Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Bondowoso, RMI NU Tegal - Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional mengadakan acara Nonton Bareng Film “Cahaya dari Timur” bersama pemuda lintas agama yang ada di Bondowoso, Jawa Timur.

Kegiatan yang dikemas dengan sederhana ini dilaksanakan di halaman Kampus Akedemi Komunitas Negeri Bondowoso (Akom) Kabupaten Bondowoso, Rabu (16/11) malam.

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Koordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan hari toleransi mulai diperingati oleh dunia pada tahun 1995. Menurutnya, malam itu adalah momentum untuk merajut kerukunan di tengah perbedaan.

RMI NU Tegal

“Gus Dur pernah bilang Keberagaman adalah bahasa keindahan Tuhan. Menolak keberagaman, memaksakan segala perbedaan, berarti tidak pernah mengakui eksistensi Tuhan,” tuturnya.

Kepala sekolah SMK NU Tenggarang ini berpendapat bahwa agama adalah wilayah pribadinya dengan Tuhan. Sementara hubungan sosial adalah hal lain. “Ketika saya keluar dari tempat ibadah, berarti kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, itulah ke indahan keberagaman," ucapnya di hadapan peserta yang sekaligus mewakili pihak Islam dalam pertemuan itu.

Sementara perwakilan Buddha, Hermawan, mengaku bersyukur Gusdurian mengajaknya berkumpul bersama komunitas lintas agama. Ini merupakan pertemuan pertama yang ia ikuti bersama Gusdurian.

RMI NU Tegal

"Saya harap kegiatan ini bisa di laksanakan setiap tahun mungkin kita bisa lebih kompak, lebih maju mudah-mudahan Gusdurian lebih jaya, lebih kompak , banyak teman-temannya untuk kepadulian," harapnya.

Sambutan juga datang dari agama lain secara bergiliran. Acara tersebut dihadiri para pemuda lintas komunitas dan agama, antara lain Kristen, Buddha, Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bondowoso, OSIS SMA NU Bondowoso, serta organisasi kepemudaan lainnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama, Fragmen RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil

Jakarta, RMI NU Tegal?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengaku resah terhadap watak masyarakat yang begitu menyebarkan berita bohong. Dia juga mengaku sedih terhadap masyarakat yang gampang terpengaruh berita bohong tersebut yang kadang-kadang bermuatan mengadu domba.

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil (Sumber Gambar : Nu Online)
Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil (Sumber Gambar : Nu Online)

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil

"Kita seperti kembali ke zaman Qabil dan Habil, memangsa sesama kita, masing-masing memperlihatkan keganasannya," kata kiai yang akrab disapa Gus Mus, di acara Mata Najwa, Jakarta, Rabu (4/1) sebagaimana dikabarkan Metronews.com.

Qabil dan Habil merupakan putra Nabi Adam AS. Qabil adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan. Orang yang dibunuh Qabil adalah adik kandungnya sendiri, Habil.

Masih dikutip dari berita tersebut, Menurut Gus Mus, berita bohong atau dikenal dengan hoax yang berisi kebencian biasanya membawa sentiman suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA). Mirisnya, ramai masyarakat termakan berita fitnah itu.?

RMI NU Tegal

Karena itu, Gus Mus meminta masyarakat menjauhi fitnah. Dia berharap masyarakat Indonesia tetap bersatu dan tak terpengaruh berita bohong. Terlebih kepada umat muslim.

"Orang islam yang paling bertanggung jawab karena kita yang mayoritas. Kita tidak memperlihatkan kegagahan kita sebagai mayoritas. Baik buruknya suatu negara tergantung mayoritasnya," pungkas Gus Mus.

Karena maraknya berita hoax, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkannya. Pernyataan tersebut mengemuka pada forum bahtsul masail yang diikuti para kiai NU di PBNU, Jakarta pada Kamis (1/12) tahun lalu. ?

Bagi LBM PBNU perilaku membuat dan menyebarkan berita hoax banyak sekali mudaratnya, yaitu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.?

RMI NU Tegal

“Seharusnya media sosial menjadi sarana sliaturahim dan perekat persatuan, bukan kebencian dan permusuhan,” ungkap salah seorang pantia forum bahtsul masail tersebut, H. Sarmidi Husna.?

Ia mengimbau semakin canggihnya teknologi informasi seharusnya dibarengi dengan kemampuan menyeleksi dan berita. (Abdullah Aalawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pahlawan RMI NU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Pelajar NU MA Plus Al-Hikam Gelar Pelatihan Jurnalistik

Sumedang, RMI NU Tegal - Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU MA Plus Al-Hikam pada Rabu (28/9) mengadakan pelatihan jurnalistik di Aula Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri, Sumaedang, Rabu (28/9). Sebanyak 150 siswa MA Plus Al-Hikam ini mempelajari teori penulisan dan bimbingan praktiknya.

Materi dalam pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama memuat teori jurnalistik. Sementara sesi kedua memuat praktik menulis. Pemateri pada sesi pertama salah satu wartawan senior harian Pikiran Rakyat Ahmad Setiaji. Ia mengupas teori dasar jurnalistik dan pentingnya tulisan sebagai media dakwah.

Pelajar NU MA Plus Al-Hikam Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU MA Plus Al-Hikam Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU MA Plus Al-Hikam Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selain itu Ahmad selalu memberikan motivasi kepada para peserta untuk lebih semangat dalam menulis. Menulis itu mengasyikan, banyak sekarang orang menjadi kaya gara-gara sering menulis. Menulis juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk berdakwah. Berdakwah di zaman sekarang tidak cukup dengan berceramah, tapi harus ditulis. “Karena itu ayo menulis mulai dari sekarang dan jangan takut memulai menulis,” ajak Ahmad.

Pemateri pada sesi kedua adalah pengurus Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Sumedang. Ketua LTN NU Kabupaten Sumedang Ayi Abdul Kohar dibarengi oleh beberapa pengurus LTN NU lainnya membimbing para peserta pelatihan jurnalistik untuk praktik membuat tulisan.

RMI NU Tegal

Ayi menyampaikan bahwa seluruh panitia dan peserta pelatihan jurnalistik merupakan kader Nahdlatul Ulama. Kader NU harus dilatih cara berorganisasi dan harus pandai menulis. Saat ini banyak tulisan-tulisan di media yang penulisnya bukan dari orang NU. Karena penulisnya bukan orang NU maka muatan isi tulisannya pun banyak yang tidak sepaham dengan NU yang rahmatan lil alamin.

RMI NU Tegal

Ini merupakan tantangan untuk generasi atau kader NU ke depan. Ilmu biar tidak lepas maka harus diikat, dan alat untuk mengikatnya yaitu tulisan. Coba lihat ulama-ulama terdahulu. Mereka sangat produktif dalam menulis. Kitab-kitab kuning atau kitab salaf yang sering dipelajari di pesantren-pesantren, itu semua hasil karya tulisan para ulama terdahulu.

“Kita sebagai generasi muda NU harus mengikuti jejak para ulama. Pandai-pandailah dalam menulis,” tutup Ayi Abdul Kohar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Jember, RMI NU Tegal

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Jember H. Hobri Ali Wafa menyatakan mendukung dan siap melaksanakan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bahwa hari masuk sekolah tetap enam hari, mulai Senin hingga Sabtu.

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

“Kami siap mengikuti apa pun perintah PBNU. Kalau memang diinstruksikan tetap 6 hari sekolah, maka sekolah-sekolah di bawah LP Maarif di Jember, ya tetap 6 hari, dan mungkin juga Maarif di seluruh Indonesia sama,” jelasnya.

Kamis (15/6), PBNU secara eksplisit menolak kebijakan baru Kemendikbud tentang pemangkasan hari sekolah yang berakibat penambahan durasi belajar pelajar menjadi delapan jam sehari.

RMI NU Tegal

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berpandangan, daripada membuat kebijakan baru yang merugikan, Kemendikbud sebaiknya fokus pada peningkatan kualitas sistem pendidikan yang sudah ada. PBNU bahkan mengancam melakukan boikot bila kebijakan baru tersebut dipaksakan berlaku secara nasional.

RMI NU Tegal

(Baca: Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari)



Kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk memberlakukan 8 jam pelajaran perhari atau 40 jam dalam seminggu juga mendapat reaksi keras dari Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Akhmad Taufiq. Ahad (11/6), Dosen Universitas Jember itu mengeluarkan rilis menyikapi keputusan sang menteri yang? kontroversial tersebut.

Menurutunya, kebijakan tersebut terlalu dini untuk diterapkan di Indonesia, dan cenderung dipaksakan, karena belum mempertimbangkan secara seksama karakter? dan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam. “Mestinya, aspek nasionalitas keindonesiaan menjadi pertimbangan utama dalam segala bentuk kebijakan pendidikan yang dilakukan (Muhadjir Effendy),” tuturnya.

Ia menambahkan, kalau penerapan 5 hari sekolah itu dilandaskan pada alasan untuk memenuhi minimal 40 jam pelajaran dalam seminggu, sungguh merupakan alasan yang tidak mendasar. Alasan tersebut baru pada tataran normatif dan prosedural semata. Sedangkan pada? tataran substantif tidak memenuhi derajat orientasi visional pendidikan nasional. “Karena itu kami menyerukan? agar keputusan 5 hari sekolah itu dibatalkan demi stabilitas dan kondusivitas pendidikan nasional yang sedang berjalan,” lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Aswaja, Fragmen RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng

Brebes, RMI NU Tegal.

Ferial Farchan dari Brebes dan Sri Nur Ainingsih (Blora) mendapat kepercayaan menakhodai Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah. Mereka terpilih dalam Sidang Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XV dan IPPNU XIV untuk periode 2016-2019, di pondok pesanteren Assalafiyah Luwungragi Brebes, Rabu (13/12).

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng

Agenda sidang pemilihan Ketua PW IPNU berlangsung alot karena itu harus dilaksanakan dua putaran. Dalam tata tertib pemilihan, calon minimal harus mengantongi 12 suara. Pada putaran pertama, Feri mengantongi 21 suara dan rivalnya Kholid dari Kendal mendapatkan 14 suara dari 35 suara yang diperebutkan.

Akhirnya pada putaran kedua, Feri hanya kehilangan 1 suara, yakni berubah menjadi 20 sedangkan Kholid berhasil menambah 1 suara sehingga menjadi 15 suara. Namun demikian, Feri tetap unggul untuk menggantikan Amir Mustofa Zuhdi untuk periode tiga tahun mendatang.?

Sementara Sri Nur Ainingsih (Blora) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW IPPNU Jawa Tengah menggantikan Umi Saadah. Ain menjadi calon tunggal saat pelaksanaan sidang pemilihan yang yang berlangsung hingga jam 02.00 dini hari pada Rabu (13/12) .

RMI NU Tegal

“Ini hanya amanat Allah SWT, lewat kepercayaan rekan-rekan IPNU se Jawa Tengah, mohon doa restunya semoga bisa mengemban amanat ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Feri ketika ditemui RMI NU Tegal diarea Konferwil.

Ke depannya, lanjut Feri, dia bertekad siap mengawal Pelajar NU Jawa Tengah untuk lebih meningkat kualiatas. Dan IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan pengawal Ahlussunnah wal-Jamaah Annahdliyah.?

Selain itu, dia berharap IPNU IPPNU menjadi solusi para pelajar untuk menjadi benteng moral serta penangkal atas segala paham radikalisme.?

Konferwil dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi Senin malam (12/12/16) di Ponpes asuhan Rois Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun.

RMI NU Tegal

Berbagai kegiatan untuk menyemarakan gelaran konferesi juga digelar, diantaranya, Talkshow bersama Menpora RI, Seminar Anti Radikalisme oleh Wakapolda Jateng, ? Lomba pembuatan film pendek, Festival musik hadroh, pemilihan duta Pelajar NU Jawa Tengah, ? pemutaran film "Jalan Dakwah Pesantren" karya RMI NU Tegal, ? dan pementasan seni musik dari Kemensos RI.?

Acara inti, berupa sidang-sidang Konferwil yang terdiri dari sidang komisi, sidang laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2013-2016, dan sidang pemilihan ketua PW IPNU IPPNU Jateng masa khidmat 2016-2019.

Konferwil bertajuk "Menjaga keberagamaan di tengah keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa" merupakan permusyawaratan tertinggi dari IPNU IPPNU tingkat Provinsi Jawa Tengah. Didalamnya juga membahas arah pergerakan organisasi IPNU IPPNU tiga tahun kedepan.?

Utusan resmi tiap kabupaten sejumlah tiap cabang 10 orang 35 cabang se-Provinsi Jateng, namun peserta yang hadir mencapai 1000 lebih kader IPNU IPPNU Se Jawa Tengah. (wasdiun/abdullah alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Makam, Pesantren RMI NU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi

Brebes, RMI NU Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor kini makin menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, gerakan Islam Transnasional makin terang-terangan menyerang paham ahlussunah wal jamaah. Apalagi dengan telah kembalinya tokoh panutan kita, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Untuk itu, Ansor di minta menjadi benteng terdepan untuk menghalau segala gerakan islam transnasional yang nota bene pelakunya juga para generasi muda. ”NU, juga perlu memiliki kesaktian mandraguna secara fisik yang bisa dilakoni oleh para Ansor,” ujar Mantan Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PC) NU Brebes KH Mansyur Tarsudi saat menemui PC GP Ansor Brebes di rumahnya Jumat (19/2).

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi

Menurutnya, Ansor juga perlu memiliki kesaktian batiniah. Wujudnya, dengan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. ”Kendati masih muda, jangan lupakan tasbih sebagai alat untuk berdzikir,” pesannya.

RMI NU Tegal

Dua kekuatan, lanjutnya, yakni kekuatan lahir dan batin akan menyeimbangkan gerak langkah Ansor. Sehingga ansor tidak bisa terombang-ambing dengan badai apapun yang menerpa kehidupan berorganisasi.

Sedang KH Subekhan Makmun, menyarankan agar Ansor dalam kegiatannya lebih menyentuh pada kehidupan sosial. ”Selain berkutat dalam kegiatan taklim, ansor hendaknya menguatkan pada aktivitas mabarot (kegiatan sosial, red),” pinta KH Subekhan yang juga mantan Rais Suriyah PC NU Brebes.

RMI NU Tegal

Dia mengingatkan, bahwa kita akan ditolong bila menolong orang kecil. ”Ansor itu sendiri artinya penolong. Maka sangat tepat bila kegiatan sosial lebih di teguhkan lagi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap akan kemantapan Ansor dalam meneruskan program-program NU. Pasalnya, Ansor itu pada hakekatnya sebagai tulang punggungnya NU. ”Dipundak Ansor lah masa depan NU ini dipertaruhkan,” ucapnya dengan tegas.

Mantan Rais Suriyah PC NU Brebes lainnya KH Said Basalamah, memberi tausiyah agar Ansor senantiasa menjaga kesabaran dalam mengayuh roda organisasi. Pasalnya dalam setiap langkah kehidupan dipastikan akan menemui hambatan. Namun hambatan tersebut jangan dijadikan kendala tapi harus diambil hikmahnya.

Kiai Said memberikan petunjuk kalau dalam Surat 18 ayat 45 Allah SWT sudah memberi rambu-rambu bahwa hidup ini membutuhkan kesabaran dan hati-hati dalam sholat. Yang maksudnya, kita harus sabar untuk mencapai kesuksesan.

Dengan berbagai model tantangan dan hambatan, akan terbersit hikmah sebagai petunjuk ke arah yang di ridloi Allah SWT. ”Problem itu, sebuah seni kehidupan maka perlu dinikmati. Jangan lari dari problem tapi perlu dicari solusi,” tandasnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Brebes H Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz, kegiatan silaturokhmi kepada para mantan Rais Suriyah PC NU Brebes sebagai sikap tawadlu. Sebagai orang muda, perlu meminta petunjuk dan arahan dari para sesepuh. Sehingga tidak terjadi salah jalan.

Dalam safari Silaturokhmi ini, Gus Mudrik menjelaskan tentang personalia pengurus PC Ansor Brebes periode 2009-2012. Selain itu, menerangkan program kerja selama tahun 2010. Dia meminta maaf karena baru bersilaturrahmi akibat keterbatasan waktu. Sebab pada tahun pertama, menguatkan konsolidasi ke dalam jajaran pengurus. ”Alhamdulillah, 8 PAC yang dulunya vakum, kini telah kembali bangkit dan sudah dilantik,” tutur Gus Mudrik kepada para Mantan Rais itu.

Dia menjelaskan, kegiatan Silaturahmi tahap pertama kepada para mantan Rais yang berdomisili di wilayah Brebes utara. ”Tahap kedua, nanti untuk para Kiai di Brebes selatan,” pungkasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen RMI NU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Ijtihad dalam Tafsir Al-Qur’an

Dewasa ini, muncul arus pengerasan dalam agama berupa keinginan sekelompok orang untuk menjadikan Islam sebagai instrumen formal. Menjadikan Islam sebagai hukum formal yang kaku dan keras, diperbandingkan dengan ideologi bangsa berupa Pancasila dan nilai-nilai kesatuan yang telah terumuskan oleh pendiri bangsa, dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keinginan ini, sejalan dengan keinginan untuk membentuk khilafah, dalam bayangan mereka sebagai operasionalisasi konsep negara berdasar Islam.

Keinginan untuk menciptakan tatanan baru dalam bernegara, kemudian menjadi cara pandang dalam menghayati nilai-nilai Islam. Segala masalah dikembalikan solusinya dengan dalil-dalil Al-Quran, sementara problematika sosial sudah melampaui itu, yang membutuhkan ijtihad, serta metodologi hukum berdasarkan kesepakatan ulama (Ijma) maupun Qiyas. Perbedaan pandangan yang cukup tajam inilah, yang kemudian menjadi dinamika dalam masyarakat muslim Indonesia.

Melalui buku ini, Prof. Dr. Umar Syihab, ingin mengajukan sebuah cara pandang dalam memahami Al-Quran. Umar Syihab mengajukan perspektif dalam berijtihad, dengan tetap menggunakan Al-Quran sebagai acuan dasarnya. Menurut Umar Syihab, ijtihad perlu dipahami dalam kerangka yang positif, bukan dalam rangka bidah atau mendekonstruksi pondasi agama.

Ijtihad dalam Tafsir Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Ijtihad dalam Tafsir Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Ijtihad dalam Tafsir Al-Qur’an

Ijtihad berasal dari kata Ja-ha-da, yang bermakna mencurahkan segala kemampuan atau menanggung beban kesulitan. Dari pemahaman ilmu sharaf, kata ijtihad mengikuti wazan (timbangan) iftial yang menunjukkan arti berlebih (mubalaghah) dalam melaksanakan sebuah persoalan. Secara etimologis, dapat diketahui ijtihad bukanlah sebuah usaha yang gampang dan ringan. Untuk memperoleh hasil yang optimal, segenap kemampuan dan daya pikir harus dikerahkan secara padu dan simultan. Itulah sebabnya, sebagian ulama lebih cenderung memakai kata istifragh atau istifragh al-juhd, sebagai penekanan yang mendalam tentang kesungguhan maksimal yang harus dikerahkan dalam aktifitas ijtihad.

Sedangkan, secara terminologis, para ? ulama berbeda pendapat dalam memahami ijtihad. Ada beberapa pandangan yang dapat menjadi acuan: (1) Muhammad Musa Thawana: ijtihad merupakan segala daya upaya dari seorang ahli hukum Islam untuk menggali hukum-hukum syara yang berstatus cabang (furuiyyah) dari dalil-dalilnya. (2) Syaikh Muhammad al-Khudari Beik: ijtihad yaitu mencurahkan kesungguhan dalam menggali hukum syara dari dalil al-Syari sebagai dalil, yakni Al-Quran dan Sunah; (3) Al-Allamah Abdullah Darraj: ijtihad merupakan usaha yang dilakukan seseorang dengan segala kesungguhan dan mengerahkan segala kemampuan yang dapat menghasilkan kaidah hukum. Ijtihad di bidang hukum ada dua tingkatan: (a) yang dikhususkan pada seseorang yang memiliki kemampuan atau keahlian yang sempurna dalam berijtihad, (b) ijtihad untuk menerapkan hukum-hukum syara. Di sini, ada pengkhususan bahwa suatu golongan boleh melakukan ijtihad, sedangkan yang lain tidak (hal. 120-1).

Rasionalisasi Agama?

Dalam pandangan Umar Syihab, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran menerobos batas-batas geografis dan demografis dengan segala implikasinya. Serta, menembus lapisan-lapisan kultural dan sosial dengan segala keragaman dan keunikannya. Pada saat yang sama, nilai-nilai Al-Quran diperhadapkan pada: (1) keharusan mewujudkan tuntunannya melalui penafsiran yang bersandarkan pada realitas budaya lokal; (2) keharusan mempertahankan kontunuitas dan keautentikannya sepanjang zaman. Dalam hal ini, Umar Syihab mengungkapkan bahwa, dinamika tersebut dapat diatasi dengan tidak menjadikan nilai-nilai Al-Quran hanyut dalam tradisi masyarakat, akan tetapi pemahaman dan cara berpikir masyarakat lah yang perlu dirasionalisasi serta disegarkan kembali.

RMI NU Tegal

Dengan demikian, penyegaran dalam memahami Al-Quran ? dan Sunah sebagai pondasi utama Islam, dapat menguatkan proses membangun peradaban Islami. Umar Syihab mengidamkan masyarakat yang berkualitas Qurani. Dalam argumentasinya, masyarakat yang berkualitas Qurani adalah masyarakat yang menghayati realitas sosiologis dan teologisnya secara seimbang. Sehingga, apabila seseorang dikatakan muttaqin (orang yang bertaqwa), maka wujud tertingginya bukan semata-mata terefleksi pada pelaksanaan ibadah-ibadah mahdah yang bersifat individual dan vertikal (hablun minallah), tapi juga ibadah-ibadah ghairu mahdah yang bersifat sosial dan horizontal (hablun minannas) (hal. 213).

Argumentasi penyeimbangan ibadah mahdah dan ibadah ghairu mahdhah inilah yang menjadi perspektif penting, bahwa manusia harus mengutamakan komunikasi dengan Allah, tanpa melupakan fitrah dirinya sebagai makhluk sosial, yang membutuhkan makhluk lain.

Tujuan utama buku ini, adalah bagaimana membuat masyarakat muslim tidak berselisih dan berpecah belah. Semangat, ide, harapan tokoh-tokoh muslim yang bersentuhan dengan pengalaman serta pengetahuan Umar Syihab, menciptakan persatuan dan Ukhuwah Islamiyyah sembari meninggalkan sifat fanatik, hasud dan benci. Penulis buku ini, yang mendapat amanah dalam jajaran Majelis Ulama Indonesia—di Komisi Ukhuwwah Islamiyyah—menjadikan buku ini sebagai acuan untuk persatuan kaum muslim, khususnya dalam memaknai semangat Al-Quran.

Data Buku

RMI NU Tegal

Judul Buku ? ? ? : Kapita Selekta Mozaik Islam: Ijtihad, Tafsir dan Isu-Isu Kontemporer

Penulis ? ? ? ? ? : Dr. Umar Syihab

Penerbit ? ? ? ? ? : Mizan

Tebal ? ? ? ? ? ? ? : 464 halaman?

Cetakan ? ? ? ? ? : November 2015

ISBN ? ? ? ? ? ? ? ? : 978-979-433-853-7





Peresensi: Munawir Aziz, peneliti, alumnus Pascasarjana UGM



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Pamekasan, RMI NU Tegal - Para pengurus dan anggota Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) tampak memadati masjid jamik Agung Asy-Syuhada Kabupaten Pamekasan, Kamis (21/12) malam pukul 20.00-22.00 WIB. Bersama remaja masjid (remas) setempat, mereka melakukan gerak batin sebagai wujud kepedulian terhadap umat Palestina yang sedang ditindas Israel.

Isi gerak batin meliputi membaca hizib nashor 21 kali tiap jamaah dan membaca shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali yang dipimpin Kiai Fudail Thibyan. Sementara doa bersama dipandu oleh KH Idris Hamid.

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Ketua Pimpinan Wilayah IASS Pamekasan Abd Mujib Tibyan menegaskan, umat Islam khususnya kaum santri harus pro-aktif dalam membantu Palestina. Jika tidak memungkinkan hadir langsung membantu secara fisik atau material, bisa dengan cara immaterial.

RMI NU Tegal

"Gerakan batin dengan membaca hizib dan shalawat Nariyah ini bagian dari ijtihad membantu Palestina. Semoga saudara-saudara kita di Palestina mendapatkan pembebasan dalam waktu dekat," tegas Mujib.

Wakil Ketua IASS KH Idris Hamid menegaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tiada lain untuk sama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Palestina.

"Kita wajib berbuat bila ada sesaudara kita tertindas. Minimal dengan mendoakannya," terang Pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan tersebut.

RMI NU Tegal

Ketua Remas Agung Asy-Syuhada Muhammad Nadir yang turut hadir mengucapkan terima kasih kepada IASS Pamekasan. Sebab, alumni santri Sidogiri telah mau melibatkan remas dan menjadikan masjid agung Asy-Syuhada sebagai tempat kegiatan gerak batin.

Ia berharap “Semoga saudara-saudara kita di Palestina lekas mendapatkan kebebasan.” (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pahlawan, Fragmen RMI NU Tegal

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan

Pringsewu, RMI NU Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Ridwan Syuaib mengatakan bahwa Allah SWT telah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling menjadi pasangan, sehingga tercipta ketenangan dalam hidup. Jadi ketika seseorang tidak memiliki pasangan maka bisa dipastikan kehidupannya tidak akan tenang.

Demikian dikatakannya saat memberikan mauidzah hasanah pada Walimatun Nikah Putra Bupati Pringsewu H Sujadi, Ahmad Zaini dengan Silmi Nurlaili ini, di Desa Gemah Ripah Pagelaran Pringsewu, Sabtu (30/12).

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan

Kiai yang akrab disapa Abah Ridwan ini lebih lanjut memberikan tips bagaimana hubungan yang terjadi antara suami dan istri dalam sebuah keluarga akan mengarah kepada sakinah mawaddah wa rahmah. Tips tersebut membutuhkan kerja sama masing-masing pasangan agar apa yang dicita-citakan bersama dapat tercapai.

"Dalam berumahtangga, setiap pasangan harus saling cinta. Karena cinta adalah modal awal dari bahtera rumah tangga," kata Abah Ridwan.

Selanjutnya Abah Ridwan mengatakan bahwa dalam membina rumah tangga, setiap pasangan harus saling membantu baik bantuan bersifat lahir maupun batin.

RMI NU Tegal

"Kalau suami repot, dibantu. Begitu juga saat istri repot, suami juga harus memberikan bantuan," katanya.

Jika muncul permasalahan dalam kehidupan bersama, maka suami dan istri harus saling bermusyawarah dengan baik agar permasalahan yang dihadapi tidak melebar serta dapat diselesaikan.

Pasangan suami istri juga harus saling menghargai pendapat masing-masing dan menjaga perasaan agar kebersamaan dapat tercipta dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Jikalaupun salah satu pasangan melakukan hal yang dinilai akan dapat menimbulkan masalah yang lebih besar, harus segera saling mengingatkan.

RMI NU Tegal

"Manusia tempatnya salah dan lupa. Mari ingatkan pasangan kita agar dapat menjaga rumah tangga dengan baik," ajaknya.

Saling memaafkan kesalahan serta saling berterimakasih atas kekompakan yang terbina, lanjutnya, akan menjadikan keluarga lebih harmonis dan jauh dari hal-hal negatif.

Hadir pada acara yang dilaksanakan di kediaman Mustasyar PCNU Pringsewu ini Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim, dan segenap ulama serta Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Fragmen RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, RMI NU Tegal

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

RMI NU Tegal

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

RMI NU Tegal

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Fragmen RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kilas NU dan Politik

Nahdlatul Ulama (NU), adalah organisasi sosial keagamaan (jam’iyah) terbesar di Indonesia. Awal kelahiran NU sendiri tidak dapat dilepaskan dari kehadiran dua faktor utama, yakni realitas ke-Islaman dan realitas ke-Indonesia-an. pada realitas ke-Islaman NU lahir sebagai suatu wadah bergabungnya para ulama dalam memperjuangkan “tradisi pemahaman dan pengalaman ajaran Islam yang sesuai dengan kultur Indonesia”.

NU dilahirkan oleh ulama pesantren sebagai wadah persatuan bagi para ulama serta para pengikutnya, guna mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. Sedangkan, dalam realitas ke-Indonesiaan, kelahiran NU merupakan bagian dari pengaruh politik etis yang diterapkan Belanda dalam konteks perjuangan mewujudkan kemerdekaan.

Dalam perjalanannya, sedikit demi sedikit NU memulai langkahnya berkiprah dalam dunia politik. Berawal dari MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), NU akhirnya terlibat dalam masalah-masalah politik. Namun, eksistensi MIAI tidak berlangsung lama, pada Oktober 1943, MIAI akhirnya membubarkan diri dan digantikan oleh Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Pada awalnya, Masyumi merupakan sebuah organisasi non politik, tetapi, setelah Indonesia merdeka, Masyumi akhirnya ditahbiskan menjadi partai politik, dan memutuskan NU sebagai tulang punggung Masyumi.

Kilas NU dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kilas NU dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kilas NU dan Politik

Pada tahun 1940-1950, Masyumi akhirnya menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi merupakan partai yang heterogen anggotanya, sehingga perbedaan kepentingan politik banyak terjadi didalamnya. Dan hal tersebutlah yang telah menyebabkan NU keluar dari Masyumi dan menjadi partai politik yang bernama sama, yaitu NU. Setelah menjadi partai politik, NU mengukir sejarah yang monumental, NU berhasil mendapatkan suara yang cukup besar dan berhasil memperoleh 45 kursi di parlemen pada pemilu 1955. Perolehan suara NU tidak hanya terjadi pada pemilu 1955, pada pemilu selanjutnya, yaitu pemilu 1971 NU juga berhasil memperoleh suara yang cukup besar. Keberhasilan NU ini dinilai karena kemampuan NU menggalang solidaritas dilingkungan kaum santri, serta adanya dukungan penuh dari basis tradisionalnya.

Melihat sejarah diatas, dapat dikatakan bahwa NU memiliki pengalaman dan basis politik yang kuat. Namun, pada tahun 1983, atas hasil Munas ke-86, telah diputuskan bahwa NU sudah tidak lagi berkecimpung didalam politik dan menjadi organisasi keagamaan yang murni. Tetapi perlu diketahui bahwa hal tersebut tidak menghilangkan status NU sebagai organisasi massa yang besar dan solidaritas massa yang kuat. Hal tersebut terbukti pada pemilu pasca orde baru tahun 1998, dimana pada pemilu 1998, PKB yang merupakan partai baru dan partai yang menjadi wadah berpolitik warga NU, memperoleh suara yang cukup besar.

Kesatuan suara warga NU untuk memilih PKB sebagai wadah berpolitiknya tidak berlangsung lama, karena pada pemilu 2009, PKB mengalami penurunan suara yang cukup signifikan. Hal tersebut dikarenakan adanya konflik internal antar para elite yang ada didalam tubuh PKB, dan kemudian berakibat pada perpecahan di basis masa PKB khususnya warga NU. Seperti yang telah diketahui bahwa ada tiga pilar utama yang menjadi penyangga kekuatan NU, yaitu Kiai, Pesantren, dan aktor politiknya.

Konflik kepentingan sebenarnya tidak hanya terjadi di masa PKB. Pada saat NU masih berkecimpung dalam dunia politik konflik kepentingan juga sering terjadi, seperti pada saat NU masih bergabung dengan Masyumi dan PPP. Dan sebenarnya, ? karena hal-hal tersebutlah NU memutuskan untuk kembali ke Khittah 1926. NU merasa bahwa dengan terlalu asyik dalam politik, NU telah melalaikan tugas-tugas sosial keagamaan dan pendidikan. Orientasi praktis yang serba politis itu mengakibatkan NU terjerumus kedalam pola yang serba taktis politis untuk memperebutkan keuntungan politik yang sifatnya hanya sementara. Sikap dan tindakan NU selalu dikaitkan dengan orientasi untung rugi dari segi kepentingan politik semata. Selain itu, dengan terjun ke dalam politik, NU takut akan kehilangan tujuan utamanya, yaitu mempersatukan umat Islam ke dalam suatu wadah yang bernama NU, yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan dalam politik.

RMI NU Tegal

Oleh karena itu, pada pemilu 2014 NU tidak lagi menjadi alat pencapai kepentingan para elite-elite politik, yang hanya memanfaatkan kekuatan solidaritas massa NU. Dan menjadikan warga NU yang berada dibawah tercerai berai karena kepentingan para aktor politiknya.

RMI NU Tegal

Izzato Millati, pengajar di Pondok Pesantren Putri Alkenaniyah, Pulomas, Jakarta Timur. Alumni hubungan internasional UMY dan Pascasarjana Fisip UI.?

?

Gambar: Partai politik peserta pemilu 1971, NU nomer 3.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pondok Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Mataram, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghentikan Kurikulum 2013 karena dinilai sangat memberatkan peserta didik.

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

"Saya sendiri saja mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 sangat kacau dan memberatkan anak didik. Untuk itu, saya sangat setuju kalau itu dihentikan," tegas Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

Said Aqil berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, demi kebaikan dunia pendidikan Indonesia.

RMI NU Tegal

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia untuk disempurnakan.

"Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir," kata Anies Baswedan di Jakarta, kemarin. (antara/mukafi niam)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Fragmen RMI NU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

Jombang, RMI NU Tegal. Dalam rangka memperingati haul Mbah Thoyib ke-149, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan  Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang dan pengajian umum, Sabtu, (7/11) di halaman mushalla Mbah Thoyib.

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

M Nashihuddin, Ketua PR IPNU Mojoduwur mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai upaya mengenang dan meneladani perjuangan sosok Mbah Thoyib, salah satu tokoh Mojoduwur yang sangat berpengaruh dalam sejarahnya. Mbah Thoyib juga dikenal sebagai pembabat desa setempat.

“Setiap tahunnya masyarakat, aparat desa dan organisasi kepemudaan mengadakan peringatan haul. Nah, untuk haul ke-149 ini, kami akan menggelar agenda festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang salah satunya,” katanya saat dihubungi, Rabu (4/11).

RMI NU Tegal

Sementara itu, panitia penyelenggara, hingga saat ini tengah membahas persiapan untuk festival lomba seni patrol dengan intensif. “Masih terus membahas persiapan festival itu khususnya, karena kita menargetkan peserta festival kurang lebih dari 50 grup seni,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, pendaftaran lomba masih dibuka, bisa dilkukan di kantor Pondok Pesantren Baitussalam, Mojoduwur dengan mengisi formolir pendaftaran, atau bisa langsung menghubungi panitia lewat contact person Didin : 08563315703, Fiasal : 085859688289, masing-masing grup dikenakan biaya administrasi sebesar 50.000 rupiah.

Kamis (5/11) ini diselenggarakan pertemuan untuk membahas hal-al teknis terkait festival tersebut di mushalla Mbah Thoyib. Pihak penyelenggara juga menyiapkan beberapa macam hadiah, yaitu juara I mendapatkan tropi, sertifikat dan uang sebesar 2.000.000, juara II (tropi, sertifikat dan uang 1.000.000) dan juara III akan membawa pulang tropi, sertifikat dan uang 750.000. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, RMI NU Tegal. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

RMI NU Tegal

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Budaya, Fragmen RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui RMI NU Tegal di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

RMI NU Tegal

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

RMI NU Tegal

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Fragmen RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Malang, RMI NU Tegal. Kemunculan gerombolan Islamic State of Iraq-Syiria (ISIS) menjadi ancaman baru dalam dunia Islam khususnya di Indonesia. Ancaman ini ditanggapi serius oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang melalui berbagai program penjagaan nilai-nilai Islam Aswaja.

Pada Selasa, (6/1), dua lembaga itu menggelar sarasehan betema “Menolak Gerakan Islamic State; NKRI Harga Mati” di Aula Gedung C Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang. Sarasehan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu, menghadirkan Wakil Ketua GP Ansor Jatim Andri Dewanto Ahmad dan Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang H Roibin sebagai narasumber.

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Menurut Andri, ISIS organisasi radikal yang cukup berbahaya di dunia. Setidaknya 5 hal dari ajarannya yang berbahaya. Pertama, mengklaim bahwa pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang sah dan harus diikuti oleh setiap muslim sedunia. Kedua, pemimpin negara selain pemimpin ISIS yang diikuti oleh setiap muslim harus ditinggalkan atau dicabut bai’atnya. Ketiga, umat muslim yang tidak membai’at pemimpin ISIS otomatis menjadi kafir. Keempat, orang kafir jika tidak membayar pajak, halal darahnya. Kelima, dalam meningkatkan pendapatan negara, ISIS membenarkan perebutan kekayaan alam daerah lain dengan segala cara.

RMI NU Tegal

“Awalnya ISIS adalah bagian dari Al-Qaeda, namun seiring berjalannya waktu dan perbedaan strategi perjuangan yang lebih frontal, maka ISIS dikeluarkan dari organisasi Al Qaeda,” kata Andri.

RMI NU Tegal

Menunrut Andri, PMII dan NU sebagai organisasi yang berpaham Aswaja mempunyai tugas moral untuk menangkal aliran seperti ini.

Ketua PMII Kota Malang Habiburrahman El-Stiffany menyatakan bahwa dalam hal ini PMII dan NU mempunyai visi yang sama dalam hal penangkalan Islam radikal transnasional.

“PMII selalu bersinergi dengan PCNU utamanya dalam menangkal Islam radikal,” kata mantan Ketua PK PMII Sunan Kalijaga itu. (M Abdul Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Fragmen RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

Tegal, RMI NU Tegal. Bupati Tegal, Enthus Susmono mengemukakan, Hari Santri Nasional sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran perjuangan para kiai dan santri dalam memerdekakan republik ini. 

Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini bertepatan dengan dikeluarkannya fatwa jihad oleh KH. Hasyim Asyari di tahun 1945 yang mampu membangkitkan semangat ruhul jihad, semangat cinta tanah air arek-arek Suroboyo utamanya kalangan pesantren kala itu yang berujung pada pecahnya pertempuran heroik di

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

“Surabaya 10 November 1945 melawan tentara sekutu yang kemudian kita kenang sebagai Hari Pahlawan Nasional," ujar Enthus dalam sambutannya pada Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Tegal dilapangan Pemkab Tegal, Ahad (22/10).

Menurut Bupati yang jago jadi dalang itu, meskipun peristiwa bersejarah tersebut dicetuskan oleh Rais Akbar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), akan tetapi semangat berjihad dan berjuang yang dikobarkannya mampu menembus sanubari seluruh elemen bangsa Indonesia. 

"Hal ini penting saya sampaikan di sini agar peringatan Hari Santri tidak memunculkan dikotomi di kalangan umat beragama dan mengusik kehidupan pluralisme Bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya

RMI NU Tegal

Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional ini bukan saja perwujudan rasa syukur, penghormatan dan penghargaan kita kepada santri dan ulama yang telah ikut serta berjuang mengusir penjajah, akan tetapi juga momentum penting bagi kita Bangsa Indonesia untuk memupuk dan menumbuhkembangkan semangat rasa cinta tanah air. 

“Rasa cinta tanah air ini tidak boleh luntur, maka harus dijaga, dipelihara dan digelorakan semangatnya di berbagai kesempatan,” tegasnya.

"Bagaimana Kiai Wahab atas bimbingan Kiai Hasyim Asyari mencetuskan adagium hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman dan menggubah lagu bertajuk Syubanul Wathan ini merupakan upaya dan pesan dari para pendahulu kita untuk merawat nasionalisme," sambung Enthus.

RMI NU Tegal

Untuk itu, Mantan Kasatkorcab Banser itu memandang bahwa Hari Santri Nasional ini adalah momentum yang tepat untuk menggugah dan membangkitkan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang disatukan oleh kesatuan ideologi anak bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras dan golongan.

Untuk itulah, melalui kesempatan Hari Santri ini, semangat "NKRI Harga Mati" harus terus kita gelorakan. Sudah tidak ada lagi waktu bagi kita memperdebatkan hal-hal yang bersifat wacana atau adanya hanya di awang-awang saja. 

Yang bangsa ini butuhkan adalah generasi santri hebat yang mau turun tangan, bukan urun angan. Saatnya kita bekerja nyata dengan terus mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan, saling memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan saling melemahkan.

"Semoga dengan peringatan Hari Santri Nasional ini Bangsa Indonesia menjadi semakin damai, berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota Forkompimda Tegal, Sekda Tegal, jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PCNU, Badan Otonom NU, para kepala OPD Pemkab Tegal dan ribuan santri se Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Olahraga, Pertandingan RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Jakarta, RMI NU Tegal. Sesaat setelah terdengar berita terjadinya gempa bumi 6,4 SR di Pidie, Aceh dan daerah sekitarnya, Rabu (7/12), LAZISNU membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat menyalurkan bantuan bagi para korban bencana tersebut.

Masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan pun segera menyalurkan bantuan dana ke rekening Yayasan LAZISNU. Ada juga yang menyerahkan secara langsung ke kantor LAZISNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat.?

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Hingga Kamis (8/12) pagi jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 19.505.000. Dana senilai tersebut berasal dari 89 donatur. Beberapa donatur adalah pengurus dan pegawai di lingkungan PBNU, termasuk Sekjen PBNU Helmy Faisah Zaini, dan Ketua LDNU Maman Imanul Haq.

Dalam penyaluran dana bantuan tersebut, LAZISNU akan berkoordinasi dengan LPBI PBNU. “LAZISNU bekerjasama dengan LPBI PBNU dalam penyaluran di lapangan,” kata salah seorang Pengurus LAZISNU, Wahyu kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dana dapat mentransfer ke rekening BCA 0680192677 Yayasan LAZISNU BCA untuk korban bencana gempa di Pidie. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Doa, Fragmen, Habib RMI NU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

IPPNU Upayakan Pembibitan Kader Militan di Kulon Sidoarjo

Sidoarjo, RMI NU Tegal



Dalam rangka komisariatisasi, Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dalam proses pengkaderan siswi-siswi SMK Taruna Tarik Sidoarjo dalam kegiatan LDKS yang notabene daerah Tarik adalah daerah ujung kulon Sidoarjo.

IPPNU Upayakan Pembibitan Kader Militan di Kulon Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Upayakan Pembibitan Kader Militan di Kulon Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Upayakan Pembibitan Kader Militan di Kulon Sidoarjo

Materi yang dibawakan merupakan meteri pengenalan IPPNU khususnya yang disesuaikan dengan kearifan lokal Sidoarjo. Bentuk materi yang diberikan tidak hanya pemberian materi satu arah, namun dikemas dalam materi dan diskusi dua arah. Siswi-siswi yang semula tidak mengerti sama sekali apa itu IPPNU dan hanya satu dari 70 peserta sebatas pernah mendengar di akhir materi menjadi benar-benar paham akan dasar-dasar IPPNU.?

‘’Pernah dengar IPPNU ya waktu dulu di MINU kak, tapi hanya sepintas saja dari pelajaran Aswaja dan pada dunia nyata seperti apa IPPNU saya masih belum paham,” ujar Fifi, salah satu peserta LDKS SMK Taruna.?

Tentu melalui kegiatan ini digunakan sebagai media pendekatan dan kaderisasi kepada para siswi. Mengingat PAC IPNU dan IPPNU Tarik saat ini sedang dalam proses pembangunan kembali dan dalam upaya melebarkan sayap ke ranting-ranting yang ada di lingkup PAC IPNU-IPPNU Tarik.?

“Senang sekali bisa diskusi dengan adik-adik dari SMK Taruna Tarik, mereka sangat antusias atas materi yang disampaikan dan kali ini menekankan dalam pengubahan pikiran siswi bahwa IPNU dan IPPNU bukan hanya organisasi yang melulu ‘jamiyahan’ saja dan tak bisa berprestasi di bidang akademik, karena memang pada dasarnya IPPNU adalah pelajar,” terang Miftakhul Jannatin yang saat itu sebagai pemateri pada acara tersebut dan merupakan koordinator Kaderisasi PC IPPNU Sidoarjo.?

RMI NU Tegal

‘’Besar harapan dari kami jajaran PC IPPNU Sidoarjo melalui sinergisitas ini dapat melahirkan kader-kader IPPNU Sidoarjo baru yang militan dan berintelektual tinggi dengan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah,” tambah Hima Ulya selaku ketua PC IPPNU Sidoarjo yang turut hadir dalam acara tersebut. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Probolinggo, RMI NU Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2015-2020 resmi dilantik di Pesantren Al-Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Ahad (27/12).

Pengurus Muslimat NU Kota Kraksaan ini dilantik oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid didampingi Sekretaris PW Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Mutafarrida.

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Pelantikan ini diikuti oleh 200 orang terdiri dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, badan otomom (banom) NU, instansi terkait, pengasuh pesantren, seluruh pengurus cabang, 13 anak cabang dan 10 orang ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

RMI NU Tegal

Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i mengungkapkan, jika ada tetangganya yang meninggal dunia, Muslimat NU harus berada di depan dan mengurus jenazahnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

RMI NU Tegal

“Tolong foto-foto Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan dipasang di kantor dan dikirimi Al-Fatihah setiap bulan. Demi keberlangsungan program Muslimat NU, pengurus harus menjalin keharmonisan dengan pengurus PCNU Kota Kraksaan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf jika apa yang dilakukan selama ini masih dinilai masih kurang maksimal. Yang jelas, pihaknya bertekad akan tertib organisasi di segala bidang.

“Mohon doa dan dukungannya supaya ke depan Muslimat NU Kota Kraksaan bisa bekerja dengan sempurna sesuai AD/ART organisasi. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci sukses sebuah organisasi,” ujarnya.

Sedangkan Hj Masruroh Wahid meminta masyarakat tidak menunggu menjadi pengurus untuk bekerja dan berjuang di Muslimat NU Kota Kraksaan. Selain itu, pengurus harus senantiasa memberi lewat organisasi Muslimat NU dan jangan meminta.

“Laksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah. Isilah budaya-budaya atau tradisi-tradisi sesuai dengan Aswaja. Dakwah tidak cukup bil hal, tetapi berikanlah bukti nyata di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pahlawan, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock