Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan

Balikpapan, RMI NU Tegal. Liga Santri Nusantara (LSN) Piala Menpora Sepakbola U 18 tahun 2016 secara resmi dimulai di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/8) sore. Pembukaan turnamen nasional ini ditandai dengan pemukulan lima beduk diiringi lantunan lagu resmi Gerakan Nasional Ayo Mondok.

Prosesi pemukulan beduk dilakukan secara bersama-sama oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin, Panglima Kostrad Letnan Jendral Edy Rahmayadi, Pangdam 6 Mulawarman, Ketua Panpel Region I Kaltim Abdulloh.

Kiai Said dalam kata sambutan memotivasi para santri untuk menjadi orang yang maju dalam segala hal, termasuk di bidang olahraga. Ia berharap kelak ada santri yang menjadi bintang sepakbola nasional.?

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara 2016 Resmi Dibuka di Balikpapan

"Kita tunjukkan bahwa santri serba bisa," ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan yang datang dari berbagai daerah. Mayoritas dari mereka adalah para santri.

Acara pembukaan berlanjut dengan pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan PON Jabar. Di stadion yang berada di Jalan Perikesit, Kompleks Perumahan Pertamina itu juga berlangsung kick off ? LSN 2016 yang mempertemukan Pondok Pesantren Naam Darussalam Balikpapan dan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Samarinda. Masing-masing berasal dari Region Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

RMI NU Tegal

Meski pembukaan resmi secara nasional diselenggarakan hari ini, kick off sudah berlangsung di sejumlah region seperti Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta.

Sampai berita ini ditulis, prosesi pembukaan hanya ditandai dengan pemukulan beduk. Sementara kick off yang sedianya dilaksanakan secara simbolis oleh Menpora Imam Nahrawi urung dilakukan lantaran gangguan kesehatan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Quote RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, RMI NU Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

RMI NU Tegal

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

RMI NU Tegal

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote RMI NU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat

Bantul, RMI NU Tegal. Sebanyak 250 personil Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan diturunkan untuk membantu pengamanan perayaan Natal.

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat

"Ratusan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah gereja besar di Bantul, ada yang 50 personel, ada juga yang 15 personel di masing-masing gereja," kata Komandan Banser Bantul Muhammad Khozin, kepada RMI NU Tegal, Senin (23/12).

Menurutnya, keikutsertaan Banser ini sebagai wujud toleransi antarumat beragama. “Semata-mata sebagai bentuk solidaritas antarumat beragama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

RMI NU Tegal

Khozin mengatakan, organisasi pemuda NU melakukan hal itu ingin mencontohkan bahwa perbedaan keyakinan justru harus mendorong umat untuk saling menghormati.

RMI NU Tegal

Lebih jauh ia menjelaskan, di Bantul memang terdapat sejumlah kelompok gerakan radikalisme agama, sehingga perlu diantisipasi gerakan yang dikuawatirkan mengganggu kelancaran umat beribadah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Habib, Warta RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah

Penyesalan dan rasa sedih atas sekian banyak amal ibadah dan kesempatan berbuat baik yang terlewat seharusnya dibarengi dengan upaya pembenahan diri ke depan dan pemanfaatan kesempatan semaksimal mungkin. Tanpa ada upaya untuk mengejar ketertinggalan, penyesalan dan rasa sedih itu hanya tinggal omong kosong belaka sebagai disebut oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Kesedihan atas ketertinggalan kebaikan tanpa disertai gerakan perbaikan adalah salah satu tanda terpedaya.”

RMI NU Tegal

Penyesalan atas masa lalu seharusnya disusul dengan bukti konkret pemanfaatan kesempatan berbuat baik. Penyesalan dan kesedihan tanpa aktivitas konkret ke depan hanya tinggal menjadi air mata kepalsuan dan semu belaka. Hal ini disebut oleh Syekh Syaqawi dalam hikmah berikut ini.

RMI NU Tegal

? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “(Kesedihan atas ketertinggalan kebaikan) ketiadaan ibadah saat ini (tanpa disertai gerakan perbaikan) di masa mendatang (adalah salah satu tanda terpedaya) ratapan atas sesuatu yang semu,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 62-63).

Syekh Ibnu Abbad menyatakan bahwa banyak sekali air mata semu dan penyesalan palsu tak membuahkan apa-apa sehingga penyesalan dan rasa sedih itu hanya tinggal sia-sia. Syekh Ibnu Abbad juga memotivasi mereka yang bergerak bangkit mengejar ketertinggalan dalam beribadah. Mereka dapat memangkas waktu tempuh jauh lebih cepat dibanding mereka yang tidak bersedih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?...? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Artinya, “Ini adalah kesedihan palsu yang dibarengi dengan tangisan dusta sebagai dikatakan, ‘Berapa banyak bola mata mengalirkan airnya dan hati yang keras sementara mereka merasa aman dari ujian Allah SWT yang tersembunyi di mana Allah mencegah hal yang bermanfaat untuk mereka dan menganugerahkan kesedihan dan tangis, suatu hal yang memperdaya kepada mereka...’

Syekh Abu Ali Ad-Daqqaq mengatakan, ‘Orang yang bersedih dalam sebulan dapat menempuh perjalanan menuju Allah sejauh sekian tahun waktu tempuh mereka yang tidak bersedih.’ Di dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah mencintai orang dengan hati bersedih...’ Rasulullah SAW sendiri adalah orang yang terus menerus bersedih, dan selalu berpikir,” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 63).

Hikmah ini memotivasi mereka yang telah kehilangan kesempatan beribadah dan berbuat baik untuk membenahi diri di masa depan. Tetapi hikmah ini juga mengecam mereka yang hanya meratapi dan menyesali kelalaiannya tanpa disusul dengan pembenahan diri. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Habib, Nusantara RMI NU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Sidoarjo, RMI NU Tegal. Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meletakkan batu pertama pembangunan kampus II IAI Al-Khoziny di jalan KHR Abbas II/7 Buduran, Sidoarjo, Rabu (18/3). Pihak kampus berencana mendirikan sepenuhnya bangunan di atas lahan seluas 80 x 50 meter.

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Rektor Institut Agama Islam Al-Khoziny DR KH Asep Syaifudin Chalim mengatakan, beberapa bulan lalu nama STAI sudah berubah menjadi institut.

Awalnya IAI Al-Khoziny hanya memiliki dua jurusan, Tarbiyah dan Ahwal Al-Syakhshiyah. Kini STAI Al-Khoziny berubah status menjadi institut. Kampus ini sementara memiliki tiga fakultas untuk S1 dan dua fakultas untuk S2.

RMI NU Tegal

“Setelah status kampus berubah, Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membangun kampus II. Padahal pekan lalu kami baru melunasi tanah ini. Sekarang alhamdulillah pembangunan sudah dimulai. Semoga barokah juga melimpah bagi pemilik tanah sebelumnya," kata Kiai Asep.

RMI NU Tegal

Pihak kampus akan membuat 66 ruangan dari pembangunan gedung ini. Dengan bangunan 4 lantai, pihak kampus juga mengalokasikan ruang untuk 8 perkantoran.

Bangunan setelah jadi nanti berbentuk O sehingga ada ruangan yang bisa digunakan untuk kepentingan wisuda dengan kapasitas 3.000 hadirin.

“Mari kita berdoa semoga pembangunan ini terlaksana atas doa ulama sekalian," kata Ketua Umum PP Persatuan Guru NU (Pergunu). (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Upaya KPK Berantas DI/TII

Sejarah mencatat, ada sejumlah kelompok yang tidak menyetujui berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pasca resmi dideklarasikan pada 17 Agustus 1945. Gerakan subversif mereka lakukan, makar dan kudeta terhadap pemerintahan RI yang didukung mayoritas rakyat Indonesia menjadi tujuan.

Kelompok-kelompok tersebut adalah Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) prakarsa Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu digerakkan oleh Dipo Nusantara Aidit, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang didirikan oleh Letkol Achmad Husein, Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) yang dimotori oleh Lektol Venjte Sumual, Kolonel D.J. Somba, dan Mayor Eddy Gagola.

Sekilas dilihat, upaya bughot (memberontak) sebagian besar dimotori oleh tentara yang sudah merasa tidak sejalan dengan visi pemerintahan yang ada dengan kecenderungan politik kekuasaaan yang tinggi. Di beberapa literatur sejarah menyebutkan, proklamasi kemerdekaan RI dibarengi gerakan hijrah pasukan, baik dari tentara nasional, Hizbullah dan Sabilillah dari kawasan jajahan Belanda ke kawasan RI.

Upaya KPK Berantas DI/TII (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya KPK Berantas DI/TII (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya KPK Berantas DI/TII

Gerakan pembersihan dalam bentuk hijrah tersebut menyisakan beberapa tentara. Sisa-sisa laskar tentara tersebut selanjutnya diorganisir secara perorangan, misal di Jawa Barat oleh Kartosoewirjo untuk melakukan perlawanan terakhir.

Dijelaskan oleh Abdul Mun’im DZ dalam Runtuhnya Gerakan Subversif di Indonesia (2014), sejumlah tentara yang tertinggal di Jawa Barat tersebut diorganisir kemudian dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). 

Setelah itu mereka merancang Negara Islam Indonesia (NII) yang kemudian pada 10 Februari 1948 dan pada 25 Agustus 1948 dikeluarkan maklumat Pemerintah Islam Indonesia yang menandai berdirinya Negara Islam menggantikan Republik Indonesia yang dianggap kafir dan komunis. 

RMI NU Tegal

Kondisi keamanan nasional seketika kacau apalagi PKI merespon DI/TII yang menganggap bahwa Indonesia merupakan negara komunis dengan menggelorakan perlawanan dengan mengadakan pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948. Jika DI/TII ingin mendirikan Negara Islam, PKI berupaya menegakkan Negara Soviet Indonesia.

RMI NU Tegal

Penghianatan yang dilakukan oleh DI/TII dan PKI ini mendorong NU sebagai satu-satunya organisasi yang loyal terhadap NKRI untuk segera mengangkat Soekarno sebagai waliyyul amri yang sah sehingga diharapkan bisa menyingkirkan semua yang memberontak dan memusuhi negara.

Sikap NU dan pesantren yan tegas terhadap aksi pemberontakan menyebabkan mereka dimusuhi oleh DI/TII. Beberapa perangkat dakwah NU menjadi sasaran teror. Pesantren, masjid, madrasah NU dibakar, bahkan beberapa kiai diculik dan harta benda dirampas dengan tidak berperikemanusiaan. Bahkan salah satu kiai NU, KH Idham Chalid menjadi sasaran pembunuhan.

Pembentukan KPK

Terhadap gerakan-gerakan subversif ini, para kiai tidak tinggal diam begitu saja. Mereka tidak mau bangsa dan negara yang telah dibangun atas dasar konsensus (kesepakatan) kebangsaan menjadi hancur hanya karena kepentingan kelompok tertentu yang a historis. Aksi gerombolan DI/TII bukannya menguntungkan umat Islam tetapi malah menimbulkan malah petaka bagi Muslim itu sendiri. Tidak sedikit umat Islam yang menjadi korban kekejaman DI/TII.

Gerakan DI/TII yang sudah melampui batas kemanusiaan dan konsensus bersama negara berdasarkan Pancasila membutuhkan pemikiran, bantuan, dan partisipasi aktif dari para kiai. Dalam memoarnya (2008), KH Idham Chalid yang saat itu menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II dan Kepala Badan Keamanan membentuk badan yang diberi nama Kiai-kiai Pembantu Keamanan (KPK).

Kiai di dalam badan disebut KPK ini utamanya untuk merespon anggapan DI/TII yang menganggap bahwa negara ini adalah Republik Indonesia Kafir (RIK). Namun, sejumlah laskar yang memang lahir dari rahim NU seperti Hizbullah dan Sabilillah turut membantu mengantisipasi pemberontakan DI/TII maupun yang dilakukan oleh PKI kala itu.

KPK terdiri dari sejumlah kiai dari beberapa provinsi yang di daerahnya ada gerombolan DI/TII. KH Idham Chalid menunjuk KH Muslich sebagai Ketua KPK. Umumnya, setiap provinsi hanya menunjuk satu orang kiai dalam mengkoordinir gerakan KPK. Kecuali provinsi yang sudah pada kondisi gawat seperti Jawa Barat. Di tanah Priangan ini, diangkat dua orang kiai.

Anggota KPK di Jawa Barat adalah KH Dimyati (Ciparai) dan Moh. Marsid. Untuk Jawa Tengah dipimpin oleh KH Malik, kiai terkemuka asal Demak. Di Jawa Timur ada KH Raden As’ad Syamsul Arifin Situbondo.

Adapun di Kalimantan KPK dimotori oleh KH Ahmad Sanusi, Lampung digerakkan oleh KH Zahri, Sumatera Selatan dipimpin oleh ulama terkemuka di Sumsel dan Rais Syuriyah NU Bengkulu KH Jusuf Umar, Sumatera Tengah KH Kahar Ma’ruf, Sumatera Utara dan Aceh Tengku Mohammad Ali Panglima Pulen (pernah menjadi Ketua PWNU Aceh dan Anggota MPRS, dan di Sulawesi KH Abdullah Joesoef.

Dari badan yang dibentuk oleh KH Idham Chalis tersebut, semua kiai sepakat bahwa DI/TII adalah kelompok pemberontak yang mengganggu keamanan bangsa dan negara secara nasional sehingga perlu dilawan. Apalagi mereka sudah terbukti memakan korban manusia yang tidak sedikit.

Para kiai di dalam KPK menyatakan, penilaian dan anggapan DI/TII yang menyebut Indonesia sebagai Republik Indonesia Kafir (RIK) tidaklah benar. Karena berdasarkan konsensus bersama, seluruh warga negara bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Sebab itu sebagai negara kesatuan, tidak sepatutnya seorang atau kelompok menginginkan bentuk negara lain yang tidak sesuai dengan kemajemukan bangsa Indonesia. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Warta, Humor Islam RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Jakarta, RMI NU Tegal. Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA) akan menggelar Seminar Internasional tentang Al-Quran. Seminar Internasional ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Agustus-1 September 2016 di Jakarta.?

Dilansir laman kemenag.go.id, seminar internasional ini mengangkat tema Peran Mushaf dalam Membangun Peradaban Islam dan Kemanusiaan. Seminar Internasional ini diharapkan menjadi forum pertemuan dan diskusi para pakar, para pemimpin perguruan tinggi, ilmuwan, cendekia, ulama, tokoh agama, dan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap kajian Mushaf Al-Qur’an dalam upaya mengungkap peran Mushaf Al-Qur’an terhadap persoalan kemanusiaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Terkait itu, seminar juga akan membahas sejumlah sub tema, antara lain: 1) Kontribusi dan Upaya dalam Pelayanan Mushaf dari Masa ke Masa; 2) Pengaruh Mushaf Al-Qur’an terhadap Umat Muslim dalam bidang Peradaban dan Bahasa; 3) Tradisi Penyalinan Mushaf Al-Qur’an antara Timur dan Barat Dunia Islam di Tengah Perkembangan Teknologi Modern.

Sub tema lainnya: Keraguan Seputar Mushaf Al-Qur’an dan Sejarahnya; Kodifikasi Mushaf Al-Qur’an dan Aliran Kaligrafi Arab; Mushaf Al-Qur’an dalam Seni Islam; Mushaf Al-Qur’an; Rasm, Dhabt, Waqf, dan Ibtida’; Mushaf Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer; Mushaf-mushaf Kuno dalam Perspektif Filologi; serta Terjemah Al-Qur’an; Sejarah, Perkembangan dan Problematikanya.

Seminar akan diikuti para pegiat kajian Al-Qur’an dari kalangan akademisi, seperti dosen, peneliti, dan para pengkaji Al-Qur’an yang dibagi dalam dua kategori: pertama, peserta Pemakalah, yaitu: mereka yang diundang sebagai pembicara utama, atau mendaftar dan mengajukan makalahnya, serta telah mendapat persetujuan dari Tim Penilai Makalah (reviewer) yang telah ditunjuk oleh LPMA.?

RMI NU Tegal

Kedua, peserta umum, yaitu mereka yang mendaftarkan diri tanpa mengajukan makalah untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar. Untuk kategori ini, penginapan dan konsumsi ditanggung oleh peserta yang bersangkutan.?

Untuk peserta pemakalah, LPMA membuka pendaftaran hingga batas akhir pengiriman abstrak makalah pada Selasa (31/5) mendatang. Abstraksi yang masuk akan dinilai oleh tim penilai dan hasilnya akan diumumkan pada Rabu, 8 Juni 2016. Peserta yang abtraksinya terpilih harus mengirimkan makalah lengkapnya sampai dengan Minggu, 31 Juli 2016. Adapun untuk peserta umum, dapat mendaftar hingga batas akhir 8 Juni 2016 atau hingga batas maksimal peserta umum telah terpenuhi.

Info selengkapnya terkait kegiatan seminar internasional ini, silakan klik: Seminar Internasional tentang Al-Quran. (Red: Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Meme Islam, Budaya RMI NU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu

Pringsewu, RMI NU Tegal. Setelah digelar selama 3 hari dari 9 sampai dengan 11 Oktober 2015 di Komplek Gedung NU Pringsewu, Lampung, Perkemahan Ma’arif Cabang (Permacab) Ke-1 yang diikuti oleh seluruh Madrasah dibawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Pringsewu berjalan dengan lancar.

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu

Dari 10 cabang lomba yang dilaksanakan, akhirnya MTs dan MA Ma’arif Keputran Sukoharjo berhasil menyisihkan 72 Gudep yang berpartisipasi dan tampil sebagai juara umum untuk Pramuka Penggalang dan Penegak. Mereka berhak membawa pulang trofi bergilir dari Bupati Pringsewu.

Piala tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim pada acara penutupan Permacab Ke-1, Ahad (11/10). Dalam amanatnya sekaligus menutup perkemahan tersebut, Taufiq berharap kepada seluruh Pramuka Ma’arif untuk mempersiapkan perhelatan Permacab Ke-2 agar lebih meriah lagi.

RMI NU Tegal

"All start is difficult. Yang berat adalah mengawali. Alhamdulillah Pengurus Sako Ma’arif Pringsewu sudah berhasil untuk melaksanakan kegiatan besar perdana ini. Diharapkan Permacab Ke-2 yang akan dilaksanakan tahun depan di Kecamatan Banyumas akan bertambah sukses," harapnya.

RMI NU Tegal

Dengan SDM dan pengalaman suksesnya Permacab ini, Taufiq merasa optimis atas kesiapan Pringsewu jika suatu hari diberi kepercayaan menjadi tuan rumah Perkemahan Sako Pramuka Ma’arif untuk Tingkat Nasional. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Quote RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

Surabaya, RMI NU Tegal. Ada yang berbeda di panggung Bazar Ramadhan PWNU Jawa Timur, Jumat (9/6) malam. Karena akan ada prosesi pengibaran bendera merah putih lengkap dengan lagu Indonesia Raya. Yang unik adalah lagu kebangsaan tersebut akan diiringi dengan musik hadrah khas nahdliyyin.

?

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan Diiringi Musik Hadrah

"Iringan musik hadrah tersebut diaransemen oleh Komunitas Qasidah Surabaya atau KQS," kata Ustadz Zaini, koordinator KQS, Jumat (9/6) pagi. Menurutnya, ini merupakan kreasi baru yang unik. Mungkin baru pertama kali ini lagu Indonesia Raya diiringi musik hadrah, lanjutnya.

?

Penampilan tersebut sebagai mata rangkai episode spesial Ramadhan bertajuk "Romadonesia: Meneguhkan Kembali Khittah Keindonesiaan" yang dipersembahkan Cangkir9. Cangkir9 sendiri adalah forum cangkruk dan fikir yang digagas para pegiat PWNU Jatim. Dan penampilan nanti malam sekaligus memperingati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia versi hijriyah yang tepatnya jatuh 9 Ramadhan.?

RMI NU Tegal

?

Mengingat ini adalah inovasi serta dilakukan kepada lagu kebangsaan yang sakral, KQS mempersiapkan dengan sebaik mungkin. "Lebih dari 20 personel terbaik KQS dihadirkan. Ada yang dari Mojokerto, Gresik, dan yang banyak dari Surabaya sendiri," terangnya.?

?

Untuk arasemennya, pembina di KQS yakni Bapak Buya Arif turun tangan langsung. Yang bersangkutan dikenal sebagai musisi senior dan sangat berpengalaman dalam menggarap aransemen musik islami. "Dalam latihan persiapannya, beliau tampak serius dan jeli dalam memadukan beberapa jenis musik, mulai dari rebana, gambus, biola, bass, bahkan juga angklung," tandasnya.

RMI NU Tegal

?

Kehadiran Buya Arif diharapkan bisa menampilkan lagu Indonesia Raya dalam aransemen hadrah khas NU dengan baik dan berkesan. "Melalui panggung Cangkir9 besok, inovasi kreatif ini diharapkan bisa menginspirasi bahwa nasionalisme melalui lagu kebangsaan dapat dipadukan budaya keislaman dalam hal ini melalui musik hadrah," jelasnya.?

?

Selain lagu Indonesia Raya, mars Syubbanul Wathon juga akan diaransemen versi hadrah. Dalam latihan terakhir kemarin, mars gubahan KH Abd Wahab Chasbullah tersebut terasa lebih hidup dengan chemistry ke-NU-annnya lebih kuat ketika dinyanyikan dengan iringan musik hadrah.

?

Bagi masyarakat yang penasaran dengan penampilan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan versi hadrah bisa hadir di Bazar Ramadhan PWNU Jatim. Lokasinya berada di parkir utara kantor setempat yang beralamat di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB usai shalat tarawih. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kyai, Quote, Tokoh RMI NU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Bandung, RMI NU Tegal - Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat berziarah ke makam Mahbub Djunaidi di Taman Makam As-Salam, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Ahad (6/11).

Ziarah ini mengakhiri rangkaian kegiatan yang sebelumnya ditutup oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, No. 09 Kota Bandung. Setelah berziarah, mereka melakukan serah-terima sertifikat secara simbolis oleh Ketua Pelaksana Ade Mahmudin.

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

“Ini merupakan rangkaian penutup dari kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan selama tiga hari, Jum’at sampai Ahad (4-6/11),” ujar Ade Mahmudin.

RMI NU Tegal

Ziarah ini diharapkan dapat mendorong para peserta menggali sosok Mahbub Djunaidi yang merupakan salah seorang pendiri PMII dan bisa mengambil hikmah dan meneladaninya.

“Karena beliau (Mahbub, red) merupakan rujukan bagi kita sebagai penerusnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang sudah kita laksanakan bisa melahirkan Mahbub-Mahbub Djunaidi yang revolusioner,” katanya.

RMI NU Tegal

Ia berharap, kelak para peserta yang datang dari perwakilan beberapa cabang PMII di Jawa Barat tersebut lebih termotivasi dalam meningkatkan kreativitasnya dalam menulis. “Kualitas penulisan seseorang bisa menunjukkan kualitas orang tersebut,” pungkasnya. (Naseh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Quote, Khutbah RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Pesantren Balekambang, Dari Tahfidz Al-Qur’an hingga Akademi Komunitas

Jepara, RMI NU Tegal. Satu lagi pendidikan yang diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, 1 Januari kemarin. Ialah Akademi Komunitas Balekambang (AKB) sebuah institusi pendidikan vokasi yang tahun ini membuka tiga program studi Diploma Dua (D2) Teknik Elektronik, Teknik Mesin serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Hingga tahun ini pesantren yang berada di desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara mengelola tujuh lembaga pendidikan; Tahfidz Al-Qur’an, Madrasah Salafiyah, Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Akademi Komunitas Balekambang (AKB).

Pesantren Balekambang, Dari Tahfidz Al-Qur’an hingga Akademi Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Balekambang, Dari Tahfidz Al-Qur’an hingga Akademi Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Balekambang, Dari Tahfidz Al-Qur’an hingga Akademi Komunitas

Sejarah

RMI NU Tegal

Pesantren “Roudlotul Mubtadiin” Balekambang didirikan KH Hasbullah tahun 1884. Pengasuh pondok usai Mbah Hasbullah wafat digantikan KH Abdullah Hadziq hingga 1985. Sepeninggal Mbah Dullah tonggak kepemimpinan pesantren tertua di Jepara ini dilanjutkan putranya, KH Makmun Abdullah Hadziq.

Dibawah asuhan Kiai Makmun pesantren yang pernah menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2010 sebagai “Pelopor Pendidikan Karakter Bangsa“ ini mengalami perkembangan pesat. Mengadopsi sistem pendidikan modern namun tidak meninggalkan tradisi salafiyahnya.

RMI NU Tegal

Tahun 2003, membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hingga kini ada enam jurusan; Teknik Audio Video, Tata Busana, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, Animasi dan Tata Boga. Dua tahun berikutnya membuka Madrasah Ibtidaiyyah (MI). Tahun 2007 resmi membuka Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan 2010 membuka Madrasah Aliyah (MA).

Terima Santri Baru

Pada tahun pelajaran 2014/ 2015 pesantren Balekambang menerima pendaftaran santri baru. Syarat pendaftarannya meluputi mengisi formulir pendaftaran, surat pernyataan kesanggupan mengikuti peraturan pondok, menyerahkan foto copy ijazah dan SKHUN terakhir yang dilegalisir 2 lembar.

Foto copy KK, akte kelahiran, KTP wali santri yang masih berlaku dan raport. Menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 2 lembar. Membayar infaq pondok Rp.200.000. Membayar rincian administrasi meliputi: bulanan, seragam sekolah 3 stel, kaos tim olahraga, jas almamater, almari dan perlengkapan lain.

Ketua pengurus pesantren, KH Mustamir Wildan menyampaikan pendaftaran santri dibuka dua gelombang. Gelombang I mulai 20 April – 30 Mei 2014. Gelombang II 25 Juni – 06 Juli 2014. Info lebih lanjut bisa dibuka di website http://pesantrenbalekambang.org. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Budaya RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Jakarta, RMI NU Tegal. Dunia masa kini yang dipenuhi dengan tuntutan kesempurnaan dan persaingan sengit diantara berbagai fihak telah menimbulkan tekanan-tekanan mental bagi sebagian anggota masyarakat. Sentuhan rohani yang diberikan oleh tasawwuf ternyata mampu memberi keseimbangan jiwa dan ketenangan batin.



Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Demikian dikatakan oleh Khatib Aam PBNU KH Nasaruddin Umar dalam pembukaan Munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (28/6).

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Departemen Agama ini menuturkan, tantangan-tantangan baru yang dihadapi masyarakat seringkali melampaui kemampuan mereka untuk mengelolanya. Hal ini bukan hanya dialami oleh kelompok masyarakat bawah, tetapi juga kelompok atas.

RMI NU Tegal

Ia mencontohkan munculnya persaingan dalam dunia politik seperti dalam perebutan jabatan melalui Pilkada serta upaya untuk tetap bisa bertahan dalam kesulitan ekonomi yang terus menekan.

RMI NU Tegal

“Disinilah peran penting institusi tarekat, untuk menuangkan aspek batiniah agama dan pedalaman makna agama serta mencegah adanya praktek tidak terpuji yang keluar dari koridor akhlak Islam,” tuturnya.

Munas ini diikuti oleh sekitar 500 orang dari berbagai jamaah tarekat yang tergabung dalam Jatman. Munas merupakan forum tertinggi setelah muktamar yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dirancang sebelumnya.

Suasana penuh ketenganan dan keteduhan hati sangat tampak dalam forum ini. Para peserta yang sebagian besar memakai baju koko warna putih, dengan tekun mengikuti rangkaian acara. Mereka adalah para kiai dan guru tarekat yang memiliki ribuan jamaah di daerahnya masing-masing.

Zikir-zikir panjang dan istighotsah selalu menjadi bagian rutin dalam sholat berjamaah yang diselenggarakan di masjid asrama haji.

Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Nasaruddin Umar, salah seorang guru tarekat dari Jawa Timur yang ditemui RMI NU Tegal menuturkan, tarekat saat ini semakin diterima oleh masyarakat. Jika dulu hanya komunitas santri saja yang akrab dengan tarekat, kini para birokrat, pengusaha, intelektual, termasuk dari kalangan militer secara intens mendalami tarekat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

London, RMI NU Tegal. Menteri Muda Luar Negeri AS, Nicholas Burns, Selasa (27/3), mengungkapkan bahwa masih terbuka kemungkinan upaya diplomasi untuk mengatasi ketegangan antara Iran dan komunitas internasional kaitannya dengan program pengayaan uraniumnya.



Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

Kepada harian Financial Times, Burns mengatakan bahwa AS “telah dengan sabar membantu menciptakan koalisi internasional yang besar ini,” mengacu pada keputusan Dewan Keamanan PBB pada Sabtu lalu untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran atas ambisi nuklirnya.

“Saya kira, kita masih punya waktu untuk bekerja,” ungkap Burns kepada harian bisnis tersebut.

RMI NU Tegal

Menurutnya, diplomasi akan berhasil jika diimbangi dengan kesabaran dan ketekunan. Karena itu, tambahnya lagi, upaya diplomasi ini masih mungkin untuk dimainkan.

RMI NU Tegal

Burns juga mengatakan bahwa saat ini ”Iran secara internasional berada dalam posisi yang tidak menguntungkan,” mengingat lima anggota tetap DK (AS, Inggris, China, Rusia, Perancis) plus Jerman mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas uraniumnya yang disinyalir sebagai langkah untuk pembuatan senjata nuklir.

Pihaknya mengatakan bahwa kepemimpinan Iran bukanlah “sebuah rezim yang monolitik,” namun suatu pemerintahan yang didalamnya banyak pihak menginginkan perundingan guna mencari solusi terbaik krisis nuklir Iran. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote RMI NU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Gusjigang, Konsep Kemandirian Ekonomi Santri Menara Kudus

Jakarta, RMI NU Tegal

Sebagai komponen utama dalam tatanan sosial masyarakat, para santri harus menjadi pribadi yang berkarakter unggul dan mampu membangun kemandirian ekonomi keluarganya. Sehingga para santri dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya, bukan hanya dari sisi ibadah dan kesalehan ritual semata, tetapi juga dalam proses perjuangan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Gusjigang, Konsep Kemandirian Ekonomi Santri Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusjigang, Konsep Kemandirian Ekonomi Santri Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusjigang, Konsep Kemandirian Ekonomi Santri Menara Kudus

Untuk membangun kemandirian ekonomi ini santri sejak awal sudah dibekali dengan jiwa enterpreneurship dan laku tirakat serta riyadhoh batin. Di dunia santri, konsep kemandirian ekonomi ini sudah diwariskan ? batin yang sudah diwariskan turun temurun sejak zaman walisongo hingga para ulama saat melawan penjajahan dan mendirikan bangsa Indonesia. ?

“Sunan Kudus dahulu mencanangkan konsep Gusjigang kepada para murid-muridnya. Konsep Gusjigang ini harus terus kita pertahankan untuk membangun masyarakat Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila. Santri harus membangun ekonomi keluarga dan masyarakatnya dengan berlandaskan pada keimanan kepada Allah, persatuan dan keadilan sosial,” tutur KH Nurhalim Ma’ruf Asnawi saat memberikan tausiyah kepada ratusan alumni Madrasah Qudsiyyah se-Jabodetabek dan sekitarnya dalam acara Roadshow Satu Abad Qudsiyyah, Ahad (22/5).

Ulama yang masih memiliki garis keturunan hingga Pangeran Puger dari Mataram ini menjelaskan, konsep Gusjigang berati seseorang harus tumbuh dan berproses sebagai pribadi unggul yang bagus perilakunya, pandai dan mengamalkan ilmu-ilmu agama serta berani berwirausaha atau berdagang untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan masyarakatnya. Konsep ini dahulunya dicanangkan oleh Sunan Kudus dengan mendirikan padepokan yang juga mengajarkan ketrampilan seni ukir dan batik serta perdagangan kepada para santrinya.?

“Selain usaha-usaha lahiriah berupa pekerjaan nyata, hendaknya para santri tidak pernah putus dalam mendawamkan dzikir-dzikir dan amalan-amalan untuk memohon kemurahan dan keberkahan rezeki dari Allah SWT,” terang ulama ahli gramatika bahasa Arab ini.

RMI NU Tegal

Dengan kemandirian ekonomi dan bekal ilmu agama, diharapkan para alumni madrasah dan pesantren mampu tampil sebagai pemimpin masyarakat sesuai kemampuan dan titahnya masing-masing. Minimal dapat dijadikan contoh oleh lingkungan sekitarnya dalam menjalani hidup bermasyarakat bernegara sesuai ajaran para ulama.?

”Para santri boleh membuka usaha apa saja sesuai kemampuan dan keahliannya tanpa dibatasi, asalkan tidak bertentangan syariat. Selain itu jangan pernah melupakan dzikir-wirid dan rasa syukur kepada Allah agar dikarunia keberkahan hidup,” tandas ulama yang juga berprofesi sebagai pedagang pakaian ini.

RMI NU Tegal

Madrasah Qudsiyah Menara Kudus menggelar roadshow peringatan Satu Abad Qudsiyyah di enam propinsi pulau Jawa selama tiga bulan. Kegiatan ini diselenggarakan dan diikuti oleh para alumni Madrasah Qudsiyyah yang sekarang berbadan hukum Yayasan pendidikan Islam Qudsiyyah di setiap lokasinya. Akhir pekan ini, roadshow diselenggarakan di Jabodetabek dan sekitarnya dengan dihadiri oleh para guru dan pengurus Yayasan seperti KH Em. Nadjib Hassan, KH Halim Mahfudh Asnawi, KH Fatkhurrahman BA dan KH Ihsan dan M. Rikza Chamami dari perwakilan alumni Qudsiyyah Semarang. (Syaifullah Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Sholawat RMI NU Tegal

Jumat, 25 Agustus 2017

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Jeddah, RMI NU Tegal - Jemaah calon haji yang wafat di Arab Saudi kini mencapai 36 orang. Jumlah ini terhitung sejak pemberangkatan gelombang pertama 28 Juli 2017, hingga 18 Agustus 2017. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena serangan jantung dan gangguan pernapasan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia Daerah Kerja Makkah, Jumat (18/8), sebagaimana dikutip dari situs resmi Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, jumlah terkahir jemaah wafat sebanyak sembilan orang.

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkini, 36 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Jemaah bernama Kusno bin Kadari Mursadi (75) dari kloter 041 embarkasi Surabaya, meninggal dunua di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pencernaan.

Utami binti Kasan Kasti (46) dari kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernapasan.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Selanjutnya adalah Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73) dari kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) dan Sumaryam binti Kerti Mat (62) dari kloter 53 embarkasi Surabaya (SUB 53). Keduanya wafat di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

Emdenis bin Mukhtarudin (60) dari kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16) juga wafat di pemondokan Makkah setelah mengalami gangguan pernapasan.

Daftar meninggal lainnya adalah Purni binti Pungut Minan (65) dari kloter 023 Jakarta. Almarhumah wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung; Iyah binti Saari Ili (50) dari kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal di pemondokan Madinah karena serangan jantung.

Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) dari kloter 046 embarkasi Solo meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernapasan. Sedangkan Sutomo bib H Sosro Harsono (83) dari kloter 022 Jakarta-Bekasi wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah akibat tumor ganas.

Berikut data jemaah wafat sebelumnya:

1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), wafat 7 Agustus 2017 di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernapasan.

2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), wafat 7 Agustus 2017 di RS King Fahd karena serangan jantung.

3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), wafat 5 Agustus 2017 pukul 10.43 WAS di hotel karena mengalami serangan jantung.

4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), wafat 5 Agustus 2017 jelang Salat Subuh di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.

5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), wafat 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

6. Sarnata Sarun (JKG 05), wafat 3 Agustus 2017 pukul 20.00 di hotel karena serangan jantung.

7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08), wafat 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.

8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), wafat 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), wafat 3 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.

10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), wafat 2 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.

11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), wafat 1 Agustus 2017, karena trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.

12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), wafat 31 Juli 2017 di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.

13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), wafat di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.

14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Makkah karena serangan jantung.

15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir di Makkah karena gangguan saluran pencernaan.

16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6. Meninggal di pemondokan, Madinah.

17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal di pemondokan, Makkah, akibat serangan jantung.

18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, wafat di Makkah karena terkena serangan jantung.

19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.

20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi asal embarkasi Medan atau MES 8. Ia meninggal di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah. Ramlah meninggal di usia 69 tahun.

21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasih Medan kloter 5 (MES 5), meninggal pada 12 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.

22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasih Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal pada 14 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.

23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo berusia 51 tahun, berasal dari Embarkasih Surabaya Kloter 7 (SUB 7). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.

24. Dadang Iskandar Empan, berusia 65 tahun dan jemaah dari Jakarta kloter 35 (JKS 35). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.

25 Nasiman Mochamad Sahlan (65), dari kloter 46 Solo (SOC 46). Meninggal di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.

26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), berssal dari kloter 007 embarkasi Medan. Ia meninngal di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), berasal dari 016 Batam, meninggal di Masjid Makkah karena serangan jantung.

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Quote RMI NU Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa

Sidoarjo,? RMI NU Tegal



Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Pramuka ke-56 dan menyongsong HUT RI ke-72. Di Sidoarjo, Jawa Timur, ratusan pelajar Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo memperingatinya dengan melakukan doa bersama, istighotsah, upacara dan bakti sosial. Doa bersama ini selain untuk menjaga keutuhan Negera Kesatuan Republik Indoensia, juga untuk mendoakan para pejuang bangsa yang telah gugur dalam medan perang merebutkan kemerdekaan Indonesia.

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pramuka, Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Doakan Pejuang Bangsa

Menurut Kepala MI Sunan Kalijaga, Ach Syamsudin, doa bersama dan istighosah ini dimaksudkan untuk memperingati hari pramuka ke-56 yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus dan HUT Republik Indonesia ke-72. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar di seluruh nusantara bisa melakukan kegiatan positif untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

?

"Kita ingin mengajarkan kepada para peserta didik untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Karena dalam merebut kemerdekaan itu tidak gampang. Para pahlawan dengan gigih memperjuangkan negara ini. Pahlawan rela meninggalkan keluarga, harta benda untuk Kemerdekaan bangsa ini," kata Kepala MI Sunan Kalijaga, Ach Syamsudin, Senin (14/8).

RMI NU Tegal

?

Dengan mengenakan kostum pramuka, ratusan pelajar dari kelas satu hingga kelas enam ini dengan khusu memanjatkan doa dan membaca kalam ilahi. Melalui doa bersama dan istighotsah tersebut, diharapkan bisa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dari aliran yang ingin memecah bela NKRI.?

Pasalnya, menurut Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga, belakangan ini ada kelompok yang ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah. Dengan barokah doa tersebut, kelompok yang ingin merong-rong NKRI segera dibukakan pintu hatinya.

?

"Dengan adanya istighotsah ini, kami berharap kepada Allah supaya kelompok yang ingin merusak negara Indonesia ini bisa sadar. Sehingga NKRI tetap utuh dan aman selalu," ujarnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Kajian Islam RMI NU Tegal

Jumat, 04 Agustus 2017

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

Bandung, RMI NU Tegal. Para santri dari berbagai daerah di Indonesia hadiri acara Kopdarnas (Kopi Darat Nasional) ke-3 AISNU yang digelar di Ponpes Baitul Arqom Bandung, Kamis (19/10).

Kopdarnas yang bertemakan Santri Milenial di Era Media Sosial ini dihadiri lebih dari 150 santri, yang kesemuanya merupakan anggota dari AISNU (Arus Informasi Santri  Nusantara). Mereka berasal dari berbagai pesantren seperti Tebuireng, Denanyar, Krapyak, Gedongan, Paculgowang, dan beberapa pesantren di luar Jawa.

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

"Alhamdulillah, terdata ada lebih dari 150 santri yang hadir. Dan meskipun belum lama terbentuk, Jawa Barat menjadi tuan rumah Kopdarnas ketiga. Kami dari regional Jawa Barat senang dan berterima kasih sekali," jelas Tubagus Saiful Rizal selaku ketua pelaksana Kopdarnas ke-3 AIS Nusantara.

Pimpinan Mahad Baitul Arqom, KH Najib Muhammad Yusuf, membuka acara serta menyambut baik acara yang digelar oleh para santri ini.

"Tanpa pikir panjang, langsung kami sambut dan sepakati; Baitul Arqom menjadi tuan rumah dari Kopdarnas ketiga AIS. Ini menjadi suatu keberkahan, kehormatan bagi kami di Baitul Arqom. Di sini kita semua menjalin ukhuwah, silaturahmi. Dari dunia maya ke tatap muka," tutur Kiai Najib.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Pembina AIS Nusantata Romzi Ahmad, memaparkan bahwa saat ini AIS terdapat di sembilan regional.

RMI NU Tegal

"Ada di Jatim, Jateng, Yogya, Jabar Lampung, Aceh, Kalbar, Kalsel, Sulsel. Dan kenapa kami menyelenggarakan Kopdarnas ketiga ini di Jabar. Karena memang harus, karena Jabar punya tugas besar. Harus kita pahami pula bersama bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya kuat di Jatim dan Jateng saja, tapi juga ada di Jabar," paparnya.

Romzi menegaskan bahwa misi dari AIS Nusantara adalah digitalisasi dakwah pondok pesantren.

"Bersama AIS, kita tebarkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah; Islam yang merangkul bukan Islam yang memukul. Dengan AIS, santri harus berkarya," tandas Romzi yang juga merupakan alumni dari pesantren Gedongan.

Kopdarnas sebelumnya digelar di Yogyakarta dan Malang. Kopdarnas di Bandung ini digelar selama tiga hari, sampai Sabtu (21/10) ini, menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya: Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), dan Savic Ali (Direktur RMI NU Tegal). [Wahyu Noerhadi/Mukafi Niam]

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Quote RMI NU Tegal

Minggu, 16 Juli 2017

Lintas Suku Komit Tebarkan Sikap Rukun dalam Keragaman

Jombang, RMI NU Tegal - Sejumlah suku di Kabupaten Jombang berkomitmen menjaga sikap kerukunan dan kedamaian di balik kemajemukan suku, etnis, juga agama. Hal inilah yang menjadi bahasan penting dalam kegiatan Temu Suku di rumah makan Rindang Asri, Jombang, Selasa (29/11) malam.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini dihadiri oleh puluhan perwakilan masing-masing suku khususnya yang berada di kota santri tersebut. Mereka di antaranya Suku Batak, Padang, Jawa, Madura, dan beberapa suku yang lainnya.

Lintas Suku Komit Tebarkan Sikap Rukun dalam Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Suku Komit Tebarkan Sikap Rukun dalam Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Suku Komit Tebarkan Sikap Rukun dalam Keragaman

Ketua FPK Jombang Zainuddin Wijaya mengatakan, sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dilatari kontribusi dan peran yang sama dari berbagai suku, etnis, dan agama. Keragaman itu hakikatnya menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun sikap rukun yang harus dirawat hingga saat ini.

"Indonesia ini didirikan melalui usaha keragaman dari berbagai suku, budaya, dan juga ras," ujarnya di hadapan peserta temu suku.

RMI NU Tegal

Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara harus menjadi pegangan utama dalam kehidupan yang majemuk ini. "Untuk itu, kita kesampingkan terlebih dahulu kepentingan suku, ras kita masing-masing, karena kita sangat perlu merawat kebersamaan dalam berbangsa," imbuhnya.

RMI NU Tegal

Namun demikian, Zainuddin menyatakan kondisi kemajemukan khususnya masyarakat di Jombang selama ini setidaknya sudah mewujudkan sikap saling rukun.

"Kenapa di Jombang selalu damai dalam kemajemukan yang ada? Karena ini adalah merupakan kedewasaan dalam bertoleransi, kedewasaan dalam hidup bersama di balik keragaman," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, AlaSantri, Quote RMI NU Tegal

Senin, 03 Juli 2017

Teacher Zaman Old, Mendidik Kids Zaman Now

Oleh Satriwan Salim

Sebagai seorang guru, saya menginsyafi bahwa pemakaian 4 kata asing (dari 7 kata) dalam kalimat judul tulisan di atas, sangat menyalahi kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Gamang memakai bahasa Indonesia yang benar. Malah terasa seperti orang Malaysia atau Sigapura yang memang mencampurkan bahasa asing dengan Melayunya, dan itulah bahasa nasional mereka.

Tapi apa mau dikata, istilah “kids zaman now” sudah menasional bahkan mendunia. Bahkan sayup-sayup terdengar dari kelas sebelah, guru Bahasa Indonesia pun memakai istilah tersebut ketika mengajar di depan siswanya.

Teacher Zaman Old, Mendidik Kids Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Teacher Zaman Old, Mendidik Kids Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Teacher Zaman Old, Mendidik Kids Zaman Now

Sebagai masyarakat perkotaan kita selalu memandang masyarakat Indonesia dengan perspektif modern yang bias Jakarta. Bahwa modernisasi, industrialisasi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan keniscayaan sosial, yang saat ini sedang mengalami puncaknya, tidak hanya di kota tetapi sampai ke pelosok-pelosok desa. Fenomena ini pasti akan memengaruhi pola pikir (mindset) anak-anak kita, yang notabene adalah para pelajar. 

Kids zaman now” adalah mereka yang disebut Generasi Z, lahir rentang tahun 1995-2010. Lebih lanjut uraian tentang sosiologi generasi ini, bisa membaca pemikiran Karl Mannheim (1893-1947) yaitu dalam esainya berjudul “The Problem of Generations” (1923). Dia mengatakan bahwa sebuah generasi merupakan suatu kelompok yang terdiri dari individu, yang memiliki kesamaan dalam rentang usia, kemudian berpengalaman mengikuti peristiwa sejarah penting dalam suatu kurun waktu yang sama pula. 

RMI NU Tegal

Berbeda hal kemudian yang dikenal dengan istilah Generasi Y atau lazim dikenal dengan Generasi Milenial. Generasi ini lahir sekitar 1981-1994. Istilah Generasi Milenial ini mulai berkembang di Amerika Serikat setelah terbitnya buku “Millennials Rising: The Next Great Generation” (2000), ditulis Neil Howe dan Bill Strauss. Masyarakat banyak keliru dengan mengatakan Generasi Z dengan Generasi Milenial itu sama. Padahal jelas perbedaannya.

Jika dihitung kemudian, anak-anak Generasi Z (oleh Bill Gates disebut i-Generation) saat ini memiliki rentang usia antara 7-22 tahun. Secara demografis, merekalah yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah mulai dari SD, SMP, SMA sampai pada perguruan tinggi. 

Data demografis menunjukkan pada tahun 2010, sekitar 19 persen penduduk Indonesia adalah anak yang umurnya di bawah sepuluh tahun, sekitar 37 persen di bawah dua puluh tahun dan sekitar setengah populasi Indonesia berusia di bawah tiga puluh tahun (www.indonesia-investments.com). Jika total penduduk Indonesia adalah 258 juta orang (proyeksi BPS dalam www.databoks.katadata.co.id, 2016), maka jumlah penduduk kategori Generasi Z adalah sekitar 90-100 juta orang. Ini adalah angka yang sangat besar. Ditambah lagi secara demografis, usia Generasi Z ini adalah usia produktif.

RMI NU Tegal

Secara statistik demografis, keberadaan “kids zaman now” sangat potensial dalam pengembangan pertumbuhan perekonomian nasional. Jika dipilah lagi usia penduduk Indonesia yang kategorinya pelajar berjumlah sekitar 58 juta siswa; 8 juta siswa SMA/sederajat, 50 juta siswa SD-SMP/sederajat (www.antaranews.com, 2012). Sungguh angka yang fantastik tentunya. Jumlah ini hampir setara dengan jumlah penduduk negara Inggris. 

Pertanyaannya sekarang adalah mau diapakan puluhan juta manusia Indonesia, “kids zaman now” itu? Bagaimana cara kita sebagai sebuah negara-bangsa mendidik, menyiapkan dan memberikan peluang-peluang bagi masa depan “kids zaman now”, yang pada 2045 nanti merekalah yang akan memimpin negara ini? Merekalah sesungguhnya jawaban atas proyeksi bonus demografi Indonesia. Usia produktif yang jumlahnya mendominasi struktur penduduk Indonesia. Itulah “kids zaman now”, masa depan bonus demografi Indonesia.

Sekarang mari kita lihat, bagaimana wajah Generasi Z alias “kids zaman now” itu dalam perspektif sosial dan budaya. Karakter sosial mereka yang dibesarkan oleh media internet, aktif berkomunikasi melalui perangkat telepon cerdas (smart phone), ketergantungan sangat tinggi kepada internet, gadget, multitasking, menjunjung tinggi privasi dan suka tantangan. Walaupun kadang disindir dengan sebutan generasi mecin, tapi “kids zaman now” punya percaya diri tinggi.

Lebih mencengangkan lagi, mereka para “kids zaman now” ini memiliki cita-cita memiliki“profesi” yang anti-mainstream; mulai menjadi youtuber, vloger, bloger, gamer, selebgram, influencer, komikus bahkan menjadi hacker, barista dan penambang bitcoin. Bagi kami para “teacher zaman old”, deretan nama dan istilah pekerjaan di atas terdengar asing, bahkan “aneh”. Sudahlah istilahnya terasa “keminggris” alias keinggris-inggrisan, susah pula mengucapkannya.

Aahhh...kacau sudah kemampuan berbahasa kita para “teacher zaman old” ini. Berusaha menyesuaikan istilah-istilah zaman now, tapi lidah ini serasa kaku untuk mengucapkannya. Karena masih sering terngiang-ngiang, guru kami zaman old mengajar di depan kelas dengan ragam pepatah, bahasa kiasan, syair, pantun dan tulisan tegak bersambung.

Mereka para Generasi Z ini sangat cakap menggunakan media berbasis elektronik, seperti laptop, komputer, telepon pintar, iPad, iPhone, bahkan memproduksi dan merekayasa konten beragam jenis varian perangkat media sosial, seperti youtube, facebook, snapchat, instagram, vlog, line, telegramdantwitter. Semua aktivitas pribadi (bahkan sosial) mereka saat ini berbasis elektronik dan jaringan internet (online).

Alhasil, buku, koran dan televisi adalah barang-barang old yang hanya dipakai dan dinikmati oleh generasi old. Buku berganti e-book atau format pdf, koran berganti e-paper dan televisi berganti youtube dan menonton secara streaming. Mereka para Generasi Z ini memiliki ketergantungan akut kepada telepon pintar dan internet. 

Sedangkan di sisi lain, para orang tua (parents) dan guru mereka adalah kelompok masyarakat yang terlahir 2 dan 3 generasi sebelumnya, yakni Generasi Baby Boomers (lahir antara 1946-1960an) dan Generasi X (lahir antara 1960an-1980). Terjadi kemudian gap generasi, yang berdampak terhadap pola asuh dan pendidikan keluarga yang paradigmanya mesti direkonstruksi.

Menjadi “teacher dan parent zaman now” adalah suatu tantangan zaman tersendiri. Perbedaan cara pandang antara orang tua dan guru yang dididik pola asuh lama.Mendidik generasi sekarang yang memiliki cara pandang kekinian sesuai dengan jiwa zamannya (zeitgeist) adalah suatu ikhtiar yang tak mudah. 

Dibutuhkan kemudian perspektif baru yang tak resisten terhadap perubahan, tidak alergi dengan bahasa zaman dan zeigeist tadi. Tetapi tidak juga meminggrikan bahkan mencampakkan nilai-nilai tradisi (lama), yang masih memiliki relevansi dan universalitas nilai keadaban di dalamnya. Demikian adagium klasik Arab, yang sering disampaikan oleh kyai-kyai tradisional kita di pesantren, “al-muhâfadhatu ‘alal qadîmis shâlih wal akhdzu bil jadîdil ashlah.”

Sehingga para guru dan orang tua zaman iGeneration ini tidak merasa teralienasi, terasingkan hidup di tengah-tengah para “kids zaman now”, yang sesungguhnya sedang berlari cepat melesat bagaikan anak panah. Seperti dalam salah satu syair seorang sastrawan cum filsuf berdarah Libanon-Amerika, Kahlil Gibran (1883-1931)bertajuk “Anakmu Bukan Anakmu.”

Seorang perempuan yang di tangannya ada seorang bayi berkata, “Sampaikanlah pada kami mengenai anak.”

Dan ia pun berkata:

Anakmu bukan anakmu

Mereka adalah anak dari kehidupan yang ingin menjadi diri mereka sendiri

Mereka datang melaluimu, tapi bukan darimu

Dan meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu

Berikanlah cintamu, tapi bukan pemikiranmu

Karena mereka memiliki pemikiran mereka sendiri

Berikanlah rumah bagi tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka

Karena jiwa mereka adalah milik rumah masa depan, yang tak bisa kau kunjungi, tak pula dalam impianmu

Kau bisa berusaha menjadi seperti mereka, tapi jangan jadikan mereka sepertimu

Karena hidup tidak berjalan mundur atau tenggelam di masa lalu

Kau adalah busur yang dibutuhkan anak-anakmu sebagai anak panah

untuk melesat kencang ke depan

Sang Pemanah memandang jauh tanpa batas

Dan Ia menarikmu dengan segala kekuatan

agar anak panahNya melesat cepat dan jauh

Merentanglah dalam tangan Sang Pemanah dengan bahagia

Karena seperti Ia mencintai anak panah yang melesat cepat

Ia pun mencintai busur yang kokoh

Penulis adalah guru SMA Labschool Jakarta; Peneliti PUSPOL Indonesia; Pengurus SEGI Jakarta; pernah nyantri di pesantren tradisional Al-Hidayah Pimpinan KHR Syamsudin Hidayat di Cisarua, Bogor.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Hikmah, Olahraga RMI NU Tegal

Rabu, 17 Mei 2017

Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan provinsi yang dipimpinnya dikenal daerah yang aman. Menurut Menkopolhukam, Gorontalo menempati urutan pertama sebagai daerah paling aman di Indonesia.

Secara statistik berdasarkan agama, di provinsi tersebut ada ada 6 agama dengan pemeluk terbanyak yaitu Islam sebesar? 96%. Namun demikian, toleransi umat Islam sangat besar terhadap pemeluk agama yang lain.

Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto (Sumber Gambar : Nu Online)
Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto (Sumber Gambar : Nu Online)

Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto

“Kehidupan beragama di sini cukup bagus, baik inter maupun antarumat beragama tidak ada masalah. Jika hari besar keagamaan, pemuka-pemuka agama di sini saling menjaga satu sama lain," jelasnya ketika bersilaturahim dengan Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Daris sisi kebudayaan yang berkaitan dengan Islam, lanjut dia, juga banyak ragamanya. Mulai tentang pernikahan, kematian, dan bahkan pelantikan pejabat. “Di sini tidak hanya dilantik secara kenegaraan tapi juga secara adat."

RMI NU Tegal

Setelah silaturahim dengan Wakil Gubernur, Ekspedisi Islam Nusantara ke Kampung Wisata Religi Bubohu. Menurut warga sekitar, kampung-kampung yang ada di wilayah ini dulunya adalah pusat kerajaan Islam Bubohu yang berdiri dari tahun 1750 sampai 1902.

RMI NU Tegal

Selama masa tersebut kerajaan Bubohu telah dipimpin oleh 11 raja. Di tempat tersebut ada madrasah yang berbentuk rumah adat. Tempat yang dipenuhi burung merpati ini diyakini sebagai lokasi utama kerajaan Bubohu.

Kemudian mendatangi Masjid Hunto. Masjid tersebut, menurut warga di sekitar dibangun sebagai mahar pernikahan Sultan Amay dengan Putri Raja Palasa. Masjid Hunto Sultan Amay adalah masjid tertua di Gorontalo, didirikan pada tahun 1495.

Seiring masuk Islamnya Sultan Amay, maka rakyat Gorontalo (dulu bernama Hulondalo) pun ikut memeluk agama Islam. Dikatakan pula bahwa nama masjid Hunto diambil dari kata "ilohuntungo" yang berarti pusat perkumpulan, oleh karenanya masjid ini dulu juga berfungsi sebagai pesantren atau pusat perkumpulan agama Islam.

Walaupun masjid ini beberapa kali telah direnovasi, tapi ukuran bangunannya masih sama seperti semula, bentuk mimbarnya juga masih asli. Adapun makam Sultan Amay sendiri terletak di sekitar masjid, ada juga makam yang nisannya bertuliskan Maulana Syaikh Syarif bin Abdul Azis. Konon ia adalah ulama dari Hijaz yang didatangkan oleh Sultan Amay untuk menyebarkan pendidikan agama Islam di Gorontalo. ?(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Lomba RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock