Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren

Tangerang, RMI NU Tegal. Keberadaan Pondok Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan yang sudah eksis jauh sebelum berdirinya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai hari ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Demikian dikatakan Khoirun Huda, ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang, di sela-sela acara Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Sekretariat GP Ansor di Tangerang, Banten, Rabu (21/10).

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren

Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional yang secara resmi ditetapkan Presiden merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran? dan eksistensi santri yang telah memberikan andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

RMI NU Tegal

Pesantren juga dinilai berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Jutaan anak bangsa terlahir dari kobong-kobong pesantren, tidak sedikit dari mereka yang kemudian menjadi tokoh-tokoh besar negeri ini,” tutur Huda.

RMI NU Tegal

Untuk itu Huda menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional tidak boleh hanya menjadi seremoni belaka. Ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk lebih serius dan fokus memberikan perhatian bagi santri dan Pondok-pondok Pesantren. “Selama ini? perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren? dirasa sangat kurang.? Pemerintah biasanya berdalih tidak adanya payung hukum yang jelas terhadap Pondok Pesantren? yang membuat mereka kesulitan memberikan bantuan” tuturnya .

Maka dari itu, pihaknya akan mendorong kepada pihak eksekutif maupun legislatif Kabupaten Tangerang untuk membuat regulasi daerah guna mengakomodasi dan memberikan payung hukum yang jelas bagi pondok pesantren.

“Kami berharap perda ini nantinya dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pondok pesantren, sekaligus menjadi payung hukum pemerintah daerah untuk membuat kebijakan-kebijakan terkait pondok pesantren,’’ paparnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh KH. Ahmad Imron selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah Cisoka. Dia menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa santri dan pesantren senantiasa hadir dalam menjaga keutuhan dan tegaknya NKRI. “Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian bagi santri dan pesantren,” terangnya.

Acara peringatan menyambut Hari Santri Nasional tersebut? dirangkai dengan kegiatan Istighosah dan Haul Akbar Muassis NU, Refleksi Resolusi Jihad NU, dan ditutup dengan pemutaran film Sang Kiai. Tidak kurang dari oleh 500 jamaah turut? hadir dalam acara tersebut diantaranya dari jajaran pengurus Ansor , Banser, NU, santri dan pengasuh pondok pesantren serta tokoh masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Prosesi pelantikan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan dan Pimpinan Pusat Ikatan Palajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) 2012-2015 berlangsung khidmat, Senin (18/3) malam. Perhelatan tersebut cukup semarak dengan pertunjukkan tari Saman.

Tarian adat dari suku Gayo di Aceh ini diperagakan oleh 11 santriwati Pondok Pesantren an-Nahdlah Depok Jawa Barat. Ketangkasan gerak dan nyanyian tradisional disambut tepuk tangan meriah dari ratusan tamu undangan yang memenuhi? Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya 162, Jakarta Pusat.

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Tari Saman di Aceh, menurut beberapa literatur, didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali, 24 November 2011

RMI NU Tegal

Tari Saman dalam pelantikan ini disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, utusan? Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan sejumlah mantan pengurus dan ketua umum IPNU dan IPPNU.

RMI NU Tegal

Dalam sambutannya, Kang Said menekankan perlunya berpijak pada jati diri bangsa. Masyarakat Indonesia harus merawat khasanah kebudayaannya termasuk menjaga persaudaraan kebangsaannya (ukhuwah wathaniyah).

Man laisa lahu ardl laisa lahu tarikh, man laisa lahu tarikh laisa lahu dzakirah. Barang siapa tidak memiliki tanah air maka ia tak punya sejarah. Barang siapa yang tak punya sejarah maka tak punya karakter,” katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Khutbah, Nahdlatul RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (APPI). Penandatanganan nota kesepahamahan itu dilakukan di Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jalan Taman Amir Hamzah 5 Menteng, Jakarta, Rabu (4/10).

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia

Nota kesepahaman tersebut berisi tentang pembinaan terhadap mahasiswa hukum Unusia supaya handal dalam bidang pengadaan. 

“Nantinya, kerjasama ini akan menciptakan para ahli bidang pengadaan,” kata Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Unusia, Muhammad Afifi.

RMI NU Tegal

Nota kesepahaman tersebut akan dilaksanakan oleh program studi Ilmu Hukum karena adanya kesamaan bidang. 

Ketua Umum APPI, Sabela Gayo mengatakan para bupati/walikota di Indonesia banyak yang takut untuk melakukan pengadaan sehingga dana yang terserap minim, yang berpotensi menyebabkan terbengkalainya pembangunan.

“Hal itu bisa disadari karena minimnya orang-orang yang ahli dalam bidang pengadaan,” ujar Gayo.

RMI NU Tegal

Program Studi Ilmu Hukum berada dalam institusi Fakultas Sosial dan Humaniora. Dengan adanya nota kesepahaman yang ditandatangani ini kedepannya keduanya bisa bersinergi untuk memajukan pendidikan dan pembangunan bangsa. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Ahlussunnah, Tokoh RMI NU Tegal

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan

Jepara, RMI NU Tegal. Dampak positif dan negatif media sosial (medsos) saat ini memang luar biasa. Karena itulah, Sekretaris PWNU Jawa Tengah Mohamad Arja Imroni mengingatkan warga NU Jepara agar tidak mudah terprovokasi dari fitnah-fitnah yang berasal dari medsos.?

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan

Arja menyampaiakna hal itu pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Jepara yang digelar di Pesantren Darul Ulum desa Bandungharjo, kecamatan Donorojo pada Ahad (27/11).?

Sejatinya, kata dosen UIN Walisongo Semarang itu media sosial bisa untuk menambah amal kebaikan. “Sekarang medsos malah untuk wasilah amal buruk,” ungkapnya prihatin.?

Arja menyontohkan, seorang karyawan yang tidak sepakat dengan seorang kiai tentang larangan shalat Jum’at di jalan raya lantas berkomentar “bid’ah ndasmu” di twitter. Hal itu merupakan wasilah menambah amal buruk.?

Sehingga mewakili PWNU Jawa Tengah dirinya mengingatkan agar jangan mudah terprovokasi sumber dari media sosial.?

RMI NU Tegal

Kesempatan itu juga ia menceritakan seseorang yang sudah ketakutan dengan sebuah fatwa “tidak ikut demo sama dengan kafir”. Kemudian si fulan yang mendapatkan info dari salah satu medsos menyebarkannya. Dan, pada saat hari H demo, ia turut serta. Ternyata, kiai-kiai yang dikaguminya tidak turut serta dalam demo tersebut.?

Karenanya untuk hal fatwa keagamaan, warga NU harus konsultasi terlebih dahulu kepada syuriah NU.?

RMI NU Tegal

Arja menegaskan, fitnah kepada NU memang tidak henti-hentinya. Baik dari kanan dan kiri, kelompok yang ingin merongrong keutuhan NKRI.?

Karena posisi NU tawasuth (di tengah-tengah) maka cobaan dan goncangannya memang luar biasa dahsyatnya. “Saya membaca sebuah tulisan di majalah Aula baru-baru ini bahwa NU sendirian menjaga NKRI,” imbuhnya.?

Untuk itu, ia meminta kepada ratusan Nahdliyin agar selalu menjaga ukhuwah nahdliyyah. Persaudaraan berjamaah dan berjam’iyyah. “Dan berdoa agar kelompok-kelompok yang berusaha merongrong keutuhan NRKI “dihancurkan” oleh Allah SWT,” doanya.?

Hadir dalam kesempatan itu shahibul bait KH Ubaidillah Nur Umar sekaligus Rais Syuriah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara H Ali Irfan Muhtar Ketua Yaptinu Jepara serta Ihwan Sudrajat Plt. Bupati Jepara.?

Kegiatan yang berlangsung sehari yang dihadiri MWCNU, Banom dan Lembaga se-kabupaten Jepara dibagi menjadi 3 komisi. Komisi A bidang organisasi, komisi B bidang program kerja dan komisi C bidang bahsul masail. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Halaqoh RMI NU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, RMI NU Tegal - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

RMI NU Tegal

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

RMI NU Tegal

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Internasional RMI NU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum Pegurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pemudik dapat bersikap bijak saat berada ke kampung halaman. Kebudayaan di kota urban belum tentu sesuai dengan norma kehidupan di pedesaan.

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

“Akhlak harus tetap dijaga,” imbau Kang Said saat melepas sekurangnya 1.500 peserta ‘Mudik Bareng NU 1433 H’ dari DKI Jakarta dan sekitarnya, Ahad (12/8), di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Terdapat 29 bus mengantar pulang para pemudik ke berbagai daerah di sepanjang  Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, Bojonegoro, Jombang, Mediun, Solo, Yogyakarta, Tegal, dan lain-lain.

RMI NU Tegal

Masa yang cukup lama sebagai perantau, lanjutnya, tak lantas membolehkan seseorang menerapkan begitu saja gaya hidup yang ada di kota. Sebaliknya, masyarakat seyogianya cerdas mengambil hikmah dari perbandingan antara kehidupan kota dan kehidupan desa.

RMI NU Tegal

Menurut Kiai asal Cirebon ini, mudik adalah ajang silaturahmi, menyambung ikatan persaudaraan bersama orang-orang di kampung halaman. “Mudik harus diniati silaturahim, menyambung persaudaraan, bukan pamer jaket, pamer kemeja, pamer HP, atau lainnya,” tegasnya.

Kang Said dalam kesempatan itu tampak sangat gembira dapat meringankan beban para pemudik. Program mudik gratis ini adalah kali kedua yang diselenggarakan PBNU melalui PP LTMNU bersama Bank Mandiri. Jika tahun lalu PBNU memberangkatkan 22 bus, maka kali ini 29 bus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Bandung,RMI NU Tegal

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,
kabar duka bagi kalangan pesantren dan Liga Santri Nusantara (LSN), pasalnya KH Marsono Misaalah, Pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara meninggal saat mendampingi timnya di Seri Nasional LSN, di Kota Bandung.

Menurut keterangan panitia, Marsono meninggal di Stadion Brigif Cimahi beberapa jam sebelum berita ini ditulis, Selasa (24/10). Di pinggir lapangan, ketika sedang menonton, tiba-tiba dia ambruk, dan langsung meninggal.

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Hingga berita ini ditulis, penyebab meninggalnya kiai itu belum diketahui. (Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Tokoh, Doa, RMI NU RMI NU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Aktivis PMII Bantu Atasi Persoalan Petani Pamekasan

Pamekasan, RMI NU Tegal. Tiga musim terakhir tanam tembakau, petani Madura terbilang gagal. Tak hanya itu, harganya juga anjlok. Petani hanya bisa gigit jari. Mereka kemudian beralih tanam padi, khususnya petani di wilayah selatan Kabupaten Pamekasan.

Tanaman padi bisa panen dua kali dalam semusim. Namun, sejauh ini petani masih berani tanam hanya sekali dalam semusim. Pola pikir seperti ini, mencoba diubah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Shohibul Muniri.

Aktivis PMII Bantu Atasi Persoalan Petani Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Bantu Atasi Persoalan Petani Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Bantu Atasi Persoalan Petani Pamekasan

Pemuda yang juga pegiat Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) tersebut mengetengahkan terobosan agar para petani bisa mendapatkan hasil yang lebih besar dari tembakau. Yaitu, petani lebih memanfaatkan lahan basah dengan tanam padi.

RMI NU Tegal

Khususnya sektor selatan, Kabupaten Pamekasan. Meliputi daerah Pademawu, Desa Teja Barat,

Teja Timur, Betted, Laden, Jungcangcang, Panempan, Kangenan, Sumedangan, serta daerah basah lainnya.

RMI NU Tegal

"Di daerah tersebut, selama ini fakta yang ada ialah kualitas tembakau yang sangat rendah. Karenanya, dibutuhkan tanaman alternatif padi, yang keuntungannya melebihi daripada cocok tanam tembakau," terangnya kepada RMI NU Tegal, Ahad (27/4).

Dikatakan, budidaya padi sebagai alternatif, hasilnya lebih besar. Wilayah selatan lebih memungkinkan untuk tanam 2 kali dalam semusim.

Pihaknya berharap, masyarakat tidak ragu lagi memanfaatkan tanaman alternatif padi, untuk meningkatkan perekonomian mereka. Sejauh ini, masyarakat ragu dan khawatir tidak mendapatkan pasar untuk menjual hasil panen gabah.

"Padahal sebenarnya lebih mudah pasarannya, dan sifatnya tahan lama daripada tembakau," ujarnya meyakinkan.

Sektor pertanian gabah atau padi, menjanjikan keuntungan besar bagi petani. Petani diyakini lebih diuntungkan dengan kenaikan harga pangan. Utamanya tiap Bulan Oktober sampai akhir tahun.

"Untuk hasil panen, jangan kebingunan. Kami siap menampung atau membeli hasil panen tersebut. Di samping itu, dinas yang menangani pertanian dan ketahanan pangan, diharapkan agar proaktif untuk mengawal terhadap terobosan ini," harap Sohibul.

Sejauh ini, Sohibul coba membuktikan terobosan tanaman tembakau ke padi. Atas hal itu, pihaknya berharap agar Dinas Pertanian serta Dinas Kantor Ketahanan Pangan bisa mengapresiasi terobosannya. Minimanl, dinas terkait mengirim petugas penyuluh lapangan (PPL) guna mengkroscek ke lapangan sekaligus menyurvey apa yang dilakukan petani.

Bertanam tembakau, selama ini dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu. Dan cuaca yang tidak menentu tersebut, bagi tanaman padi, sama sekali tidak merugikan.

Tak hanya itu, masih menurut Sohibul, logika perbandingan harga juga menjadi pertimbangan utama. Kalau tembakau 6000 pohon hanya bisa menghasilkan Rp 3-4 juta. Itu pun belum dipotong biaya operasional.

"Sementara untuk 6000 pohon tanaman padi, sangat memungkinkan dapat penghasilan Rp 5-6 juta. Untuk operasionalnya pun lebih murah dan tidak seribet tembakau," paparnya.

Pernyataan Sohibul tersebut tidak sekadar wacana. Ia telah membuktikannya. Sekitar sudah 3 tahun dia berjuang sendirian. Dengan penuh semangat, dia tanam padi di Desa Teja Timur, Kota/Kabupaten Pamekasan.

Namun, perjuangan selama 3 tahun tersebut, tidak akan berakhir dengan sia-sia. Karena pada tahun sekarang dampak yang diperjuangkan dapat dirasakan dengan adanya perubahan dari beberapa desa yang siap untuk melakukan perubahan pola tanam; dari tembakau menuju tanaman padi.

"Upaya ini tidak lain berujuan agar petani hari ini mengubah pola pikir supaya beralih pada sektor pertanian padi," terangnya.

Ditargetkan, tahun 2014, Kabupaten Pamekasan diharapkan sedikitnya 250 hektar lahan sawah bisa tertanami padi. Muaranya, sektor lahan sawah secara keseluruhan nantinya bisa berubah atau merata pada sektor tanaman padi.

"Kalau di wilayah pantura ke tebu, daerah selatan padi. Jadi imbang dan stabil. Sektor

ketahanan pangan, nantinya mampu melakukan vultuasi terhadap penekanan harga besar apabila terjadi suatu kenaikan. Sehingga, budidaya tanam padi dua kali ini mampu memberikan penekanan terhadap sektor pangan yang ada di Pamekasan," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda

Jakarta, RMI NU Tegal

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dai dan daiyah (juru dakwah perempuan) yang digagas Pengurus Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ditunda. Penundaan itu dilakukan karena PP LDNU ingin hajatan besar untuk mengumpulkan para dai dan daiyah dari seluruh Indonesia itu lebih maksimal.

“Penundaan ini terjadi karena arahan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) terkait dengan keinginan agar acara itu lebih optimal dan aksesnya lebih besar,” kata Sekretaris Jenderal PP LDNU Khoirul Huda Baasyir kepada RMI NU Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/12)

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda

Sebagaimana diberitakan situs ini beberapa waktu lalu, PP LDNU berencana mengumpulkan para dai dan daiyah se-Indonesia untuk membahas strategi mempertahankan dan mengembangkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Semula, acara tersebut akan diselenggarakan pada 8-12 Desember tahun ini.

PP LDNU, kata Khoirul—demikian panggilan akrabnya—memohon maaf atas penundaan itu kepada seluruh pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) LDNU se-Indonesia. “Sekali lagi, penundaan ini semata karena agar persiapan yang bersifat nasional ini bisa lebih matang, lebih optimal,” tandasnya.

Mengenai kepastian penyelenggaraan acara yang bertujuan untuk meneguhkan kembali ajaran Aswaja NU itu, Khoirul mengatakan, pihaknya masih akan mengkomunikasikannya kembali dengan para pengurus LDNU. Namun, lanjutnya, kemungkinan akan digelar akhir bulan Januari tahun depan.

“Kemungkinan tanggal 29-31 Januari 2007. Tempatnya, insya Allah di Asrama Haji, Pondok Gede, Bekasi. Nanti, pastinya menunggu hasil rapat kami,” terang Khoirul.

RMI NU Tegal

Berkaitan dengan penundaan acara yang bakal diikuti sekitar 200 orang dai dan daiyah dari 32 propinsi itu, Khoirul berharap kepada PW dan PC LDNU se-Indonesia agar segera mengirimkan formulir pendelegasian peserta. Karena, menurutnya, hingga saat ini baru sekitar 60 persen PW dan PC LDNU yang telah menyerahkan formulir tersebut.

RMI NU Tegal

Ditegaskan Khoirul, peserta Rakernas tersebut terdiri dari lima orang. Di antaranya adalah ketua dan sekretaris PW LDNU se-Indonesia, dua mubalig panggung, masing-masing laki-laki dan perempuan, dan satu akademisi. “Diharapkan mereka dapat memberikan masukan tentang strategi dakwah yang lebih responsif dan sesuai dengan tuntutan zaman,” imbuhnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Tokoh RMI NU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Dua Barang yang Selalu Dihadiahkan Nyai Sofiyah Umar Solo untuk Tamunya

Almaghfurlaha Simbah Nyai Hj Sofiyah Umar (wafat 6 Muharram 1430) asal Solo adalah sosok yang terkenal dermawan. Nyai yang juga istri dari Pengasuh Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Solo, KH Umar bin Abdul Manan ini juga terkenal suka memuliakan tamunya dengan memberi hadiah menjelang kepulangan sang tamu.

Biasanya, seseorang memberikan hadiah sesuai dengan selera penerima. Apa pun bentuk hadiah tersebut, yang terpenting bagi orang awam adalah sesuatu yang memang disukai oleh sang penerima hadiah. Dan, kebanyakan dari mereka tidak mempertimbangkan tingkat kemanfaatan dari barang tersebut. Ibaratnya, asal orang itu suka, maka ia berikan barang tersebut sebagai hadiah.

Namun, lain halnya dengan Nyai Sofiyah atau akrab disapa santri-santrinya dengan panggilan Mbah Ti. 

Dua Barang yang Selalu Dihadiahkan Nyai Sofiyah Umar Solo untuk Tamunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Barang yang Selalu Dihadiahkan Nyai Sofiyah Umar Solo untuk Tamunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Barang yang Selalu Dihadiahkan Nyai Sofiyah Umar Solo untuk Tamunya

“Mbah Ti itu, mempunyai ciri khas ketika memberikan hadiah,  (alternatif pilihannya) hanya dua macam barang,” kenang Ustadz Agus Muhammad Hamim yang merupakan suami dari cucu Mbah Ti dari jalur keturunan Ibu Nyai Hj Maimunah Baidlowie, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo.

Lalu, apakah dua barang tersebut?

RMI NU Tegal

“Kalau tidak sarung, ya mukena,” susul Gus Hamim kemudian.

Saat ditanya mengapa memilih dua barang tersebut, Mbah Ti menjawab, “Barang ini kan gunanya untuk beribadah. Nah, semoga saja saya kecipratan pahala sebabnya.”

Subhanallah, begitu telitinya Nyai Sofiyah ini. Ia bukannya mengabaikan selera penerima hadiah. Namun, darinya dapat dipetik sebuah hikmah bahwa kemanfaatan barang hadiah itu lebih utama, untuk dijadikan barometer dalam memilih hadiah. (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Tokoh, Halaqoh, Nusantara RMI NU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum

Depok, RMI NU Tegal. Prof Thomas Reuter hadir memberikan kuliah umum di Cinema Room, Central Library Area, UI Depok yang diadakan Abdurrahman Wahid Center bekerjasama dengan Vokasi UI, Selasa (12/2). 

Sebelum kuliah disampaikan, peserta yang memadati ruang cinema disuguhi premier pemutaran film berjudul “Religions Diversity in Indonesia: Java Spirit”, sebuah film karya Prof. Reuter dari Melbourne University, Australia.

Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum

Sebagaimana terlihat dalam film tersebut, Prof. Reuter dalam kuliahnya memaparkan bahwa pemeluk agama-agama di Indonesia tidak menyukai kekerasan. Hal tersebut bertentangan dan sekaligus mematahkan anggapan Barat, termasuk Australia, bahwa Indonesia merupakan ‘pondok’ terorisme. Anggapan ini muncul pasca pembom-an di Bali. 

RMI NU Tegal

Terkait masalah global kekinian, Reuter menegaskan pentingnya pendekatan yang bisa mengaitkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Pasca PD II banyak ilmuwan yang menyayangkan rasio yang segitu entengnya diinstrumentalisasi untuk kepentingan duniawi yang tidak berlandaskan pada moral. Sehingga menciptakan kondisi yang pada akhirnya membuktikan bahwa nalar maupun ilmu pengetahua hanyalah alat. 

Dengan begitu, Reuter mempertanyakan apa artinya ilmu pengetahuan jika keadilan tidak tercapai. Bagi Reuter, kebenaran pun yang hanya masuk dalam otak namun tidak masuk ke hati, pada akhirnya tidak akan baik. 

RMI NU Tegal

Selanjutnya, karya profesor yang lancar berbahasa Indonesia ini dapat disimak dalam bukunya berjudul “Faith in The Future: Understanding the Revitalization of Religions and Cultural Traditions in Asia”. Tidak hanya pada keberagaman di Jawa maupun Indonesia, Reuter juga melebarkan ketertarikannya pada wilayah Asia. 

AWC akan menghadirkan Sidney Jones dan pembicara lainnya dan dapat dinikmati pada bulan berikutnya, Ahmad Suaedy selaku Direktur Abdurrahman Wahid Center membuka dan menutup acara ini. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ana A. Farihah 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi brutal militer Israel baru-baru ini terhadap rakyat Palestina yang mengakibatkan puluhan korban jiwa dari kalangan penduduk sipil, termasuk ibu-ibu dan anak-anak.

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina

“Dari dulu Israel selalu seperti itu, tidak pernah mengindahkan kecaman dunia internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (10/7).

Meski demikian, kiai yang akrab disapa Kang Said ini menyerukan kepada warga Indonesia untuk tetap cerdas dalam menyikapi situasi tersebut. Ia mengatakan tak sepakat apabila ada warga Indonesia hendak pergi jihad ke Palestina.

RMI NU Tegal

Menurutnya, pergi jihad ke sana justru akan menambah runyam persoalan. Kontribusi warga Indonesia terhadap Palestina, katanya, bisa diwujudkan dengan berdoa atau penggalangan bantuan kemanusiaan.

“Kita minta pemerintah Indonesia mengeluarkan sikap tegas terhadap tragedi di Palestina,” ujarnya.

RMI NU Tegal

PBNU juga mengaku prihatin terhadap kemelut yang terjadi di Iraq belakangan ini. Namun demikian, Kang Said menegaskan, baik konflik yang menimpa Palestina, Iraq, Suriah, Afganistan, dan Somalia, semuanya berlatar belakang politik, bukan agama.

“Konflik sudah membawa agama, padahal konflik tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan substansi ajaran agama,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Aswaja, Tokoh RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

Surabaya, RMI NU Tegal. Ada yang berbeda di panggung Bazar Ramadhan PWNU Jawa Timur, Jumat (9/6) malam. Karena akan ada prosesi pengibaran bendera merah putih lengkap dengan lagu Indonesia Raya. Yang unik adalah lagu kebangsaan tersebut akan diiringi dengan musik hadrah khas nahdliyyin.

?

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

"Iringan musik hadrah tersebut diaransemen oleh Komunitas Qasidah Surabaya atau KQS," kata Ustadz Zaini, koordinator KQS, Jumat (9/6) pagi. Menurutnya, ini merupakan kreasi baru yang unik. Mungkin baru pertama kali ini lagu Indonesia Raya diiringi musik hadrah, lanjutnya.

?

Penampilan tersebut sebagai mata rangkai episode spesial Ramadhan bertajuk "Romadonesia: Meneguhkan Kembali Khittah Keindonesiaan" yang dipersembahkan Cangkir9. Cangkir9 sendiri adalah forum cangkruk dan fikir yang digagas para pegiat PWNU Jatim. Dan penampilan nanti malam sekaligus memperingati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia versi hijriyah yang tepatnya jatuh 9 Ramadhan.?

RMI NU Tegal

?

Mengingat ini adalah inovasi serta dilakukan kepada lagu kebangsaan yang sakral, KQS mempersiapkan dengan sebaik mungkin. "Lebih dari 20 personel terbaik KQS dihadirkan. Ada yang dari Mojokerto, Gresik, dan yang banyak dari Surabaya sendiri," terangnya.?

?

Untuk arasemennya, pembina di KQS yakni Bapak Buya Arif turun tangan langsung. Yang bersangkutan dikenal sebagai musisi senior dan sangat berpengalaman dalam menggarap aransemen musik islami. "Dalam latihan persiapannya, beliau tampak serius dan jeli dalam memadukan beberapa jenis musik, mulai dari rebana, gambus, biola, bass, bahkan juga angklung," tandasnya.

RMI NU Tegal

?

Kehadiran Buya Arif diharapkan bisa menampilkan lagu Indonesia Raya dalam aransemen hadrah khas NU dengan baik dan berkesan. "Melalui panggung Cangkir9 besok, inovasi kreatif ini diharapkan bisa menginspirasi bahwa nasionalisme melalui lagu kebangsaan dapat dipadukan budaya keislaman dalam hal ini melalui musik hadrah," jelasnya.?

?

Selain lagu Indonesia Raya, mars Syubbanul Wathon juga akan diaransemen versi hadrah. Dalam latihan terakhir kemarin, mars gubahan KH Abd Wahab Chasbullah tersebut terasa lebih hidup dengan chemistry ke-NU-annnya lebih kuat ketika dinyanyikan dengan iringan musik hadrah.

?

Bagi masyarakat yang penasaran dengan penampilan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan versi hadrah bisa hadir di Bazar Ramadhan PWNU Jatim. Lokasinya berada di parkir utara kantor setempat yang beralamat di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB usai shalat tarawih. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Quote, Tokoh RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah

Bondowoso, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso berkerjasama dengan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bondowoso dan Majelis Taklim An Nahdhiyah Kabupaten Bondowoso akan mengadakan lomba Hadrah Perempuan dalam rangka Hari Kesatuan Gerakannya (HKG) dan Harlah Ke-66 Fatayat NU.

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tada 11 April ini di Gedung Olahraga (GOR) Pelita Kabupaten Bondowoso. Peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang jumlahnya ada 23 se-Kabupaten Bondowoso.

Ketua Fatayat NU Bondowoso Nurdiana Khalidah menjelaskan tujuan diadakan lomba ini adalah untuk memberikan pesan dan cara membaca Mahallul Qiyam dengan memakai hadrah yang benar, nyaman, dan khidmat.

"Selain untuk memunculkan kreatifitas, talenta di kalangan Fatayat," imbuhnya.

RMI NU Tegal

Ia berharap ada bacaan yang terstandarkan dengan polesan kreatifitas seni. Ia tidak menginginkan banyak yang lagunya enak, kreasi baru tapi sampai mengubah bacaan dan akhirnya mengubah arti dan memgurangi khidmat dalam membacanya. (Ade Nurwahyudi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Amalan, Tokoh RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika

Kairo, RMI NU Tegal. Bermaksud untuk membawa para pembacanya lebih dengan tantangan yang dihadapi Muslim di Amerika Serikat, sebuah perusahaan besar penerbitan komik Marvel, berencana memperkenalkan Superhero Muslim pertama, yang merefleksikan tantangan bagaimana menjaga keluarga dan ajaran agama ketika sedang melawan penjahat.

“Ketika anda memperkenalkan sesuatu seperti ini, ada risiko yang harus ditanggung,” kata G. Willow Wilson, pengarang komik yang seorang muallaf kepada The New York Times, Rabu 6 November.

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika

“Anda mencoba membawa pembaca pada halaman dan mereka akan melihat seuatu yang berbeda di halaman komik tersebut.”

RMI NU Tegal

Marvel Comics akan memperkenalkan karakter baru ini, yang dinamai Kamala Khan, seorang remaja Muslim yang tinggal di Kota Jersey.

Tidak seperti kisah superhero lainnya, tidak ada peledakan planet, kematian keluarga atau laba-laba terkena radiasi yang menyebabkan terciptanya Kemala.

RMI NU Tegal

Tokoh ini tercipta setelah adanya ide dari perbincangan antara Sana Amanat dan Steve Wacker, dua orang editor di Marvel.

“Saya menceritakan kepadanya tentang anekdot gila masa kecil saya tumbuh sebagai seorang Muslim Amerika,” kata Amanat.

“Dia melihatnya sebagai sebuah kegembiraan.”

Kedua editor tersebut mendukung ide karena kelangkaan superhero perempuan dalam keragaman budaya.

Muncul dalam sebuah seri baru, superhero anyar ini digambarkan menghadapi tantangan keluarga dan agama.

“Saudara laki-lakinya sangat konservatif,” kataAmanat.

“Ibunya sangat takut dia bersentuhan dengan laki-laki dan hamil> Ayahnya menginginkan dia konsentrasi belajar dan menjadi seorang dokter.”

Seluruh tim kreatif mengumumkan mereka siap dengan segala kemungkinan reaksi yang muncul. 

“Saya mengharapkan beberapa diantaranya negatif,” kata Amanat, “tidak hanya dari orang yang anti Muslim, tetapi juga dari Muslim dan ingin karakter yang digambarkan cukup cerah.”

Tetapi “ini bukan sebuah misi agama” kata Wilson. “Sangat penting bagi saya untuk menggambarkan Kamala sebagai seseorang yang sedang berjuang dengan keyakinannya.”

Mereka berharap adanya keberhasilan, khususnya dengan menggambarkan Kemala sebagai gadis Amerika pada umumnya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Khutbah, Tokoh RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Jakarta, RMI NU Tegal. Rangkaian "10 Tahun RMI NU Tegal" secara resmi akan dibuka Kamis (28/3) nanti malam di lantai delapan gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pukul 19.30-22.00. Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj atau yang mewakili memberikan sambutan.



Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Sebelum itu, Pemimpin Redaksi RMI NU Tegal Syafi Alielha akan mengucapkan selamat datang dan akan membacakan agenda "10 Tahun RMI NU Tegal" yang akan dilaksanakan selama empat bulan berturut-turut, Maret hingga Juni 2013.

Pada malam itu, Asrul Sani Award akan diserahkan oleh keluarga almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani, kepada lima orang terpilih, dengan kategori Kesetiaan Berkarya, Sineas Berbakti, Penulis Serba Bisa, Tokoh Legendaris dan Pelestari Karya.

Pidato Kebudayaan oleh M. Jadul Maula akan memuncaki acara malam nanti. Sementara D. Zawawi Imron (penyair), Ahmad Tohari (novelis), Sagaf Faozata (violis) dan Faisal Kamandobat (penyair), akan turut mendukung acara tersebut. "Biar berkah," kata Faisal.

 

RMI NU Tegal

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, Hadits, Tokoh RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Pagar Nusa Didirikan Para Kiai untuk NU dan Bangsa

Bondowoso, RMI NU Tegal

Pagar Nusa yang lahir pada tanggal 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, merupakan hasil inisiatif para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka mendirikan organisasi pencak silat NU ini tidak cukup satu atau dua bulan hingga pada tahun 1991 Pagar Nusa resmi dari status sebagai lembaga menjadi badan otonom NU.

Pagar Nusa Didirikan Para Kiai untuk NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Didirikan Para Kiai untuk NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Didirikan Para Kiai untuk NU dan Bangsa

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Timur H Faidhul Mannan pada acara pelantikan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Bondowoso di depan mushala kantor PCNU Bondowoso Jalan KH Agus Salim No. 85 Belindungan, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (24/2) siang.

Ia lalu menjelaskan tentang tujuan didirikannya Pagar Nusa. Sesuai dengan namanya, kata Mannan, Pagar Nusa diharapkan menjadi pagar NU dan bangsa. Di NU, Pagar Nusa bertanggung jawa menjadi pagar bagi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Di samping, Pagar Nusa berkewajiban menjaga keutuhan NKRI.

RMI NU Tegal

“Saya memohon kepada putra-putri nahdiyin yang merasa senang silat hendaklah berlatih kepada Pagar Nusa,” ajak Mannan sembari menjelaskan bahwa Pagar Nusa juga siap menjadi pagar bagi anak-anak dari pengaruh Narkoba.

Acara pelantikan PC PSNU Pagar Nusa Bondowoso masa periode 2015-2020 tersebut diikuti semua anggota dari 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PSNU Pagar Nusa se-Kabupaten Bondowoso. Perhelatan bertajuk “Melestarikan Budaya, Meneguhkan NKRI" ini juga dimeriahkan dengan sejumlah atraksi pendekar Pagar Nusa. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, RMI NU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

RMI NU Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

RMI NU Tegal

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Tokoh RMI NU Tegal

Senin, 06 November 2017

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Metro, RMI NU Tegal. Memperingati 83 tahun hari lahir Gerakan Pemuda Ansor, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung bekerja sama dengan Paguyuban Purwoasri Bersatu menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif dengan menurunkan kader Banser yang telah teruji menyembuhkan masyarakat sejumlah provinsi di Indonesia.

"Ini upaya mematuhi apa disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, daripada ngalor-ngidul,kesana kemari pamer bendera, pamer simbol, lebih baik berbuat," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, di Metro, Kamis (6/4).

Tatang menambahkan, bakti sosial penyembuhan alternatif ATS Metode tersebut digelar di Masjid Ar Rohim, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Sabtu 8 April 2017, pukul 08.00-16.00 WIB. Informasi dan pendaftaran, Asiten Perbekalan (Askal) Satkorwil Banser Lampung, Maryanto di nomor 081272469630.

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Satkorwil Banser Lampung, kata dia menambahkan, menurunkan Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto untuk menyembuhkan 70 masyarakat Metro yang sakit.

Aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan itu, ujar Tatang lagi, akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat, ? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

RMI NU Tegal

"Saya sakit maag akut. Alhamdulillah sembuh dengan penyembuhan relatif cepat dan tidak sakit," ujar Ketua PC GP Ansor Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Edi Rahmadi.

Pernyataan senada disampaikan Aba Rouf, warga Paser, Kalimantan Timur. Saat mengikuti kegiatan, ? penyakit maagnya kambuh.

"Setelah disentuh sebentar oleh sahabat Gatot selaku instruktur kegiatan, Alhamdulillah ada perbaikan. Tidak terasa sakit, langsung ada reaksi, sekitar tiga menit. Saya membuktikan sendiri jadi saya yakin bukan dibuat-buat," kata Rouf lagi.

?

Warga Muna, Sulawesi Tenggara, Farahu juga memberikan kesaksian mengenai ATS Metode. Saat mengikuti kegiatan dan Gatot menjadi instruktur, dirinya terserang demam ? sehingga keluar dari ruang ber-AC.

RMI NU Tegal

"Tapi setelah disentuh-sentuh sebentar tanpa sakit oleh instruktur kami, ada perubahan sehingga tak berapa lama berani masuk ruangan ber-AC lagi," kata Farahu. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Syariah RMI NU Tegal

Minggu, 05 November 2017

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Jepara, RMI NU Tegal - Ada yang menarik dari strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016-2017 MTs Nurul Islam Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika biasanya madrasah atau sekolah lain lebih menonjolkan program unggulan penguasaan bahasa asing atau keterampilan untuk bekal bekerja tetapi MTs yang kerap disebut Nuris ini membuka program unggulan kitab kuning.

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Program unggulan baca kitab kuning dengan metode Ibtidai ini tidak tiba-tiba dibuka tahun ini. Tetapi separo semester kemarin sudah mengujicobanya.

RMI NU Tegal

Hasil pasca ujicoba nyatanya berhasil. kurang lebih 60% siswa dari kelas 7-9 yang mempelajari kitab Tijanuddurari sudah mampu membaca kitab tanpa makna gandul.

Sehingga minat siswa yang cukup tinggi terhadap metode ini juga berdampak positif bagi MTs khususnya sebagai ciri khas dan unggulan.

RMI NU Tegal

Ditanya kenapa harus program unggulannya kitab kuning, Abdul Rohman, Waka Kesiswaan MTs Nuris menjawab karena ingin mengembalikan image masyarakat seperti tempo dulu.

“Dulu era KH Mudhoffar Fatkhurrohman yang termasuk salah satu pendidikan Yayasan Nurul Islam waktu beliau masih aktif mengajar, Nuris dikenal dengan kitab kuningnya khususnya kitab fiqih dan kitab amaliyah NU,” katanya saat dihubungi RMI NU Tegal, Sabtu (11/06).

Dari ciri khas zaman dulu itulah yang menyebabkan tenaga pendidik yang dimiliki Nuris menjadi guru/ kiai di tengah-tengah masyarakat seperti K. Muzaekhan, K. Muh. Nidhom serta Ahmad Jamaluddin.

Dipilihnya metode Ibtidai karena metode cepat penguasaan kitab kuning itu adalah embrio apa yang telah diajarkan kiai Mudhoffar. Sehingga metode tersebut tetap terus dipelajari dan dijaga agar tidak hilang. “Serta sebagai amal beliau meninggalkan ilmu yang manfaat,” imbuh lelaki yang sudah mengajar di MTs Nuris lebih dari sepuluh tahunan ini.

Embrio dari metode tersebut kemudian disempurnakan menjadi metode Ibtidai karya K. Mujahidin Rahman yang juga alumni MTs Nuris. Rencananya program unggulan ini setiap pekan akan diajarkan kepada anak 2 jam pelajaran (2 x 45 menit).

Untuk kelas 7 menggunakan kitab Tijanuddurari diajar Abdul Rohman, kelas 8 kitab Safinatunnajah diajar Ahmad Jamaluddin dan kelas 9 kitab Ta’lim Mutaallim diajar K. Moh Nidhom.

Diberlakukannya program ini lanjutnya mewakili Kepala Madrasah Ali Asyhari agar siswa mencintai, memahami dan mengamalkan isi kitab kuning yang dipelajari yang merupakan peninggalan para ulama sholih sehingga berpikiran yang luas dan mengamalkan ajaran Aswaja.

Dengan program tersebut harap putra K. Muh. Suhaimi ini kitab kuning bukan menjadi sesuatu yang sulit dan menakutkan untuk anak-anak yang tidak mondok di pesantren. Apalagi jargon metode ibtidai itu mudah, ringan, tanpa beban hafalan.

“Semoga dengan metode baca kitab ini Nuris berjaya kembali,” harap Abdul Rohman. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock