Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

Probolinggo, RMI NU Tegal



Dalam rangka sebagai media komunikasi, informasi dan dakwah bil qolam lil ummah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo menerbitkan buletin Sumber Pena NU. Buletin ini disebarluaskan kepada seluruh Nahdliyin di Kota Probolinggo.

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

“Buletin Sumber Pena NU singkatan dari Suara Umum Media Berita Pendidikan Agama Nahdlatul Ulama. Buletin ini merupakan sebuah insprirasi yang datang begitu saja tanpa ada undangan dan permintaan dari pihak lain,” kata Ketua PRNU Kelurahan Sumberwetan Hamdan Amrullah, Selasa (10/1).

Menurut Hamdan, buletin ini diterbitkan atas dorongan banyaknya buletin-buletin yang beredar di berbagai masjid dan majelis yang isinya justru memprovokasi dan mendiskriminalisasi keutuhan NKRI, ke-NU-an dan ke-Aswaja-an.

“Menyikapi hal tersebut, kita patut mengklarifikasi dan menjawab yang sebenarnya lewat media buletin juga. Dalam artian membuat tandingan argumen yang sudah jelas dan benar menurut referensi dalil-dalil kitab mu’tabaroh dan fakta sejarah,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Buletin Sumber Pena NU jelas Hamdan juga diperkuat dan didukung penuh oleh para pengurus Ranting NU Kelurahan Sumberwetan yang dievaluasi setiap lailatul ijtima’ yang diikuti para pengurus ranting NU dan beberapa alumnus berbagi pesantren.

“Isi buletin ini meliputi ke-NU-an, ke-Aswaja-an dan konsultasi fiqh yang diisi dan dikaji oleh para pengurus Ranting NU sendiri dan dibahas sebelum diterbitkan. Durasi edarnya setiap bulan dan terdiri 4 halaman sederhana. Buletin ini diedarkan diberbagi masjid se-Kota Probolinggo,” terangnya.

Hamdan menegaskan bahwa pencetaan buletin Sumber Pena NU dilakukan setiap bulan dari 3-4 ribu exemplar. Harapannya penerbitan buletin ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh Nahdliyin yang ada di Kota Probolinggo.

“Semoga dari MWCNU dan PCNU juga bisa membuat buletin yang lebih bagus atau setidaknya memberikan semangat, penguatan manajemen, dukungan pemikiran, materi, terlebih dukungan pendanaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo

Ponorogo, RMI NU Tegal. Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memiliki sejarah besar di masa lalu yang salah satu tandanya bisa dilihat dari masjid dan bekas Pondok Pesantren Tegalsari di Kecamatan Jetis.

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo

Di kompleks yang kini banyak diziarahi umat Islam itu masih berdiri bangunan asli saat Pesantren Tegalsari dipimpin oleh Kiai Mohammad Besari dan penerus atau cucunya Kiai Kasan Besari.

Kiai Kasan Besari memiliki murid yang dikenal sebagai pujangga terkemuka di Kasunanan Surakarta, yakni Raden Ngabehi Ronggowarsito.

RMI NU Tegal

Ronggowarsito melahirkan karya berjudul Serat Kalatida yang isinya masih sangat relevan untuk diambil pelajarannya dalam situasi saat ini. Terjemahan bebas karyanya sebagai berikut:

RMI NU Tegal

Menyaksikan zaman gila

Serba susah dalam bertindak

Ikut gila tidak akan tahan

Tapi kalau tidak mengikuti (gila)

Tidak akan mendapat bagian

Kelaparan pada akhirnya

Namun telah menjadi kehendak Allah

Seberuntung-beruntungnya orang yang lalai

Akan lebih beruntung orang yang tetap ingat dan waspada.

Untuk mengenang nama besarnya, salah satu sekolah formal di bawah yayasan di kompleks Tegalsari diberi nama pujangga bernama asli Raden Bagus Burhan itu, yakni Madrasah Aliyah Ronggowarsito.

Camat Jetis Fadhlal Kirom yang menemani Antara ke kompleks itu mengemukakan bahwa pada hari tertentu peziarah bisa berjumlah ribuan. 

Bahkan, ada pondok pesantren yang rutin setiap malam Jumat kliwon datang untuk berdoa bersama di makam tokoh-tokoh Islam masa lalu itu.

"Kalau malam Jumat kliwon bisa mencapai 3.500 hingga 4.000 lebih santri yang datang dan malam Jumat lainnya sekitar 1.000 orang," katanya.

Banyaknya pengunjung ke kompleks itu membawa berkah tersendiri bagi penduduk sekitar, misalnya dari tarif parkir atau orang yang berjualan untuk memenuhi keperluan para peziarah ke lokasi yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Ponorogo ini.

Tidak hanya peziarah lokal dan dari berbagai daerah di Indonesia. Ada peziarah khusus yang dari kerajaan di Selangor, Malaysia. 

Menurut Budi Utomo, juru kunci makam Kiai Ageng Mohammad Besari, raja di Selangor masih keturunan tokoh Islam tersebut.

Budi menyebut Kiai Zainal Abidin (anak dari Kiai Mohammad Besari) menjadi raja di Selangor. Karena itu anak turunnya di Malaysia masih sering berziarah ke lokasi itu. Makam yang terletak di sebelah barat masjid terdiri atas Kiai Mohammad Besari dan keluarga, Kiai Mohammad Ilyas (putera Kiai Mohammad Besari) dan keluarga serta Kiai Kasan Besari (putra Kiai Mohammad Ilyas) dan keluarga. Selain itu juga terdapat makam anak cucu lainnya dari Kiai Mohammad Besari.

Selain makam, di sebelah timur masjid terdapat rumah Kiai Kasan Besari yang bangunannya masih terpelihara bagus. Rumah itu dipelihara dan ditempati oleh Setyo Wacono bersama istri. 

Sony, panggilan akrab Setyo yang juga turunan ketujuh Kiai Kasan Besari, menempati salah satu kamar dari rumah besar itu. 

Di bagian tengah terdapat ranjang kayu peninggalan Kiai Kasan Besari yang tidak ditempati, namun tetap terpelihara. 

Di bagian lain terdapat meja berukuran pendek ditutupi kain hijau kuning, selaras dengan sprei di ranjang itu.

Sebelum memasuki rumah itu terdapat pondok dari kayu dengan menggunakan kaki yang diduga sebagai langgar tempat santri tinggal. Ada yang menyebut bangunan kayu itu sebagai mushalla di zaman dulu.

Di bagian utara masjid adalah kompleks pondok pesantren yang kini sudah dipugar menjadi bangunan bertembok. Hanya rumah dan bangunan kayu yang tetap dibiarkan sebagaimana aslinya.

Selain pemugaran beberapa bangunan, warisan berharga yang tidak ditemui di kompleks itu adalah buku atau kitab-kitab kuno peninggalan Kiai Mohammad Besari maupun Kiai Kasan Besari. Menurut Sony, kitab-kitab itu justru ada di Belanda. 

Sementara Camat Jetis Fadhlal mengemukakan ada sejumlah masyarakat di Jetis yang memiliki kitab kuno itu.

Budayawan asal Ponorogo Dr Sutejo, MHum mengemukakan hakikat ziarah ke makam itu adalah dalam konteks berdzikir juga, yakni semakin menguatkan ingatan tentang kematian. Maka yang dibaca oleh para peziarah adalah doa-doa untuk para leluhur dan para tokoh besar itu.

Makam para tokoh menjadi tempat ziarah karena semasa hidupnya banyak memberikan kemanfaatan besar bagi orang banyak dan ketika jasadnya sudah di alam kubur juga masih terus dikenang dan terus menebarkan manfaat dalam bentuk lain.

"Dengan banyaknya peziarah yang datang juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Yang terlihat adalah pengelolaan parkir kendaraan, penjual makanan dan kegiatan sosial," kata Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasr Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ponorogo ini.

Sementara tokoh muda Ponorogo Fathur Rochman Effendie yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kauman, Kota Lama, Ponorogo, mengemukakan bahwa ziarah kubur tidak hanya sarat spiritual tapi juga sebagai bentuk memelihara budaya dan ajaran-ajaran leluhur.

Ziarah, kata lelaki yang akrab disapa Gus Fathur ini, adalah sarana ampuh untuk mengingat mati karena sebesar apapun cita-cita, pangkat dan derajatnya, manusia harus terus menerus diingatkan tentang keniscayaan, yakni mati.

"Karena yang diziarahi adalah para wali dan para guru (masyayeh) maka ziarah juga bermakna ngalap berkah lewat para guru itu. Prosesnya bisa dimaknai permohonan kepada Allah SWT dengan berwasilah di makam para guru dan para wali. Jadi hal ini bukanlah praktik syirik, tapi tawassul sebagai upaya menyambung rasa dan asal usul ilmu dengan guru yang diziarahi," katanya.

Selain itu, kata dosen manajemen di Institut Sunan Giri (Insuri) Ponorogo ini, kalau beriziarah ke Tegalsari kita dapat membaca tentang semangat Islam akulturasi yang saat ini dikenal sebagai Islam Nusantara.

"Pondok Pesantren Tegalsari yang hidup dalam kurun Kerajaan Mataram mempunyai keunikan kurikulum yang membaurkan atau akulturasi Islam dan budaya Jawa sebagai upaya meredam persitegangan antara Islam dan kejawen warisan konflik Raden Bathoro Katong dan Ki Ageng Kutu," katanya.

Pondok Pesantren Tegalsari, kata dia, melahirkan kiai-kiai besar se-Jawa yang kini tersebar di Ponpes Gontor, Tebuireng, Lirboyo, Ploso, Bendo, Jampes dan lainnya yang merupakan anak turun dari sesepuh Tegalsari. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Doa, Berita RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Solo, RMI NU Tegal. Menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar Polresta Surakarta juga tak mau ketinggalan. Mereka juga bershalawat.

Jajaran Polresta solo mengadakan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan bersama Jama’ah Muji Rosul (Jamuro) di halaman Mapolresta Solo, Kamis (17/1) malam. Kegiatan tersebut mengambil tema meneladani akhlak Rasulullah dalam pelaksanaan tugas Polri guna mewujudkan pelayanan prima anti-KKN dan antikekerasan.

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjimain. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk bisa bekerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Solo.

RMI NU Tegal

Sementara itu, tadi malam (18/1) pengajian Jamuro berlanjut di halaman Masjid Tegal Sari Laweyan Surakarta. Seperti biasa, di akhir acara KH Abdul Karim memberikan penjelasan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam kitab maulid al-Barzanjiy.

RMI NU Tegal

“Nabi Muhammad sejak kecil beliau sudah yatim piatu. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya yakni Abdul Muthalib yang tak berselang kemudian juga wafat. Setelah itu beliau diasuh oleh paman beliau Abu Thalib,” terang Gus Karim.

Acara pengajian semalam dihadiri ribuan jamaah. Kegiatan gelar maulud 12 hari Jamuro ini akan digelar sampai tanggal Rabu malam (23/1) pekan depan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Hikmah RMI NU Tegal

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan

Brebes, RMI NU Tegal. Pembina PMII Brebes M Riza Pahlevi mengharapkan kader PMII memperkuat basis keilmuan agar bisa membawa diri dan menjaga garis perjuangan ideologis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. ?

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan

"Hal terbesar yang dilakukan PMII selama ini adalah belajar merawat terus-menerus pergerakan dengan berbagai dinamikannya yang berasaskan Pancasila dan berhaluan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan ini harus dijaga meski digempur dari berbagai arah," papar Reza ketika memberi sambutan pada Harlah ke-57 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Pusponegoro Brebes mengadakan Harlah PMII ke 57 di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Saditan Brebes, Senin malam (17/4).

Riza yang juga Ketua KPUD Brebes itu mewanti-wanti kepada seluruh anggota agar memperkuat keilmuannya sekaligus mengamalkannya di kancah pergulatan yang makin seru. PMII harus memegang peran, jangan hanya cuma mengekor saja. Tetapi langkah-alngkah kongkrit harus diambil demi mempertahankan NKRI dan memperkuat Ahlussunah wal Jamaah dalam wadah Nadhlatul Ulama.?

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Komisariat Sunan Panggung Tegal, PC PMII, dan para Alumni PMII Kabupaten Brebes ini diisi dengan Simaan Qur’an, pembacaan Maulid Diba hingga doa bersama.

RMI NU Tegal

Ketua PMII Komisariat Pusponegoro Muamar Anis mengatakan, di usianya ke 57 tahun PMII lahir, tumbuh, dan berkembang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang tidak bisa dipisahkan. PMII juga berkontribusi dalam merawat dan menjaga tradisi ke NU an dan kebangsaan.

"Semoga warga pergerakan, khususnya di Brebes ini juga selalu menjaga keutuhan NKRI, menjaga dan mengembangkan dakwah islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang diwariskan para ulama dengan islam yang rahmatan lil alamin," katanya.? (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal AlaNu RMI NU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Jakarta, RMI NU Tegal. Selasa (6/12) bertempat di Gedung PBNU Jakarta Pusat, digelar pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Kiai Said juga menyampaikan NU membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangnkan potensi yang dimiliki NU. Potensi tersebut diharapkan akan menjadi prestasi yang akan berguna bagi masyakarat banyak.

Selain itu, Kiai Said juga mengingatkan bahwa pelantikan dan kepengurusan ARSINU adalah sebagai langkah pertama dari perjalanan ARSINU khususnya dan NU umumnya yang masih panjang.

“Jangan sombong, jangan putus asa. Generasi yang akan datang yang akan menikmati,” kata Kiai Said.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Ketua ARSINU, HM. Zulfikar As`ad, mengatakan ARSINU dibentuk dengan tujuan utama agar rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki NU dan atau orang-orang NU, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga tugas utama ARSINU adalah bagaimana meningkatkan kualitas RS milik NU. Selain itu, melalui ARSINU juga dapat dijalin kerja sama antara rumah sakit anggota ARSINU dengan berbagai pihak dalam pelayanan kesehatan ? kepada ? masyarakat,” tegas pria yang lebih sering dipanggil Gus Ufik.?

Berikut susunan pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016 - 2021?

RMI NU Tegal

Dewan Penasehat

Ketua: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Anggota:?

Khofifah Indar Parawansa

DR. Ing. Bina Suhendra

Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPh

Drs. Hisyam Said MSc ? ?

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Prof. dr. Ali Gufron Mukty, PhD ? ?

Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, MARS, DTMH ? ? ?

Dr. Misbahul Munir ? ?

Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH ? ? ?

dr. Masyhudi AM., MKes

Pengurus Harian:?

Ketua Umum ? : Dr. dr. H. M. Zulfikar As`ad, MMR?

Ketua ? : dr. Amir Fauzi, MARS?

Ketua ? : dr. SibrohMalisi, MARS, ?

Ketua ? : dr. H Abdul Aziz, M.H.Kes

Sekretaris Umum : dr. Fery Rahman, MKM?

Wakil Sekretaris : drg. Fauziah M. Asim, MKM ?

Wakil Sekretaris : dr. M. BimaArrynugrah

Bendahara Umum : dr. Hidayatullah, SpS

Wakil Bendahara : drg. Ulfah Mashfufah, MKes

Wakil Bendahara : Hj. Sabrina D. Prihartini, AmdKeb. SKM., MKes

Bidang Hukum dan Advokasi: ? ?

Dr. Eko Pujianto, SH MH?

M. Zahrul Jihad As., SH. MHum

Bidang Sistem Informasi:?

dr. Barir Cahyanto, ST?

dr. Didik Suharsono, M.Kes

Bidang Pengembangan Organisasi: ?

dr. Muhammad Makky Zamzami

dr. Samsul Arifin, MARS?

Minan Rahman, MPdI

Bidang Pendidikan dan Pelatihan:

dr. H. Hardadi Airlangga, SpPD

dr. H. Ahmad Fariz Zein, SpPD.?

M. Syukron Skep. Ns?

Akhmad Safi’i, S.Far, Apt?

Bidang Manajemen Mutu: ?

dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MKes

dr. Mafrurrochim Hasyim, MARS?

dr. Wiwik Winarningsih, MARS ?

Bidang Farmasidan Alkes:?

Agus Pramono, S.Farm, Apt, MM?

Redho Meisudi, S,Farm Apt?

Moh Thoyib, SKep. Ners

Umayah, SKep. Ners

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, AlaNu, AlaSantri RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

Sebagaimana di daerah lain, Islam masuk ke Gorontalo dengan cara damai. Juga dengan cara perkawinan, yaitu antara Sultan Amai (kadang ditulis Amay) dengan Putri Boki Antungo, anak perempuan Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah sekitar tahun 1500-an.

Menurut salah seorang tokoh adat di Gorontalo, H. Yamin Husain, Raja Amai, menyanggupi permintaan calon istrinya itu. Ia kemudian memeluk Islam, terus kembali ke kerajaannya. Ketika sampai memasuki waktu shalat dhuhur, ia langsung mendirikan shalat. Dan kemudian ia memerintahkan bawahannya untuk mmembangun masjid yang kelak dikenal dengan masjid Hunto.

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

"Kini masjid tersebut diganti menjadi masjid Sultan Amai,” katanya kepada Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Kemudian Sultan Amai meletakkan dasar agama Islam di kerajaannya. Antara adat yang telah ada dengan syariat Islam yang baru masuk mengalami dinamika yang panjang. Awalnya, masyarakat muslim zaman Sultan Amai diletakkan falsafah dalam bahasa Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia artinya syara bertumpu pada adat.

RMI NU Tegal

Falsafah ini kemudian diubah pengganti Sultan Amay, Raja Matololula Kiki dalam bahasa Gorontalo yang artinya adat bertumpu pada syara. Lalu pada masa Raja Eyato, yang dipercayai sebagai ulama, merevisi falsafah sebelumnya dengan adat bertumpu pada syara dan syara bertumpu pada Al-Quran. ?

RMI NU Tegal

Yamin Hsain menambahkan, dari falsafah tersebut melahirlkan 5 prinsip yang dipegang muslim Gorontalo, yaitu agama dikedepanakan, negeri dimuliakan, diri diabdikan, harta disedekahkan, dan terakhir nyawa pun dipertaruhakan.

Di Gorontalo, Ekspedisi Islam Nusantara dimulai dengan ramah-temah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan pengurus lembaga, banom seperti GP Ansor, serta mahasiswa yang tergabung di PMII. Kemudian bersilaturahim dengan Wakil Gubernur. Lalu ke rumah adat, ke masjid-masjid bersejarah dan berziarah ke ulama-ulama penyebar Islam. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Kajian RMI NU Tegal

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

Martapura, RMI NU Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan akan menggelar Pelatihan Aji Tapak Sesontengan (ATS) dan bakti sosial (Baksos) bagi masyarakat setempat dan sekitarnya guna meramaikan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang terus berlanjut.

Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Mukhlis di Martapura, Rabu (27/9) menyatakan, GCM adalah gerakan yang bertujuan untuk menggugah masyarakat khususnya pemuda dan pemudi untuk peduli terhadap kebersihan masjid maupun mushalla.

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

"Karena GCM juga sarana silahturahim, sekalian kami isi dengan baksos ATS," kata Muhklis.

ATS merupakan warisan jenius husada leluhur nusantara yang bisa digunakan untuk penyembuhan pasca stroke, lemah syahwat, sakit gigi, asma, lemah jantung, wasir, maag, vertigo, migrain, diabetes, nyom (kista), kencing nanah, hernia, hipertensi, leher kaku, asam urat, tulang keropos dan beragam penyakit medis lain serta penyakit non medis.

RMI NU Tegal

Basic ATS ialah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Secara garis besar, peran DNA di dalam sel adalah sebagai materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Dan itulah yang diaktivasi.

Cetak biru bagaimana leluhur nusantara melakukan penyembuhan tanpa menyakiti sesama dan makhluk hidup lain berhasil diungkap pendiri Yayasan ATS Global Indonesia (ATSGI) yang? melakukan riset bertahun dan Alhamdulillah bisa diterapkan hari ini untuk membantu masyarakat.

RMI NU Tegal

Ia melanjutkan, pelatihan akan digelar Sabtu 30 September 2017 di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, pukul 09.00-12.00 WIB. Menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Lampung, Kamitua (Master) Yayasan ATSGI Tim Swarna Raya, Gatot Arifianto.

Bonus akan diberikan Gatot yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung juga gila-gilaan, meliputi Massive Decode Nucleus Transfusion (MDNT) untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing dan menemukan kebahagiaan diri.

Lantas Ilussion Soul untuk penyembuhan jarak jauh. Up Grade Otak (meningkatkan kapasitas memori otak untuk menambah kecerdasan dan kreativitas hingga Neo Neuro Linguistic Programing (NLP) untuk kesehatan. Informasi dan pendaftaran di nomor 085609559591 / 082315239323.

"Adapun di lokasi sama pada Ahad 1 Oktober 2017, akan digelar bakti sosial ATS mulai pukul 08.30-15.30 WIB. Masyarakat bisa menyembuhkan beragam penyakit dideritanya dengan infaq seridhonya karena sebagian hasilnya akan kami belikan kitab suci Al Quran. Bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak memberi juga tidak masalah. Intinya kami berikhtiar mengajak masyarakat sehat sembari beramal," kata Muklis lagi.

Ia menerangkan, biaya pelatihan untuk menguasai ATS Rp1 juta per orang untuk sepuluh pendaftar pertama dan diserahkan satu jam sebelum pelatihan. Untuk pendaftar kesebelas hingga dua puluh pendaftar selanjutnya akan dikenakan biaya Rp2 juta.

"Kami memberi solusi mudah dan murah atas kesehatan mengingat banyak alat kesehatan dengan nilai jual mahal mencapai puluhan juta rupiah namun tidak optimal dalam menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Kami menggaransi mengembalikan biaya pendafataran jika gagal," tegas Muhklis.

Praktisi ATS dari Tim Swarna Raya, Luci Indra yang berprofesi sebagai bidan, menyatakan ATS? luar biasa dan sangat masuk akal karena faktanya, ATS bisa disebut amazing (menakjubkan), truthful (bisa dipercaya), dan smart (cerdas).

"Sebagai contoh, pasien yang memiliki tensi 164/92 setelah saya sonteng tensinya langsung menjadi 126/70," ujar Luci.

Beragam testimoni lain dan cara penyembuhan dengan ATS bisa dilihat di Youtube dengan kata kunci Aji Tapak Sesontengan.

Metode ATS tanpa menggunakan tehnik pernapasan tertentu, tanpa membutuhkan meditasi, tanpa ada melakukan puasa atau pun puasa khusus, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa menggunakan tehnik prana, tanpa ada pelatihan selanjutnya, tanpa pantangan, tanpa menggunakan alat bantu apapun di luar diri, tanpa menyakiti makhluk hidup lainnya serta keberadaannya, juga tanpa melibatkan makhluk halus/sihir.

Selain itu, ATS bisa dikuasai anak kecil hingga orang lanjut usia tanpa membedakan suku dan agama. (Nurani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, AlaNu RMI NU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016

Kupang, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Kepolisian Daerah NTT terus meningkatkan penanganan kasus korupsi yang? dinilai menonjol pada tahun 2015.

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Minta Polda NTT Tingkatkan Penanganan Korupsi 2016

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis mengatakan, kasus korupsi harus menjadi perhatian khusus penegak hukum guna memberantas dan memerangi kejahatan terstruktur yang dapat mengganggu pembanggunan masa depan daerah ini.

Menurut Muis, sesuai hasil laporan akhir tahun Polda NTT melalui keterangan pers akhir tahun, penanganan perkara terbanyak di NTT adalah kasus korupsi. Dari Januari hingga Desember 2015, sebanyak 30 perkara kasus korupsi berhasil diselesaikan.

RMI NU Tegal

“Sebagai pemuda yang mengawal kemajuan di NTT kami tetap memberikan support kepada Kepolisian dan Kejaksaan bekerja keras memberantas korupsi sebagai bagian dari tanggung jawab penegak hukum,” ujarnya, Kamis (31/12).

RMI NU Tegal

Masyarakat, tambah Muis, mesti turut mengawal gerak pelaksanaan pembangunan melalui kontrol sosial di lapangan. "Siapapun yang melanggar hukum tetap ditindak sesuai dengan ketentuan," katanya.

Sementara itu, Kapolda NTT? Brigjen Pol Endang Sunjaya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Mapolda NTT mengatakan, ada dua kasus korupsi yang menonjol dari 30 perkara yang ditangani Polda NTT. Dua kasus itu ialah proyek pembangunan lanjutan Pasar Alok di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka pada 2006 lalu. Tersangka kasus ini ada dua orang, yakni HS dan BDC dengan kerugian negara mencapai Rp1,3 miliar.

Kemudian kasus korupsi pengadaan pakaian kerja lapangan (PDL Linmas) pada Badan Kesbang Politik dan Linmas Kabupaten Alor pada 2013 yang merugikan negara Rp309 juta. Tersangka dalam kasus ini adalah YMB, MRDJ, BPB, dan MTA.

Menurut Endang, tingkat penyelesaian perkara korupsi (P21) selama 2015 hanya mencapai 83 persen atau 30 perkara dari target semula 36 perkara. Dari 30 perkara tersebut, terdapat 32 tersangka dengan potensi kerugian mencapai Rp10,4 miliar lebih. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Pesantren RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Judul Buku : Fiqih Imam Syafi’i

(Mengupas Masalah Fiqhiyah Berdasar Al-Qur’an dan Hadits)

Penulis : Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

Penerbit : Almahira, Jakarta

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Cetakan : I, Februari 2010

Tebal : 716 hal.

Peresensi : Ahmad Shiddiq Rokib*

RMI NU Tegal



Fiqih merupakan cabang ilmu keislaman yang mengkaji hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan? hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Kata “fiqih” sendiri secara bahasa berarti “paham”, seperti dikutip dalam hadits di atas, awal mulanya fiqih pengertian yang luas, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap islam secara utuh. Definisi ini berlaku pada masa generasi sahabat dan tabi’in. Selanjutnya pada masa muta’akhirin (abad IV-XII H), fiqih mengalami penyempitan makna, menjadi “pengetahuan hukum syara’ yang bersifat alamiyah bersumber dari dalil-dalil yang spesifik”.

Pada periode Mutaakhirin ini, pula terjadi pelembagaan fiqih dalam beberapa madzhab. Ketika itu ada empat madzhab besar berkembang dan mampu bertahan hingga saat ini, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali. Empat madzhab tersebut tersebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Madzhab Syafi’i lah yang pertama kali di anut penduduk Nusantara. Dan saat ini mayoritas kaum muslimin indonesia bermadzhab Syafi’i.

RMI NU Tegal

Madzhab Syafi’i yang digagas oleh Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H) mendapat apresiasi yang luar biasa dari umat Islam dunia. Madzhab ini dianut oleh kurang lebih 28 persen populasi muslim dunia, atau sekitar 439,6 juta jiwa dari 1,57 miliyar penduduk? dunia.? Penganut Madzhab Syafi’i tersebar di Mesir, Arab Saudi, Suriah, Indonesia, Malasyia, Brunai Darussalam, Pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.

Tidak heran jika pengaruhnya sangat luar biasa dalam yurispundensi Islam sebab Imam Syafi’i memang dikaruniai kecerdasan istimewa, kemampuan nalar dan gaya bahasa yang luar biasa. Pada usia 20 tahun ia sudah hafal kitab “al-Muwaththa’” karya monumental Imam Malik. Imam Malik mengagumi Imam Syafi’i sembari berkata “wahai Muhammad (Syafi’i)” sesungguhnya Allah telah memancarkan cahaya hatimu, maka jangan engkau sia-siakan cahaya itu dengan maksiat. Esok akan banyak orang yang berdatangan untuk belajar kepadamu. Pujian Imam Malik benar menjadi kenyataan. Syafi’i kemudian Imam madzhab panutan umat diberbagai belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia.

Madzhab Syafi’i, satu dari sekian banyak madzhab fiqih saat ini masih mendapat apresiasi luar biasa mayoritas kaum muslim dunia. Keunggulan utama madzhab Syafi’i terletak pada sifatnya yang moderat. Di awal pertumbuhannya, pendiri madzhab ini, Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H), mengakomodasi dua aliran hukum Islam yang berkembang saat itu, yaitu aliran tektualis (madrasatul hadits) dan aliaran rasionalis (madrasatur ra’y). Hasil kolaborasi keduanya dapat dilihat dari produk hukum Imam Syafi’i yang selalu mengacu pada subtansi nash (Al-Qur’an dan as-Sunnah), kemudian dalam kasus tertentu dipadukan dengan dalil analogi (qiyas).

Sebagai Bapak Ushul Fiqh, Imam syafi’i mewariskan seperangkat metode istimbath hukum yang berfungsi untuk menganalisasi beragam kasus hukum baru yang terjadi dikemudian hari. Dari tangan Imam Syafi’i lahir ribuan ulama yang konsen menafsirkan, menjabarkan, dan mengembangkan pemikiran beliau dalam ribuan halaman karya dibidang hukum Islam. Tidak heran jika dinamika perkembangan Madzhab ini melampaui Madzhab lainnya.

Buku yang terdiri tiga jilid yang ditulis Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, memuat ribuan kasus yang terjadi masyarakat, yang dibidik dengan aturan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan yang bersumber dari al-qur’an, as-sunnah, ijma’ ulama dan qiyas serta hasil ijtihad Imam Syafi’i dan murid-murid beliau.

Secara garis besar, Masterpiece Prof. Dr. Wahdah as Zuhaili ini disusun dalam lima bab. Sebagai pendahuluan, pembaca akan diajak menelusuri biografi dan pemikiran hukum Imam Syafi’i. Selanjutnya secara sistematis, Prof. Wahbah mengurai secara detail hukum thaharah dan ibadah, pada bab satu. Bab dua menyajikan hukum muamalah konferensional dan syari’ah berikut transaksinya. Bab ketiga memaparkan hukum keluaga Islam. Kemudian pada bab empat berisi hukum Hadd, Jinayah, dan Jihad, terakhir. Bab lima, mengulas aspek peradilan Islam.

Dalam buku fiqih Imam Syafi’i ini diperkaya dengan penjelasan hikmah dibalik penetapan sebuah aturan syariat, penjelasan terperinci atas setiap topik bahasan, dan pemberian contoh-contoh lengkap dengan dalilnya. Penulisan buku ini berpatokan sepenuhnya pendapat Imam Syafi’i yang lebih valid yang terdapat didalam Majmu’dan minhajnya, dan tidak merujuk pada kitab al-raudhah dan sebagainya. Tujuan agar madzhab ini dapat menjadi jelas bagi kalangan awam. Apalagi, penyajian Fiqih perbandingan yang dilakukan terlalu dini tampaknya lebih sering hanya akan memunculkan kebingungan serta menhancurkan keselarasan hukum syaiat.

Jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainya, fiqih merupakan ilmu yang paling lurus dan matang. Dengan fiqih, syariat Islam telah menjadi salah satu sumber penetapan syariat yang sekaligus dapat diterima disetiap waktu dan tempat. Karena itu, fiqihlah yang telah menghimpun antara ajaran pokok dengan hal-hal yang menjaman serta menghimpun antara upaya untuk menjaga berbagai macam sumber syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis dengan berbagai macam pekembangan dan perubahan yang terjadi, yang tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hukum halal-haram dan demi menggapai kemaslahatan bagi umat manusia dan kebutuahan mereka disepanjang zaman. Karena fiqih memang terlahir dari dasar-dasar dan berbagai sumber yang kokoh demi tujuan syariat yang universal.

Dengan demikian, buku yang sangat mengagumkan ini patut menjadi rujukan umat Islam, baik untuk dijadikan leterasi dalam dunia akademik maupun sebagai pandangan hidup dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga, mampu membedakan dari hal-hal yang diperbolehkan dengan yang tidak diperbolehkan oleh agama. Wallahu a’lam bis-showab.



* Peresensi adalah mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, aktif Pada Pondok Budaya Ikon Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Nusantara, AlaNu RMI NU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, RMI NU Tegal. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

RMI NU Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, AlaNu, IMNU RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, RMI NU Tegal. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

RMI NU Tegal

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

RMI NU Tegal

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, Olahraga RMI NU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Musibah Tak Terkait dengan Watak SBY-Kalla

Bandung, RMI NU Tegal. Musibah yang menimpa bangsa Indonesia tidak dapat dikaitkan dengan watak jelek para pemimpin bangsa. Karekter Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, misalnya, hanya bisa dihubungkan dengan berbagai kebiijakan dan keputusan mreka dalam memimpin bangsa.

Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Anis Arsyad menyatakan, umat Islam harus tetap berprasangka baik terhadap para pemimpin bangsa dan ikut serta mendukung segala program dan langkah mereka.

Dikatakan hal ini sejalan dengan penjelasan “man ra’a musliman hasanan fahuwa ‘indallahi hasanan.” Barangsiapa yang berprasangka baik kepada seseorang maka dia baik pula dalam pandangan Allah SWT. Semua pihak harus berintrospeksi dan mengoreksi diri terhadap berbagai musibah dan bencana yang terjadi silih berganti.

Musibah Tak Terkait dengan Watak SBY-Kalla (Sumber Gambar : Nu Online)
Musibah Tak Terkait dengan Watak SBY-Kalla (Sumber Gambar : Nu Online)

Musibah Tak Terkait dengan Watak SBY-Kalla

“Semua musibah dan bencana yang menimpa bangsa Indonesia tidak boleh dikaitkan kepada pribadi seorang pemimpin bangsa. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya,” katanya usai mengikuti rapat harian Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Barat Sabtu (10/3).

 

Kecelakaan transportasi yang terjadi secara beruntun, baik di darat laut dan udara barangkali disebakan karena para pengemudinya tidak disiplin dan atau kendaraan yang dikemudikan sudah tidak layak pakai. Tanah longsor, mungkin menurut ilmu geologi sudah waktunya atau manusianya banyak melakukan perbuatan kerusakan di atas bumi.

RMI NU Tegal

Lalu, kata Kang Anis (panggilan akrab KH Anis Arsyad), munculnya berbagai penyakit seperti flu burung, mungkin karena manusia sudah tidak lagi menjaga kebersihan dan kesehatan atau bahkan mungkin cara Allah SWT untuk menambah ilmu kedokteran bagi para dokter.

Bahkan boleh jadi sudah tidak ada yang peduli terhadap kebenaran dan kemungkaran, atau sudah tidak ada lagi yang melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar sehingga musibah dan bencana di mana-mana dan terus menerus. “Kalau pun ada mubaligh, ustadz, pendeta dan yang lainnya yang menyeru kepada kebaikan dan kebenaran mungkin keikhlasannya kurang maksimal,” katanya.

 

RMI NU Tegal

Karena itu, kang Anis yang juga menantu KH Abdullah Abbas, Buntet Pesantren, Cirebon, mengajak semua agar melakukan introspeksi, koreksi, tafakur dan istighotsah bersama memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indoensia ini berada dalam naungan rildlo-Nya, menjadi negara yang baldatun warobbun ghafur. (din)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Makam RMI NU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Ulama Syatariyah Padang Pariaman yang difasilitasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Padang Pariaman memutuskan maniliak (melihat) 1 Ramadhan 1348 H pada Sabtu (27/5/2017) mendatang. Bila bulan sudah terlihat sebelumnya, Jumat (26/5), secara mutawatir dapat diterima. Kemudian bulan yang ? dilihat dimusyawarah pada kadhi di masing-masing daerah dimana domilisi dengan yang melihat bulan tersebut.

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Syatariyah Sumbar: Sabtu Melihat Bulan 1 Ramadhan 1438

Demikian antara lain keputusan muzakarah ulama Syatariyah Padang Pariaman tentang ru’yatul hilal penentuan awal Ramadhan 1438 H, Sabtu (20/5) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. ?

Muzakarah ulama Syatariyah Padang Pariaman yang diadakan PC Nahdlatul Ulama Padangpariaman, dihadiri lebih dari 60 ulama Syatariah Padangpariaman, Ketua Syatariyah Sumbar, Riau dan Jambi Ismet Ismail Tuanku Mudo, Ketua MUI Padangpariaman Syofyan Tuanku Bandaro, pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Padangpariaman dan ulama Syatariyah lainnya.

Muzakarah yang dimoderatori Ali Munar Tuanku Mulie dari pesantren Luhur Ampalu Tinggi, menyebutkan, hasil musyawarah kadhi tersebut disampaikan kepada jamaah agar besoknya berpuasa. Selain itu, hasil musyawarah ? tersebut juga boleh disampaikan melalui hape. “Kalau bulan masih tidak kelihatan pada petang Sabtu tersebut, maka 1 Ramadhan sebagai awal puasa langsung dilaksanakan saja pada Senin-nya),” kata Ali Munar membacakan keputusan muzakarah.

RMI NU Tegal

Sebelum diputuskan, peserta muzakarah melontarkan tiga hari yang berbeda waktu melihat bulan. Masing-masing pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Masing-masing pengusul memberikan argumentasi kapan melihat bulan dilaksanakan. “Setelah mendengarkan berbagai pendapat, komentar dan pandangan dari peserta, ulama-ulama senior, pimpinan pesantren, akhirnya kita sepakat melihat bulan pada Sabtu tersebut,” kata Ali Munar.

Ketua PCNU Padangpariaman Masrican Tuanku M Basa dalam sambutan pembukaannya menyebutkan, belajar pada peristiwa memulai 1 Ramadhan tahun lalu, melihat bulan dilaksanakan pada Selasa, sedangkan Senin petang bulan sudah terlihat. Dari saran dan masukan sejumlah ulama kepada kami, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Maka menjelang pelaksanaan melihat bulan 1 Ramadhan tahun ini, PCNU menyelenggarakan muzakarah ini.?

“Melalui muzakarah ini, dapat disepakati kapan pelaksanaan melihat bulan. Alhamdulillah, keputusan muzakarah sudah disepakati,” kata Masrican di akhir muzakarah.

Menurut Masrican, muzakarah ini juga mempererat silaturrahmi diantara ulama Syatariyah di Padang Pariaman. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilanjutkan pada masa mendatang. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Anti Hoax, RMI NU RMI NU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Jakarta, RMI NU Tegal - Agenda International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat tinggal tersisa empat pekan lagi. Acara yang akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2016 ini akan dihadiri oleh para pemimpin Islam moderat dari 50 negara. Dari pertemuan ini gagasan Islam moderat akan berdengung di kalangan tokoh muslim sedunia.

“Peserta luar negeri sudah menyatakan konfirmasi sebanyak 30 negara. Dari 30 negara itu ada yang dua orang, tiga, dan yang satu orang,” kata panitia Isomil divisi acara dan protokol Ahmad Sudrajat, Senin (18/4) sore.

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Sesuai rapat terakhir, Sudrajat menjelaskan bahwa patokan acara ini bukan hanya jumlah peserta yang hadir tapi juga jumlah negara yang sudah ditetapkan tersebut. Isomil adalah upaya untuk menyebarkan model Islam yang ramah seperti Islam Nusantara ke seluruh penjuru dunia.

RMI NU Tegal

“Kehadiran tokoh-tokoh internasional menjadi jembatan untuk mentransformasikan Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelasnya.

Upaya menyebarkan Islam Nusantara hingga ke luar negeri adalah tanggung jawab setiap warga NU. “Ini saya kira menjadi sebuah momen yang penting dan NU harus berani membuat duta besar keliling yang membawa Islam Nusantara sebagai bagian untuk menjaga Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelas Sudrajat.

Sementa itu, panitia Isomil divisi kesekretariatan Sarmidi Husna menjelaskan bahwa peserta Isomil bukan hanya dari luar negeri, tapi juga dari pengurus wilayah NU, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam lainnya.

RMI NU Tegal

“Peserta adalah Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidz NU. Kemudian ada perwakilan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia, dan peserta yang nonstruktural seperti kiai-kiai NU yang tidak menjadi pengurus NU,” terang Sarmidi.

“Muhammadiyah, Persis, dan organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) itu diundang semua menjadi peserta,” kata Sarmidi.

Dengan diadakannya Isomil ini, ia berharap Indonesia bisa memberikan contoh kepada dunia terkait dengan Islam yang moderat. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, PonPes RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji

Temanggung, RMI NU Tegal. Preman selalu diidentikkan dengan orang-orang nakal yang suka mengganggu ketertiban umum dan bertindak semaunya sendiri. Tetapi preman di Temanggung ternyata juga memiliki hobi mengaji meskipun usia mereka sudah terbilang tua.

?

Belasan pemuda tampak terburu-buru memasuki sebuah rumah di lingkungan Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung. Dari perawakan mereka, cukup menakutkan sekilas dipandang. Diantara mereka ada yang tinggi besar dengan rambut yang gondrong terurai bebas, sebagian lainnya lengannya dipenuhi tatto. Ada juga pemuda yang di bagian daun telinganya terpasang anting besar.

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji

Rupanya para pemuda tersebut tengah terburu-buru untuk berkumpul dengan geng mereka, geng Baronx. Geng Baronx ini berisikan para pemuda dengan tampilan yang sangar, namun berhati lembut. Tindakan terburu-buru mereka dipicu karena ustadz yang akan mengajar mereka membaca Al Quran sudah datang dan bersiap mengajar. "Mau ngaji dulu," kata Dwi Aryadi, 30, salah seorang diantara mereka.

RMI NU Tegal

Di ruang studio musik yang cukup luas, mereka berjajar melingkar, sebagian lain duduk di tepian dengan sandaran tembok sembari menunggu giliran mereka mengaji satu per satu. Ya, mereka adalah geng berisi para pemuda-pemuda yang sempat mencicipi dunia jalanan namun kembali pada reiligiusitas mereka. "Saya menyesal tidak bisa baca Quran. Bagi saya ini belum terlambat, makannya saya mengaji sekarang," lanjut pria yang kerap disapa Adi Spikey ini.

Pada dasarnya, mereka bukanlah preman seperti yang digambarkan orang pada umumnya, orang yang menjadi sampah masyarakat dengan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

RMI NU Tegal

Mereka hanya pemuda-pemuda yang gemar mengikuti tren, nongkrong dan aktivitas lainnya yang tidak pernah bersinggungan dengan kejahatan sosial. "Dulu saya sering mabuk-mabukan, tapi sekarang sudah tidak lagi setelah mengaji," aku pria berambut gaya musisi punk ini.

Senada dengan Adi, Nugroho Amiel juga demikian, jejaka yang belum memiliki pekerjaan tetap ini awalnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekedar berhura-hura dan mencari kesenangan sendiri. Kehidupannya tertaa setelah mendapatkan pencerahan melalui pengajian yang diikuti. "Awalnya sih cuma ikut-ikutan saja, saya anggap sepele saja. Pertimbangannya cuma karena nggak enak sama temen-temen, lama-lama saya ketagihan dan saya hampir tidak pernah bolos," katanya.

Kendati sebagian besar dari mereka telah berkepala tiga, namun, mereka masih mengeja satu persatu huruf saat belajar membaca. Tidak malu-malu mereka mengakui kekuarangan dalam hal agama. Bagi mereka, semangat untuk bisa membaca Al Quran lebih utama ketimbang mengedepankan rasa malu. "Buat apa malu, saya malah bangga belajar ngaji di usia yang sudah segini," terangnya.

Diantara barisan itu, Eed Baronx juga menjadi salah satu peserta pengajian. Nama Eed Baronx sejak tahun 1990an diidentikan di Kabupaten Temanggung sebagai salah satu musisi beraliran rock. Tercatat, pria gempal dengan rambut panjang ini menjadi vokalis Java Rock yang melantunkan lagu dalam Bahasa Jawa, namun beraliran rock. "Meskipun terlambat mengaji, tetapi saya tidak masalah. Beruntung Tuhan masih mengingatkan saya sekarang, banyak teman-teman yang tidak diingatkan untuk bertaubat," paparnya.

Untuk mengaji itu, mereka mendatangkan ustadz yang memiliki cara mengaji khusus yang dapat diikuti dengan mudah oleh orang dewasa. Sang ustadz dengan sabar dan telaten juga meladeni para pemuda ini meskipun sering banyak huruf-huruf arab yang terlupakan. "Maklum saja, kan sudah tua jadi banyak yang sekarang ingat, besok lupa, tetapi tidak masalah yang penting saya mau berusaha," papar pria 45 tahun ini.

Untuk memberikan insentif pada ustadz yang mengajar, mereka iuran setiap pertemuan dengan jumlah yang tidak ditentukan. Uang hasil iuran tersebut seluruhnya digunakan untuk mengganti tenaga mengajar ustadz yang didatangkan dari kecamatan lain. "Sekarang, kita juga giliran membawa makanan untuk buka puasa, jadi seperti pengajian bapak-bapak itu," lanjutnya.

Kedepan, mereka sangat berharap mampu membaca Al Quran dengan fasih. Mereka berharap, dalam mendidik anak nantinya dilakukan sendiri sehingga lebih bisa memahami. "Pinginnya nanti anak-anak saya, saya yang ngajari ngaji," tandasnya. (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Nahdlatul, Ubudiyah RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

Kudus, RMI NU Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menyalurkan dana santunan  kepada 62 anak yatim dan 20 duafa, Ahad (31/8). Pemberian santunan dilaksanakan bersamaan pada acara pengajian rutin Ahad pahing dan halal bihalal Majlis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kota di Kantor NU Jl Pramuka No 20 Kudus.

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

Ketua  LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, penyaluran dana santunan ini merupakan bentuk program kerja lanjutan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Ramadhan lalu. Pada kesempatan ini, para penerima santunan adalah yatama dan duafa dari desa di wilayah kecamatan Kota Kudus.

"Santunan di MWC NU Kota ini, kita salurkan dana Rp 5.100.000 dengan rincian Rp 3.100.000 untuk 62 yang masing-masing menerima Rp 50.000/anak dan Rp 2.000.000 untuk duafa diberikan kepada 20 duafa per orang menerima Rp 100.000," terang Syaroni.

RMI NU Tegal

 Ia menambahkan LAZISNU akan terus berupaya mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq dan shadaqah secara benar dari para orang kaya, dermawan, muzakki, maupun CSR dari perusahaan. Hingga kini, pihaknya terus menyosialisasikan keberadaan LAZISNU Kudus yang memang baru terbentuk beberapa bulan lalu tepatnya bulan Maret 2014.

 

"Karenanya kami mengajak semua pihak membangun kemitraan strategis dengan menyalurkan dana ZIS melalui LAZISNU Kudus dengan no rekening Mandiri Syariah 7064846013 atau langsung ke kantor NU," imbuhnya.

RMI NU Tegal

 

Direktur eksekutif LAZISNU Kudus Edi Wicaksana menambahkan Lazisnu  masih terus melakukan penataan kelembagaan sehingga mampu melaksanakan program untuk mengatasi permasalahan ummat.

 

"Termasuk juga, untuk tranparansi pemasukan dan penyaluran dana LAZISNU kami juga akan melaporkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik," jelas Edi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, AlaNu RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Brebes, RMI NU Tegal. Generasi muda diharapkan bisa mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Al-Qur’an bisa menjadi jalan penerang dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat sehingga tercetak Generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada tuntunan Qur’an.

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

“Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengancam moralitas generasi muda, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai sangat ampuh untuk mencetak Generasi Qurani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Brebes, di SMP N 2 Songgom, Selasa (6/9).

Menurut Tahroni, MTQ juga bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca tulis Al Quran secara baik, benar dan indah.

Ketua Panitia MTQ Pelajar Hendra Pradistyo Bmenjelaskan, MTQ diikuti 170 peserta. Mereka terdiri dari peserta SD/MI sebanyak 68 peserta dan SMP/MTs 102 peserta. Juga ikut mensukseskan kegiatan tersebut 15 Dewan Hakim, 10 Panitera dan 8 Pengawas kegiatan.

RMI NU Tegal

Adapun cabang yang dilombakan meliputi cabang Tartil Quran SD/MI, SMP/MTs, Cabang Tilawatil Quran SD/MI, SMP/MTs dan Cabang Tahfidz Quran 1 Juz SMP/MTs putra dan putri.?

“Tiap cabang terbagi untuk tingkat SD, SMP untuk golongan putra dan putri,” papar Hendra.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat mengambil sumpah para dewan hakim yang akan melakukan penjurian.?

Peserta terbaik pertama dari berbagai cabang, akan menjadi duta kafilah Brebes pada MTQ Pelajar Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 10-13 Oktober 2016 mendatang.

Hadir dalam pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Brebes Dedy Priyono, Kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Brebes, Kepala Sekolah SD dan SMP, dewan hakim, official dan seluruh peserta. (Wasdiun/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Warta, AlaNu RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

NU Jateng Dorong Dokumentasi dan Penyebarluasan Hasil Bahtsul Masail

Kudus, RMI NU Tegal. Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Dian Nafi meminta para kiai untuk menulis dan menginformasikan hasil bahtsul masail NU kepada masyarakat luas.  Sebab, hal itu sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan aktual yang tengah terjadi di tengah masyarakat.

 

NU Jateng Dorong Dokumentasi dan Penyebarluasan Hasil Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Dorong Dokumentasi dan Penyebarluasan Hasil Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Dorong Dokumentasi dan Penyebarluasan Hasil Bahtsul Masail

"Masyarakat berhak mengetahui hasil kajian para alim di bidang hukum-hukum agama Islam itu karena bisa menjadi panduan mereka di dalam menentukan sikap di antara sekian banyak pendapat hukum fiqih yang banyak beredar," katanya saat menjadi pembicara Halaqoh dan Bahtsul Masail yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jateng di hotel Gryptha Kudus, Selasa (25/11).

 

Pengasuh pesantren Al Muayyad Solo ini mengatakan, tanggung jawab para ulama NU semakin besar dengan banyaknya implikasi atau keterkaitan antara pemahaman keagamaan dengan segi-segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

RMI NU Tegal

 

"Artinya, para pihak yang berkepentingan terhadap hasil bahtsul masail tidak hanya warga NU melainkan juga tokoh-tokoh masyarakat wakil rakyat, pemerintah, ilmuwan, ormas, organisasi profesi, jurnalis media dan lainnya," ujar Kiai Dian.

 

Bahkan, katanya, hasil Bahtsul Masail NU telah menjadi bahan penelitian disertasi doktor yang diajukan dipelbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Hal  ini membuktikan pentingnya bahtsul masail bagi jagad pemikiran yang diakui oleh kalangan akademik.

RMI NU Tegal

 

Menyadari pentingnya hal tersebut, imbuh dia, NU telah menetapkan sistem pengambilan keputusan hukum dalam bahtsul masail NU yang merupakan keputusan Munas Alim Ulama NU di Bandar Lampung, 21-25 Januari 1992 lalu.

 

"Sistem itu mengatur bahwa keputusan Bahtsul Masail di lingkungan NU dibuat dalam kerangka bermadzhab kepada salah satu ulama madzhab empat yang disepakati, dan mengutamakan bermadzhab secara qouli," jelas Kiai Dian.

Dalam penulisan hasil Bahtsul Masail, ia menjelaskan perlunya memperhatikan beberapa hal penting termasuk tingkat pendidikan masyarakat (pembaca) yang beragam. Hal ini perlu dilakukan penulisan seperti penggunaan istilah dan ejaan harus mudah dipahami  oleh pembaca karena sebagian n masyarakat indonesia taraf pendidikannya menengah ke bawah, terutama dalam keterkaitannya dengan pengetahuan fiqih.

 

"Sementara paparan informasi umum lebih banyak diterima melalui ragam media massa dan pergaulan pendidikannya sehingga harus diimbangi penyajian hasil bahtsul masail yang mudah dipahami oleh masyarakat," tandasnya lagi.

 

Kegiatan bahtsul Masail dan halaqoh ini merupakan kerjasama LBMNU dan Kemenag provinsi Jateng. Hadir sebagai peserta, 60 utusan perwakilan pengurus cabang LBMNU se Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

NU Jateng Dorong Pendokumentasian dan Penyebarluasan Hasil Bahtsul Masail

 

Kudus, RMI NU Tegal

Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Dian Nafi meminta para kiai untuk menulis dan menginformasikan hasil bahtsul masail NU kepada masyarakat luas.  Sebab, hal itu sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan aktual yang tengah terjadi di tengah masyarakat.

 

"Masyarakat berhak mengetahui hasil kajian para alim di bidang hukum-hukum agama Islam itu karena bisa menjadi panduan mereka di dalam menentukan sikap di antara sekian banyak pendapat hukum fiqih yang banyak beredar," katanya saat menjadi pembicara Halaqoh dan Bahtsul Masail yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jateng di hotel Gryptha Kudus, Selasa (25/11).

 

Pengasuh pesantren Al Muayyad Solo ini mengatakan, tanggung jawab para ulama NU semakin besar dengan banyaknya implikasi atau keterkaitan antara pemahaman keagamaan dengan segi-segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

"Artinya, para pihak yang berkepentingan terhadap hasil bahtsul masail tidak hanya warga NU melainkan juga tokoh-tokoh masyarakat wakil rakyat, pemerintah, ilmuwan, ormas, organisasi profesi, jurnalis media dan lainnya," ujar Kiai Dian.

 

Bahkan, katanya, hasil Bahtsul Masail NU telah menjadi bahan penelitian disertasi doktor yang diajukan dipelbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Hal  ini membuktikan pentingnya bahtsul masail bagi jagad pemikiran yang diakui oleh kalangan akademik.

 

Menyadari pentingnya hal tersebut, imbuh dia, NU telah menetapkan sistem pengambilan keputusan hukum dalam bahtsul masail NU yang merupakan keputusan Munas Alim Ulama NU di Bandar Lampung, 21-25 Januari 1992 lalu.

 

"Sistem itu mengatur bahwa keputusan Bahtsul Masail di lingkungan NU dibuat dalam kerangka bermadzhab kepada salah satu ulama madzhab empat yang disepakati, dan mengutamakan bermadzhab secara qouli," jelas Kiai Dian.

Dalam penulisan hasil Bahtsul Masail, ia menjelaskan perlunya memperhatikan beberapa hal penting termasuk tingkat pendidikan masyarakat (pembaca) yang beragam. Hal ini perlu dilakukan penulisan seperti penggunaan istilah dan ejaan harus mudah dipahami  oleh pembaca karena sebagian n masyarakat indonesia taraf pendidikannya menengah ke bawah, terutama dalam keterkaitannya dengan pengetahuan fiqih.

 

"Sementara paparan informasi umum lebih banyak diterima melalui ragam media massa dan pergaulan pendidikannya sehingga harus diimbangi penyajian hasil bahtsul masail yang mudah dipahami oleh masyarakat," tandasnya lagi.

 

Kegiatan bahtsul Masail dan halaqoh ini merupakan kerjasama LBMNU dan Kemenag provinsi Jateng. Hadir sebagai peserta, 60 utusan perwakilan pengurus cabang LBMNU se Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu RMI NU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

NU Jawa Barat Layani Bimbingan Manasik Haji Gratis

Bandung, RMI NU Tegal - Menjelang keberangkatan calon jemaah haji tahun 1437 H/ 2016 M ini, Nahdlatul Ulama Jawa Barat melalui KBIH Safari Utama NU Jabar memberikan layanan mansik haji gratis bagi calon jamaah haji yang ada di Kota Bandung. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Pengurus NU Jawa Barat, Kemenag, Dinkes, FKBIH Jawa Barat, MUI, dan akademisi.

Kegiatan ini berlangsung di kompleks PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung No 09 Bandung mulai 18 Juni hingga 7 Agustus 2016 dengan 13 kali pertemuan.

NU Jawa Barat Layani Bimbingan Manasik Haji Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jawa Barat Layani Bimbingan Manasik Haji Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jawa Barat Layani Bimbingan Manasik Haji Gratis

Kegiatan bimbingan manasik haji gratis ini merupakan salah satu program pengabdian PWNU Jawa Barat terhadap umat sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab dalam upaya membantu pemerintah dalam suksesi penyelenggaaraan ibadah haji tahun 1437 H/ 2016 M.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian NU terhadap umat, terutama bagi calon jemaah haji mandiri yang tidak tergabung dalam KBIH. Selain itu, program ini merupakan salah satu bentuk tanggung NU Jawa Barat dalam upaya membantu pemerintah agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan maksimal,” tutur H Kurtubi.

RMI NU Tegal

Materi yang disampaikan dalam manasik haji ini mencakup kebijakan pemerintah tentang haji, aqidah dan akhlak, fiqih ibadah perjalanan haji yang meliputi fiqih? thaharah dan shalat dalam perjalanan, fiqih ibadah haji dan umrah, fiqih wanita, kesehatan haji, pengenalan sejarah dan ziarah, dan psikologi haji serta hikmah ibadah haji. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, AlaNu RMI NU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jakarta, RMI NU Tegal - Rombongan PBNU dan Panitia Hari Santri diterima Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (13/10) pagi. Rombongan PBNU ini menyampaikan rencana kegiatan Hari Santri 2016 mulai dari Kirab Resolusi Jihad, Festival Film, 1 Miliar Sholawat Nariyah, dan sejumlah kegiatan hari santri lainnya.

Pada kesempatan pertemuan ini, Panglima TNI menyatakan berkenan hadir bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah di Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri pada Jumat malam, 21 Oktober 2016.

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jenderal Gatot berharap kegiatan sholawat dan doa bersama ini bisa bermanfaat dengan baik untuk mendoakan Indonesia.

RMI NU Tegal

Ia juga akan menginstruksikan kepada prajurit TNI di daerah untuk ikut menyuskseskan acara ini.

Sedangkan untuk Kirab Resolusi Jihad, Panglima juga akan memerintahkan prajurit TNI untuk ikut serta dalam Kirab Resolusi Jihad. Menurutnya, perihal Kirab Resolusi Jihad, wajib hukumnya bagi TNI ikut serta. Karena Resolusi Jihad inilah salah satu pilar utama dalam memertahankan kemerdekaan Indonesia.

RMI NU Tegal

“Atas fatwa Resolusi Jihad inilah, santri, kiai dan rakyat bersatu melawan penjajah. Jika tidak ada santri dan kiai pada saat itu (perang 10 November 1945), saya tidak tahu lagi bagaimana nasib bangsa ini. Karena saat itu TNI baru lahir dan masih lelah setelah berperang merebut kemerdekaan," kata Panglima TNI. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, AlaNu, Meme Islam RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock