Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember

Jember, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren tak hanya jadi pusat pendidikan keagamaan, tapi juga memegang peran penting dalam gerakan perubahan sosial. Di Jember, Jawa Timur, terdapat Pondok Pesantren Al Jauhar yang berperan strategis dalam gerakan mahasiswa di Kota 1001 Gumuk itu.

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember

Al Jauhar dirintis sejak tahun 1989 oleh ulama sekaligus akademisi Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) KH Shodiq Mahmud. "Abah Shodiq mendirikan pesantren Al Jauhar khusus bagi mahasiswa yang kuliah di Jember agar mahasiswa memiliki pendididikan agama dan berakhlakul karimah atau memiliki moral yang baik," kata pengasuh Al Jauhar saat ini yang juga anak sulung KH Shodiq, Hj. Liliek Istiqomah, Rabu, 3 Mei 2017.

KH Shodiq yang bergelar profesor dan doktor bidang hukum merupakan pendiri dan pengasuh pertama pondok pesantren Al Jauhar yang berada di Jalan Nias III Nomor 5 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember. KH Shodiq wafat pada 4 April 1998 dan kursi pengasuh beralih ke menantunya, KH Sahilun A. Nasir, hingga KH Sahilun wafat pada 19 Januari 2011.

KH Sahilun lama mengabdi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember hingga bergelar profesor dan doktor dan sempat menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. Kini, tampuk pengasuh dipegang isteri KH Sahilun yang juga anak sulung KH Shodiq, Hj. Liliek Istiqomah. Sama dengan ayahnya, Hj. Liliek juga lama mengabdi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Jember.

Pada 30 April 2017 lalu, pondok pesantren Al Jauhar menggelar peringatan hari lahir (harlah) ke-26 dan temu alumni. Dalam kegiatan tersebut dibentuk forum alumni Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember. Forum ini sepakat membentuk pengurus pusat forum alumni dengan ketua H Abdul Khalik Marzuki dan wakil ketua H Nurul Ghufron yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember serta Sekretaris Abdul Bari dan Bendahara H. Hendro. "Forum alumni ini tidak hanya sebagai wadah komunikasi antar alumni tapi juga memiliki program kerja yang bisa membantu peningkatan kualitas maupun pengembangan Al Jauhar," kata Khalik.

RMI NU Tegal

Beberapa program kerja telah direncanakan diantaranya pendataan alumni, silaturahim antaralumni, pembuatan buku sejarah Al Jauhar dan biografi pengasuh, serta pembuatan rekening untuk membantu pengembangan pondok.

Khalik termasuk salah satu dari ? lima santri pertama Shodiq yang mondok pada akhir tahun 1989. "Dulu hanya ada lima santri dan di sini masih sangat sepi, banyak sawahnya," katanya mengenang masa lalunya di Al Jauhar.

RMI NU Tegal

Khalik mengingatkan beberapa pesan dari pendiri dan pengasuh pertama Al Jauhar. "Abah Shodiq selalu berpesan bahwa siapa saja yang ada di lingkungan pondok Al Jauhar ini harus ngaji (belajar ilmu agama Islam) atau ngajar ngaji (mengajarkan ilmu agama Islam)," kata alumnus mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Jember tahun 1989 ini.

Menurut Khalik, Abah Shodiq juga berpesan agar santri berusaha dalam keadaan suci dengan cara membasuh anggota tubuh sesuai tata cara berwudlu. "Beliau juga berpesan usahakan dalam sehari kita membaca Al-Quran walaupun satu lembar," kata pria yang kini sukses menjadi pengusaha toko bangunan dan penyedia jasa travel umroh dan haji ini.

Ia juga mengenang amalan-amalan baik selama di pondok Al Jauhar. "Setiap ada santri yang akan ujian skripsi atau punya masalah apa saja, kita bersama-sama membaca surat Yasin dan insyaallah hajat kita terkabul dan setiap masalah akan mendapat solusi," katanya.

?

Alumnus Al Jauhar yang lain, Ismail, mengatakan sebagai satu-satunya pesantren khusus mahasiswa di Jember, Al Jauhar punya peran strategis dalam gerakan mahasiswa di Jember. "Banyak santri Al Jauhar yang jadi aktivis gerakan mahasiswa di Jember, semua bermula dari Al Jauhar," kata alumnus Sastra Inggris Universitas Jember angkatan tahun 1991 ini.

Menurutnya, cikal bakal pembentukan beberapa organisasi gerakan mahasiswa di Jember baik ekstra maupun intra kampus tak bisa dilepaskan dari peran santri Al Jauhar. "Dari Al Jauhar lah beberapa organisasi mahasiswa lahir dan berkembang terutama di era tahun 1990-an," katanya. Organisasi mahasiswa ekstra kampus yang digeluti santri Al Jauhar beragam mulai dari yang agamis hingga nasionalis atau percampuran keduanya seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan lain-lain. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai sepanjang tahun 2013 kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berlangsung teduh dan damai. Meski demikian masih terdapat masalah yang tersisa di sejumlah bidang, dan harus dituntaskan di tahun 2014 mendatang.

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013 kita dianugerahi keteduhan dan kedamaian dalam bermasyarakat dan beragama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (29/12).

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

?

Meski demikian, khususnya dalam kehidupan beragama, sepanjang tahun 2013 masih ditemukan masalah. Aksi radikalisme yang mengakibatkan disharmoni misalnya, terjadi di sejumlah daerah, dipicu oleh kelompok kecil bermodal besar dengan memprogandakan kepentingannya tanpa mengindahkan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

?

RMI NU Tegal

“Agar radikalisme tidak terus berkembang, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni dengan mengembangkan sikap moderat, toleransi, dan menjaga keseimbangan. Khusus isu agama, PBNU minta agar di tahun 2014 Pemerintah bersama komponen masyarakat mulai menyusun kode etik penyiaran ajaran agama,” tambah Kiai Said.

?

Ketua PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfudz, berpendapat di bidang perekonomian sepanjang tahun 2013 masih ada masalah yang diakibatkan sikap tak tegas Pemerintah. Fluktuasi rupiah misalnya, dinilai bisa diatasi jika Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah tegas dan berani, tidak berkompromi serta bermain mata dengan para spekulan yang hanya mementingkan diri sendiri.

RMI NU Tegal

?

“Tahun 2013 Pemerintah kurang berani membangkitkan industri di sektor pertanian dan manufaktur yang sebenarnya mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Orientasi kebijakan moneter juga lebih banyak menguras devisa negara. Tahun 2014 itu harus dibenahi, serta diimbangi dengan pengembangan sektor riil dan produktif,” tegas Maksum yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

?

Di bidang peradilan, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya sudah berjalan baik.? Meski demikian aparat penegak hukum didorong untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih komprehensif, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melindungi kepentingan masyarakat.

?

“Atas hal tersebut kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerjasama, melibatkan institusi pendidikan, lembaga keagamaan dan sosial, yang sudah ratusan tahun mengajarkan etika, moralitas, dan spiritualitas. Selain itu sistem pemerintahan dan rekrutmen aparat pemerintahan juga harus terus dilakukan pembenahan,” tandas Andi.

?

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni, berpandangan sepanjang tahun 2013 telah terjadi proses pendangkalan atas konsep berbangsa dan bernegara, sehingga yang dirasakan masyarakat adalah sebuah dampak dari sistem bernegara yang liberal. Kondisi ini harus segera dibenahi, terlebih jelang dilangsungkannya Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden di tahun 2014 mendatang.

?

PBNU mengajak para penyelenggara negara untuk menegaskan kembali falsafah, tujuan, dan fungsi negara, menegaskan kembali dasar dan ideologi negara, merumuskan kembali konsep pengelolaan kekayaan negara, merumuskan kembali pertahanan dan bela negara, serta merumuskan prinsip dan etika kepemimpinan.

?

“Atas sejumlah masalah yang ada di tahun 2013, seperti yang disampaikan Kiai Said, kita harus tetap optimis. Semoga di tahun 2014 mendatang, Allah SWT memberi petunjuk kepada kita dalam melangkah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, amin,” pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Tangerang, RMI NU Tegal

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani KH Suaidi mengajak agar masyarakat, khususnya para mahasiswa tidak mudah diadu domba dengan isu politik yang dibalut agama.

"Manusia itu makhluk berbudaya. Apalagi Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terkecoh," pesan Suaidi saat menjadi pembicara pada Diskusi Politik Islam, Sabtu (14/1) siang, di Aula STAI Binamadani, Tangerang.

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah as-Suaidiyah Kebon Kopi ini menjelaskan, manusia dalam bahasa Arab disebut al-insan. Secara gramatikal Arab, kata al-insan berasal dari tiga akar kata, yakni anas, anisa, dan nasiya. Kata itu memiliki banyak arti antara lain damai, berilmu, dan beradab.

RMI NU Tegal

"Dari situ, kita mesti menjaga kedamaian. Apalagi sebagai umat Islam. Ketum PBNU sering menjelaskan Islam bukan sekadar agama akidah dan syariat. Islam itu juga agama budaya, agama peradaban," jelasnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, Rasulullah telah mencontohkan berpolitik yang santun. Suaidi lalu bercerita tentang Kaab bin Huzair, seorang penyair yang syair-syairnya mencela Nabi. Para sahabat pun geram dengan apa yang dilakukan Kaab. Singkat cerita, ia menjadi buruan sahabat yang ingin menangkap dan membunuhnya atas tindakannya menghina Rasulullah.

"Berita itu pun tersiar secara cepat di masyarakat, hingga Kaab pun mengetahuinya. Setelah mendengar berita yang beredar, Kaab merasa takut dan mencari perlindungan," jelasnya.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Kaab datang menemui Rasulullah. Melihat Kaab datang, sebagian Sahabat berteriak, bunuh Kaab. Di tengah suasan itu, Rasulullah menenangkan dengan bersabda, Biarkan Kaab datang, dia ingin bertobat dan meninggalkan masa lalunya.

"Mendengar tutur kata Nabi yang santun, Kaab pun mendapat hidayah untuk masuk Islam. Setelah masuk Islam, Kaab membuat sair-sair yang isinya memuji dan memuliakan Nabi," paparnya.

Dari kisah itu, Nabi sudah memberikan tauladan dalam menyikapi orang-orang yang menghina beliau. Menurut Suaidi, umat Islam mestinya meneladani kearifan Rasulullah. Demikian juga, saat Nabi membangun kota Madinah.

"Madinah sebagai kota mulia. Di madinah umat Islam hidup berdampingan dengan non-Muslim. Makanya di masa itu Nabi membuat pembagian orang kafir, dzimmi dan harbi. Jika orang Muslim membunuh kafir dzimmi dia mendapatkan qisas (hukum yang berlaku di Madinah). Kita jangan menggunakan politik Khawarij. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan golongannya dianggap kafir," pesannya.

Turut hadir dalam acara itu jajaran STAI Binamadani dan Ketua Yayasan Binamadani Group H Patwan Siahaan. Ada sekitar seratus mahasiswa dari STAI Binamadani dan STIH Painan mengikuti diskusi bertajuk “Menjaga Umat: Tanggapan Atas Fatwa MUI tentang Penistaan Agama” tersebut. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Hadits, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan

Islamabad,RMI NU Tegal. Dalam rangka mempererat hubungan silaturahim antarpelajar dan mahasiswa Indonesia di Pakistan, pada hari ke-4 Idul Fitri 1437 H, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Pakistan menggelar Halal bi Halal dan Open House.

Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan

Acara yang diadakan pada Sabtu, (9/7) pukul 17.00 tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat seperti PPMI, IKPM, LTQ Ibnu Abbas, IKAAI, PIPKS, PCI Muhammadiyah, UPZ Baznas? dan santri Jamaah Tabligh.? ?

Halal bi Halal dan Open House pada tahun sebelumnya dilangsungkan di rumah Mustasyar PCINU, tapi kali ini diadakan di taman terbuka “Fatimah Jinnah Park” - Islamabad sehingga suasana lebih guyub dengan diiringi semilir angin sore di musim panas yang mencapai 40 c.

RMI NU Tegal

Guna menambah kesemarakan acara, pengurus PCINU mengisinya dengan beberapa acara yang dimulai dengan sambutan, lalu permainan (game) sebagai berikut: memasukkan gelang ke pasak kayu, makan biscuit tanpa dipegang tangan yang diletakkan di kening, melempar genteng ke garis, kemudian ramah tamah dan ditutup dengan doa. Menu ramah tamah yang disediakan juga makanan khas Indonesia semakin menambah nuansa lebaran seperti di tanah air.

RMI NU Tegal

Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCINU Pakistan Hendro Risbiyantoro menyampaikan tentang pentingnya penyelenggaraan acara Halal bi Halal, selain untuk menambah ikatan kekeluargaan antarmahasiswa, juga penting untuk meningkatkan citra Indonesia di Pakistan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan Mustasyar PCINU dan tuan rumah Open House H. Muladi Mughni. Dalam sambutan singkatnya disampaikan bahwa acara yang dilaksanakan di tempat terbuka semata-mata untuk mencari suasana yang berbeda.

“Warga nahdhiyyin dan mahasiswa di Pakistan sudah banyak yang berkeluarga dan punya anak kecil. Jadi kalau di taman mereka bisa lebih leluasa dan santai bermain,” tutur Muladi. Selain itu suasana akrab dan guyub juga semakin terasa karena hadirin dapat saling mengobrol santai dan melakukan permainan yang disiapkan oleh pengurus PCINU.

“Tidak usah berlama-lama, agar suasana lebih meriah langsung saja kita mulai permainan kita pada sore hari ini, tutupnya, yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Permainan pun dimulai dengan game melempar gelang ke pasak kayu. Seluruh hadirin antusias mengikutinya dan mencoba memasukkan gelang besi dengan semangat. Selanjutnya game memakan biscuit tanpa dipegang tangan yang diletakkan di kening yang membuat suasana pecah oleh tawa hadirin melihat pola tingkah dan gerak tubuh peserta lomba. Permainan ditutup dengan game melempar genteng ke garis yang mengingatkan para hadirin akan masa kecil. Acara ditutup dengan doa dilanjutkan dengan fhoto bersama dan ramah tamah.

Ditemui setelah acara, Ketua Tanfidziyah PCINU, Zulfikri Hasibuan mengatakan bahwa persiapan acara ini hanya dalam waktu satu hari, namun demikian secara keseluruhan dapat berjalan cukup baik dan sesuai dengan rencana.

“Semoga dengan diadakannya acara ini kita dapat menjalin hubungan baik dengan sesama, agar hubungan kita sempurna, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, tidak ada yang tersisa di hati kita dari kebencian, amarah, dan dendam, yang ada hanya cinta dan saling memaafkan,” harapnya. (Hedro/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Pesantren RMI NU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Suasana Perayaan Idul Adha di Libanon

Libanon, RMI NU Tegal - Kebahagiaan Hari Raya Idul Adha tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia di tanah air. Kebahagiaan ini juga dirasakan oleh mereka yang tinggal di bumi Imam Al-Awzai, Libanon. Pada momentum Idul Adha, KBRI melalui fungsi sosial dan budaya menyelenggarakan shalat Id bersama di ruang lobi kantor kedutaan.

Wakil Rais Syuriyah PCINU Libanon Lukmanul Hakim Al-Syarwi Lc menyebutkan, "KBRI Libanon memiliki perhatian yang tinggi untuk acara-acara keagamaan seperti ini. Hal ini dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan di antara warga Indonesia yang sama-sama jauh dari ibu pertiwi."

Ini Suasana Perayaan Idul Adha di Libanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Suasana Perayaan Idul Adha di Libanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Suasana Perayaan Idul Adha di Libanon

Dalam khotbah, Lukman yang kini menempuh sekolah pascasarjana Fakultas Ushuluddin di Global Universty ini menyebutkan bahwa ‘Id atau hari raya adalah momen kebahagiaan dan saat bersenang-senang.

RMI NU Tegal

“Kebahagiaan dan kesenangan orang-orang mu’min di dunia adalah pada saat mereka berhasil menyempurnakan ketaatan pada Allah. Tidak lain pada saat mereka memperoleh pahala atas apa yang mereka perbuat, dan mendapatkan ampunan dosa dari Allah ta’ala," kata Lukman.

Usai shalat Id, para jamaah yang terdiri dari mahasiswa, pejabat kedutaan, pekerja profesional, dan TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL saling berjabat tangan sebagai wujud persatuan dan kasih sayang. Sementara Duta Besar RI untuk Libanon HA Chozin Chumaidi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H untuk seluruh warga Indonesia di tanah air.

RMI NU Tegal

Perayaan Hari Raya Idul Adha dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban berupa dua ekor kambing dari HA Chozin Chumaidi dan istri. Sementara sambil menikmati hidangan pagi, para jamaah juga dimanjakan dengan acara nonton bareng film 99 Cahaya di Langit Eropa.

Dibandingkan negara di Timur Tengah lainnya, Libanon jarang terdengar. Namun demikian Libanon memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah kualitas pendidikan yang mulai menarik perhatian para santri di tanah air. Di Libanon terdapat 35 mahasiswa yang tersebar di empat kampus, Global University, Institut Dakwah, Beirut Islamic University, dan Universitas Islam Tripoli. Mereka tergabung dalam organisasi PCINU Libanon. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, Aswaja, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, RMI NU Tegal - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng

Brebes, RMI NU Tegal.

Ferial Farchan dari Brebes dan Sri Nur Ainingsih (Blora) mendapat kepercayaan menakhodai Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah. Mereka terpilih dalam Sidang Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XV dan IPPNU XIV untuk periode 2016-2019, di pondok pesanteren Assalafiyah Luwungragi Brebes, Rabu (13/12).

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng

Agenda sidang pemilihan Ketua PW IPNU berlangsung alot karena itu harus dilaksanakan dua putaran. Dalam tata tertib pemilihan, calon minimal harus mengantongi 12 suara. Pada putaran pertama, Feri mengantongi 21 suara dan rivalnya Kholid dari Kendal mendapatkan 14 suara dari 35 suara yang diperebutkan.

Akhirnya pada putaran kedua, Feri hanya kehilangan 1 suara, yakni berubah menjadi 20 sedangkan Kholid berhasil menambah 1 suara sehingga menjadi 15 suara. Namun demikian, Feri tetap unggul untuk menggantikan Amir Mustofa Zuhdi untuk periode tiga tahun mendatang.?

Sementara Sri Nur Ainingsih (Blora) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW IPPNU Jawa Tengah menggantikan Umi Saadah. Ain menjadi calon tunggal saat pelaksanaan sidang pemilihan yang yang berlangsung hingga jam 02.00 dini hari pada Rabu (13/12) .

RMI NU Tegal

“Ini hanya amanat Allah SWT, lewat kepercayaan rekan-rekan IPNU se Jawa Tengah, mohon doa restunya semoga bisa mengemban amanat ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Feri ketika ditemui RMI NU Tegal diarea Konferwil.

Ke depannya, lanjut Feri, dia bertekad siap mengawal Pelajar NU Jawa Tengah untuk lebih meningkat kualiatas. Dan IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan pengawal Ahlussunnah wal-Jamaah Annahdliyah.?

Selain itu, dia berharap IPNU IPPNU menjadi solusi para pelajar untuk menjadi benteng moral serta penangkal atas segala paham radikalisme.?

Konferwil dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi Senin malam (12/12/16) di Ponpes asuhan Rois Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun.

RMI NU Tegal

Berbagai kegiatan untuk menyemarakan gelaran konferesi juga digelar, diantaranya, Talkshow bersama Menpora RI, Seminar Anti Radikalisme oleh Wakapolda Jateng, ? Lomba pembuatan film pendek, Festival musik hadroh, pemilihan duta Pelajar NU Jawa Tengah, ? pemutaran film "Jalan Dakwah Pesantren" karya RMI NU Tegal, ? dan pementasan seni musik dari Kemensos RI.?

Acara inti, berupa sidang-sidang Konferwil yang terdiri dari sidang komisi, sidang laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2013-2016, dan sidang pemilihan ketua PW IPNU IPPNU Jateng masa khidmat 2016-2019.

Konferwil bertajuk "Menjaga keberagamaan di tengah keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa" merupakan permusyawaratan tertinggi dari IPNU IPPNU tingkat Provinsi Jawa Tengah. Didalamnya juga membahas arah pergerakan organisasi IPNU IPPNU tiga tahun kedepan.?

Utusan resmi tiap kabupaten sejumlah tiap cabang 10 orang 35 cabang se-Provinsi Jateng, namun peserta yang hadir mencapai 1000 lebih kader IPNU IPPNU Se Jawa Tengah. (wasdiun/abdullah alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Makam, Pesantren RMI NU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016

Kupang, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Kepolisian Daerah NTT terus meningkatkan penanganan kasus korupsi yang? dinilai menonjol pada tahun 2015.

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis mengatakan, kasus korupsi harus menjadi perhatian khusus penegak hukum guna memberantas dan memerangi kejahatan terstruktur yang dapat mengganggu pembanggunan masa depan daerah ini.

Menurut Muis, sesuai hasil laporan akhir tahun Polda NTT melalui keterangan pers akhir tahun, penanganan perkara terbanyak di NTT adalah kasus korupsi. Dari Januari hingga Desember 2015, sebanyak 30 perkara kasus korupsi berhasil diselesaikan.

RMI NU Tegal

“Sebagai pemuda yang mengawal kemajuan di NTT kami tetap memberikan support kepada Kepolisian dan Kejaksaan bekerja keras memberantas korupsi sebagai bagian dari tanggung jawab penegak hukum,” ujarnya, Kamis (31/12).

RMI NU Tegal

Masyarakat, tambah Muis, mesti turut mengawal gerak pelaksanaan pembangunan melalui kontrol sosial di lapangan. "Siapapun yang melanggar hukum tetap ditindak sesuai dengan ketentuan," katanya.

Sementara itu, Kapolda NTT? Brigjen Pol Endang Sunjaya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Mapolda NTT mengatakan, ada dua kasus korupsi yang menonjol dari 30 perkara yang ditangani Polda NTT. Dua kasus itu ialah proyek pembangunan lanjutan Pasar Alok di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka pada 2006 lalu. Tersangka kasus ini ada dua orang, yakni HS dan BDC dengan kerugian negara mencapai Rp1,3 miliar.

Kemudian kasus korupsi pengadaan pakaian kerja lapangan (PDL Linmas) pada Badan Kesbang Politik dan Linmas Kabupaten Alor pada 2013 yang merugikan negara Rp309 juta. Tersangka dalam kasus ini adalah YMB, MRDJ, BPB, dan MTA.

Menurut Endang, tingkat penyelesaian perkara korupsi (P21) selama 2015 hanya mencapai 83 persen atau 30 perkara dari target semula 36 perkara. Dari 30 perkara tersebut, terdapat 32 tersangka dengan potensi kerugian mencapai Rp10,4 miliar lebih. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Jombang, NU Online. Bertempat di Ruang Pertemuan Gus Dur, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, pada Kamis (07/03) dilangsungkan cek akhir pelaksanaan pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Dalam kegiatan tersebut hadir seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang akan melaksanakan pembuatan Kartanu pada bulan Maret 2013, yaitu dari pengurus MWCNU Jombang Kota, Peterongan, Sumobito dan Kesamben.

Juga hadir Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Abd Nashir Fattah, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Isrofil Amar beserta jajarannya, serta dari utusan Pengurus Anak Cabang Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama.

RMI NU Tegal

Dalam kegiatan final checking tersebut dibicarakan tentang kesiapan masing-masing pengurus MWCNU, kendala yang dihadapi dan target yang akan dicapai. 

Misalnya MWC Jombang Kota menargetkan Kartanu sampai 20.000. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh ketua MWC Jombang Kota, Asyharunnur. "Untuk Jombang Kota, dari 20 Ranting, insya Allah menargetkan sampai 20.000", demikian kata pria yang akrab disapa pak Harun ini.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Kiai Isrofil dalam arahannya saat memimpin rapat tersebut menyampaikan bahwa pembuatan Kartanu bukan untuk apa-apa, hanya untuk mencapai tujuan Nahdlatul Ulama, berjalannya ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah di Indoonesia. 

"Jadi dengan memiliki Kartanu berarati turut serta menegakkan ajaran Islam Ahlissunnah wal Jamaah di Indoensia", kata kiai Isrofil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Jombang akan memulai pengadaan Kartanu bagi warga NU di kabupaten Jombang mulai tang 10 Maret 2013. Program pengadaan Kartanu ini merupakan instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Pengurus-pengurus Cabang NU se Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Pesantren RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Mataram, RMI NU Tegal

Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Sukman menerangkan, dakwah adalah sesuatu yang sangat diperlukan sekali di wilayah Bumi Cenderawasih Papua mengingat Islam adalah minoritas di sana. 

“Ini adalah daerah yang sangat membutuhkan dakwah,” katanya di sela-sela acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Ia berharap, dakwah NU di wilayah Papua Barat akan semakin masif sehingga memiliki dampak yang besar. Salah satu cara untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah di sana adalah dengan melalui pendidikan. 

Sukman mengaku sangat mendukung apabila Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendirikan perguruan tinggi NU di sana. Ia menuturkan, di Kabupaten Sorong ada tanah tiga hektar yang siap untuk dibangun di atasnya Universitas NU. Ia berharap, baik Pengurus Cabang Kabupaten Sorong ataupun PBNU merespon baik gagasan ini sehingga perguruan tinggi NU bisa segera berdiri di sana.

“Saya melihat di Kabupaten Sorong ada Universitas NU karena di situ daerah Islam transmigran,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Ia mengunkapkan, semangat masyarakat Papua Barat untuk melanjutkan pendidikan ke universitas cukup tinggi. Ini juga menjadi argumentasi mengapa perguruan tinggi NU harus dibangun di Indonesia bagian timur tersebut. 

Selain itu, ia juga berharap, PBNU memberikan perhatian lebih kepada pengurus wilayah, terutama di wilayah dimana Islam menjadi minoritas, sehingga pengurus wilayah tersebut merasa mendapatkan dukungan dan memperoleh semangat untuk menjalankan program-programnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Pesantren RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gus Mus Bakal Mengawali Rangkaian Seabad Madrasah Tambakberas

Jombang, RMI NU Tegal. Rangkaian peringatan satu abad madrasah dan 191 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur segera dimulai. Sejumlah kegiatan akan terus berlangsung, termasuk bedah buku yang menghadirkan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Husein Muhammad.

"Untuk pelaksanaan bedah buku akan dilaksanakan hari Selasa, 26 April mendatang," kata Muhyiddin Zainul Arifin, Rabu (6/5). Kegiatan ini juga sebagai pembuka seluruh rangkaian peringatan satu abad madrasah dan 191 tahun keberadaan pesantren setempat, lanjut koordinator devisi bedah buku tersebut.

Judul buku yang akan dibahas adalah Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren karangan Ahmad Hilmi dan kawan-kawan. "Mewakili tim penulis, yang akan hadir adalah Ahmad Hilmi," kata Gus Muhyiddin, sapaan akrabnya. Sedangkan pembanding yang telah bersedia hadir adalah Gus Mus dan Kiai Husein Muhammad, lanjutnya.

Gus Mus Bakal Mengawali Rangkaian Seabad Madrasah Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Bakal Mengawali Rangkaian Seabad Madrasah Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Bakal Mengawali Rangkaian Seabad Madrasah Tambakberas

Yang istimewa pada kegiatan ini, pihak penerbit menyediakan sejumlah buku karangan narasumber yang hadir. "Buku-buku Gus Mus dan Kiai Husein, termasuk buku yang akan dibedah, kami sediakan selama acara berlangsung," katanya. Kehadiran para pengarang tersebut nantinya dapat dimanfaatkan peserta untuk membeli buku dan mendapatkan tandatangan dari penulis yang bersangkutan. "Disamping mendapat tandatangan, bisa juga berfoto dengan pengarang dan penulis buku," canda Gus Muhyiddin.

Menurut Wakil Rektor Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang ini, bedah buku akan berlangsung di aula Pesantren Tambakberas dan dimulai pukul 08.00 pagi.

?

RMI NU Tegal

Diharapkan para pengasuh, peminat kepesantrenan, akademisi, aktifis lembaga pendidikan Islam dapat bergabung di acara ini sekaligus berbagi sudut pandang. "Masukan dari peserta dan narasumber tentu akan bermanfaat di forum ini," pungkasnya.

RMI NU Tegal

Sejumlah kegiatan pada peringatan satu abad madrasah dan 191 pesantren antara lain adalah bedah buku, wayang wali, ushbuul maahid, festival bonsai, seminar, gowes, expo dan kontes burung, lailatus shalawat, khatmil Quran bilghaib, khitanan massal serta pengajian umum. Bedah buku sebagai acara pembuka hingga ditutup pengajian umum 4 Juni mendatang. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren, Budaya RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ini Saran Delegasi Isomil dari Rusia untuk NU dan Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal

Peserta International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) dari delegasi Rusia Rinat Bultacheef mengaku belum sepenuhnya mengetahui Indonesia sampai ia mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan pemimpin moderat dunia tersebut.

Ini Saran Delegasi Isomil dari Rusia untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Saran Delegasi Isomil dari Rusia untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Saran Delegasi Isomil dari Rusia untuk NU dan Indonesia

“Begitu dapat undangan Isomil, saya langsung mencari tahu Indonesia itu seperti apa. Dan saya baru tahu kalau Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” kata Rinat kepada RMI NU Tegal di JCC Senayan Jakarta, Selasa, (10/5).

Namun demikian, ia mengaku senang karena sudah diundang untuk mengahdiri acara internasional ini. “Isomil perlu menjadi contoh bagi negara-negara muslim lainnya karena di situ dibahas permasalahan-permasalahan dunia Islam dan solusinya,” ungkap laki-laki lulusan Al-Azhar Kairo jurusan Hubungan Internasional tersebut.

Rinat berharap bahwa salah satu hal yang harus diperhatikan oleh Indonesia dan Nahdlatul Ulama yang merupakan bangsa dan organisasi Islam terbesar di dunia dan negara dengan penduduk muslim terbesar adalah persoalan ekonomi.

“Harapannya, karena ini umat Islam terbesar di dunia, masalah ekonomi juga perlu diperhatikan,” tegasnya. 

RMI NU Tegal

Ia mencontohkan bahwa sebagaimana Rusia yang tidak mengimpor barang-barang dari Eropa dan Amerika karena memiliki produk-produknya sendiri, ia berharap Indonesia juga akan bisa melakukan hal yang sama. 

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa Islam berkembang dengan baik di negara tempat kelahiran Stalin tersebut. “Tempat-tempat ibadah yang dulu diambil oleh negara dan kemudian dijadikan tempat wisata atau museum, sekarang (tempat-tempat ibadah tersebut) sudah dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah,” cerita Rinat.

“Karena bangunan kan itu didirikan untuk ibadah, bukan untuk wisata,” lanjutnya.

RMI NU Tegal

Rinat mengatakan bahwa salah satu perkembangan Islam di Rusia yang menggembirakan adalah masalah haji, ada sekitar dua puluh enam ribu umat Islam setiap tahunnya dari seluruh Rusia yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Sebelumnya dikasih pembekalan-pembekalan sebelum keberangkatan ke Mekkah. Dan sekarang haji sudah diatur oleh negara masuk di bawah kementerian pertanahan,” tandasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren, Berita RMI NU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Pacitan, RMI NU Tegal - Puluhan pelajar di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan mengikuti kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)? Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di SMK Hasyim Asyari Tegalombo, Senin (26/12). Mereka mengikuti rekrutmen pelajar NU di sela liburan panjang sekolah.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sahir membuka makesta kali ini.

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Sahir yang juga Kepala SMK Hasyim Asyari menyampaikan bahwa sekolah yang berada di bawah naungan LP Maarif NU berkomitmen menjadikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi unggulan dan terdepan dalam menaungi para pelajar.

RMI NU Tegal

Menurutnya, IPNU-IPPNU merupakan organisasi basis intelektual dan organisasi kader yang ada di sekolah sehingga keberadaanya perlu disambut dengan baik.

Ketua IPPNU Pacitan Dian Wahyu Putri mengatakan, dua poin penting dalam mengemban amanah sebagai pelajar NU adalah basis pengkaderan dan kualitas kader.

RMI NU Tegal

"Yang menjadi catatan penting bagi peserta dan seluruh kader IPNU-IPPNU Pacitan yang hadir ini agar bagaimana mengubah pola pikir dan tindakan sebagai pelajar NU yang bukan hanya mengikuti tren masa kini. Namun mereka harus mampu berpikir dan bertindak dengan segala dasar intelektual dan pengetahuan yang luas dan tetap berpedoman pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam berakidah," katanya.

Ia berharap para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses kaderisasi yang akan berlangsung hingga Rabu (28/12). "Pesan kami jangan pernah melewatkan seluruh materi. Patuhilah seluruh aturan yang telah ditentukan panitia. Selamat berproses, belajar, berjuang, dan bertaqwa," kata Dian. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren, Hadits, Kajian RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

KH Idham Chalid Tokoh Utama dari Kalsel

Jakarta, RMI NU Tegal

Almarhum KH Idham Chalid dianggap sebagai salah satu tokoh utama dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan selatan tempo dulu dan sekarang yang diterbitkan dalam buku “Apa dan Siapa dari Utara”.



KH Idham Chalid Tokoh Utama dari Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idham Chalid Tokoh Utama dari Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idham Chalid Tokoh Utama dari Kalsel

KH Idham Chalid dianggap istimewa karena peranannya dalam tingkat nasional, bahkan internasional. Tokoh yang dilahirkan di Satui, Kabupaten Kotabaru (kini masuk Kabupaten Tanah Bumbu), 27 Agustus 1922 itu pernah menjabat orang penting di republik ini yaitu sebagai Wakil Perdana Menteri saat pemerintahan Presiden Soekarno.

Selain itu, tokoh ini memegang beberapa jabatan penting kenegaraan, seperti Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Menko Kesejahteraan Rakyat, disamping sebagai orang nomor satu di pucuk pimpinan nasional Nahdatul Ulama beberapa periode.

RMI NU Tegal

"Namun sangat disayangkan, generasi muda Kalsel kini banyak yang tak kenal terhadap tokoh tersebut ketika diperlihatkan fotonya. Itulah salah satu latar belakang pemikiran terbitnya buku berjudul ’apa & siapa dari utara’ tersebut," ujar H Ahmad Makkie BA, tokoh asal Kalsel yang memprakarsai penerbitan buku tersebut.

Dalam buku yang memuat 186 orang tersebut, pemrakarsa dan penulis naskah membagi kelompok para tokoh dari HSU itu terdiri tokoh terkemuka sembilan antara lain Idham Chalid, H.Mohammad Hanafiah (Menteri Agraria pertama), Adenansi dan mantan Gubernur Kalsel, H.M. Sjachriel Darham. (nam/mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51

Oleh Nadirsyah Hosen

Belakangan ini beredar kutipan kisah Sayyidina Umar bin Khattab, Khalifah kedua, dengan sahabat Nabi Abu Musa al-Asy’ari. Dialog yang dinukil dari Tafsir Ibn Katsir ketika menjelaskan QS al-Maidah ayat 51 dipakai sebagian pihak untuk menyerang kandidat tertentu dalam Pilkada DKI. Bagaimana sebenarnya kisah tersebut? Mari kita pelajari bersama, dan untuk sementara kita niatkan untuk mengaji saja, bukan membahas Pilkada. Ini biar kajian kita menjadi obyektif.

Kisahnya sendiri dikutip oleh sejumlah kitab Tafsir, dengan perbedaan redaksi, perbedaan riwayat dan perbedaan konteks ayat ketika kisah ini diceritakan ulang. Begitu juga kita harus memahami pernyataan Khalifah Umar baik dalam konteks Usul al-Fiqh maupun dalam konteks Fiqh Siyasah. Mari kita bahas satu per satu.

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan Sejumlah Tafsir Surat Al-Maidah 51

Memahami background kisah

Pemahaman akan konteks akan membantu kita memahami teks. Pada masa Khalifah Umar kekuasaan Islam mulai meluas merambah area di luar Hijaz. Abu Musa al-Asy’ari diangkat menjadi Gubernur di Bashrah, Iraq. Khalifah Umar meminta laporan berkala kepada para Gubernurnya. Maka diriwayatkan Abu Musa mengangkat seorang Kristen sebagai Katib (sekretaris).?

Sekretaris yang tidak disebutkan namanya ini bertugas mencatat pengeluaran Abu Musa selaku Gubernur. Abu Musa membawa Sekretarisnya ini memasuki Madinah, dan mereka menghadap Khalifah Umar. Umar takjub dengan kerapian catatan yang dibuat oleh sekretaris Abu Musa.

RMI NU Tegal

Datang pula laporan keuangan dari Syam. Mengingat ketrampilan sang sekretaris, Khalifah memintanya untuk membacakan laporan dari Syam itu di Masjid Nabawi. Abu Musa mengatakan, “Tidak bisa orang ini masuk ke Masjid Nabawi.” Umar bertanya, “Mengapa? Apakah dia sedang junub?” “Bukan, dia Nasrani,” jawab Abu Musa. Umar langsung membentak Abu Musa dan memukul pahanya, dan mengatakan, “Usir dia! (akhrijuhu)”

Kemudian Khalifah Umar membaca QS al-Maidah 51. Kisah di atas dinukil dari Tafsir Ibn Katsir yang meriwayatkan dari Ibn Abi Hatim. Saya cek kitab Tafsir Ibn Abi Hatim dan menemukan kisah yang sama. Kisah tersebut juga dicantumkan dalam sejumlah kitab tafsir lainnya seperti Tafsir al-Darr al-Mansur.

Perbedaan redaksi

RMI NU Tegal

Riwayat berbeda dicantumkan dalam Tafsir al-Qurtubi, dimana di bagian akhir dialog ada perbedaan ucapan Umar. Imam al-Qurtubi juga mencantumkan kisah di atas bukan dalam QS al-Maidah:51 tapi dalam QS Ali Imran:118. Ini yang disampaikan Umar versi Tafsir al-Qurtubi: “Jangan bawa mereka mendekati sesuatu yang Allah telah jauhkan, jangan memberi mereka kehormatan ketika Allah telah menghinakan mereka, dan jangan mempercayai mereka ketika Allah telah mengatakan mereka tidak bisa dipercaya”.

Dalam riwayat lain yang dicantumkan oleh Kitab Tafsir al-Razi, sebagaimana juga disebutkan dalam Kitab Tafsir Bahrul Muhit, al-Lubab fi Ulumil Kitab, Tafsir al-Naisaburi ada lanjutan dialognya: Abu Musa berkata: “Tidak akan sempurna urusan di Bashrah kecuali dibantu orang ini”. Khalifah Umar yang sedang murka, menjawab singkat: “Mati saja lah orang Kristen itu. Wassalam”.

Para ulama menafsirkan maksud perkataan Umar terakhir itu dengan makna: “Pecat dia sekarang karena kalau besok-besok dia meninggal dan kamu sudah bergantung pada dia, kamu akan repot, maka anggap saja sekarang dia sudah meninggal, dan cari bantuan orang lain untuk mengurusi urusan itu.”

Dalam Kitab Tafsir al-Razi, Tafsir al-Wasith Sayyid Tantawi, dan juga kitab Syurut al-Nasara li Ibn Zabr ada redaksi lain dalam dialog di atas. Abu Musa berkilah di depan Khalifah: “lahu dinuhu wa liya kitabatuhu” (baginya urusan agamanya, dan bagiku adalah urusan ketrampilan dia). Abu Musa seolah mengingatkan Khalifah dengan ungkapan yang mirip dalam al-Qur’an: lakum dinukum waliya din. Tetapi Khalifah tetap menolaknya.

Kenapa Khalifah Umar Marah?

Dialog di atas terjadi di Madinah. Di sini kunci kita memahami kemarahan Khalifah Umar. Abu Musa membawa sekretarisnya yang Kristen ke wilayah Madinah yang khusus untuk umat Islam saja. Bahkan Umar baru tahu dia seorang Nasrani itu setelah mau diajak bicara di Masjid. Barulah Abu Musa mengaku kepada Khalifah latar belakang sekretarisnya ini. Ini sebabnya kalimat yang diucapkan oleh Khalifah Umar saat memarahi Abu Musa: “usir dia atau keluarkan dia” Ini maksudnya usir dia dari Madinah. Disusul dengan ungkapan Khalifah Umar, “Jangan bawa mereka mendekati sesuatu yang telah Allah jauhkan dari mereka”.

Maksudnya adalah keharaman wilayah Madinah yang steril dari non Muslim karena Allah sudah jauhkan mereka, eh kok malah dibawa masuk oleh Abu Musa. Jadi ini bukan semata-mata persoalan Abu Musa mengangkat orang Kristen, tapi ini pada kesucian wilayah Madinah. Pemahaman ini dikonfirmasi oleh Ibn Katsir dalam kitabnya yang lain yang berjudul Musnad al-Faruq.

Sebab kemarahan kedua yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah ketergantungan Abu Musa terhadap orang Kristen pada posisi yang sangat strategis yang keuangan pemerintahan dimana di dalamnya termasuk catatan zakat, jizyah dalam baitul mal. Indikasi ketergantunga itu tampak dengan Abu Musa tidak bisa menjelaskan sendiri catatan pengeluaran yang telah dibuat sekretarisnya, malah sampai membawa sekretaris yabng Kristen itu mendampingi dia memberi laporan kepada Khalifah.

Bagi sang Khalifah, rahasia negara menjadi beresiko ketika posisi strategis semacam itu dipercayakan kepada non-Muslim di masa saat Khalifah Umar sedang melakukan ekspansi dakwah ke wilayah non-Muslim, seperti pembebasan Iraq dan Mesir. Inilah pula konteksnya ketika Khalifah Umar mengutip QS al-Maidah:51 dimana Allah melarang mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai awliya (sekutu/kawan akrab), yang menurut Ibn Katsir ketika menjelaskan QS al-Nisa:144:

“Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai ‘awliya’ mereka, dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Yang dimaksud dengan istilah "awliya" dalam ayat ini ialah berteman akrab dengan mereka, setia, tulus dan merahasiakan kecintaan serta membuka rahasia orang-orang mukmin kepada mereka."

Maka jelas ‘illat larangan yang dipahami Umar bin Khattab ada dalam kasus Abu Musa ini, yaitu ketergantungan Abu Musa kepada anak buahnya, posisi strategis dalam hal catatan keluar-masuk zakat-jizyah, serta potensi bocornya rahasia negara yang tengah melakukan ekspansi dakwah.

Yang menarik adalah Sa’id Hawa dalam al-Asas fi al-Tafsir mengatakan: “apakah anda bisa pahami tentang larangan memberikan kafir dzimmi posisi untuk mengerjakan urusan umat Islam?” Beliau menjawab sendiri: “Masalah ini tergantung konteksnya, karena perbedaan posisi jabatan, kondisi, dan lokasi serta zaman.”

Sahihkah riwayatnya?

Tidak satupun 9 kitab Hadis Utama yang meriwayatkan kisah di atas. Berarti kisah di atas itu bukan masuk kategori Hadits, tapi Atsar Sahabat. Kisahnya berhenti di Umar, bukan di Rasulullah SAW. Kisah ini justru dimuat di Kitab Tafsir. Pelacakan saya hanya satu kitab Hadits (di luar kutubut tis’ah) yang memuatnya yaitu Sunan al-Kubra lil Baihaqi.?

Imam Baihaqi memasukkan dua riwayat yang berbeda mengenai kisah di atas (9/343 dan 10/216). Atsar ini dinyatakan sanadnya hasan melalui jalur Simak bin Harb oleh kitab Silsilah al-Atsar al-Shahihah. Sementara Al-albani mensahihkan Atsar ini dalam jalur yang lain, sebagaimana disebutkan dalam kitab beliau Irwa al-Ghalil.

Dalam Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah kisah mengenai jawaban Umar, “Mati sajalah si Kristen itu” disampaikan kepada Khalid bin Walid. Bukan berkenaan dengan Abu Musa. Namun ulama lain mengatakan itu Abu Musa. Dalam kitab Zahratut Tafsir, Abu Zahrah mengatakan kata-kata Umar “mati sajalah si Krsten itu” dilakukan dalam surat menyurat dengan Abu Musa, bukan dialog langsung. Demikianlah kesimpangsiuran kisah di atas, dengan berbagai redaksi dan riwayat yang berbeda. Tapi sekali lagi ini bukan Hadits Nabi. Ini merupakan Atsar sahabat.

Qaulus Shahabi atau keputusan Khalifah?

Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi. Abu Musa al-Asy’ari juga sahabat Nabi. Keduanya berbeda pandangan dalam hal ini. Pendapat keduanya dalam usul al-fiqh disebut sebagai qaulus shahabi. Singkatnya ini adalah ijtihad para sahabat Nabi yang tidak disandarkan kepada Nabi. Artinya murni pemahaman mereka sepeninggal Nabi SAW.

Para ulama usul al-fiqh ada yang menerima kehujjahan qaulus shahabi sebagai salah satu sumber hukum Islam, seperti pendapatnya Imam Malik, namun Imam Syafi’i (qaul jadid) dan para pengikut beliau seperti Imam al-Ghazali serta Imam al-Amidi menolak kehujjahan qaulus shahabi. Itu artinya, pendapat Khalifah Umar dan Abu Musa sama-sama sah dan bisa dipertimbangkan bagi mazhab Maliki, namun tidka mengapa pendapat keduanya ditolak menurut mazhab Syafi’i.

Itu kalau kita memahami dari sudut usul al-fiqh. Kalau kita melihatnya dari sudut Fiqh Siyasah, maka keputusan Umar lebih kuat karena ia memutuskan dalam posisi sebagai khalifah, dan suka atau tidak suka, sebagai Gubernur bawahan Khalifah, Abu Musa harus ikut keputusan Umar. Namun keputusan Khalifah itu tidak otomatis dianggap ijma’ (kesepakatan) karena jelas ada perbedaan pendapat dikalangan sahabat.

Dengan kata lain, sikap Umar itu adalah kebijaksanaan beliau saat itu, yang seperti dicatat oleh sejarah, berbeda dengan kebijakan para Khalifah lainnya yang mengangkat non-Muslim sebagai pejabat seperti yang dilakukan oleh Khalifah Mu’awiyah, Khalifah al-Mu’tadhid, Khalifah al-Mu’tamid, dan Khalifah al-Muqtadir.

Seperti yang disinggung pengarang al-Asas fi tafsir al-Qur’an di atas, kondisi dan konteksnya berbeda dengan apa yang dihadapi oleh Khalifah Umar. Boleh jadi begitu juga apa yang dihadapi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Wa Allahu a’lam bi al-Shawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School, Australia.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Aswaja, Pesantren RMI NU Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Hukum Puasa Syawwal dan Waktu Pelaksanaannya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail RMI NU Tegal yang terhormat, saya Prismaadi. Saya mau bertanya perihal waktu pelaksanaan puasa sunah Syawwal. Baiknya kapan puasa Syawwal dilakukan. Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Prismaadi).

Jawaban

Hukum Puasa Syawwal dan Waktu Pelaksanaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa Syawwal dan Waktu Pelaksanaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa Syawwal dan Waktu Pelaksanaannya

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Bulan Ramadhan telah berlalu. Kini kita memasuki bulan Syawwal. Di bulan ini kita dianjurkan untuk tetap berpuasa enam hari di bulan Syawwal.

RMI NU Tegal

Allah SWT menaruh keutamaan luar biasa bagi mereka yang melakukan puasa di bulan Syawwal. Ada baiknya kita lihat keterangan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain berikut ini.

( ? ) ? ? ( ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya, “Keempat adalah (puasa sunah enam hari di bulan Syawwal) berdasarkan hadits, ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu mengiringinya dengan enam hari puasa di bulan Syawwal, ia seakan puasa setahun penuh.’ Hadits lain mengatakan, puasa sebulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawwal setara dengan puasa dua bulan. Semua itu seakan setara dengan puasa (wajib) setahun penuh’. Keutamaan sunah puasa Syawwal sudah diraih dengan memuasakannya secara terpisah dari hari Idul Fithri. Hanya saja memuasakannya secara berturut-turut lebih utama. Keutamaan sunah puasa Syawwal luput seiring berakhirnya bulan Syawwal. Tetapi dianjurkan mengqadhanya,”(Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain, Al-Maarif, Bandung, Tanpa Tahun, Halaman 197).

Uraian di atas cukup jelas menerangkan kapan waktu pelaksanaan puasa sunah enam hari di bulan Syawwal. Idealnya puasa sunah Syawwal enam hari itu dilakukan persis setelah hari Raya Idhul Fithri, yakni pada 2-7 Syawwal. Tetapi orang yang berpuasa di luar tanggal itu sekalipun tidak berurutan tetap mendapat keutamaan puasa Syawwal seakan puasa wajib setahun penuh.

Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawwal tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawwal. Keterangan Syekh Ibrahim Al-Baijuri berikut ini kami kira cukup membantu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan sebagian ulama muta’akhirin-. Tetapi yang jelas-seperti dikatakan sebagian ulama-seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syawwal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syawwal),” (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ‘alâ Syarhil ‘Allâmah Ibni Qasim, Darul Fikr,? Juz I, Halaman 214).

Sebagian ulama bahkan menerangkan bahwa orang yang melakukan puasa sunah seperti senin-kamis, puasa bîdh 12,13,15 yang disunahkan setiap bulan, atau puasa nabi Daud AS, tetap mendapat keutamaan puasa Syawwal.

? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu puasa tahunan adalah (puasa enam hari di bulan Syawwal) sekalipun orang itu tidak mengetahuinya, menapikannya, atau melakukan puasa nadzar, puasa sunah lainnya, puasa qadha Ramadhan atau lainnya (di bulan Syawwal). Tetapi, kalau ia melakukan puasa Ramadhan di bulan Syawwal dan ia sengaja menunda enam hari puasa hingga Syawwal berlalu, maka ia tidak mendapat keutamaan sunah Syawwal sehingga ia berpuasa sunah Syawwal pada Dzul Qa‘dah,” (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Qutul Habibil Gharib, Tausyih alâ Ibni Qasim, Darul Fikr, Beirut, 1996 M/1417 H, Halaman 117).

Keterangan semua itu menunjukan betapa besarnya keutamaan puasa sunah Syawwal. Memang waktu pelaksanaannya yang ideal adalah enam hari berturut-turut setalah satu Syawwal. Tetapi keutamaannya tetap bisa didapat bagi mereka yang berpuasa sunah tanpa berurutan di bulan Syawwal.

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Makam, Anti Hoax, Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 23 September 2017

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

Yogyakarta, RMI NU Tegal - Nutizen sebagai media audio visual di bawah naungan NU Digital Media mengadakan Pertemuan Video Maker Pesantren/NU yang pertama kalinya? di Hotel Cakra Kembang Jalan Kaliurang km 4,5 Yogyakarta, Jumat (15/4). Pembukaan dipandu oleh Hamzah Sahal yang kemudian disambut oleh director NUtizen dan RMI NU Tegal, M Savic Alie.

Savic menjelaskan bahwa NUtizen adalah aplikasi berbasis android yang diharapkan dapat menyampaikan pemikiran-pemikiran NU yang tasamuh, tawasuth dan tawazun. Semua ini akan ditampilkan dalam bentuk audio visual.

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

“Video merupakan media yang akan menjadi medium yang akan menjadi paling populer di dunia di masa mendatang” tegasnya.

RMI NU Tegal

Lebih lanjut, ia menjelaskan ke depan, video-video yang dikumpulkan oleh NUtizen akan diterjemahkan ke beragam bahasa seluruh dunia. “Saya beberapa waktu ada PCINU Belanda minta izin untuk memberikan subtitle ke bahasa Belanda, kalau kita yang tidak memproduksi kontennya di sini, lalu siapa lagi?” tandasnya.

Pertemuan yang diikuti oleh 25 peserta perwakilan pesantren dan elemen-elemen NU ini dibuka oleh Ketua PBNU H Imam Aziz.

RMI NU Tegal

Imam mengemukakan, NUtizen merupakan pilihan strategis yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Visi kita jelas, (yaitu) dalam upaya menyebarluaskan gagasan maupun perilaku dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang kita yakini sebagai ekspresi bentuk keyakinan kita. Ini penting kita pertahankan untuk peradaban Nusantara,” katanya.

Alat ini bisa menjangkau tidak hanya di lingkungan kecil, namun (sampai) di tingkat global yang sebelumnya (di NU) sudah ada RMI NU Tegal, namun NUtizen sedikit lebih maju dengan konten audio visual.

Diharapkan, yang pertama, NUtizen hadir sebagai media mengenalkan pesantren dan NU ke seluruh dunia. Kedua, advokasi, mencounter banyak pandangan orang luar yang memandang NU secara negatif terhadap pesantren/NU yang ada kalanya karena sengaja disalahpahami oleh pihak tertentu, dan ada kalanya karena memang kekurangtahuan mereka terhadap pesantren dan NU.

Ketiga, maintenance, menjaga pandangan orang terhadap apa yang kita miliki. Kita tak perlu menyerang orang, tak perlu ikut-ikuktan agresif terhadap orang lain. Namun, ada strategi untuk tetap memelihara kepercayaan orang terhadap pandangan mereka pada pesantren tradisional maupun NU.

Terakhir, Imam mengapresiasi kehadiran NUtizen yang bisa menampilkan Islam moderat. (Mundzir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Budaya, Pesantren RMI NU Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

Mataram,? RMI NU Tegal. Memperingati Haul ke-7 Gus Dur, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Mataram, NTB menggelar kegiatan 24 jam suntuk. Kegiatan bertema 24 Jam Bersama NU dan Gus Dur ini akan dipusatkan di Taman Budaya Provinsi NTB pada 31 Desember 2016-1 Januari 2017.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diperingati oleh Keluarga Besar NU Mataram," kata Hasan Basri, Ketua Panitia kegiatan.

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

Menurutnya, momentum ini sangat tepat, yaitu pergantian tahun baru, maka dari pada berhura-hura dan mengahbiskan waktu dengan hal-hal buruk, lebih baik diisi dengan serangkaian kegiatan positif bersama NU dan Gus Dur.

Masih kata Hasan, dalam haul Gus Dur tahun ini, pihaknya selaku anak muda NU ? telah menyiapkan serangkaian kegiatan positif untuk mengisi detik-detik pergantian tahun.

“Seperti sholat subuh berjamaah, pelatihan santri digital, Momeriam of Gus Dur bersama tokoh lintas iman, istighotsah, refleksi akhir tahun, dan puncaknya akan dilaksanakan pagelaran musik, pembacaan puisi, teatrikal dan lain-lain bertajuk Lailatul Art,” jelas Ketua GP Ansor Kota Mataram ini.

RMI NU Tegal

Di tempat terpisah, Ketua Lakpesdam NU Mataram Muhammad Jayadi yang juga Sekertaris Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya anak-anak muda NU Mataram untuk mengingatkan publik akan jasa dan pengorbanan Gus Dur bagi bangsa ini.

"Beliau adalah sosok yang semangat dan pikirannya harus terus ditransformasi kepada masyarakat luas, dengan harapan masyarakat bisa meneladani dan mengaplikasikan gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, solidaritas, pembelaan terhadap minoritas serta pentingnya menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Dalam kegiatan tahun ini, pihak panitia mengundang kelompok warga dari semua latar belakang, aktivis, budayawan, praktisi, profesional, pelajar, mahasiswa, pesantren, tuan guru, petani, pedagang, agamawan, dan lain-lain.

"Mereka semua kita undang, bersama-sama mengenang almarhum Gus Dur dan tentunya sama-sama merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang positif," kata Mantan Ketua PC PMII Kota Mataram ini.

RMI NU Tegal

Selain ? itu, juga akan ada kegiatan istighotsahan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dari semua tokoh agama dan semua umat. Dengan harapan bangsa ini tetap damai dan maju.? (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren, Hadits RMI NU Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Lantik PC ISNU Tanggerang, Cak Ali Tekankan Kemandirian Organisasi

Tangerang, RMI NU Tegal

Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) H Ali Masykur Musa meminta PC ISNU Kota Tangerang memberikan perhatian terhadap kemandirian ekonomi organisasi, kesejahteraan masyarakat, dan akselerasi terhadap literasi Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Lantik PC ISNU Tanggerang, Cak Ali Tekankan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik PC ISNU Tanggerang, Cak Ali Tekankan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik PC ISNU Tanggerang, Cak Ali Tekankan Kemandirian Organisasi

Kemandirian ekonomi menurut Cak Ali-sapaannya, menjadi penting agar semangat kader untuk mewujudkan program dan cita-cita organisasi tetap terjaga. "Tidak mungkin berjuang kalau perutnya lapar, tidak akan ada toleransi kalau perutnya kosong," ujarnya disela acara pelantikan Pengurus ISNU Kota Tangerang, Selasa (19/4).

Kemudian, lanjutnya, NU akan hebat, negara akan bangkit kalau memiliki daya saing di bidang pendidikan dan intelektual. Bahkan, kata dia, Indonesia bisa mendapat peringkat negara 8 besar kalau instrumen tersebut terpenuhi. "Untuk itu hal yang mestinya dilakukan ISNU adalah membangun dan menperkuat pesantren serta memperkaya khazanah Aswaja ditengah masyarakat melalui buku-buku bacaan dan sumber lainnya," kata dia.

Kader ISNU, menurut Cak Ali, harus responsif terhadap segala persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat. "NU tidak boleh diam seribu bahasa," imbuhnya. Termasuk, terhadap proses pengisian kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional. "Kita juga harus berstrategi atau assiasah dalam mengisi kepenimpinan di Indonesia," tandasnya.

RMI NU Tegal

Di tempat yang sama, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, ISNU harus menjadi representasi kaum intelektual warga nahdliyin yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama Kota Tangerang. Arief yang juga dewan penasehat ISNU Kota Tangerang meminta agar kader ISNU memaksimalkan potensi yang ada pada diri masing-masing. "Kalau semua fokus sesuai keahliannya akan membawa Kota Tangerang menjadi Baldatun toyyibatun warobbbun gofur," katanya

Ketua PC ISNU Kota Tangerang, KH Dedi Mahfudin mengatakan, doa dan dukungan para kyai dan tokoh merupakan semangat bagi pengurus untuk menjalankan program organisasi. Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang itu memastikan akan segera menggelar rapat kerja dengan mengacu pada masukan dari para kiai dan aspirasi masyarakat. "Burung gelatik di atas meja, setelah dilantik kami akan segera bekerja," kata dia.

Ketua PW ISNU Banten, H Bazari Syam menambahkan, pelantikan pengurus ISNU Kota Tangerang merupakan pelantikan terbaik di Indonesia baik secara kualitas dan kuantitas. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap ISNU Kota Tangerang bisa berkontribusi membangun masyarakat. (Atho/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pesantren RMI NU Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Kader IPNU-IPPNU Harus Memberikan Warna di Lampung

Gunung Sugih, RMI NU Tegal. Keluarga besar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di kabupaten Lampung Tengah telah menggelar agenda Latihan Kader Muda (Lakmud) sekabupaten Lampung Tengah, sekaligus pelantikan Pimpinan Cabang IPNU Lampung Tengah masa khidmat 2014-2016.

Kegiatan bertempat di komplek pondok pesantren Darussa’adah Seputih Jaya Gunung Sugih Lampung Tengah, Sabtu-Senin, 20-22 Desember 2014 lalu bertepatan 27-29 Shafar 1436 H.

Kader IPNU-IPPNU  Harus Memberikan Warna di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Harus Memberikan Warna di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU-IPPNU Harus Memberikan Warna di Lampung

Ketua Panitia Pelaksana Lakmud Irham Maulana Irsyad kepada RMI NU Tegal mengatakan, kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu daerah yang strategis di provinsi Lampung, diantara 14 kabupaten lainnya lainnya. Di kabupaten Lampung Tengah ini banyak pondok pesantren, sekolah-sekolah Ma’arif mulai dari TK, MI, MTs hingga MA dam SMK yang berciri khas Aswaja.

RMI NU Tegal

“Oleh karena itu melalui lembaga pendidikan NU tersebutlah kader-kader IPNU dan IPPNU? harus masuk sekaligus memberikan warna dan kontribusi yang kongkrit untuk NU khususnya, dan warga masyarakat umumnya di wilayah kabupaten Lampung Tengah,” katanya.

RMI NU Tegal

Lakmud IPNU dan IPPNU Lampung Tengah dengan mengusung tema “Dengan Lakmud kita wujudkan Revolusi kader yang militan dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan tradisi kemurnian akidah Ahlussunnah Waljamaah.”

Wasekjen PP IPNU Rahmat Basuki yang juga alumni IAIM NU Metro sekaligus mantan Ketua PC IPNU Lampung Tengah berharap, hasil dari proses Lakmud selama tiga hari ini memunculkan sekaligus menciptakan kader-kader IPNU dan IPPNU yang siap terjun di PAC dan PK nya masing yang militan dan tangguh dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Para peserta Lakmud IPNU dan IPPNU Lampung Tengah terdiri PAC-PAC dari 28 kecamatan se kabupaten Lampung Tengah dan PK-PK.

Materi Lakmud IPNU dan IPPNU Lampung Tengah selama tiga tersebut adalah keorganisasian dan administrasi, Aswaja dan ke-NU-an, problem solving, kewirausahaan, dan diisi dengan outbond.

Di sela-sela Lakmud IPNU dan IPPNU sekaligus digelar pelantikan Pimpinan Cabang IPNU Lampung Tengah masa khidmat 2014-2016 yang dinahkodai rekan Edi Hermawan selaku Ketua, rekan Marsum selaku Sekretaris dan rekan Aris Susanto selaku Bendahara. (Akhmad Syarief Kurniawan/Anam)

Keterangan foto : Sambutan rekan Edi Hermawan, Ketua PC IPNU Lampung Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock