Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya

Jombang, RMI NU Tegal. Umumnya orang menjadikan uang sebagai faktor utama ketika akan memulai usaha. Bila tidak ada modal berupa uang tunai, maka kesempatan berwiraswasta dianggap tidak mungkin dijalankan. Padahal uang bukanlah satu-satunya modal untuk berusaha, yang terpenting adalah kemauan kuat untuk berusaha.

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya

Inilah pesan yang disampaikan H Muhammad Yasin, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Wilayah Jawa Timur saat mengadakan silaturrahim ke Jombang, Senin (7/1)..

Gus Yasin -sapaan akrabnya- justru sangat mengeapresiasi beberapa santri yang berkeinginan kuat untuk menjadi pengusaha. "Modal utamanya adalah tekad dan jaringan," katanya. Tekad adalah merupakan keinginan kuat dari seseorang untuk terus mencoba dan berusaha berbagai peluang yang bisa diraih.

RMI NU Tegal

"Memang harus banyak belajar dan jangan gampang putus asa," kata pengelola Pesantren Al-Qurthuby, Pujer Bondowoso ini. 

Namun demikian, jangan terlalu membayangkan usaha yang akan dilakukan. "Langsung dikerjakan saja," katanya buka rahasia. Sebab kalau segala masalah yang berhubungan dengan usaha terlalu dipikirkan dengan detail, maka dapat dipastikan tidak dapat berjalan sesuai harapan. "Apalagi belum-belum sudah berfikir soal rugi," katanya. "Bagaimana mungkin kita bicara rugi kalau usaha belum dijalankan?" katanya balik bertanya.

RMI NU Tegal

Oleh sebab itu hal mendesak yang harus ditumbuhkan khususnya kepada para santri adalah keinginan kuat untuk berusaha.

Yang juga tidak kalah penting adalah memanfaatkan jaringan. "Terkadang dalam usaha tidak perlu memiliki modal uang, andai jaringan telah kita kuasai," ungkap suami dari Hj Zuhrotun Nikmah ini.

Dengan jaringan para pengusaha, maka dapat saja antara anggota hanya memberikan informasi peluang yang dimiliki. "Soal ketersediaan barang dan modal dapat menggunakan usaha dan modal orang lain," katanya. Dan inilah yang nantinya akan membedakan mereka yang memiliki jaringan dengan yang kurang punya koneksi. "Jaringan itu dapat dijalin dengan silaturahim," ungkapnya.

Karena itulah dengan terbentuknya HIPSI, maka diharapkan silaturahim antara pengusaha santri bisa terjalin dengan baik. "Dengan demikian, keinginan untuk menumbuhkan kesadaran berwirausaha dapat terealisir dalam waktu yang tidak lama," pungkasnya.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Budaya, Aswaja RMI NU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Jakarta, RMI NU Tegal. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) meminta kepada Lakpesdam sebagai salah satu lembaga PBNU untuk mengkaji kembali keberhasilan para kiai periode awal berdirinya NU dalam mengelola syirkah inan (koperasi NU) dan iuran syahriyah NU yang telah terbukti mampu menguatkan kemandirian NU saat itu.?

Hal ini disampaikan ketika memberikan tausiyah pada peringatan harlah ke-29 Lakpesdam NU di gedung PBNU lantai 8, Rabu 16 April 2014.?

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Gus Mus mengutip Surat Attaubah yang menjadi dasar sikap dan cara hidup kiai-kiai NU ? “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat welas asih lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman”.(Q.S. al-Taubah, [9]:128).

RMI NU Tegal

Selain itu ia menambahkan, tugas Lakpesdam yang tidak kalah pentingnya dan mendesak dalam rangka memajukan dan menguatkan SDM NU adalah membuat database pengurus dan jamaah NU.?

“Dengan database SDM NU itu kita akan tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki NU,” lanjut Gus Mus.

RMI NU Tegal

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini juga mengisahkan hubungannya ketika Gus Dur masih jadi ‘gelandangan.’ Gus Mus ketika berkunjung ke Jakarta hampir pasti menginap di kontrakan Gus Dur yang suka pindah-pindah. Suatu ketika, kedua tokoh nasional ini berdiskusi sembari menikmati kopi dan kudapan malam.

“Gus, setelah tak pikir-pikir, NU ini kok kayak satpam aja yaa. Kalau ada kekisruhan, ketidakamanan, pemerintah atau pihak-pihak terkait selalu minta NU mengamankan keadaan. Lalu, setelah semua aman terkendali, si satpam ini kemudian kembali mojok sambil ngerokok,” kata Gus Mus kepada Gus Dur memulai diskusi.

Namun, lanjut Gus Mus, Gus Dur ya tetap Gus Dur. Selalu menjawab yang tidak pernah diduga sebelumnya. “Lho, sampeyan ini gimana to, Gus. Apa kurang mulianya jadi satpamnya Indonesia,” timpal Gus Dur seperti ditirukan Gus Mus.

Gus Mus pun mengaku langsung terdiam mendengar jawaban Gus Dur tersebut. Bagi Gus Mus, jika memang sudah merasa nyaman sebagai satpam maka NU jangan ngersulo (mengeluh). Disyukuri apa yang ada saja.

Putra KH Bisri Musthofa Rembang ini menambahkan, dirinya teringat akan ketokohan Rais Aam KH Mahfudh Shiddiq dan Ketua Umum PBNU KH A Wahid Hasyim yang mampu menjadi jembatan antara jama’ah dan jam’iyah NU. Lakpesdam diusianya yang ke-29 ini diharapkan meneladani kedua tokoh yang sudah berpulang keharibaan-Nya tersebut.

“Jadi, Lakpesdam harus jeli melihat posisi NU ini. Tugas utama Lakpesdam itu memberdayakan pengurusnya. Bagaimana mungkin menjadi seorang pemberdaya jika dirinya tidak berdaya sendiri. Fokus kajian saja,” tegas Gus Mus. (musthofa asrori/mukhlisin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kyai, Internasional RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

PP IPPNU Rintis Sekolah Perdamaian di Empat Daerah

Jakarta, RMI NU Tegal. Pimpinan Pusat IPPNU merintis program ‘Sekolah Perdamaian Untuk Pelajar’ di empat daerah rawan kekerasan. PP IPPNU dalam masa kepengurusan 2012-2015 menunjuk kota Poso, Makassar, Bima, dan Solo.

Demikian dikatakan oleh Ketua Bidang Keorganisasian PP IPPNU Dewi Chandra kepada RMI NU Tegal di ruang sekretariat PP IPPNU, Kantor PBNU lantai enam, Jakarta Pusat, Senin (18/2) malam.

PP IPPNU Rintis Sekolah Perdamaian di Empat Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Rintis Sekolah Perdamaian di Empat Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Rintis Sekolah Perdamaian di Empat Daerah

“Empat daerah itu dinilai sebagai titik rawan kekerasan yang berlandaskan ideologi keagamaan. Ukurannya diambil dari tingginya kasus kekerasan agama di empat daerah itu,” tegas Dewi Chandra.

Menurut Dewi, program sekolah perdamaian mengambil bentuk penyuluhan dan kegiatan deradikalisasi pelajar. Program ini juga menyediakan buku berisi antikekerasan dengan format yang menarik bagi kalangan pelajar.

RMI NU Tegal

Dalam menjalankan program ini, PP IPPNU bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT. Ketua Umum PP IPPNU bersama sejumlah jajaran pimpinan pusat lainnya diterima oleh Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris di kantor BNPT, jalan Imam Bonjol nomor 53 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2) siang. 

Target program ini tambah Dewi, memberikan visi dan pemikiran antikekerasan di kalangan pelajar. Program ini ke depan membidik pelajar sekolah menengah pertama, menengah atas hingga perguruan tinggi semester-semester awal. Bahkan, IPPNU akan memasuki pesantren yang mengajarkan pemikiran ramah terhadap kekerasan seperti pesantren Abu Bakar Ba‘asyir di Solo.

Program bertajuk sekolah perdamaian ini akan bergerak selambatnya bulan Juni 2013 mendatang, tandas Dewi Chandra ditemani beberapa rekanita PP IPPNU yang tengah mempersiapkan pelantikan PP IPPNU awal Maret 2013.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Warta, Kyai RMI NU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung

Temanggung, RMI NU Tegal. Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Qautrunnada Wahid mengirimkan bantuan air bersih dan penampung air di desa Tlogopucang kecamatan Kandangan kabupaten Temanggung. Putri sulung Gus Dur ini bersama komunitas lintas agama secara simbolis menyerahkan bantuan yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung

Dalam kegiatan ini, telah disumbang air bersih yang bekerjasama dengan BPBD Temanggung, puluhan water torrent. Kegiatan ini digerakkan oleh GUSDURian Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katholik St Petrus dan Paulus, TITD Cahaya Sakti, GPdI, Paduan Suara GKI Kelapa Cengkir Jakarta, Ehipassiko Family Club, KSP Mitra Abadi Jaya dan elemen lainnya.

Alissa didampingi oleh Romo Petrus Santoso, Pendeta Darmanto Lemuel, Pendeta Hoo Hwa Hooi, Pendeta Simon, serta sejumlah tokoh agama lainnya.

RMI NU Tegal

"Bantuan ini dikumpulkan dari para dermawan lintas agama. Para tokoh agama yang ada memberikan kontribusinya dengan menyumbangkan harta, tenaga, dan waktunya untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana kekeringan, dalam hal ini di Tlogopucang," kata Alissa.

Menurut Alissa, kekeringan tidak hanya menjadi keprihatinan, namun butuh tindakan nyata menyelamatkan masyarakat dari krisis air. Bantuan yang disalurkan melalui Jaringan GUSDURian ini pada dasarnya hanya bersifat sementara karena tidak mengatasi akar persoalan. Namun kebutuhan yang mendesak, sifat sementara itu diprioritaskan.

RMI NU Tegal

"Yang permanen misalnya membuat sumur bor atau saluran air yang mencukupi kebutuhan seluruh warga," paparnya.

Kepala BPBD Temanggung Agus Sudaryono menjelaskan, jika semula kekeringan di wilayah lereng Sindoro dan Sumbing ini hanya tujuh kecamatan, pada akhir Agustus jumlah tersebut meningkat menjadi 11 kecamatan. Angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat apabila kekeringan masih berlangsung.

"Ada 56 dusun sekarang yang mengalami kekeringan," tutur Agus.

Agus menambahkan, total anggaran penanganan kekeringan di kabupaten Temanggung sebanyak Rp 80 juta. Jumlah ini telah dikurangi dengan distribusi yang dilakukan selama ini. Anggaran yang menipis telah dibantu oleh pihak ketiga baik perusahaan maupun organisasi.

"Termasuk dalam hal ini GUSDURian Temanggung," tandas Agus. (Abaz Zahrotin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Budaya RMI NU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Brebes, RMI NU Tegal - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, menyelenggarakan Tarling ataupun Tarawih Keliling. Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi wahana silaturahim dan syiar Ahlussunnah wal Jama’ah pengurus GP Ansor setempat di desa-desa.

Tarling dilaksanakan dari tanggal 5 Ramadhan sampai dengan 21 Ramadhan. Pada hari ke-9 Ramadhan, Tarling bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Lengkong, Wanasari, Brebes.

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Bayu Rohmawan, Ketua PAC GP Ansor Wanasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Pihaknya menyiapkan para dai yang mengisi kultum (kuliah Tujuh menit) dalam rangkaian shalat tarawih berjamaah ini.

Para dai tersebut, tambahnya, sudah melewati Kursus Dai Muda Aswaja yang digelar GP Ansor Wanasari sebelum bulan puasa tiba. Mereka didorong untuk punya misi dakwah Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), moderat (moderat), tegak lurus (i’tidal) dan amar maruf nahi munkar sesuai dengan prinsip Nahdlatul Ulama.

RMI NU Tegal

“Kami berharap misi dakwah GP Ansor bisa dipahami oleh masyarakat serta menambah ukhuwah anggota GP Ansor dengan masyarakat,” terang Bayu.

RMI NU Tegal

Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari dan untuk tahun 2016 ini dilaksanakan di 9 Desa di Kecamatan wanasari antara lain Desa Glonggong, Wanasari, Lengkong, Kupu,Dumeling,Siasem, Klampok, Siwungkuk dan Desa Sawojajar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai RMI NU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII

Jepara, RMI NU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Hadlirin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mempunyai cara untuk menguatkan kader-kadernya dengan Pelatihan Basis.

Kegiatan yang diikuti 40 peserta dilaksanakan di Gedung NU lantai 2, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jum’at-Ahad (27/2-1/3). Puluhan peserta itu hadir dari Jepara, Pati, Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Banyuwangi dan Surabaya.

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Basis, Kuatkan Ideologi PMII

Selama pelatihan peserta mendapat materi Analisis Diri, Historis PMII dan Geologi Gerakan, Aswaja, Paradigma Gerakan, Islam Teologi Pembebasan, Feminisme, Studi Dasar Demokrasi, Kapitalisme, Developmentalisme, Teologi Pendidikan Kritis, Teori Dialektika, Pemikiran Madzhab Frankfrut, Teori Hegemoni dan Teori Kritik Sosial.

RMI NU Tegal

Ketua panitia Ardian Saiful Adnan mengatakan kegiatan yang bertajuk “Optimalisasi Gerakan PMII Melalui Basis Wacana” itu bertujuan untuk menguatkan basis ideologi dan wacana kader PMII.

RMI NU Tegal

Ainul Mahfudz, Ketua PMII Cabang Jepara menambahkan dirinya prihatin dengan krisis wacana dan ideologi kader. “Sehingga kegiatan ini sangat penting untuk penguatan ideologi aswaja serta wacana,” terangnya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut bermanfaat untuk organisasi, pribadi masing-masing dan wacana serta ideologi kader semakin berkualitas. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Humor Islam, Lomba RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Bojonegoro, RMI NU Tegal - Banyak orang memandang sebelah mata sampah keluarga maupun barang-barang bekas lainnya. Namun Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah-sampah agar menjadi bernilai jual.

Hal itu dilakukan melalui diskusi rutin Obrolan Bareng Ansor (Obor) di masjid Al-Muttaqin Dusun Bendo Desa Katur Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jumat (1/4). Dengan mengangkat tema Pengelolaan Sampah Untuk kesadaran Lingkungan dan Perekonomian umat, GP Ansor Gayam menghadirkan praktisi Bank Sampah Samsul Hadi sebagai narasumber.

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual

Samsul Hadi menjelaskan, mengelola lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan cara mengelola sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sampah yang tidak terkelola juga menjadi pemicu banjir dan dampak buruk lainya.

"Mari kita kelola sampah yang ada ini menjadi sesuatu yang produktif. Supaya lingkungan kita sehat dan sampahnya sendiri akan memiliki sesuatu yang produktif," ajaknya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Untuk menguatkan, ia memberikan contoh, selama ini sampah telah menjadi bisnis tetapnya. Dari situ ia mendapatkan uang hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, dari usaha yang ditempuhnya selama dua tahun tersebut saat ini ia telah memiliki aset berupa sejumlah kendaraan.

Diharapkan, pemuda Ansor dan masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam turut mengelola sampah dengan bijak. Selain membentuk masyarakat yang cinta terhadap lingkungan, kelola sampah mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi.

"Harapan kami diskusi ini dapat ditindak lanjuti dengan aksi yang nyata oleh sahabat-sahabat Ansor," harapnya.

Ketua GP Ansor Gayam Nur Chamid menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti diskusi ini dengan melakukan pengelolaan sampah yang ada di masyarakat. Apalagi, Ansor memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang nantinya bisa menjadi lembaga yang mengoordinasi pengelolaan sampah tersebut.

"Nantinya KSU yang akan membeli sampah dari masyarakat serta mendistribusikan ke pembeli yang lebih besar," tandasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Kyai, Lomba RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Peserta Konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo melakukan kunjungan untuk menjalin komunikasi dengan KH Said Aqil Siroj.

Seusai pertemuan yang berlangsung menjelang maghrib, ia menyampaikan hasil perolehan suara Partai Demokrat di kantong-kantong NU yang turun pada pemilu 2014 ini, berbeda dengan tahun 2009.

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU

“Kiai Said Aqil memberi banyak saran dan masukan. diantaranya komunikasi partai dengan warga NU harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” katanya.

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, kunjungannya kali ini bukan untuk meminta dukungan agar terpilih sebagai capres dalam konvensi partai yang akan segera diputuskan pemenangnya.

RMI NU Tegal

Ruhut Sitompul ikut dalam kunjungan tersebut, Kiai Said dan Pramono sudah saling kenal ketika umroh bareng zaman kepresidenan Megawati, saat anak dari Sarwo Edhi ini menjabat sebagai ajuan presiden. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kyai RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

“Tahun 1957, saya mula-mula dekat dengan Pak Djamaludi Malik ketika suasana politik pro dan anti Komunis mulai memanas. Saat itu, mulai dilakukan gerilya terhadap kegiatan Lekra yang semakin melebarkan sayapnya. Sejak itu pula, saya mulai berkenalan dengan NU.”

Demikian kalimat Misbach Yusa Biran tulisan berjudul Pertegas Dulu Orientasi Fiqh Kesenian NU. tulisan tersebut sebagai penghantar dalam buku Lesbumi karya Choirotun Chisaan yang diterbitkan LKiS, Yogyakarta 2008.

Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

Indonesia pasca kemerdekaan, utamanya di tahun-tahun 50an hingga 60an memang “ramai” terkait dengan polemik kebudayaan. Misalnya muncul istilah “Seni Otonom” lawan “Seni Bertendensi”. Polemik makin tebal dan terang benderang, umpamanya perkara pro dan kontra politik Komunis, tempatnya Lekra. Pada masa itulah, masing-masing seniman dan budayawan mencari “rumah” yang bisa melindungi kepentingannya, karyanya, perjuangannya, dan cita-citanya.

NU, seperti yang kata Asrul Sani, menangkap dengan cerdas situasi tersebut. 

“Djamaludin Malik datang kepada Wahid Hasyim. Dan Wahid Wasyim berpendapat, ‘Ini kan pasar besar!’ Sikap kita adalah di segala tempat kita mesti hadir. NU yang datang dari dunia pesantren harus terbuka meihat perkembangan,” cerita Asrul pada majalah Vista, 1988. Inilah salah satu dasar pemikirian NU mendirikan Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi). 

Cerita Asrul seikat dengan pendapat Abd. Mun’im DZ. Ia bilang, “NU berkentingan juga untuk memperkuat di bidang kebudayaan. Orang-orang hebat seperti Pak Asrul Sani hanya cocok dan nyaman dengan NU, karena memiliki kesamaan visi yang sama, baik di bidang kesenian, kebudayaan, keindonesiaan dan tentu saja keagamaan NU,” ujar Mun’im pada saya.

RMI NU Tegal

Dari sedikit catatan di atas, menjadi mafhum bahwa para budayawan dan seniman dari pelbagai bidang berbondong-bondong aktif dan menggerakkan Lesbumi di pelbagai daerah Indonesia. Misbach Jusa Biran adalah salah satunya. 

“Lesbumi bisa lebih aktif melawan Lekra maka saya minta izin HSBI untuk memimpin Lesbumi,” tulis Misbach. “Lesbumi tidak mudah diruntuhkan oleh Lekra meskipun di dalam tubuh Lesbumi terdapat musuh besar Lekra, yaitu Usmar Ismail, Asrul dan penyair Anas Ma’ruf,” lanjutnya. 

Setelah Lesbumi lahir tahun 1962 di Bandung, Misbach makin intens dengan NU,  meski pada saat yang sama dia bilang tetap “jaga jarak”. Misalnya, tidak mau menjadi anggota DPR mewakili dari Partai NU. Namun, dia menyokong Partai NU agar Aswaja memiliki wadah dalam kancah politik. Ia juga mengapresiasi berdirinya Lesbumi sebagai langkah yang maju dari NU. Di sisi lain, ia bertanya, kenapa masih ada kyai yang belum sreg dengan wadah perjuangan di bidang seni dan budaya.

Hari ini, 11 April 2012, Pak Misbach pulang ke Rahmatullah. Apakah akan muncul lagi dari kita seorang yang intens dan kritis sekaligus pada NU. Apakah Indonesia sudah punya pengganti seorang sineas dan seniman yang memiliki visi kebudayan ke depan?

RMI NU Tegal

Pertanyaan di atas kiranya penting diajukan, bukan saja  Lesbumi sedang memperingati hari lahir yang ke-50 tahun atau masih dekat dengan hari film nasional, tapi ada hal yang lebih lebih besar lagi, yakni secara keseluruhan pemerintah Indonesia dinilai tidak memperhatikan kebudayaan dengan benar, jujur, dan sehat. Selamat jalan Pak Misbach. Semoga karyamu menjadi amal jariyah. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, AlaSantri, Nusantara RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal

Makassar, RMI NU Tegal

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyampaikan kuliah umum di hadapan 2000 mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Islam Makassar Sabtu (15/10) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 9.

Dalam kuliah umumnya, ia memotivasi kepada mahasiswa baru, jangan dibiasakan “menenteng” proposal untuk memenuhi kegiatan semisal organisasi karena sesungguhnya Islam mengajarkan tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah. Menurut dia, anak muda harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhannya.

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal

Soal kerja keras, ia bercerita sewaktu dilantik banyak yang meragukan kinerja Kementerian Petanian. Selama 6 bulan pihaknya tidak melakukan sosialisasi apa pun kepada media massa. Kementan berkeliling kurang lebih ke 300 kabupaten di Indonesia untuk mencari persoalan yang menghambat kemajuan pertanian dan ditentukan solusinya.

RMI NU Tegal

“Akhirnya kami mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Alhamdulillah hasil pertanian kita meningkat tajam,” ungkapnya pada kegiatan bertema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan.”

Kementan, sambungnya, juga punya komitmen memberantas korupsi. Kementan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, kejaksaan dan kepolisian mendampingi kerja-kerja Kementan.

RMI NU Tegal

“Saat ini KPK memiliki ruang kerja di Kementerian Pertanian untuk mengawasi seluruh kinerja kami. Selain itu biaya perjalanan kita kurangi dan mengalihkan untuk membeli traktor yang diperuntukkan petani,” terangnya seraya menyebutkan, saat ini Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan dalam mengurangi impor.

Kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi UIM, ia berharap untuk meningkatkan tugasnya yaitu studi sesuai jurusan masing-masing.

“Belajar, belajar, dan belajar. Kami berharap kepada seluruh stakeholder UIM berkontribusi memajukan pertanian,” pintanya.

Sebelumnya, Rektor UIM Majdah Agus Arifin Numang berkisah, pada tahun 1980-an ada anekdot di tengah masyarakat dalam bentuk pertanyaan, apa bahasa Arab universitas di tengah sawah?

Jawabannya, kata Ketua Muslimat NU Sulawesi Selatan ini, adalah Al-Gazali sebab pada waktu, UIM masih bernama STAI Al-Gazali dan STIP Al-Gazali yang berada di pesawahan.

“Alhamdulillah saat ini UIM terus berbenah, bersama-sama Pengurus Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan serta Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali tak henti-hentinya membangun sarana dan prasarana kampus yang kita cintai,” jelasnya yang disusul dengan melaporkan saat ini UIM memiliki program desa sejahtera, mandiri dan berkarakter yang dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial RI.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Yayasan KH Abd Kadir Saile, Wakil Rektor I Prof Arfin Hamid, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV Muammar Bakry, Direktur PPS Nurul Fuadi, Dekan FKIP Arfah Shiddiq, Dekan Fak. Ilkes Rivai Pakki, Dekan Fak. Pertanian La Sumange, Dekan Sastra Prof Abd Jalil, Dekan Fak. Teknik Suradi. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Aswaja, Budaya RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

Surabaya, RMI NU Tegal. Ada yang berbeda di panggung Bazar Ramadhan PWNU Jawa Timur, Jumat (9/6) malam. Karena akan ada prosesi pengibaran bendera merah putih lengkap dengan lagu Indonesia Raya. Yang unik adalah lagu kebangsaan tersebut akan diiringi dengan musik hadrah khas nahdliyyin.

?

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

"Iringan musik hadrah tersebut diaransemen oleh Komunitas Qasidah Surabaya atau KQS," kata Ustadz Zaini, koordinator KQS, Jumat (9/6) pagi. Menurutnya, ini merupakan kreasi baru yang unik. Mungkin baru pertama kali ini lagu Indonesia Raya diiringi musik hadrah, lanjutnya.

?

Penampilan tersebut sebagai mata rangkai episode spesial Ramadhan bertajuk "Romadonesia: Meneguhkan Kembali Khittah Keindonesiaan" yang dipersembahkan Cangkir9. Cangkir9 sendiri adalah forum cangkruk dan fikir yang digagas para pegiat PWNU Jatim. Dan penampilan nanti malam sekaligus memperingati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia versi hijriyah yang tepatnya jatuh 9 Ramadhan.?

RMI NU Tegal

?

Mengingat ini adalah inovasi serta dilakukan kepada lagu kebangsaan yang sakral, KQS mempersiapkan dengan sebaik mungkin. "Lebih dari 20 personel terbaik KQS dihadirkan. Ada yang dari Mojokerto, Gresik, dan yang banyak dari Surabaya sendiri," terangnya.?

?

Untuk arasemennya, pembina di KQS yakni Bapak Buya Arif turun tangan langsung. Yang bersangkutan dikenal sebagai musisi senior dan sangat berpengalaman dalam menggarap aransemen musik islami. "Dalam latihan persiapannya, beliau tampak serius dan jeli dalam memadukan beberapa jenis musik, mulai dari rebana, gambus, biola, bass, bahkan juga angklung," tandasnya.

RMI NU Tegal

?

Kehadiran Buya Arif diharapkan bisa menampilkan lagu Indonesia Raya dalam aransemen hadrah khas NU dengan baik dan berkesan. "Melalui panggung Cangkir9 besok, inovasi kreatif ini diharapkan bisa menginspirasi bahwa nasionalisme melalui lagu kebangsaan dapat dipadukan budaya keislaman dalam hal ini melalui musik hadrah," jelasnya.?

?

Selain lagu Indonesia Raya, mars Syubbanul Wathon juga akan diaransemen versi hadrah. Dalam latihan terakhir kemarin, mars gubahan KH Abd Wahab Chasbullah tersebut terasa lebih hidup dengan chemistry ke-NU-annnya lebih kuat ketika dinyanyikan dengan iringan musik hadrah.

?

Bagi masyarakat yang penasaran dengan penampilan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan versi hadrah bisa hadir di Bazar Ramadhan PWNU Jatim. Lokasinya berada di parkir utara kantor setempat yang beralamat di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB usai shalat tarawih. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Quote, Tokoh RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Rais ‘Aam Berharap Syuriyah Mampu Berperan Sentral

Jakarta, RMI NU Tegal

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap jajaran syuriyah NU di seluruh tingkatan mampu berperan sentral dalam mengendalikan organisasi.?

“Syuriyah itu pengarah, karena itu fungsi-fungsi itu harus dijalankan dengan baik, supaya bisa menggerakkan tanfidziyah,” katanya di Gedung PBNU, Selasa (22/03).?

Rais ‘Aam Berharap Syuriyah Mampu Berperan Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Berharap Syuriyah Mampu Berperan Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Berharap Syuriyah Mampu Berperan Sentral

Ia menuturkan, dalam sejarahnya, jajaran syuriyah NU memiliki peran yang sangat sentral sebagaimana dijalankan oleh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah. Syuriyah harus mampu menjalankan tanpa meminta diperankan.?

“Masalahnya syuriyah itu minta diperankan, bukan memerankan diri. Kalau minta diperankan bukan penggerak, bukan pengarah,” evaluasinya.

Dalam rangka meningkatkan konsolidasi ini KH Ma’ruf Amin secara rutin berkunjung ke sejumlah wilayah NU. “Saya berkunjung ke daerah ada yang memang diundang daerah, ada yang acara lain, kemudian saya menyempatkan untuk konsolidasi,” paparnya.

RMI NU Tegal

Sebagai langkah untuk meningkatkan peran tersebut, Kiai Ma’ruf meminta agar jajaran syuriyah membuat pertemuan-pertemuan secara periodik seperti di PBNU yang menggelar rapat setiap bulan.?

“Syuriyah bisa membuat arahan-arahan atau meminta informasi dari tanfidziyah,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kapasitas, PBNU akan melakukan kaderisasi syuriyah, supaya syuriyah tidak hanya paham soal baca kitab, tetapi juga mampu melakukan penguasaan terhadap perkembangan dan tantangan organisasi.?

RMI NU Tegal

“Dalam konsolidasi ini, kita juga membangun ghirah nahdliyah atau? semangat ke-NU-an. Bagaimanapun kalau tidak ada semangat tidak jalan,” tuturnya.?

Banyak hal telah dilakukan oleh PBNU, tetapi ia menegaskan, tak bisa langsung berubah karena semuanya butuh proses. Dengan membangun sistem yang lebih baik, maka organisasi akan berjalan dengan lebih baik pula. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Kyai RMI NU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, RMI NU Tegal - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

RMI NU Tegal

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

RMI NU Tegal

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Pertandingan, AlaSantri RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Pati, RMI NU Tegal. Ada kejadian menyentuh hati kala Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari. Dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kesaksian ini diceritakan dokter H Imron Rosyidi kepada RMI NU Tegal usai tahlil malam kedua yang digelar di kediaman Rais Aam, Sabtu (25/1) malam. Dokter pribadi keluarga Mbah Sahal ini mengaku merinding mendengar lantunan hadlarah (bacaan sebelum tahlil) dari bibir Mbah Sahal yang terbaring lemah.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Dokter muda yang juga direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Pati ini menambahkan, saat membaca tahlil Mbah Sahal mengirim fatihah kepada para wali, kepada Mbah Mutamakkin, kepada PBNU, dan para ulama se-dunia. Setelah itu, Rais Aam tiga periode ini (1999-2004, 2004-2009, 2010-2014) berulang kali membaca aneka surah Al-Quran yang dihafal.

Dalam pantauan RMI NU Tegal, tahlil malam kedua di kediaman Mbah Sahal komplek Pesantren Maslakul Huda diikuti oleh lebih dari 2000 orang. Tahlil yang dipimpin KH Asmu’i ini juga dihadiri para kiai dari segenap pesantren di Desa Kajen. Pengasuh Pesantren Putri Roudloh At-Thahiriyyah KH Muadz Thohir dan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putri KH A Nafi’ Abdillah nampak sibuk mempersilakan tamu.

RMI NU Tegal

Menurut KH Umar Faruq al-hafidz, tahlil malam pertama juga dipenuhi para jamaah hingga meluber hingga jalan. Sementara kendaraan para pelayat sebagian besar diparkir di halaman RSI Pati, 100 meter arah barat dari pesantren Mbah Sahal. “2000 kursi yang disediakan panitia tidak cukup. Sebagian jamaah mengikuti tahlil dari musholla di mana Mbah Sahal kemarin disholati,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Ubudiyah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Sepekan Lesbumi Jatim Gelar Pameran Kesenian

Surabaya, RMI NU Tegal. Di penghujung tahun ini, Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Jawa Timur menggelar pameran budaya seni lukis, pentas musik, sastra, dan seminar budaya. Kegiatan bertajuk "NU di Tahun Kebudayaan 2014", berlangsung sepekan, dari 21 hingga 27 Desember 2014.

Sehubungan dengan “Tahun Kebudayaan” yang dicanangkan Pemerintah Pronvinsi Jawa Timur, Lesbumi NU Jatim menggelar serangkaian acara kesenian. "Kegiatan dipusatkan di gedung PWNU Jawa Timur, Jl Masjid Al-Akbar No 9 Surabaya," kata Nonot Sukrasmono kepada RMI NU Tegal (21/12).

Sepekan Lesbumi Jatim Gelar Pameran Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepekan Lesbumi Jatim Gelar Pameran Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepekan Lesbumi Jatim Gelar Pameran Kesenian

Acara dibuka secara resmi oleh Dirjen Kebudayaan Prof Kacung Marijan dan diawali dengan orasi budaya oleh KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang juga Ketua PWNU Jawa Timur, sekaligus menandai dibukanya pameran lukisan kaligrafi yang menampilkan karya para seniman di Jawa Timur.

RMI NU Tegal

"Kegiatan ini merupakan respon Lesbumi PWNU Jawa Timur atas agenda Pemprov Jatim yang mencanangkan Tahun 2014 sebagai Tahun Kebudayaan," kata Nonot, sapaan akrabnya. Sebagai bagian dari warga di provinsi ini, ternyata banyak seniman yang mempunyai beragam ekspresi lahir dari lingkungan warga NU, lanjutnya.  

"Dengan kegiatan ini, Lesbumi ingin menunjukkan capaian tersendiri bagi NU di bidang kebudayaan, khususnya yang tercermin dalam berbagai ekspresi kesenian, seperti seni rupa, seni sastra, seni musik dan  pemikiran kebudayaan," katanya.

RMI NU Tegal

Mashuri, salah seorang panitia merinci, bahwa kegiatan workshop kaligrafi diadakan pada Senin (22/12), oleh pakar kaligrafi HM Sulaihan. Pada hari yang sama juga digelar diskusi budaya bertajuk "Kebudayaan dalam Pandangan Nahdlatul Ulama" dengan pembicara Eros Djarot (sutradara dan pencipta musik, Jakarta), Acep Zamzam Noor (penyair asal Pesantren Cipasung, Tasikmalaya) dan Suko Widodo (Dosen Komunikasi Unair)..

Di bidang sastra, diluncurkan penerbitan buku puisi berjudul "Tasbih Hijau Bumi", sekaligus didiskusikan pada Selasa (23/12) dengan menghadirkan Binhad Nurohmat (penyair, Jakarta), M. Shoim Anwar (sastrawan Surabaya) dan dipandu Chamim Kohari (Mojokerto).

"Kami mengawali penerbitan buku sastra dengan 99 puisi, berusaha menunjukkan khazanah ekspresi dalam bentuk puisi yang dilakukan mereka yang mempunyai latar belakang santri dan hidup di lingkungan masyarakat NU," kata Mashuri, ketua pelaksana kegiatan ini.

Sedangkan pergelaran seni musik islami, dalam rangkaian ini menampilkan musik Burdah dari Banyuwangi, Terbang Jidor dari Lamongan, Ketrung dari Tulungagung. "Pentas ini diadakan pada Selasa tanggal 22 Desember," katanya. Sedang pada keesokan harinya, Rabu (23/12) ditampilkan pentas musikalisasi puisi bersama Kelompok Tikar Merah UIN Sunan Ampel Surabaya, Kelompok Sampan Tanpa Lautan dan Bengkel Muda Surabaya," ungkapnya.

Sedang pada penutupan kegiatan yakni Sabtu (27/12) dipentaskan musik patrol dari Sidoarjo, dan pemutaran film dokumentar "NU di Tahun Kebudayaan".

Selama kegiatan ini berlangsung, pameran lukisan bisa disaksikan untuk umum, menampilkan karya para pelukis. Seperti, Nonot Sukrasmono, Nashar Batati, Khusnul Bahri, Andik Eko, Budi Sulaiman, Iwan Suwarno, Zainal AM, Nabila Dwi Gayatri, Lutfi Sakato, Wadji MS, Eddy Kuas, Sulton Akbar, Lukman, Amir Kiah, Farid, Edi Santoso, dan Samduro.

"Kami membuka seluas-luas kepada masyarakat dan publik seni untuk hadir dalam kegiatan, baik pameran, seminar dan pentas kesenian," tandas Nonot. Kami berharap masyarakat terbuka wawasannya tentang kesenian, khususnya bagian ekspresi para seniman di lingkungan NU dan masyarakat secara luas, lanjutnya.

Acara pembukaan dimeriahkan pentas musik Albanjari dari Tuban. Tampak hadir , sejumlah kalangan seperti Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya. Juga para pejabat dan pengurus PWNU Jatim, baik dari badan otonom maupun lembaga dan lajnah. (Syaifullah/Abdullah)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai RMI NU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Pemerintah Imbau Ulama Pimpin Doa dan Zikir

Medan, RMI NU Tegal

Pemerintah, melalui Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau para ulama, pimpinan pondok pesantren untuk memimpin umat melakukan doa dan zikir bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.

“Pada hari Jumat, Bapak Presiden akan melakukan doa dan zikir serta taubat nasuha di Masjid Istiqlal, Jakarta,” kata Menag sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers yang diterima RMI NU Tegal. Menag menyatakan hal itu pada silaturahim dengan alim ulama se-Sumatera Utara, di Asrama Haji Medan, Kamis (8/3).

Pemerintah Imbau Ulama Pimpin Doa dan Zikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Imbau Ulama Pimpin Doa dan Zikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Imbau Ulama Pimpin Doa dan Zikir

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedianya akan hadir pada acara tersebut, namun berhalangan karena gempa bumi di Sumatera Barat dan kecelakaan pesawat Garuda Indonesia.

Pada acara yang dihadiri sekitar 1.000 ulama, pimpinan pondok pesantren serta ormas Islam itu, hadir Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede, Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah, para Kepala Kanwil Depag se-Sumatera.

Menag mengatakan, pertemuan alim ulama itu memiliki makna penting untuk menangkap aspirasi dalam peningkatan pondok pesantren di masa depan karena tantangan globalisasi yang semakin besar. Sementara, pada tingkat nasional, kualitas sumber daya manusia di negeri ini masih rendah, begitu pula dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia.

RMI NU Tegal

“Hendaknya menjadi perhatian kita, bahwa peran alim ulama pimpinan pondok pesantren makin besar. Karena itu lembaga pesantren diharapkan dapat meningkatkan tiga fungsi pondok pesantren yang dirangkum dalam trilogi pengembangan pesantren,” ujarnya.

Trilogi itu mencakup, kata Menag, pertama sebagai lembaga keagamaan yang mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan nilai Islam yang melahirkan kader-kader ulama dan pemuka agama di masa depan. Kedua, pesantren sebagai lembaga pendidikan dalam pengembagan ilmu dan teknologi, ekonomi serta budaya yang melahirkan sumber daya manusia produktif menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memilki kepekaan sosial dalam mengatasi masyarakat.

Ketiga, pesantren sebagai lembaga sosial yang menjaga harmoni masyarakat, melakukan kontrol sosial dan sebagai pusat perubahan sosial yang pada gilirannya menumbuhkan penguatan masyarakat. Selain itu, pesantren sebagai salah satu pilar bangsa perlu selalu ditingkatkan.

RMI NU Tegal

Ditambahkan, pesantren perlu memilki visi pembangunan yang jelas. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan pesantren antara lain pesantren sebagai agen dakwah. “Dakwah sebagai misi suci yang sudah melekat dalam dunia pesantren. Para ulama, kiai, tuan guru terkenal dengan keikhlasannya akan tetapi dakwah saat ini perlu direspon secara kreatif sehingga sasaran dakwah mampu menjangkau lebih luas dalam masyarakat yang heterogen,” kata Menag.

Selain itu, pesantren sebagai penyemai bibit unggul pesantren perlu mengembangkan kewirausahaan agar para santri lebih memandang masa depannya yang optimis dan memilki daya sains pada tingkat nasional dan internasional. “Pesantren juga sebagai mediator pembanguan pada masyarakat. Mengembangkan wawasan kebangsaan, menebarkan rahmat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (rif/dpg)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai RMI NU Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Pemkab Brebes Peringati Hari Jadi Ke-337 dengan Tahlilan

Brebes, RMI NU Tegal. Jajaran pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Brebes Jawa Tengah menggelar tahlil dalam rangka hari jadi ke-337 Kabupaten Brebes. Tahlil digelar di ruang Mbah Joko Poleng Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/1) pagi. Tahlil digelar untuk menghormati para mendiang mantan Bupati Brebes yang sudah menghadap Illahi.

Imam Masjid Agung Brebes KH Aminudin Afif memimpin pembacaan tahlil yang diikuti Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo, Sekda Brebes H  Emastoni Ezam SH MH dan Pejabat eselon II, III, IV hingga Camat se Kabupaten Brebes.

Pemkab Brebes Peringati Hari Jadi Ke-337 dengan Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Brebes Peringati Hari Jadi Ke-337 dengan Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Brebes Peringati Hari Jadi Ke-337 dengan Tahlilan

Bupati Brebes menjelaskan, kegiatan tahlil tidak hanya di Pendopo saja tetapi juga di makam para mantan Bupati di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Brebes. “Sebagai penerus, kami berniatan lillahi taala dan menghargai jasa para pahlawan (pemimpin) yang terdahulu,” kata Bupati usai tahlil di Pendopo.

RMI NU Tegal

Rombongan Bupati Brebes dan Wakil Bupati Brebes Narjo, Sekda beserta para Kepala SKPD dan pejabat terkait melakukan ziarah secara marathon. Diawali ke komplek makam aulia Mbah Rubi di Desa Klampok Kecamatan Wanasari.

Di makam itu terdapat makam Bupati Brebes Raden Aria Singasari Panatayuda II yang memerintah Brebes pada tahun 1838-1856. Juga makam Raden Aria Singasari Panatayuda III yang menjadi Bupati Brebes tahun 1856-1876.

RMI NU Tegal

Di makam Ndalem Klampok, peziarah melakukan tahlil dan doa bersama Rombongan berlanjut ke Makam Kertabesuki, Kecamatan Wanasari. Di makam tersebut terdapat makam H  Mohammad Tadjudin Nooraly, Bupati ke-27. Tajudin yang merupakan putra daerah tersebut menggantikan Syamsudin Sagiman.

Dalam sejarah pemerintahan, dia tercatat sebagai Bupati pertama yang mewakili partikelir (swasta) karena sebelumnya sebagai wirausahawan dan Ketua PUSKUD Jateng. Tajudin dinobatkan sebagai Bupati tercepat se Indonesia dalam pelunasan PBB selama 3 tahun berurut.

Selain itu terkenal sebagai Kepala Daerah yang blusukan jauh sebelum Jokowi melakukan hal serupa. Juga menciptakan trobosan berupa pendirian Badan Usaha Milik Daerah, jalan lingkar selatan Bumiayu dan pengembangan wisata Par In serta UMKM.

Putra Sawojajar ini meninggal pada saat masih menjabat sebagai Bupati pada 19 November 2001 di rumah sakit Advent Bandung. Bupati ini terkenal dengan ucapannya sing penting preketeke.

Perjalanan ziarah dilanjutkan ke Dalem Sura, Desa Suro Kidul Kec Pagerbarang Tegal. Di ndalem sura terdapat makam R Adipati Aryo Singasari Pranata Yuda I. Beliau memimpin Brebes selama 27 tahun. Dalam kesempatan tersebut rombongan ziarah juga membacakan doa dan tahlil. (wasdiun/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai RMI NU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Mantapkan Penguatan Organisasi Lewat Maulid Nabi Muhammad SAW

Probolinggo, RMI NU Tegal - Sedikitnya 300 orang jam’iyah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Sumberasih yang dipimpin oleh Nyai Hanina menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ranting Muslimat NU Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Selasa (19/12).

Meskipun lokasinya berada di pulau kecil di tengah-tengah laut, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pengurus Muslimat NU untuk datang ke lokasi tersebut dengan menaiki perahu kecil.

Mantapkan Penguatan Organisasi Lewat Maulid Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Penguatan Organisasi Lewat Maulid Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Penguatan Organisasi Lewat Maulid Nabi Muhammad SAW

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati beserta segenap pengurus. Tidak ketinggalan pula para pengurus Badan Otonom (Banom) NU perempuan seperti Fatayat NU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) di Kecamatan Sumberasih.

RMI NU Tegal

Alhamdulillah, meskipun harus menyeberang lautan sekitar 30 menit semua pengurus Muslimat NU kompak hadir di Pulau Gili Ketapang. Ini merupakan wujud dari kebersamaan dan perjuangan untuk menjaga ukhuwah Islamiah serta menjunjung NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Sumberasih Nyai Hanina.

Sementara Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati menyampaikan pentingnya dalam sebuah perkumpulan di majelis taklim agar dapat memberikan wawasan serta mengajak warga masyarakat untuk terus meningkatkan nilai-nilai ibadah yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Rutinitas shalat, muslimatan, sarwean dan shalat berjamaah di masjid hendaknya lebih ditingkatkan. Selain amalan yang lainnya seperti memberikan santunan pada yatim piatu dan  amal shodaqoh yang lainnya,” katanya.

RMI NU Tegal

Menurut Nurhayati, keikutsertaan pengurus Muslimat NU di Pulau Gili Ketapang ini dilakukan sebagai bentuk syiar serta dapat mengenalkan potensi alam yang ada di Pulau Gili Ketapang yang sangat indah dengan pemandangan karang di bawah laut. Selain itu juga mengenalkan adat istiadat serta budaya yang ada.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu semakin memantapkan dan motivasi para pengurus Muslimat NU untuk lebih memajukan organisasi sehingga ke depan mampu lebih berbuat untuk masyarakat,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Sejarah, News RMI NU Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Lesbumi PBNU Tekankan Pentingnya Menjaga Identitas dan Budaya Bangsa

Jakarta, RMI NU Tegal

Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Agus Sunyoto menyatakan bahwa globalisasi merupakan produk kapitalisme global yang berpotensi menggerus identitas bangsa, etnis, bahasa, budaya, agama, dan segala yang berciri lokal. Apabila suatu bangsa sudah tidak memiliki identitas bangsa, maka bangsa itu akan punah.

“Jika perubahan kekuasaan politik terjadi, maka suatu bangsa yang tidak memiliki identitas kuat akan hilang dari peradaban,” ungkap Agus saat Jumpa Pers usai Rakernas Lesbumi, Kamis (28/1/2016) di Media Center Gedung PBNU Lantai 5.

Lesbumi PBNU Tekankan Pentingnya Menjaga Identitas dan Budaya Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi PBNU Tekankan Pentingnya Menjaga Identitas dan Budaya Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi PBNU Tekankan Pentingnya Menjaga Identitas dan Budaya Bangsa

Ia menegaskan, suatu bangsa akan digiring oleh setting kapitalisme global menjadi masyarakat satu dunia yang memiliki satu identitas. Desain kapitalisme global yang telah disiapkan sejak abad ke-17 dirumuskan secara sistematis untuk memberikan persepsi bahwa bangsa barat merupakan bangsa superior.

“Mengapa budaya barat superior, sedangkan budaya lokal sendiri inferior. Sebenarnya Indonesia bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Maka perlu kita perkuat tradisi lokal, jangan sampai kita menjadi bangsa inlander seperti yang dicita-citakan mereka,” tegas Agus didampingi pengurus Lesbumi lain, Candra Malik dan Jadul Maula.?

Ia menambahkan, lahirnya Islam Nusantara merupakan jawaban dari permasalahan kapitalisme global yang merongrong budaya lokal bangsa. Upaya untuk menangkal bahaya liberalisme dan fundamentalisme merupakan tujuan Islam Nusantara seperti Gerakan Non-blok menetralisir perang dingin blok barat dan blok timur.

RMI NU Tegal

“Proses Islamisasi di Indonesia disiarkan melalui kesenian bukan melalui pedang. Islam yang menyatu dengan budaya membentuk suatu peradaban yang khas. Hal itu yang membedakan Islam di Indonesia dengan bangsa lain,” pungkasnya. (Afifah Marwa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Kyai, Tegal, Doa RMI NU Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru

Jakarta, RMI NU Tegal. Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Salahuddin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah, berharap konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak melahirkan partai baru.

"Menurut saya, sebaiknya tidak usah bikin partai baru. Kyai yang kemarin dulu ikut konflik ini agar kembali, sehingga lebih konsentrasi pada pendidikan," kata Gus Solah saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Veteran, Jakarta, Senin (28/8).

Menurut dia, konflik PKB sudah selesai dengan adanya keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi Ketua Umum PKB versi muktamar Surabaya, Choirul Anam dan menyatakan muktamar Semarang sah. "Itu sudah selesai kalau menurut saya, karena kalau mau mengajukan PK (peninjauan kembali-red), kan harus ada bukti baru," ujarnya.

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru

Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menambahkan, sebaiknya pihak yang menang dapat merangkul pihak yang kalah untuk membangun kembali PKB.

Gus solah menjelaskan perpecahan di tingkat bawah memang terjadi, terutama di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdapat kepengurusan ganda di beberapa kota dan provinsi.

"Ada kepengurusan yang tidak berakar, tapi ada juga yang berakar. Nah, yang punya akar ini yang perlu didamaikan," ujarnya.

RMI NU Tegal

Gus Solah datang ke KPK untuk bertemu dengan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Erry Ryana Hardjapamekas, guna membicarakan kemungkinan kerjasama pendidikan antikorupsi antara KPK dan pondok pesantren Tebu Ireng di Jawa Timur yang dipimpinnya.

RMI NU Tegal

Pada 24 Agustus 2006, majelis hakim agung menolak permohonan kasasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi muktamar Surabaya, Choirul Anam.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh majelis hakim agung yang diketuai oleh Achmad Sukardja dan beranggotakan Harifin A Tumpa serta Abdurrahman. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai muktamar Semarang sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB.

Penyelenggaraan suatu muktamar, menurut majelis, bukan "an sich" untuk umum tapi untuk Dewan Pengurus Partai (DPP), sehingga sah atau tidaknya suatu muktamar bukan tergantung pada siapa penyelenggaranya tetapi pada siapa yang mengikuti muktamar tersebut.

Muktamar Semarang dinilai sah karena diikuti oleh pengurus cabang dan pengurus wilayah, sehingga sudah sesuai dengan AD/ART.

Gugatan soal keabsahan muktamar PKB di Surabaya diajukan oleh pengurus PKB versi muktamar Semarang, Muhaimin Iskandar, pada 3 Oktober 2005, satu hari setelah berakhirnya muktamar PKB di Surabaya yang memilih Choirul Anam sebagai ketua umum dan Idham Cholid sebagai sekretaris.

Gugatan Muhaimin tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Atas putusan PN Jakarta Selatan itu, Choirul kemudian mengajukan kasasi ke MA. (ant/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sholawat, Kyai RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock