Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bandar Lampung, RMI NU Tegal

Berawal dari diskusi mingguan, para aktivis Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lampung menyatakan prihatin dengan kian jauhnya masyarakat dari kebudayaannya sendiri, terutama bahasa daerah.

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bahasa daerah Lampung saat ini dinilai sudah di ambang kepunahan. Hal tersebut bisa dilihat secara kasat mata pada penggunaan bahasa daerah yang sangat minim, terutama pada daerah perkotaan. Masyarakat perkotaan umumnya sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan mulai melupakan bahasa daerah.

Upaya-upaya pelestarian bahasa Lampung sebenarnya sudah ada pada bangku pendidikan mulai dari kanak-kanak seperti tercantum dalam Pasal 7 dan 8 Peraturan Daerah Provinsi Lampung No. 2 Tahun 2008 mengenai Pemeliharaan Bahasa dan Aksara Lampung, bahwa pengenalan dan pengajaran bahasa dan aksara Lampung dimulai dari jenjang kanak-kanak.

RMI NU Tegal

Namun, dalam realitas kehidupan sehari-hari penggunaan bahasa Lampung masih minim. Berawal dari masalah tersebut, PMII Unila mengambil topik “Revitalisasi Bahasa Lampung” dalam diskusi mingguan yang diadakan pada Selasa (11/5) sore hari.

RMI NU Tegal

Diskusi mingguan menghasilkan konsensus bahwa PMII khususnya Universitas Lampung harus bisa menjadi pelopor cinta budaya daerah. Tindak lanjut dari diskusi tersebut yaitu setiap hari Jumat diwajibkan kepada anggota dan kader PMII Unila untuk berbahasa Lampung sebagai wujud nyata cinta budaya daerah.

Yogi Prayogo selaku penanggung jawab gerakan “Satu Hari Berbahasa Lampung” mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

“Mencintai budaya daerah sudah menjadi kewajiban setiap warga daerah, namun kesadaran tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat” Ujar Yogi yang merupakan mahasiswa FMIPA Unila tersebut.

Sementara Ketua Komisariat PMII Unila, Erzal Syahreza Aswir berharap gerakan? “Satu Hari Berbahasa Lampung” dapat meluas setidaknya ke organisasi tingkat mahasiswa terlebih dahulu lalu ke lembaga lain, dan kemudian menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya.

“Gerakan Satu Hari Berbahasa Lampung semoga dapat meluas ke organisasi tingkat mahasiswa dan lembaga-lembaga lain, dan goal akhirnya bisa menjadi kebiasaan masyarakat” Ujar Erzal

Ia juga menambahkan jika bisa tidak hanya satu hari berbahasa Lampung, namun setiap hari Bahasa Lampung dapat digunakan oleh setiap elemen masyarakat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (APPI). Penandatanganan nota kesepahamahan itu dilakukan di Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jalan Taman Amir Hamzah 5 Menteng, Jakarta, Rabu (4/10).

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Unusia Kerjasama Bidang Pengadaan dengan Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia

Nota kesepahaman tersebut berisi tentang pembinaan terhadap mahasiswa hukum Unusia supaya handal dalam bidang pengadaan. 

“Nantinya, kerjasama ini akan menciptakan para ahli bidang pengadaan,” kata Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Unusia, Muhammad Afifi.

RMI NU Tegal

Nota kesepahaman tersebut akan dilaksanakan oleh program studi Ilmu Hukum karena adanya kesamaan bidang. 

Ketua Umum APPI, Sabela Gayo mengatakan para bupati/walikota di Indonesia banyak yang takut untuk melakukan pengadaan sehingga dana yang terserap minim, yang berpotensi menyebabkan terbengkalainya pembangunan.

“Hal itu bisa disadari karena minimnya orang-orang yang ahli dalam bidang pengadaan,” ujar Gayo.

RMI NU Tegal

Program Studi Ilmu Hukum berada dalam institusi Fakultas Sosial dan Humaniora. Dengan adanya nota kesepahaman yang ditandatangani ini kedepannya keduanya bisa bersinergi untuk memajukan pendidikan dan pembangunan bangsa. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Ahlussunnah, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU

Rembang, RMI NU Tegal - Sebagai upaya kaderisasi pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pimpinan Ranting (PR) Desa Kumbo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bersilaturrahim ke SMK Hidayatul Muslimin Kumbo.

SMK yang berdiri dibawah naungan Yayasan Pendidikan Hidayatul Muslimin Desa Kumbo, Sedan, Rembang, ini berdiri pada tahun 2013 dengan jumlah siswa saat ini sebanyak 75 siswa.

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU

PR IPNU Desa Kumbo Aan Ainun Najib mengatakan, sebagai upaya kaderisasi NU tingkat pelajar, maka sudah sepatutnya IPNU-IPPNU bergerak di sekolah tingkat SLTA. "Beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan silaturrahmi dan koordinasi kepada beberapa tokoh yayasan Hidayatul Muslimin terkait kaderisasi dan pendirian Komisariat di SMK tersebut," ujar Aan.

Alhamdulillah, lanjut Aan, tanggapan positif disampaikan pembina kesiswaan SMK Hidayatul Muslimin. "InsyaAllah, bulan depan kami akan komunikasi lebih lanjut dengan kepala sekolah dan pembina kesiswaan terkait penentuan waktu pelaksanaan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Red. Makesta) dan pembentukan Komisariat IPNU-IPPNU di SMK Hidayatul Muslimin", tambahnya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Wakil Ketua Cabang IPNU Kabupaten Rembang tersebut menyebut mengharapkan upaya kaderisasi Pelajar NU dapat berjalan secara kontinuitas dan tidak terputus, Tentu saja komitmen dan partisipasi dari semua pihak juga tetap diperlukan.

Pembina Kesiswaan SMK Hidayatul Muslimin Rahmawati mengatakan, beberapa tahun terakhir memang kami melihat beberapa kegiatan baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU. Baik itu berupa kaderisasi maupun sosial masyarakat, diantaranya bazar sembako murah, karnaval, dan pengajian.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada pengurus IPNU-IPPNU, atas upaya baik mereka untuk mempersiapkan kader muda bangsa ini menuju kader yang lebih baik lagi lewat kaderisasi IPNU-IPPNU. "Kami siap untuk mengubah badge OSIS menjadi Komisariat IPNU-IPPNU SMK Hidayatul Muslimin", tutupnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Ulama RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Marhabanan Bernuansa Maroko

Suara merdu khas Maulid Addiba’i bergema di Kenitra, Maroko, Jum’at (22/3) malam lalu waktu setempat. Masjid Indonesia di Kenitra berkehormatan untuk menjadi tempat di laksankannya acara peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh Kader NU di Maroko dan Majelis ilmi Kenitra.

Malam itu Masjid Indonesia yang ? di dirikan atas prakarsa Raja Muhammad V sebagai prasasti atas kedatangan Presiden Soekarno pada tahun 1960, ? menjadi saksi betapa hubungan antara kedua negara (Indonesia-Maroko) begitu erat terlebih untuk para kaum pesantren.

Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Marhabanan Bernuansa Maroko

Acara yang di mulai selepas shalat maghrib ini, turut di hadiri oleh Duta Besar LB BP Indonesia Untuk Kerajaan Maroko KH. Tosari Widjaja dan delagasi PBNU antara lain Katib Syuriyah KH Musthofa Aqiel Siradj, Ketua LBM PBNU KH Zulfa Mustofa, KH Mahfudz Airun selaku wakil LBM PBNU serta ketua Majelis ilmi Kenitra.

RMI NU Tegal

Dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an acara yang berdurasi selama satu jam ini menarik para penduduk sekitar untuk hadir dan meramaikan acara terutama saat mahalul qiyam pada pembacaan Maulid addiba’i.

“Ini merupakan acara perdana yang menjadi pengangkat sejarah hubungan islam aswaja Indonesia dan Maroko, islam yang indah berasaskan tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal”. ? tutur Rifqi Maula anggota PCINU Maroko.

RMI NU Tegal

Setelah acara selesai, para delegasi yang sebelumnya telah bertemu dengan Kementrian wakaf dan Majelis ilmi pusat Maroko berkenan bertandang ke kediaman para mahasiswa/i STAINU program kelas Internasional di Universitas Ibn Thufail Kenitra.

Turut hadir , H Husnul Amal, MA selaku Dewan Mustasyar PCINU Maroko, Habib Choirul Mustain Lc, ? ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko beserta anggotanya, Muannif Ridwan selaku ketua Tanfidziyah PCINU Maroko beserta anggotanya ? dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa*

*Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda

Way Kanan, RMI NU Tegal

Salah seorang pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Lampung Dr Farida Aryani, pada Jumat 8 April 2016 ditetapkan sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Kapolda Lampung oleh Brigjen Pol Ike Edwin. Penetapan itu berdasar surat tugas Kapolda Lampung nomor SGAS /01/Ini/2016 tertanggal 23 Maret 2016.

Selain menjadi Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan, cucu ulama sekaligus komandan pasukan tentara Hizbullahdari KH Gholib ini memulai kiprahnya sebagai pejuang Bahasa Lampung sejak September 1998.

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Lesbumi Lampung Jadi Staf Bidang Budaya Kapolda

"Sebagai Gusdurian dan warga Nahdlatul Ulama, saya mengucapkan selamat atas penetapan tersebut, kami bangga. Semoga senantiasa memberikan yang terbaik bagi Lampung, hidup dan kehidupan," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (14/4).

RMI NU Tegal

Farida Aryani adalah Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila. Semasa remaja, istri Sekdakab Way Kanan Bustam Hadori itu aktif? bergiat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lampung.

RMI NU Tegal

Farida mengaku bangga ketika bahasa Lampung digunakan banyak mahasiswa, khususnya mahasiswa bahasa Lampung di lingkungan kampus. Apa yang ia perjuangkan bersama beberapa rekannya bisa menjadi kenyataan, yakni perjuangan untuk tetap menjaga bahasa ibu yang saat itu mulai ditinggalkan. Saat Jurusan Bahasa Lampung terbentuk di Unila, Farida diminta menjadi ketua jurusan.

"Apa yang dilakukan Dr Farida sejalan dengan upaya-upaya NU. Selain itu, apa yang dilakukan juga merupakan satu dari sembilan nilai keutaman yang diajarkan Gus Dur, yakni kearifan lokal," kata Gatot lagi.

Kearifan lokal bersumber dari nilai-nilai sosial-budaya yang berpijak pada tradisi dan praktik terbaik kehidupan masyarakat setempat. Kearifan lokal Indonesia di antaranya berwujud dasar negara Pancasila, Konstitusi UUD 1945, prinsip Bhineka Tunggal Ika, dan seluruh tata nilai kebudayaan nusantara yang beradab.

Gus Dur menggerakkan kearifan lokal dan menjadikannya sebagai sumber gagasan dan pijakan sosial-budaya-politik dalam membumikan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan, tanpa kehilangan sikap terbuka dan progresif terhadap perkembangan peradaban. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Amalan, Syariah RMI NU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

Bogor,RMI NU Tegal. Kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konteks kebangsaan dirasakan mulai pupus dan terkikis oleh arus globalisasi. Hal inilah yang mendorong Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor untuk melakukan kerjasama sosialisasi 4 pilar bangsa (Pancasila,UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) antara PC Lakpesdam NU kabupaten Bogor dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), pada 09 Juni 2012, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong.

Saat ditemui RMI NU Tegal, Waspada MK, selaku Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Bogor, sekaligus ketua Panitia Sosialisasi 4 pilar bangsa mengatakan, perlu kajian tematis-strategis dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara sesuai cita-cita founding father Negara Indonesia.

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

PC. Lakpesdam NU Sepakat NKRI Harga Mati

"Banyak terjadi penyimpangan terhadap tujuan dan tata cara kehidupan berbangsa, bahkan ada pihak-pihak yang sengaja membelokkan orientasi atas cita-cita luhur para pendiri NKRI,“ katanya. "Kalau Perlu pendidikan P4 pada era Orde Baru perlu dilakukan lagi, tentu dengan nuansa yang berbeda."

RMI NU Tegal

Sementara itu , wakil ketua MPR RI, Lukman Hakim Saefudin, sebagai narasumber tunggal mengatakan, “4 pilar bangsa ini memerlukan kerjasama semua pihak, termasuk NU dan Lembaga-lembaganya, harus nyata-nyata mensosialisasikan ini, karena NU mempunyai jama’ah dan Jam’iyyah yang jelas-jelas merupakan founding father negeri ini.”

RMI NU Tegal

Kang Lukman, demikian ia akrab disapa, menambahkan bahwa kiai-kiai NU punya peranpenting dalam memberikan kesadarang kepada umatnya.

“Para Kyai NU dikabupaten Bogor yang begitu banyak sangat potensial untuk memberikan kesadaran ini kepada ummatnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama , kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU kab.Bogor, mengatakan, NU Bogor siap mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tetap pada komitmen keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi, salah besar ketika ada tuduhan dari luar negeri yang mengatakan bahwa Indonesia intoleransi, harusnya pihak yang menilai berpikiran obyektif, jangan hanya karena satu (atau) dua masalah, kemudian disamaratakan,“ tegasnya.

Sementara Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa bagi NU 4 pilar ini adalah harga mati. 

"Jadi jangan berangan-angan akan ada pihak-pihak lain yang hendak melakukan perubahan-perubahan prinsipil yang nantinya dapat mengganggu stabilitas nasional dalam beberapa aspek kehidupan bernegara,” katanya.

“Saat ini kita butuh perekat bangsa, kita harus kembali pada rumusan-rumusan para pendiri bangsa, jangan ada usaha-usaha yang dapat memecah kita,” tambahnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh 40 MWC NU se-Kabupaten Bogor, Lembaga,Lajnah, Banom, PMII dan Civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU – Jakarta).

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Jadwal Kajian, Pertandingan, Syariah RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW

Brebes, RMI NU Tegal. Caleg DPR RI Dapil IX dari Partai Golkar RH Purwoko J Soemantri SH M Hum menyambangi tokoh NU Kecamatan Songgom KH Syaefudin Zuhri dan ratusan keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Gedung KUD Jatirokeh Songgom Brebes Jateng Selasa (27/1). 

Dalam perbincangannya dengan RMI NU Tegal di kediaman KH Syaefudin, Purwoko meyakini dengan silaturokhmi ke ulama akan mendatangkan keberkahan. “Menyapa para ulama itu bagian dari takwa karena ulama sebagai pewaris Nabi. Apalagi yang memiliki latar belakang NU, kealimannya tidak diragukan lagi,” paparnya.

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW

Sebagai organisasi terbesar, lanjutnya, NU mempunyai kekuatan dan dia selaku advokat berkepentingan untuk membelanya. Termasuk para TKW yang mayoritas Nahdliyin, kerap mendapatkan perlakuan yang tidak seimbang dengan perjuangannya selaku pahlawan devisa.

RMI NU Tegal

Daerah Songgom sebagai kantongnya TKW Kab. Brebes kerap muncul di media masa akibat perlakuan yang tidak manusia dari para majikannya. “Saya merasa haru sekaligus prihatin dengan nasib TKW yang diperlakukan tidak semena-mena,” ucap Purwoko yang juga Anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

RMI NU Tegal

Kabupaten Brebes selama ini dikenal sebagai daerah pengirim nomor dua TKI setelah Cilacap. Menurut dia, hingga kini masih banyak peraturan yang sudah ketinggalan zaman, sehingga tak mampu mengakomodasi kebutuhan hukum masyarakat yang makin kompleks. 

"Hukum produk Belanda, perlu diperbaharui agar berpihak pada rakyat," ujar Caleg nomor urut 5 untuk Daerah Brebes, Kab dan Kota Tegal itu. Ketua Wira Karya Indonesia SOKSI itu lebih jauh menjelaskan, bahwa hukum di Indonesia menganut paradigma positif sehingga cara berpikirnya berdasar pada aturan hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Padahal, kondisi sosial masyarakat terus berkembang. Akibatnya, peraturan hukum yang ada selalu ketinggalan dengan perkembangan masyarakatnya.

Tidak tuntasnya persoalan TKW yang kesandung kasus, menurut Purwoko adanya pembuat dan penegak hukum yang main mata dengan pelanggar hukum. “Yang dirugikan adalah rakyat. Rakyat yang mana? Tentu para Nahdliyin karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Warga NU,”  simpulnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Hadits RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

Jakarta, RMI NU Tegal?



Jumlah Banser terlibat pengamanan arus mudik Idul Fitri 1438 H dengan kesadaran sebagai pengabdian bagi masyarakat dan negara dengan mandiri tidak main-main. Lebih dari 18 ribu kader. Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeini, di Jakarta, Sabtu (24/6).

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

"Di Jawa Tengah saja, lima ribu kader turun tangan membantu pengamanan arus mudik. Kader inti Pemuda Ansor terus nyata berbuat dan memberi manfaat di 604 Posko Mudik," ujar H Alfa didampingi Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto.

Dalam sehari, papar Alfa, rata-rata tiga kali pergantian jaga posko dengan jumlah anggota berkisar lima sampai dua puluh kader. Jika diambil rata-rata 10 kader dikali tiga, maka Banser terlibat pengamanan arus mudik 18.120 orang.

Mengapresiasi kader dalam berkhidmah untuk organisasi dan masyarakat, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas pun menyambangi sejumlah Posko Mudik Banser dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

"Hal tersebut dilakukan panglima tertinggi kami sebagai bentuk terima kasih atas upaya kader yang ikhlas berkhidmah memberi manfaat," ujar Kasatkornas lagi.

RMI NU Tegal

Jajaran Kasatkornas lain juga turut memantau Posko Mudik Banser. Kepala Satuan Khusus Banser Lalu Lintas Abdul Hafiz bertandang dari satu posko ke posko lain, dari Jakarta hingga Cirebon, Jawa Barat.

Upaya mengapresiasi kader juga dilakukan jajaran Satkornas di Jawa ? Timur. Kepala Satuan Provost Satkornas Banser H Imam Kusnin juga menyambangi Posko Mudik di daerah kelahiran Nahdlatul Ulama itu.

RMI NU Tegal

Posko Mudik Banser terpantau memberi manfaat bagi masyarakat, di Mesuji, Lampung, para pemudik dari Jakarta menuju Bangka Belitung beberapa kali singgah.

"Bahkan petugas dari Koramil yang juga mendirikan Posko tak ? jauh dari kami malah sering kemari, jadinya Posko Mudik kami malah lebih ramai," ujar Kasatkorcab Banser Mesuji Apristiyanto.

Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri menegaskan, sejumlah Posko Mudik Banser di wilayahnya memiliki fasilitas memadai bagi pemudik.

"Tadi kita pantau, Posko Mudik Banser di Kota Bandar Lampung juga banyak dimanfaatkan pemudik untuk istirahat. Alhamdulillah walau mandiri, sahabat-sahabat Banser terus berjaga, bergantian siang malam," kata Tatang lagi.

Kasatkorcab Banser Way Kanan, Lampung Bambang Setiyo mengapresiasi kader yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tahunan itu.

"Tidak ada support dana atas kegiatan ini. Kami benar-benar swadaya. Makanya kami ingin tertawa atas tudingan tendensius sejumlah pihak jika Banser hanya bergerak jika dibayar, mendapatkan sebungkus rokok dan nasi. Kami tegaskan, bahwa berbuat dalam tugas kemanusiaan ialah bagian dari dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin," tegas Bambang.

Di Purworejo, Jawa Tengah, Kasatkorcab Banser setempat Daryanto, membagi sejumlah jajaran pengurus Satkorcab untuk memantau Posko didirikan dengan swadaya.

"Untuk Purworejo ada beberapa titik, antara lain di Butuh, Kutoarjo dan Loano. Kasatkorwil Banser Jawa Tengah sahabat Hasyim Asyari juga sudah berkunjung memastikan kesiapan anggota hingga kelayakan Posko Mudik di daerah kami," ujar Daryanto. (Ferry Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Sebanyak 420 lebih santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, propinsi Sumatera Barat mulai menempati asrama baru berlantai 3. Penempatan ini seiring dimulainya proses belajar mengajar tahun ajaran? 2014/2015, Jumat (8/8/2014).

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, yang dijumpai saat proses pemindahan asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang mengatakan, mulai hari ini santri putra menempati asrama rusunawa (rumah susun sewa) yang dibangun Kementerian Perumahan Rakyat RI. Sejak kemarin sudah dimulai proses pemindahan peralatan asrama putra.

Kata Anam, tahun ini Pesantren Nurul Yaqin menerima 216 santri baru. Sedangkan saat ini jumlah santri mencapai 530 orang. Total santri mencapai 746 santri, laki-laki dan perempuan.

RMI NU Tegal

“Standar dari Kementerian kapasitas gedung berukuran 37? X? 13,5 meter lantai tiga ini sebanyak 300 santri. Namun asrama ini akan ditempati lebih dari 400 santri putra. Ini sesuai dengan jumlah santri putra yang ada di Pesantren Nurul Yaqin,” kata Anam mantan Ketua Umum PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman ini.

Selama ini, kata Anam, santri laki-laki selain tinggal di asrama putra yang terbatas, juga tersebar di berbagai lokasi di sekitar pesantren. Baik di rumah penduduk, maupun di pondok-pondok sekitar kawasan pesantren. “Dengan ditempatinya asrama baru ini, maka seluruh santri putra sudah satu tempat. Sedangkan asrama putri yang kurang layak ditempatinya, akan menempati asrama putra yang sudah ditinggalkan. Asrama putri selama ini sudah? over kapasitas,” kata Anam menambahkan.

RMI NU Tegal

Ditempatinya asrama baru ini, diharapkan dapat meningkatkan kontrol terhadap santri putra dalam proses belajar mengajar. Hal ini seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan santri Nurul Yaqin ke depan.

Diakui Anam, masih banyak fasilitas yang harus dilengkapi di areal 1,2 hektar ini. “Kita

masih butuh musalla berkapasitas 1.000 hingga 1.500 jamaah sehingga dapat menampung santri, jamaah, masyarakat sekitarnya dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Juga ruangan perpustakaan, labor komputer, kantin dan termasuk rumah guru untuk pengawasan 24 jam santri,” kata Anam alumni Pesantren Ringan-Ringan ini.

Pembangunan asrama putra (Rusunawa) dilaksanakan peletakan batu pertamanya 9 Februari 2013 lalu oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Rusunawa menelan biaya Rp 5 miliar bantuan Kementerian Perumahan Rakyat. Bangunan asrama tersebut dijadikan 27 kamar, yang dapat menampung 400 – 500 santri.

Menurut Anam, Pesantren Nurul Yaqin didirikan tahun 1960 oleh Syekh H. Ali Imran Hasan. Tingkat pendidikan mulai dari tsanawiyah hingga ma’ahad? ‘ali yang menempati lokasi ¼ hektar.? “Para santrinya sering menjuarai berbagai lomba MTQ dan kegiatan kepesantrenan lainnya di Kabupaten Padangpariaman dan Propinsi Sumatera Barat. Selain itu, alumninya banyak yang melanjutkan ke Timur Tengah, perguruan tinggi negeri dan swasta baik di Sumatera maupun Jawa, tingkat S1, S2 maupun S3 (doktor),” kata Asyraful.

Kiprah alumni Nurul Yaqin tidak saja dibidang pendidikan pondok pesantren, tapi juga merambah ke berbagai bidang keahlian dan profesi di tengah masyarakat, tutur Asyraful Anam menambahkan. (Bagindo Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, sedang mengontrol proses pemindahan peralatan asrama putra di halaman asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian RMI NU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan

Bondowoso, RMI NU Tegal - Remaja putra dan putri Masjid Darul Muwahhidin menggelar pengajian umum di halaman masjid setempat Desa Gambangan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, Ahad (29/5) malam. Mereka melantunkan shalawat yang dikemas dengan metode sulukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum KH Soleh Ahmad Sukowono Jember saat diwawancarai RMI NU Tegal menjelaskan, "Pengajian ini dikemas dengan metode sulukan, semacam diskusi santai. Diskusi santai saja yang dikemas dengan sharing, Tanya-jawab."

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan

Ketua IPNU Periode 1999-2001 Joni Fatahillah saat membuka acara ini mengajak peserta sulukan untuk menghidupkan forum."Mari bapak-bapak dan ibu-ibu yang mau bertanya dipersilakan bertanya," kata dia.

RMI NU Tegal

Terlihat dari pantauan RMI NU Tegal, kegiatan pengajian yang dikemas dengan sulukan tampak sangat menarik. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari jamaah muslimat dan muslimin yang dijawab oleh Kiai Soleh.

Kegiatan pengajian ini diikuti seluruh warga Gambangan dan warga dari lain desa. Pengajian umum ini diiringi? jamiyah hadrah R-Show Jember. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pendidikan, Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gedung NU Purbalingga Jadi Bioskop Darurat

Jakarta, RMI NU Tegal. Anak-anak muda Purbalingga khususnya, dan Banyumas Raya pada umumnya, sedang merayakan 6 tahun digelarnya Festival Film Purbalingga, dari tanggal 24-30 Nopember 2012.?

Salah seorang panita Bowo Leksono mengatakan bahwa Kabupaten Pualingga tidak punya gedung kesenian atau tempat yang memadai, nyaman, dan merakyat.

Gedung NU Purbalingga Jadi Bioskop Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Purbalingga Jadi Bioskop Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Purbalingga Jadi Bioskop Darurat

Sebab itu, Panitia Enam Tahun Festival Film Purbalingga datang ke Pengurus Cabang NU Kab. Purbalingga guna minta izin untuk memakai Gedung NU Purbalingga di Jalan May Jen. Panjaitan Nomor 61, Purbalingga, Jawa Tengah.

Tak berbelit-beli, jadilah Gedung NU berubah jadi bioskop darurat. Tujuh film pendek terbaik sepanjang Festival Film Purbalingga (FFP) diputar sebagai rangkaian dari 6 Tahun Festival Film Purbalingga Sabtu (24/11) malam.

RMI NU Tegal

Ketujuh judul film itu adalah “Pasukan Kucing Garong” film favorit pentonton Parade Film Purbalingga 2007, “Glue (Ada Apa dengan Bani)” film favorit SMA Purbalingga Film Festival 2008, “Sandal Jepit” film terbaik SMA Purbalingga Film Festival 2009, “Endhog” film terbaik SMA Festival Film Purbalingga 2010, “Kalung Sepatu” film terbaik SMA Festival Film Purbalingga 2011, “Mentari di Sambirata” film terbaik SMA Festival Film Purbalingga 2012, dan “Langka Receh” film terbaik SMP Festival Film Purbalingga 2012.

Di jejaring sosial Facebook, Bowo Leksono menulis, ”Matur nuwun sedulur-sedulur Nahdiyin Purbalingga. Kalian yang tahu kebutuhan aktualisasi kami.”?

RMI NU Tegal

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah RMI NU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Bandung, RMI NU Tegal - Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat berziarah ke makam Mahbub Djunaidi di Taman Makam As-Salam, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Ahad (6/11).

Ziarah ini mengakhiri rangkaian kegiatan yang sebelumnya ditutup oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, No. 09 Kota Bandung. Setelah berziarah, mereka melakukan serah-terima sertifikat secara simbolis oleh Ketua Pelaksana Ade Mahmudin.

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

“Ini merupakan rangkaian penutup dari kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan selama tiga hari, Jum’at sampai Ahad (4-6/11),” ujar Ade Mahmudin.

RMI NU Tegal

Ziarah ini diharapkan dapat mendorong para peserta menggali sosok Mahbub Djunaidi yang merupakan salah seorang pendiri PMII dan bisa mengambil hikmah dan meneladaninya.

“Karena beliau (Mahbub, red) merupakan rujukan bagi kita sebagai penerusnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang sudah kita laksanakan bisa melahirkan Mahbub-Mahbub Djunaidi yang revolusioner,” katanya.

RMI NU Tegal

Ia berharap, kelak para peserta yang datang dari perwakilan beberapa cabang PMII di Jawa Barat tersebut lebih termotivasi dalam meningkatkan kreativitasnya dalam menulis. “Kualitas penulisan seseorang bisa menunjukkan kualitas orang tersebut,” pungkasnya. (Naseh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Quote, Khutbah RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Sarung Jadi Identitas Nasional

Banyuwangi, RMI NU Tegal - Pengurus Cabang (PC) Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Banyuwangi melanjutkan pemilihan finalis duta Kang dan Mbak santri 2017 di Sun East Mall, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (24/9) pagi. Setelah sepekan sebelumnya mereka melangsungkan babak penyisihan peserta di alua Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Ahad (17/9).

Momentum ini dihadiri langsung oleh Ketua RMI Kabupaten Banyuwangi KH Ahmad Munib Syafaat beserta pengurus harian lain, ratusan anggota badan otonom (Banom) NU Kabupaten Banyuwangi dan 15 peserta terpilih seleksi sebagai finalis.

Sarung Jadi Identitas Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Jadi Identitas Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Jadi Identitas Nasional

Acara yang bekerja sama dengan PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Banyuwangi ini mengangkat Mariatul Kibtiyah, Ana Aniyati, Anang Lukman, dan KH Ali Marfu sebagai dewan juri.

RMI NU Tegal

Menurut Kiai Ahmad Munib Syafaat, model pakaian tahun ini berbeda dari tahun kemarin. Sarung sekarang, bukan identitas yang berarti dengan kekolotan.

"Karena banyak orang-orang penting dengan penuh percaya diri menggunakan kostum sarung di hadapan media nasional dan di depan publik. Sekarang sarung sudah menjadi identitas nasional," terang Kiai Munib di hadapan ratusan hadirin.

RMI NU Tegal

Ia mencontohkan, presiden, mentri, sampai dengan bupati, kerap kali mengenakan sarung.

"Tentu kita sudah jamak dengan nama Joko widodo, Imam Nahrawi, dan Abdullah Azwar Anas. Politikus di atas merupakan bagian dari pejabat negara sampai daerah yang mengenakan sarung pada sela-sela kesibukan mereka," tutur salah satu di antara pengasuh Pondok Pesantren Darussalam.

Ia menambahkan, karenanya kegiatan ini ke depan penting untuk dilaksanakan kembali. Sudah saatnya santri nusantara memiliki branding yang lebih baik. Dan selalu up to date dengan tantangan zaman yang terus berubah.

"Gelaran ini menjadi wadah penting untuk menumbuh kembangkan bakat dan minat santri. Juga menjadi ajang menunjukkan ke masyarakat luas khususnya di Kabupaten Banyuwangi, atas santri-santri yang memiliki dedikasi tinggi untuk kemajuan bangsa dan agamanya," tutur Gus Munib.

Dia menjelaskan, di tahun ini terdapat perwakilan peserta dari Negara Thailand. "Dan untuk tahun depan akan hadir sebagai peserta perwakilan dari Brunai Darussalam dan Malaysia," imbuh Gus Munib.

"Pada akhir laga nanti, sebelum didapuk sebagai juara. Seluruh peserta akan menunjukkan bakat dan minatnya di atas stage mall. Mulai dari; membaca kitab kuning, telling story, pidato bahasa asing, sampai bernyanyi," sambungnya.

Berhasil dipilih sebagai juara pertama duta Kang (kategori santri Laki-laki) atas nama M Sholeh Mubarok dari Pondok Pesantren Darussalam. Juara kedua atas nama M Yahya Ghozali dari Pondok Pesantren Darussalam 1. Juara ketiga adalah Rana Dwi Arisandi dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah.

Sedangkan finalis mbak (kategori perempuan), juara pertama atas nama Nurul Hidayah dari Pondok Pesantren Darussalam Putri Utara. Juara kedua diraih oleh Nila Shofy Nihayah, dan terakhir juara ketiga Dina Lutfiana dari Pondok Pesantren Darussalam Putri Selatan.

semuanya akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta bagi finalis juara pertama, juara kedua mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp.750 ribu, dan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp.500 ribu. Ditambah masing-masing akan mendapatkan beasiswa Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah dan pesantren selama satu tahun, trofy, dan sertifikat. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Cerita, Syariah RMI NU Tegal

Musim Hujan dan Percikan Najis

Seiring dengan datangnya musim hujan, banyak ruas jalan yang tergenangi air hujan maupun lumpur, sehingga disaat sedang mengendarai sepeda motor atau ketika sedang berjalan kaki  percikan air maupun lumpur tersebut mengenai pakaian yang kita kenakan. Bagaimanakah hukum pakaian tersebut?

Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia, terkhusus bagi umat muslim. Kaitanya dengan masalah pakaian, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dalam menjaga kesucian pakaian dari najis, karena hal ini berpengaruh terhadap sah dan tidaknya shalat, baik yang menempel pada pakaian, badan maupun tempat shalat.

Namun demikian Islam juga memperhatikan kemudahan, agar tidak terjadi kesulitan. Oleh karena itu, ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun dihindari.  Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali.

Musim Hujan dan Percikan Najis (Sumber Gambar : Nu Online)
Musim Hujan dan Percikan Najis (Sumber Gambar : Nu Online)

Musim Hujan dan Percikan Najis

قال الغزالي : يُعْذَرُ مِنْ طِيْنِ الشَّوَارِعِ فِيْمَا يَتَعَذَّرُ الإِحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا

Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini dimaafkan.

Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut diyakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.

وَأَمَّا مَا تَسْتَيْقِنُ نَجَاسَتَهُ فَيُعْفَى عَنِ القَلِيلِ مِنْهُ. وأمَّا الكَثِيْرُ فَلاَ يُعْفَى عنهُ كَسَائِرِ النَّجَاسَاتِ.

RMI NU Tegal

Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan, sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.

Alasan kenapa najis yang sedikit diatas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan tersebut. Padahal ia hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya.  

RMI NU Tegal

 

Penulis: Ahmad Fuad Basha

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Syariah RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Demak, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen, Demak, Jawa Tengah, mewajibkan para santrinya hafal tahlil atau susunan bacaan yang terdiri dari ayat, shalawat, kalimah thayibah, dan doa-doa yang biasa dibaca warga NU.

Pesantren Putri Nurul Burhany merupakan pondok pesantren khusus putri yang fokus pada al Qur’an, baik dari segi hafalan (tahfidh) maupun tafsirnya. Semua santri di pesantren ini juga diharuskan untuk mengahafal al-Qur’an, minimal Juz ‘Amma. Hafalan tahlil berserta doanya adalah tugas wajib lainnya.

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Menurut pengasuh pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni, tugas tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa tahlil merupakan salah satu bentuk amalan paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga setelah santri pulang diharapkan santri dapat mengamalkan amalan yang sudah ditanamkan di pondok pesantren ini.

RMI NU Tegal

kH. Helmi berharap setelah santri pulang di rumah atau kampung halaman masing-masing, para santri siap menjadi pemimpin atau imam tahlil di organisasi atau jama’ah yang ada di lingkungan masing-masing.

Dalam rangka menyiapkan hal tersebut, para santri dijadwal satu orang menjadi petugas tahlil dan satu orang lagi menjadi petugas do’a, dengan diikuti oleh santri-santri yang lain agar santri terbiasa menjadi pemimpin tahlil di hadapan orang banyak. (Abdus Shomad/Mahbib)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Khutbah, Daerah RMI NU Tegal

Senin, 06 November 2017

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Metro, RMI NU Tegal. Memperingati 83 tahun hari lahir Gerakan Pemuda Ansor, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung bekerja sama dengan Paguyuban Purwoasri Bersatu menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif dengan menurunkan kader Banser yang telah teruji menyembuhkan masyarakat sejumlah provinsi di Indonesia.

"Ini upaya mematuhi apa disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, daripada ngalor-ngidul,kesana kemari pamer bendera, pamer simbol, lebih baik berbuat," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, di Metro, Kamis (6/4).

Tatang menambahkan, bakti sosial penyembuhan alternatif ATS Metode tersebut digelar di Masjid Ar Rohim, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Sabtu 8 April 2017, pukul 08.00-16.00 WIB. Informasi dan pendaftaran, Asiten Perbekalan (Askal) Satkorwil Banser Lampung, Maryanto di nomor 081272469630.

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Satkorwil Banser Lampung, kata dia menambahkan, menurunkan Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto untuk menyembuhkan 70 masyarakat Metro yang sakit.

Aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan itu, ujar Tatang lagi, akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat, ? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

RMI NU Tegal

"Saya sakit maag akut. Alhamdulillah sembuh dengan penyembuhan relatif cepat dan tidak sakit," ujar Ketua PC GP Ansor Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Edi Rahmadi.

Pernyataan senada disampaikan Aba Rouf, warga Paser, Kalimantan Timur. Saat mengikuti kegiatan, ? penyakit maagnya kambuh.

"Setelah disentuh sebentar oleh sahabat Gatot selaku instruktur kegiatan, Alhamdulillah ada perbaikan. Tidak terasa sakit, langsung ada reaksi, sekitar tiga menit. Saya membuktikan sendiri jadi saya yakin bukan dibuat-buat," kata Rouf lagi.

?

Warga Muna, Sulawesi Tenggara, Farahu juga memberikan kesaksian mengenai ATS Metode. Saat mengikuti kegiatan dan Gatot menjadi instruktur, dirinya terserang demam ? sehingga keluar dari ruang ber-AC.

RMI NU Tegal

"Tapi setelah disentuh-sentuh sebentar tanpa sakit oleh instruktur kami, ada perubahan sehingga tak berapa lama berani masuk ruangan ber-AC lagi," kata Farahu. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Syariah RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur

Jember, RMI NU Tegal - Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Jember Muhammad Muslim meraih juara 1 Lomba Penyuluh Teladan Jawa Timur yang digelar di? aula Kanwil Kemenag Jawa Timur, Selasa lalu. Lelaki yang juga Ketua LTNNU Jember ini berhasil meraih prestasi itu setelah mengungguli 38 penyuluh dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan mengumpulkan nilai 3.372.

"Saya melakukan ini bukan untuk menjadi teladan, karena tugas penyuluh itu harus berbuat baik, bukan berebut menjadi yang terbaik. Tapi, saya bangga bisa menjadi yang terbaik," ujarnya kepada RMI NU Tegal di Jember, Sabtu (15/7).

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur

Muslim patut berbangga. Upaya untuk menggapai posisi ini tidaklah mudah. Ada sekian tahapan yang harus dilewati, mulai dari penilaian makalah, croscek lapangan hingga adu argumentasi di depan juri yang terdiri atas para professor.

Menurut Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) se-Eks Karesidenan Besuki ini, prestasi yang diraih tidak lepas dari semangat dan keiklasannya dalam memberikan bimbingan di berbagai lembaga, utamanya di Lapas Kelas II A Jember dan Masjid Muhammad Cheng Ho. Makalah yang ia angkat juga memotret kegiatannya di dua lembaga tersebut.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

"Saya punya banyak sekali kelompok binaan dan kelompok sasaran binaan, tapi yang menyedot perhatian lebih ada dua, yakni lapas dan Masjid Cheng Ho. Maka, dari keduanya saya menulis makalah atau karya ilmiah," tegasnya.

Di babak penyisihan, ia menyodorkan kegiatan bimbingannya di Lapas Kelas II A Jember dengan mengangkat judul Model Penyuluhan di Lapas Berbasis Kultur Pendidikan Pesantren. Semua tahapan di babak ini berhasil dilewati Muslim dengan baik.

Ia akhirnya mencapai babak final, dan bertarung dengan enam finalis penyuluh teladan. Mereka adalah penyuluh dari Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Ponorogo dan Jember. Di babak ini, Muslim mengangkat aktivitas pembinaannya di Masjid H Muhammad Cheng Ho yang dituangkan dalam makalah berjudul Pembinaan Keagaman dan Ekonomi Muallaf di Masjid Cheng Hoo dalam Bingkai Fiqh Progresif.

"Alhamdulillah nilai saya tertinggi (3.372)," kata Muslim.

Dengan capaian ini, Muslim berhak mewakili Kanwil Kemenag Jatim untuk lomba penyuluh teladan nasional yang akan dilaksanakan Agustus 2017. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Makam, Pahlawan RMI NU Tegal

Senin, 16 Oktober 2017

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Kupang, RMI NU Tegal. Para pimpinan organisasi kepemudaan di lingkungan NU, antara lain dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama lintas organisasi pemuda lainnya menggelar dialog antikorupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Acara? yang diprakarsai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT ini mengusung tema “Posisi dan Peran strategis Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi” dan berlangsung Selasa (15/12) lalu di gedung Graha Pena, Kupang.

Hadir dalam dialog lintas pemuda tersebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT Heri Boki, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua Pimpinan Cabang PMII Kupang, Ketua PW IPNU NTT, dan pimpinan organisasi lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kupang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, LSM Kompak Kota Kupang dan beberapa OKP Lokal.

RMI NU Tegal

Forum tersebut di antaranya mengundang pembicara Dedi Manafe (akademisi Universitas Nusa Cendana), Paul Sonlolaloe (LSM PIAR), dan Stanley Boymau (Redaksi Timor Expres).

RMI NU Tegal

Paul Sonlolaloe, dalam kesempatan tersebut menyinggung peran pemuda dalam pemberantasan korupsi, termasuk soal pencegahan serta? penindakan terkait berbagai kasus hukum di wilayah NTT.

Ia mengatakan, persoalan korupsi di NTT yang paling dominan ditemukan pada sektor pembangunan infrastruktur. Korupsi dilakukan secara berjamaah lantaran terjadi pembagian “jatah” dari pusat sampai ke daerah. Gerakan pemberantasan korupsi belum berjalan maksimal, karenanya ia mendorong pemuda turut mengawasi korupsi yang terjadi di NTT.

Menurut Dedi Manage dari Universitas Nusa Cendana, pemuda menjadi harapan bagi masa depan bangsa ini. Berbagai tipe yang dianggap jati diri? menjadi? sebuah ujian kita dalam mengatasi? gerakan pengantasan korupsi.

Perwakilan Redaksi Media Lokal Timor Expres, Stenly Boimau mengatakan, media bersama berbagai pihak harus berani membuka tabiat para pelaku korup di NTT. “Berbagai langkah yang dilakukan media, seperti melakukan advokasi, itu ruang lingkup serta dukungan moril dari masyarakat bahwa apapun bentuknya masalah korupsi tidak bisa ditolerir,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 14 Oktober 2017

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah

Sukoharjo, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menggerla jumpa pers, Jumat (10/4) siang soal pencatutan nama dan logo NU dan banom untuk kegiatan Tabligh Akbar bertema “Menjalin Silaturahmi, Menjaga Keutuhan Negeri dan Mewaspadai Pengaruh Syi’ah”.

Sedianya, acara tersebut akan diselenggarakan oleh Forum Bersama Umat Islam (FBUI) di Masjid Baiturrahmah Sukoharjo, Ahad (12/4) mendatang.

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Solo, NU Dicatut untuk Gerakan Waspada Syiah

“Mereka (FBUI,-red) telah mencantumkan nama serta logo NU, Banser dan Pagar Nusa tanpa ada izin dan komunikasi dengan kami. Ini merugikan Jamiyah NU,” ungkap Katib Syuriyah PCNU Sukoharjo, KH Abdullah Faishol didampingi Ketua Tanfidziyah, H Nagib Sutarno.

RMI NU Tegal

Untuk itu, NU Sukoharjo beserta banom, dirasa perlu memberikan klarifikasi atas tindakan tersebut. Pihaknya juga meminta agar logo NU dan Banom dihilangkan dari pamflet tersebut.

RMI NU Tegal

“Kami tidak pernah merasa dilibatkan apalagi mendukung acara tersebut, sehingga untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, pencantuman logo harus dihilangkan,” ujar dia.

Lebih lanjut dipaparkan, pihak panitia memang telah melayangkan permintaan maaf atas pencantuman logo tersebut, akan tetapi belum dibarengi dengan penghilangan logo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Syariah RMI NU Tegal

Sabtu, 16 September 2017

Belajarlah kepada Ulama yang Jelas Silsilah Keilmuannya

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?

Jamaah jumat rahimakumullah,

Belajarlah kepada Ulama yang Jelas Silsilah Keilmuannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajarlah kepada Ulama yang Jelas Silsilah Keilmuannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajarlah kepada Ulama yang Jelas Silsilah Keilmuannya

Adalah sebuah keniscayaan dan keharusan bagi khotib untuk selalu mengingatkan kepada diri khotib pribadi khususnya dan para jamaah pada umumnya untuk selalu meningkatkan ketaawaan kepada Allah SWT. Dengan ketakwaan kepada Allah SWT insyaallah kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak nanti akan selalu dalam perlindungan dan ridha Allah SWT. Karena takwa merupakan sebaik-baik bekal menuju alam akhirat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 197:?

RMI NU Tegal

? ? ? ? ?

?

RMI NU Tegal

“…Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…”

Ketika takwa hadir dalam diri kita, kehidupan kita pastilah akan terkontrol. Kita akan selalu patuh untuk melaksanakan perintah-perintah yang diberikan oleh Allah SWT. Dan ketika hati kita tergiur untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah pastilah kita akan ingat dan merasa takut untuk melakukannya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dalam mengarungi samudera kehidupan ini kita harus memiliki bekal yang cukup agar tidak tersesat dan terjerumus kepada sesuatu yang merugikan kita sendiri. Salah satu bekal yang sangat penting dalam kehidupan ini adalah bekal ilmu yang akan mempermudah kita dalam beramal dan beribadah. Terlebih bekal ilmu agama. Karena ilmu agamalah yang akan mengarahkan kita untuk tetap istiqamah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Menuntut ilmu agama adalah wajib hukumnya bagi setiap Muslim. Kita sebagai seorang Muslim haruslah terus berusaha untuk menambah keilmuan kita khususnya dalam bidang agama agar ibadah yang kita lakukan setiap saat memiliki dasar dan bukan hanya karena ikut-ikut saja.

Lalu muncul pertanyaan: kepada siapa kita harus belajar ilmu agama? Apakah kita bisa belajar memahami sendiri Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama Agama Islam? Jawabannya tentu saja kita harus belajar kepada orang yang sudah memiliki kemampuan di bidangnya, yaitu para ulama. Kita haruslah belajar kepada para ulama yang jelas silsilah keilmuannya, jelas telah teruji kealimannya. Kita tidak bisa belajar Islam langsung dari Al-Qur’an dan Hadits. Perlu berbagai macam disiplin ilmu yang dalam memahami maksud dari Al-Qur’an dan hadits. Hal ini sudah ditegaskan oleh Allah dalam QS An-Nahl ayat 43:

? ? ? ? ? ? ?

“…Bertanyalah kepada ahli zikir (ulama) jika kamu tidak mengetahui” (An Nahl :43)

Namun, jamaah jumat rahimakumullah,

Pada era sekarang ini kita haruslah berhati-hati dalam belajar agama dan memilih ulama untuk dijadikan pegangan serta panutan dalam melaksanakan ibadah. Sekarang banyak sekali bermunculan “ulama instan” yang pintar dalam bebicara namun minim ilmu agamanya. Mereka ini mengedepankan popularitas daripada kualitas keilmuannya. Dengan dukungan media dan acara di televisi, banyak sekali saat ini para artis yang tiba-tiba menjadi dai dan cepat dikenal oleh masyarakat melalui acara-acara agamis. Sudah mulai tampak dan nyata sekali saat ini seperti yang pernah dikatakan oleh dai sejuta umat Almarhum KH Zainuddin MZ bahwa banyak tontonan menjadi tuntunan dan tuntunan menjadi tontonan. Hal inilah yang kemudian memunculkan fenomena banyak umat yang mengalami kebingungan dalam memahami dan meyakini pemahaman agama.

Jamaah jumat rahimakumullah...

Tidak semua orang yang mengisi acara ditelevisi memiliki kemampuan agama yang mumpuni. Terkadang yang tidak memilki kompetensi malah dijadikan rujukan dalam beragama karena memiliki kedekatan dengan media. Sementara yang benar-benar alim malah sama sekali tidak dijadikan panutan dalam beragama karena memang tidak terpublikasikan oleh media. Apalagi di era digital saat ini banyak bermunculan pemahaman-pemahaman yang keras dalam beragama yang disebarkan melalui dunia maya, internet. Hal ini perlu diwaspadai oleh kita dan juga para generasi muda yang sekarang ini selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Jika tidak waspada, tidak mustahil beberapa tahun ke depan pemahaman-pemahaman agama yang radikal akan muncul dari para generasi muda sekarang.

Fenomena ulama instan seperti ini sudah diingatkan oleh Imam al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah dengan istilah ulama su. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa ulama su termasuk ulama yang dapat merusak karena memiliki niatan memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk memperkaya diri dengan materi, menyombongkan diri, membanggakan diri dan memperbanyak pengikut setia.

Ulama seperti ini sebenarnya tertipu oleh syaitan dengan bisikan merasa paling baik dan benar. Inilah cara syaitan zaman sekarang yang menyesatkan manusia dengan amal ibadah yang seolah baik namun sebenarnya itu adalah perangkap syaitan untuk menjerumuskan manusia.

Rasulullah pun mengingatkan bahwa ulama seperti inilah yang dikhawatirkan olehnya di samping Dajjal akhir zaman. Kalau Dajjal hanya menyesatkan manusia, tapi ulama su lebih dari itu yaitu menipu dengan ajakan agar tidak terlalu cinta kepada dunia namun sebenarnya Ia sendiri yang memiliki niatan keduniawian.

Jamaah jumat rahimakumullah...

Predikat ulama tidaklah bisa dicari dan disematkan sendiri. Predikat ini akan disematkan sendiri oleh masyarakat dengan melihat kiprah, kemampuan, keikhlasan dan keistiqomahan yang bersangkutan dalam kehidupan beragama. Seorang ulama bukanlah mereka yang palign banyak hafalan al-Qur’an dan hadits. Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah SWT sebagaimana firman Allah QS Fathir: 28.

. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat sangat mulia dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin sangatlah berat. Kalau kita tidak memercayai ulama, lalu kepada siapa kita percaya? Kalau kepercayaan kita telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kita mengembalikan semua problem hidup kita dan mencari rujukan hukum-hukum syariat Islam?

Oleh karena itu kita haruslah ingat dan menyadari bahwa wafatnya ulama adalah merupakan bencana bagi alam semesta. Mereka ada seperti cahaya yang menghilangkan kegelapan, dan ketika cahaya telah padam maka kondisinya akan kembali gelap. Dan seiring berjalannya waktu, cahaya akan benar-benar redup, hingga kehidupan akan menjadi gelap dari ilmu. Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah Saw.

? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR. Thabrani).

Jamaah jumah rahimakumullah.

Menutup Khutbah ini, marilah kita bersama berdoa kepada Allah SWT, semoga negara kita Indonesia akan senantiasa dianugerahi sosok-sosok ulama yang benar-benar alim dan dapat memberikan pencerahan kepada kita. Bukan ulama yang menghadirkan perpecahan di tengah-tengah umat. Bukan ulama yang mengedepankan dan mengunggulkan pendapat sendiri dan golongan. Dan semogalah Allah akan senantiasa menurunkan ilmunya kepada generasi selanjutnya, sehingga akan muncul kembali para ulama yang mampu membimbing peradaban manusia sesuai dengan apa yang digariskan oleh Allah SWT. Amin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.





Muhammad Faizin, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, IMNU RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock