Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya bersiaga di depan Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya. Pasalnya, kerumunan massa aksi Bela Islam hanya beberapa puluh meter dari Gedung NU.

Jalan dr. Soekardjo pun ditutup satu jalur sehingga massa aksi gabungan dari sejumlah Ormas Islam yang didalamnya ada FPI itu tidak bisa lagi melintas ke Jalan dr. Sorkardjo.

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Yang akhirnya gesekan bisa dihindari meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait himbauan PCNU Kota Tasikmalaya yang melarang warga Nahdlyin dan Banom NU ikut turun aksi, menuai pro kontra. Facebooker pro aksi Bela Islam menyerang keputusan itu yang dilawan pula oleh sejumlah kader muda NU.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, kesiagaan Banser hanya untuk jaga-jaga saja. Mengantisifasi segala kemungkinan yang bisa merugikan semua pihak.

RMI NU Tegal

"Kami cuma jaga-jaga saja. Apalagi situasi politik di Kota Tasik sudah meninggi karena mulai masuk masa kampanye pilkada. Dan menempatkan anggota Banser di Kantor NU biasa dilakukan, bukan karena ada aksi tadi," kata Ujang, Jumat (28/10).

Ujang pun berterimakasih kepada Kepolisian yang pro aktif menutup Jalan dr. Soekardjo sehingga iringan massa aksi tak melintas. Termasuk yang dari Masjid Agung ke Jalan dr. Soekardjo.

RMI NU Tegal

"Khawatir saja ada yang memancing," ujarnya.

Saat aksi, massa "Bela Islam" berkumpul di depan Masjid Agung yang sekira 50 meteran dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Dan aksi tersebut selesai sekira pukul 15.30 WIB. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian Islam RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Na’im:

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.”

Hadits tersebut setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:

Pertama, orang-orang miskin harus selalu hati-hati atau waspada terhadap kemiskinannya. Hal ini disebabkan keadaannya yang serba kekurangan dapat menggodanya untuk melakukan kemaksiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam masyarakat, bisa saja terjadi seorang suami yang miskin melakukan perampokan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.?

RMI NU Tegal

Bisa pula terjadi, seorang ibu yang miskin karena tekanan ekonomi menjual diri demi menghidupi anak-anaknya. Demikian pula seorang pemuda yang miskin, bisa saja nekat melakukan pencurian karena didorong keinginannya untuk meniru gaya hidup teman-temannya yang anak orang kaya.

Ada banyak orang miskin yang karena ketidakberdayaannya secara ekonomi tidak pernah mengenal Tuhan. Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk shalat sebagaimana mereka tidak pernah berpuasa. Banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain karena adanya bantuan-bantuan ekonomi yang mampu menyejahterakan hidupnya.?

Mengingat beratnya godaan-godaan yang dialami orang-orang miskin, maka mereka harus pandai-pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. Dengan sikap seperti ini orang-orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan-godaan yang bisa menggoyahkan imannya.?

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan kata lain, orang-orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan guna melindungi imannya dari rongrongan-rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa memurtadkannya.?

Namun bagi orang-orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarga yang terdiri dari kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan meminta-minta.?

Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorognya kepada kekufuran, baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT.?

Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan. Zakat dan sedekah ini memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni memeratakan kesejahteraan sosial dan terjalinnya hubungan yang baik antara orang kaya dengan orang miskin.?

Hubungan baik seperti itu tentu saja sangat penting sebab bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika orang-orang miskin setiap hari merencanakan dan melakukan pencurian atau perampokan kepada orang-orang kaya karena desakan ekonomi. Hal seperti ini bisa sangat meresahkan mereka yang kaya. Mereka akan selalu hidup dalam kecemasan karena tidak hanya harta mereka yang terancam tetapi juga jiwa mereka. Bukankah sering kita dengar perampokan disertai pembunuhan?

Dalam kaitan ini ada nasihat bijak yang berbunyi “Pagar mangkuk itu lebih baik daripada pagar berduri.” Maksudnya pendekatan sosial seringkali lebih efektif daripada pendekatan yang mengutamakan kekuatan fisik. Sekali lagi dalam kaitan inilah, Islam menekankan kepada orang kaya untuk senantiasa mengeluarkan zakat, baik zakat mal dan zakat fitrah, maupun sedekah yang diberikan kepada orang-orang miskin, baik mereka meminta maupun menahan diri untuk tidak memintanya.?

Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengingatkan kepada kita bahwa orang yang kaya harta bisa saja ia sesugguhnya adalah orang miskin disebabkan karena lemahnya jiwa atau iman. Orang seperti ini disebut orang miskin spiritual. Miskin spiritual bisa sama bahayanya dengan miskin material. Tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya enggan mengeluarkan zakat dan sedekahnya karena jiwa atau hatinya memang miskin. Mereka sesungguhya telah kufur atau ingkar dari perintah Allah.?

Selain itu, tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya melakukan kecurangan dalam berbisnis atau setoran pajak demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ini adalah keserakahan yang menunjukkan kemiskinan spiritual. Juga, tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang secara material sudah kaya raya, tetapi mereka melakukan korupsi besar-besaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Orang-orang seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang miskin. Mereka miskin bukan karena kekurangan harta benda duniawi tetapi kurangnya iman kepada Allah SWT.?

Dengan melihat fakta-fakta sosial di atas, hadits Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan di awal sesungguhnya tidak hanya dimaksudkan untuk mengingatkan mereka orang-orang miskin material tetapi juga mereka yang miskin secara spiritual. Keduanya bisa kufur atau ingkar dari apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Tentu lebih berbahaya lagi ketika seseorang mengalami kemiskinan material sekaligus kemiskinan spiritual. Na’udzubillah min dzalik.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, News RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Jakarta, RMI NU Tegal. Pemuda merupakan elemen penting yang menentukan berkembangnya sebuah negara. Maka dari itu dibentuklah UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang disahkan oleh DPR 15 September 2009.

Untuk membantu mensosialisasikan UU ini Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan diskusi publik dengan tema “Diseminasi UU Kepemudaan” yang diselenggarakan di gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2).

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Hadir dalam diskusi publik ini, ketua PBNU Andi Jamaro Dulung dan Panca Putra, Asisten Deputi Keserasian Kebijakan Pemuda Menegpora.

RMI NU Tegal

Acara ini merupakan bagian dari 10 rangkaian acara besar yang diadakan oleh IPNU dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke-58 yang dimulai pada 23 Januari sampai 23 April mendatang.

“IPNU sangat setuju dengan adanya UU ini, maka kami mengadakan sosialisasi yang  juga merupakan bagian dari 10 rangkaian besar acara dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke 58 tepatnya besok tanggal 24 Februari,” kata Fathoni selaku ketua panitia kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Keberadaan UU ini penting karena jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 16-30 berjumlah 62.985.401. Selain itu jumlah ormas pemuda juga cukup besar, yaitu mencapai 279 ribu organisasi.

Sejumlah negara juga telah memiliki UU Kepemudaan ini, seperti di Thailand (Thailand National Youth Promotion and Coordination Act), Philipina (Youth and Nation Building Act), Belanda (Law of Youth Care) dan lainnya.

Pengesahan UU ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak yang berkepentingan, khususnya ormas kepemudaan yang diatur dalam UU ini. Menurut Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi ada beberapa point yang menjadi diskusi dan isu hangat di kalangan pemuda terkait dengan UU ini. Selain mengenai batasan umur, pembentukan komite dan pendanaan isu lain adalah semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini.

“Semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini hendaknya adalah semangat ideal guna membangun pemuda dan bangsa ini,” katanya. (len)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Bantul, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali berhasil mewisuda santrwati-santriwati berprestasi di bidang Al-Qur’an, Senin (4/6). Delapan santriwati berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an (bil ghoib), 117 wisuda khatam Al-Qur’an bin-Nazhori sebanyak 117 santriwati dan 126bsantriwti khatam Juz ‘Amma.

Tiga nyai pengasuh satriwati --Nyai Hj. Durroh Nafisah, Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi, dan Nyai Hj Ida Rufaida-- turut langsung mewisuda para santri wati yang berasal dari pelbagai daerah itu.

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Turut hadir dalam acara segenap keluarga dan dewan asatidz Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, para tamu undangan serta para orangtua para khotimat (peserta wisuda). Selain itu, hadir pula Katib ‘Aam PBNU Dr. KH. Malik Madani, Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa.?

Acara Khotmil Qur’an berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda. Terlebih, suasan berubah menjadi hening tatkala para santriwati peserta khotmil qur’an bil ghoib diuji kemampuan hafalannya di depan seluruh hadirin oleh Nyai Hj. Durroh Nafisah dan Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi.

RMI NU Tegal

Tidak hanya itu, performa tafsir dwibahasa inggris dan arab juga dipertontonkan beberapa khotimat pada malam itu.?

Redaktur : Hamzah Sahal

RMI NU Tegal

Sumber ? : krapyak.org

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, News, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Surabaya, RMI NU Tegal. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gubeng mengadakan Diklat Terpadu Dasar Banser di Gedung Al-Fitrah yang bertema Kebangkitan Pemuda Menyongsong Satu Abad NU yang diikuti oleh 112 Peserta (14/4).

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PAC GP Ansor Kec. Gubeng Andri Irawan, "Pelatihan diklat terpadu ini bertujuan mencetak kader militan dan progresif," ujarnya

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gubeng Siap Cetak Kader Militan dan Progresif

Andri juga mengatakan bahwa pelatihan kaderisasi akan menjadi fokus di PAC GP Ansor Gubeng. "Gubeng sebagai PAC yang berada di perkotaan harus menjadi PAC perkotaan yang menjadi role model Ansor lain dengan menjadikan kaderisasi sebagai ujung tombaknya," katanya.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Alaik S. Hadi dalam sambutannya mengatakan, PAC GP Ansor Gubeng sebenarnya sempat vakum.?

RMI NU Tegal

"PAC Ansor Gubeng memang sebelumnya sempat vakum, kini insyaallah setelah DTD terlaksana regenerasi dan kaderisasi akan terus berjalan," kata Mas Alaik sapaan akrab Alaik S. Hadi.

Kemudian Mas Alaik menyampaikan bahwa Ansor itu artinya Penolong dan hal itu terdapat dalam Al-Qur’an, ? oleh karena itu jika kita sudah ber-Ansor maka harus siap menjadi penolong penolong Allah dengan menjaga simbolnya yaitu kiai-kiai, pondok pesantren dan para ulama.?

Lanjutnya Ansor itu tidak terlepas dari etos kepahlawanan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang notabenenya adalah seorang santri sangat patuh terhadap para ulama dan kiai-kiainya.

Acara DTD GP Ansor Gubeng dilaksanakan selama 3 hari (Jumat-Ahad) dan ditutup dengan apel kebangsaan dan baiat kader. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News, Pemurnian Aqidah RMI NU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Wartawan RMI NU Tegal di Sumatera Barat, Armaidi Tanjung, menerima penghargaan dari Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Padangpariaman sebagai Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 dengan kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan. Penyerahan penghargaan bersamaan dengan 10 penerima lainnya dengan berbagai kategori.

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Ketua MDI Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman saat penyerahan, Sabtu (31/19), di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, menyebutkan penghargaan diberikan kepada sebelas tokoh dengan berbagai kategori yang dianggap sudah berbuat di tengah masyarakat.

"Selama ini banyak orang hanya mencaci maki dan mencela kekurangan yang sudah dilakukan seseorang. Tidak banyak orang yang memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh seseorang. Penghargaan ini diberikan MDI Padangpariaman, karena apa yang dilakukannya bernilai positif terhadap masyarakat," kata Rahmat.

RMI NU Tegal

Mereka yang menerima penghargaan Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 masing-masing Bupati Padangpariaman 2010-2015 Drs. H. Ali Mukhni? kategori Dakwah Pembangunan Berkelanjutan, mantan Wakil Gubernur Sumbar Drs. H. Muslim Kasim, Ak, MM, Dt Sinaro Basa kategori Dakwah Pembangunan Adat dan Budaya,? anggota DPR RI H. Jhon Kenedy Azis, SH kategori Dakwah Pembangunan Kampung Halaman.

Pimpinan Pondok Pesantren Abuya Syekh H. Ali Imran Hasan kategori Dakwah Pembangunan Pendidikan Ulama, Ketua MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tk Mudo, M.Ag kategori Dakwah Pembangunan Syiar Islam, Ketua BAZNAS Padangpariaman Syamsuardi Surma, S.Sos kategori? Dakwah Pembangunan dan Pembedayaan Zakat.

RMI NU Tegal

Sementara Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Drs. Idarussalam Tuanku Sutan kategori Dakwah Pembangunan Manajemen Pesantren, Ketua PC GP Ansor Padangpariaman Zeki Ali Wardana,? kategori Dakwah Pembangunan Generasi Muda,? Kontributor RMI NU Tegal Armaidi Tanjung kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan, Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad Tk Malin Sinaro kategori Dakwah Pembangunan Pelajar.

Penyerahan penghargaan disaksikan sekitar 200 para ulama, alumni Pesantren Nurul Yaqin, guru dan santri Pesantren Nurul Yaqin.

Ali Mukhni dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Namun penghargaan tersebut menjadi beban tersendiri yang menerimanya. "Dengan adanya penghargaan tersebut, berarti kami harus lebih baik lagi di masa depan dalam menjalankan aktifitas yang sudah dilakukan selama ini," kata Ali Mukhni.

Sedangkan Jhon Kenedy menyampaikan pentingnya peran? pondok pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia. Pondok pesantren merupakan lembaga yang akan melahirkan para ulama sebagai penerang umat. "Kita prihatin dengan kondisi banyaknya muncul paham-paham keagamaan yang bermasalah di tengah masyarakat. Agama yang seharusnya menjadikan manusia hidup damai, tenang, nyaman dan rukun, ternyata menimbulkan kesengsaraan akibat salah memahami agama. Untuk itu butuh ulama yang akan meluruskannya. Hanya ulama yang mampu meluruskan pemikiran dan paham yang sudah tidak tepat lagi. (Red: Abdullah Alawi)

?

Keterangan foto:

No. 1 Foto bersama Ketua PC Ansor Padangpariaman Zeki ALiwardana, Kontributor RMI NU Tegal Armaidi Tanjung (tengah) dan Ketua PC IPNU Padangpariaman

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan

Surabaya, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur berhasil mencetak rekor di bidang kaderisasi. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya program kerja Latihan Instruktur (LATIN) di tiga zona seluruh Jawa Timur yang dituntaskan selama enam bulan. Program ini merupakan amanat Rapat Kerja Wilayah IPNU Jatim yang diplenokan di awal kepengurusan.

WAKIL Ketua IPNU Jatim, Winarto Eka Wahyudi, menyebutkan program pelatihan instruktur diselenggarakan guna menyiapkan Sumber Daya Instruktur di daerah-daerah. 

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekor, IPNU Jatim Cetak Instruktur 3 Zona dalam 6 Bulan

“IPNU tidak kekurangan SDM pelatih dalam beberapa tahun ke depan,” katanya optimis.

Eka, sapaan akrabnya, mengapresiasi tim kaderisasi yang solid. Tim kaderisasi sudah mencapai tidak hanya satu pemikiran, tapi juga telah menyatu dalam satu darah pengabdian. 

RMI NU Tegal

Untuk diketahui, zona pertama LATIN, diikuti oleh Korda Tapalkuda dan Mapasraya. Adapun Tapalkuda terdiri dari Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang, Kencong, Bondowoso, Situbondo, Jember dan Banyuwangi.

Sedangkan Korda Mapasraya meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Bangil, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. LATIN pada zona ini berhasil dilaksanakan pada 21-24 April 2017 di PP Darul Arifin, Jember.

Adapun pada LATIN zona 2, dilaksanakan 11-14 Juli di SMK Wahid Hasyim, Babat, diikuti Korda Metropolis (Surabaya, Jombang, Sidoarjo, Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto); Korda Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan); tak ketinggalan Korda Pantura sendiri yang menjadi tuan rumah, yakni Gresik, Tuban, Lamongan, Babat dan Bojonegoro.

Sementara di Zona 3, yang merupakan zona terakhir berhasil diselenggarakan di Pondok Pesantren Moyoketen Tulungagung, 21-24 September. 

RMI NU Tegal

“Untuk zona pungkasan ini diikuti dua korda, yakni Korda Madiun yaitu Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun; serta Korda Kediri yang meliputi Trenggalek, Tulungagung, Kabbupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, Nganjuk dan Kabupaten Kediri,” tambah Eka. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, News RMI NU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

GP Ansor Aceh Dukung Langkah Hukum Nusron Perihal Pemecatannya

Banda Aceh, RMI NU Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Aceh mendukung sepenuhnya langkah hukum Ketum GP Ansor Nusron Wahid terkait pemecatannya. Tindakan memperkarakan Ketum Golkar Aburizal Bakrie ke PTUN dan Pengadilan Negeri, merupakan itikad baik Nusron untuk menunjukkan keadilan hukum sebagai upaya melawan sabotase politik yang menimpanya.

GP Ansor Aceh Dukung Langkah Hukum Nusron Perihal Pemecatannya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Aceh Dukung Langkah Hukum Nusron Perihal Pemecatannya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Aceh Dukung Langkah Hukum Nusron Perihal Pemecatannya

“Itu memang harus dilakukan oleh Nusron agar menjadi pelajaran politik bagi kaum muda. Potensi kaum muda tak bisa disabotase begitu saja,” ujar Ketua GP Ansor Aceh Samsul B Ibrahim, Sabtu (23/8).

Samsul menekankan pentingnya dukung terhadap langkah hukum Nusron. Tuntutan hukum ini menjadi pembelajaran politik bagi kaum muda di samping penghargaan terhadap kiprah potensi kaum muda.

RMI NU Tegal

Upaya hukum oleh Nusron juga menegaskan kaum muda tak bisa dibeli dengan ‘uang receh’. Komitmen untuk menjunjung tinggi objektifitas dan profesionalitas dalam berpolitik harus menjadi teladan. “Ini pekerjaan rumah kita sebagai anak muda. Cara pandang dan budaya itu harus dihapuskan untuk menyehatkan Indonesia ini,” tukasnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, RMI NU Tegal - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, News RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship

Rembang, RMI NU Tegal. Berbeda dari pertemuan rutin selapanan Ikatan Pelajar Nahadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) anak cabang Sulang Rembang yang biasanya diisi materi keagamaan kali ini diisi materi Entrepreneurship, Ahad (25/9) bertempat di Masjid Jamiul Muttaqin Desa Pragu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Selapanan Pelajar NU Sulang Diisi Materi Entrepreneurship

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB menghadirkan pemateri Ragil Bambang Sumatri asal Desa Kemadu Sulang Rembang. Dia mengisi materi Entrepreneurship dan banyak bercerita jatuh bangunnya dalam perjalanan bisnisnya menggeluti ternak kambing jawa.?

Dengan latar belakang pendidikan sarjana arsitek dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak menyiutkan nyali dia untuk menjadi pengusaha peternak kambing jawa dan kambing etawa yang dikenal memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Saya mulai beternak kambing itu mulai 2006. Pada saat itu, mencari kerja sangatlah sulit. Oleh karenanya, saya memilih membuka usaha sendiri dengan beternak kambing Jawa. Pertama kali ternak hanya sebanyak 8 ekor," ujar Ragil Bambang Sumatri diawal penyampaiannya.

RMI NU Tegal

Hadir dalam selapanan ini sebanyak 76 kader pelajar NU Sulang. Istiqomah, salah satu kader asal Ranting Pedak merasa senang karena materi selapanan kali ini sangat menginspirasinya. "Saya sangat senang sekali mengikuti acara dipagi hari ini, karena diajari oleh bapak Ragil mengenai peternakan kambing yang banyak sekali manfaatnya," ujarnya.

Selain itu, beliau menceritakan kelompok tani ternak bernama Taruna Tani Margo Mulyo yang digagas beliau pada tahun 2009 meraih peringkat II tingkat Provinsi Jawa Tengah pada lomba peternakan pada tahun 2010. Sedangkan pada tahun ini, meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah dan akan maju tingkat nasional pada 2017 nanti.

Lain halnya dengan Edi Sucipto salah satu peserta asal Ranting Pragu merasa mendapatkan pengetahuan baru bagaimana memulai usaha yang baik, "Kalau pendapat saya secara pribadi terkait materi yang disampaikan sangatlah puas, banyak pelajaran bagaimana tips dan trik memulai sebuah usaha," tuturnya.

RMI NU Tegal

Acara yang selesai menjelang dzuhur ini dihadiri oleh sesepuh desa dan nampak hadir perwakilan dari pengurus cabang IPNU-IPPNU Rembang dan perwakilan Banom NU lainnya. (M. Ulin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Lombok, RMI NU Tegal. Ansor NTB sosialisasi hasil Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Aula PWNU NTB usai sholat Magrib Berjamaah kepada cabang-cabang se-Lombok, Jumat malam (03/07)

"Sampai saat ini Ansor NTB masih dapat klaster 1," kata Suaeb Query, ketua PW Ansor NTB dihadapan cabang cabang se-Lombok yang hadir.

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Suaeb juga menyampaikan agenda Ansor saat ini adalah mengawal muktamar ke-33 NU berdasarkan hasil rakornas di Jakarta 13-14 Juni lalu.?

RMI NU Tegal

Disamping itu mantan PB PMII ini menambahkan bahwa sesungguhnya Ansor yang dinilai dan diberikan klaster 1 atau 2 dan seterusnya adalah cabang cabang dengan syarat memiliki pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan dan atau pernah melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser.?

Pantaun RMI NU Tegal pada pertemuan ini, cabang-cabang yang hadir diberikan waktu oleh M. Akri, sekretaris Ansor NTB selaku pemandu jalannya acara pertemuan ini untuk menyampaikan tanggapan dan pikiran-pikarannya dalam pertemuan ini. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal News, Jadwal Kajian, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Bantu Yatim, Ansor Way Kanan Luncurkan Usaha Madu

Way Kanan, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Way Kanan, Lampung, meluncurkan "Madu Way Kanan" di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi di kilometer 5, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu.

Ketua PKK yang juga Ketua Dekranasda setempat, Rina Marlina, di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Kamis (13/11) mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk bekerjasa sama dengan GP Ansor Way Kanan.

Bantu Yatim, Ansor Way Kanan Luncurkan Usaha Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Yatim, Ansor Way Kanan Luncurkan Usaha Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Yatim, Ansor Way Kanan Luncurkan Usaha Madu

"Ketertarikan ini kami wujudkan dengan memberikan pinjaman lunak Rp10 juta untuk bekerja sama dan membuat usaha," ujar dosen STAI Al Maarif Baradatu, Way Kanan ini.

RMI NU Tegal

Istri Bupati Way Kanan Bustami Zainudin itu mengaku, sering sedih melihat banyaknya pemuda menyodorkan berbagai kegiatan tapi tidak ada usahanya.

"Saya telah berkomunikasi, mendengar, melihat kiprah GP Ansor Way Kanan, ada yang lain dari Ansor Way Kanan. Saya merasa organisasi yang aktif ini ialah wadah untuk berkreativitas bagi pemuda. Karena itu, kami tertarik bekerja sama dengan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini," ujar Rina lagi.

RMI NU Tegal

Peluncuran "Madu Way Kanan" ditandai dengan pembukaan pita oleh Ketua Dekranasda itu bersama Kyai Iskandar pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Solihin VI disaksikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Hadir pada peluncuran yang dilakukan di sela kegiatan "Tribute untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" atau pelatihan analisa sidik jari untuk 100 guru PAUD itu antara lain Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin, CEO De MOST (Motivation, Observer, Totally) Eko Chrismiyanto, Wakil Ketua II Fatayat NU yang juga Duta Genre (Generasi? Berencana) 2013 Ponita Dewi, Wakil Ketua I Himpaudi Way Kanan Abdul Azis dan Sekretaris Catri Marintyas.

"Organisasi tidak hanya membutuhkan semangat dan niat baik. Tapi perlu pula ditopang dengan dana jelas lagi kontinu, dan jalan ideal mendapatkannya adalah dengan tidak menengadahkan tangan, namun dengan kreativitas dan upaya halal," ujar Gatot.

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menambahkan, usaha madu ini merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha.

"Insya Allah akan ada usaha lain. Terima kasih untuk Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Way Kanan atas kepercayaan dan dorongan semangat diberikan kepada kami," kata Gatot.

Harga jual madu itu Rp75.00 per botol sirup. Sebanyak 2,5 persen hasil dari harga jual madu itu akan disumbangkan atau menjadi hak milik anak yatim yang salah satunya akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu.

"GP Ansor Way Kanan berkomitmen untuk berkarya dan beramal," ujar Gatot. (Hasyim Asari/Mahbib)

Foto: Ketua Dekranasda Way Kanan dan pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Solihin VI menunjukkan "Madu Way Kanan yang diluncurkan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempertanyakan dasar pemberhalaan praktik ziarah kubur di makam para wali. Dengan menyebut makam wali sebagai berhala, Ditjen Pendis Kemenag dalam buku guru SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 sudah seharusnya mempertanggungjawabkan pijakan argumentasinya.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir meminta Kemenag mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf secara terbuka atas keteledorannya.

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

“Di mana letak pemberhalaan ziarah kubur?” Kiai Saifuddin menuntut penjelasan Kemenag, Rabu (17/9) pagi.

RMI NU Tegal

Orang-orang yang berziarah ke makam orang tuanya, para guru dan kiai, orang-orang saleh, para wali hingga makam Rasulullah Saw, hakikatnya mengikuti perintah Rasulullah sendiri. Kiai Saifuddin menyitir hadits Nabi Muhammad Saw, ‘Ala fazuruha. Liannaha tudzakkirukumul mauta’ (Ingat, berziarahlah. Karena, ziarah kubur itu akan mengingatkanmu pada kematian).

“Jadi kalau Nabi yang menyuruh orang ziarah untuk mengingat kematian, kok malah disamakan dengan penyembahan berhala? Musyrik? Apanya yang musyrik? Yang musyrik itu orang yang mempertahankan sesuatu selain Allah,” kata Rais Syuriyah PBNU yang aktif mengajar kitab kuning di puluhan masjid di Jakarta kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Kiai Saifuddin menantang pihak Kemenag untuk musyawarah perihal argumentasi pernyataan itu. “Saya pengen banget lihat tampang orang Kemenag yang sok-sok begitu, yang ngomongnya ngaco. Kalau mereka bisa meruntuhkan argumentasi kesunahan ziarah kubur, saya akan membayar mereka.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, News, Kajian RMI NU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Trenggalek, RMI NU Tegal. Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Trenggalek, Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule menetapkan duet kepemimpinan KH Mashum sebagai Rais Syuriah dan KH Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfifziyah masa khidmah periode 2016-2021.

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Rais Syuriyah terpilih yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule terpilih menjadi Rais Syuriah melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Adapun tim AHWA terdiri dari KH Syafii sebagai Ketua, KH Sahar Banuri, KH Mashum, KH Nur Khotib, dan KH Masruri.

Pada sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dihadiri 173 peserta dari tingkat MWC dan Ranting, mengerucut 2 kandidat terkuat yakni KH Fatchulloh Sholeh dan H. Mahsun Ismail. Setelah dilakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis, KH Fatchulloh Sholeh memperoleh suara terbanyak dengan mengumpulkan 114 suara. Sementara 56 untuk H. Mahsun Ismail. Adapun 1 suara dinyatakan rusak dan 2 abstain.

RMI NU Tegal

Ditemui setelah acara, Gus Loh, sapaan akrab KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan program-program prioritasnya untuk 1 peridoe ke depan. "Amanah ini berat, karena akan dimintai pertanggungjawaban tak hanya secara organisasi tapi juga di akhirat, semoga saya bisa menjalankan ini dengan baik," ungkapnya selepas Konfeercab (27/3).

Bagi dia, amanah itu adalah meneruskan dhawuh para ulama dengan? orientasi ke depan tentunya memperkuat pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran dan aqidah Aswaja Annahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI.

RMI NU Tegal

Karena, kata dia, kita paham bersama bahwa pesantrenlah yang menjadi basis kekuatan NU dan NKRI-Nusantara.

"Sedangkan secara organisatoris, program-program yang saya prioritaskan dalam periode saya (2016-2021, red) adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, dan kaderisasi" tutup Gus Loh. (Abid/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, News RMI NU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Tarawih Keliling, Wabup dan Ansor Jombang Sosialisasikan Muktamar

Jombang, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang bersama Wakil Bupati Jombang menggelar safari Ramadhan di tiga kecamatan setempat, yakni Gudo, Mojowarno dan Perak.

Tarawih Keliling, Wabup dan Ansor Jombang Sosialisasikan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Wabup dan Ansor Jombang Sosialisasikan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Wabup dan Ansor Jombang Sosialisasikan Muktamar

Kegiatan diawali shalat isya dan tarawih berjamaah dilanjutkan pemberian bantuan kepada takmir masjid, mushalla, lembaga pendidikan dan sosial, guru TPQ, anak yatim dan janda miskin. Kegiatan dipungkasi taushiyah atau mauidhah hasanah.

Dalam amanahnya, Nyai Hj Mundjidah Wahab sebagai Wakil Bupati Jombang berharap masyarakat menjaga kerukunan, toleransi dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

RMI NU Tegal

Demikian juga, Wabup menyarankan para pemilik warung dan rumah makan, dapat menutup sebagian tempat usahanya selama Ramadhan. "Ini dilakukan demi kenyamanan umat Muslim dalam berpuasa," kata Ibu Mundjidah, sapaan akrabnya, Senin (29/6), di Masjid Al-Mukminin, Kalangan, Kalangsemanding Perak.

Tidak lupa Mundjidah berharap Jombang menjadi kawasan yang aman, damai, kondusif terutama menjelang Muktamar ke-33 NU. "Mari kita sukseskan pelaksanaan muktamar yang mana baru kali ini Jombang sebagai tuan rumah," pesannya.

RMI NU Tegal

Hal yang sama juga disampaikan Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto. Ia juga menyatakan bahwa tarawih keliling atau Tarling selama Ramadhan diisi dengan sejumlah kegiatan yakni safari Ramadhan, sosialisasi muktamar, buka bersama, pemberian santunan dan kegiatan keagamaan lain.

Ia juga mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser dan warga  agar menjaga kondusivitas apalagi mendekati pelaksanaan muktamar awal Agustus mendatang. Gus Antok, sapaan akrabnya juga menjelaskan bahwa di kota santri ada sejumlah kegiatan pra muktamar, seperti jalan sehat, pekan Aswaja, qaryah nahdliyah, serta pameran yang telah direncanakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang.

"Mari manfaatkan momentum Ramadhan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dan jadikan muktamar sebagai silaturrahim meningkatkan ukhuwah baik sesama muslim, sesama manusia sebagai warga masyarakat sebangsa dan setanah air," katanya.

Hadir menyertai Safari Ramadhan ini Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Tjaturina Yuliastuti Wihandoko, Kepala SKPD, staf ahli, camat, MUI, KUA, MWC NU, Muslimat, Ketua PC Fatayat NU dan Ketua PAC GP Ansor setempat beserta pengurus ranting.

Tampak juga dari unsur aparat keamanan yakni Wakapolres, Danramil Jombang, serta Kapolsek setempat. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Budaya, News RMI NU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Bandung, RMI NU Tegal. Pasca ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah melalui Kepres No. 22 Tahun 2015, sebuah dialog bertema “Aktualisasi Peran Pesantren dalam Peradaban Modern dan Tantangan Global” digelar di Aula kantor PWNU Jawa Barat, Bandung, Sabtu (24/10/2015).

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lapeksdam NU), Lembaga Sei Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), dan Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Barat.

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Drs. Imron Rosyadi yang saat itu menjadi narasumber berharap kegiatan ini menjadi refleksi bagi santri agar jangan kehilangan identitas jati dirinya dalam mengahadapi tantangan Globalisasi.

RMI NU Tegal

Kegiatan yang dihadiri pengurus Lembaga dan Banom NU Jawa Barat, serta pengrus PMII Bandung? ini diakhiri dengan pembacaan puisi “Syair Perang Kedongdong” oleh Dodo Widarda, Ketua PW Lesbumi Jawa Barat. Sebelumnya, dialog dimulai dari jam 14.00 dengan tawasul sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri-pendiri NU.

RMI NU Tegal

Menurut Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur pengakuan dari pemerintah akan perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang pada tanggal 22 Oktober 1945 mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang menjadi landasan ribuan kaum santri ikut serta dalam perang 10 November 1945 di Surabaya.

“Dengan ditetapkannya Hari Santri tanggal 22 oktober, merupakan bentuk pengakuan pemerintah akan perjuangan para kyai dan santri dalam pembentukan NKRI dengan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Ini patut kita syukuri,” tutur Saepuloh.

Lebih lanjut H. Saepuloh mengatakan, Pergunu Jawa Barat juga akan melaksanakan dialog tentang “Santri VS Globalisasi: Sudut Pandang Pendidikan dan IT” dengan narasumber Rektor UPI Bandung Prof. Furqon, Ph.D dan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., pada tanggal 31 Oktober 2015 dimulai jam 13.00 di Aula PWNU Jawa Barat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian, Internasional RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

NU Lampung Tengah Apresiasi Pembangunan Gedung MWCNU Seputih Agung

Lampung Tengah, RMI NU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lampung Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar nahdliyin di Kecamatan Seputih Agung yang membangunan gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). PCNU Lampung Tengah mengharapkan pemanfaatan gedung secara maksimal.

Demikian disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah KH Imam Suhadi di sela-sela silaturahmi Safari Ramadhan 1438 H PCNU Lampung Tengah putaran kedua di Kompleks Masjid Pondok Pesantren Nurul Qodiri 3 Kampung Gayau Sakti Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah, Senin (5/6) malam.

NU Lampung Tengah Apresiasi Pembangunan Gedung MWCNU Seputih Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Apresiasi Pembangunan Gedung MWCNU Seputih Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Apresiasi Pembangunan Gedung MWCNU Seputih Agung

Ratusan warga NU Kampung Gayau Sakti dan sekitarnya hadir untuk mendengarkan arahan-arahan pengurus harian PCNU Lampung Tengah.

RMI NU Tegal

Wong NU harus mantap dan yakin dengan ajaran-ajaran dan tradisi yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu. Semoga kita semua yang hadir pada majelis yang penuh berkah malam ini diakui sebagai santrinya Mbah KH Hasyim Asy’ari,” kata Kiai Imam Suhadi selaku alumni Pesantren Darussa’adah Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah ini.

Menurut, warga NU harus bangga dengan sosok KH Hasyim Asy’ari, KH A Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid. “Mari kita meniru jejak perjuangan beliau baik dari segi keilmuannya hingga pengabdiannya pada jam’iyyah NU,” pungkas KH Imam Suhadi.

Ketua MWCNU Seputih Agung Kiai Ikhsan menyampaikan permohonan restunya kepada semua jamaah agar proses pembangunan gedung MWCNU Seputih Agung berjalan lancar.

RMI NU Tegal

Pembangunan gedung MWCNU Seputih Agung dengan dua lantai ini sedianya berukuran 12m x 32m dan akan menelan biaya kurang lebih Rp. 910.000.000.

Gedung MWCNU Seputih Agung beralamat di Jalan Raya Adi Jaya–Simpang Agung Kampung Bumi Kencana Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah.

“Kami selaku keluarga besar nahdliyyin dikecamatan Seputih Agung sangat senang atas kedatangan rombongan Safari Ramadhan dari PCNU Lampung Tengah. Ini baru pertama kalinya kami dikunjungi. Kami berharap silaturahmi pada malam ini menambah, memupuk semangat (ghirah) dalam melestarikan mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyyyah di seluruh kampung dan desa di wilayah Seputih Agung ini,” kata Kiai Ikhsan. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Dua Macam Ibadah: Ta’abbudi dan Ta’aqquli

Ibadah dilihat dari segi jenisnya terbagi menjadi dua, pertama adalah Ta’abbudi; yaitu ibadah yang tidak ada alasannya kenapa dilakukan, seperti shalat mahgrib dikerjakan dengan tiga rakaat, karena hal itu sudah ketetapan dari Allah bahwa shalat maghrib dilaksanakan tiga rakaat.

Kedua adalah Ta’aqquli; yaitu ibadah yang ada sebab dan alasannya, seperti membersihkan anggota badan dari najis, karena jika terdapat najis pada anggota badan seseorang maka ia harus membersihkannya terlebih dahulu jika hendak menjalankan shalat.

Sebagaimana terdapat dalam Kitab Taisir Ilmi Ushulil Fiqh karya Imam Al-Anazi,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dua Macam Ibadah: Ta’abbudi dan Ta’aqquli (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Macam Ibadah: Ta’abbudi dan Ta’aqquli (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Macam Ibadah: Ta’abbudi dan Ta’aqquli

Ta’abbud adalah jenis ibadah yang tidak sebab dan alasannya, sedangkan Ta’aqquli adalah ibadah yang ada sebab dan alasannya.

Kedua jenis ibadah ini senantiasa harus dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara’, semisal menjalankan shalat subuh dua rakaat, maka seseorang tidak boleh menjalankannya menjadi tiga rakaat atau lebih karena ketentuan dua rakaat adalah ketetapan dari Allah dan tidak perlu ada pertanyaan kenapa harus dikerjakan dua rakaat.

Terkadang kita dapati seseorang mencari sebab dan alasan kenapa ibadah ini dikerjakan demikian, lalu ia berdalih selama tidak menemukan sebab dan alasan ia tidak mengerjakan ibadah tersebut, maka hal ini tidak diperbolehkan. Karena jenis ibadah yang Ta’abbudi memang tidak memberi ruang gerak pada akal untuk mencari-cari kenapa dan mengapa, tetapi kerjakan saja sebagaimana ia diperintahkan.

RMI NU Tegal

Demikianlah ketentuan dua jenis ibadah yang mempunyai dua pengertian berbeda namun harus dikerjakan semuanya, jika seseorang tidak mengetahui kenapa shalat isya’ dikerjakan empat rakaat, kenapa shalat maghrib hanya tiga rakaat, kenapa shalat subuh hanya dua rakaat, maka kita kembalikan pada asalnya bahwa shalat isya’, maghrib dan subuh adalah wajib hukumnya, dan tidak ada dalih untuk tidak mengerjakan hanya karena tidak mengetahui alasannya. (Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Pendidikan RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa?

Oleh Badrul Munir



Saat berbuka puasa, kita terasa nikmat menyantap hidangan berbuka. Mengapa? Karena Allah memberi indra pengecap yakni lidah. Para ahli saraf berpendapat, terdapat jutaan sel pengecap di lidah manusia dan yang unik setiap sel bertugas menangkap setiap rasa secara "khusus" dari ratusan rasa yang ada. Itulah yang menerangkan kenapa ibu-ibu bisa memberi komentar kurang garam atau kurang merica setelah mencicipi makanan.

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa?

Di area lidah ada lokasi tersendiri untuk rasa yang berbeda, seperti rasa manis dirasakan lidah depan, rasa pahit dirasakan lidah belakang dan lainnya. Dan yang menakjubkan, area untuk rasa manis paling luas di seluruh lidah.

RMI NU Tegal

Itulah mengapa saat berbuka disunnahkan makanan manis seperti kurma, selain agar cepat dimetabolisme menjadi tenaga, juga agar memberikan "kenikmatan lebih" bagi yang berpuasa, dan satu salah kemurahan dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang puasa.

RMI NU Tegal

Selain lidah, indra pengecapan dibantu oleh indra pembau yang ada di rongga hidung. Ada jutaan sel khusus yang bertugas menangkap seluruh bau yang ada, bahkan masih banyak sel pembau yang tersisa yang disiapkan Allah yang belum dipakai manusia. Keduanya (indra pengecap dan pembau) bekerja sama menyalurkan impuls ke otak agar saat menyantap makanan berbuka terasa lebih nikmat.

Namun setelah beberapa suap makanan atau mendekati keyang, indra pengecap dan pembau menurunkan sinyal ke otak dan ini disebut "feed back mechanism", ditandai dengan tanda "berkurangnya rasa lezat" dalam lidah dan rasa mulai penuh dalam lambung. Saat itu seharusnya kita segera menghentikan aktivitas makan sesuai anjuran rasul (dan demi kesehatan).

Akan tetapi, sering kali kita kehilangan kontrol diri dan terus makan sampai kekenyangan. Bahkan malas shalat terawih akibat kekenyangan. Bukankah hakikat puasa adalah berlatih menahan diri (imsak) dan berlatih berbagi sesama? Lalu ke mana makna puasa saat kita berbuka bila berbuka tanpa sunnah rasul? Maka sesungguhnya ada "puasa" di balik nikmatnya berbuka puasa .

Selamat berbuka puasa (sesuai sunnah)

*) Dr Badrul Munir Sp.S, dokter spesialis saraf RS Saiful Anwar/FK Universitas Brawijaya Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Lomba, Internasional RMI NU Tegal

Senin, 06 November 2017

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

Semarang, RMI NU Tegal. Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf kembali menegaskan pentingnya nasionalisme. Ia mengajak warga untuk tetap bersatu, saling menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi konstitusi.

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

“Saya ingin NKRI tetap utuh, maka dari itu hormatilah perbedaan, hormatilah pemimpin, hormatilah polisi, dan sebagainya,” katanya di hadapan ribuan jamaah yang memadati acara Pengajian Akbar dan Maulidur Rasul di halaman Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/10) malam.

Dalam acara bertema “Gunungpati Bershalawat” itu, Habib Syech berpesan agar warga Indonesia tetap bershalawat, supaya negara Indonesia tetap selamat. “Ayo kita bersatu dengan landasan agama dan UUD (Undang-Undang Dasar 1945). Semoga negeri kita selamat, Indonesia tetap kuat, tetap satu,” imbuhnya.

RMI NU Tegal

Di akhir pengajian, Habib Syech dan jama’ah menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh polisi setempat.

RMI NU Tegal

Pengajian akbar ini digelar Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati. Ribuan orang tampak antusias berbondong-bondong mengahdiri lokasi acara. Seperti M Syafiqul Umam, santri Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang yang saat itu ikut bershalawat. Dia mengaku merasa sangat bahagia bisa ikut bershalawat bersama Habib Syech.

“Saya merasa senang dan hati saya merasa sejuk ketika bershalawat, Mas,” kata mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang ini. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, News, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock