Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki "Turun...!"

Jakarta, RMI NU Tegal. Habib Noval, Sekjen Pengurus Daerah (Pengda) Front Pembela Islam (FPI) diminta turun panggung saat memberikan ceramah agama di Graha Mahbub Djunaidi PB PMII (Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Jakarta, Senin (16/4) malam lalu. Ia diundang oleh Panitia Harlah PMII ke-52 tahun untuk memberikan nasihat di Pengajian Maulid Nabi SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke 52.

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki Turun...! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki Turun...! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelekkan Gus Dur, Sekjen Pengda FPI Diteriaki "Turun...!"

Noval adalah pembicara ketiga setelah Arif Mudatsir Mandan, ketua alumni PMII dan KH. Nuril Huda, seorang pendiri PMII di tahun 1960. Dalam ceramah agamanya, Noval berpesan agar para kader PMII turut partisipasi menegakkan syariat Islam. Untuk hal ini, kader PMII tampak setuju karena PMII adalah organisasi underbouw kemahasiswaan NU yang berhaluan Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah dan kesetiaan pada 4 pilar bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam ceramah panjangnya, Noval menyebut-nyebut sejumlah ideologi yang dianggapnya anti syariat Islam. Liberalisme menjadi dominan dalam isi ceramahnya. Ia membilang sejumlah orang yang dianggap antek liberal. Ulil Abshar Abdalla nama yang kerap disebut. “Kami siap membunuh mereka yang anti syariat,” tandas Noval dengan penuh emosi di atas panggung.

RMI NU Tegal

Malam semakin larut, ceramah masih kondusif. Suasana mulai berubah ketika Noval beralih ke nama lain. Gus Dur, sapaan hangat KH AbdurrahmanWahid, presiden ke-4, dikatakan telah menghina Islam. Gus Dur dinilainya telah melanggar undang-undang penistaan agama dengan opini bahwa Alquran adalah kitab porno.

Ceramah yang terlalu panjang dengan larutnya malam semakin tidak proporsional. Gus Dur yang di mata kader PMII sebagai teladan aktivis rakyat, mulai digambarkan Noval dengan sebutan yang tidak pantas. Dari setiap sudut dan jajaran depan, suara yang meminta Noval turun panggung diteriakkan.

RMI NU Tegal

Ceramah Noval dinilai tidak sesuai dengan nafas Harlah PMII ke-52 yang bertema ‘Kembalikan Kedaulatan ke Tangan Rakyat’. Bagi kader PMII, Gus Dur adalah aktivis yang memahami jiwa dan karakter rakyat. Karenanya, kader PMII tidak gampang saja menerima hasutan Noval.

Mendengar tuntutan untuk turun panggung, Noval tampak gugup. Di luar dugaan, orasinya mendapat reaksi yang luar biasa. Noval lalu mencoba mengatur diri dengan mengubah isi pembicaraan. Sebelum turun panggung, ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada PMII ke-52.

Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke-52 ini juga dihadiri oleh lebih dari 200 kader PMII. Posisi PB PMII di Salemba Tengah, persis di simpang tiga jalanan. Membeludaknya para hadirin yang mengitari panggung, mempersempit badan jalan. Namun begitu, arus lalu lintas tatap mengalir lancer atas bantuan sejumlah kader PMII dan pemuda setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nusantara, Lomba, Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren

Tangerang, RMI NU Tegal. Keberadaan Pondok Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan yang sudah eksis jauh sebelum berdirinya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai hari ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Demikian dikatakan Khoirun Huda, ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang, di sela-sela acara Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Sekretariat GP Ansor di Tangerang, Banten, Rabu (21/10).

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Dorong Perda Pondok Pesantren

Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional yang secara resmi ditetapkan Presiden merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran? dan eksistensi santri yang telah memberikan andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

RMI NU Tegal

Pesantren juga dinilai berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Jutaan anak bangsa terlahir dari kobong-kobong pesantren, tidak sedikit dari mereka yang kemudian menjadi tokoh-tokoh besar negeri ini,” tutur Huda.

RMI NU Tegal

Untuk itu Huda menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional tidak boleh hanya menjadi seremoni belaka. Ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk lebih serius dan fokus memberikan perhatian bagi santri dan Pondok-pondok Pesantren. “Selama ini? perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren? dirasa sangat kurang.? Pemerintah biasanya berdalih tidak adanya payung hukum yang jelas terhadap Pondok Pesantren? yang membuat mereka kesulitan memberikan bantuan” tuturnya .

Maka dari itu, pihaknya akan mendorong kepada pihak eksekutif maupun legislatif Kabupaten Tangerang untuk membuat regulasi daerah guna mengakomodasi dan memberikan payung hukum yang jelas bagi pondok pesantren.

“Kami berharap perda ini nantinya dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pondok pesantren, sekaligus menjadi payung hukum pemerintah daerah untuk membuat kebijakan-kebijakan terkait pondok pesantren,’’ paparnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh KH. Ahmad Imron selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah Cisoka. Dia menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa santri dan pesantren senantiasa hadir dalam menjaga keutuhan dan tegaknya NKRI. “Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian bagi santri dan pesantren,” terangnya.

Acara peringatan menyambut Hari Santri Nasional tersebut? dirangkai dengan kegiatan Istighosah dan Haul Akbar Muassis NU, Refleksi Resolusi Jihad NU, dan ditutup dengan pemutaran film Sang Kiai. Tidak kurang dari oleh 500 jamaah turut? hadir dalam acara tersebut diantaranya dari jajaran pengurus Ansor , Banser, NU, santri dan pengasuh pondok pesantren serta tokoh masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, Tokoh RMI NU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia

Jakarta, RMI NU Tegal. Kabar duka kembali menyelimuti Nahdliyin. Salah seorang A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Mudzakir wafat, Selasa (16/5), pukul 09.15 WIB, di Ruah Sakit MMC Kuningan, Jakarta.

Berita tersebut segera menyebar di grup-grup Whatsapp dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Sebelumnya, almarhum menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari lantaran sakit paru.

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia

Terakhir almarhum mengemban amanah sebagai ketua panitia pembangunan kampus Universitas Nadhaltul Ulama (UNU) Indonesia setelah sebelumnya sukses memimpin proyek pembangunan Masjid an-Nahdlah yang terletak di Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Wasekjen PBNU H Ulil Abshar Hadrawi mengenang Imam Mudzakir sebagai sosok pejuang NU yang gigih dan tanpa pamrih. “Beliau sangat ramah dan dermawan. Kita kehilangan salah satu figur yang bisa diteladani,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Ulama, Olahraga, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Hasyim Bertemu Petinggi Hamas

Damaskus, RMI NU Tegal. Untuk merealisasikan gagasan meredakan konflik di Timur Tengah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Senin (5/1) melakukan pertemuan dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal, di Damaskus, Syria.

?

Hasyim Bertemu Petinggi Hamas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Bertemu Petinggi Hamas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Bertemu Petinggi Hamas

“Saya telah bertemu dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal,” kata KH Hasyim Muzadi ketika dihubungi via ponsel di Damaskus, Syria, kemarin. Dalam pertemuan itu, Hasyim didamping Menteri Luar Negeri RI Hasan Wirayuda dan Ali Alatas.

Hasyim mengatakan, pertemuan tersebut berjalan sangat menarik, karena kedua belah pihak sempat tukar pikiran guna mengatasi krisis di sejumlah negara di Timur Tengah, terutama Palestina dan Irak. ”Pertemuan ini sangat menarik, karena sempat terjadi diskusi antara Hasan Wirayuda, saya sendiri dan pak Ali Alatas,” kata Hasyim.

Dalam pertemuan, kata Hasyim, Cholid menyampaikan banyak hal, antara lain soal serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Irak, dan tidak kompaknya Hamas dan Fatah di Pelestina. Cholid sempat melontarkan kirik terhadap negara-negara di Timur Tengah, serta dunia internasional yang tidak dapat berbuat banyak untuk perdamaian di Irak dan Pelestina.

”Dunia Arab tidak care karena ada polarisasi pro dan kontra. Dunia internasional sendiri sama sekali tidak pernah bicara ketidakadilan. Serangan intelijen asing juga sangat kuat dan semua kekuatan dunia bermain di Palestina,” ungkapnya menirukan peryataan Cholid.

RMI NU Tegal

Dalam pertemuan itu, baik Hasyim, Hasan Wirayuda, maupun Ali Alatas banyak memberikan masukan untuk perdaiaman di Timur tengah. Soal sikap RI terhadap Palestine, Hasan Wirayuda mengatakan, bahwa pemerintah RI sangat mendukung dan siap membantu Pelestina dengan segala kemampuan. ”Pak Hasan menyampaikan, bahwa standar kebijakan baku RI yang mendukung Palestina dan siap membantu dan RI siap membantu upaya perdamaian,” jelas Hasyim.

?

Hasyim sendiri menyatakan, bahwa Indonesia juga pernah dijajah bangsa asing. Bahkan Indonesia dijajah kurang lebih selama 250 tahun, sehingga penderitaan bangsa Indonesia sebenarnya lebih parah dari pada bangsa Palestina. “Kalau Palestina dijajah selama 60 tahun, Indonesia telah dijajah selama 350 tahun, sehingga penderitaan rakyat Indonesia lebih lengkap,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Kepada bangsa Pelestina, Hasyim meminta agar tidak meminta belas kasihan bangsa penjajah. Sebab permintaan belas kasihan tidak akan dapat menggugah hati nurani mereka untuk segera keluar dari palestina. Yang harus dilakukan bangsa Palestina dan Irak, kata Hasyim, adalah menjalin persatuan, karena hal itulah yang sangat ditakuti oleh penjajah.

“Kita tidak perlu mengharap penjajah berbuat baik pada kita atau mengeluh atas kekejaman mereka, karena itu tidak mungkin. Yang paling penting kita harus menata diri karena yang ditakuti penjajah bukan senjata dan uang tapi persatuan. Kalau kita pecah itu adalah hadiah gratis untuk penjajah,” katanya.

Dalam lawatan ke Timur Tengah itu, Hasyim juga bertemu dengan Presiden Syria Basyar Asad dan Wakilnya Farouq Al-Syara, Mufti Republik dan Menteri Agama Lebanon, Syekh Muhammad Rosyid Kabbany, Wakil Imam Syiah di Libanon, Syekh Amir Qobalany dan Rektor Universitas Internasional Libanon, Dr Ahmad Husan. Setelah dari Syria, Hasyim akan menuju ke Iran bertemu dengan penasihat Presiden Iran Syekh Ali Ali Attaskhiry. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Gus Edi Wafat, Pesantren Tambakberas dan NU Jombang Berduka

Jombang, RMI NU Tegal. Kabar duka tersiar dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas dan PCNU Jombang Jawa Timur. Salah seorang pimpinan di pesantren setempat yang juga salah seorang Ketua PCNU Jombang, Ir. H. Edi Labib Patriadin wafat, Ahad (11/10) siang.

Gus Edi Wafat, Pesantren Tambakberas dan NU Jombang Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Edi Wafat, Pesantren Tambakberas dan NU Jombang Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Edi Wafat, Pesantren Tambakberas dan NU Jombang Berduka

Kabar yang diterima, Gus Edi, sapaan akrabnya, mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 12.30 Wib di Rumah Sakit Airlangga Jombang setelah beberapa hari sebelumnya menjalani perawatan.

"Meskipun meninggal siang hari, tapi prosesi shalat jenazah dan penguburan Gus Edi dilakukan bakda shalat Isya," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Ketua PC Fatayat NU Jombang yang juga bendahara di PPBU. Hal tersebut dilakukan karena masih menunggu keluarga dari sejumlah kota.

RMI NU Tegal

Pantauan media ini, sekitar pukul 19.00 WIB kegiatan shalat jenazah dilangsungkan di Masjid Jami pesantren setempat. KH Djamaluddin Ahmad didapuk sebagai imam dan memipin tahlil sekaligus doa untuk jenazah.

RMI NU Tegal

Ribuan santri, ustadz, gus dan kiai dari sekitar Jombang, serta berbagai kota terlihat memenuhi masjid legendaris pesantren tersebut. Bahkan saat membacakan doa tahlil, KH Djamaluddin Ahmad sempat terisak yang diikuti amin para jamaah.

KH Hasib Wahab sesaat sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman keluarga, mengungkapkan bahwa Gus Edi adalah pegiat sejati. "Sejak awal, ia mendermabhaktikan waktu dan tenaga serta semua yang dimiliki untuk pesantren dan NU," terangnya. Bahkan saat Muktamar ke-33 NU yang antara lain dilangsungkan di pesantren ini, kiprah Gus Edi sangatlah vital. Di kepanitiaan, nama Gus Edi bahkan dipercaya sebagai kiai penghubung tingkat pesantren, lanjutnya.

Gus Edi dimakamkan di pesarean keluarga pesantren,  yakni satu kompleks dengan almarhum KH Abdul Wahab Chasbullah. Tampak mengiringi ke pemakaman yakni Nyai Hj Mundjidah Wahab selaku salah seorang pengasuh pesantren serta Wakil Bupati Jombang.

Sebelum menjabat sekretaris umum pesantren, Gus Edi pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas PPBU tahun 2006 – 2009. Gus Edi merupakan putra KH. Najib Wahab yakni putra ketiga pendiri dan penggerak NU KH. Abdul Wahab Chasbullah. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

Jombang, RMI NU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar pembukaan diba’ kubro, Jumat (11/3). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Ketua PAC IPPNU Ngoro, Siti Mufarikhah mengungkapkan bahwa dalam kesempatan selanjutnya, kegiatan diba’ kubro akan diselenggarakan di masing-masing Pengurus Ranting (PR), Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan PKPTNU Ngoro.

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

“Agenda kegiatan rutin diba? kubro Jumat Kliwon PAC IPNU-IPNU yang mana akan ditempatkan di setiap ranting baik

PR, PK, PKPTNU Se-Kecamatan Ngoro,” katanya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Ia mengaku belakangan ini tak sedikit kelompok yang ajarannya menyimpang dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Mereka cenderung mencampur adukkan ajarannya ke dalam tradisi-tradisi ke-NU-an. “Menjaga tradisi NU yang sekarang ini sudah mulai terkikis karena aliran-aliran yang melenceng dengan ajaran Aswaja an-Nahdliyah,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jombang,Abdul Rosyid berharap agar kegiatan diba’ kubro tersebut terus dimaksimalkan dalam setiap kesempatan yang sudahdijadwalkan. Ia juga mengimbau PAC IPNU-IPPNU Ngoro untuk mengoptimalkan kinerja PR dan PK. “PAC IPNU-IPPNU Ngoro hendaknya dapat mengoptimalkan PR maupun PK yang sudah terbentuk, dan terus menyemangati untuk mengadakan kegiatan-kegiatan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengajak pelajar NU tingkat ranting dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) Ngoro untuk istighosah bersama dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) IPNU-IPPNU. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ulama, Internasional RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU

Rembang, RMI NU Tegal - Sebagai upaya kaderisasi pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pimpinan Ranting (PR) Desa Kumbo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bersilaturrahim ke SMK Hidayatul Muslimin Kumbo.

SMK yang berdiri dibawah naungan Yayasan Pendidikan Hidayatul Muslimin Desa Kumbo, Sedan, Rembang, ini berdiri pada tahun 2013 dengan jumlah siswa saat ini sebanyak 75 siswa.

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Hidayatul Muslimin Siap Ubah OSIS Jadi IPNU-IPPNU

PR IPNU Desa Kumbo Aan Ainun Najib mengatakan, sebagai upaya kaderisasi NU tingkat pelajar, maka sudah sepatutnya IPNU-IPPNU bergerak di sekolah tingkat SLTA. "Beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan silaturrahmi dan koordinasi kepada beberapa tokoh yayasan Hidayatul Muslimin terkait kaderisasi dan pendirian Komisariat di SMK tersebut," ujar Aan.

Alhamdulillah, lanjut Aan, tanggapan positif disampaikan pembina kesiswaan SMK Hidayatul Muslimin. "InsyaAllah, bulan depan kami akan komunikasi lebih lanjut dengan kepala sekolah dan pembina kesiswaan terkait penentuan waktu pelaksanaan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Red. Makesta) dan pembentukan Komisariat IPNU-IPPNU di SMK Hidayatul Muslimin", tambahnya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Wakil Ketua Cabang IPNU Kabupaten Rembang tersebut menyebut mengharapkan upaya kaderisasi Pelajar NU dapat berjalan secara kontinuitas dan tidak terputus, Tentu saja komitmen dan partisipasi dari semua pihak juga tetap diperlukan.

Pembina Kesiswaan SMK Hidayatul Muslimin Rahmawati mengatakan, beberapa tahun terakhir memang kami melihat beberapa kegiatan baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU. Baik itu berupa kaderisasi maupun sosial masyarakat, diantaranya bazar sembako murah, karnaval, dan pengajian.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada pengurus IPNU-IPPNU, atas upaya baik mereka untuk mempersiapkan kader muda bangsa ini menuju kader yang lebih baik lagi lewat kaderisasi IPNU-IPPNU. "Kami siap untuk mengubah badge OSIS menjadi Komisariat IPNU-IPPNU SMK Hidayatul Muslimin", tutupnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Bantul, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali berhasil mewisuda santrwati-santriwati berprestasi di bidang Al-Qur’an, Senin (4/6). Delapan santriwati berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an (bil ghoib), 117 wisuda khatam Al-Qur’an bin-Nazhori sebanyak 117 santriwati dan 126bsantriwti khatam Juz ‘Amma.

Tiga nyai pengasuh satriwati --Nyai Hj. Durroh Nafisah, Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi, dan Nyai Hj Ida Rufaida-- turut langsung mewisuda para santri wati yang berasal dari pelbagai daerah itu.

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Turut hadir dalam acara segenap keluarga dan dewan asatidz Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, para tamu undangan serta para orangtua para khotimat (peserta wisuda). Selain itu, hadir pula Katib ‘Aam PBNU Dr. KH. Malik Madani, Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa.?

Acara Khotmil Qur’an berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda. Terlebih, suasan berubah menjadi hening tatkala para santriwati peserta khotmil qur’an bil ghoib diuji kemampuan hafalannya di depan seluruh hadirin oleh Nyai Hj. Durroh Nafisah dan Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi.

RMI NU Tegal

Tidak hanya itu, performa tafsir dwibahasa inggris dan arab juga dipertontonkan beberapa khotimat pada malam itu.?

Redaktur : Hamzah Sahal

RMI NU Tegal

Sumber ? : krapyak.org

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, News, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah

Jakarta, RMI NU Tegal. Sikap tegas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menolak penerapan sistem kekhalifahan di Indonesia dinilai sangat tepat oleh H Abdullah Syarwani SH, Dubes RI untuk Lebanon, baik secara kultur maupun geopolitik.

Dikatakan, isu kekhilafahan sendiri tidak cukup popular di negara-negara Timur Tengah Sendiri. Hamas di Palestina, maupun Hizbullah yang sangat kuat di Lebanon sama sekali tidak mengangkat isu khilafah, walaupun keislaman mereka terbilang militan.

“Barangkali mereka menyadari ruwetnya penerapan sistem Islam di tingkat nasional apalagi menerapkan sistem pemerintahan yang bersifat transnasional itu,” kata Syarwani kepada RMI NU Tegal di Jakarta, Kamis (23/8).

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah

Apalagi dalam negara Pancasila seperti Indonesia, sistem itu tidak relevan dan memang secara praktis sulit diwujudkan dan apaya ke sana akan banyak merusak sistem kehidupan yang ada. Sementara bagi warga Nahdliyyin (NU), ketika aspirasi negara Islam sebagaimana yang tercermin dalam Piagam Jakarta telah ditempatklan sebagai jiwa dari konstutusi maka itu dianggap sudah cukup.

“NU memerlukan substansi agama, bukan formalitasnya. Ini sebuah sikap kenegaraan dan kebangsaan yang benar,” kata kader NU yang pernah menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor tahun 1970-an itu.

RMI NU Tegal

Abdullah Syarwani yang juga dikenal sebagai sesepuhnya LSM itu mengingatkan, walaupun saat ini umat Islam Indonesia telah hidup dalam arus global sehingga membawa kita pada globally thought (berpikir secara global), namun tetap harus berpijak pada bumi sendiri agar tetap relevan. Karena itu, lanjutnya, NU harus bertindak secara lokal-nasional (local action), mengingat banyak persoalan lokal yang perlu diperhatikan bahkan perlu diperjuangkan agar tidak lenyak dalam arus globalisasi, baik politik, ekonomi maupun budaya.

“Sistem khilafah yang ditawarkan oleh Hizbut Tahrir itu adalah salah satu bentuk globaliasasi politik, yang ini tidak sesuai dengan nation state yang telah kita perjuangkan dan kita bangun. Dengan nation state itu kita perjuangkan toleransi dan keanekaragaman budaya, yang selalu akan diseragamkan oleh ideologi global transnasional, baik yang dating dari kalangan Islam maupun lainnya,” katanya.

Dikatakan, NU sangat menghormati tradisi dan budaya lokal termasuk tradisi politiknya. Karena tradisi itu yang sangat dekat dan relevan bagi kehidupan masyarakat. Sementara itu Pancasila merupakan yang dipegang NU merupakan puncak kompromi dari seluruh proses itu di masa lalu dan sekarang masih relevan untuk digunakan.

“Karena itu sangat tepat kalau NU menawarkan Islam dengan asaas Pancasila dan ahlussunnah wal jamaah itu pada dunia luar, sehingga melahirkan Islam yang toleran dan moderat, tetapi bersikap tegas terhadap gerakan yang bertentangan dengan prinsip NU,” katanya.

Bila bersikap demikian, maka secara organisasi NU benar-benar telah matang. Karena itu, menurut Abdullah Syarwani, KH Hasyim Muzadi dan PBNU harus konsisten dengan Sikapnya yang tegas itu.(dam)

RMI NU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Ulama, Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ketua MA Iran Minta Umat Islam Waspadai Propaganda AS

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran Ayatollah Sayyed Mahmoud Hashemi Syahrudi meminta umat Islam di seluruh dunia untuk mewaspadai propaganda Amerika Serikat (AS). Karena, menurutnya, semua pertikaian antar-aliran Islam di Timur Tengah saat ini merupakan akibat ulah AS yang ingin memecah-belah dan menghancurkan dunia Islam.

“Krisis di Irak, Afganistan dan lain-lain bukanlah akibat perselisihan ulama, tetapi semua karena ulah penjajah (AS dan negara sekurunya, Red). Mereka berusaha menciptakan perpecahan dan perselisihan di antara umat Islam,” kata Hashemi Syahrudi saat bersilaturrahim dengan kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (8/3)

Hadir dalam pertemuan itu Menteri Luar Negeri RI Hasan Wirayuda, Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrooz Kamalvandi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin dan sejumlah petinggi PBNU lainnya.

Ketua MA Iran Minta Umat Islam Waspadai Propaganda AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MA Iran Minta Umat Islam Waspadai Propaganda AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MA Iran Minta Umat Islam Waspadai Propaganda AS

Hashemi Syahrudi menegaskan, pertikaian antara kelompok Syiah dan Sunni di Irak terang sekali bukan bersumber pada perbedaan paham dan keyakinan. Karena, menurutnya, sejak berabad-abad yang lalu, hubungan keduanya sangat baik. “Mereka (Syiah-Sunni) selama ini hidup berdampingan dan saling menghormati,” katanya.

Namun, lanjutnya, perbedaan-perbedaan antara dua aliran itu kemudian dijadikan alat untuk memecah-belah dan menebarkan sikap permusuhan. Hal itu, ujarnya, terjadi sejak pendudukan pasukan AS dan negara sekutunya di Irak.

RMI NU Tegal

“Saya 30 tahun berada di Irak. Selama 30 tahun itu saya tidak pernah melihat ada orang Syiah membunuh orang Sunni, atau orang Sunni membunuh orang Syiah. Mereka hidup damai. Tidak ada fanatisme di antara mereka,” terang Hashemi Syahrudi.

AS, jelas Hashemi Syahrudi, tidak cukup menyebarkan kebencian di kalangan kelompok Sunni dan Syiah. Negara adidaya tersebut, katanya, juga bekerjasama dengan sebuah kelompok Islam yang ekstrim. Ia menyebutkan kelompok tersebut memiliki ciri yakni mudah mengkafirkan orang atau kelompok lain yang tidak sepaham.

RMI NU Tegal

“Muncul paradigma; mereka yang berbeda paham dan keyakinan dalam bidang fikih, akidah dan lainnya adalah kafir. Orang kafir, kata mereka, halal darahnya dan harus dibunuh. Mereka sering kali menganggap kaum Syiah dan Sunni adalah kafir. Ini sangat berbahaya bagi umat Islam,” ungkapnya.

Hashemi Syahrudi meminta ulama dan umat Islam di dunia juga memerangi pemikiran dan kelompok-kelompok ekstrim tersebut. Karena, menurutnya, pemikiran itu bukanlah pemikiran Islam yang benar.

Pertemuan Ulama se-Dunia

Dalam kesempatan itu, Hashemi Syahrudi juga menyambut baik rencana pertemuan ulama-ulama se-dunia di Indonesia pada 2-3 April mendatang. Namun demikian, ia meminta pertemuan tersebut tidak mengundang ulama-ulama dari kelompok Islam garis keras yang kerap kali mengkafirkan orang atau kelompok lain.

“Saya yakin NU mampu mengumpulkan ulama se-dunia. Tapi bagi mereka yang mudah mengkafirkan orang lain, hendakalah tidak datang. Saya menyambut baik ide itu. Tapi syaratnya satu, mereka yang hadir adalah ulama-ulama yang tidak mudah mengkafirkan orang lain,” pinta Hashemi Syahrudi.

Sementara itu, Hasyim Muzadi kepada wartawan usai acara tersebut menyatakan, Indonesia, melalui pertemuan ulama se-dunia itu diminta untuk membantu dunia Islam keluar dari isu-isu ‘jebakan’. Selama ini, menurutnya, dunia Islam seakan terpedaya oleh tipu muslihat AS dengan isu-isu sectarian tersebut.

“Di Irak, pertikaian antara Syiah-Sunni terjadi setelah pendudukan AS dan negara sekutunya. Gerakan intelijen kemudian ‘memroses’ perbedaan-perbedaan di antara Syiah dan Sunni menjadi permusuhan, peperangan dan tindak kekerasan lainnya. Memang ada perbedaan paham dan keyakinan antara mereka. Tapi perbedaan-perbedaan itu kemudian ‘diproses’ menjadi kebencian,” jelas Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion and Peace.

Menurut Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars Scholar itu, isu-isu ‘jebakan’ tersebut juga bakal diterapkan pada negara-negara Islam lainnya. Oleh karenanya, umat Islam harus berhati-hati dan sudah saatnya dunia Islam berusaha menghindar jebakan-jebakan tersebut.

Diungkapkan Hasyim, sekitar 20 ulama dari berbagai negara Islam akan hadir pada pertemuan yang akan digelar di Istana Bogor itu. Di antaranya, Libanon, Irak, Iran, Pakistan, Yordania, Suriah, Saudi Arabia, Malaysia dan lain-lain. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah

Pekalongan, RMI NU Tegal

Rombongan audiensi panitia Muktamar Jatman XII yang dipimpin Wakil Mudir Aam Jatman Abdul Hadi memohon dukungan sepenuhnya agar kegiatan Muktamar yang ketiga kalinya dilangsungkan di Pekalongan berjalan sukses.

Bahkan untuk suksesnya perhelatan ini, pihak panitia juga melakukan koordinasi dengan instansi di tiga wilayah, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang utamanya kepada Bupati, Walikota, Kapolres, Kodim dan Kemenag.

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah

Hal ini dimaksudkan agar acara yang dihadiri tamu tamu utusan dari berbagai daerah, para mursyid tarekat serta delegasi ulama dari luar negeri bisa berlangsung aman dan sukses.

"Muktamar ke-12 telah dipersiapkan dan direncanakan secara matang, bahkan delegasi muktamar diperluas hingga ke mancanegara," ujar Guru Besar UIN Semarang, di Kantor Bupati Pekalongan di Kajen, Senin (04/12).

RMI NU Tegal





Dikatakan, bebebapa isu penting seperti masalah kenegaraan dan kebangsaan telah menjadi agenda pembahasan komisi rekomendasi yang hasilnya disampaikan kepada pemerintah terkait serta delegasi mancanegara.

RMI NU Tegal

Dari data panitia, setiap daerah baik wilayah atau cabang dibatasi pengiriman peserta maksimal 20 peserta yang terdiri dari peserta Jatman, Muslimat Thoriqiyah dan Mahasiswa Ahlith Thariqah An Nahdliyyah (MATAN). 

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan peserta akan datang lebih banyak dari kuota yang telah diberikan panitia, sehingga pihak panitia telah mengantisipasi dengan memperbanyak pemondokan peserta yang ditempatkan di rumah rumah penduduk yang tersebar di 8 kecamatan.

(Baca: Bupati Pekalongan Siap Fsilitasi Muktamar XII Jatman)

Pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan H. Asif Kholbihi menyatakan siap memfasilitasi kegiatan akbar Muktamar XII Jamiyyah Ahlih Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang akan berlangsung di Pekalongan. (Abdul Muiz/Kendi Setiawan).



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, Berita RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, RMI NU Tegal - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

RMI NU Tegal

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

RMI NU Tegal

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Banser Turut Jaga Keamanan Nyepi di Bali

Buleleng, RMI NU Tegal 

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali, menerjunkan sedikitnya 150 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka perayaan serangkain Hari Raya Nyepi. Kegiatan partisipatif ini tersebar hampir di seluruh Desa di Kecamatan Gerokgak. Keikutsertaan Banser dalam pengamanan ini, sesuai dengan kesepakatan pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Gerokgak.

Dalam penugasannya, Banser bersama sama dengan Pecalang ikut pengamanan, baik saat pawai ogoh ogoh, maupun saat hari puncak nyepi.

Banser Turut Jaga Keamanan Nyepi di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Turut Jaga Keamanan Nyepi di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Turut Jaga Keamanan Nyepi di Bali

Sekretaris PAC GP Ansor Gerokgak Ahmad Syarifuddin Baharsyah mengatakan penugasan anggota Banser ini semata sata untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama.

"Para leluhur kita sudah mewarisi suasana kebersamaan yang begitu nyaman, tidak pernah ada gejolak, sehingga wajib kita mempertahankannya," ujarnya

Pengaman bersama antara Pecalang dan Banser dimulai dari kemarin, Senin (27/8), sehari sebelum Hari Raya Nyepi Selasa (28/3). Sejak kemarin umat Hindu seluruh Bali mengadakan upacara pengrupukan yang ditandai dengan pawai Ogoh-ogoh di masing masing desa.

RMI NU Tegal

Ogoh ogoh sendiri merupakan mainfestasi dari energi negatif yang kemudian nantinya harus dimusnahkan sebelum masuk pada Catur Bratha Penyepian.

Mulai hari ini tanggal 28 pukul 06.00 Wita segala aktivitas di Pulau Bali akan berhenti, dan akan berakhir pada Pukul 06.00 Wita 29 Maret 2017. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Ulama, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

PBNU Apresiasi Kinerja LAZISNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS NU) yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan perbaikan.

PBNU Apresiasi Kinerja LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Kinerja LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Kinerja LAZISNU

“Semoga di tahun depan kinerjanya semakin baik,” katanya dalam sambutan pada pembagian bingkisan dari Lazis NU yang diserahkan kepada jamaah di masjid gedung PBNU.

Warga sekitar gedung PBNU yang rutin mengikuti sholat tarawih yang dikelola oleh Lembaga Dakwah NU ini mendapatkan bingkisan yang berisi beras, minyak goreng, sarung, sajadah dan gula.

RMI NU Tegal

Dalam pesannya, KH Said Aqil meminta agar jamaah yang menerima zakat dari Lazis NU bisa menjadi manusia yang mandiri, sabar, tawakkal, kuat dan tegar. Puasa menjadikan badan secara fisik lemah, tetapi menumbuhkan kekuatan mental.

“Moga-moga Bapak Ibu yang menerima zakat tahun depan sudah bisa memberikan zakat, bukan menerima,” katanya yang disambut dengan bacaan amiin secara serentak oleh jamaah.

RMI NU Tegal

Kepada mereka, Kiai Said juga meminta agar mendoakan pengurus NU agar dapat menjalankan amanah organisasi secara baik. Keberadaan NU sebagai organisasi yang moderat penting untuk menjaga keutuhan Indonesia. 

“Kalau tidak ada NU, Islam Indonesia akan dikuasai oleh kelompok radikal dan liberal,” tandasnya.

KH Masyhuri Malik, ketua Lazis NU menjelaskan, dalam bulan Agustus ini, pihaknya telah mendistribusikan zakat dan infak senilai 3 milyar. 1 milyar berupa 10.000 paket sembako yang didistibusikan ke PWNU dan PCNU se-Jawa. Selain itu diterima amanah untuk membagikan 4 ton kurma dan 4 ribu dus susu. Dalam waktu dekat, juga dibagikan modal kerja senilai 1 Milyar kepada 100 pengusaha mikro.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama RMI NU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Ketua Umum Pagar Nusa: HTI Harus Sadar Diri

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Aizzuddin Abdurrahman (Gus Aiz) mengaku sangat menyayangkan pemasangan spanduk atas nama Pagar Nusa pada Muktamar Khilafah 2013 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia menegaskan, Pencak Silat NU Pagar Nusa tidak punya hubungan dengan HTI.

Ketua Umum Pagar Nusa: HTI Harus Sadar Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum Pagar Nusa: HTI Harus Sadar Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum Pagar Nusa: HTI Harus Sadar Diri

“Pagar Nusa sangat menyayangkan yang dilakukan HTI itu. Saya tegaskan, Pagar Nusa sama sekali tidak terlibat dan melibatkan diri dengan HTI baik terkait upaya atau amaliyah yang mereka lakukan,” kata Gus Aiz kepada RMI NU Tegal pertelepon, Sabtu (8/6).

“Tidak ada agenda Pagar Nusa yang terkait HTI. Saya harap mereka tahu diri, bahwa yang diurusi Pagar Nusa adalah NU, ulama dan NKRI,” tegasnya lagi.

RMI NU Tegal

Ditambahkan, Indonesia memang menjadi lahan subur bagi siapapun bagi berkembangnya berbagai pemikiran, dan bahkan ideologi baru. Namun Gus Aiz mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan aksi merorongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

RMI NU Tegal

“Saya harap HTI sadar diri dan tahu betul keberadaannya. Mereka adalah kelompok baru dan tidak memahami dengan bijak dan baik beberapa dasar pendirian bangsa ini,” katanya terkait pelaksanaan muktamar khilafah.

Terkait kasus pemalsuan spanduk, dikatakannya, sampai saat ini belum ada agenda pertemuan dengan pihak HTI. “Belum ada agenda pertemuan dengan mereka. Tapi kami siap berkomunikasi dengan segala pihak,” katanya.

Namun ia tetap mengimbau para kader Pagar Nusa untuk tetap menahan diri dan tetap berkoordinasi sebelum melakukan tindakan apapun. “Pelajari dulu, jangan terburu-buru agar tidak berdampak pada ekses yang tidak baik,” tambahnya.

Seperti diwartakan PCNU Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah menegaskan spanduk yang menempel di tribun stadion Gelora Bung Karno yang mencatut nama “Pagar Nusa NU Wilayah Tanjungsari-Sumedang” itu adalah bentuk pemalsuan. 

Kepada RMI NU Tegal, Gus Aiz menyatakan Pagar Nusa mendukung PCNU Sumedang dan berharap warga nahdliyin lebih berhati-hati dan mencermati propaganda yang dilakukan HTI dan sejenisnya. “Bagi NU, Pancasila adalah harga mati. Dan Pagar Nusa adalah pagarnya NU dan Bangsa,” pungkasnya.

Penulis: A. Khoirul Anan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama RMI NU Tegal

Senin, 13 November 2017

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, RMI NU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, IMNU RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Jakarta, RMI NU Tegal - Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudzh membuka konferensi perdana Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong. Ia mengajak pengurus dan warga NU di Hongkong untuk tetap mempertahankan identitas keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah NU di tanah rantau.

“Tidak ada organisasi mana pun di dunia ini yang mempraktikkan toleransi lebih baik dari NU. Di Indonesia saat ini juga kita juga sedang mengadakan Apel Kebinekaan tepatnya di Lapangan Banteng. Yang jelas, saya sangat terharu atas antusias warga NU di sini,” kata H Maksum di hadapan sebanyak 300 warga NU yang menghadiri konferensi.

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Tampak hadir Mustasyar PCINU Hongkong KH Abdul Muhaimin Hakim, H Nabil Harun, Rais Syuriyah PCINU Hongkong Teguh Subaryanto, Ketua PCINU Hongkong H Zal Aidi di arena konferensi di Gedung KJRI lantai 2F Ruang Ramayana , Ahad (17/1) siang. Mereka mendapatkan fasilitas gratis gedung dari KJRI untuk Hongkong yang berkapasitas 300 orang.

Sebanyak 10 MWCNU di Hongkong menjadi peserta konferensi. Mereka memilih lima orang anggota Ahlul Halli wal Aqdi dari sepuluh kandidat yang ada. Lima anggota Ahlul Halli ini yang kemudian bermusyawarah untuk menetapkan Rais Syuriyah PCINU Hongkong. Mereka kemudian sepakat menunjuk kembali Teguh Subaryanto sebagai Rais Syuriyah PCINU Hongkong.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Sementara sembilan utusan MWCNU di Hongkong melakukan pemungutan suara untuk memilih Ketua PCINU Hongkong. Sebanyak sembilan suara ini sepakat bulat memilih H Abdurrazak sebagai Ketua baru PCINU Hongkong.

Konferensi ini ditutup oleh H Nabil Harun yang juga Musytasyar PCINU Hongkong. Menurutnya, konferensi PCINU Hongkong sudah sangat bagus untuk ukuran cabang NU di luar negeri. Sidang-sidang berlangsung secara aktif dan dinamis.

“Mereka bahkan secara ketat menolak hak suara 1 MWCNU yang tidak memenuhi syarat konferensi dilihat dari faktor keaktifannya sehingga dari 10 itu hanya 9 MWCNU yang memiliki hak suara,” ujar Nabil.

Forum ini merekomendasikan pengurus baru untuk mendorong terbentuknya Muslimat NU, Fatayat NU, Lazisnu, Lakpesdam, Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Hongkong. Pertemuan ini juga merekomendasikan terbentuknya KMNU Hongkong karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

“Rekomendasi itu masuk akal mengingat besarnya jumlah perempuan NU di sana dengan angka usia yang berimbang antara Muslimat dan Fatayat NU,” kata Nabil.

Mereka menunjuk Umi Muawanah sebagai koordinator pembentukan Muslimat dan Fatayat NU Hongkong. Sementara Agus Dardiri Junaidi diamanahkan untuk merintis pembentukan Lazisnu dan Lakpesdam NU Hongkong.

Jumlah warga NU di Hongkong diperkirakan mencapai angka 150.000 orang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, Sejarah, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Rabu, 01 November 2017

Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah

Jombang, RMI NU Tegal. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak masyarakat untuk bersiap menyukseskan kegiatan Muktamar ke-33 NU di Jombang dan? menjadi menjadi tuan rumah yang ramah. Pasalnya, peserta dan tamu Muktamar NU yang akan hadir datang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan mancanegara.

Ajakan ini disampaikan Gubernur Soekarwo saat meninjau langsung empat pesantren di Jombang yang bakal menjadi lokasi perhelatan akbar tersebut. Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko serta Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah Soekarwo memastikan kesiapan Pesantren Darul Ulum Rejoso, Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, dan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar.

Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah

"Kita minta masyarakat Jombang khususnya dan Jawa Timur bisa menunjukkan bahwa Jombang adalah kota kelahiran tokoh-tokoh NU, tokoh-tokoh nasional. Karenanya kita minta masyarakat Jombang bisa menjadi tuan rumah yang ramah," ujarnya saat ramah tamah di Pesantren Denanyar, Senin (22/6).

RMI NU Tegal

Gubernur yang biasa dipanggil Pak Dhe Karwo ini juga meminta Bupati Jombang dan seluruh jajarannya untuk berbenah dalam menyambut Muktamar. Karena menurutnya Jombang belum total untuk mempersiapkan menyambut tamu yang bakal hadir. "Ini kelihatannya Jombang belum total untuk mempersiapkan menyapa tamu," imbuhnya.

RMI NU Tegal

Ia juga meminta pemerintah daerah bisa memanfaatkan kegiatan Mukmatar ke-33 NU untuk menyejahterakan masyarakatnya, misalnya terkait buah tangan yang bakal menjadi oleh-oleh peserta atau yang lain. "Sebenarnya dalam momen Muktamar NU yang bisa diambil manfaat dan menjadi ukuran itu adalah bagaimana gawe nasional ini? bisa meningkatkan ekonomi warga Jombang. Dan ini tugas Bupati dan Wagub untuk mengkreasikan soal ini," ujarnya.

Sementara itu, saat pengecekan lokasi, Gubernur Soekarwo berserta rombongan mengawali dari Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Kecamatan Peterongan. Selanjutnya, mereka dipandu oleh KH Hamid Bisri atau Gus Mamik, salah satu pengasuh PPDU. Gus Mamik menjelaskan secara panjang lebar tentang kesiapan PPDU. "Kita sudah siap sebagai tuan rumah. Di PPDU ini siap menampung 850 muktamirin," katanya.

Gus Mamik lantas mendampingi gubernur beserta rombongan melihat ruangan yang digunakan untuk tidur muktamirin. Dalam satu ruangan tersebut terdapat 8 lembar kasur lantai yang ditata sedemikian rupa. Selain itu juga terdapat bantal. Pada masing-masing perangkat tidur itu terdapat tulisan Muktamar ke-33 NU Jombang.

"Nanti bantalnya bisa dibawa pulang oleh peserta. Kita juga sediakan kasur lantai untuk istirahat peserta," kata Ketua Panda (panitia daerah) Muktamar ke-33 NU yang juga ikut mendampingi rombongan.

Usai dari Rejoso, Rombongan melanjutkan ke Pesantren Tebuireng pimpinan KH Sholahudin Wahid. Rombongan juga sempat melakukan ziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Asyari dan makam Gus Dur. Rombongan kemudian melanjutkan ke Pesantren Tambakberas. Gubernur juga sempat menjajal bantal dan kasur yang disediakan panitia untuk peserta dan tamu Muktamar NU yang bakal menginap selama 5 hari.

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo (kiri), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alallah, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, saat mencoba alas tidur untuk muktamirin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sholawat, Ulama RMI NU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina

Mekkah, RMI NU Tegal. Saat ini suhu panas Kota Makkah Al-Mukaromah sedang di atas rata-rata. Terpantau suhu udara mencapai 48 derajat Celcius melebihi kondisi panas normal jika dibandingkan di tanah Air. Suhu panas ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Jamaah Haji Indonesia untuk melalui proses ibadah ditanah suci ini. Namun kondisi ini tidak menyurutkan para Jamaah haji untuk tetap melakukan rutinitas ibadah sehari-hari.

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina (Sumber Gambar : Nu Online)
Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina (Sumber Gambar : Nu Online)

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina

Salah satu Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Provinsi Lampung Prof Muhammad Mukri mengungkapkan bahwa kendati cuaca panas, antusiasme Jamaah dalam menjalani ritualitas ibadah haji tetap tinggi.

"Semangat dan aura kesungguhan para jamaah sangat tinggi untuk terus datang ke masjidil haram menunaikan shalat lima waktu. Keutamaan shalat sampai dengan 100 ribu kali lipat dari pada shalat ditempat lain menjadi motivasi tersendiri para jamaah," ujar Rektor UIN Raden Intan Lampung ini melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/8).

Walaupun demikian ia terus mengingatkan kepada para Jamaah untuk tetap mengatur ritme aktivitas ibadah dengan mempertimbangan kondisi kesehatan masing-masing.

RMI NU Tegal

"Cuaca di Tanah Air dengan di makkah jauh berbeda. Makanya para jamaah harus benar-benar mengukur stamina, ? kebugaran dan kekuatan masing. Jangan ngoyo, karena masih ada ibadah yang lebih utama, sebagai rukun haji, yakni wukuf di Arafah," himbaunya.

Rangkaian Ibadah Haji lainnya juga memerlukan stamina yang prima diantaranya Ibadah mengmbil batu kerikil di Muzdalifah dan melempar Jumrah di Mina. "Aktifitis ini memerlukan kesehatan yang prima. Oleh karena itu, tenaga dan energi jangan sampai dihabiskan untuk mengejar ibadah pada sebelum waktu wukuf," jelasnya.

Kondisi ini juga harus disikapi oleh tim petugas haji yang mendampingi jamaah, baik ketua kloter (TPHI), pembimbing ibadah (TPIHI), tim tenaga medis (TKHI) maupun tim pendamping haji (TPHD). Soliditas petugas haji daerah berpengaruh langsung terhadap pembimbingan, pelayanan maupun penjaminan kenyaman jamaah dalam melaksanakan ibadah selama Haji.

Prof Mukri memberikan apresiasi terkait pelayanan kesehatan, transportasi, penyediakan konsumsi bagi jamaah, ? yang relatif mengalami peingkatan yang cukup signifikan. "Alhamdulillah, ini prestasi yang baik yang dilakukan Kementrian Agama Republik Indonesia dalam pengelolaan jamaah haji tahun 2017 ini," pungkas Mustasyar NU Lampung ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, IMNU, Ulama RMI NU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

Munich, RMI NU Tegal. Para pemain Muslim pada klub Jerman Bayern Munich akhirnya bisa bernafas lega, karena impian mereka untuk memiliki sebuah masjid di Allianz arena tercapai, hal tersebut agar mereka dapat melaksanakan shalat wajib tepat waktu.

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)
Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

Manajemen Klub telah mengumumkan persetujuan mereka terhadap permintaan yang di ajukan oleh bintang Bayern Frank Ribery tentang pembangunan masjid bagi para pemain Muslim untuk bisa melaksanakan shalat lima waktu.

The Bavarian Manajemen Club memutuskan untuk membangun sebuah masjid untuk memberikan tempat bagi para pemain dan fans Muslim dalam melaksanakan sholat. Selain itu, pihak manajemen rencananya juga akan menunjuk seorang imam masjid serta membangun perpustakaan Islam yang cukup besar sebagaimana dilansir oleh situs Maroko “el-botola.com”.

RMI NU Tegal

Menurut situs ini, Manajemen klub akan menanggung 85% dari biaya pembangunan masjid dan sisanya akan ditanggung oleh para pemain dan fans.

RMI NU Tegal

Pembangunan masjid bagi para pemain ini bukalah hal yang pertama, sebelumnya Newcastle United juga telah mengabulkan permintaan para pemain Muslim untuk membangun masjid sebagai tempat mereka melaksanakan sholat.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Ulama RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock