzimmi dia mendapatkan qisas (hukum yang berlaku di Madinah). Kita jangan menggunakan politik Khawarij. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan golongannya dianggap kafir," pesannya.

Turut hadir dalam acara itu jajaran STAI Binamadani dan Ketua Yayasan Binamadani Group H Patwan Siahaan. Ada sekitar seratus mahasiswa dari STAI Binamadani dan STIH Painan mengikuti diskusi bertajuk “Menjaga Umat: Tanggapan Atas Fatwa MUI tentang Penistaan Agama” tersebut. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Hadits, Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan

Balikpapan, RMI NU Tegal. Liga Santri Nusantara (LSN) Piala Menpora Sepakbola U 18 tahun 2016 secara resmi dimulai di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/8) sore. Pembukaan turnamen nasional ini ditandai dengan pemukulan lima beduk diiringi lantunan lagu resmi Gerakan Nasional Ayo Mondok.

Prosesi pemukulan beduk dilakukan secara bersama-sama oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin, Panglima Kostrad Letnan Jendral Edy Rahmayadi, Pangdam 6 Mulawarman, Ketua Panpel Region I Kaltim Abdulloh.

Kiai Said dalam kata sambutan memotivasi para santri untuk menjadi orang yang maju dalam segala hal, termasuk di bidang olahraga. Ia berharap kelak ada santri yang menjadi bintang sepakbola nasional.?

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan

"Kita tunjukkan bahwa santri serba bisa," ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan yang datang dari berbagai daerah. Mayoritas dari mereka adalah para santri.

Acara pembukaan berlanjut dengan pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan PON Jabar. Di stadion yang berada di Jalan Perikesit, Kompleks Perumahan Pertamina itu juga berlangsung kick off ? LSN 2016 yang mempertemukan Pondok Pesantren Naam Darussalam Balikpapan dan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Samarinda. Masing-masing berasal dari Region Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

RMI NU Tegal

Meski pembukaan resmi secara nasional diselenggarakan hari ini, kick off sudah berlangsung di sejumlah region seperti Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta.

Sampai berita ini ditulis, prosesi pembukaan hanya ditandai dengan pemukulan beduk. Sementara kick off yang sedianya dilaksanakan secara simbolis oleh Menpora Imam Nahrawi urung dilakukan lantaran gangguan kesehatan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Quote RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an

Jakarta, RMI NU Tegal. Akhir tahun 2016 lalu, Muslim Indonesia, khususnya di Yogyakarta dikejutkan dengan beredarnya keset kaki berlapiskan kertas bertuliskan ayat suci Al-Qur’an surat Ali Imran dan Annisa.

Adalah Rizky Nurfauzi yang pertama kali menemukan keset yang di dalamnya ada kertas bertuliskan Al-Qur’an. Kejadian bermula saat ia hendak mencuci keset yang ia beli di Pasar Desa Palem Sari. Ia kaget setelah mengetahui ‘daleman’ keset. Lalu kemudian ia memotret keset tersebut dan mengirimkannya ke salah satu grup Whatsapnya. Dari sini, kasus keset menyebar dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Untuk menyelidiki kasus itu, aparat negara mengecek pedagang keset tersebut. Dari sekian keset yang diperiksa, ada empat buah keset yang bertuliskan ayat Al-Qur’an. Tentu ini tambah membuat gusar masyarakat Muslim, karena bagi mereka, persoalan agama adalah persoalan yang sangat sensitif. Pun persoalan agama adalah persoalan nomor satu jika dibandingkan dengan persoalan-persoalan lainnya. 

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an

Lalu yang menjadi soal adalah siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab atas kasus ini? Apakah pedagangnya? Pabrik pembuat keset? Pihak yang menjual Al-Qur’an ke pabrik keset? Atau Kementerian Agama yang kurang ketat mengawasi hal ini?

Untuk mengurai dan melihat lebih jauh soal keset bertuliskan Al-Qur’an tersebut, Kementerian Agama melakukan penelitian. Dari hasil analisa mulai dari kekhasan khot tulisan, iluminasi, dan kertas, diduga penerbit Al-Qur’an yang dibuat untuk ‘daleman’ keset adalah Penerbit Qomari yang terletak di Solo. Sedangkan pencetaknya kemungkinannya adalah Sahabat, SGU, atau Tiga Serangkai.

RMI NU Tegal

Baik pihak penerbit maupun percetakan mengaku sudah melakukan kontrol yang ketat dan sudah menjalankan prosedur operasi sesuai dengan standar yang ada. Mulai produksi, pencetakan, pemotongan, penjilidan, dan pemusnahan sisa limbah.  

Namun, berdasarkan perhitungan dan kronologi dari berbagai versi, disimpulkan bahwa kemungkinan besar keset berasal dari residu PT. Nusa Solo, pihak ketiga atau pengepul yang mengambil limbah percetakan. Tetapi, penerbit tersebut telah bangkrut dan tutup pada tahun 2015.

Pihak penerbit dapat menerima kasus tersebut sebagai pembelajaran dan akan memperbaiki ke depan. Pengrajin sebagai pihak yang paling bertanggungjawab belum diketahui karena banyaknya kemungkinan antara pengrajin di Klaten atau di daerah Sleman itu sendiri.

RMI NU Tegal

Kelalaian penghancuran limbah percetakan–terutama kertas yang bertuliskan ayat Al-Qur’an-adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Jika tidak dihancurkan, sisa-sisa percetakan tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dan ini terjadi pada kasus keset yang berlapiskan kertas bertuliskan ayat Al-Qur’an di Yogyakarta. 

Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, ada tiga hal yang seharusnya dilakukan.





Pertama, meningkatkan pengawasan penyebaran Al-Qur’an. Dalam hal ini, pihak yang paling bertanggungjawab adalah Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMA) dan jajaran Kementerian Agama sampai tingkat Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka perlu meningkatkan pengawasan penyebaran mushaf Al-Quran, mulai pencetakan, penerbitan, sampai dengan distribusi.

Kedua, penegakkan hukum. Jika ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian maka pihak pengrajin bisa diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Penegakkan hukum tetap terus dilanjutkan untuk memutus keresahan dan kerusuhan masyarakat. 

Ketiga, menyusun draf standarisasi penerbitan Al-Qur’an. Sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, LPMA seharusnya menyusun standarisasi penerbitan Al-Qur’an dan mencermati prosedur operasi penerbit dan percetakan, sehingga alur produksi sampai dengan penanganan residu dapat dikontrol dengan baik. (A Muchlishon Rochmat)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional RMI NU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Jakarta, RMI NU Tegal. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) meminta kepada Lakpesdam sebagai salah satu lembaga PBNU untuk mengkaji kembali keberhasilan para kiai periode awal berdirinya NU dalam mengelola syirkah inan (koperasi NU) dan iuran syahriyah NU yang telah terbukti mampu menguatkan kemandirian NU saat itu.?

Hal ini disampaikan ketika memberikan tausiyah pada peringatan harlah ke-29 Lakpesdam NU di gedung PBNU lantai 8, Rabu 16 April 2014.?

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Gus Mus mengutip Surat Attaubah yang menjadi dasar sikap dan cara hidup kiai-kiai NU ? “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat welas asih lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman”.(Q.S. al-Taubah, [9]:128).

RMI NU Tegal

Selain itu ia menambahkan, tugas Lakpesdam yang tidak kalah pentingnya dan mendesak dalam rangka memajukan dan menguatkan SDM NU adalah membuat database pengurus dan jamaah NU.?

“Dengan database SDM NU itu kita akan tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki NU,” lanjut Gus Mus.

RMI NU Tegal

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini juga mengisahkan hubungannya ketika Gus Dur masih jadi ‘gelandangan.’ Gus Mus ketika berkunjung ke Jakarta hampir pasti menginap di kontrakan Gus Dur yang suka pindah-pindah. Suatu ketika, kedua tokoh nasional ini berdiskusi sembari menikmati kopi dan kudapan malam.

“Gus, setelah tak pikir-pikir, NU ini kok kayak satpam aja yaa. Kalau ada kekisruhan, ketidakamanan, pemerintah atau pihak-pihak terkait selalu minta NU mengamankan keadaan. Lalu, setelah semua aman terkendali, si satpam ini kemudian kembali mojok sambil ngerokok,” kata Gus Mus kepada Gus Dur memulai diskusi.

Namun, lanjut Gus Mus, Gus Dur ya tetap Gus Dur. Selalu menjawab yang tidak pernah diduga sebelumnya. “Lho, sampeyan ini gimana to, Gus. Apa kurang mulianya jadi satpamnya Indonesia,” timpal Gus Dur seperti ditirukan Gus Mus.

Gus Mus pun mengaku langsung terdiam mendengar jawaban Gus Dur tersebut. Bagi Gus Mus, jika memang sudah merasa nyaman sebagai satpam maka NU jangan ngersulo (mengeluh). Disyukuri apa yang ada saja.

Putra KH Bisri Musthofa Rembang ini menambahkan, dirinya teringat akan ketokohan Rais Aam KH Mahfudh Shiddiq dan Ketua Umum PBNU KH A Wahid Hasyim yang mampu menjadi jembatan antara jama’ah dan jam’iyah NU. Lakpesdam diusianya yang ke-29 ini diharapkan meneladani kedua tokoh yang sudah berpulang keharibaan-Nya tersebut.

“Jadi, Lakpesdam harus jeli melihat posisi NU ini. Tugas utama Lakpesdam itu memberdayakan pengurusnya. Bagaimana mungkin menjadi seorang pemberdaya jika dirinya tidak berdaya sendiri. Fokus kajian saja,” tegas Gus Mus. (musthofa asrori/mukhlisin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kyai, Internasional RMI NU Tegal

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, RMI NU Tegal - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

RMI NU Tegal

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

RMI NU Tegal

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Internasional RMI NU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, RMI NU Tegal - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

Jombang, RMI NU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar pembukaan diba’ kubro, Jumat (11/3). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Ketua PAC IPPNU Ngoro, Siti Mufarikhah mengungkapkan bahwa dalam kesempatan selanjutnya, kegiatan diba’ kubro akan diselenggarakan di masing-masing Pengurus Ranting (PR), Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan PKPTNU Ngoro.

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

“Agenda kegiatan rutin diba? kubro Jumat Kliwon PAC IPNU-IPNU yang mana akan ditempatkan di setiap ranting baik

PR, PK, PKPTNU Se-Kecamatan Ngoro,” katanya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Ia mengaku belakangan ini tak sedikit kelompok yang ajarannya menyimpang dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Mereka cenderung mencampur adukkan ajarannya ke dalam tradisi-tradisi ke-NU-an. “Menjaga tradisi NU yang sekarang ini sudah mulai terkikis karena aliran-aliran yang melenceng dengan ajaran Aswaja an-Nahdliyah,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jombang,Abdul Rosyid berharap agar kegiatan diba’ kubro tersebut terus dimaksimalkan dalam setiap kesempatan yang sudahdijadwalkan. Ia juga mengimbau PAC IPNU-IPPNU Ngoro untuk mengoptimalkan kinerja PR dan PK. “PAC IPNU-IPPNU Ngoro hendaknya dapat mengoptimalkan PR maupun PK yang sudah terbentuk, dan terus menyemangati untuk mengadakan kegiatan-kegiatan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengajak pelajar NU tingkat ranting dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) Ngoro untuk istighosah bersama dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) IPNU-IPPNU. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ulama, Internasional RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Garut, RMI NU Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menegaskan NU adalah pemimpin umat, bukan pemimpin sebagian umat saja. Pemimpin yang hanya mengayomi sebagian golongan saja tidak layak disebut sebagai pemimpin. NU didirikan untuk mengayomi semua umat.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini kemudian merujuk pada masa pra-lahirnya jam’iyyah? Nahdlatul Ulama. Saat itu para santri muda yang kemudian menjadi pendiri NU menjalin komunikasi dan memikirkan strategi perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia di tengah-tengah masa studi mereka di Arab Saudi.

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

"Para santri muda tersebut diantaranya adalah KH Hasyim Asy’ari (Jombang), KH Bisri Sansuri (Denanyar), KH Wahab Hasbullah (Tambakberas), dan KH Anwar Musyaddad (Garut)," katanya pada pidato majma buhuts an-nahdliyah di pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, Jawa Barat, Sabtu (31/5).

RMI NU Tegal

Dalam kapasitasnya sebagai santri, mereka tidak saja mendoakan komunitas pesantren di tanah air, melainkan juga mendoakan seluruh rakyat Nusantarayang sedang dijajah. Bahkan, kemudian kecintaan para santri muda di tanah Arab itu terejawantahkan ketika mereka mulai mendiskusikan perlunya organisasi yang akan mewadahi kaum santri dan pesantren untuk merebut kedaulatan Nusantara dari tangan penjajah.

RMI NU Tegal

Dimensi jam’iyyah dan sekaligus jama’ah

Masih menurut KH A. Mustofa Bisri, para pendiri NU sadar betul dawuh Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah bahwa kebathilan yang terorganisir saja akan mengalahkan kebaikan, apalagi bila kebaikan diorganisir maka niscaya problematika umat dan bangsa akan dengan mudah diselesaikan.

Namun sayangnya, kritik Gus Mus, NU hingga kini belum juga bertransformasi menjadi jam’iyyah atau organisasi yang sesungguhnya. NU hanya kuat pada tingkat jama’ah saja. Padahal yang menjadi garis pembeda antara NU dengan organisasi-organisasi lainnya adalah NU memiliki dimensi jam’iyyah dan sekaligus jama’ah.

“Ini yang otentik dari NU dan tidak ada di organisasi lainnya. Kalau pun ada itu hanya meniru-niru NU,” tegas Kiai yang produktif menulis karya sastra ini.“Bila banyak pengamat NU seperti Mitsuo Nakamura, Andree Feillard, atau Martin van Bruinessen heran kenapa organisasi seperti NU ini tidak mati-mati, justru saya heran kenapa organisasi sebesar ini tidak hidup-hidup juga,” kritik Gus Mus yang disahut dengan tepukan riuh peserta yang hadir.

Pejabat Rais Aam yang menggantikan tongkat kepemimpinan KH Sahal Mahfudh ini menyebutkan,? yang membedakan antara NU dengan organisasi lainnya adalah karena NU bermula dari adanya komunitas-komunitas di berbagai penjuru Nusantara. Komunitas-komunitas tersebut memiliki karakteristik yang sama, yakni ada kiai, santri dan masyarakat pesantren. Dengan kata lain, NU sudah terlebih dahulu lahir sebagai jama’ah yang kemudian melatar-belakangi kelahirannya sebagai jam’iyyah (organsiasi).

Hal lain yang membuat NU otentik dibandingkan dengan organisasi lainnya adalah keberadaan orang-orang yang seolah-oleh mewakafkan dirinya untuk masyarakat. Mereka adalah para kiai yang jadi sumber rujukan masyarakat.

Gus Mus memberikan contoh, misalnya orang sakit datang ke kiai untuk diberi minum air yang sudah didoakan, orang tua menitipkan anaknya di pesantren untuk diberi pengetahuan, ingin berdagang minta didoakan agar dagangannya laris, akan bercocok tanam sowan ke kiai untuk didoakan agar tidak diserang hama, dan seterusnya. Semuanya dipenuhi para kiai tanpa dibayar. Para kiai tersebut hanya ingin meniru Nabi Muhammad SAW yang memperkenalkan konsep pemimpin sebagai khadimul ummah, bukan pemimpin yang justru merepotkan umatnya.

‘Alaikum bil NU’

Namun sayangnya, kiai yang penyair tersebut mengajukan kritik, sebagai organisasi besar NU seringkali diperalat oleh orang-orang luar. Padahal Gus Mus berkeyakinan bahwa apa yang disebut ‘alaikum bis sawadil a’dhom adalah sama dengan ‘alaikum bil NU’.

Anggota NU saat ini lebih dari 70 juta pengikut. Pengikut NU saja sudah tiga kali lipat lebih dibandingkan dengan jumlah total penduduk Arab Saudi. “Namun sebagai organisasi, NU hingga kini belum sepenuhnya organisatoris, kata Gus Mus.”

Bila NU bisa lebih terstruktur, niscaya akan menjadi kekuatan yang dahsyat bagi perubahan di negeri ini. Hal ini bisa terjadi bila, salah satunya, NU menjalankan tertib organisasi secara benar seperti semua elemen di tubuh NU berada satu garis komando dari Rais Aam. (Saifuddin Ihsan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Internasional, Cerita RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Jombang, RMI NU Tegal?

Masyarakat memperingati Hari Pahlawan dengan beragam cara. Puluhan pelukis yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lukis (KOPI) di kota santri, Jombang, Jawa Timur memperingatinya dengan cara tersendiri.

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Di area Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Jombang, mereka melukis beberapa pahlawan Indonesia. Beberapa gambar yang dilukis, di antaranya Soekarno, Jendral Sudirman, KH Hasyim Asyari. Bupati pertama Kabupaten Jombang R.A.A. Soeroadiningrat tak luput dari goresan pensil mereka.?

Suger Hartobi, salah satu pelukis yang ikut dalam aksi itu mengungkapkan, pagelaran ini dilakukan tiap tahun di setiap Hari Pahlawan. Kali ini adalah tahun kedelapan.?

"Kurang lebih selama delapan tahun, agenda melukis di Taman Makam Pahlawan ini dilakukan setiap memperingati Hari Pahlawan, dan usai melukis maka lukisan akan dipajang atau dipamerkan di depan makam," ujarnya, Kamis (10/11).?

RMI NU Tegal

Tobi, panggilan akrabnya, menambahkan, pelukis dari berbagai aliran ikut serta dalam aksi kali ini, mulai dari realis, abstrak, dekoratif, temporer serta kubisme.

"Kami para pelukis memperingati dan menghargai jasa pahlawan dengan cara kami, dan dengan acara ini semangat dan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat kami pupuk dan kami sampaikan melalui lukisan," imbuhnya.?

Usai melukis, mereka meletakkan lukisanya secara berjajar di sepanjang trotoar makam sehingga menjadi pemandangan menarik para pengguna jalan yang melintas. Kadang ada yang tertarik dengan lukisan kemudian membelinya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Internasional RMI NU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kisruh Negara Dimanfaatkan Teroris untuk Lancarkan Aksi

Jakarta, RMI NU Tegal

Mantan teroris yang pernah mendekam di penjara selama 10 tahun, Sofyan Tsauri menyatakan, aksi teror yang dilancarkan oleh para jihadis ekstrim yaitu dengan memanfaatkan blunder dan kisruh negara. Ia pun memberi saran agar negara dan pemerintah tetap menjaga keamanan, baik dalam bidang politik, sosial, budaya, dan lain-lain.

Hal ini dia nyatakan saat menjadi narasumber dalam Workshop Tweet For Peace yang diselenggarakan oleh The Wahid Institute dan Twitter Indonesia, Rabu (10/2/2016) di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan.

Kisruh Negara Dimanfaatkan Teroris untuk Lancarkan Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisruh Negara Dimanfaatkan Teroris untuk Lancarkan Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisruh Negara Dimanfaatkan Teroris untuk Lancarkan Aksi

“Contoh beberapa hari yang lalu BNPT merilis daftar 19 pesantren radikal. Sedangkan pesantren mana saja, mereka tidak menjelaskan,” ujar Sofyan.

Hal ini, lanjutnya, bisa menjadi pemicu bagi para teroris untuk melancarkan aksinya. Maka dari itu pemerintah jangan membuat kontroversi hal-hal yang tidak jelas yang dapat menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat, khususnya pesantren dalam hal ini.

Sofyan juga mecontohkan, beberapa kejadian di Eropa dimana pemerintah seakan mendiskriminasi kelompok muslim. “Kisruh-kisruh seperti inilah yang dimanfaatkan oleh teroris untuk memulai aksinya,” terangnya.

RMI NU Tegal

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Savic Ali ini, hadir juga sebagai narasumber ulama muda NU KH Abdul Moqsith Ghazali dan mantan teroris lain Yudhi. Hadir dalam kegiatan ini, Direktor The Wahid Institute Yenny Wahid, Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid, pihak Twitter Indonesia, dan puluhan aktivis media dan komunitas. (Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional RMI NU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Bandung, RMI NU Tegal. Pasca ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah melalui Kepres No. 22 Tahun 2015, sebuah dialog bertema “Aktualisasi Peran Pesantren dalam Peradaban Modern dan Tantangan Global” digelar di Aula kantor PWNU Jawa Barat, Bandung, Sabtu (24/10/2015).

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lapeksdam NU), Lembaga Sei Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), dan Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Barat.

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Drs. Imron Rosyadi yang saat itu menjadi narasumber berharap kegiatan ini menjadi refleksi bagi santri agar jangan kehilangan identitas jati dirinya dalam mengahadapi tantangan Globalisasi.

RMI NU Tegal

Kegiatan yang dihadiri pengurus Lembaga dan Banom NU Jawa Barat, serta pengrus PMII Bandung? ini diakhiri dengan pembacaan puisi “Syair Perang Kedongdong” oleh Dodo Widarda, Ketua PW Lesbumi Jawa Barat. Sebelumnya, dialog dimulai dari jam 14.00 dengan tawasul sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri-pendiri NU.

RMI NU Tegal

Menurut Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur pengakuan dari pemerintah akan perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang pada tanggal 22 Oktober 1945 mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang menjadi landasan ribuan kaum santri ikut serta dalam perang 10 November 1945 di Surabaya.

“Dengan ditetapkannya Hari Santri tanggal 22 oktober, merupakan bentuk pengakuan pemerintah akan perjuangan para kyai dan santri dalam pembentukan NKRI dengan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Ini patut kita syukuri,” tutur Saepuloh.

Lebih lanjut H. Saepuloh mengatakan, Pergunu Jawa Barat juga akan melaksanakan dialog tentang “Santri VS Globalisasi: Sudut Pandang Pendidikan dan IT” dengan narasumber Rektor UPI Bandung Prof. Furqon, Ph.D dan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., pada tanggal 31 Oktober 2015 dimulai jam 13.00 di Aula PWNU Jawa Barat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian, Internasional RMI NU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI

Jakarta, RMI NU Tegal. Namun Aktivis Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia, Abdul Hadi, mengatakan penanganan kasus penyiksaan TKI di Arab Saudi oleh pemerintah RI kurang bertanggung jawab dan kurang manusiawi.

"Kasus seperti [Erwiana] di Hong Kong, sebetulnya di sini lebih banyak, tetapi penanganannya perlu dipertanyakan," katanya.

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI

Kokom Binti Bama, 35, merupakan tenaga kerja asal Cijati Jampang Kulon, Jawa Barat yang saat ini sedang mengalami masalah karena penyiksaan yang dilakukan oleh mantan majikannya.

RMI NU Tegal

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah mengatakan sulit untuk memproses hukum majikan yang diduga menyiksa tenaga kerja Indonesia, Kokom Binti Bama, di Arab Saudi karena kurangnya data dan tidak adanya dokumen resmi.

RMI NU Tegal

"Kita sulit memproses hukum, karena dia tidak tahu majikannya di mana, karena Kokom ini kerjanya pindah-pindah dan kerja bebas. Statusnya memang ilegal setelah kabur dari majikan pertama," kata Konsul Pelayanan Warga di KJRI Jeddah, Sunarko, ketika dihubungi Wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

Seperti diketahui, Kokom Binti Bama, 35, ditemukan sekitar tiga bulan lalu dan dibawa ke KJRI Jeddah setelah mengalami penyiksaan saat bekerja.

Dia sempat lari dari majikan pertama karena gajinya tak dibayar selama lebih dari satu tahun. Setelah bekerja di tempat lain secara ilegal, dia mengalami penyiksaan dengan sejumlah memar di wajah dan sekujur tubuh.

Kondisi Kokom ketika ditemukan cukup parah. "Kaki kanan kurang berfungsi dengan baik, penglihatannya agak kabur, dan kupingnya juga digunting," kata sejumlah aktivis Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia.

Menurut Sunarko, keadaan Kokom yang kini tinggal di tempat penampungan KJRI sudah membaik.

Pihaknya kini sedang memperjuangkan hak-hak berupa gaji pada majikan yang pertama.

"Yang bisa kita upayakan kita menuntut gaji majikan pertama, karena status kerjanya resmi selama satu tahun. Ini sedang kita urus hak-haknya. Tetapi majikan pertama ini tidak melakukan penyiksaan, Kokom kabur saja karena tidak dibayar," kata Sunarko. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Hikmah RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa?

Oleh Badrul Munir



Saat berbuka puasa, kita terasa nikmat menyantap hidangan berbuka. Mengapa? Karena Allah memberi indra pengecap yakni lidah. Para ahli saraf berpendapat, terdapat jutaan sel pengecap di lidah manusia dan yang unik setiap sel bertugas menangkap setiap rasa secara "khusus" dari ratusan rasa yang ada. Itulah yang menerangkan kenapa ibu-ibu bisa memberi komentar kurang garam atau kurang merica setelah mencicipi makanan.

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa?

Di area lidah ada lokasi tersendiri untuk rasa yang berbeda, seperti rasa manis dirasakan lidah depan, rasa pahit dirasakan lidah belakang dan lainnya. Dan yang menakjubkan, area untuk rasa manis paling luas di seluruh lidah.

RMI NU Tegal

Itulah mengapa saat berbuka disunnahkan makanan manis seperti kurma, selain agar cepat dimetabolisme menjadi tenaga, juga agar memberikan "kenikmatan lebih" bagi yang berpuasa, dan satu salah kemurahan dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang puasa.

RMI NU Tegal

Selain lidah, indra pengecapan dibantu oleh indra pembau yang ada di rongga hidung. Ada jutaan sel khusus yang bertugas menangkap seluruh bau yang ada, bahkan masih banyak sel pembau yang tersisa yang disiapkan Allah yang belum dipakai manusia. Keduanya (indra pengecap dan pembau) bekerja sama menyalurkan impuls ke otak agar saat menyantap makanan berbuka terasa lebih nikmat.

Namun setelah beberapa suap makanan atau mendekati keyang, indra pengecap dan pembau menurunkan sinyal ke otak dan ini disebut "feed back mechanism", ditandai dengan tanda "berkurangnya rasa lezat" dalam lidah dan rasa mulai penuh dalam lambung. Saat itu seharusnya kita segera menghentikan aktivitas makan sesuai anjuran rasul (dan demi kesehatan).

Akan tetapi, sering kali kita kehilangan kontrol diri dan terus makan sampai kekenyangan. Bahkan malas shalat terawih akibat kekenyangan. Bukankah hakikat puasa adalah berlatih menahan diri (imsak) dan berlatih berbagi sesama? Lalu ke mana makna puasa saat kita berbuka bila berbuka tanpa sunnah rasul? Maka sesungguhnya ada "puasa" di balik nikmatnya berbuka puasa .

Selamat berbuka puasa (sesuai sunnah)

*) Dr Badrul Munir Sp.S, dokter spesialis saraf RS Saiful Anwar/FK Universitas Brawijaya Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Lomba, Internasional RMI NU Tegal

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya langsung menggelar rapat khusus menyikapi seruan PBNU tentang larangan aksi soal kasus Ahok, Kamis (27/10).

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi

Dipimpin langsung Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, 10 Ketua MWC, dan Lembaga juga Banom NU seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, LP Ma’arif, Lesbumi, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU, LBHNU, dan PMII berkumpul di Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47.

Menurut KH Didi, pada intinya PCNU Kota Tasikmalaya mengikuti instruksi PBNU melarang warga Nahdlyin turun ke jalan. Hal ini sudah diserukan kepada segenap pengurus MWCNU dan ranting serta beberapa jamiyah NU baik yang ada di pesantren maupun diluar pesantren.

"Besok pagi akan ada tindak lanjut mengundang pimpinan-pimpinan Pesantren se Kota Tasikmalaya mendindaklanjuti seruan PBNU ini," kata KH Didi selepas rapat.

Selain melarang warga Nahdlyin di Kota Tasikmalaya ikut-ikutan turun ke jalan yang katanya akan digelar pada 4 November di Jakarta, PCNU juga melarang ikut aksi yang dilakukan pada Jumat (28/10) di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

RMI NU Tegal

Warga NU diminta tenang, meski gerakan aksi yang mengatasnama "Bela Islam" akan berlangsung di Kota Tasikmalaya juga. "Kita sudah jelas intruksinya seperti itu. Bukan hanya aksi 4 November ke Jakarta. Aksi besok juga (selepas Jumat) di depan Masjid Agung di kita juga tidak boleh," ujarnya.

RMI NU Tegal

Berdasarkan informasi yang dihimpun RMI NU Tegal, di Kota Tasikmalaya pun akan digelar aksi bertemakan "Bela Islam" selepas Shalat Jumat di Jalan HZ Mustofa depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Mereka mengaku mewakili 57 Ormas Islam di Tasikmalaya yang telah bermusyawarah di gedung MUI Kota Tasikmalaya, Kamis (27/10) pukul 9:30 sampai 12:00 WIB.

Ormas tersebut antara lain mewakili MUI, FPP, IKM, FSM, ALMUMTAZ, Forum Sabtuan, FPI, ? Brigade Tholiban, JAS, Majelis Mujahidin, BKPRMI, PUI, IMG, INDO BOXING, GAZA, LPPU, FORSIL, FKB, Pemuda Bulan Bintang dan Annas Tasik yang dipimpin langsung Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi sebagai Korlap Aksi. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Internasional RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Bogor, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Darunnajah, Cipining, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelenggarakan pelatihan seputar jejaring media sosial bagi para santri setempat, Kamis (23/4). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbanyak konten positif di dunia maya.

Pelatihan tersebut diikuti 57 orang dengan membawa labtop. Para peserta juga terdiri dari para pendidik dan mahasiswa dari lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Darunnajah se-Jabodetabek dan Banten.

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, santri perlu diberikan pendidikan media sosial, agar mereka mampu menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan," jelas KH Dr Sofwan Manaf,? pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

RMI NU Tegal

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan itu pakar media sosial Hariqo Wibawa Satria dari Magnitude. Ia menjelaskan apa yang tidak boleh dan bisa dilakukan di media sosial, perencanaan dan optimalisasi penggunaan media sosial untuk pribadi dan organisasi, hingga praktik pembuatan konten-konten media sosial.

RMI NU Tegal

Menurut Hariqo, dulu masyarakat pasif dan hanya jadi penikmat konten. Tapi sekarang siapapun, asal mau, sudah bisa jadi koki atau produsen konten. Ia juga mengapresiasi kemampuan santri-santri Darunnajah membuat konten utamanya video.

"Saya hanya beri waktu 30 menit, sudah jadi 11 video yang kreatif dan inspiratif. Makin banyak video positif yang kita upload, makin sehat dunia maya," tambah Hariqo.

Hartati, seorang peserta mengaku inilah pertama kali dirinya membuat video. "Kita tak bisa menyalahkan terus banyaknya konten negatif di internet, saatnya kita berlomba-lomba mengupload konten positif sebanyak mungkin," katanya. (Sigit Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Internasional, Makam RMI NU Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Ketum PBNU Dihadiahi Keris Sepuh Kuno dari Tosan Aji Jayakarta

Jakarta, RMI NU Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendapatkan hadiah keris Kiai Radia Binangkit dari komunitas Tosan Aji Jayakarta yang diserahkan Ketut Mas Agung di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7) pada pada Silaturahim Kebudayaan bertema “Meneguhkan Kebudayaan, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang digelar Lesbumi PBNU.?

Ketum PBNU Dihadiahi Keris Sepuh Kuno dari Tosan Aji Jayakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Dihadiahi Keris Sepuh Kuno dari Tosan Aji Jayakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Dihadiahi Keris Sepuh Kuno dari Tosan Aji Jayakarta

Menurut salah seorang panitia, Donny Satryowibowo, keris tersebut berwarangka gaya Cirebon yang bereluk tiga belas. Nama Kiai Radia Binangkit berarti dinamika perputaran dunia yang bergerak bangkit.?

Pada keris tersebut terdapat bola dunia seperti lambang Nahdlatul Ulama. Hal ini ibarat NU yang selalu bangkit memayungi dan selalu bangkit melalui jalur kebudayaan.

Pada silaturahim tersebut, Lesbumi juga memamerkan 99 keris dari berbagai daerah dengan beragam warna dan bentuk. Dengan pameran itu, kata Donny, Lesbumi ingin memulangkan kembali kesadaran masyarakat tentang cinta tanah air. Hal tersebut sangat berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang tidak dapat lepas dari tosan aji termasuk keris. ?

"Jadi, kali ini kita bicara budaya, dan kami hendak memulangkan kembali kesadaran tentang keindonesiaan, kenusantaraan. Ibaratnya akar sebagai budaya, sedangkan pohon sebagai bangsa. Bagaimana kita bisa mengharapkan pohon bangsa ini besar jika akarnyatidak subur?" terang Donny.?

RMI NU Tegal

Ia menambahkan, sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari tosan aji, perkerisan. Dari zaman sebelum Wali Songo, Pangeran Diponegoro, bahkan sampai zaman modern pada era Panglima Sudirman, berkaitan dengan keris. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Internasional, Makam, Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 14 Oktober 2017

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah

Sukoharjo, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menggerla jumpa pers, Jumat (10/4) siang soal pencatutan nama dan logo NU dan banom untuk kegiatan Tabligh Akbar bertema “Menjalin Silaturahmi, Menjaga Keutuhan Negeri dan Mewaspadai Pengaruh Syi’ah”.

Sedianya, acara tersebut akan diselenggarakan oleh Forum Bersama Umat Islam (FBUI) di Masjid Baiturrahmah Sukoharjo, Ahad (12/4) mendatang.

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah

“Mereka (FBUI,-red) telah mencantumkan nama serta logo NU, Banser dan Pagar Nusa tanpa ada izin dan komunikasi dengan kami. Ini merugikan Jamiyah NU,” ungkap Katib Syuriyah PCNU Sukoharjo, KH Abdullah Faishol didampingi Ketua Tanfidziyah, H Nagib Sutarno.

RMI NU Tegal

Untuk itu, NU Sukoharjo beserta banom, dirasa perlu memberikan klarifikasi atas tindakan tersebut. Pihaknya juga meminta agar logo NU dan Banom dihilangkan dari pamflet tersebut.

RMI NU Tegal

“Kami tidak pernah merasa dilibatkan apalagi mendukung acara tersebut, sehingga untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, pencantuman logo harus dihilangkan,” ujar dia.

Lebih lanjut dipaparkan, pihak panitia memang telah melayangkan permintaan maaf atas pencantuman logo tersebut, akan tetapi belum dibarengi dengan penghilangan logo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Syariah RMI NU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya

Jakarta, RMI NU Tegal - Orang tua memiliki peran besar dalam membuka jalan bagi kesuksesan anak di masa depan. Mereka dapat mendukung ke mana kecenderungan talenta anak mereka. Orang tua karenanya tidak boleh memaksakan kehendaknya dengan mengarahkan anak mereka pada suatu bidang tertentu.

Demikian disampaikan James Riyadi dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas II PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) siang.

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya

“Setiap orang memiliki 100 lebih talenta. Tetapi dari semua talenta itu anak memunyai talenta yang khas,” kata James.

RMI NU Tegal

Untuk mendapatkan hasil maksimal, orang tua harus mendukung kekhasan talenta anak. Pengarahan dan pembentukan ini akan sangat menentukan hasil dari kemajuan anak ke depan. Namun, sebelum sampai ke sana, orang tua harus cermat melihat talenta yang sangat khas dari anak mereka.

Ia menganjurkan kepada peserta Rakernas II PBNU untuk mendorong para pelajar dan kader-kader muda NU untuk mengembangkan talentanya masing-masing. Menurutnya, kekhasan ini yang harus didorong.

“Kalau anak punya kecenderungan jadi dokter, jangan didorong jadi pengusaha. Kalau anak kita punya kecenderungan jadi guru, jangan diminta untuk jadi politikus. Ini keliru besar,” kata James Riyadi di hadapan sedikitnya 100 peserta Rakernas II PBNU. (Alhafiz K)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Internasional, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock