Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. Kunjungan diplomatik Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, Rabu (1/3) menjadi perbincangan utama media dan netizen di dunia maya. Perbincangan heboh itu bahkan terjadi sebelum Raja Salman menginjakkan kakinya di Indonesia karena sejumlah hal yang tidak biasa dalam sebuah kunjungan diplomatik.

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Raja Salman terhadap Rakyat Indonesia

(Baca:? Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran)

Namun, Indonesia menyambut baik kunjungan Raja Saudi untuk pertama kalinya setelah terakhir 47 tahun silam. Raja Salman pun memberikan kesan tersendiri terhadap sambutan Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia yang dinilainya hangat dan ramah.

“Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia. Senang sekali dengan rakyat Indonesia, dan saat ini saya sedang bersama yang mulia Presiden Indonesia,” ujar Raja Salman dalam kesempatan makan bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pernyataan Raja Salman itu direkam Presiden Jokowi dalam video vlog pribadinya saat makan bersama. Dalam video yang diunggah juga di Fanpage Presiden Joko Widodo, Raja Salman menuturkan bahwa rakyat Indonesia baginya adalah saudara.

RMI NU Tegal

“Dan bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia,” ujar mantan Gubernur Riyadh ini.

Sebelumnya, Jokowi memberikan keterangan dalam vlognya bahwa dirinya sedang bersantap siang dengan Raja Salman dengan mengarahkan kamera videonya ke arah sang Raja yang terlihat sedang menikmati makanan berkuah.?

“Kunjungan Sri Raja Salman ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan saya ke Arab Saudi tahun 2015 yang lalu,” ujar Jokowi.

Saat itu, imbuh Jokowi, dirinya menyampaikan agar Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun Raja Saudi Arabia datang ke Indonesia.

RMI NU Tegal

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia.

“Hubungan yang saling menguntungakan,” tegas Jokowi.?

Dalam kunjungan ini, pemerintah Indoensia dan Arab Saudi menandatangani sejumlah kerja sama strategis di beberapa bidang. Selanjutnya, Raja Salman diagendakan memberikan sambutan di DPR RI dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.?

Dalam rentang kunjungan yang berlangsung pada 1-9 Maret 2017 ini, Raja Salman dan ribuan delegasi lain juga akan berlibur ke Bali. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, PonPes, Makam RMI NU Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Ansor Bondowoso Sukses Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di 10 Kecamatan

Bondowoso, RMI NU Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, telah sukses menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan di sepuluh kecamatan di Bondowoso. Acara serupa bakal terus berlanjut hingga ke seluruh kecamatan.

Ansor Bondowoso Sukses Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di 10 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Bondowoso Sukses Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di 10 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Bondowoso Sukses Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di 10 Kecamatan

"Tinggal 13 tempat (kecamatan) yang masih belum melaksanakan," kata Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil, Sabtu (16/4) pagi. Kegiatan ini merupakan sarana sosialisasi sekaligus pengembangan wawasan kebangsaan dan ideologi negara kepada para pemuda.

Jumat (15/4), GP Ansor Bondowoso mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi kegiatan yang bekerja sama dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat ini di sekretariat GP Ansor Bondowoso, Jalan KH Agus Salim No. 85 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Menurut Muzammil, setiap kegiatan pasti ada kendala dan kendala dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kali ini tidak signifiikan.? Sejumlah kekurangan bisa ditemukan jalan keluarnya dengan membenahi proses koordinasi dan komonikasi di masing-masing jajaran.

Turut hadir dalam rapat tersebut tim pelaksana kegiatan Wasbang GP Ansor, pengurus Satkorcab Banser Bondowoso dan Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor.

RMI NU Tegal

Salah satu panitia yang juga sekretaris PC GP Ansor Bondowoso, Ach. Humaidi menjelaskan, kondisi di lapangan selama kegiatan berlangsung lancar. "Alhamdulillah berjalan sesuai rencana, kerana kegiatan ini sudah di bentuk tim penanggung jawab yang selalu siap mengawal suksesnya kegiatan Wasbang oleh Kesbangpol kepada pemuda dan elemen masyarakat, khususnya pemuda Ansor,” tuturnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam RMI NU Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Jakarta, RMI NU Tegal. Ulama terkemuka asal Mesir Syeikh Yusuf al-Qaradhawi Kamis (11/1) siang mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sang Syekh yang datang bersama Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh para pengurus NU, antara lain, KH Hasyim Muzadi, KH Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nazaruddin Umar.

Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pengantar atas nama PBNU berseloroh bahwa di Indonesia nama Syeikh Yusuf Qaradhawi dipanggil secara salah kaprah, Yusuf Qordhawi. “Padahal kalau dibahahasa-Indonesia-kan artinya itu tukang kritik. Jadi yang benar Qaradhawi,” kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa Sang Syeikh dan hadirin.

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Tidak kalah, Sang Syekh menimpali, dirinya kebetulan lahir pada tahun kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama, tahun 1926. “Berarti saya ini anak NU,” katanya bergurau. Dirinya mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU KH. Idham Kholid berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Syeikh Yusuf Qaradhawi mengajukan pesan, tugas NU saat ini adalah menjadi dinamo bagi kebangkitan umat Islam di Indonesia dan dunia. Menurutnya Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia mempunyai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat potensial untuk “memenangkan” umat Islam  dari tekanan dunia internasional.

“Tapi tanpa mesin pengerak semua itu tidak akan bias jalan. Ada satu kekuatan lagi yang lebih besar dimiliki oleh NU yakni kekuatan rohani,” kata Syeik Qaradhawi.

Dirinya mengaku bangga dengan model Islam moderat yang dipaktikkan oleh NU. Sistem pengambilan hukum Islam dalam NU yang mengambil salah satu dari empat Mazhab Fikih dan sistem berteologi dengan mengikuti dua mazhab besar yang diterapkan secara longgar memberikan ruang untuk saling bertoleransi dengan kelompok Islam mana pun.

RMI NU Tegal

“Dengan toleransi kita akan bisa bersatu dan memperkecil perbedaan. Dengan toleransi kita akan bisa menyatukan barisan untuk membantu umat Islam di Palestina dan Irak. Saya juga sepakat dengan Kiai Ma’ruf Amin bahwa umat Islam adalah umat yang mengambil jalan tengah,” kata Syeik Qaradhawi.

Rais Syuriah PBNU KH Maghfur Utsman yang menjadi pemandu acara berseloroh lagi. “Kalau Syeikh Qaradlawi lahir di Indonesia pasti menjadi warga NU. Dan beliau kayaknya punya bakat untuk menjadi rais syuriah,” katanya diikuti tawa hadlirin.

RMI NU Tegal

Ketua Umum PBNU KH. Muzadi saat memberikan kata penutup mengatakan, Nahdlatul Ulama saat ini sedang melakukan upaya-upaya untuk melerai konflik antara Sunni dan Syiah yang terjadi di Irak dan Negara-negara di Timur Tengah umumnya. NU telah menyatukan langkah dengan organisasi Islam yang lain yang seperti Muhamammdiyah dan Majelis Ulama Indonesia. “Dalam waktu dekat saya juga akan bertemu dengan Ayatullah At-Tazkiri di Iran untuk membahas masalah itu,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Kajian Islam RMI NU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

306 Siswa SD di Sidoarjo Ikuti Festival Pendidikan Agama Islam

Sidoarjo, RMI NU Tegal. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur mengadakan Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa dan Masjid Agung Sidoarjo, Selasa (9/6).

306 Siswa SD di Sidoarjo Ikuti Festival Pendidikan Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
306 Siswa SD di Sidoarjo Ikuti Festival Pendidikan Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

306 Siswa SD di Sidoarjo Ikuti Festival Pendidikan Agama Islam

Festival PAI ini diikuti sebanyak 306 peserta dan 36 regu yang terdiri dari beberapa macam perlombaan diantaranya, lomba cerdas cermat dan adzan diadakan di Pendopo Delta Wibawa, lomba pemilihan da’i kecil, lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang terdiri dari tilawah dan tartil maupun Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) sampai lomba kaligrafi diadakan di Masjid Agung Sidoarjo.

Ketua KKG-PAI Kabupaten Sidoarjo Miftah mengatakan, bahwa pelaksanaan festival PAI tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-VI. Festival tersebut diikuti oleh siswa siswi SD negeri maupun swasta. Pesertanya merupakan hasil seleksi secara ketat di tiap-tiap kecamatan.

RMI NU Tegal

"Masing-masing juara nantinya akan menerima trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan. Untuk juara umum nantinya akan menerima piala bergilir dari Bupati Sidoarjo," jelas Miftah.

RMI NU Tegal

Kata Miftah, festival PAI itu sebagai sarana mengembangkan syiar Islam khususnya kepada anak-anak agar dapat terus dilakukannya. Selain itu, kegitan itu juga merupakan upaya untuk ikut memajukan pendidikan agama Islam khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah yang membuka acara tersebut menyatakan, bahwa pelaksanaan festival PAI akan memberikan motivasi kepada guru PAI dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar maupun pengajaran keterampilan terkait dengan PAI.

"Melalui festival PAI ini semoga dapat memunculkan bibit-bibit baru yang berpotensi dalam ajang Pendidikan Agama Islam. Karena festival PAI ini merupakan sarana kompetisi peserta didik dibidang keterampilan dan seni PAI," ucap Abah Ipul sapaan akrab Bupati.

Abah Ipul menambahkan, kegiatan tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan PAI di sekolah, sejauh mana pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam yang diberikan guru sekolah kepada peserta didiknya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam RMI NU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Aksi Teroris Perancis Munculkan Islamophobia

Depok, RMI NU Tegal. Deputi Direktur International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Arif Zamhari menyesakan aksi teroris di Perancis telah memunculkan kembali sikap islamphobia, ketakutan sebagian warga dunia terhadap Islam, meski perburuan terhadap pelaku teror di kantor majalah mingguan satir terkenal"Charlie Hebdo" yang menewaskan 12 orang itu telah berakhir.

Aksi Teroris Perancis Munculkan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Teroris Perancis Munculkan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Teroris Perancis Munculkan Islamophobia

Arif menegaskan, aksi tindakan tersebut bukan dari Islam dan ICIS  secara tegas mengecam aksi teroris itu. Namun, lanjutnya, masyarakat setempat mengira para pelaku adalah bagian dari perilaku umat  Islam. 

“Terbukti dengan serangan granat oleh kelompok setempat di sebuah masjid di Kota Le Mans, Perancis sehari setelah insiden penembakan Charlie Hebdo," terang menantu KH. Hasyim Muzadi ini, Ahad, (11/1).

RMI NU Tegal

Menurut Arif, proses kebijakan pemerintah Perancis terhadap umat Islam di negara tersebut masih menyisakan masalah. Untuk itu, tambahnya, perlu ada perbaikan dari pemerintah Perancis sendiri dalam memperlakukan umat Islam sehingga diskriminasi tidak terjadi. 

RMI NU Tegal

“Proses integrasi  umat Islam ke dalam sebuah kebijakan negara harus menjadi perhatian pemerintah Perancis,” tutur Doktor lulusan Australian National University (ANU) ini. (Aan Humaidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Ahlussunnah, Kajian Islam RMI NU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya bersiaga di depan Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya. Pasalnya, kerumunan massa aksi Bela Islam hanya beberapa puluh meter dari Gedung NU.

Jalan dr. Soekardjo pun ditutup satu jalur sehingga massa aksi gabungan dari sejumlah Ormas Islam yang didalamnya ada FPI itu tidak bisa lagi melintas ke Jalan dr. Sorkardjo.

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Yang akhirnya gesekan bisa dihindari meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait himbauan PCNU Kota Tasikmalaya yang melarang warga Nahdlyin dan Banom NU ikut turun aksi, menuai pro kontra. Facebooker pro aksi Bela Islam menyerang keputusan itu yang dilawan pula oleh sejumlah kader muda NU.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, kesiagaan Banser hanya untuk jaga-jaga saja. Mengantisifasi segala kemungkinan yang bisa merugikan semua pihak.

RMI NU Tegal

"Kami cuma jaga-jaga saja. Apalagi situasi politik di Kota Tasik sudah meninggi karena mulai masuk masa kampanye pilkada. Dan menempatkan anggota Banser di Kantor NU biasa dilakukan, bukan karena ada aksi tadi," kata Ujang, Jumat (28/10).

Ujang pun berterimakasih kepada Kepolisian yang pro aktif menutup Jalan dr. Soekardjo sehingga iringan massa aksi tak melintas. Termasuk yang dari Masjid Agung ke Jalan dr. Soekardjo.

RMI NU Tegal

"Khawatir saja ada yang memancing," ujarnya.

Saat aksi, massa "Bela Islam" berkumpul di depan Masjid Agung yang sekira 50 meteran dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Dan aksi tersebut selesai sekira pukul 15.30 WIB. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian Islam RMI NU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat

Bandung, RMI NU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan jika keberadaan media sosial hendaknya dijadikan sebagai wasilah atau perantara untuk mencerdaskan masyarakat, terutama masyarakat dunia maya (Netizen).

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat

"Diakui atau tidak hari ini sudah mulai banyak sekali perkembangan media sosial yang justru menimbulkan keresahan. Untuk itu kita harus bisa menggunakan media sosial tersebut menjadi manfaat untuk masyarakat," ujar Kiai Hasan dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Barat di Aula Dakwah PWNU, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Kamis (19/1).

Dengan perkembangan media sosial tersebut, dirinya berharap kepada warga NU khususnya di Jawa Barat agar bisa melek dan tidak ketinggalan terhadap perkembangan modernisasi tersebut.

"Karena pada prinsipnya, perkembangan modernisasi dengan memanfaatkan media sosial tersebut bisa dijadikan sebagai wahana edukasi dan transformasi ilmu pengetahuan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren As-Shidqiyah 3 Cilamaya, Karawang tersebut.

RMI NU Tegal

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh elemen NU agar tidak mudah terprovokasi dengan perkembangan medsos yang meresahkan dan maraknya pemberitaan hoax.

"Maraknya pemberitaan hoax, fitnah, caci maki dan ujaran kebencian janganlah kita membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Kita harusnya bisa mencerminkan sebagai kaum terdidik sehingga ketika medsos ada ditangan kita, maka akan menjadi baik," tandasnya.

Untuk mencapai penguasaan media informasi tersebut, saat ini pihaknya telah memiliki website resmi PWNU Jawa Barat sebagai wahana transformasi dan edukasi serta ajang shilaturahmi seluruh warga NU di laman www.nujabar.or.id.

RMI NU Tegal

"Ini terbuka untuk seluruh warga NU. Silakan kirim tulisan dan informasi yang bermanfaat untuk dibaca. Adanya website tersebut untuk menambah wawasan dan khazanah keilmuan," pungkasnya.?

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, salah satu Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua LD PBNU KH Maman Imanulhaq, dan sejumlah kader NU di Jawa Barat. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Kajian Islam RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Jaga Amaliyah Aswaja, MWCNU Pegantenan Rutin Bedah Kitab Al-Mukhtatofat

Pamekasan, RMI NU Tegal - Pengurus MWCNU Pegantenan Kabupaten Pamekasan secara rutin membedah kitab Al-Mukhtatofat. Itu masih berlangsung hingga Jumat (17/11) siang.

Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Pamekasan Ustadz Fauzi bertindak sebagai pemateri. Para Pengurus Ranting (PR) NU se-Kecamatan Pegantenan tampak antusias mengikuti uraian Kitab Al-Mukhtatofat.

Jaga Amaliyah Aswaja, MWCNU Pegantenan Rutin Bedah Kitab Al-Mukhtatofat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Amaliyah Aswaja, MWCNU Pegantenan Rutin Bedah Kitab Al-Mukhtatofat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Amaliyah Aswaja, MWCNU Pegantenan Rutin Bedah Kitab Al-Mukhtatofat

Ketua MWCNU Pegantenan K Saiful Qori menegaskan, acara ini berjalan rutin setiap bulan dengan peserta PRNU se-Kecamatan Pegantenan. Kitab ini berisi amaliah dan dalil-dalil yang memang dikerjakan oleh nahdliyyin setiap hari, baik di bidang ubudiyah maupun lainnya.

"Sehingga diharapkan orang NU atau pengurus NU bisa paham dan dapat mengcounter orang atau paham lain yang memang tidak suka kepada NU. Seperti paham yang tidak suka maulid, tahlil, adanya barokah, tawasul, dan lain-lain," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Kajian Islam RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Sebanyak 420 lebih santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, propinsi Sumatera Barat mulai menempati asrama baru berlantai 3. Penempatan ini seiring dimulainya proses belajar mengajar tahun ajaran? 2014/2015, Jumat (8/8/2014).

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, yang dijumpai saat proses pemindahan asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang mengatakan, mulai hari ini santri putra menempati asrama rusunawa (rumah susun sewa) yang dibangun Kementerian Perumahan Rakyat RI. Sejak kemarin sudah dimulai proses pemindahan peralatan asrama putra.

Kata Anam, tahun ini Pesantren Nurul Yaqin menerima 216 santri baru. Sedangkan saat ini jumlah santri mencapai 530 orang. Total santri mencapai 746 santri, laki-laki dan perempuan.

RMI NU Tegal

“Standar dari Kementerian kapasitas gedung berukuran 37? X? 13,5 meter lantai tiga ini sebanyak 300 santri. Namun asrama ini akan ditempati lebih dari 400 santri putra. Ini sesuai dengan jumlah santri putra yang ada di Pesantren Nurul Yaqin,” kata Anam mantan Ketua Umum PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman ini.

Selama ini, kata Anam, santri laki-laki selain tinggal di asrama putra yang terbatas, juga tersebar di berbagai lokasi di sekitar pesantren. Baik di rumah penduduk, maupun di pondok-pondok sekitar kawasan pesantren. “Dengan ditempatinya asrama baru ini, maka seluruh santri putra sudah satu tempat. Sedangkan asrama putri yang kurang layak ditempatinya, akan menempati asrama putra yang sudah ditinggalkan. Asrama putri selama ini sudah? over kapasitas,” kata Anam menambahkan.

RMI NU Tegal

Ditempatinya asrama baru ini, diharapkan dapat meningkatkan kontrol terhadap santri putra dalam proses belajar mengajar. Hal ini seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan santri Nurul Yaqin ke depan.

Diakui Anam, masih banyak fasilitas yang harus dilengkapi di areal 1,2 hektar ini. “Kita

masih butuh musalla berkapasitas 1.000 hingga 1.500 jamaah sehingga dapat menampung santri, jamaah, masyarakat sekitarnya dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Juga ruangan perpustakaan, labor komputer, kantin dan termasuk rumah guru untuk pengawasan 24 jam santri,” kata Anam alumni Pesantren Ringan-Ringan ini.

Pembangunan asrama putra (Rusunawa) dilaksanakan peletakan batu pertamanya 9 Februari 2013 lalu oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Rusunawa menelan biaya Rp 5 miliar bantuan Kementerian Perumahan Rakyat. Bangunan asrama tersebut dijadikan 27 kamar, yang dapat menampung 400 – 500 santri.

Menurut Anam, Pesantren Nurul Yaqin didirikan tahun 1960 oleh Syekh H. Ali Imran Hasan. Tingkat pendidikan mulai dari tsanawiyah hingga ma’ahad? ‘ali yang menempati lokasi ¼ hektar.? “Para santrinya sering menjuarai berbagai lomba MTQ dan kegiatan kepesantrenan lainnya di Kabupaten Padangpariaman dan Propinsi Sumatera Barat. Selain itu, alumninya banyak yang melanjutkan ke Timur Tengah, perguruan tinggi negeri dan swasta baik di Sumatera maupun Jawa, tingkat S1, S2 maupun S3 (doktor),” kata Asyraful.

Kiprah alumni Nurul Yaqin tidak saja dibidang pendidikan pondok pesantren, tapi juga merambah ke berbagai bidang keahlian dan profesi di tengah masyarakat, tutur Asyraful Anam menambahkan. (Bagindo Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, sedang mengontrol proses pemindahan peralatan asrama putra di halaman asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, RMI NU Tegal. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

RMI NU Tegal

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Nahdlatul, Lomba RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Bojonegoro, RMI NU Tegal - Banyak orang memandang sebelah mata sampah keluarga maupun barang-barang bekas lainnya. Namun Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah-sampah agar menjadi bernilai jual.

Hal itu dilakukan melalui diskusi rutin Obrolan Bareng Ansor (Obor) di masjid Al-Muttaqin Dusun Bendo Desa Katur Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jumat (1/4). Dengan mengangkat tema Pengelolaan Sampah Untuk kesadaran Lingkungan dan Perekonomian umat, GP Ansor Gayam menghadirkan praktisi Bank Sampah Samsul Hadi sebagai narasumber.

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Samsul Hadi menjelaskan, mengelola lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan cara mengelola sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sampah yang tidak terkelola juga menjadi pemicu banjir dan dampak buruk lainya.

"Mari kita kelola sampah yang ada ini menjadi sesuatu yang produktif. Supaya lingkungan kita sehat dan sampahnya sendiri akan memiliki sesuatu yang produktif," ajaknya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Untuk menguatkan, ia memberikan contoh, selama ini sampah telah menjadi bisnis tetapnya. Dari situ ia mendapatkan uang hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, dari usaha yang ditempuhnya selama dua tahun tersebut saat ini ia telah memiliki aset berupa sejumlah kendaraan.

Diharapkan, pemuda Ansor dan masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam turut mengelola sampah dengan bijak. Selain membentuk masyarakat yang cinta terhadap lingkungan, kelola sampah mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi.

"Harapan kami diskusi ini dapat ditindak lanjuti dengan aksi yang nyata oleh sahabat-sahabat Ansor," harapnya.

Ketua GP Ansor Gayam Nur Chamid menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti diskusi ini dengan melakukan pengelolaan sampah yang ada di masyarakat. Apalagi, Ansor memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang nantinya bisa menjadi lembaga yang mengoordinasi pengelolaan sampah tersebut.

"Nantinya KSU yang akan membeli sampah dari masyarakat serta mendistribusikan ke pembeli yang lebih besar," tandasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Kyai, Lomba RMI NU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Mufarrihul Hazin, Kader IPNU yang Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Surabaya, RMI NU Tegal. Cita-cita dan harapan yang kuat dan diiringi dengan tindakan dan usaha nyata adalah kunci kesuksesan. Hal inilah yang tergambar dari sosok Mufarrihul Hazin yang akrab dipanggil Farih. Terlahir dari keluarga yang kurang secara ekonomi, tak lantas membuatnya surut dalam meraih pendidikan. Pria yang lahir di Palembang ini telah menyelesaikan studi doktonya pada usia 26 tahun. 

Mufarrihul Hazin, Kader IPNU yang Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Mufarrihul Hazin, Kader IPNU yang Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Mufarrihul Hazin, Kader IPNU yang Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Perjalanan panjang dan berliku telah dilewati putra kedua pasangan Muslihuddin dan Munazah ini, mulai jualan koran, jaga toko sampai menjadi trainer pendidikan. Semuanya berbuah manis. 

“Bagi saya ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang, selama kita punya cita-cita dan harapan yang besar, maka Allah yang akan menunjukan jalan. Percayalah itu,” ujar santri KH Hasyim Muzadi .

Pagi itu Kamis (14/12) terlihat berseri-seri wajah Farih. Dengan gaya khasnya yakni memakai kopiah ala NU, ia melangkah menuju mimbar untuk prosesi ujian terbuka promosi doktor bidang Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya. Dia membuka  dan melakukan presentasi dengan sangat baik, bahkan mampu menjawab pertanyaan dari penguji dengan sempurna.

RMI NU Tegal

Dalam disertasinya, Farih menjelaskan pentingnya pendidikan karakter pada perguruan tinggi. Selama ini pendidikan karakter hanya terfokus di pendidikan dasar dan menengah, sedangkan di kampus terlupakan. 

“Mahasiswa itu bukan hanya sekedar agen intektual, namun juga agen perubahan sosial. Mereka setelah lulus akan memulai dunia baru dengan pekerjaanya dan kembali ke masyarakat. Maka mereka harus dibekali dengan karakter yang kuat,” ungkap pemuda yang juga kader IPNU ini.

RMI NU Tegal

Perguruan tinggi harus mampu memformulasikan sebuah kebijakan pengembangan pendidikan karakter dan bagaimana implementasinya yang dijadikan naskah akademik di perguruan tinggi. 

Selain itu harus ada satu lembaga/unit di perguruan tinggi yang bertanggungjawab dan mengembangkan karakter mahasiswa. 

“Ini adalah hal yang penting membuat naskah akdemik pengembangan pendidikan karakter dan unit/ pusat yang bertanggungjawab di dalamnya,” kata pemuda yang dosen STAIN Kediri ini.

Dengan diraihnya gelar doktor dengan masa studi hanya 2 tahun, Farih berharap generasi bangsa agar membangun mimpi mereka. Jangan alasan ekonomi atau latar belakang keluarga yang kemudian membuat patah semangat dan hilang cita-cita. 

“Karena dengan kekuatan semangat yang membara akan mampu menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi, sehingga mampu bermanfaat di masa depan,” tandasnya. (Choirudin Abdillah/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Sholawat, Aswaja RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

Imam Ahmad bin Hanbal suatu hari menggadaikan sebuah timba miliknya kepada seorang tukang sayur di kota Makkah. Hingga ketika sudah merasa mampu untuk membayar hutangnya, beliau pun pergi ke kota suci itu untuk menebus kembali timba yang ia gadaikan itu.

Tapi di luar dugaan Imam Ahmad, setelah keduanya bertemu, penjual sayur itu mengeluarkan dua buah timba yang sama seraya berkata kepada Imam Ahmad, "Ambil saja salah satu dari kedua timba ini, terserah mau pilih yang mana yang anda suka," kata penjual sayur.

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

"Aku jadi bingung mana dari dua buah timba ini yang merupakan milik saya. Ambil saja timba itu dan ini uang dirham untuk membayar hutangku," jawab Imam Ahmad bin Hanbal.

Begitulah kehati-hatian (wira’i) sikap Imam Ahmad, rela tak mengambil barang yang sebenarnya menjadi haknya karena sebab kemiripan tersebut, khawatir jangan-jangan timba yang akan dipilihnya ternyata bukan miliknya.

RMI NU Tegal

Dikisahkan pula, Malik bin Dinar selama empat puluh tahun berdomisili di kota Bashrah (Irak) tidak pernah sama sekali makan buah korma yang tumbuh dari tanah kota itu. Ia bergembira jika musim kurma telah berlalu.

"Wahai penduduk Bashrah, ini aku Malik bin Dinar, perutku tidak membesar karena mengonsumsi buah kurma yang kalian tanam dan juga tidak berubah menyusut karena tidak memakannya," katanya.

RMI NU Tegal

Suatu hari Ibrahim bin Adham ditanya oleh seseorang, "Kenapa Tuan tidak ikut minum air zamzam?”

"Seandainya aku membawa timba sendiri, niscaya aku akan menimba dan meminumnya", jawab Ibrahim bin Adham.

Lagi-lagi Ibrahim bin Adham meski mengetahui bahwa meminum air zamzam adalah juga sesuatu yang dianjurkan oleh syariat, tapi lantaran Ia belum mengetahui secara jelas siapa pemilik timba yang akan digunakan untuk mengambil air zamzam tersebut, maka Ibrahim bin Adham lebih memilih untuk tidak meminumnya. (M. Haromain)



Disarikan dari kirab "Kifayatul Adzkiya" karya Sayyid abi Bakr Al-Makky, hal. 10



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Kajian Islam RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Jakarta, RMI NU Tegal. Peringatan setahun hari wafatnya (haul) yang pertama mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden Ri ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan digelar pada Kamis malam, 30 Desember 2010 di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dalam haul ini kata putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), di Kalibata, Jakarta, Ahad (28/11), selain akan dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan para kiai NU yang lain, juga ada tokoh-tokoh nasional yang mendukung perjuangan Gus Dur selama ini.

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Selain khataman Al-Quran, istighotsah, tahlilan pada haul tersebut juga akan ada sambutan dari kiai-kiai NU dan tokoh nasional yang hadir tersebut. Gus Dur wafat pada hari Rabu (30/12) pukul 18.45 Wib di RSCM Jakarta. Setelah disemayamkan di Ciganjur, deklarator dan pendiri PKB itu dimakamkan secara militer di Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim.

RMI NU Tegal

Sementara itu menurut adik kandung Gus Dur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), keluarga Tebuireng akan menggelar haul pada 18 Desember.  Dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional akan hadir. Seperti Ketua MK M. Mahfud MD dll juga akan menggelar Festival Barongsai di pesantren.

RMI NU Tegal

Namun demikian kata Gus Sholah yang juga mantan Ketua PBNU ini, acara haul Gus Dur ini akan digelar secara sederhana. Terlebih, acara itu juga terbuka bagi seluruh masyarakat. "Seluruh rakyat bisa datang dalam haul itu,"tutur Gus Sholah lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Humor Islam, Kajian Islam, Pondok Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Kitab Sirajut Thalibin Dibajak

Jakarta, RMI NU Tegal

Salah satu kitab kuning karya ulama besar Nusantara Syekh KH Ihsan bin Dahlan dari Jampes Kediri, Sirajut Thalibin, dibajak oleh penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon. Nama pengarangnya diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi.

Penggantian nama pengarang ini kemungkinan karena kesalahan dari penerbit. Namun bisa jadi disengaja karena nama pengarang di dalam halaman pengantar kitab ini juga diganti. Tidak hanya itu, sambutan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ary dalam kitab asalnya dibuang. Sementara keseluruhan isi kitab dua jilid itu sama persis.

Kitab Sirajut Thalibin Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Sirajut Thalibin Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Sirajut Thalibin Dibajak

Pembacakan telah terjadi sejak 2006 yang lalu dan baru diketahui setelah kitab ini tersebar di Indonesia. Informasi pembacakan ini diperoleh dari salah seorang alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Forum Mahasiswa Alumni Lirboyo (Formal) di Jakarta juga telah melakukan pengecekan ulang, dan ternyata memang terjadi pembajakan karya di bidang tasawuf yang sudah mendunia ini.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal telah membandingkan kitab terbitan Darul Kutub Al-Ilmiyah dengan kitab asal yang diterbitkan oleh Darul Fiqr yang juga di Beirut Lebanon. Nama Syekh Ihsan bin Dahlan Al-Kadiri atau di kalangan pesantren lebih dikenal dengan Kiai Ihsan Jampes diganti dengan Syekh Ahmad Zaini Dahlan.

RMI NU Tegal

Dalam halaman pengantar, nama Syeih Ihsan Jampes di paragraf kedua juga diganti, dan penerbit menambahkan tiga halaman berisi biografi Syekh Ahmad Zaini Dahlan yang wafat pada 1886. Sementara keseluruhan isi dalam pengantar itu, bahkan keseluruhan isi kitab dua jilid itu sama persis dengan kitab asal.

Penerbit juga membuang taqridhah atau semacam pengantar dari Syekh KH Hasyim Asy’ary Jombang dan Syekh KH Abdur Rahman bin Abdul Karim Kediri dan Syekh KH Muhammad Yunus Abdullah Kediri.

Diduga pembajakan dengan mengganti nama pengarang ini hanya untuk kepentingan pasar. ”Nama Syekh Ahmad Zaini Dahlan mungkin lebih dikenal terutama oleh masyarakat Arab,” kata Abdur Rosyid, pengurus Formal yang juga bekerja di salah saru penerbitan Islam di Jakarta.

Di berbagai pondok pesantren di Indonesia nama Syekh Ahmad Zaini Dahlan pun tidak asing lagi. Syekhi Ahmad Zaini Dahlan terutama dikenal sebagai pengarang Kitab Syarah Jurumiyah, kitab dasar di bidang ilmu nahwu. Kitab Jurumiyah ini hampir pasti dipelajari oleh para santri yang memulai pendidikan di pesantren.

Kitab Sirajut Thalibin adalah syarah atau penjabaran dari kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghazali. Sirajut Thalibin ini sempat mendapatkan pujian luas dari ulama Timur Tengah dan kini menjadi referensi utama para mahasiswa di Mesir dan negara-negara Timur Tengah yang lain. Menurut Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, kitab ini juga dikaji di beberapa majelis taklim kaum muslimin di Afrika dan Amerika. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Warta, Kajian Islam, News RMI NU Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa

Sidoarjo,? RMI NU Tegal



Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Pramuka ke-56 dan menyongsong HUT RI ke-72. Di Sidoarjo, Jawa Timur, ratusan pelajar Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo memperingatinya dengan melakukan doa bersama, istighotsah, upacara dan bakti sosial. Doa bersama ini selain untuk menjaga keutuhan Negera Kesatuan Republik Indoensia, juga untuk mendoakan para pejuang bangsa yang telah gugur dalam medan perang merebutkan kemerdekaan Indonesia.

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa

Menurut Kepala MI Sunan Kalijaga, Ach Syamsudin, doa bersama dan istighosah ini dimaksudkan untuk memperingati hari pramuka ke-56 yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus dan HUT Republik Indonesia ke-72. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar di seluruh nusantara bisa melakukan kegiatan positif untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

?

"Kita ingin mengajarkan kepada para peserta didik untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Karena dalam merebut kemerdekaan itu tidak gampang. Para pahlawan dengan gigih memperjuangkan negara ini. Pahlawan rela meninggalkan keluarga, harta benda untuk Kemerdekaan bangsa ini," kata Kepala MI Sunan Kalijaga, Ach Syamsudin, Senin (14/8).

RMI NU Tegal

?

Dengan mengenakan kostum pramuka, ratusan pelajar dari kelas satu hingga kelas enam ini dengan khusu memanjatkan doa dan membaca kalam ilahi. Melalui doa bersama dan istighotsah tersebut, diharapkan bisa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dari aliran yang ingin memecah bela NKRI.?

Pasalnya, menurut Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga, belakangan ini ada kelompok yang ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah. Dengan barokah doa tersebut, kelompok yang ingin merong-rong NKRI segera dibukakan pintu hatinya.

?

"Dengan adanya istighotsah ini, kami berharap kepada Allah supaya kelompok yang ingin merusak negara Indonesia ini bisa sadar. Sehingga NKRI tetap utuh dan aman selalu," ujarnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Kajian Islam RMI NU Tegal

Sabtu, 22 Juli 2017

Kiai Masdar: Khotbah Jum‘at Jangan Lama

Jakarta, RMI NU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas‘udi mengingatkan para khotib untuk memerhatikan rambu-rambu khotbah. Kiai Masdar menyayangkan para khotib di sejumlah masjid yang terlalu lama menyampaikan materi taushiyah di atas mimbar.

“Padahal adab Rasulullah SAW dan salafus saleh selalu mempersingkat khotbah dan memanjangkan sembahyang,” kata Kiai Masdar kepada RMI NU Tegal di ruang Syuriyah PBNU, Jakarta, Rabu (21/1) sore.

Kiai Masdar: Khotbah Jum‘at Jangan Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Khotbah Jum‘at Jangan Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Khotbah Jum‘at Jangan Lama

Pengurus masjid dalam hal ini memiliki peran penting mengatur durasi khotbah. Mereka berhak mengingatkan khotib untuk membatasi durasi khotbah.

RMI NU Tegal

“Pesan ini harus diulang-ulang pengurus masjid kepada para khotib. Pasalnya, khotbah kelamaan ini menjadi bagian dari ukuran adab khotib.”

RMI NU Tegal

Mereka juga berhak meminta khotib untuk menyampaikan materi tertentu sesuai kebutuhan umat. Terutama sekali, para khotib tidak boleh menyampaikan isu-isu yang menyinggung atau menyindir pihak manapun, pungkas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam RMI NU Tegal

Selasa, 04 Juli 2017

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

Jakarta, RMI NU Tegal. Kementerian Agama kembali menggelar Halaqah (Sarasehan) Ulama ASEAN. Pelaksanaan halaqah tahun ini merupakan yang ketujuh sejak tahun 2010 yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud dalam jumpa pers di Gedung Kemenag Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (13/10). Acara yang dijadwalkan selama tiga hari, Selasa-Kamis, 17-19 Oktober 2017 ini akan dihelat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

“Halaqah ini merupakan tindaklanjut dari halaqah tahun 2016  yang saat itu mengetengahkan tema Mengembangkan Islam Moderat Melalui Jaringan Pesantren ASEAN,” ujar Mas’ud didampingi Kepala Puslitbang Penda Amsal Bachtiar, Ketua Panitia OC Nyai Hj Faiqoh Mansyur.

Mas’ud menambahkan, Halaqah Ulama ASEAN Tahun 2017 ini akan diarahkan kepada tiga isu utama. Pertama, pengembangan Islam moderat (wasathiyah) melalui jaringan pendidikan Islam ASEAN. Kedua, penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di ASEAN. Ketiga, membuat model lembaga pendidikan Islam yang kompetitif, mampu merespon tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

RMI NU Tegal

Menurut pria kelahiran Kudus ini, halaqah tahun 2017 lebih istimewa lantaran didahului oleh penelitian tentang pesantren dan lembaga pendidikan yang memiliki kemandirian di bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN. Dari halaqah ini diharapkan lahirk program kerja yang berkelanjutan (networking).

“Hasil riset menyebut bahwa beberapa pesantren di Indonesia ternyata mampu mandiri dalam membiayai ekonomi dan mendorong jiwa wiraswasta kepada para santrinya. Di negara ASEAN lainnya, lembaga pendidikan Islam berjalan lewat usaha sendiri, terutama di negara-negara minoritas muslim, seperti Kamboja dan Philipina,” ungkapnya.

Dikatakan Mas’ud, tahun ini tema yang diangkat adalah Memperkuat Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Menurutnya, pertimbangan tema ini penting dan perlu diangkat karena peran sentral pendidikan.

“Pendidikan itu segala-galanya, (proses dan hasil) pendidikan itu lambat, tapi ia adalah kekuatan yang dasyat,” tegasnya.

Menurut Mas’ud, halaqah akan diikuti oleh 12 negara, 10 negara ASEAN dan dua dari Tiongkok dan Timor Leste. “Kita bisa belajar masing-masing negara itu, karena tidak mungkin kita berdiri sendiri maka butuh pengalaman dari pembicara dari negara lainnya,” tandasnya.

RMI NU Tegal

Sejumlah pembicara akan hadir, antara lain Yunahar Ilyas (Wakil Ketua Umum MUI), Nurhayati Subakat (CEO PT Paragon Technology Innovation), Esmael Ebrahim (Direktur PCID Philipina). Ketiga narasumber tersebut akan berbicara tentang Daya Saing Ekonomi & Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN.

Ronald Lukens Bull (University of North Florida, USA), Abdurrahman Mas’ud (Kepala Balitbang Diklat Kemenag RI), dan Dato’ Siddiq Fadzil (Presiden Kolej Dar Hikmah dan Pengurus Institut Darul Ehsan Selangor Malaysia) akan berbicara tentang Pendidikan Islam ASEAN dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.

Sementara topik Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN: Wacana Moderatisme dan Usaha Mengembangkan Pendidikan Berdaya Saing akan disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Dosen NUS Singapura Khaerudin al-Juned, dan Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Amalan, Tokoh RMI NU Tegal

Selasa, 23 Mei 2017

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Madiun, RMI NU Tegal?



Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JHQ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyelenggarakan simaan kubro huffadz di Pendopo Muda Kabupaten Madiun Sabtu (15/10/16). Agenda ini merupakan kegiatan ke-37 kalinya yang melibatakan 300 huffadz.

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Ketua JQHNU Madiun KH Khoirudin Thohir berharap agar para huffadaz tetap menjaga Al-Qur’an dengan terus memaksimalkan forum sillaturrahim yang difasilitasi NU dan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Lebih dari itu, para huffadz juga memiliki tanggung jawab keilmuan dengan menebarkan wahyu Allah kepada masyarakat luas, khususnya Kabupaten Madiun.?

Oleh karenanya, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun KH Shodiq mengajak seluruh masyarakat untuk memasyarakatkan Al-Qur’an.?

“Mari seluruh jamaah tetap istiqomah berjuang di jalan Allah SWT dengan dilandasi semangat Al-Qur’an dan spirit hijrah di bulan Muharam ini,” ajak kiai sepuh Madiun ini.

RMI NU Tegal

Bupati Madiun Muhtarom merasa bersyukur di tengah kesibukanaya sebagai kepala pemerintahan bisa menghadiri dan membuka kegiatan para penjaga Al-Qur’an ini. Meskipun dua tahun ke depan, akan selesai masa kepemimpinan di Madiun, pihaknya akan tetap berkomitmen mengawal kegiatan tersebut.?

Pihaknya berjanji akan meneruskan kepada bupati setelahnya agar memfasilitasi setiap kegiatan kegamaan, seperti simaan Al-Qur’an.

RMI NU Tegal

Mbah Tarom, sapaan akrabnya, berpesan kepada siapa pun kepala pemerintahanya, agar berkomitmen melestarikan kegiatan ini.?

“Simaan ini merupakan bagian dari menjaga Al-Qura’an, dan wajib hukumnya siapa pun pimpinan daerah memfasilitasi agenda tersebut,” tegasnya.

Simaan dan Khataman Kubro tersebut terdiri dari 15 majelis yang telah yang berhasil mengkhatamkan 42 kali khataman. Demi menjaga kenyamanan dan kelancaran kegiatan, pihaknya juga menggandeng puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam agenda khidmat tersebut.?

Kesempatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten Madiun dan jajaran Pimpinan Tingkat Kecamatan (Muspika). (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Hadits, Kajian Islam RMI NU Tegal

Jumat, 05 Mei 2017

Semarak Haul Sewindu Gus Dur di Tegal

Tegal, RMI NU Tegal. Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) Kabupaten Tegal menggelar Sewindu Haul Gus Dur, Sabtu (3/2) di Gedung KORPRI Slawi. Kegiatan yang mengusung tema "Semua Demi Bangsa dan Negara" berlangsung semarak dan diisi berbagai penampilan.

Semarak Haul Sewindu Gus Dur di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Haul Sewindu Gus Dur di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Haul Sewindu Gus Dur di Tegal

Pantauan RMI NU Tegal, acara disemarakkan dengan berbagai acara mulai dari doa lintas agama, tari kolaborasi Nusantara, tari sufi dan atraksi barongsai dari klenteng Slawi.

Menariknya lagi, lagu Subanul Wathon yang dibawakan paduan suara Adhi Darma Slawi turut menggema di acara Sewindu Haul Gus Dur.

Ketua Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) Kabupaten Tegal H Muslih mengatakan kegiatan digelar untuk mengenang teladan yang telah diberikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

RMI NU Tegal

"Selain mengenang almarhum Gus Dur, acara juga dalam rangka 3 tahun Forum Silaturahmi Nusantara (FSN)," ujarnya

Mantan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal itu menambahkan, sewindu Haul Gus Dur juga diisi dengan doa lintas agama untuk bangsa oleh perwakilan tokoh agama dan aliran kepercayaan.

"Dari agama Islam diwakili Gus Aqib Malik, agama Kristen diwakili Pendeta Sugeng, agama Katholik oleh Romo Yohanes Susanto, Agama Budha diwakiki ibu Elmawati, agama Hindu oleh Ki Mangku Sugiono, Konghucu oleh Alex dan Kejawen oleh Resi Drs Wiryo Atmojo," pungkasnya. (Hasan/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Kajian Islam RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock