Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Probolinggo, RMI NU Tegal - Dalam rangka menguatkan dan membesarkan organisasi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan berupaya keras melengkapi kepengurusan di semua pimpinan anak cabang. Hal ini dilakukan mempermudah komunikasi dan koordinasi guna menjalankan program organisasi.

Hingga saat ini, telah rampung dibentuk kepengurusan 14 PAC Pergunu di 13 kecamatan di wilayah kerja Pergunu Kota Kraksaan. Semuanya meliputi PAC Pergunu Gending, Maron, Banyuanyar, Tiris Timur, Tiris Barat, Krucil, Gading, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, dan Paiton.

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Ketua Pergunu Kota Kraksaan Ishuddin mengatakan, sebuah kebanggaan ketika kehadiran Pergunu ternyata mampu menjadi magnet bagi para cerdik pandai di kalangan para ustadz di Probolinggo.

RMI NU Tegal

“Mereka dengan ikhlas dan antusias mau bergabung dan mengikrarkan diri untuk bersama-sama berjuang membesarkan organisasi dan mengamalkan ilmu dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ishuddin, Senin (25/1).

RMI NU Tegal

Menurutnya, dalam setiap agenda pertemuan para aktivis yang baru tergabung dalam wadah Pergunu ini selalu menyuarakan berbagai hal yang kesemuanya bermuara untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan, utamanya dalam peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi para guru, ustadz dan ustadzah yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan ke-NU-an.

“Mereka telah sepakat untuk menjadikan organisasi Pergunu sebagai wadah menempa diri agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih bermartabat,” jelasnya.

Kenyataan ini, jelas Ishuddin, tentu sejalan dengan semangat Pergunu secara umum untuk berjuang memperbaiki masyarakat melalui jalur pendidikan yang diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kompetensi para pelaku pendidikan yang tidak lain adalah para guru atau ustadz tersebut.

“Kita akan memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap semua pelaku pendidikan. Bahkan tidak hanya terbatas pada anggota Pergunu. Semua akan mendapatkan manfaat dari kelahiran Pergunu ini,” tegasnya.

Ishuddin berharap semoga ke depan Pergunu bisa dan mampu menjadi wadah yang mampu menaungi para ustadz dalam mengembangkan diri agar lebih baik dan utamanya dalam ikut berkiprah memberikan warna lebih bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal PonPes, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

Jakarta, RMI NU Tegal. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) mendukung langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan swasembada garam nasional dengan mengimplementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat. Program ini juga sedang dan akan dilakukan oleh Asisoasi Petambak Garam NU dengan beberapa catatan dan rekomendasi.

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

“Asosiasi Petambak Garam NU bersepakat dan merekomendasikan program korporatisasi garam rakyat dapat dilaksanakan di semua sentra garam rakyat dengan ketentuan lahan masih tetap dengan keadaan semula, maupun dengan penataan ulang lahan menyesuaikan dengan kondisi daerah/kearifan lokal masing-masing,” kata Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perekonomian NU H. Mustholihin Madjid dalam dialog nasional “Target Swasembada Garam Nasional” di kantor PBNU Jakarta, Rabu (14/1)

Menurutnya, program korporatisasi garam rakyat telah dicoba dan berhasil dilakukan oleh Asosiasi Petambak Garam NU di wilayah Lasem Rembang dan seluruh anggota Asosiasi Petambak Garam NU sepakat dan siap menjalani sekaligus menjadi daya dorong keberhasilan program.

RMI NU Tegal

Langkah operasional pelaksanaan program dilakukan dengan penggabungan lahan dari beberapa petambak garam atau kelompok petambak garam dengan minimal luas lahan 5Ha dengan syarat lahan tersebut tidak dimiliki oleh hanya perorangan.

RMI NU Tegal

“Selanjutnya hasil dari penggabungankelompok petambak garam tadi membentuk satu wadah payung besar badan usaha yang menaungi kelompok-kelompok tersebut sebagai pemilik saham,” kata Mustholihin.

Kebutuhan pembiayaan kelompok yang menggarap lahan diatur mekanismenya melalui badan usaha dengan memanfaatkan beragam sumber dan metode seperti resi gudang dan sumber pembiayaan lainnya.

“Hasil produksi garam program Korporatisasi Garam Rakyat selanjutnya diatur dan dikelola oleh Asosiasi Petambak Garam NU melalui badan usaha yang dibentuk untuk diteruskan dan diserap ke sentra-sentra industri yang membutuhkan,” tambahnya.

Asosiasi Petambak Garam NU merekomendasikan kepada KKP agar program korporatisasi garam rakyat dimana tata kelola lahan diatur dan dikelola ulang dengan melakukan perubahan total tata ruang lahan dibuat percontohan dulu di basis produksi garam rakyat yang menjadi binaan dan anggota Asosiasi Petambak Garam NU.

“Komunitas warga pesisir dan petambak garam pada umumnya merupakan warga Nahdlatul Ulama. Untuk karenanya kami memandang bahwa NU sejogyanya terlibat dan dilibatkan secara langsung dalam program korporatisasi ini melalui piranti lembaga/institusi yang ada khususnya Asosiasi Petambak Garam NU khususnya terkait tenaga Pendamping di lapangan,” kata Muztholihin.

Lembaga perekonomian NU berharap target swasembada garam nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan tercapai, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki garis panjang pantai 95.181 km atau terpanjang ketiga di dunia.

 “Apabila pemerintah serius dan warga NU atau Asosiasi Petambak garam NU terlibat dan dilibatkan secara langsung dan kongkrit oleh Pemerintah dalam Program, pola dan mekanisme yang terarah dan jelas, maka kami meyakini bahwa Swasembada garam nasionla bisa cepat terelisasi, baik garam konsumsi maupun garam industri,  ” pungkas Mustholihin Majid.  (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Bahtsul Masail, Sejarah RMI NU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, RMI NU Tegal - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak segenap aktivis politik dan para pemuka agama untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan umat dalam pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Kang Said mengimbau agar calon kepala daerah maupun pemuka agama di mana pun untuk tidak menggunakan isu agama dalam merebut dukungan politik.

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Demikian disampaikan Kang Said di hadapan sedikitnya 70 peserta diskusi publik yang bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”di Jakarta, Rabu (26/8) siang.

“Jangan jualan agama baik agama Islam atau agama lainnya di pilkada serentak. Bahaya sekali kalau agama diperjualbelikan,” kata Kang Said yang menjadi salah satu narasumber di forum ini.

RMI NU Tegal

Narasumber lain dalam diskusi ini Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Mereka yang berkepentingan merebut dukungan publik, kata Kang Said, harus menjunjung tinggi UU Pilkada sebagai konstitusi yang berlaku. Semua aturan itu dibuat sedemikian rupa memang dimaksudkan untuk menghindari kecurangan, cara-cara kotor yang berdampak pada perpecahan di tengah masyarakat.

RMI NU Tegal

“Terlebih lagi kalau negara negara berdasarkan atas agama. Ini sangat berbahaya sekali. Kalau berbeda kepentingan, bisa saling mengafirkan,” tegas Kang Said.

Menurut Kang Said, agama yang dipeluk calon kepala daerah tertentu tidak bisa menjamin yang bersangkutan bersih dari segala cela ke depannya. “Belum lagi kalau korupsi, mau disalahkan agamanya? Kan tidak mungkin agamanya,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Hadits, Santri RMI NU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Ini Nasihat Rasulullah kepada Penegak Hukum

Hukum bertujuan untuk mengatur dan menata kehidupan masyarakat agar lebih baik. Tanpa hukum kehidupan manusia berantakan dan tidak teratur: orang kuat dan berani akan seenaknya memperbudak yang lemah, seperti halnya hukum rimba, siapa berani dia yang menjadi raja.

Maka dari itu, Islam memberikan rambu-rambu hukum dan kode etik kepada umatnya supaya tidak terjadinya kezaliman dan ketidakadilan. Setiap orang harus diberlakukan adil dan setara di hadapan hukum. Tidak ada perbedaan kaya dan miskin, kuat dan lemah, pintar dan bodoh, pada saat proses pengadilan. Semuanya harus diberlakukan sama.

Hukum harus ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku di sebuah negara. Tidak boleh ditambahi dan dikurangi sesuai keinginan pribadi ataupun pesanan dari orang lain. Pada zaman Rasulullah, sebagaimana dikisahkan ‘Aisyah, pernah terbesik dalam hati sahabat untuk mengurangi hukuman seorang pencuri yang berasal dari keturunan terhormat. Pencurinya adalah perempuan dari Bani Makhzum.

Ini Nasihat Rasulullah kepada Penegak Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Nasihat Rasulullah kepada Penegak Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Nasihat Rasulullah kepada Penegak Hukum

Sahabat kebingungan menghadapi kasus ini. Mereka berunding untuk mengadu kepada Rasul SAW sembari meminta hukumannya dikurangi. Akan tetapi, di antara mereka tidak ada yang berani mengutarakan hal itu langsung kepada Rasulullah SAW. Sehingga akhirnya, Usamah Ibn Zaid diminta untuk mengadukan kasus ini dikarenakan ia orang terdekat Rasulullah SAW. Mendengar laporan tersebut, Rasulullah SAW marah dan mengatakan di hadapan orang banyak:

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah, apabila seorang bangsawan mencuri, mereka biarkan, tetapi bila ada orang lemah dan miskin mencuri, mereka tegakkan hukuman kepadanya. Demi Allah, andaikan Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” (HR: Ibnu Majah)

RMI NU Tegal

? ? ?

Ini merupakan bentuk ketegasan Rasulullah SAW. Beliau tidak takut menerapkan hukum ? ? kepada siapapun, baik kaya maupun miskin. Sebab tanda kehancuran suatu kaum adalah hukum tidak ditegakkan. Sebagai negara hukum, mestinya hukum di Indonesia harus ditegakkan oleh pemerintah, dalam hal ini kepolisian dan lain-lain, seadil-adilnya. Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jangan biarkan lagi masyarakat sipil main hukum dan menindas seenaknya. Memimjam kata Gus Dur, jangan menjadi bangsa penakut, lantaran tidak mau menghukum yang salah. Wallahu a’lam (Hengki Ferdiansyah)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, AlaSantri RMI NU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap

Kudus,RMI NU Tegal. Biasanya, sulap hanyalah permainan yang sekadar menjadi hiburan semata. Namun, sebetulnya sulap bisa sebagai media dakwah. Pandangan demikian disampaikan seorang kader Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Kudus Ahmad Minan yang mahir bermain sulap.

Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap

Menurut Minan, beberapa jenis sulap banyak terdapat nilai-nilai filosofis ajaran agama. ? Ia mencontohkan permainan teh botol berubah menjadi air putih memiliki makna mensucikan hati seseorang dengan ke-tawadlu-an.

"Artinya, setiap hati seseorang orang tentu ada dosa yang diwarnai pikiran kotor sehingga dengan keyakinan dan ketawadlu-an yang sungguh-sungguh bisa berubah suci dan bersih kembali," ujarnya kepada RMI NU Tegal di Kantor IPNU Kudus, Sabtu (14/3).

RMI NU Tegal

Ditanya awal mula tertarik dunia sulap, pria asal Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus ini mengaku mendapat inspirasi dari seorang teman sekolah dari Jepara yang ingin belajar permainan ini. Usai tamat sekolah di Madrasah Aliyah, Minan belajar bersama tetangganya Mbah Mahmud yang kebetulan pintar ilmu sulap.

"Kemudian saya kembangkan sendiri dengan berlatih otodidak selama tiga tahun. Alhamdulillah, sekarang ini sudah mengusai tidak kurang dari puluhan jenis permainan mulai sulap classic, mentalis, tradisional, dan fakir (seperti Limbat)," tuturnya.

RMI NU Tegal

Selama ini, Minan yang juga santri Pondok Pesantren al-Hanafiyah Jekulo ini sering mendapat undangan manggung untuk mengisi kegiatan sekolah, organisasi ataupun even di Kota Kudus dan luar kota seperti Jepara.?

Untuk menguji kemahirannya, ia juga pernah mencari keberuntungan mendaftar dalam acara The Master di sebuah stasiun televisi swasta.

"Meskipun gagal seleksi di program The Master, saya tetap semangat mengembangkan ketrampilan sulap. Karena keterampilan ini juga bisa untuk kepentingan dakwah," tandasnya. (Qomarul Adib/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Budaya, Ubudiyah RMI NU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

NU Bahas Perizinan Usaha Perdagangan di Tengah Menjamurnya Minimarket

Mataram, RMI NU Tegal - Peserta Munas-Konbes NU 2017 akan mengkaji izin usaha minimarket atau supermarket yang dikeluarkan pemerintah untuk perusahaan besar dari sisi hukum Islam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis-Sabtu (23-25/11). Mereka membahas mekanisme pengeluaran izin oleh pemerintah dari sudut pandang Islam.

Masalah ini diangkat seiring dengan kemunculan minimarket yang menimbulkan pro-kontra antara para pengusaha, pedagang kecil, dan menengah. Sebagian pedagang khawatir kemunculan pasar swalayan kecil itu mematikan usaha para pedagang kecil di kampung-kampung. Sementara dalam pelaksanaannya, bidang-bidang usaha itu terutama perusahaan-perusahaan raksasa berusaha mendapatkan perizinan pihak berwenang melalui surat izin usaha perdagangan (SIUP).

NU Bahas Perizinan Usaha Perdagangan di Tengah Menjamurnya Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bahas Perizinan Usaha Perdagangan di Tengah Menjamurnya Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bahas Perizinan Usaha Perdagangan di Tengah Menjamurnya Minimarket

Para kiai peserta Sidang Komisi Bahtsul Masail Ad-Ainiyah Al-Waqi‘iyah Munas-Konbes NU 2017 akan mengkaji hukum pemberian izin usaha (retail) yang berpotensi menimbulkan mafsadah bagi masyarakat sekitar.

Mereka juga menyoal surat izin yang terlanjur dikeluarkan pemerintah. Mereka membahas apakah pemerintah wajib mencabut izin tersebut secara syar‘i.

RMI NU Tegal

Pembahasan ini merupakan bentuk kepekaan para kiai atas perkembangan sektor usaha perdagangan dan pasar modern di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sementara menjamurnya jenis pasar modern seperti minimarket dan lain sebagainya juga terus menggeser keberadaan pasar-pasar tradisional.

RMI NU Tegal

Kecuali soal perizinan, para kiai juga akan membahas hukum belanja oleh masyarakat di berbagai minimarket setempat yang berakibat matinya atau gulung tikar toko-toko warga.

Hasil dari pembahasan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengeluarkan SIUP.

Peserta forum bahstul masail ini terdiri atas pengurus harian PWNU se-Indonesia dan undangan dari kalangan kiai pesantren se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1)

Jakarta, RMI NU Tegal. Negara-Negara Dunia Dukung Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di MaliSejumlah Perusahaan Raksasa Masih Tunda Ekspansi.

Sejumlah negara kuat dunia telah mengirimkan sinyal dukungan mereka terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di Mali. PBB akan mengambil alih tanggung jawab keamanan Mali dari pasukan Afrika.

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1)

Kesepakatan tersebut diperoleh dari konferensi yang diselenggarakan oleh Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia. Pertemuan itu dihadiri Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS), PBB serta negara-negara tetangga Mali. Forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa untuk mengatasi konflik bersenjata di Mali yang gelar Uni Afrika dan ECOWAS di Addis Ababa, pada tanggal 29 Januari lalu.

RMI NU Tegal

Agenda utama pertemuan Support Group untuk Mali di Brussel tersebut adalah untuk memastikan keamanan berkelanjutan dengan mendukung demokrasi, pembangunan ekonomi dan hak asasi manusia di salah satu negara termiskin di dunia itu.

Sebelumnya, anggota Dewan Keamanan PBB, dalam sidang di New York, Senin, 14 Januari 2013, memberikan dukungan atas intervensi militer Perancis di Mali untuk memerangi “pemberontak muslim” di negara itu. 

Kelompok Militan muslim yang ditengarai punya hubungan dengan Al-Qaida mulai merangsak ke bagian selatan negara itu. Sidang Dewan Keamanan PBB itu digelar atas permintaan Perancis.

RMI NU Tegal

Pihak berwenang Perancis mengatakan, mereka khawatir bahwa pemberontak akan bergerak menuju ibu kota Mali, Bamako, dan menciptakan ancaman keamanan serius bagi kawasan yang lebih luas.

“Intinya sekarang adalah untuk memenangkan perdamaian,” kata Pascal Canfin, Menteri Pembangunan Perancis, dihadapan utusan PBB dan Uni Afrika bersama dengan 45 delegasi dari pemerintah, lembaga-lembaga donor dan bantuan internasional dalam penutupan konferensi tersebut.

”Operasi militer terus berlanjut tetapi kita harus melihatnya dalan kerangka jangka panjang.” 

“Kita harus merebut kembali seluruh Mali, tetapi masa depan hanya akan dijamin jika ada dialog politik antara rakyat dan pembangunan ekonomi,” lanjutnya.

Pertemuan Brussel itu menyambut keberhasilan pasukan Perancis mengusir para militan itu keluar dari kota-kota di wilayah utara yang dikuasai mereka sejak 10 bulan yang lalu. Forum itu juga menyambut tawaran pemerintah Mali untuk menyelenggarakan pemilihan umum pada 31 Juli.

“Proses pemilu yang jujur dan bebas, kembali ke tatanan konstitusional secara penuh dan dialog nasional yang benar-benar inklusif adalah kunci untuk mengatasi ketidakstabilan di Mali dan mengembalikan keamanan dan pembangunan di wilayah Sahel,” katanya dalam pernyataan akhir pertemuan tersebut seperti dilansir AlJazeera, Rabu ini.

Tieman Coulibaly, menteri luar negeri Mali, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, sementara Canfin mengatakan ada “dukungan bersama oleh pemain kunci untuk bergerak menuju misi perdamaian”.

“Dalam jangka pendek, kami ingin melihat AFISMA (pasukan bantuan internasional) dikerahkan sehingga tentara Perancis bisa pergi,” ujar Coulibaly.

Desire Kadre Ouedraogo, President Komisi ECOWAS Blok Afrika Barat menyatakan bahwa organisasinya dan Uni Afrika yakin penjaga perdamaian harus segera dihadirkan. Para diplomat mengatakan ada kebutuhan mendesak tentara PBB untuk mengamankan negara tersebut. Sementara Uni Eropa sudah mengajukan rencana misi militer untuk melatih tentara Mali.

Pembicaraan di Brussel ini dilakukan setelah Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Perancis mengatakan 4.000 serdadunya mungkin akan keluar dari negara Afrika Barat itu pada awal bulan depan. 

Perancis mengaku pasukannya berhasil membunuh “ratusan pemberontak militan” di bekas negeri jajahannya itu baik melalui gempuran udara maupun serangan darat, di kawasan pegunungan terpencil dekat perbatasan Aljazair

Sejumlah Perusahaan Raksasa Tunda Ekspansi

Produsen emas terbesar di Afrika, AngloGold Ashanti Ltd. (ANG.JO) menyatakan pada Rabu waktu setempat bahwa perusahaan tersebut menghentkan salah satu rencana ekspansinya di Mali bagian utara yang tengah bergejolak. 

“AngloGold mengoperasikan sejumah tambang emas di negara tersebut. Kendatipun lokasi tambang masih jauh dari area konflik, perusahan tersebut bersikap hati-hati dalam investasi,” kata Wakil Eksekutif Presiden Afrika Kontinental Richard Duffy, sebagaimana dilansir Foxbusiness, Rabu (6/2).

AngloGold Ashanti Ltd. (ANG.JO) adalah perusahaan emas terbesar di Afrika yang bermarkas di Johannesburg. Akhir tahun lalu Reuters melaporkan, seorang pengacara Afrika Selatan mengajukan gugatan class action terhadap lebih dari 30 perusahaan emas, termasuk Anglogold. Pengacara tersebut mewakili 17.000 eks penambang yang mengaku tertular penyakit silicosis paru akibat kelalaian kesehatan dan jaminan keselamatan.

Morila adalah tambang emas yang menghasikan 85 ribu-95 ribu ons per tahun, berlokasi sekitar 180 km bagian tenggara Bamako, ibu kota Mali. Maskapai tersebut mengincar tambang emas Yatela dan Sadiola. Keduanya berlokasi di Barat Laut Mali.

AngloGold sebenarnya berencana mengeluar dana 400 juta dollar Amerika berpartner bisnis dengan IAMGOLD yang bermarkas di Toronto Kanada untuk membeli area tambang Sadiola. Tapi bulan lalu IAMGOLD yang telah memiliki tambang Sadiola dan Yatela di Mali bagian barat ini menegaskan tidak akan melanjutkan ekspansi di Mali untuk sementara waktu.

Banyak perusahaan yang mengambil sikap hati-hati di wilayah tersebut. Maskapai migas raksasa terbesar di Italia Eni S.p.A (E) akhir bulan lalu juga mengembalikan lima lisensi eksplorasi di Mali lantaran tak ada jaminan keamanan di area tersebut. Keputusan perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki BP Paribas, sebuah group perbankan raksasa bermarkas di Paris itu dibuat sebelum Perancis mengumumkan kampanye militer melawan pemberontak, 11 Januari lalu. 

"Kita bisa terus beroperasi… tapi kita menunda proyek sementara waktu sampai ada kejelasan kondisi di Mali,” tegas Duffy. Dia juga menyatakan pemerintah Mali terus berjalan dan tidak vakum.

Duffy juga mengatakan, selain penambangan di Afrika Selatan, wilayah Afrika secara keseluruhan sangat penting bagi kemajuan produksi Anglogold. Kini Afrika Selatan menjadi basis produksi terbesar perusahaan tersebut.

Belum lama ini, Areva SA (AREVA.FR), perusahaan nuklir milik pemerintah Perancis segera bekerjasama dengan pemerintah Nigeria untuk memperkuat keamanaan tambang uranium di Negara tersebut. Menyusul intervensi militer Perancis di Mali. 

“Kami mengambil sejumlah langkah bersama Pemerintah Nigeria untuk memperkuat keamanan operasi kami,” ujar Luc Oursel, Kepala Eksekutif Perusahaan tersebut di Channel Radi Perancis, BFM.

Warga Negara Perancis yang bekerja di perusahaan uranium tersebut pernah ditembak pada September 2010. Satu pegawai dari Areva dan tiga pegawai dari French construction group Vinci (DG.FR) masih disandera oleh kelompok militan di daerah Sahel.

 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Santri RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

PBNU Canangkan “Kios Ummat”

Kudus, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui PT Ummat Power mencanangkan pendirian Kios Ummat sebagai penjualan kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini dimaksudan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi ummat di kalangan masyarakat kecil.

"Pasar rakyat ini sebagai awal dicanangkannya Kios Ummat di sejumlah daerah di Indonesia,"kata Direktur PT Ummat Power H Bambang P sumohardjo dalam acara pembukaan Pasar Rakyat yang diselenggarakan PBNU di alun-alun Kudus, Sabtu (4/7) kemarin.

PBNU Canangkan “Kios Ummat” (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Canangkan “Kios Ummat” (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Canangkan “Kios Ummat”

Lebih Jauh, H Bambang menjelaskan awal tahun 2014 kios ummat ditargetkan sudah berdiri di masing-masing daerah atau ? pelosok pedesaan di Indonesia.

RMI NU Tegal

"Kita berdayakan Pengurus Cabang, MWC maupun Ranting NU menentukan tempat Kios Ummat sekaligus pengelolaannya. Sedangkan ? kami hanya men-stock barang dan mem-branding kios tersebut,"bebernya kepada RMI NU Tegal usai pembukaan.

Bupati Kudus H Musthofa menyambut baik kegiatan Pasar Rakyat dan rencana pendirian Kios Ummat. Bahkan dengan tegas, H Musthofa menyatakan siap mempermudah proses perijinan pendirian Kios Ummat di Kudus.

RMI NU Tegal

"Selama saya masih menjabat bupati, bila ada pengajuan ijin pendirian akan langsung saya tanda tangani surat ijinnya,"katanya saat membuka Pasar Rakyat ini.

Pasar rakyat yang berlangsung hingga Ahad (5/7) ini dilaksanakan oleh PBNU dan PT Ummat Power ditunjuk sebagai penyelenggaranya. Berbagai produk ditawarkan mulai sembako murah minyak goreng Bintang 9 , ? rokok, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya dari produk Sinar Mas, Garuda food, rokok Apoche dijual dengan harga murah.

"Pasar rakyat di Kudus ini putaran yang kesebelas sehingga masih kurang ? 37 kota lagi dari target yang kita kunjungi pada putaran tahun pertama ini. Semuanya ini sebagai wahana silaturrahim antar warga NU, simpatisan dan partisipan NU,"tambah Bambang mewakili PBNU.

Acara pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Jidur ? oleh Bupati Kudus H Musthofa itu, dihadiri puluhan tamu undangan diantaranya Rais Syuriyah PCNU KH Ulil Albab Arwani, Ketua PCNU KH Chusnan MS, wakil Ketua DPRD Kudus Noor Hafsin, Host TV Harry Pantja , pengurus NU dan Banom serta tamu undangan lainnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Syaban Jalan Menuju Puncak

Iitulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?. ? ?-

? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?.

Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaban Jalan Menuju Puncak

Faya Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama menjaga kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya dengan penuh kesadaran dan keinsyafan.

Karena hanya dengan taqwalah jalan kita mendekati Allah swt. mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat, seperti yang difirmankan Allah dalam yunus 63-64

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa * Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

RMI NU Tegal

Hadirin Kaum Muslimin yang Dirahmati Allah

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua masih menikmati indahnya bulan sya’ban. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Secara bahasa kata “Sya’ban” mempunyai arti “berkelompok”. Nama ini disesuaikan dengan tradisi bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu). Sya’ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Rasulullah Saw. selain bulan yang empat, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Salah satu pemuliaan Rasulullah Saw. terhadap bulan Syaban ini adalah beliau banyak berpuasa pada bulan ini.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasai dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah menyatakan, Usamah berkata pada Rasululllah Saw., Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan itu (Sya‘ban) berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”. ( HR. an-Nasa’i)

Hadirin Kaum Muslimin yang Budiman

Oleh karena itu, marilah di awal bulan Syaban ini kita perkokoh keimanan dan ketaqwaan kita. Mumpung masih ada waktu, mumpung ada bulan Sya’ban yang penuh dengan keutamaan dan keistimewaan. Mungkin itulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

Meniti perjalanan menuju puncak bukanlah hal yang mudah. Minimal memerlukan persiapan-persiapan yang terkadang sangat melelahkan dan menguras energy. Ingatlah pekerjaan mendaki gunung yang mengharuskan berbagai macam pelatihan. Begitu pula meniti puncak di bulan Sya’ban tentunya pendakian itu mengharuskan kesungguhan hati dan niat yang suci karena mendaki adalah usaha menuju yang lebih tinggi yang harus dilalui dengan sedikit susah dan payah. Kepayahan itu akan terasa ketika kita memilih berpuasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk pendakian menuju puncak.

Rasulullah saw bersabda bahwa bulan ini dinamakan Sya’ban karena berhamburan kebajikan di dalamnya. Barang siapa berpuasa tiga hari di awal bulan Sya’ban, tiga hari di pertengahannya dan tiga hari di akhirnya. Maka niscaya Allah tulis untuk orang itu pahala tujuh puluh orang nabi, dan seperti ibadah tujuh puluh tahun, dan jiakalau orang itu meninggal pada tahun ini akan diberikan preikat mati syahid.

? Ma’asyiral Mu’minin Rahimakumullah

Pendakian menuju puncak di bulan Sya’ban ini juga dapat dilakukan dengan cara banyak beristigfar dan meminta ampun atas segala dosa yang? telah kita lakukan di bulan-bulan sebelumnya. Baik dosa yang kita lakukan dalam bentuk tindakan dan kelakukan yang kasat mata maupun dosa yang adanya di dalam hati dan tidak kasat mata, dan justru dosa terakhir inilah yang terkadang lebih menumpuk di bandingkan dosa kelakukan. Ujub, sum’ah, takabbur dan lain sebagainya;

Coba kita dalami an-Nahl ayat 78:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

Bukankah ayat tersebut seolah mewajibkan manusia agar selalu insyaf dan sadar bahwasannya berbagai kedudukan kita di dunia ini, jabatan, kekuatan, kekayaan, kegagahan, kepandaian dan semuanya adalah pemberian Allah swt, dan manusia pada awalnya tidak mengerti sesuatu apa.

karenanya, jika terbersit dalam hati kita sebagai manusia akan kepamilikan dan ke-Aku-an sadarlah bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan dosa. Apalagi jikalau perasaan itu disertai dengan kesengajaan menafikan Allah swt. maka segralah bertaubat. Allah sendiri mengancam orang-orang seperti ini dalam surat Thaha ayat 124:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."?

Dengan? demikian, Ma’asyiral Muslimin

Wajiblah setiap manusia itu selalu bersujud dan berbakti kepada Allah swt. setiap saat, setiap waktu, semakin berpangkat, semakin pandai, semakin kaya, semakin berada, maka sujudnya harus semakin dalam dan penuh makna.

Sebagai penghujung khutbah ini, marilah di waktu yang istimewa ini di bulan Sy’aban yang penuh fadhilah ini, kita mendaki bersama dengan menjalankan berbagai amal shaleh dan meminta pengampunan dan magfirah-Nya, sehingga kita akan sampai dipuncak nanti sebagi insan yang siap menjalankan keinsaniyahannya di depan Sang Khaliq

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Red. Uli H

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Lomba, Tegal RMI NU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Sukabumi, RMI NU Tegal. Setelah beberapa tahun terakhir vakum, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi akhirnya dibentuk kembali.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Barat Nunung Nurjanah, kepengurusan PC IPPNU Sukabumi sebenarnya sudah terbentuk sejak lama, hanya saja beberapa tahun belakangan nyaris tak ada aktivitas. “Lalu kepengurusan sebelumnya tidak tersisa satupun, sehingga kepengurusan kembali dibentuk,” ungkap Nunung kepada RMI NU Tegal, Ahad (12/10).

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Nunung mengakui, vakumnya kepengurusan sebelumnya disebabkan kurangnya pembinaan secara intensif oleh Pimpinan Wilayah. Selain itu, PCNU Sukabumi pada saat itu belum berjalan dengan baik dalam membina Badan Otonom (Banom) yang berada di bawahnya.

RMI NU Tegal

Dua kepengurusan cabang IPPNU tersebut terbentuk, Kamis (9/10), di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Kabupaten Sukabumi. PW IPPNU Jawa Barat segera menyiapkan surat keputusan (SK) lantas mengadakan pelantikan.

RMI NU Tegal

“Sebetulnya yang terpenting bukanlah pelantikan, tetapi setalah itu yang terpenting adalah gerakannya,” tegasnya di hadapan puluhan perwakilan dari sekolah dan pondok pesantren.

Ia berharap, kepengurusan yang sudah terbentuk bisa berjalan normal seperti cabang-cabang lainnya, serta kuantitas dan kualitas kader juga semakin baik. “Mudah-mudah setelah ini mereka berani untuk mengajak teman-teman lainnya yang ada di sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren,” harapnya.

Dari data yang dihimpun oleh RMI NU Tegal, sampai saat ini di bawah PW IPPNU Jawa Barat, tinggal tiga cabang yang belum terbentuk, yakni Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Berita RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Musim Hujan dan Percikan Najis

Seiring dengan datangnya musim hujan, banyak ruas jalan yang tergenangi air hujan maupun lumpur, sehingga disaat sedang mengendarai sepeda motor atau ketika sedang berjalan kaki  percikan air maupun lumpur tersebut mengenai pakaian yang kita kenakan. Bagaimanakah hukum pakaian tersebut?

Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia, terkhusus bagi umat muslim. Kaitanya dengan masalah pakaian, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dalam menjaga kesucian pakaian dari najis, karena hal ini berpengaruh terhadap sah dan tidaknya shalat, baik yang menempel pada pakaian, badan maupun tempat shalat.

Namun demikian Islam juga memperhatikan kemudahan, agar tidak terjadi kesulitan. Oleh karena itu, ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun dihindari.  Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali.

Musim Hujan dan Percikan Najis (Sumber Gambar : Nu Online)
Musim Hujan dan Percikan Najis (Sumber Gambar : Nu Online)

Musim Hujan dan Percikan Najis

قال الغزالي : يُعْذَرُ مِنْ طِيْنِ الشَّوَارِعِ فِيْمَا يَتَعَذَّرُ الإِحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا

Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini dimaafkan.

Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut diyakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.

وَأَمَّا مَا تَسْتَيْقِنُ نَجَاسَتَهُ فَيُعْفَى عَنِ القَلِيلِ مِنْهُ. وأمَّا الكَثِيْرُ فَلاَ يُعْفَى عنهُ كَسَائِرِ النَّجَاسَاتِ.

RMI NU Tegal

Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan, sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.

Alasan kenapa najis yang sedikit diatas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan tersebut. Padahal ia hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya.  

RMI NU Tegal

 

Penulis: Ahmad Fuad Basha

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Syariah RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

RMI NU Tegal

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

RMI NU Tegal

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Jakarta, RMI NU Tegal - Komunitas Rumah Jamur bersama Tim Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sampang mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka pemulihan mental anak-anak korban konflik di Desa Bluran dan Desa Karang Gayam, Sampang. Mereka mengajak anak-anak di desa setempat menonton film motivasi, outbound, dan kegiatan psikososial lainnya.

Menurut Koordinator Tim Lakpesdam NU Sampang Mohammad Karim, semua anak-anak baik yang orang tuanya Sunni maupun Syiah merupakan korban dari konflik orang dewasa. Anak-anak semestinya tidak dilibatkan dalam konflik karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi.

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Anak-anak perlu dihibur untuk menghapus trauma dari kekerasan yang mereka saksikan saat kejadian.

RMI NU Tegal

"Anak-anak tidak boleh dilabeli Sunni atau Syiah. Mereka adalah anak-anak yang semestinya bisa tumbuh dalam suasana yang nyaman tanpa kekerasan," ujar Karim saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (23/1) pagi.

Ketua Rumah Jamur Siti Fatimah menambahkan, metode pemulihan trauma dalam bentuk pemutaran film motivasi dikmaksudkan untuk membangkitkan semangat hidup mereka serta memberikan permainan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan? penguatan agar mereka tidak larut dalam kesedihan serta kebencian kepada sesama.

RMI NU Tegal

"Kami ajak anak-anak bermain sambil belajar melalui pemutaran film motivasi untuk anak, permainan tradisional dan sharing bersama sehingga sedikit banyak bisa mengobati trauma yang mereka miliki akibat konflik yang pernah terjadi," ujar Peraih Medali Emas Olimpiade Astronomi Tingkat Internasional ini.

Rumah Jamur bersama Lakpesdam NU Sampang sengaja menurunkan tim di dusun eks lokasi konflik tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

"Apapun yang terjadi, kami ingin memastikan anak-anak korban konflik ini tetap terjaga kebahagiaannya sehingga bisa lebih terjamin masa depannya," imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 6 jam sejak pagi hingga siang ini diikuti kurang lebih sebanyak 110 anak. Di akhir sesi kegiatan, Tim Rumah Jamur juga menggelar diskusi dengan sejumlah tokoh, pemuda, dan guru untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Santri RMI NU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ramadhan, Mari Kian Bersahabat dengan Alam!

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ramadhan, Mari Kian Bersahabat dengan Alam! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Mari Kian Bersahabat dengan Alam! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Mari Kian Bersahabat dengan Alam!

RMI NU Tegal

Tahun 2015 lalu Indonesia diresahkan dengan bencana kabut asap yang luar biasa akibat kebakaran hutan. Kabakaran yang terjadi di 12 provinsi itu mengkibatkan kerugian yang sangat besar, tak hanya dari segi materi tapi juga kerusakan lingkungan dan menurunnya mutu kesehatan masyarakat bahkan hingga memakan korban jiwa.

RMI NU Tegal

Kebakaran hutan sepanjang Juni-Oktober 2015 memicu perlambatan ekonomi daerah terdampak, menghanguskan sedikitnya 2,6 juta hektare lahan atau setara 4,5 kali Pulau Bali, serta menimbulkan kerugian hingga Rp 221 triliun. Belum lagi puluhan ribu orang di kawasan terparah seperti Pulau Sumatera dan Kalimantan yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena terpapar asap.

Bencana kekeringan juga tak kalah menyedihkan. Akibat fenomena alam el-nino, pertengahan tahun lalu, hujan tak kunjung turun ke bumi Indonesia. Kekeringan menambah penderitaan para petani, dan kekurangan air bersih melanda di mana-mana. Kondisi kian parah ketika kawasan hijau yang diandalkan ternyata sudah gundul dan kehilangan fungsinya. Saat musim hujan tiba, tragedi pun berganti dengan bencana banjir. Berita tentang rumah rusak, korban luka-luka hingga meninggal dunia, akibat banjir bandang dan longsor ramai di media massa. Seolah alam sedang menunjukkan kemarahannya kepada manusia.

Hadirin jamaah Shalat Jum’at hadâkumullâh,

Tentu ini bukan salah alam. Karena alam bergerak atas dasar sunnatullah (hukumnya) sendiri. Allah dalam Al-Qur’an Surat ar-Rum ayat 41 mengingatkan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini dengan terang mengungkapkan bahwa di balik kerusakan yang di bumi maupun di laut ada ulah manusia sebagai penyebabnya. Bencana alam tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui faktor, yakni sifat dan perilaku manusia.

Mengapa bencana asap luar biasa terjadi? Kebakaran terjadi karena masifnya alih fungsi di lahan yang sangat mudah terbakar. Pemicu kebakaran tersebut adalah karena keringnya lahan gambut setelah alih fungsi lahan. Dalam proses alih fungsi, lahan gambut itu selalu disertai pengeringan lewat pembuatan kanal-kanal. Dan itu ulah manusia.

Mengapa bencana kekeringan dan banjir selalu terjadi? Karena sumber daya alam yang mencegah itu semua telah dirusak. Praktik penebangan pohon yang membabi buta, pembuangan sampah yang sembarangan, dan abai terhadap pentingnya aksi penghijauan, adalah di antara sumber masalah yang patut diperhatikan. Dan pelakunya pun tak lain adalah manusia.

Hadirin jamaah Shalat Jum’at as‘adakumullah,

Ramadhan sebagai bulan untuk kian mendekatkan diri kepada Allah adalah momentum tepat untuk merenungi dua ajaran dasar dalam Islam. Pertama, Allah adalah rabbul ‘âlamîn atau Allah adalah tuhan seluruh alam. Artinya, hamba Allah bukan hanya manusia, melainkan seluruh makhluk lain: binatang, tumbuhan, gunung, tanah, udara, laut, dan lain sebagainya. Dalam konteks hubungan antara khaliq dan makhluq, manusia sama dengan ciptaan-ciptaan lain.

Ajaran yang kedua adalah rahmatan lil ‘alamin atau menebar kasih sayang kepada seluruh alam, sebagai misi utama ajaran Islam. Manusia tak hanya dituntut berbuat baik dengan manusia lainnya tapi juga makhluk lainnya. Itulah mengapa saat perang Badar yang peristiwanya tepat pada bulan Ramadhan, Rasulullah melarang pasukan Muslim merusak pohon dan membunuh binatang sembarangan. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam sangat menyayangi alam.

Dengan menyadari dua ajaran dasar tersebut (Allah rabbul ‘âlamîn dan misi Islam rahmatan lil ‘âlamîn), dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia dan alam memiliki hubungan integral dan timbal balik. Manusia memang diberi kelebihan untuk bisa memanfaatkan alam tapi ia sekaligus berkewajiban pula melestarikan dan melindunginya. Saat alam hanya diposisikan sebagai objek yang dimanfaatkan, maka eksploitasilah yang akan muncul. Eksploitasi yang timbul dari sifat serakah akan berdampak pada kerusakan dan ujungnya adalah bencana alam. Sebaliknya, bila manusia bersahabat dan berbuat baik terhadap alam, maka alam pun mendatangkan maslahat bagi dirinya.

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Wahai para penyayang yang semoga Sang Maha Penyayang menyayangi kalian, sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.

Demikian, semoga di bulan Ramadhan ini kita sanggup meningkatkan kualitas diri kita untuk menjadi manusia yang akram (lebih bertakwa kepada Allah SWT) dan shâlih, yakni yang mampu mewarisi bumi ini dalam arti luas, mengelola, memanfaatkan, menyeimbangkan dan melestarikan dengan tujuan akhirnya mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat (sa’adatud darain).

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Alif Budi Luhur)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft

Pondok Pesantren Darun Najah yang beralamat di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berawal dari madrasah diniyah awaliyah dengan segelintir santri. Tapi kini lembaga asuhan KH. Moh. Khozin Barizi itu berkembang menjadi pesantren yang juga menaungi lembaga formal mulai Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Berdasarkan sejarah yang ada, Pesantren Darun Najah didirikan sejak tahun 1995, berawal dari pendirian Madrasah Diniyah Aliyah sederhana dengan santri yang hanya 20 orang dan tiga guru. Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat untuk menimba ilmu di Darun Najah semakin meningkat sehingga pihak pesantren berinisiatif mendirikan pendidikan formal khusus jenjang sekolah menengah pertama. Akhirnya, selang tiga tahun dari rintisan lembaga awal tepatnya tahun 1998 berdirilah MTs Darun Najah dengan Kepala Sekolah (Kepsek) seorang perempuan bernama Ibu Yatik, yang memimpin hingga tahun 2005. Dilanjutkan Ibu Mudrifah hingga tahun 2006 dan diteruskan oleh Ibu Nur Saidah sampai dengan sekarang.

Pengembangan pesantren dengan pendirian lembaga pendidikan formal ini bertujuan untuk mencetak generasi Islam yang berwawasan Iptek (ilmu pengetahuan) dan Imtaq (iman dan taqwa) serta dapat mengimplementasikan hasil pendidikan pondok pesantren dalam masyarakat yang plural seperti saat ini. Karena itu pula, meski didirikan lembaga formal, para peserta didik tetap dibekali ilmu-imu keagamaan dengan keseimbangan pengetahuan umum.

Selang enam tahun dari pendirian MTs Darun Najah, pengembangan pendidikan terus beranjut dengan didirikannya Madrasah Aliyah (MA) Darun Najah sejak tahun 2003. Sistem pembelajaran yang ada baik di tingkat MTs dan MA pun tak jauh berbeda tetap dengan menjunjung tinggi keseimbangan antara IPTEK dan IMTAQ. Harapannya bisa menciptakan santri yang berkomKpetensi, mempunyai kecerdasan ganda (Multiple Intellegence) serta santri yang berakhlaqul karimah.

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft

Dengan tujuan-tujuan yang ingin diraih, pihak Darun Najah melengkapi lembaga segala yang menjadi penunjang pendidikan dan menjelma sebagai pesantren modern berbasis salafiyah. Para peserta didik baik di tingkat MTs maupun MA dibekali dengan Pendidikan Islam yang mengedepankan pembinaan spiritual dan moral, di samping itu juga membekali para santrinya dengan ilmu-ilmu umum. Selain itu ada pula pengembangan kreativitas siswa mulai pembelajaran menjahit, pemanfaatan barang bekas hingga tata boga yang dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Terampil dan Berprestasi

RMI NU Tegal

Ekstrakurikuler tidak hanya dilaksanakan dalam pendidikan formal, pesantren juga mengadakan berbagai macam program ekstrakulikuler yang dibimbing langsung oleh pengasuh dan pengurus pesantren dan dilaksanakan di luar jam pelajaran formal. Program ekstra kulikuler tersebut antara lain kajian intensif ilmu-ilmu Al Qur’an,? ? ? ? qiro’ah, kajian kitab-kitab kuning dan kontemporer, pelatihan dakwah, khotbah Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, olahraga, pelatihan Menjahit dan tataboga, seni hadrah, kaligrafi, training Aqidah Fiqih serta pengembangan bakat keterampilan tangan salah satunya membuat handicraft (kerajinan tangan). Hal ini diharapkan agar nanti ketika terjun ke kancah kehidupan bermasyarakat santri tidak akan merasa canggung dan dapat mandiri.

Dari program-program pengembangan kreativitas santri tersebut, tak ayal para santri tidak hanya piawai membaca kitab kuning tapi juga terampil dalam membuat kerajinan dari berbagai bahan. Mereka bisa membuat kerajinan seni menghias mahar, membuat lampu lampion, hingga merangkai bahan-bahan bekas menjadi mading tiga dimensi.

Di sisi lain, santri juga memiliki keunggulan dari segi bahasa dan sains. Terbukti, dari berbagai event yang MTs Darun Najah Petahunan ikuti salah satunya yakni Kompetisi Sain Madrasah (KSM) tingkat Madrasah Tsanawiyah. Event KSM ini diselenggarakan rutin setiap tahun oleh Koordinator Kerjasama Kepala Madrasah (K3M) MTs. Pada tahun ini Kontingen KSM MTs Darun Najah membawa 2 piala yang diperoleh dari bidang studi Bahasa Arab dan Biologi. MTs Darun Najah mengirim sebanyak 16 peserta dengan 2 siswa untuk perwakilan masing-masing bidang studinya. Dari ke 16 siswanya 10 di antaranya masuk dalam babak final.

Prestasi yang cukup membanggakan ini sekaligus mengharumkan nama Madrasah dan sekaligus Yayasan yang menaunginya. Menanggapi kesuksesan putra-putrinya Kepala MTS Darun Najah Nur Saidah, S.Si.MM merasa bangga sekaligus terharu atas prestasi yang diraih oleh peserta didiknya.

RMI NU Tegal

“Semoga MTs Darun Najah akan semakin berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat serta menjadi tujuan atau pilihan masyarakat”, pungkas ibu yang tinggal di kelurahan Rogotrunan Lumajang ini.

Tidak hanya itu, santri Darun Najah juga berprestasi di bidang kaligrafi, yakni sebagai Juara Harapan 1 pada cabang Kaligrafi Putri yang diwakili oleh Maulidatur Rohmah siswi XI Keagamaan MA Darun Najah pada Perhelatan AKSIOMA MA Ke-9 JATIM di Tuban.

Hal ini sesuai misi lembaga yang bertekad menjadi pusat pendidikan modern berbasis salaf yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan pengembangan pendidikan pondok pesantren. Untuk menciptakannya, pihak pesantren menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang kreatif dan inovatif demi menyongsong arus globalisasi dunia yang mana mengharuskan output sumber daya manusia yang berkompetensi dalam segala bidang ilmu pengetahuan. (Nidhomatum MR)

Jumat, 10 November 2017

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang keputusan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, terkait pengosongan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

"Meski sifatnya sementara, itu tidak boleh dilakukan," kata Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU, Andi Najmi Fuaidi, di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila

Andi menjelaskan, Indonesia adalah negara berketuhanan sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila. Jika nantinya benar dilakukan, pengosongan kolom agama di KTP merupakan kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila.

RMI NU Tegal

 

"Yang harus diperhatikan oleh Pemerintah, semua Undang Undang pasti merujuk ke Pancasila. Oleh karena itu tidak boleh ada kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila," jelas Andi.

 

Lebih jauh Andi mengungkapkan, kebijakan pengosongan kolom agama di KTP sama artinya Pemerintah mentolerir adanya kelompok masyarakat yang tidak mengenal Tuhan. Kondisi ini dikhawatirkan justru mengakibatkan gejolak sosial di masyarakat.

RMI NU Tegal

Mengenai alasan Tjahjo Kumolo, yaitu menghormati hak masyarakat yang tidak menganut 6 agama sah di Indonesia, Andi menekankan hal tersebut tetap tidak boleh mengorbankan Pancasila. "Itu tugas Pemerintah untuk mencari solusinya, bukan dengan jalan pintas mengorbankan Pancasila. Harus diingat, Pancasila itu dasar negara," tegasnya.

 

PBNU, masih kata Andi, sedang mempelajari kemungkinan melayangkan protes resmi ke Pemerintah mengenai kebijakan pengosongan kolom agama di KTP.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, menilai kebijakan pengosongan kolom agama di KTP telah mencederai perasaan umat beragama di Indonesia.

 

"Terus terang saya kecewa dengan pernyataan (Mendagri) tersebut, karena ini mencederai perasaan umat beragama, tidak hanya Islam, tapi tentunya juga agama lain," ungkap Kiai Said.

 

Menurut Kiai Said, penulisan agama di KTP adalah identitas seorang warga negara yang penting dan harus dihormati. "Bukan untuk sombong-sombongan. Penulisan agama di KTP itu identitas yang menurut saya sangat penting," pungkasnya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Senin, 06 November 2017

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

Semarang, RMI NU Tegal. Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf kembali menegaskan pentingnya nasionalisme. Ia mengajak warga untuk tetap bersatu, saling menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi konstitusi.

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

“Saya ingin NKRI tetap utuh, maka dari itu hormatilah perbedaan, hormatilah pemimpin, hormatilah polisi, dan sebagainya,” katanya di hadapan ribuan jamaah yang memadati acara Pengajian Akbar dan Maulidur Rasul di halaman Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/10) malam.

Dalam acara bertema “Gunungpati Bershalawat” itu, Habib Syech berpesan agar warga Indonesia tetap bershalawat, supaya negara Indonesia tetap selamat. “Ayo kita bersatu dengan landasan agama dan UUD (Undang-Undang Dasar 1945). Semoga negeri kita selamat, Indonesia tetap kuat, tetap satu,” imbuhnya.

RMI NU Tegal

Di akhir pengajian, Habib Syech dan jama’ah menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh polisi setempat.

RMI NU Tegal

Pengajian akbar ini digelar Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati. Ribuan orang tampak antusias berbondong-bondong mengahdiri lokasi acara. Seperti M Syafiqul Umam, santri Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang yang saat itu ikut bershalawat. Dia mengaku merasa sangat bahagia bisa ikut bershalawat bersama Habib Syech.

“Saya merasa senang dan hati saya merasa sejuk ketika bershalawat, Mas,” kata mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang ini. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, News, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Pacitan, RMI NU Tegal. Puluhan aktivis PMII Pacitan mengadakan penggalangan dana peduli korban sipil di Gaza. Mengutuk tindakan brutal Israel, mereka melakukan long march yang bertolak dari kantor sekretariat cabang PMII jalan Veteran nomor 20, Pacitan, Kamis (17/7) siang. Menyusuri jalan protocol, mereka bergerak menuju alun-alun kota Pacitan lalu mengarah ke perempatan Penceng.

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Dalam orasi terbuka, Ketua PMII Pacitan Septian Dwi Cahyo mengatakan, apa yang terjadi di Gaza bukanlah perang, melainkan pembantaian. Pasalnya, sasaran Israel bukanlah tentara Hamas melainkan rakyat sipil.

Septian mengecam kejahatan militeristik di Gaza. Kejahatan itu, Septian melanjutkan, harus segera dihentikan. “Perserikatan Bangsa Bangsa diberi amanah warga dunia untuk menghentikan agresi Israel di Gaza. PBB harus segera menentukan sikap,” tegas Septian.

RMI NU Tegal

Sebagai simbol perlawanan atas agresi Israel, para aktifis melakukan sholat ghaib dan mendoakan para korban tidak berdosa di Palestina. Rencananya hasil penggalangan dana yang didapat akan didonasikan melalui PB PMII. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rasulullah Pun Pernah ‘Ditembak Duluan’ Diajak Nikah

Suatu hari dalam sesak kereta rel listrik, “Duh, mbak artis yang cantik ini, kok sudah menikah saja ya,” terang seorang pemuda pada teman di sampingnya.

“Lha terus kenapa?”

Rasulullah Pun Pernah ‘Ditembak Duluan’ Diajak Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah Pun Pernah ‘Ditembak Duluan’ Diajak Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah Pun Pernah ‘Ditembak Duluan’ Diajak Nikah

“Ya... siapa tahu. Secara, ia kan idola banyak pria. Termasuk aku. Bisa saja kan aku ungkapkan cinta lebih dulu, kisah akan berubah, haha,” ia tergelak.

RMI NU Tegal

“Yah, ngimpi kali,” timpal temannya, agak mencibir. “Kamu ketemu saja tidak pernah. Saranku, biar mendingan, kamu ikut saja meramaikan tagar #HariPatahHatiNasional.”

RMI NU Tegal

Di era modern sekarang, mencari idola adalah lumrah lagi mudah. Jagat maya dan media massa membuat seorang bisa mencari tahu lebih jauh tentang orang-orang yang digemarinya. Siapa pun yang diidolakan bisa sebab kelebihan yang dimiliki, baik penampilan, suara, keterampilan, tulisan, dan lain sebagainya.

Mengidolakan sosok adalah soal kecenderungan perasaan. Bisa pada awalnya gemar belaka, namun lambat laun jadi cinta. Masalahnya, seorang idola kerap kali adalah sesuatu yang berada dalam kedudukan berbeda, maka mendekatinya hanya angan dan impian belaka. Pepatahnya dalam bahasa Jawa: “cebol nggayuh lintang” (cebol meraih bintang), sebuah kemusykilan.

Apakah menyukai idola, sampai mencintai, ada kisahnya dalam ajaran Islam? Bagaimana jika sampai diungkapkan?Rupanya hal ini juga terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Pada dasarnya, menyukai hal-hal yang baik dari seseorang tidak dilarang oleh Islam. Kesalehan, kepribadian, juga pesona, adalah hal-hal yang lumrah untuk disukai. Nah, sahabat Nabi di kalangan perempuan, tentu mengidolakan Nabi Muhammad dengan segala kemuliaan beliau. Saking mengidolakannya sampai jadi cinta, ada perempuan yang berani mengaku terang-terangan kepada Nabi agar beliau menikahinya.

Perihal kisah perempuan yang memohon dinikahi Rasulullah SAW ini diriwayatkan dalam Shahihul Bukhari. Suatu ketika, Anas bin Malik sedang bersama Rasulullah SAW. Kemudian, datanglah seorang perempuan kepada Nabi.

“Wahai Nabi, apakah Anda, punya maksud untuk kiranya menikahi saya?”

Imam Ahmad al Qasthalani mengomentari hadits tersebut dalam kitab Irsyadus Sari li Syarh Shahih al-Bukhari. Dalam periwayatan hadits tersebut, disebutkan bahwa Anas bin Malik menceritakan keberanian perempuan itu kepada putrinya. Mengetahui bahwa pernah ada seorang perempuan yang “macam-macam” seperti itu pada Nabi Muhammad, putri Anas bin Malik itu mencibir, “Duh, tidak punya malu. Buruk sekali perangai seperti itu.”

Nah, sahabat Anas menimpali komentar anaknya, “Hei, perempuan itu, lebih baik daripada kamu, lho. Ia menyukai Rasulullah, kemudian dengan jujur, meminta kesediaan beliau agar menikahinya.”

Kita bisa tahu bahwa perempuan ini mengidolakan Nabi sebagai seorang Rasul, dan dalam taraf tertentu, ia mencintai Nabi dan berharap ingin menjadi istri beliau. Mengenai ini, Imam al Qasthalani berkomentar:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dibolehkan bagi perempuan untuk menyerahkan dirinya kepada orang saleh. Hal itu tidak tercela, malah menjadi dalil terkait keistimewaan sifatnya. Namun jika tujuannya adalah perkara dunia semata, maka itu tercela.”

Kisah perempuan tersebut bukan satu-satunya orang yang menyerahkan diri kepada beliau. Dalam hadits lain yang diriwayatkan Aisyah radliyallahu’ anha dalam Shahih al-Bukhari, disebutkan seorang perempuan bernama Khaulah binti Hakim, adalah salah satu dari sekian perempuan yang menyerahkan dirinya kepada Rasulullah. Dan sahabat Khaulah ini mendapat cibiran dari Aisyah.

Dari kisah tersebut, maka mengidolakan sosok yang baik itu diperkenankan dalam Islam. Bahkan jika memang sampai cinta dan bertujuan mulia, mengungkapkan rasa itu diperbolehkan. Kita melihat bahwa sahabat perempuan pun saking menyukai Nabi, sampai sangat berani berterusterang kepada beliau. Nah, bagaimana dengan idola Anda? Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Doa, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock