Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia

Trenggalek, RMI NU Tegal



Direktur Liga Santri Nusantara KH Abdul Ghaffar Rozin menilai, penyelenggaran Liga Santri Nusantara (LSN) tahun ketiga ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan semakin profesionalnya panitia nasional dan regional dalam menggawangi pelaksanaan kompetisi melalui berbagai perbaikan peraturan.

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia

Ketua PP RMI-NU itu menyatakan bila prinsip profesional dan fair play benar-benar diterapkan, maka bukan tidak mungkin Liga Santri dapat lebih banyak menelurkan bibit-bibit pesepakbola yang handal yang bisa mengharumkan nama indonesia dalam kancah persepakbolaan Nasional dan Internasional.?

"Persepakbolaan nasional benar-benar menunggu hasil dari Liga Santri Nusantara ini," ucap kiai akrab disapa Gus Rozin itu saat memberikan sambutan pada pembukaan LSN Jawa Timur 1 di stadion Menak Sopal, Trenggalek, Ahad sore (17/9).

Gus Rozin mengatakan, kompetisi tahun ini berbeda dengan kompetisi tahun sebelumnya. Liga Santri Nusantara tahun ini diikuti 34 Region se-Indonesia dengan jumlah 1.024 pondok pesantren dari seluruh Nusantara. LSN membatasi usia peserta maksimal 17 tahun.?

"Satu hal yang ingin kami sampaikan adalah Liga Santri tahun 2017 ini para pesertanya harus murni dari santri. Tidak boleh ada pemain bon-bonan. Tidak boleh ada pencurian umur dan tidak boleh ada kecurangan-kecurangan yang menodai ahlakul karimah dan menodai sportivitas yang kita junjung bersama," tegasnya.

RMI NU Tegal

Gus Rozin pun berharap, panitia Liga Santri ? bisa bertindak tegas kepada club-club pesantren yang terindikasi berlaku tidak jujur dengan memasukkan pemain dari luar pesantren.?

RMI NU Tegal

"Karena tujuan Liga Santri ini adalah untuk mencari kader terbaik dari sisi moralitas, dari sisi spiritual. Skille bisa dibangun, tapi moralitas itu harus dimulai sejak dari awal. Moralitas adalah dasar dari kemajuan olahraga di republik ini, termasuk juga sepakbola," tandasnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi membuka Kick Off Liga Santri Nusantara (LSN) region Jawa Timur 1 dan Piala Bupati Trenggalek di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Ahad (17/9) sore.

Didampingi Ketua PP RMI KH Abdul Ghaffar Rozin, Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits, Ketua PCNU KH Fatchullah, dan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Menpora melakukan tendangan pertama dari tengah lapangan.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 dilaksanakan di Trenggalek dari tanggal 17-22 September 2017 diikuti 32 klub pesantren dari dua Karesidenan, Kediri dan Madiun. Kompetisi ini menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi. Dimana 32 tim dibagi ke dalam delapan grup. Satu grup berisi empat tim, dan tiap tim akan bertanding tiga kali. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, Pemurnian Aqidah, Humor Islam RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Pringsewu, RMI NU Tegal

Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Provinsi Lampung menggelar Musyawaroh Idaroh Wusto (Musidwus) V yang dilaksanakan di Komplek Islamic Centre Lampung Timur. Musidwus yang berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai dengan 18 Juni 2012 ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan Jatman Provinsi Lampung masa khidmat 2012-2014.

Sementara kepengurusan Jatman Pringsewu yang terdiri dari segenap Perwakilan dan Pengurus Thariqah di Kabupaten Pringsewu ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pelepasan Rombongan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pringsewu oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad pada tanggal 15 Juni 2012.

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Dalam pengarahannya, KH Sujadi mengharapkan Kegiatan Musidwus dapat berlangsung sukses dan rombongan dari Jatman Pringsewu dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif dalam sidang-sidang komisi yang akan dilakukan di Musidwus tersebut.

RMI NU Tegal

Rombongan yang berjumlah 17 orang ini berangkat ke lampung Timur dan tiba pada pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan registrasi peserta, rombongan mengikuti Acara Pembukaan yang diikuti oleh seluruh rombongan dari 14 kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.

Salah satu sambutan Pembukaan yaitu dari Danrem Lampung yang mengharapkan seluruh Jamaah Thariqah yang ada di Provinsi Lampung untuk ikut andil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih.

RMI NU Tegal

Dalam Musidwus kali ini, terpilih sebagai Rais yaitu KH. Jamaluddin Al-Bustomi dan sebagai Mudir yaitu Habib Yahya As-Segaf. Sebagaimana diketahui bahwa Habib Yahya As-Segaf adalah Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Jati Agung Pringsewu yang dikenal energik dengan wawasan keilmuan yang sangat tinggi. Ia juga pernah menjadi Mudir Aam Jatman Kabupaten Tanggamus ketika Pringsewu masih berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah, Budaya RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Surabaya, RMI NU Tegal. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gubeng mengadakan Diklat Terpadu Dasar Banser di Gedung Al-Fitrah yang bertema Kebangkitan Pemuda Menyongsong Satu Abad NU yang diikuti oleh 112 Peserta (14/4).

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PAC GP Ansor Kec. Gubeng Andri Irawan, "Pelatihan diklat terpadu ini bertujuan mencetak kader militan dan progresif," ujarnya

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Andri juga mengatakan bahwa pelatihan kaderisasi akan menjadi fokus di PAC GP Ansor Gubeng. "Gubeng sebagai PAC yang berada di perkotaan harus menjadi PAC perkotaan yang menjadi role model Ansor lain dengan menjadikan kaderisasi sebagai ujung tombaknya," katanya.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Alaik S. Hadi dalam sambutannya mengatakan, PAC GP Ansor Gubeng sebenarnya sempat vakum.?

RMI NU Tegal

"PAC Ansor Gubeng memang sebelumnya sempat vakum, kini insyaallah setelah DTD terlaksana regenerasi dan kaderisasi akan terus berjalan," kata Mas Alaik sapaan akrab Alaik S. Hadi.

Kemudian Mas Alaik menyampaikan bahwa Ansor itu artinya Penolong dan hal itu terdapat dalam Al-Qur’an, ? oleh karena itu jika kita sudah ber-Ansor maka harus siap menjadi penolong penolong Allah dengan menjaga simbolnya yaitu kiai-kiai, pondok pesantren dan para ulama.?

Lanjutnya Ansor itu tidak terlepas dari etos kepahlawanan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang notabenenya adalah seorang santri sangat patuh terhadap para ulama dan kiai-kiainya.

Acara DTD GP Ansor Gubeng dilaksanakan selama 3 hari (Jumat-Ahad) dan ditutup dengan apel kebangsaan dan baiat kader. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa

Jakarta, RMI NU Tegal - HM Nabil Harun terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa yang baru pada Kongres Ke-III di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (5/5). Nabil terpilih sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2017-2022.

Adapun sidang pada pleno terakhir tersebut dipimpin H Andi Najmi Fuadi, Sekretaris Safruddin M Asaf, anggota Muhammad Natsir, Yaqob Muhammad, Salma Abdullah, dan Sugeng Riyadi.

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa

Sidang pemilihan yang dimulai sekitar jam 9 malam ini berlangsung dengan lancar tanpa ada interupsi dari peserta sidang. Kongres Ke-III Pagar Nusa ini berlangsung sejak Rabu (3/5).

RMI NU Tegal

Nabil mengajak semua pengurus di berbagai daerah untuk bersama-sama memajukan Pagar Nusa. “Saya mengajak teman-teman di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi Maluku dan Papua untuk bersama-sama membangun dan membesarkan Pagar Nusa,” ajaknya diikuti tepuk tangan peserta kongres.

Ia juga mengajak seluruh pendekar di seluruh Indonesia untuk mengawal Pagar Nusa lima tahun ke depan selama kepemimpinannya.

RMI NU Tegal

Sementara itu, saat disinggung agenda terdekat, Nabil mengatakan bahwa dirinya akan segera mengadakan rapat formatur untuk menentukan formasi kepengurusan yang baru. Ia juga menegaskan akan segera membuat pelantikan dan akan langsung bekerja. “Karena masih banyak PR yang menunggu kita,” katanya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, RMI NU Tegal - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

RMI NU Tegal

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, RMI NU Tegal?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

RMI NU Tegal

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah

Probolinggo, RMI NU Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/3) menggelar pelatihan rukun kifayah di Kantor MWCNU Besuk. Pelatihan ini diikuti oleh 100 orang peserta mulai dari pengurus MWC hingga ranting NU baik lembaga maupun badan otonom se-MWCNU Besuk.

Dalam pelatihan rukun kifayah ini, ada beberapa materi yang diberikan mulai dari perawatan saat mendekati sakaratul maut, memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkan jenazah.

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Besuk Hasan Zainuri mengungkapkan pelatihan rukun kifayah ini digelar dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan praktek pelaksanaan perawatan jenazah sesuai syariat Islam.

RMI NU Tegal

“Sebab masih ada di beberapa wilayah ketika ada jenazah laki-laki yang memandikan adalah perempuan yang bukan mahromnya dan sebaliknya. Dengan adanya pelatihan ini, jika ada jenazah laki-laki maka yang merawat (memandikan dan mengkafani) juga laki-laki dan sebaliknya,” ungkapnya.

Menurut Zainuri, pelatihan rukun kifayah ini dimaksudkan untuk bisa berbagi ilmu pengetahuan secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut aturan dan syariat agama Islam.

RMI NU Tegal

“Dengan pelatihan ini warga NU bisa memahami bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah dan kitab-kitab yang digunakan oleh ulama NU,” jelasnya.

Dengan pelatihan ini Zainuri mengharapkan agar warga NU bisa terampil dan paham dalam merawat jenazah sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan syariat agama Islam.

“Setidaknya mampu menciptakan kader NU yang benar-benar handal dan terampil dalam merawat jenazah. Hal ini penting agar nantinya warga NU bisa merawat jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga RMI NU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

NU Care Bantul Beri Bantuan Pengobatan dan Sembako Lansia

Bantul, RMI NU Tegal - NU Care LAZISNU Kabupaten Bantul melakukan silaturahmi ke sejumlah titik di Kabupaten Bantul, Senin (26/6). Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Griya Bimbel Nurus Yogyakarta, NU Care LAZISNU Bantul juga menyerahkan paket sembako dan dana kesehatan, serta pendataan warga Nahdliyin.

Direktur Griya Bimbel Nurus Fenny Nursulistyarini mengatakan, pendataan dilakukan dengan melihat langsung kondisi para penerimanya, guna memeriksa kelayakan pihak penerima bantuan paket sembako agar tepat pada sasaran.

NU Care Bantul Beri Bantuan Pengobatan dan Sembako Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care Bantul Beri Bantuan Pengobatan dan Sembako Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care Bantul Beri Bantuan Pengobatan dan Sembako Lansia

Sementara Direktur NU Care Bantul Rustam Nawawi menyebutkan, pendataan dilakukan di Jokerten RT 06 Timbulharjo, Sewon.

RMI NU Tegal

“Selain mendata, kami juga memberikan paket sembako kepada lansia yang sedang sakit tua, Mbah Pujo. Beliau memag sudah sepuh (tua), ada gangguan pada pendengaran dan ingatan. Sehari-harinya hanya di tempat pembaringan,” kata Direktur NU Care Bantul Rustam Nawawi.

RMI NU Tegal

Sementara bantuan dana kesehatan pengobatan diberikan kepada Naila Faiza Az-Zahra yang ukuran kepalanya semakin membesar karena menderita hydrocephalus.

“Naila adalah putri dari pasangan Dedi Jamaluddin dan Siti Purwati, aktivis IPPNU Bantul dan Korps Dakwah Mahasiswa STIQ An-Nur, Bantul,” tambahnya.

Sebelumnya, NU Care Kabupaten Bantul memberikan bantuan berupa seekor kambing berikut dua anaknya kepada Widodo, warga Samen Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul.

“Pemberian modal usaha berupa kambing ini agar dapat berkembang biak, dan kelak kalau sudah berhasil dapat ditularkan ke warga masyarakat lainnya yang membutuhkan,” terang Rustam.

Selain itu, selama Ramadhan lalu, NU Care Bantul juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas kepercayaannya kepada NU Care Bantul.

Untuk memperluas jangkauan donatur, NU Care Bantul telah menyediakan GOZAK, yakni layanan pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui NU Care Bantul, di mana petugas yang mendatangi donatur. Masyarakat yang berminat dapat menghubungi melalui nomor telepon 0857-2999-0013. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pembaharuan Pesantren

Penulis      : Dr. Abd Ala

Penerbit    : Pustaka Pesantren Yogyakarta

Cetakan    : Pertama, 2006

Pembaharuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharuan Pesantren

Tebal        : xvi + 214 halaman

Perensensi    : Ach Syaiful Ala*

RMI NU Tegal

Istilah yang sering diperbincangkan sejak beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya selalu identik dengan memperjuangkan kebenaran, keadilan, egalitarianisme,  dan demokrasi. Artinya, perjuangan yang semacam ini secara faktual mengandung nilai-nilai universal – terlepas dari motivasi dan aktor-aktor – memang diproyeksikan untuk memberdayakan masyarakat, terutama yang hidup di strata terbawah yang sering menjadi "korban" dalam proses pembangunan bangsa.

Dari perspektif diatas, jelas bahwa setiap aktivitas (perjuangan) yang berorentasi pada peningkatan kualitas kehidupan orang lain (banyak orang), dapat dikategorikan sebagai "pemberdayaan masyarakat". hanya saja, yang kemungkinan besar berbeda adalah cara dan pendekatannya, sesuai dengan background kehidupan aktornya (pelakunya). Tetapi, perbedaan yang seperti ini tidak menjadi masalah, yang terpenting aktivitas yang dilakukan benar-benar diupayakan untuk mengangkat nasib masyarakat (kaum tertindas).

RMI NU Tegal

Dalam konteks itulah, lalu bagaimana kepedulian pesantren sekarang ini dalam memberdayakan masyarakat, sebagai "institusi" keagamaan yang tumbuh sejak beberapa tahun yang silam? Apakah pesantren telah menunjukkan intensitasnya dalam persoalan ini, yang sesungguhnya dapat dijadikan medium untuk semakin memantapkan ketaqwaan kepada Allah SWT? Jika memang demikian, apakah bukti-bukti kongkritnya yang dapat meyakinkan kita tentang adanya pemberdayaan masyarakat di kalangan pesantren?

Secara jujur harus diakui, bahwa pesantren selama ini masih tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Dari abad keabad, pesantren masih memperlihatkan kemampuannya untuk membendung gempuran modernisasi yang telah terbukti menjungkirbalikkan spiritualitas manusia, baik secara individual maupun komunal. Kenyataan ini, tentu saja tidak dilepaskan dari sportifitas (kesalehan) dan karisma kiai sebagai top leader pesantren, serta sekaligus juga perjuangan yang mengendalikan teologi dan moral. Sehingga, pesantren sangat mudah untuk berintegrasi dengan masyarakat, yang dari dimensi sosio-ekonimi-politik telah mengalami kekalahan dan ketertindasan.

Karena itu, sangat beralasan jika kahadiran pesantren dimanapun saja berada, benar-benar mendapat respons yang positif dari masyarakat. Respon ini dapat dijadikan suatu indikasi, bahwa pesantren – sejak awal berdirinya – sebenarnya telah banyak terlibat secara aktif konstruktif dalam proses pemberdayaan masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan versi pesantren itu sendiri.

Buku yang ditulis oleh pembantu Direktur I Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, banyak mengulas peran pesantren misalnya dibidang spiritual, sampai sekarang ternyata masih belum bisa digantikan oleh lembaga-lembaga pendidikan lain. Dengan bermodal keikhlasan dan keteladanan, kiai (pesantren) telah menunjukkan keberhasilannya dalam mentransfer nilai-nilai relegius kepada santrinya, dan juga bahkan kepada masyarakat.

Melalui cara ini kemudian lahirlah santri yang bermoral, tegar dan mampu menghindarkan diri dari "cengkraman" status formal – semisal pegawai negeri, legeslatif dan eksekutif – yang telah menjadi impian mayoritas kaum terpelajar di bumi pertiwi ini.

Dengan kata lain, pengembangan spiritual versi persantren, telah menghasilkan alumni-alumi yang berakhlak mulia, tingkat bertahan hidup yang teruji dan lainnya. Dari fakta ini saja, kita udah mendapatkan gambaran yang jelas tentang keterlibatan pesantren dalam proses pemberdayaan masyarakat, yang disadari atau tidak, telah membaca dampak yang positif bagi pembangunan nasional.

Contoh lain yang perlu dikemukakan disini, adalah kepedualian pesantren terhadap masalah pendidikan degan mengembangkan sistem pendidikan (berbasis) kerakyatan, pesantren ternyata mampu menampung kaum muda yang secara kuantitatif patut dibanggakan. Sebab, melalui sistem pendidikan kerakyatan ini siapapun dapat memasuki pendidikan di pesantren tanpa ada pembatasan atau kualifikasi tertentu. Semua calon santri, terlepas dari asal-usul kehidupan, keluarga dan ekonominya, diperlakukan sama sebagai manusia di hadapan Allah yang harus dihormati.

Sistem pendidikan kerakyatan tersebut, diakui atau tidak, dapat menumbuhkan solidaritas, kolektivisme dan egalitarianisme, sebagai bagian dari yang integral dari ajaran-ajaran agama yang memang harus diaktualisasikan dalam kehidupan kongkrit sehari-hari, sehingga, sistem pendidikan  yang semacam itu – meminjam istilah Gus Dur – merupakan potensi demokratis pesantren, yang pengembangannya perlu ditangani secara intensif.

Dari itu terlihat dengan jelas tentang kepedulian pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa pesantren mempunyai kontribusi yang besar dalam proses pembangunan agama, nusa dan bangsa.

Terlepas dari semua itu, pesantren tetap dituntut untuk berjuangan lebih serius lagi, agar peran strategisnya sebagai "pembela" masyarakat bawah (kaum tertindas) dapat dipicu secara maksimal. Apalagi dalam kenyataan, pesantren masih terkesan lamban dalam mengantisipasi arus perubahan sosial, yang membawa pergeseran nilai-nilai kehidupan. Karena itu, pesantren perlu membudayakan gerakan intelektual yang represenatif, tradisi kepenulisan dan kerja-kerja yang profesional.

Sayang buku ini hanya sebuah kumpulan tulisan Dr Abd Ala yang sudah pernah disajikan pada berbagai forum kegiatan diskusi, halaqah, seminar, diklat kepesantrenan. bagi saya, Hal ini merupakan penyebab utama dari pemaparan sebuah buku bisa dikatan kurang sistematis.

* Penulis, Ketua Ikatan Alumni Santri Timur Daya PP Nasyatul Mutaallimin Sumenep (IKNAS), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Pemurnian Aqidah, IMNU RMI NU Tegal

Senin, 18 September 2017

Doa ketika Turun Hujan

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhâri, saat melihat hujan, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam mengucapkan:

? ? ?

Doa ketika Turun Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Turun Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Turun Hujan

Artinya, “Duhai Allah, turunkanlah pada kami hujan (lebat) yang bermanfaat.”

RMI NU Tegal

Beliau membaca doa tersebut hingga dua atau tiga kali. Rasulullah juga berpesan untuk memanfaatkan hujan sebagai momen berdoa karena dalam rentang waktu itu termasuk saat-saat mustajab. Nabi bersabda:

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan.”

(Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Pendidikan, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Kamis, 14 September 2017

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional

Judul: Wahid Hasyim Biografi Singkat 1914-1953

Penulis: Muhammad Rifa’i

Editor: Meita Sandra

Penerbit: Garasi Yogyakarta

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bergelar Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional

Cetakan: 2010

Tebal: 169 hlm.

RMI NU Tegal

Peresensi: Moh. Ridwan Rifa’i

Kiai Wahid Hasyim adalah putra dari Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) dan ayah dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH Hasyim Asy’ari. Silsilahnya dari jalur ayah bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Islam Demak. Sedangkan dari jalur ibunya, bersambung hingga Ki Ageng Tarub. Dan bila dirunut lebih jauh, kedua silsilah itu bertemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja kerajaan Mataram. Maka tidak heran jika pada akhirnya Wahid Hasyim menjadi seorang figur, panutan masyarakat, bahkan gelar pahlawan nasionalpun ia raih. Karena Wahid Hasyim dikenal sebagai sosok yang mempunyai banyak sumbangsih terhadap negara Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

RMI NU Tegal

Selain dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, Wahid Hasyim aktif dibeberapa organisasi kemasyarakatan seperti MIAI, Masyumi, Liga Muslimin Indonesia, hingga di organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU). Di beberapa organisasi tersebut ia selalu dipercaya untuk menjadi Rais Akbarnya. Namun yang paling banyak memberikan sumbangsih dan mengabdi terhadap organisasi yaitu di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi yang didirikan oleh ayahnya, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Karirnya di NU dimulai dari pengurus ranting NU Cukir Jombang, ketua NU Cabang Jombang, hingga kemudian pada tahun 1940 dipilih menjadi anggota PBNU bagian Ma’arif (pendidikan). Dari sinilah, perjuangan di NU mulai banyak peningkatan sampai akhirnya pada tahun 1946 Wahid Hasyim diberikan amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU menggantikan Kiai Ahmad Shiddiq.

Pada masa kepemimpinannya di NU, Wahid Hasyim tidak hanya berkiprah memajukan serta meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Beliau juga mampu berkiprah dalam perjuangan politik. Namun perjuangan politiknya bukan perjuangan politik pragmatis untuk memperoleh sebuah kekuasan dan kepentingan pribadi, melainkan ia mampu berkiprah memperjuangkan politik kebangsaan dan kerakyatan. Kiprah Wahid Hasyim di NU benar-benar mengabdi untuk NU, sehingga pada tahun 1939 atas nama wakil NU, ia mampu membawa NU masuk bergabung dalam MIAI sebuah perkumpulan dari berbagai organisasi Islam dalam satu wadah. Jadi, pada usia 25-26 tahun Wahid Hasyim sudah menjadi ketua pergerakan dengan skala nasional dalam dua organisasi.

Selain itu, Wahid Hasyim pernah mendirikan organisasi kepemudaan Islam. Dengan mengajak M Natsir dan Anwar Cokrominoto, mereka menggerakkan pemuda Islam yang militan, berani berjihad untuk agama, bangsa, dan tanah airnya. Gerakan ini ini diberi nama GPPI (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), yang lahir? pada tanggal 2 Oktober 1945. GPPP ini lahir, sebagai organisasi gerakan kepemudaan Islam yang bergerak dalam lapangan politik dan memiliki kecenderungan radikal (hal. 37).

Sejak itulah, kita mengetahuai bahwasanya Wahid Hasyim adalah tokoh pergerakan yang mampu membangkitkan NU di pentas nasional. Ia juga mampu meningkatkan bidang pendidikan dan sosial-politik NU. Dengan semua ini, Wahid Hasyim bisa menunjukkan bahwa NU mempunyai kualitas dan bisa berkiprah walaupun warganya mayoritas berlatar belakang kalangan tradisionalis (pesantren).

Meskipun berlatar belakang dari kalangan tradisionalis, ia tetap konsisten, ikhlas, dan sabar dalam mengabdi pada NU. Dengan kekonsistenan, keikhlasan, dan kesabaran dalam mengabdi di NU, akhirnya NU memberikan sebuah “barokah” (nilai tambah), pada tahun 1949-1952 Wahid Hasyim diangkat menjadi Menteri Agama. Dengan bermodal perjuangan dan mengabdi pada bangsa Indonesia khususnya NU, akhirnya Wahid Hasyim mampu menjadi seorang yang sukses, diterima oleh banyak kalangan, memimpin organisasi terbesar di Indonesia seperti, jam’iyah Nadlatul Ulama (NU) dan organisasi terbesar lainnya yang berskala nasional hingga dipercaya menjadi Menteri Agama.

Buku “Biografi Singkat Kiai Wahid Hasyim” ini, menceritakan sejak ia lahir, pendidikan, kaya-karyanya, perjuangannya di Pesantren Tebuireng Jombang hingga pada saat aktif diberbagai organisasi keagamaan kemasyarakatan yang berskala nasional khususnya di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Juga beberapa pemikirannya tercantum dalam buku ini, mulai tentang agama dan negara, politik, pergerakan, perjuangan umat Islam, pendidikan dan pengajaran, hingga tentang pemikiran Kementerian Agama.

Salah satu pemikiran Wahid Hasyim yang menarik dalam buku ini, adalah tentang pemikiran politiknya. Pemikiran dan gerakan politik Wahid Hasyim adalah kebangsaan, kerakyatan, membela negara mengayomi masyarakat. Politik bagi Wahid Hasyim bukanlah sebagai kendaraan untuk meraih sebuah kekuasaan dan jabatan, melainkan ia untuk mengabdi untuk negara, mengayomi masyarakat dari semua golongan. Namun kenyataannya sampai sekarang justru politik dianggap sebagai kendaraan untuk meraih kekuasaan, jabatan, demi kepentingannya sendiri.

Dari buku ini, setidaknya dapat menjadi langkah awal sejauh mana kita mengenal sosok dan latar belakang Wahid Hasyim. Agar supaya muncul penulis dan peneliti yang mampu menulis biografi para tokoh, Kiai, yang mempunyai banyak sejarah dan sumbangsih terhadap negara. Dengan harapan bisa diteladani oleh masyarakat khususnya para santri pondok pesantren. Semoga pejuangan yang dilakukan oleh Wahid Hasyim untuk Negara, masyarakat, khususnya warga nahdliyin bermamfaat dan barokah. Amin



Peresensi adalah, Mahasiswa semester akhir STITA Sumenep, saat ini aktif sebagai staf TU Madrasah Ibtidaiyah Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep Madura.
Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, AlaNu RMI NU Tegal

Senin, 19 Juni 2017

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim

Pekalongan, RMI NU Tegal. Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan kembali melakukan gerakan santunan kepada 100 anak yatim di Kota Pekalongan.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Kholid bin Walid, Senin (6/7) dikemas dengan kegiatan buka puasa bersama dihadiri jajaran Pengurus NU Cabang, MWC dan Ranting NU serta orang tua masing masing anak yatim berlangsung cukup meriah.

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim

Menurut Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Luqman Kamil, kegiatan santunan anak yatim merupakan yang ketiga kalinya sejak dirinya dipercaya sebagai pengurus. Untuk kali ini dilaksanakan di dua tempat, yakni di MWC Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara.

RMI NU Tegal

"Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya kami mengadakan kegiatan santunan anak yatim dengan sejumlah uang tunai dan paket sembako," ujar Kamil.

Dikatakan, dana yang disalurkan merupakan dana zakat mal, infaq dan shodaqoh dari pada muzakki (pemberi zakat) dan munfiq (pemberi infaq) di wilayah Kota Pekalongan. Selain santunan anak yatim, LAZISNU juga menyalurkan dana untuk beasiswa yang diberikan setiap awal tahun ajaran sekolah.

RMI NU Tegal

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom mengatakan, LAZISNU merupakan lembaga resmi yang diakui oleh negara untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh.

Meski diakui, saat ini masih banyak lembaga sejenis yang tumbuh di tengah tengah masyarakat, akan tetapi dana yang dihimpun sebagian besar untuk kepentingan lembaga tersebut.

"Masyarakat harus hati hati jika ada tawaran dari lembaga zakat dengan dalih akan disalurkan kepada yang berhak, jangan sampai tertipu dengan iming iming sebagaimana marak dengan berbagai iklan," ujar Tarom saat memberikan kata sambutan pada acara santunan.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada muzakki dan munfiq untuk dapat menyalurkan kepada lembaga resmi yang diakui negara yakni LAZISNU yang tidak akan mengambil dana sepeserpun untuk biaya operasional. Pasalnya, untuk kegiatan rutin harian, LAZISNU telah disediakan dana yang cukup dari Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pekalongan Timur RM. Firdaus kepada RMI NU Tegal mengatakan, sebenarnya di wilayahnya terdapat cukup banyak anak anak yatim yang perlu mendapat perhatian dari NU, akan tetapi dirinya sangat menyadari akan keterbatasan dana yang dihimpun oleh LAZISNU.

LAZISNU Kota Pekalongan sebagai lembaga resmi memiliki empat program andalan yakni NUSmart layanan beasiswa, NUCare layanan tanggap darurat, NUSkill layanan pembekalan ketrampilan dan NUPreneur layanan pemberdayaan ekonomi siap menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh dari masyarakat. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi 0285-7876742 dan 0815 923 6742. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Jumat, 09 Juni 2017

Mahfud MD: Keragaman Menjadi Spirit Kekuatan Bangsa

Sukoharjo, NU Oline. Kebhinekaan justru bisa menjadi spirit dan kekuatan dalam aktivitas berbangsa menuju cita-cita dan tujuan negara, kata Ketua Dewan Kehormatan ISNU Moh. Mahfud MD saat berorasi di hadapan 436 magester dan sarjana IAIN Surakarta.

“Negara Indonesia merupakan negara dengan tingkat pluralitas tinggi, ancaman konflik dan permusuhan sangat rentan terjadi,” katanya pada wisuda ke XXVIII IAIN Surakarta di Jln Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (12/4) lalu.

Mahfud MD: Keragaman Menjadi Spirit Kekuatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Keragaman Menjadi Spirit Kekuatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Keragaman Menjadi Spirit Kekuatan Bangsa

Menurut dia, setiap orang memiliki hak asasi, pemenuhan terhadap hak asasi tersebutlah rentan menimbulkan benturan yang mana ketika tingkat kepekaan dan kesediaan masing-masing orang untuk mentolerir perbedaan.

RMI NU Tegal

Dalam hal ini, lanjutnya, kebhinnekaan menjadi salah satu kekuatan dalam aktivitas berbangsa karena harmoni sosial dan persatuan bangsa ini sungguh tidak akan mungkin dicapai dengan menempuh cara-cara membungkam keberagaman.

Sedangkan harmoni hanya bisa diraih ketika hak-hak asasi setiap warga negara dipenuhi, dan setiap kelompok bebas dari segala bentuk diskriminasi dan tindakan intoleran. Oleh sebab itu dalam hal ini pluralisme dan hak asasi manusia adalah dua hal yang tidak terpisahkan untuk mencapai cita-cita serta tujuan negara. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Anti Hoax RMI NU Tegal

Rabu, 03 Mei 2017

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Semarang, RMI NU Tegal - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi berkomitmen memberi dukungan (support) kegiatan yang terkait Kiai Sholeh Darat. Pria yang biasa disapa Mas Hendi ini mengatakan, Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar, ulama yang menjadi aset Kota Semarang sehingga sudah sepantasnya warga dan pemerintah Kota Semarang nguri-nguri peninggalan beliau termasuk melalui kegiatan pengajian Haul setiap tanggal 10 Syawal.

"Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar. Ulama besar yang jadi rujukan ilmu para ulama tokoh nasional. Pemkot Semarang siap memberi support selalu atas kegiatan terkait beliau karena Kiai Sholeh Darat adalah aset Kota Semarang," kata Hendi di hadapan ribuan hadirin saat dalam pengajian Haul ke-116 Kiai Sholeh Darat Darat di halaman Masjid Darat, Jumat malam (15/7).

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Ia mengajak masyarakat meneladani Kiai Sholeh Darat yang mengajarkan agama Islam dan membangun kedamaiaan. Hal itu menurutnya yang membuat Semarang sejak dulu hingga kini terjaga kondusivitasnya.

RMI NU Tegal

Peran Mbah Sholeh Darat, kata Hendi, sangat besar membawa nama baik Semarang sehingga banyak orang berdatangan di pesantren Darat. Banyak di antara santri Mbah Sholeh yang menjadi tokoh besar panutan umat. Di antaranya KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhamadiyah, dan RA Kartini pahlawan pendidikan wanita.

"Karena peran besar Kiai Sholeh Darat, Semarang menjadi jujugan mencari ilmu. Ini menbawa nama baik kota Semarang.? Kita jaga dan warisi amal baik Kiai Sholeh Darat itu," ajaknya.

RMI NU Tegal

Wali Kota yang hadir bersama camat Semarang Utara, Lurah Dadapsari dan beberapa pejabat Pemkot Semarang juga menyampaikan permohonan maaf lahir batin atas nama pribadi maupun pemerintah.

Dia meminta maaf atas kebijakan Pemkot yang kurang atau belum memberikan kebahagiaan untuk masyarakat atau yang tidak membuat warga berkenan.

"Dalam kesempatan haul yang ada suasana Syawal ini, saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Semarang memohon maaf lahir batin atas segala keputusan saya maupun kebijakan saya yang kurang atau tidak membat Bapak Ibu berkenan," ujarnya. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Minggu, 31 Juli 2016

Setelah Berbaiat, Maka Berbuatlah Untuk Ansor

Way Kanan, RMI NU Tegal

Kesukseksan tidak dapat dicapai? hanya dengan menunggu atau berdiam diri. Setelah berbaiat, maka berbuatlah untuk organisasi, ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Way Kanan, Lampung Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Senin (13/3).

?

Setelah Berbaiat, Maka Berbuatlah Untuk Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Berbaiat, Maka Berbuatlah Untuk Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Berbaiat, Maka Berbuatlah Untuk Ansor

"Nama organisasi kita jelas, Gerakan Pemuda Ansor. Dengan demikian kader Ansor dituntut untuk selalu bergerak, bergerak dan bergerak. Berbaiat, berbuat. Khairunnas Anfauhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat banyak terhadap manusia lainnya. Itulah yang harus dilakukan kader," ujar dia mengimbau kader.

?

Ansor adalah anak kandung tertua Nahdlatul Ulama (NU). Maka, kata dia menambahkan, hormati dan cintailah NU dengan gerakan kebaikan yang bermanfaat baik untuk orang lain, bagi hidup dan kehidupan.

?

RMI NU Tegal

"Ansor ialah motor penggerak. Ketika menjadi bagian dari Ansor, jangan pernah berfikir mendapatkan materi dari organisasi ini. Tapi berpikirklah bagaimana menjalin silaturahmi, mendapatkan aji atau sesuatu yang bernilai dengan mengikuti pengajian, bukan berpikir mengenai gaji. Aji, pengetahuan keagamaan dari ulama-ulama kita lebih bernilai dari gaji," tuturnya lagi.

?

RMI NU Tegal

Melalui PAC GP Ansor Blambangan Umpu dan Negeri Agung, PC GP Ansor Way Kanan menggelar Pendidikan Kepemimpinan Dasar Ke VI (enam), di Gedung PCNU Way Kanan, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu. Kegiatan menghasilkan 25 kader baru.

?

Hadir dalam kegiatan tersebut secara bergiliran dan menyampaikan materi, Wakil Ketua Basuki Rahmat, Wakil Ketua Hasyim Asyari, Seketaris PC Eko Wahyudi, Bendahara PC Abdullah Candra Kurniawan, Kasatkorcab Banser Bambang Setyo.

?

Selanjutnya, Ketua PAC Pakuan Ratu Bakti Ghozali, Ketua PAC Negara Batin Hozin Munir, Ketua PAC Blambangan Umpu Zainal Abidin, Ketua PAC Negeri Agung Ahmad Nursalim, Ketua PAC Rebang Tangkas Arif Makhfudin dan sejumlah anggota Banser Baradatu dan Negeri Agung yang menyatakan siap aktif kembali mengikuti dan mengamankan kegiatan Ansor. (Andri Suhendri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Rabu, 15 Juli 2015

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Mataram, RMI NU Tegal

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nadhlatul Ulama (NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-26 November 2017 mendatang sebagai kehormatan besar bagi Kota Mataram.

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Pemkot Mataram Siap Sambut Munas dan Konbes NU 2017

Ahyar meminta panitia penyelenggara, organisasi perangkat daerah (OPD) Mataram,  dan masyarakat Mataram untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu-tamu peserta dan para kiai sepuh NU dari seluruh Indonesia, dan juga tamu dari negara-negara sahabat.

"Kita mem-back up berupa dana hibah Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Mataram. Alhamdulillah, Mataram dipercaya sebagai tempat Munas dan Konbes NU 2017," ujar Ahyar seusai rapat koordinasi persiapan Munas dan Konbes NU 2017 di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (31/10).

RMI NU Tegal

Ahyar menilai, pagelaran Munas dan Konbes NU yang baru pertama kali digelar di Mataram akan memberikan dampak yang sangat besar, baik dari segi citra Mataram sebagai destinasi wisata, maupun aspek perekonomian para pelaku wisata di Bumi Seribu Masjid.

Meskipun Kota Mataram sudah berulang kali menggelar event berskala nasional maupun internasional,  Ahyar tetap memegang tiga prinsip utama dalam setiap kegiatan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan juga sukses ekonomi. Dengan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017, Ahyar meyakini citra Mataram sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat.

Dari sisi ekonomi, kegiatan Munas dan Konbes NU 2017 juga memiliki peluang besar bagi para pelaku industri wisata, termasuk industri kecil dan menengah untuk menjajakan produk dan hasil kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah peserta Munas dan Konbes NU berdasarkan catatan resmi panitia berkisar sebanyak 1.200 peserta. Angka ini belum termasuk para kyai sepuh, tamu undangan, dan partisipan yang ikut memeriahkan Munas dan Konbes NU.

RMI NU Tegal

"Tamu banyak kan bawa manfaat bagi masyarakat, karena tamu pasti ingin menikmati kuliner dan bawa oleh-oleh ketika pulang, lalu hotel-hotel juga bisa penuh," lanjut Ahyar. 

Ahyar juga meminta Dinas Perdagangan Mataram untuk mendukung bazar dan pasar rakyat di Islamic Center sebagai sarana promosi kuliner, hingga kerajinan tangan khas Mataram, dan juga Lombok.

"Mari kita sambut munas dan konbes NU. Ini adalah tamu-tamu terhormat yang akan datang, seperti para kyai-kyai dari seluruh Indonesia," tambah Ahyar. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Nasional RMI NU Tegal

Minggu, 26 April 2015

PMII Lombok Tengah: Pancasila Sudah Final

Lombok Tengah, RMI NU Tegal - Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah mengikuti pembukaan pengkaderan, Pelatihan Kader Dasar (PKD) tepat di hari peringatan lahirnya Pancasila, 1 Juni. Mereka menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang sangat sesuai dengan kondisi riil Indonesia.

"Kita sepakat Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati," kata Ketua PMII Lombok Tengah (Loteng) Ahmad Baihaki.

PMII Lombok Tengah: Pancasila Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Lombok Tengah: Pancasila Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Lombok Tengah: Pancasila Sudah Final

Dia menegaskan bahwa pada peringatan hari lahirnya Pancasila sekaligus Pelatihan Kader Dasar PMII yang digelar di Pesantren Manhalul Maarif Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, Rabu (1/6).

RMI NU Tegal

Kaderisasi itu, menurut Baihaki, menjadi harapan bersama para alumni PMII agar terus dilakukan. Apalagi pengkaderan kali ini, ungkap dia, dilakukan tepat di hari peringatan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

RMI NU Tegal

"Ini penting, guna menguatkan pemahaman terhadap nila-nilai yang terkandung di setiap butir Pancasila," jelasnya.

“Nilai-nilai Pancasila itu harus diamalkan di dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kita sudah dihadapkan pada era perdagangan bebas seperti bagaimana kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka kita harus menyiapkan diri untuk persaingan," katanya.

Penegasan yang sama juga diungkapkan Ketua Mabincab PMII Loteng Sahabudin. Ia mengajak kader PMII untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila karena nilai yang terkandung di dalam Pancasila merupakan ajaran Islam yang ada di dalam Al-Quran.

"Saat ini banyak tantangan yang dihadapi, maka harus kita tanamkan nilai-nilai Pancasila itu dan dilaksanakan di dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dia mencontohkan, belum lama ini heboh berita di media sosial sebuah even car wash girl yang digelar di sebuah mall di Kota Mataram.

Banyak pihak yang angkat bicara. Untuk itu, pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tidak terpengaruh oleh budaya luar. "Mari kita laksanakan budaya yang positif di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," imbuhnya.

Selain kaderisasi, PMII juga melantik Pimpinan Komisariat PMII Al-Huda Bagu masa khidmah 2016-2017, yang disaksikan seluruh pengurus PMII Loteng serta kader PMII se-Pulau Lombok, bahkan dihadiri oleh pimpinan Pesantren Manhalul Maarif dan perwakilan dari Dandim 1620/Loteng.

Dandim 1620/Loteng yang diwakili Danramil Praya Barat Daya memberikan mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan PMII Loteng tersebut, sekaligus memperingati hari lahir Pancasila. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes, Cerita RMI NU Tegal

Kamis, 06 Maret 2014

Laga Futsal Ramaikan Rangkaian Harlah ke-60 IPNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Sebagai bagian rangkaian peringatan harlah IPNU ke-60, Pengurus Pusat (PP) IPNU mengadakan laga persahabatan futsal yang bertajuk “rembug pelajar nasional” pada 23 Januari kemarin.

Laga tersebut mempertemukan tiga organisasi pelajar nasional, yaitu: PP. IPNU, Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP. IPM) dan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB.PII). PP. IPNU sebagai penyelanggara membagi timnya menjadi 2 tim, yakni skuad IPNU A dan IPNU B.

Laga Futsal Ramaikan Rangkaian Harlah ke-60 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Laga Futsal Ramaikan Rangkaian Harlah ke-60 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Laga Futsal Ramaikan Rangkaian Harlah ke-60 IPNU

Pada babak penyisihan, tim futsal IPNU A harus berhadapan dengan tim PB. PII. Meski awalnya IPNU A harus kebobolan terlebih dahulu, namun pada menit ke-5 Ketua Umum IPNU, Khaerul Anam HS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

RMI NU Tegal

Gol itu pun menjadi penyemangat bagi skuad IPNU A dalam mengghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh PB. PII. Dalam babak penyisihan itu, IPNU A berhasil mengalahkan PB. PII dengan skor telak 15-2. Namun, nasib IPNU B tak sebaik skuad IPNU A, mereka harus takluk di tangan PP.IPM dengan skor 2-4.

Akhirnya, IPNU A harus berhadapan dengan skuad PP. IPM pada pertandingan final. Laga berjalan sangat ketat. Kedua tim menampilkan performa maksimalnya dengan menampilkan jual beli serangan sejak peluit awal dibunyikan. Namun, tak butuh waktu lama, tim IPNU A pun berhasil menemukan permainan terbaiknya, hingga akhirnya menutup pertandingan final dengan skor 10-2 untuk kemenangan IPNU A.

RMI NU Tegal

“Laga persahabatan ini merupakan upaya untuk memperkuat hubungan antarorganisasi pelajar nasional.” Ujar Ketua Umum IPNU, Khaerul Anam Hs.

Dalam laga persahabatan ini turut hadir pula Wakil Bendahara PBNU, H. Raja Sapta Ervian dan Ketua DPD KNPI DKI Jakarta, Dody Amar yang sekaligus membuka laga secara resmi. Pertandingan yang berlangsung di Kevin Futsal, Kwitang itu dimulai sejak pukul 20.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

“Memang seharusnya organisasi pelajar perlu mengembangkan potensi olahraga untuk kader-kadernya.” Tutur H. Raja Sapta Ervian.

Puncak peringatan harlah IPNU yang ke-60 rencananya akan digelar di Gedung Perpusnas pada tanggal 24 Februari 2014 mendatang. Puncak peringatan harlah tersebut sekaligus menjadi pembukaan secara resmi Rakernas IPNU 2014. (STNg/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Quote, Olahraga RMI NU Tegal

Rabu, 21 Agustus 2013

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh

Semarang, RMI NU Tegal. Dalam rangka peringatan hari lahir kedua, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Al-Hikmah Sembunharjo, Semarang, Jawa Tengah, mengadakan Festival Anak Saleh II di gedung TPQ setempat, Rabu (29/01).

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh

Membentuk generasi cemerlang dan generasi Qur’ani menjadi tema besar kegiatan Festival Anak Shaleh. Kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk wujud rasa syukur karena TPQ NU Al-Hikmah turut serta aktif memberikan pengajaran qur’ani kepada masyakat,?

“Meski kondisi bangunan TPQ NU Al-Hikmah masih sederhana, kami meyakini dari kesederhaan ini akan lahir manusia-manusia yang sederhana, cemerlang dan memiliki jiwa Qur’an,” tutur Sodikin selaku kepala sekolah TPQ NU Al-Hikmah

RMI NU Tegal

Festival anak saleh menampilkan beragam perlombaan, seperti mewarnai, cerdas cermat, dan lomba-lomba lainnya. Pihak penyelenggara berharap, kegiatan ini dapat memotivasi santri untuk lebih giat belajar mendalami ilmu al-Qu’ran dan keislaman.

RMI NU Tegal

TPQ NU Al-Hikmah didirikan oleh Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Genuk Semarang yang mendapatkan tanah wakaf dari masyarakat dan merupakan TPQ NU pertama dan satu-satunya di kecamatan Genuk. Pihak TPQ menyadari bahwa masih banyak keterbatasan khususnya dari segi bangunan. Aktifitas TPQ tak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari banyak pihak. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Anti Hoax, AlaNu RMI NU Tegal

Rabu, 15 Agustus 2012

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

Surabaya,RMI NU Tegal. Warga Nahdlatul Ulama Kota Surabaya diperkirakan? menyalurkan 11 ribu? hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha tahun ini. Hewan tersebut terdiri dari 3000 ekor sapi dan 8000 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut disebarkan di 720 masjid dan musholla NU se-Kota Surabaya.

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri menyatakan rasa syukur pada tahun ini warga NU Kota Surabaya dengan khidmat dan khusyuk bisa melaksanakan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

"Pada hari ini diperkirakan ada sekitar 2000 ekor lebih sapi dan 8000 ekor kambing yang disembelih di masjid-masjid dibawah naungan pengurus NU baik tingkat ranting hingga tingkat MWC," ujarnya melalui siaran pers yang diterima RMI NU Tegal (12/9).

RMI NU Tegal

Sebelumnya, kata dia, NU Kota Surabaya mengimbau kepada masjid-masjid NU di Kota Surabaya yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban agar pembagian daging lebih diutamakan warga Surabaya. Karena masih banyak warga Surabaya yang kurang mampu.

Ia berharap? perayaan? Idul Adha atau Idul Qurban 1437 Hijriyah menjadi momen penting dalam penanaman karakter religius dan kepedulian terhadap sesama? untuk mencapai masyarakat kota Surabaya yang "rahmatan lil alamin".

RMI NU Tegal

"Salah satu ciri dari masyarakat rahmatan lil alamin adalah terciptanya karakter religius dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu Idul Adha harus dijadikan semangat untuk membentuk karakter tersebut. NU akan berusaha mewujudkan hal tersebut di tengah-tengah masyarakat urban Kota Surabaya," ujarnya

Sementara itu,? Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pabean Cantian didukung Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Surabaya menyalurkan daging hewan kurban di sekitar wilayah Surabaya Utara.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Pabean Cantian Kota Surabaya Rouyanul Amin menjelaskan pihakya melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang di pusatkan di Masjid Darussalam Keluraha Perak Timur Surabaya.

"MWCNU Pabean Cantian, bersama Muslimat, jamaah Masjid Darussalam serta didukung oleh Lazisnu Kota Surabaya, Alhamdulillah bisa melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 kambing. Semoga tahun ke depannya tetap istiqamah dan jumlah hewan yang dikurbankan pun semakin banyak" ujarnya, usai melakukan penyembelihan hewan kurban, di Masjid Darussalam Senin (12/9).

Ia berharap dengan semangat berkurban bisa meningkatkan taqwa dan memberi? terhadap sesama. "Karena sesungguhnya esensi dari berkurban yaitu semangat untuk memberi terhadap sesama, " tambahnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock