Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Yogyakarta, RMI NU Tegal. Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur, yaitu fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Drs Kiai Jadul Maula dalam konferensi pers di kantor PWNU, Jl MT Haryono 40-42 Yogyakarta, Selasa (2/6) menanggapi Sabdaraja Sultan HB X yang menghilangkan beberapa gelar Sultan, diantaranya Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, dan Kalifatullah.

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Kiai Jadul menjelaskan, bahwa selama ini PWNU banyak menampung keresahan masyarakat dan ulama pesantren dari berbagai daerah. Bukan hanya dari sekitar DIY, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Jawa.

RMI NU Tegal

“Ada stigmatisasi perubahan gelar terhadap Islam. Ibarat rumah yang diganti bukan hanya pintu atau mengganti cat, tapi pondasi. Jadi implikasinya sangat besar,” tegas Kiai Jadul.

Hal ini, lanjutnya, lebih pada keprihatinan keagamaan dalam menyelamatkan kehidupan bermasyarakat, di luar wilayah politik. Ada kegelisahan di kalangan kiai tentang perubahan gelar tersebut. Karena ini tanpa diserta argumen yang jelas dan disepakati secara syar’i.

RMI NU Tegal

Kiai Jadul Maula kembali menegaskan, akibat perubahan gelar itu ada keresahan dikalangan kiai NU. Karena mereka beranggapan bahwa perubahan gelar ini telah menjadikan adanya stigmatisasi terhadap Islam. Gelar tersebut semua diambil dari Islam melalui perjalanan yang panjang. Sehingga jika gelar itu diubah maka ada proses pengaburan ke-Islam-an tersebut.

Makna gelar Sultan universal

Menurut Kiai Jadul, makna gelar sultan itu universal. Mengubah makna itu berarti ada yang hilang dalam diri kasultanan. ?

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya,” tegasnya.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa gelar Ngabdurrahman mengandung arti bahwa meski menjadi raja, Sultan adalah tetap hamba Allah SWT yang memiliki kasih sayang dengan sesama, termasuk kepada alam. Sedangkan gelar Sayidin Panotogomo, ? dalam pesantren mengandung arti adalah orang yang berkewajiban meningkatkan religiusitas masyarakat dan menata umat beragama yang berbeda agar harmonis. Gelar khalifatullah sendiri berarti Sultan adalah duta Allah SWT yang menegakkan kebenaran dan keadilan.?

“Dengan makna demikian, kami menganggap gelar-gelar itu penting. Adanya gelar itu sudah terbukti dari berdirinya Kraton Yogyakarta sebagai Kraton yang paling lama bertahan hingga sekarang,” tegasnya.? Karena itu, tandasnya, PWNU bersikap, gelar itu mesti dipertahankan. Jika gelar ini dihilangkan maka akan kehilangan porosnya. Karena gelar itu tidak semata-mata nama melainkan sebagai pengikat kontrak teologis, kontrak alam dan kontrak sosial. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Cerita RMI NU Tegal

Kirab Resolusi Jihad NU Masuki Jawa Tengah

Sragen, RMI NU Tegal. Tim Kirab Resolusi Jihad NU memasuki Jawa Tengah, Senin (17/10) melalui Kabupaten Sragen. Sejumlah persiapan dilakukan oleh Panitia Daerah.

Kirab Resolusi Jihad NU Masuki Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Resolusi Jihad NU Masuki Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Resolusi Jihad NU Masuki Jawa Tengah

Puji Wibowo, Ketua Panitia Daerah Jawa Tengah, saat dihubungi RMI NU Tegal menjelaskan, PWNU Jawa Tengah melakukan penyambutan di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di Sragen.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hapsin Umar, turut serta dalam penyambutan ini. Selain itu Tim Kesehatan dan Satkorwil Banser juga akan mengawal selama Tim berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pelepasan di perbatasan Jawa Barat tanggal 19 Oktober mendatang.

Pantauan RMI NU Tegal, di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah Senin sore, terlihat antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Tim. Ratusan perwakilan lembaga dan banom PWNU Jateng tampak mengenakan seragam mereka berbaris rapi. Kelompok marching band dan kelompok shalawat, masing-masing menampilkan kemahiran mereka, menambah semarak suasana.

RMI NU Tegal

Pada hari pertama kedatangan di Jawa Tengah, Tim bersilaturahim di Pendopo Kabupaten Sragen, Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo, Pondok Pesantren Pancasila Sakti Klaten. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Ubudiyah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Bupati Mesuji Minta Ansor Dukung Program Pembangunan

Mesuji, RMI NU Tegal

Bupati Mesjuji, Provinsi Lampung H Khamami berharap kader-kader Gerakan Pemuda Ansor dapat bersinergi dan bersama-sama mendukung program pembangunan di Kabupaten Mesuji. Ia juga mengaku prihatin dengan banyaknya tindak kriminal belakangan ini.

Bupati Mesuji Minta Ansor Dukung Program Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Mesuji Minta Ansor Dukung Program Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Mesuji Minta Ansor Dukung Program Pembangunan

Hal itu ia sampaikan saat membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Angkatan 2 se-Kabupaten Mesuji, 27- 29 Mei 2016, di Pondok Pesantren Raudhotul Istiqomah, Desa Fajar Baru, Panca Jaya, Kabupaten Mesuji.

Khamami mengapresiasi proses kaderisasi yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mesuji tersebut. “Saya mendukung penuh kegiatan positif seperti ini, terlebih kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan dengan maraknya kasus-kasus narkoba, pencabulan disertai pembunuhan,” ujarnya, Jumat (27/6).

RMI NU Tegal

“Oleh karenanya dengan adanya agenda PKD Ansor dan Diklatsar Banser ini sangat baik bagi pengembangan karakter generasi muda, khususnya generasi muda NU,” tambahnya.

Adapun PKD Ansor dan Diklatsar Banser se-Kabupaten Mesuji diikuti oleh 32 peserta PKD Ansor dan 138 peserta Diklatsar Banser yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mesuji.

RMI NU Tegal

Menurut Jupri selaku Ketua PC GP Ansor Kebupaten Mesuji, acara ini merupakan agenda rutin yang wajib sebagaimana amanat organisasi. “Saya berharap bahwa melalui PKD dan Diklatsar Banser ini, kader-kader NU ke depan mampu untuk mendorong pola dakwah NU, di mana pola dakwah NU menggunakan metode ramah bukan marah yang dapat diimplemantasikan di Bumi Serasan Segawe,”ujarnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nusantara, Pertandingan, Halaqoh RMI NU Tegal

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi

Tasikmalaya, RMI NU Tegal



PCNU Kabupaten Tasikmalaya menggelar Halaqah Kebangsaan dalam rangka Harlah NU ke 94 dan Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2017-2022.?

Peserta Halaqah Kebangsaan kali ini adalah para ajengan, kiai dan santri di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi

"Lewat Halaqah Kebangsaan ini kami ingin menguatkan komitmen ulama-ulama NU, khususnya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya dalam hal menjaga keutuhan Indonesia," kata Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam, Ahad (23/4).

Saat ini, kata Atam, ada kelompok-kelompok yang berusaha mengkotak-kotakan Islam dengan rasa nasionalisme itu sebagai bagian yang terpisah.?

Padahal, lanjut Atam, ke duanya merupakan bagian erat yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

RMI NU Tegal

Antara Islam dan nasionalisme itu, kata Atam, saling mengisi dan melengkapi. Islam sebagai agama memiliki peran dalam mewujudkan masyarakat beradab dan bermartabat. Sedangkan nasionalisme merupakan bagian penting sebagai buah atas kecintaan pada tanah air Indonesia.

"Semuanya saling melengkapi dan saling mengisi. Dan komitmen kebangsaan itu yang akan senantiasa dijaga oleh ajengan, kiai dan ulama-ulama NU," pungkas Atam. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pertandingan RMI NU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Akan Adopsi Pendidikan Pesantren

Purwakarta, RMI NU Tegal. Kasus yang menimpa Nurmayani, guru bidang studi biologi SMP Negeri 1 Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang mencubit anak polisi kemudian berakhir di sel penjara jadi perhatian publik, termasuk Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.?

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Akan Adopsi Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Akan Adopsi Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Akan Adopsi Pendidikan Pesantren

Dedi menilai, sistem pendidikan di Indonesia saat ini lebih menekankan pada aspek transformasi ilmu pengetahuan, dan justru mengabaikan etika serta karakter peserta didik. Seharusnya, lanjut Dedi, sistem pendidikan nasional mengadopsi sistem pendidikan pesantren yang terbukti sukses menanamkan budi pekerti kepada para santri dengan cara menerapkan metode aplikatif pembelajaran karakter, bukan sekadar transformasi ilmu pengetahuan.

RMI NU Tegal

"Sering kan, kita menyalahkan peserta didik yang tidak bisa diatur. Problemnya berarti mentalitas dan karakter. Maka pola pendidikan yang diterapkan harus berbasis karakter budi pekerti, tidak lagi melulu transformasi ilmu. Zaman dahulu kalau keras kepada anak didik tidak akan menjadi masalah. Lah, hari ini urusannya bisa penjara," kata Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/5).

RMI NU Tegal

Menurut Dedi, saat karakter menjadi acuan pembelajaran, semua mata pelajaran di sekolah harus mengacu pada variabel budi pekerti. Peserta didik yang memiliki budi pekerti yang buruk, kata dia, sudah seharusnya tidak naik kelas. Hukuman tidak naik kelas ini pun harus dilakukan secara sistematis.

"Misalnya setiap mata pelajaran nilai peserta didik dikurangi 2. Taruhlah dia dapat nilai Matematika 7. Nah, karena budi pekertinya jelek, di rapor harus ditulis 5," ujar Bupati yang dikenal sering menulis lagu bertema spiritual ini.

Dedi menekankan pola penilaian baru ini harus dilaksanakan secara konsisten di semua sekolah di Kabupaten Purwakarta. Tidak dibenarkan suatu saat ada protes dari orang tua siswa yang tidak terima nilai anaknya dikurangi.

"Kalau masuk pesantren, kan, biasanya ditanya dulu kesanggupan mengikuti peraturan atau tidak. Maka saat masuk sekolah di Purwakarta semua pihak harus ditanya kesanggupan menerima pola baru ini," kata Dedi. (Anif/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Tegal RMI NU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, RMI NU Tegal. Penasihat Menteri Besar Selangor Khalid Jaafar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12) sore. Ia mengaku tertarik dan mengapresiasi ajaran dan kiprah Nahdlatul Ulama selama ini.

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Kedatangan Khalid disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Wakil Sekjen PBNU Suwadi D Pranoto.

“Rencananya kami ingin mendirikan Nahdlatul Islam, Nahdlatul Ulama Malaysia, yang sama-sama mengerakkan sisi Islam Nusantara,” katanya kepada RMI NU Tegal sesaat selepas pertemuan.

RMI NU Tegal

Di negaranya, kata Khalid, memang telah berdiri dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia tetapi itu mewadahi sebatas warga negara Indonesia, baik yang sedang menempuh studi maupun berstatus sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan ingin membentuk organisasi “Nahdlatul Ulama” versi Malaysia.

Mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mendukung Islam Nusantara yang menjunjung tinggi nila-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth, dan i’tidal (moderasi). Menurutnya, Nusantara juga meliputi Malaysia, termasuk juga Kamboja, Thailand, dan lainnya.

RMI NU Tegal

“Bukan berarti kami menolak yang lain, tapi kami rasa Ahlussunnah sesuai dengan karakter wilayah kami,” imbuhnya.

Ditanya soal sebaran paham keagamaan yang berkembang di Malaysia, Khalid berujar, “Ancaman ekstemisme tidak begitu besar, tapi kita tidak boleh kita pandang kecil. Makanya kita perlu suarakan tradisi toleransi yang dalam Nahdlatul Ulama disebut tawassuth.”

Direktur Institut Kajian Dasar (IKD) Kuala Lumpur ini mengaku percaya Islam di Asia Tenggara lebih menjanjikan masa depan dibanding dengan Islam di Timur Tengah. Ditengok dari pertumbuhan ekonomi dan demokrasi, katanya, Asia Tenggara termasuk cukup baik.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menjelaskan kedekatan NU dengan muslim negara-negara tetangga, salah satunya dengan memberi mereka beasiswa untuk studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi NU. Pertemuan juga menyinggung soal fenomena intoleransi, Wahabi, Syiah, dan Ahmadiyah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, PonPes RMI NU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

Bogor,RMI NU Tegal. Kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konteks kebangsaan dirasakan mulai pupus dan terkikis oleh arus globalisasi. Hal inilah yang mendorong Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor untuk melakukan kerjasama sosialisasi 4 pilar bangsa (Pancasila,UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) antara PC Lakpesdam NU kabupaten Bogor dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), pada 09 Juni 2012, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong.

Saat ditemui RMI NU Tegal, Waspada MK, selaku Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Bogor, sekaligus ketua Panitia Sosialisasi 4 pilar bangsa mengatakan, perlu kajian tematis-strategis dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara sesuai cita-cita founding father Negara Indonesia.

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

"Banyak terjadi penyimpangan terhadap tujuan dan tata cara kehidupan berbangsa, bahkan ada pihak-pihak yang sengaja membelokkan orientasi atas cita-cita luhur para pendiri NKRI,“ katanya. "Kalau Perlu pendidikan P4 pada era Orde Baru perlu dilakukan lagi, tentu dengan nuansa yang berbeda."

RMI NU Tegal

Sementara itu , wakil ketua MPR RI, Lukman Hakim Saefudin, sebagai narasumber tunggal mengatakan, “4 pilar bangsa ini memerlukan kerjasama semua pihak, termasuk NU dan Lembaga-lembaganya, harus nyata-nyata mensosialisasikan ini, karena NU mempunyai jama’ah dan Jam’iyyah yang jelas-jelas merupakan founding father negeri ini.”

RMI NU Tegal

Kang Lukman, demikian ia akrab disapa, menambahkan bahwa kiai-kiai NU punya peranpenting dalam memberikan kesadarang kepada umatnya.

“Para Kyai NU dikabupaten Bogor yang begitu banyak sangat potensial untuk memberikan kesadaran ini kepada ummatnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama , kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU kab.Bogor, mengatakan, NU Bogor siap mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tetap pada komitmen keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi, salah besar ketika ada tuduhan dari luar negeri yang mengatakan bahwa Indonesia intoleransi, harusnya pihak yang menilai berpikiran obyektif, jangan hanya karena satu (atau) dua masalah, kemudian disamaratakan,“ tegasnya.

Sementara Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa bagi NU 4 pilar ini adalah harga mati. 

"Jadi jangan berangan-angan akan ada pihak-pihak lain yang hendak melakukan perubahan-perubahan prinsipil yang nantinya dapat mengganggu stabilitas nasional dalam beberapa aspek kehidupan bernegara,” katanya.

“Saat ini kita butuh perekat bangsa, kita harus kembali pada rumusan-rumusan para pendiri bangsa, jangan ada usaha-usaha yang dapat memecah kita,” tambahnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh 40 MWC NU se-Kabupaten Bogor, Lembaga,Lajnah, Banom, PMII dan Civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU – Jakarta).

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Pertandingan, Syariah RMI NU Tegal

Kisah Nyata Ulama Dikubur dan Hidup Kembali

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya. Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya. Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara, Rabu (25/5).

Kisah Nyata Ulama Dikubur dan Hidup Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ulama Dikubur dan Hidup Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ulama Dikubur dan Hidup Kembali

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

RMI NU Tegal

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan. Ia kaget bukan kepalang. Jenazah yang ia gali dapat bergerak sendiri. Ia pun lari tunggang-langgang.

RMI NU Tegal

Habib muda ini melanjutkan, jenazah yang hidup lagi ini lalu menyeru kepada pencuri, “Hai, jangan lari, kemari! Begini, kamu ini ingin mencuri kain kafanku bukan?”

“Iya,” jawab pencuri.

“Sekarang, bawalah kain kafanku ini dan katakan kepada orang kampung suruh mereka mengirimkanku pakaian kemari,” pesan Abdullah. Dan benar, setelah kembali, Abdullah bin Umar ini menyusun tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir Al-Baidlawi.

Habib Muhdlar menyimpulkan dengan adanya kisah tersebut, bahwa siapa pun dalam memutuskan perkara harus ada kalimat wallahu a’lam. Manusia hanya memutuskan yang tampak lahir saja. Sedangkan hakikatnya hanya Allah yang maha tahu.

“Seperti dokter di akhir zaman ini yang langsung memvonis mati salah satu pasien, misalnya. Mereka tanpa mengatakan allahu a‘lam. Padahal ini hanya pengetahuan saja. Bukan hakikat sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas,” tandasnya.

Maka tak jarang, lanjutnya, banyak orang mati yang hakikatnya belum mati namun ia mati justru baru saat ia dikubur, karena ia tak bisa bernapas atau yang lainnya sedangkan dokter memang sudah memberikan vonis mati. Di sinilah pentingnya kalimat allahu a’lam.

Terakhir, dai dari Yaman ini berpesan supaya tidak terlalu terburu-buru dalam mengurus jenazah. Cepat itu perlu, tapi jangan terlalu. Ciri-ciri orang mati setidaknya ada tiga hal, di antaranya hidung yang sudah melenceng, seperti meleleh ke samping, telapak kaki yang sudah tidak tegak ke atas, dan mulut yang berbau busuk. (Mundzir/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Pendidikan, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda

Jakarta, RMI NU Tegal

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dai dan daiyah (juru dakwah perempuan) yang digagas Pengurus Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ditunda. Penundaan itu dilakukan karena PP LDNU ingin hajatan besar untuk mengumpulkan para dai dan daiyah dari seluruh Indonesia itu lebih maksimal.

“Penundaan ini terjadi karena arahan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) terkait dengan keinginan agar acara itu lebih optimal dan aksesnya lebih besar,” kata Sekretaris Jenderal PP LDNU Khoirul Huda Baasyir kepada RMI NU Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/12)

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Dai-Daiyah LDNU Ditunda

Sebagaimana diberitakan situs ini beberapa waktu lalu, PP LDNU berencana mengumpulkan para dai dan daiyah se-Indonesia untuk membahas strategi mempertahankan dan mengembangkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Semula, acara tersebut akan diselenggarakan pada 8-12 Desember tahun ini.

PP LDNU, kata Khoirul—demikian panggilan akrabnya—memohon maaf atas penundaan itu kepada seluruh pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) LDNU se-Indonesia. “Sekali lagi, penundaan ini semata karena agar persiapan yang bersifat nasional ini bisa lebih matang, lebih optimal,” tandasnya.

Mengenai kepastian penyelenggaraan acara yang bertujuan untuk meneguhkan kembali ajaran Aswaja NU itu, Khoirul mengatakan, pihaknya masih akan mengkomunikasikannya kembali dengan para pengurus LDNU. Namun, lanjutnya, kemungkinan akan digelar akhir bulan Januari tahun depan.

“Kemungkinan tanggal 29-31 Januari 2007. Tempatnya, insya Allah di Asrama Haji, Pondok Gede, Bekasi. Nanti, pastinya menunggu hasil rapat kami,” terang Khoirul.

RMI NU Tegal

Berkaitan dengan penundaan acara yang bakal diikuti sekitar 200 orang dai dan daiyah dari 32 propinsi itu, Khoirul berharap kepada PW dan PC LDNU se-Indonesia agar segera mengirimkan formulir pendelegasian peserta. Karena, menurutnya, hingga saat ini baru sekitar 60 persen PW dan PC LDNU yang telah menyerahkan formulir tersebut.

RMI NU Tegal

Ditegaskan Khoirul, peserta Rakernas tersebut terdiri dari lima orang. Di antaranya adalah ketua dan sekretaris PW LDNU se-Indonesia, dua mubalig panggung, masing-masing laki-laki dan perempuan, dan satu akademisi. “Diharapkan mereka dapat memberikan masukan tentang strategi dakwah yang lebih responsif dan sesuai dengan tuntutan zaman,” imbuhnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini

Semarang, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, baru saja menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Sabtu-Ahad, 28-29 Oktober 2017, di Pesantren Kiai Parak Bambu Runcing, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Selain membahas beberapa capaian organisasi serta rekomendasi berbagai program kerja untuk periode kepengurusan yang akan datang, dalam Rakerwil tersdebut juga diputuskan, Konferensi Wilayah (Konferwil) akan dilaksanakan pada 12 November 2017, di Gedung Pertemuan Umum (GBU) Jalan Mandurejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini

"Konferensi Wilayah akan digelar di Kajen, Kabupaten Pekalongan, dan akan diikuti oleh 1.540 peserta terdiri dari 35 Pimpinan Cabang dengan masing-masing 4 perwakilan, serta diikuti 409 Pimpinan Anak Cabang masing-masing 3 perwakilan," kata Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanudin, Selasa (7/11).

Ikhwan menjelaskan, Konferensi Wilayah merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah atau provinsi, dengan agenda utama yaitu pemilihan ketua baru untuk masa khidmah 4 tahun ke depan (2017-2012).

Sejauh ini, lanjut Ikhwan, sudah ada sedikitnya tiga nama calon yang muncul sebagai kandidat. Antaralain Wahidin Said (kader dari Kendal), Sholahuddin Aly (kader dari Jepara) dan Fahsin M. Faal (kader dari Demak).

RMI NU Tegal

Menurut Ikhwan, secara umum persyaratan seseorang untuk dapat berkompetisi adalah yang bersangkutan harus benar-benar kader Ansor dan berprestasi. Yang bersangkutan juga harus memenuhi persyaratan administrasi dan syarat lain yang telah ditentukan dalam peraturan organisasi.

"Prinsipnya, mereka yang sudah menempuh jenjang kaderisasi tertinggi, yakni Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) berhak untuk mengajukan diri menjadi kandidat/calon ketua," tegas Ikhwan.

Ikhwanudin berharap kepada semua pihak khususnya para kader Ansor, untuk ikut membantu suksesnya hajatan Konferensi Wilayah.

"Kami mengundang kader-kader Ansor di Jateng untuk dapat hadir memeriahkan Konferensi Wilayah 2017 ini di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.

RMI NU Tegal

Ketua Panitia Konferwil GP Ansor Jateng 2017, Nur Tofan menambahkan, sejauh ini persiapan pelaksanaan Konferwil sudah hampir 100 persen. Panitia wilayah dan panitia lokal, sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi menyiapkan berbagai kebutuhan yang ada.

"Untuk panitia sudah beberapa kali rapat, baik kesiapan perlengkapan, personel panitia di lokasi, keamanan, sudah siap semua. Lokasi transit peserta dan tamu undangan sudah siap semua. Jadi untuk kesiapan teknis, sudah siap semua," kata Nur Tofan. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Nahdlatul RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Kader PMII Didorong Kuasai Karya-karya Ulama Aswaja

Jombang, RMI NU Tegal. Sejumlah mahasiswa di Jombang yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan follow-up materi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang sebulan lalu sudah diajarkan dalam penyelenggaraan Sekolah Aswaja.

Kader PMII Didorong Kuasai Karya-karya Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Didorong Kuasai Karya-karya Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Didorong Kuasai Karya-karya Ulama Aswaja

Mereka duduk bersila membentuk lingkaran bundar di area Taman Keplak Sari Kebon Ratu sembari berdiskusi serta mereview sejumlah pemahaman yang telah diserap sebelumnya, Ahad (16/10) siang.?

Agus Riyanto, Ketua III Bidang Keagamaan Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang mengimbau agar pemahaman kader PMII tentang Aswaja hendaknya terus ditingkatkan. Setidaknya mereka sudah mulai menguasai terhadap setiap karya yang dibuat oleh para ulama Aswaja. ?

"Menarik sekali jika kader-kader Aswaja ini dalam bidang fiqih, tasawuf/teologi, aqidah, muamalah ada yang menguasainya masing-masing," kata Agus di hadapan mereka.?

RMI NU Tegal

Saat ini, kata Agus, terdapat berbagai kelompok atau organisasi Islam yang juga mengatasnamakan dirinya beraswaja. Namun Aswaja yang dianut mereka tak sesuai dengan pemahaman Aswaja yang diajarkan PMII pada umumnya.?

Karenanya, penguasaan kader PMII terhadap setiap produk ulama Aswaja sangat penting untuk menjaga kemurnian pemahaman merekn. "Seperti ketika browsing di internet tentang Aswaja, berapa persen Aswaja NU yang muncul, dan berapa banyak Aswaja dari yang lainnya, seperti Aswaja HTI," jelasnya.?

RMI NU Tegal

Mengingat belakangan ini terdapat banyak isu yang berkembang, baik dari sisi sosial, budaya dan agama, ke depan, mereka juga komit membahas tentang isu-isu tersebut dalam perspektif Aswaja serta metodologinya.?

"Oleh karenanya pendalaman teori dan pembahasan atas isu-isu lokal akan kita kaji dalam pertemuan selanjutnya, dan silakan sahabat-sahabat tuangkan dalam bentuk tulisan ilmiah nantinya," ujar Agus yang juga mantan Ketua Komisariat Wahab Hasbullah tersebut. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ubudiyah, Pertandingan RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

Tegal, RMI NU Tegal. Bupati Tegal, Enthus Susmono mengemukakan, Hari Santri Nasional sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran perjuangan para kiai dan santri dalam memerdekakan republik ini. 

Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini bertepatan dengan dikeluarkannya fatwa jihad oleh KH. Hasyim Asyari di tahun 1945 yang mampu membangkitkan semangat ruhul jihad, semangat cinta tanah air arek-arek Suroboyo utamanya kalangan pesantren kala itu yang berujung pada pecahnya pertempuran heroik di

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

“Surabaya 10 November 1945 melawan tentara sekutu yang kemudian kita kenang sebagai Hari Pahlawan Nasional," ujar Enthus dalam sambutannya pada Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Tegal dilapangan Pemkab Tegal, Ahad (22/10).

Menurut Bupati yang jago jadi dalang itu, meskipun peristiwa bersejarah tersebut dicetuskan oleh Rais Akbar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), akan tetapi semangat berjihad dan berjuang yang dikobarkannya mampu menembus sanubari seluruh elemen bangsa Indonesia. 

"Hal ini penting saya sampaikan di sini agar peringatan Hari Santri tidak memunculkan dikotomi di kalangan umat beragama dan mengusik kehidupan pluralisme Bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya

RMI NU Tegal

Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional ini bukan saja perwujudan rasa syukur, penghormatan dan penghargaan kita kepada santri dan ulama yang telah ikut serta berjuang mengusir penjajah, akan tetapi juga momentum penting bagi kita Bangsa Indonesia untuk memupuk dan menumbuhkembangkan semangat rasa cinta tanah air. 

“Rasa cinta tanah air ini tidak boleh luntur, maka harus dijaga, dipelihara dan digelorakan semangatnya di berbagai kesempatan,” tegasnya.

"Bagaimana Kiai Wahab atas bimbingan Kiai Hasyim Asyari mencetuskan adagium hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman dan menggubah lagu bertajuk Syubanul Wathan ini merupakan upaya dan pesan dari para pendahulu kita untuk merawat nasionalisme," sambung Enthus.

RMI NU Tegal

Untuk itu, Mantan Kasatkorcab Banser itu memandang bahwa Hari Santri Nasional ini adalah momentum yang tepat untuk menggugah dan membangkitkan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang disatukan oleh kesatuan ideologi anak bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras dan golongan.

Untuk itulah, melalui kesempatan Hari Santri ini, semangat "NKRI Harga Mati" harus terus kita gelorakan. Sudah tidak ada lagi waktu bagi kita memperdebatkan hal-hal yang bersifat wacana atau adanya hanya di awang-awang saja. 

Yang bangsa ini butuhkan adalah generasi santri hebat yang mau turun tangan, bukan urun angan. Saatnya kita bekerja nyata dengan terus mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan, saling memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan saling melemahkan.

"Semoga dengan peringatan Hari Santri Nasional ini Bangsa Indonesia menjadi semakin damai, berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota Forkompimda Tegal, Sekda Tegal, jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PCNU, Badan Otonom NU, para kepala OPD Pemkab Tegal dan ribuan santri se Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Olahraga, Pertandingan RMI NU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

22 Ribu Santri Ikuti Liga Santri Nusantara 2017

Bandung, RMI NU Tegal

Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang mulai bergulir sejak akhir Agustus lalu diikuti sekitar 22 ribu santri dari 1048 pondok pesantren seluruh Indonesia. Mereka berkompetisi di dalam 32 region untuk mendapatkan tiket ke Seri Nasional.  

Manajer Kompetisi M. Kusnaeni mengatakan, partisipasi pesantren mengikuti Liga Santri Nusantara lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, antusiasme peserta sangat luas biasa.  

22 Ribu Santri Ikuti Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Ribu Santri Ikuti Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Ribu Santri Ikuti Liga Santri Nusantara 2017

Pada LSN tahun pertama, 2015, kompetisi diikuti 400 pondok pesantren. Tahun kedua meningkat dua kali lipat, yaitu 826 pondok pesantren, begitu juga di tahun ketiga.   

RMI NU Tegal

“Kita sampai menolak-nolak peserta,” kata Sekretaris RMINU Habib Soleh.

RMI NU Tegal

Di Jawa Timur, kata Wakil LSN tersebut,terdiri dari empat region. Sementara jumlah pesantrennya yang ingin mengikuti LSN sangat banyak. Untuk mensiasatinya, Panitia Regional membentuk Sub Region.

“Akhirnya di Jawa Timur sampai beberapa kabupaten membuat liga penyisihan untuk masuk ke Region, misalnya terjadi di Blitar, Tulungagung, Madiun, Magetan, Pacitan, Kediri, Trengalek. Begitu juga terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Riau.

Kini, LSN masuk ke Seri Nasional yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat. Hanya 32 tim yang lolos mewakili 32 region masing-masing. Mereka bertanding tiap hari sekali untuk lolos ke babak selanjutnya. Kemudian memperebutkan juara pertama LSN tahun ini pada grand final yang akan beralangsung di stadion Bandung Lautan Api (BLA). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Pondok Pesantren, Ubudiyah RMI NU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, RMI NU Tegal - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

RMI NU Tegal

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

RMI NU Tegal

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Pertandingan, AlaSantri RMI NU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab

Kehidupan di pesantren tidak hanya dipenuhi perilaku baik. Namun, juga ada kelakuan kaum bersarung yang biasa dilakukan tetapi tak pantas menjadi kebiasaan. Salah satu kelakuan tersebut adalah ghasab.

Perilaku meminjam tanpa izin pemilik barang ini sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, korban ghosob pasti saja merasa dirugikan dan jengkel bukan kepalang.

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab

Kejadian ghasab tersebut ternyata juga menimpa kang Andik. Kang Andik yang tak suka menggosob sering kali justru menjadi korban dari perilaku tukang ghasab.?

Kali ini sandal kang Andik yang berhasil dibawa tukang ghasab. Kang Andik yang terpaksa butuh sandal, akhirnya mengalah dengan memberi sandal baru. Tak sekadar membeli sandal, kali ini kang Andik punya trik jitu untuk menghadapi tukang ghasab yang menjengkelkan.

"Lihat saja nanti tak akan ada yang berani mengghasab sandalku lagi," gerutu Kang Andik dalam hati.?

RMI NU Tegal

Tak menunggu waktu lama, langsung saja kang Andik laksanakan triknya. Sandal baru yang ia miliki. Merupakan sandal yang populer dikalangan santri.?

Dengan bermerekan Swallow sandal kang Andik ditulisi satu per satu huruf. Mulai dari huruf k, kemudian e, a, m, a, n, a, hingga n kembali. Sehingga lengkaplah susunan kata tersebut menjadi “keamanan”.

RMI NU Tegal

Memang kang Andik bukan pengurus keamanan. Namun, kang Andik yakin trik yang baru saja ia lakukan pasti manjur untuk menangkal tukang ghasab.?

"Tukang ghosob mana yang berani mengghasab sandal keamanan, pasti tak ada. Dan sandalku pasti aman selamanya haha," lirih kang Andik dengan puas. Ia tinggalkan sandalnya di depan kamar tanpa perasaan takut sedikitpun.

Sehari berselang ternyata dugaan kang Andik salah. Sandal yang ia taruh di depan kamar hilang dari pandangan mata. "Sialan punya keamanan masih diambil juga sama tukang ghasab," batin kang Andik heran bukan kepalang.

?

Alih-alih menatapi nasib, kang Andik yang sedih menatap ke atas langit. Namun tiba-tiba kang Andik kaget sekali. Sandal yang baru ia beli sehari lalu ternyata ada di atas genteng.

Akhirnya setelah kang Andik berpikir lama. Mencari jawaban atas kejadian ganjil yang baru saja dialami. Kang Andik tersenyum sambil berkata dalam hati.

"Pantas saja ada di atas genteng. Lha keamanan kan banyak yang gak suka. Pasti yang buang ke atas genteng salah satu dari mereka (tukang ghasab), kurang ngajar!" (Aldi Rizki Khoiruddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Habib RMI NU Tegal

Senin, 16 Oktober 2017

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Caracas, RMI NU Tegal. Pemerintah Venezuela kini sedang bersiap menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapi peperangan dengan Amerika Serika (AS). Strategi apakah itu?



Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Presiden Venezuela Hugo Chaves, Minggu (24/6), mendesak tentaranya untuk menyiapkan perang gaya gerilya melawan AS, dan mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menggunakan peperangan psikologi dan ekonomi sebagai bagian dari kampanye yang tak lazim guna merongrong pemerintahannya.

Dengan mengenakan pakaian warna hijau pudar dan baret merah, Chaves menyampaikan pidatonya di Tiuna Fort, pusat militer Venezuela, sebelum ratusan pasukan berseragam berbaris di samping kendaraan bersenjata dan tank yang dihiasi dengan sejumlah baner bertuliskan: "Tanah Air, Sosialisme, atau Mati! Kita Akan Menang!"

RMI NU Tegal

"Kita harus terus mengembangkan perang resistensi, yaitu senjata anti-imperialis. Kita harus berpikir dan menyiapkan perang resistensi setiap hari," terang Chaves, yang berulang kali mengingatkan bahwa pasukan AS bisa menginvasi Venezuela guna mengontrol cadangan minyak yang luar biasa di negara Amerika Selatan itu.

Para pejabat AS menolak klaim bahwa Washington sedang merencanakan sebuah serangan militer. Namun, pemerintah AS mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang ia persepsi sebagai sebuah kekuatan militer yang signifikan.

RMI NU Tegal

Chaves, sahabat karib Pemimpin Kuba Fidel Castro, mengingatkan kepada "TNI"nya bahwa Washington sedang mencoba memperlemah dan memecahbelah rakyat Venezuela, termasuk angkatan bersenjatanya, tanpa melalui pertempuran.

"Ini bukanlah peperangan senjata," kata Chaves, mantan pejabat militer yang memimpin sebuah gerakan yang dikenal dengan "Rovolusi Bolivarian," sebauh gerakan sosialis setelah pahlawan kemerdekaan Simon Bolivar. "Saya juga sedang menunjuk peperangan psikologi, peperangan media, peperangan politik, dan peperangan ekonomi."

Di bawah pemerintahan Chaves, Venezuela belakangan ini telah membeli perlengkapan senjata dari Rusia senilai 3 milyar dolar, termasuk 53 helikopter militer, 100.000 senapan Kalashnikov, dan 24 pesawat tempur jenis SU-30 Sukhoi.

Pekan lalu, Chaves mengungkapkan, pihaknya juga berencana membeli sejumlah peralatan perang lainnya seperti kapal selam dan sebuah sistem pertahanan udara yang dilengkapi misil, saat ia bersiap melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Rusia, Belarusia, dan Iran.

"Kami sedang memperkuat kekuatan militer Venezuela secara tepat untuk menghindari agresi-agresi imperial dan menjamin keamanan, bukan untuk menyerang setiap orang," kata Chaves, seperti dilansir sumber AP. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Kajian RMI NU Tegal

Rabu, 27 September 2017

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya

Magelang, RMI NU Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan sedikitnya 12 pondok pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat siap menampung pengungsi Rohingya, terutama anak-anak yang hidup sebatang kara karena terpisah dari orang tua dan familinya.

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya

"Berdasarkan pendataan di lapangan, anak-anak pengungsi Rohingya banyak yang menjadi yatim piatu dan terpisah dari keluarga besarnya," katanya, usai menjadi pembicara pada khataman putri di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, Desa Wonosari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Rabu.

Ia menuturkan mereka butuh pemulihan secara psikososial dan perlu mendapatkan hak asuh karena hidup sebatang kara. Oleh karena itu perlu tempat yang memadai untuk menampungnya.

RMI NU Tegal

Ia mengatakan sebanyak 12 pondok pesantren yang siap menampung tersebut, antara lain Pondok Pesantren di Malang, Pasuruan, Bojonegoro, Jatim, dan Sukabumi, Jabar.

"Pesantren merupakan tempat penampungan yang dirasa cukup kondusif dan efektif bagi anak-anak tersebut," ucapnya.

RMI NU Tegal

Menurut dia untuk kebutuhan penempatan kembali para pengungsi Rohingya memerlukan waktu selama satu tahun. Setelah satu tahun, pihaknya mendorong komunitas internasional untuk bertanggung jawab terhadap nasib para pengungsi itu, seperti PBB dan negara-negara lain.

"Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia saja, melainkan juga tanggung jawab dunia," ujarnya.

Ia menuturkan dari 1.250-an pengungsi Rohingya banyak yang terpisah dari anggota keluarganya, misalnya, istri berada di Aceh dan suami mengungsi di Malaysia.

Ia mengatakan Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membicarakan reunifikasi atau penyatuan kembali para pengungsi ke keluarganya.

"Menlu Indonesia nantinya akan berkomunikasi dengan Menlu Malaysia mengenai hal ini," tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thullab Tempuran, Said Asrori mengatakan pihaknya siap untuk menampung anak-anak pengungsi Rohingya. Di Pondok pesantren yang dikelolanya mampu menampun 500 santri.

"Kami siap menampung dengan jumlah yang kami tampung sekitar 50 orang," katanya. (antara/mukafi niam) foto: demotix

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan RMI NU Tegal

Minggu, 17 September 2017

Bimbing Warga Masuk Islam, Sekjen PBNU Tekankan Dua Hal

Cirebon, RMI NU Tegal. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini Membimbing Andreas Taus membaca dua kalimat syahadat pada Rabu (2/8) di Babakan, Cirebon. Andreas yang merupakan warga asli Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berikrar dengan membaca dua kalimat syahadat yang disaksikan langsung oleh puluhan warga kampung Babakan.

Bimbing Warga Masuk Islam, Sekjen PBNU Tekankan Dua Hal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bimbing Warga Masuk Islam, Sekjen PBNU Tekankan Dua Hal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bimbing Warga Masuk Islam, Sekjen PBNU Tekankan Dua Hal

Dalam ceramah singkatnya, Sekjen HA. Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa cara yang paling baik untuk ber-taqorrub atau mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan cara rajin bersyukur dan bersholawat.

"Dua hal yang bisa dijadikan alta untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pertama senantiasa bersyukur, dan yang kedua adalah dengan rajin-rajin membaca Sholawat. Sebaik-baiknya Sholawat menurut Habib Faiz dari Malang adalah Sholawat Ibrohim," jelas Helmy.

Lebih lenjut, pria kelahiran Cirebon ini berpesan bahwa umat Islam harus bisa menjadi pribadi yang sabar. Ia mecontoh kan betapa sabarnya Nabi Muhammad menghadapi umatnya.?

RMI NU Tegal

"Nabi Muhammad pernah dilempari kotoran oleh si Fulan, namun Nabi SAW tidak pernah membalas. Bahkan malah mendoakannya. Sampai suatu saat si fulan tidak melempari Nabi lagi. Rupanya si Fulan sedang sakit. Nabi pun menjenguk dan mendoakan. Seketika si Fulan itu masuk Islam. Inilah akhlak yang harus kita contoh," tambah Helmy.?

Usai Membimbing pembacaan dua kalimat, Helmy menambahkan nama Andreas Taus menjadi Ahmad Andreas Taus. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pendidikan, Pertandingan, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 08 September 2017

Islam Agama Pembelaan?

Oleh Mustaq Zabidi

Persoalan seseorang dalam beragama dan berkeyakinan saat ini bukan lagi menjadi langkah privasi yang telah nyata dilindungi negara (konstitusi). Terlepas beragam pilihan politik, tampaknya kemurnian seseorang dalam beragama tidak bisa tumbuh dengan caranya agama memandang multikulturalisme. Kelompok radikalis yang mengatasnamakan agama sebagai perlakuan utama di atas nilai kemanusiaan telah mematahkan bangunan keberagaman dan keberagamaan yang telah lama dikenal oleh jutaan umat di negeri ini.

Islam Agama Pembelaan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Agama Pembelaan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Agama Pembelaan?

Sejatinya, agama adalah pengikat, keberadaannya harus menjadi penguat antar manusia dengan lintas keyakinan yang berbeda. Seseorang tidak bisa berasumsi atas agama tertentu yang mengatakan agama yang dianutnya sebagai sesuatu yang haq dan menistakan agama lainnya sebagai kebathilan. Kriteria penilaian baik atau buruk terletak pada porsi tuhan sebagai pemegang kuasa yang hakiki. Lantas, apa perlunya manusia sebagai bagian produk alam yang tetap bersikukuh untuk melakukan upaya pembelaan terhadap Tuhan? Apakah agama diartikan sebagai wujud pembelaan (bukan keimanan) dan makna Tuhan diletakkan sebagai korban yang tertuduh sehingga diperlukan upaya pembelaan?

Keberagaman atas multietnis, suku, budaya dan agama tak bisa dielakkan karena secara prinsip telah menjadi garis untuk menemukan cara terbaik seseorang dalam beragama dan bertuhan. Beragama tapi tidak bertuhan adalah cara picik memaknai agama sebagai alat pembenaran. Perlakuan yang terkesan baku akan mengarahkan cara pandang yang jumud dan meletakkan agamanya sebagai posisi tawar terhadap sosial keagamaan yang rendah. Keluwesan dalam memaknai agama (mekanisme) harus didasarkan dengan pemahaman yang cukup. Sehingga, tidak asal bunyi justifikasi terhadap penganut agama tertentu yang cenderung terkesan dimaknai sebagai bentuk perlawanan.

Islam sebagai agama mayoritas yang dianut kebanyakan umat menempatkan nilai kemanusiaan sebagai hal terpenting dalam beragama dan bernegara. Sulit tercipta kata merdeka bagi negeri ini manakala para Kiai dan Ulama tempo dulu tidak menempatkan hubbul wathan (cinta tanah air) sebagai nilai juang untuk menentang kolonialisme. Sehingga, dengan munculnya keseragaman bersama memaknai pentingnya persatuan diatas multikulturalisme agama terwujudlah kemerdekaan atas negara.

RMI NU Tegal

Bukankah yang diperjuangkan para Kiai dan Ulama tersebut juga memperjuangkan agama? Makna agama yang diperjuangkan adalah tiadanya egoisme agama tertentu untuk menentang agama lain untuk tidak ikut berjuang. Hal ini adalah cara Islam dalam memandang pentingnya nilai kemanusiaan.

Komodifikasi agama untuk kepentingan politis bukanlah praktek politik yang pantas dilakukan oleh pelbagai pihak. Agama bukanlah alat politik untuk menundukkan lawan politik yang beda agama, ras, suku ataupun budaya. Politik adalah soal kemampuan, kapasitas pengetahuan dan dasar sosial untuk melakukan perubahan sistematik dan struktural bagi kemaslahatan bersama. Agama juga soal berprinsip, berkeyakinan sesuai dengan apa yang diyakininya tidak bertentangan dengan norma tertentu dan dasar negara (konstitusi). Peran agama tidak ada kaitannya soal kepentingan segelintir elite politik yang mencoba mentransaksikan tekstualisme agama sebagai manuver politik untuk menyerang lawan politiknya secara sepihak dan cenderung rendah manusiawi.

Isu agama yang cenderung dimunculkan oleh lawan politik merupakan kemunduran praktek politik dalam memaknai pentingnya kekuasaan sebagai alat perjuangan bersama. Kekuasaan cenderung dipersepsikan sebagai pertarungan pos posisi penentuan siapa yang dominan dan punya mobilitas massa yang kuat. Lantas, pentingnya agama untuk politik terletak dalam tataran mana?

Hal seperti ini, tak sedikit dari sebagian kelompok muslim tertentu terjerembab dalam monisme agama sehingga pemaknaan agama terkesan pada tekstualisme agama belaka. Situasi yang amat menyulitkan bagi tumbuh kembangnya sebuah ajaran perdamaian (Islam) yang rohmatal lil ‘alamiin. Perbedaan yang tuhan ciptakan pada manusia merupakan rute panjang menemukan tuhan dengan cara memanusiakan manusia dengan bijak.

RMI NU Tegal

Makna agama akan selalu mati jika disampaikan dengan cara yang keras, otoriter dan serampangan. Sedangkan, di negeri ini masih banyak orang yang menginginkan Islam tumbuh sebagai solusi atas pelbagai konflik sosio-agama dan proses bernegara yang baik. Islam bukan melulu soal khilafah itu penting atau tidak, melainkan lebih pada memposisikan manusia dengan derajat yang baik.

Kehilangan ruh dalam beragama akan menjadikan pelakunya condong pada makna logika dan realita. Keduanya akan menjadi acuan tunggal dalam persepsi agama yang sepintas pada angan dan imajinasi. Kesalahan murokkab ini tak bisa diamini begitu saja sehingga dibutuhkan rekontruksi pemahaman dan cara berpikir yang lurus (sejalan).

Pada dasarnya, Islam itu tidak perlu dibela dan juga bukan agama pembelaan. Islam berkembang massif karena dimotori dengan cara penyampaian yang baik oleh Ulama yang mafhum ilmunya dengan sanad keilmuan yang jelas. Sehingga dalam penyampaian itu dibutuhkan sikap kehati-hatian bukan ambisi pribadi untuk menang sendiri. Krisis pemahaman di abad ini menunjukkan kerancuan dan proses yang tak selesai dalam memandang agama sebagai ajaran yang penuh rahmat. Wallahu a’lam bisshowab.

Penulis adalah Pegiat di Solo Reform Institute dan kader muda GP Ansor Kota Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Pertandingan, Aswaja RMI NU Tegal

Jumat, 25 Agustus 2017

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Jeddah, RMI NU Tegal - Jemaah calon haji yang wafat di Arab Saudi kini mencapai 36 orang. Jumlah ini terhitung sejak pemberangkatan gelombang pertama 28 Juli 2017, hingga 18 Agustus 2017. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena serangan jantung dan gangguan pernapasan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia Daerah Kerja Makkah, Jumat (18/8), sebagaimana dikutip dari situs resmi Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, jumlah terkahir jemaah wafat sebanyak sembilan orang.

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Jemaah bernama Kusno bin Kadari Mursadi (75) dari kloter 041 embarkasi Surabaya, meninggal dunua di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pencernaan.

Utami binti Kasan Kasti (46) dari kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernapasan.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Selanjutnya adalah Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73) dari kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) dan Sumaryam binti Kerti Mat (62) dari kloter 53 embarkasi Surabaya (SUB 53). Keduanya wafat di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

Emdenis bin Mukhtarudin (60) dari kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16) juga wafat di pemondokan Makkah setelah mengalami gangguan pernapasan.

Daftar meninggal lainnya adalah Purni binti Pungut Minan (65) dari kloter 023 Jakarta. Almarhumah wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung; Iyah binti Saari Ili (50) dari kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal di pemondokan Madinah karena serangan jantung.

Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) dari kloter 046 embarkasi Solo meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernapasan. Sedangkan Sutomo bib H Sosro Harsono (83) dari kloter 022 Jakarta-Bekasi wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah akibat tumor ganas.

Berikut data jemaah wafat sebelumnya:

1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), wafat 7 Agustus 2017 di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernapasan.

2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), wafat 7 Agustus 2017 di RS King Fahd karena serangan jantung.

3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), wafat 5 Agustus 2017 pukul 10.43 WAS di hotel karena mengalami serangan jantung.

4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), wafat 5 Agustus 2017 jelang Salat Subuh di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.

5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), wafat 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

6. Sarnata Sarun (JKG 05), wafat 3 Agustus 2017 pukul 20.00 di hotel karena serangan jantung.

7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08), wafat 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.

8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), wafat 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), wafat 3 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.

10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), wafat 2 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.

11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), wafat 1 Agustus 2017, karena trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.

12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), wafat 31 Juli 2017 di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.

13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), wafat di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.

14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Makkah karena serangan jantung.

15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir di Makkah karena gangguan saluran pencernaan.

16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6. Meninggal di pemondokan, Madinah.

17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal di pemondokan, Makkah, akibat serangan jantung.

18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, wafat di Makkah karena terkena serangan jantung.

19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.

20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi asal embarkasi Medan atau MES 8. Ia meninggal di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah. Ramlah meninggal di usia 69 tahun.

21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasih Medan kloter 5 (MES 5), meninggal pada 12 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.

22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasih Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal pada 14 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.

23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo berusia 51 tahun, berasal dari Embarkasih Surabaya Kloter 7 (SUB 7). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.

24. Dadang Iskandar Empan, berusia 65 tahun dan jemaah dari Jakarta kloter 35 (JKS 35). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.

25 Nasiman Mochamad Sahlan (65), dari kloter 46 Solo (SOC 46). Meninggal di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.

26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), berssal dari kloter 007 embarkasi Medan. Ia meninngal di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), berasal dari 016 Batam, meninggal di Masjid Makkah karena serangan jantung.

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Quote RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock