Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

Sidoarjo, RMI NU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo pada Ramadhan ini mengadakan acara Pondok Aswaja VII dengan mengangkat tema "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat".

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Chusnaini Desa Klopo Sepoloh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu diadakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, (4-5/7) dengan diikuti sekitar 60 anggota delegasi dari Pimpinan Anak cabang IPNU-IPPNU hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

"Melalui acara ini kami harapkan para kader IPNU-IPPNU Sidoarjo bisa membentengi dirinya sendiri, keluarganya dan lingkungan sekitarnya dari paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran ulama NU terdahulu," tegas Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif.

RMI NU Tegal

Diceritakan Maarif, awal mula berdirinya IPNU-IPPNU itu dari pondok pesantren. Ini merupakan proses silaturahim para kader IPNU-IPPNU dengan pondok pesantren yang ada di wilayah Sidoarjo. Sehingga mereka terus memberikan sumbangsih kepada pondok pesantren.

RMI NU Tegal

"Banyak pembelajaran yang tidak pernah kita temukan seperti yang ada di pondok pesantren. Di pesantren, kita akan memberikan edukasi kepada para kader muda NU agar mereka mengerti bagaimana kondisi di pesantren itu. Karena banyak tokoh besar NU dan cendekiawan yang lahir dari pondok pesantren," kata Syaikhul Maarif.

Acara Pondok Aswaja tersebut sekaligus merealisasikan program PBNU "Ayo Mondok". Melalui bulan Ramadhan, pihaknya berupaya memberikan kajian keilmuan yang belum pernah kader IPNU-IPPNU dapatkan selama berada di bangku sekolah formal.

Sementara itu Kresna Aji Prayoga (12), delegasi dari Pimpinan Aanak Cabang IPNU Taman Sidoarjo, mengaku ingin mencari ilmu di pesantren supaya bisa termotivasi seperti para ulama besar NU.

"Saya ikut acara ini karena ingin mencari ilmu. Agar ke depannya bisa membentengi diri sendiri dan menjadi remaja yang baik. Selain itu supaya iman saya kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh remaja-remaja yang suka berbuat hal-hal kurang baik," ungkap Aji. (Moh Kholidun/Mahbib)

 

Foto: Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Pondok Pesantren, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Tangerang, RMI NU Tegal

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani KH Suaidi mengajak agar masyarakat, khususnya para mahasiswa tidak mudah diadu domba dengan isu politik yang dibalut agama.

"Manusia itu makhluk berbudaya. Apalagi Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terkecoh," pesan Suaidi saat menjadi pembicara pada Diskusi Politik Islam, Sabtu (14/1) siang, di Aula STAI Binamadani, Tangerang.

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah as-Suaidiyah Kebon Kopi ini menjelaskan, manusia dalam bahasa Arab disebut al-insan. Secara gramatikal Arab, kata al-insan berasal dari tiga akar kata, yakni anas, anisa, dan nasiya. Kata itu memiliki banyak arti antara lain damai, berilmu, dan beradab.

RMI NU Tegal

"Dari situ, kita mesti menjaga kedamaian. Apalagi sebagai umat Islam. Ketum PBNU sering menjelaskan Islam bukan sekadar agama akidah dan syariat. Islam itu juga agama budaya, agama peradaban," jelasnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, Rasulullah telah mencontohkan berpolitik yang santun. Suaidi lalu bercerita tentang Kaab bin Huzair, seorang penyair yang syair-syairnya mencela Nabi. Para sahabat pun geram dengan apa yang dilakukan Kaab. Singkat cerita, ia menjadi buruan sahabat yang ingin menangkap dan membunuhnya atas tindakannya menghina Rasulullah.

"Berita itu pun tersiar secara cepat di masyarakat, hingga Kaab pun mengetahuinya. Setelah mendengar berita yang beredar, Kaab merasa takut dan mencari perlindungan," jelasnya.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Kaab datang menemui Rasulullah. Melihat Kaab datang, sebagian Sahabat berteriak, bunuh Kaab. Di tengah suasan itu, Rasulullah menenangkan dengan bersabda, Biarkan Kaab datang, dia ingin bertobat dan meninggalkan masa lalunya.

"Mendengar tutur kata Nabi yang santun, Kaab pun mendapat hidayah untuk masuk Islam. Setelah masuk Islam, Kaab membuat sair-sair yang isinya memuji dan memuliakan Nabi," paparnya.

Dari kisah itu, Nabi sudah memberikan tauladan dalam menyikapi orang-orang yang menghina beliau. Menurut Suaidi, umat Islam mestinya meneladani kearifan Rasulullah. Demikian juga, saat Nabi membangun kota Madinah.

"Madinah sebagai kota mulia. Di madinah umat Islam hidup berdampingan dengan non-Muslim. Makanya di masa itu Nabi membuat pembagian orang kafir, dzimmi dan harbi. Jika orang Muslim membunuh kafir dzimmi dia mendapatkan qisas (hukum yang berlaku di Madinah). Kita jangan menggunakan politik Khawarij. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan golongannya dianggap kafir," pesannya.

Turut hadir dalam acara itu jajaran STAI Binamadani dan Ketua Yayasan Binamadani Group H Patwan Siahaan. Ada sekitar seratus mahasiswa dari STAI Binamadani dan STIH Painan mengikuti diskusi bertajuk “Menjaga Umat: Tanggapan Atas Fatwa MUI tentang Penistaan Agama” tersebut. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Hadits, Pesantren RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta

Bangkalan, RMI NU Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bangkalan, Jawa Timur, menggelar reuni alumni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Bangkalan.

Alumni Makesta PAC Kota Bangkalan, Rido’i, pada (13/12) mengatakan, berkomunikasi merupakan suatu kewajiban dalam berorganisasi? sebab dengan dari situ akan terlahir ide-ide dan informasi yang bermanfaat.

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan Mahsus R HM mengaku sangat senang kegiatan tersebut. Pada kesempatan tersebut, ia meminta bergabung dalam kajian bulanan PC.IPNU-IPPNU Bangkalan yaitu Cangkruan Bareng Sambil Mikir (Cangkir).

RMI NU Tegal

Pada reunian tersebut, diputuskan membentuk wadah komunikasi alumni bernama Al-Maba (Alumni Makesta Bangkalan). Melalui wadah tersebut mereka akan mengadakan pertemuan rutin bulanan. Tak hanya itu, mereka akan ikut andil dalam kajian rutin Cangkir. (Hafidzi/Dedi Hermanto/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Sejarah, Sunnah RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama

Cirebon, RMI NU Tegal 

Pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang cakap dalam bidang agama, tetapi juga harus mampu menciptakan lulusan yang menguasai bidang keilmuan lainnya.

Hal tersebut disampaikan KH Adib Rofiuddin Izza, saat memberikan sambutan  atas nama ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren dalam malam puncak peringatan haul almarhumin sesepuh dan warga pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu (6/4) kemarin.

Kiai Adib:  Santri  Tak Hanya Cakap Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama

“Lulusan pesantren harus dapat menjadi sosok yang bermanfaat dan orang besar bagi negara, serta sebagai orang yang berpengaruh di Indonesia dalam bidang keilmuan apapun,” papar kiai yang juga Rais Syuriyah PBNU ini.

RMI NU Tegal

Kiai Adib menambahkan, pesan ini merupakan tanggapan dan respon positif atas lulusan pesantren yang mampu berkiprah dan bermanfaat bagi masyarakat melalui bidang-bidang yang lebih umum. Pesantren menyambut baik dan mendukung para lulusan yang telah menempati profesi strategis di luar bidang keagamaan, karena sosok profesional yang berbasis pesantren akan memiliki ciri khas berupa kejujuran, berakhlak, dan penuh keikhlasan.

RMI NU Tegal

“Seperti apa yang telah diwasiatkan oleh sesepuh Buntet Pesantren, bahwa penting bagi pesantren untuk tetap mengutamakan pendidikan akhlak, karena dengan akhlak para lulusan akan karimah (mulia, red), hingga kemudian mampu bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat sekitarnya,” tambahnya.

Di sela-sela para pengunjung yang memadati komplek pesantren dalam malam puncak peringatan haul tersebut, hadir pula beberapa lulusan pondok Buntet Pesantren seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI Helmy Faisal Zaini dan direktur Kantor Berita ANTARA Saeful Hadi Idham Cholid. Selain itu juga berkesempatan hadir KH Ali Musthofa Ya’qub, Rais Syuriah PBNU serta Al-Habib Muthohar dari Semarang untuk menyampaikan taushiyah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Warta, Hadits, Kiai RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak segenap aktivis politik dan para pemuka agama untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan umat dalam pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Kang Said mengimbau agar calon kepala daerah maupun pemuka agama di mana pun untuk tidak menggunakan isu agama dalam merebut dukungan politik.

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Demikian disampaikan Kang Said di hadapan sedikitnya 70 peserta diskusi publik yang bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”di Jakarta, Rabu (26/8) siang.

“Jangan jualan agama baik agama Islam atau agama lainnya di pilkada serentak. Bahaya sekali kalau agama diperjualbelikan,” kata Kang Said yang menjadi salah satu narasumber di forum ini.

RMI NU Tegal

Narasumber lain dalam diskusi ini Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Mereka yang berkepentingan merebut dukungan publik, kata Kang Said, harus menjunjung tinggi UU Pilkada sebagai konstitusi yang berlaku. Semua aturan itu dibuat sedemikian rupa memang dimaksudkan untuk menghindari kecurangan, cara-cara kotor yang berdampak pada perpecahan di tengah masyarakat.

RMI NU Tegal

“Terlebih lagi kalau negara negara berdasarkan atas agama. Ini sangat berbahaya sekali. Kalau berbeda kepentingan, bisa saling mengafirkan,” tegas Kang Said.

Menurut Kang Said, agama yang dipeluk calon kepala daerah tertentu tidak bisa menjamin yang bersangkutan bersih dari segala cela ke depannya. “Belum lagi kalau korupsi, mau disalahkan agamanya? Kan tidak mungkin agamanya,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Hadits, Santri RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Bantul, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali berhasil mewisuda santrwati-santriwati berprestasi di bidang Al-Qur’an, Senin (4/6). Delapan santriwati berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an (bil ghoib), 117 wisuda khatam Al-Qur’an bin-Nazhori sebanyak 117 santriwati dan 126bsantriwti khatam Juz ‘Amma.

Tiga nyai pengasuh satriwati --Nyai Hj. Durroh Nafisah, Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi, dan Nyai Hj Ida Rufaida-- turut langsung mewisuda para santri wati yang berasal dari pelbagai daerah itu.

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Krapyak Khataman Al-Quran

Turut hadir dalam acara segenap keluarga dan dewan asatidz Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, para tamu undangan serta para orangtua para khotimat (peserta wisuda). Selain itu, hadir pula Katib ‘Aam PBNU Dr. KH. Malik Madani, Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa.?

Acara Khotmil Qur’an berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda. Terlebih, suasan berubah menjadi hening tatkala para santriwati peserta khotmil qur’an bil ghoib diuji kemampuan hafalannya di depan seluruh hadirin oleh Nyai Hj. Durroh Nafisah dan Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi.

RMI NU Tegal

Tidak hanya itu, performa tafsir dwibahasa inggris dan arab juga dipertontonkan beberapa khotimat pada malam itu.?

Redaktur : Hamzah Sahal

RMI NU Tegal

Sumber ? : krapyak.org

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, News, Hadits RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW

Brebes, RMI NU Tegal. Caleg DPR RI Dapil IX dari Partai Golkar RH Purwoko J Soemantri SH M Hum menyambangi tokoh NU Kecamatan Songgom KH Syaefudin Zuhri dan ratusan keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Gedung KUD Jatirokeh Songgom Brebes Jateng Selasa (27/1). 

Dalam perbincangannya dengan RMI NU Tegal di kediaman KH Syaefudin, Purwoko meyakini dengan silaturokhmi ke ulama akan mendatangkan keberkahan. “Menyapa para ulama itu bagian dari takwa karena ulama sebagai pewaris Nabi. Apalagi yang memiliki latar belakang NU, kealimannya tidak diragukan lagi,” paparnya.

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Caleg Partai Golkar Sambangi Tokoh NU dan Keluarga TKW

Sebagai organisasi terbesar, lanjutnya, NU mempunyai kekuatan dan dia selaku advokat berkepentingan untuk membelanya. Termasuk para TKW yang mayoritas Nahdliyin, kerap mendapatkan perlakuan yang tidak seimbang dengan perjuangannya selaku pahlawan devisa.

RMI NU Tegal

Daerah Songgom sebagai kantongnya TKW Kab. Brebes kerap muncul di media masa akibat perlakuan yang tidak manusia dari para majikannya. “Saya merasa haru sekaligus prihatin dengan nasib TKW yang diperlakukan tidak semena-mena,” ucap Purwoko yang juga Anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

RMI NU Tegal

Kabupaten Brebes selama ini dikenal sebagai daerah pengirim nomor dua TKI setelah Cilacap. Menurut dia, hingga kini masih banyak peraturan yang sudah ketinggalan zaman, sehingga tak mampu mengakomodasi kebutuhan hukum masyarakat yang makin kompleks. 

"Hukum produk Belanda, perlu diperbaharui agar berpihak pada rakyat," ujar Caleg nomor urut 5 untuk Daerah Brebes, Kab dan Kota Tegal itu. Ketua Wira Karya Indonesia SOKSI itu lebih jauh menjelaskan, bahwa hukum di Indonesia menganut paradigma positif sehingga cara berpikirnya berdasar pada aturan hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Padahal, kondisi sosial masyarakat terus berkembang. Akibatnya, peraturan hukum yang ada selalu ketinggalan dengan perkembangan masyarakatnya.

Tidak tuntasnya persoalan TKW yang kesandung kasus, menurut Purwoko adanya pembuat dan penegak hukum yang main mata dengan pelanggar hukum. “Yang dirugikan adalah rakyat. Rakyat yang mana? Tentu para Nahdliyin karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Warga NU,”  simpulnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Hadits RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM

Jombang, RMI NU Tegal. Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar dan bensin dipastikan tidak mengurangi apalagi menggagalkan sejumlah rencana pada perhelatan perkemahan tingkat nasional ini.

Kepastian ini disampaikan ketua panitia pelaksana daerah Perkemahan Wirakarya Pramuka LP Maarif NU Nasional atau Perwimanas Mohammad Ali Musthofa kepada RMI NU Tegal (21/6). Musthofa menandaskan bahwa kalaupun sejak semalam harga BBM (bahan bakar minyak) naik, namun seluruh acara yang telah dirancang tidak akan mengalami perubahan.

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Agenda Perwimanas Tidak Terganggu Kenaikan BBM

“Beberapa kebutuhan telah kami antisipasi sejak awal,” katanya di area perkemahan, Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang. Kebutuhan yang sejak awal telah diingatkan adalah tiket keberangkatan serta kepulangan baik yang menggunakan jasa kereta api, pesawat terbang hingga kapal laut.

RMI NU Tegal

“Jauh-jauh hari para peserta sudah melakukan pembelian tiket sehingga kenaikan harga saat BBM naik tidak kena imbasnya,” tandasnya. Booking tiket tersebut juga akan memudahkan koordinasi dengan panitia yang akan melakukan penjemputan sesuai media transportasi yang digunakan.

Di antara komitmen panitia adalah melakukan penjemputan bagi peserta dari seluruh tanah air yang turun di sejumlah terminal, bandara, stasiun serta dermaga. “Dengan kepastian armada yang digunakan, maka ini juga akan membantu tugas panitia untuk menjemput kontingen Perwimanas,” kata Sunan Fanani, Sekretaris PW LP Maarif NU Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Lebih lanjut Fanani menjelaskan, seluruh mata rangkai acara Perwimanas akan sesuai rencana awal. “Berbagai agenda yang telah kami wartakan kepada media, tidak akan ada perubahan. Demikian juga pelayanan kepada peserta yang berjumlah empat ribu orang, juga akan dilayani dengan penuh perhatian dan seksama,” kata Fanani yang juga dosen Fakultas Ekonomi Syariah Unair Surabaya ini.?

Namun, Fanani tidak menampik bahwa akan ada beberapa pembengkakan pembiyaan ketika harga BBM benar-benar naik minggu depan. “Namun kami berkomitmen bahwa kenaikan BBM itu jangan sampai mengurangi sejumlah kegiatan yang telah dirancang dengan baik. Justru kami memandang bahwa kenaikan harga BBM akan menjadi bagian dari ujian untuk kian memperkukuh soliditas para pegiat Maarif di semua tingkatan,” tandasnya.? ?

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawi

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Sejarah, Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid

Jakarta, RMI NU Tegal. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor meresmikan masjid baru memasuki hari lahir (Harlah) ke-81 yang jatuh tepat pada Jumat (24/4). Masjid dua lantai yang diberi nama "KH Abdurrahman Wahid" ini terletak di Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti masjid oleh mantan ibu negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid dan disaksikan ratusan kader GP Ansor yang datang dari Jabodetabek.

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid

Nusron menjelaskan, bagian bawah bangunan masjid yang berada di depan kantor PP GP Ansor ini berfungsi sebagai tempat media center dan aktivitas ekonomi, seperti toko buku dan pernak-pernik NU, juga koperasi simpan-pinjam.

RMI NU Tegal

“Ini tak hanya sebuah penghargaan tapi juga kebanggaan bagi kami sekeluarga. Ini bukti bahwa jejak perjuangan Gus Dur terus membekas pada generasi muda NU,” ujar Hj Sinta Nuriyah, Jumat malam, yang didampingi putrinya, Yannuba Arifah Chafsah atau Yenny Wahid.

RMI NU Tegal

Istri mendiang Gus Dur ini mengingatan, kini banyak nama tokoh yang disematkan pada tempat-tempat dengan maksud mengenang. Namun sayangnya tempat-tempat tersebut ternyata banyak yang tak mencerminkan karater dan kepribadian sang tokoh yang menjadi label itu.

“Tapi saya yakin dan percaya bahwa tempat ini tidak akan menjadi tempat seperti itu karena Ansor adalah urat nadi dari bangsa Indonesia,” tuturnya sembari menyebut bahwa jauh sebelum perayaan harlah GP Ansor malam ini, nama suaminya telah menjadi pula nama sebuah perpustakaan di New York Amerika Serikat.

Graha Ansor empat lantai yang menjadi kantor GP Ansor juga rampung diperbaiki bersamaan dengan selesainnya pembangunan masjid. Rencananya, kata Nusron, lantai 4 gedung ini menjadi perpustakaan yang juga bernama KH Abdurrahman Wahid, lantai 3 sebagai lokasi perkuliahan perbankan syariah STAINU Jakarta, lantai dua menjadi kantor, lalu lantai satu adalah aula yang bisa disewa secara umum.

Hadir pula dalam acara yang diselenggarakan di halaman Graha Ansor ini Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir dan KH Masdar Farid Mas’udi, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani, dan sejumlah pejabat pemerintah.

Peringatan Harlah ke-81 GP Ansor diawali dengan acara manaqiban, khatmul quran, dan pembacaan shalawat dengan mengusung tema “Transformasi Jamaah Menuju Jami’iyah Nahdliyah”. Melalui tema ini, Nusron mengatakan pihaknya hendak menegaskan bahwa pemuda NU yang sangat besar lebih solid dalam gerakan teroganisasi secara modern tanpa kehilangan jati diri tradisinya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Hadits RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

PBNU Canangkan “Kios Ummat”

Kudus, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui PT Ummat Power mencanangkan pendirian Kios Ummat sebagai penjualan kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini dimaksudan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi ummat di kalangan masyarakat kecil.

"Pasar rakyat ini sebagai awal dicanangkannya Kios Ummat di sejumlah daerah di Indonesia,"kata Direktur PT Ummat Power H Bambang P sumohardjo dalam acara pembukaan Pasar Rakyat yang diselenggarakan PBNU di alun-alun Kudus, Sabtu (4/7) kemarin.

PBNU Canangkan “Kios Ummat” (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Canangkan “Kios Ummat” (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Canangkan “Kios Ummat”

Lebih Jauh, H Bambang menjelaskan awal tahun 2014 kios ummat ditargetkan sudah berdiri di masing-masing daerah atau ? pelosok pedesaan di Indonesia.

RMI NU Tegal

"Kita berdayakan Pengurus Cabang, MWC maupun Ranting NU menentukan tempat Kios Ummat sekaligus pengelolaannya. Sedangkan ? kami hanya men-stock barang dan mem-branding kios tersebut,"bebernya kepada RMI NU Tegal usai pembukaan.

Bupati Kudus H Musthofa menyambut baik kegiatan Pasar Rakyat dan rencana pendirian Kios Ummat. Bahkan dengan tegas, H Musthofa menyatakan siap mempermudah proses perijinan pendirian Kios Ummat di Kudus.

RMI NU Tegal

"Selama saya masih menjabat bupati, bila ada pengajuan ijin pendirian akan langsung saya tanda tangani surat ijinnya,"katanya saat membuka Pasar Rakyat ini.

Pasar rakyat yang berlangsung hingga Ahad (5/7) ini dilaksanakan oleh PBNU dan PT Ummat Power ditunjuk sebagai penyelenggaranya. Berbagai produk ditawarkan mulai sembako murah minyak goreng Bintang 9 , ? rokok, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya dari produk Sinar Mas, Garuda food, rokok Apoche dijual dengan harga murah.

"Pasar rakyat di Kudus ini putaran yang kesebelas sehingga masih kurang ? 37 kota lagi dari target yang kita kunjungi pada putaran tahun pertama ini. Semuanya ini sebagai wahana silaturrahim antar warga NU, simpatisan dan partisipan NU,"tambah Bambang mewakili PBNU.

Acara pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Jidur ? oleh Bupati Kudus H Musthofa itu, dihadiri puluhan tamu undangan diantaranya Rais Syuriyah PCNU KH Ulil Albab Arwani, Ketua PCNU KH Chusnan MS, wakil Ketua DPRD Kudus Noor Hafsin, Host TV Harry Pantja , pengurus NU dan Banom serta tamu undangan lainnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Tak Cukup Kampus Megah, PT Perlu Perkuat Atmosfir Akademik

Samarinda, RMI NU Tegal

Gedung dan kampus yang bagus dan luas bukanlah satu-satunya ukuran kemajuan perguruan tinggi. Kemegahan kampus perlu dibarengi dengan penguatan atmosfir akademik yang menjadi ciri khas perguruan tinggi. Hal tersebut dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam saat meresmikan Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda-Kalimantan Timur, Senin (7/3) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Peresmian dilakukan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung bersama Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek.

Tak Cukup Kampus Megah, PT Perlu Perkuat Atmosfir Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cukup Kampus Megah, PT Perlu Perkuat Atmosfir Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cukup Kampus Megah, PT Perlu Perkuat Atmosfir Akademik

Secara mudah atmosfir akademik itu, terang Menag, jika: pertama, lingkungan kampus memberikan ruang bagi munculnya pemikiran, pendapat, dan teori-teori baru yang berguna bagi masyarakat. Kedua, ? dosen dan mahasiswa terlibat dalam proses pembelajaran yang mencerahkan. Ketiga, setiap orang bisa mendapatkan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan; dan keempat, sarana prasarana menunjang pencapaian akademik.?

Menurut ? Menag, IAIN sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah investasi besar umat Islam Indonesia, sebagaimana pesantren, masjid, madrasah, majelis taklim, dan seterusnya.?

RMI NU Tegal

“Investasi itu harus kita jaga dan rawat, kita kembangkan terus menerus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada para pendiri, kepada bangsa, agama, dan kepada Allah SWT,” kata Menag.?

Dikatakan Menag, dalam berbagai kesempatan dirinya sering menyebut bahwa Islam Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam hal jumlah lembaga-lembaga Islam yang hidup di masyarakat; sebagai lumbung kekayaan dan khazanah Islam moderat, dengan praktik toleransi antar pemeluk agama yang kuat-kokoh; Islam yang kompatibel dengan penerapan demokrasi dan isu jender; dan kawasan yang relatif aman dari gangguan dan ancaman bernuansa konflik keagamaan yang menjadi sumber malapetaka dunia saat ini, terutama Timur Tengah.?

Salah satu pondasi penguat model keberagamaan Islam Indonesia ini,menurut ? pandangan Menag, selain ormas keagamaan dan pesantren, adalah perguruan tinggi Islam. Kajian Islam yang dilaksanakan di PTKI sejak awal menunjukkan tingkat relevansi yang sangat tinggi dengan pembangunan agama dan pencitraan Islam yang ramah dan modern ke dunia internasional.?

RMI NU Tegal

“Inilah potensi yang perlu di-explore lebih jauh oleh kalangan akademisi IAIN sehingga menjadi daya ungkit dan posisi tawar (bargaining position) yang menentukan, bukan ditentukan oleh pihak lain. Menjadi leader dalam aspek kajian Islam dunia, bukan follower. Siap menjadi imam, bukan makmum – apalagi makmum masbuq,” terang Menag.?

“Harus menjadi produsen ilmu, dan tidak puas sebagai konsumen,” tambahnya.?

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Buddha Dasikin, Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono, Kapolda Provinsi Kalimantan Timur, Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur Saifi dan civitas akademika IAIN Samarinda. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits RMI NU Tegal

Senin, 27 November 2017

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem

Semarang, RMI NU Tegal. Ratusan pelajar NU se-Jawa Tengah menyatakan sikap penolakannya terhadap gerakan ekstrem asal luar negeri maupun dalam negeri yang mengatasnamakan agama. Mereka secara bersama mendeklarasikan sikap kebangsaannya di gedung PCNU Kota Semarang, Jumat (15/8).

Tampak hadir dalam deklarasi ini pelajar NU perwakilan Pekalongan, Batang, Brebes, Purbalingga, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Purworejo, Temanggung, Sragen, kota Semarang, dan pelajar NU di sekitar Semarang.

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem

Pengurus IPNU-IPPNU Jateng merasa perlu untuk merespon gerakan radikal yang belakangan ramai di media. Mereka menggelar sarasehan budaya bertema “Menangkal Radikal dengan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan”.

RMI NU Tegal

Hadir sebagai narasumber Habib Anis Sholeh Anis Ba’asyin, Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme Jawa Tengah H Najahan Musyafa’, Reltor Unwahasy Nor Ahmad, dan Ketua keluarga alumni Unwahasy Wahid Hasyim Ahmad Sururi.

Ketua IPNU Jateng Amir Musthofa Zuhdi mengatakan, “Salah satu target sasaran dari ideologi atau gerakan ISIS ini adalah generasi muda.”

RMI NU Tegal

Sementara Habib Anis memaparkan bagaimana sebenarnya khalifatullah di bumi ini. Dalam sarasehan ini, Najahan memaparkan bagaimana keadaan Indonesia secara geografis dan geopolitik mengapa ideologi seperti ISIS bisa masuk ke NKRI. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Hadits, Halaqoh RMI NU Tegal

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, RMI NU Tegal - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

RMI NU Tegal

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

RMI NU Tegal

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Kajian RMI NU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri

Cirebon, RMI NU Tegal. Sebanyak 6 dari 45 peserta bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2015 kabupaten Cirebon melenggang ke perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sementara 2 peserta lainnya masuk melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Bimbingan BPUN 2015 Cirebon diselenggarakan selama sebulan di Ma’had As-Shighor Gedongan dengan 45 orang siswa dari berbagai sekolah tingkat atas dan sederajat di Cirebon.

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri

“Enam orang lulus lewat SBMPTN ialah Afrilia Tristara di UI, Mohamad Fatich Arif di UNJ, Anton Suseno di Unnes, Robiatul Adawiyah dan Nurlinasanti di UPI, dan Ruli Budi Apriyanto di UPN Veteran Yogya. Sedangkan 2 orang lulus lewat SPAN-PTKIN ialah Siti Maemunah dan Robiatul Hadawiyah di IAIN Cirebon,” jelas Manajer Kota BPUN Wahyono, Kamis (9/7) malam.

RMI NU Tegal

Wahyono mengajak rekan-rekan alumni BPUN Cirebon bersyukur karena lulus ke PTN baik melalui jalur SBMPTN maupun SPAN-PTKIN. “Teman-teman alumni BPUN lainnya yang tidak lulus, kita akan terus memotivasi dan membimbing untuk mengikuti seleksi lewat Ujian Mandiri,” katanya.

Bagian Akademik BPUN Cirebon Murjiah berharap alumni BPUN lainnya tidak patah arang. “Masih banyak jalur masuk ke PTN, salah satunya Ujian Mandiri. Tetap semangat dan sukses,” ia berharap.

RMI NU Tegal

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Cirebon H Asdullah Anwar menyatakan kebanggaannya atas lulusnya peserta BPUN.

“Selamat dan sukses untuk peserta BPUN yang lulus SBMPTN. Yang belum lulus tetap semangat masih banyak jalan menuju sukses. Masih ada kesempatan lewat Ujian Mandiri,” ungkap Asdullah. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Warta, Sholawat RMI NU Tegal

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Demak, RMI NU Tegal. Dalam rangka mengembangkan dan menggali potensi desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus menggiatkan berbagai kegiatan untuk mempromosikan potensi yang ada di desa. Bahkan, Kementerian yang baru lahir di masa pemerintahan Jokowi tersebut sudah membangun kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa agar dikenal dunia.

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dihadapan ratusan kepala desa saat membuka acara Pameran Potensi Desa di Kabupaten Demak, Jumat (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Marwan meminta kepada para kepala desa untuk berlomba-lomba mengembangkan dan menggali potensi desa. "Tentu harus dikedepankan dan ditumbuh kembangkan. Saya berharap potensi desa bisa kita pasarkan melalui teknologi," ujar Marwan dalam rilisnya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Marwan menjelaskan, pemerintah pusat sudah melakukan kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa. "Mudah-mudah kerjasama kementerian desa dengan Facebook bisa berjalan baik. Karena memasarkan potensi desa dengan berbasis teknologi bisa lebih cepat untuk dikenal," imbuhnya.

Marwan menjelaskan pemerintah Indonesia sudah berkunjung ke Silicon Valley kantor pusat Facebook di Amerika Serikat. Dari pertemuan tersebut, imbuh Marwan, Facebook sudah siap untuk membantu pemasaran potensi desa yang sudah mempunyai UKM.

RMI NU Tegal

"Kemarin kita sudah ketemu, tinggal di matangkan dan menggali potensi apa saja yang akan di pasarkan," papar Marwan.

Tentunya, proses kerjasama dengan Facebook nantinya ada beberapa desa yang akan dijadikan pilot project untuk kerjasama dengan Facebook. "Pilot projectnya nanti desa-desa yang sudah siap dulu dan desa yang sudah ada infrastruktur pendukung. Ini desa-desa yang sudah maju dulu, rata-rata ada jawa, bali, sebagian sumatera nanti akan kita pilihi, targetnya tahun depan sudah mulai," imbuhnya.

Oleh karena itu, Marwan menegaskan pentingnya pameran potensi desa yang diselenggarakan di Kabupaten Demak ini sebagai stimulus untuk mengembangkan berbagai potensi desa secara nasional.

"Karena UMKM Desa ini memiliki peran penting penting untuk menumbuhkan potensi desa dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa," imbuhnya.

Dengan adanya pameran potensi desa, Marwan berharap semangat masyarakat desa untuk mengembangkan dan menggali potensi yang ada semakin besar.

"Pameran potensi desa yang kelima ini diharapkan bisa menjadi semangat bagi masyarakat desa untuk menggali dan memasarkan potensi desa yang ada," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Hadits RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Jakarta, RMI NU Tegal. Fatayat NU adalah organisasi beranggotakan para perempuan muda yang menjadi salah satu ujung tombak NU. Peran dan kerja nyata Fatayat sangat ditunggu masyarakat dan bangsa. Untuk itu, Fatayat selalu mengaji problem-problem serius yang dihadapi bangsa ini, baik secara nasional dan global. Fatayat juga selalu menyiapkan langkah nyata sebagai solusinya.

Demikian yang dijelaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini ketika memberikan sambutan pelantikan PP Fatayat NU periode 2015-2020 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Ahad (13/12).

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Anggi, panggilan akrabnya, menandai beberapa tantangan nasional dan global yang sedang dihadapi Fatayat. "Pertama, di depan mata kita terjadi kekerasan seksual kepada anak, dan itu yang sangat mengenaskan. Berita kekerasan seksual pada anak terus terjadi. Ini menjadi problem serius, karena mengancam masa depan bangsa. Anak-anak adalah investasi dan harapan bangsa," tegasnya.

RMI NU Tegal

Sedangkan yang kedua, lanjut Anggi, adalah angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Ini menjadi tantangan besar karena menyangkut kesehatan dan standar gizi yang baik. Jangan sampai ibu-ibu yang hamil justru terancam karena kekurangan gizi. Anak-anak juga harus mendapatkan asuhan gizi yang tercukupi. "Ini Fatayat akan selalu mengupayakan yang terbaik, bekerja sama dengan banyak pihak," katanya.

RMI NU Tegal

"Sementara yang ketiga adalah kasus radikalisme global. Ini juga cakupan Fatayat, karena perempuan NU juga harus siap menjawab stigma negatif yang dialamatkan kepada Islam. Fatayat juga mesti melahirkan kader-kader yang tangguh, sehingga bisa menghalau dan mencegah radikalisme berkembang luas. Ini tantangan global bagi semua, termasuk Fatayat," lanjutnya.

"Yang terakhir, adalah MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Bonus demografi Indonesia harus dijawab dengan kerja-kerja produktif, dan Fatayat adalah bagian utama di dalamnya. Ini tantangan serius bagi Fatayat agar terus berkembang dalam membangun kemandirian perempuan Indonesia," tegasnya.

Dalam konteks ini, kata Anggi, Fatayat akan berusaha dengan sungguh-sungguh dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pendidikan adalah kunci utama melahirkan SDM yang siap menjawab berbagai tantangan nasional dan global.

"SDM yang kuat dan tangguh harus kita ciptakan. SDM dalam segala bidang, baik dalam politik, budaya, kesehatan, ekonomi, agama, dan sebagainya," tegasnya.

"Perjuangan yang akan dilakukan Fatayat juga melalui pendekatan politik dan budaya. Fatayat akan memaksimalkan advokasi kebijakan yang pro kepada rakyat, khususnya perempuan. Fatayat juga akan memaksimalkan program kerja yang sudah berjalan, sehingga lebih efektif dan menjangkau lebih luas," pungkasnya. (Madun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Senin, 20 November 2017

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan

Sidoarjo, RMI NU Tegal

Menjelang persalinan merupakan detik-detik yang menegangkan bagi ibu hamil. Proses persalinan tersebut memang kerap membuat cemas, terutama bila sudah memasuki pembukaan jalan lahir. Pembukaan saat persalinan menjadi patokan kapan sang bayi akan lahir. Tentu hal itu yang akan dijadikan acuan kapan kelahiran akan terjadi.?

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan

Dokter spesialis kandungan RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Raz Fides Umi menerangkan, tanda-tanda pembukaan jelang persalinan yaitu sering terjadi kontraksi. Kontraksi-kontraksi yang makin lama makin kuat.

"Jika bidan atau dokter memeriksa cervix (leher rahim) ibu yang akan melahirkan, maka akan diketahui perubahan pada servik. Pembukaan dan pengelupasan yang lambat mungkin terjadi selama fase ini, namun itu masih normal. Fase pembukaan itu sendiri adalah fase dimulainya proses persalinan yang biasanya ditandai dengan kontraksi rahim yang sudah intermitten (berselang) dan continue, pengeluaran lendir darah dan adanya pembukaan dari mulut rahim," terang Umi, Senin (29/2).

Ada dua fase yang akan terjadi pada tahap bukaan yang akan dilalui oleh ibu. Fase pertama yaitu, fase laten yang akan berlangsung selama 8 jam. Pada fase laten, pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 0 hingga 3 cm, dan his/mengejan masih lemah dan jarang. Biasanya akan merasakan kontraksi lemah yang berlangsung selaama 30 detik sampai 2 menit. Tapi sakitnya akan menghilang setelah itu. Jarak antara kontraksi bisa antara 10-30 menit, kontraksi akan semakin kuat dengan berjalannya waktu.

Fase kedua yaitu fase aktif. Fase ini terjadi pembukaan 4 cm sampai pembukaan 10 cm. Jika kontraksi dirasa semakin kuat dan teratur, durasi kontraksi juga semakin meningkat.

RMI NU Tegal

"Untuk wanita yang baru merasakan kehamilan pertama kali, hal itu akan terjadi selama kurang lebih 12 hingga 14 jam. Dengan pembukaan sekitar 1,2 cm per jamnya. Berbeda dengan kehamilan berikutnya, pada masa pembukaan ini akan terjadi 1,5 cm dan berlangsung kurang lebih 6 hingga 10 jam lamanya," paparnya.

Umi menambahkan, perbedaan yang paling bermakna, ketika pembukaan 1 dengan yang lain adalah semakin kontraksi itu sering durasinya semakin lama. Biasanya, pembukaan sudah semakin lebar. Dan seorang ibu akan merasakan kram di perut yang mirip dengan kram saat awal menstruasi. Nyeri bagian pinggang belakang, bisa juga kembung, mual, pusing dan keluar lender darah.

"Hal yang harus dipersiapkan saat kondisi ibu hamil yakni keluarga harus siaga. Sebaiknya seorang ibu harus tinggal di rumah untuk menghitung waktu kontraksi hingga kontraksi 5 menit sekali, kecuali air ketuban sudah pecah, maka ibu harus segera dibawa ke rumah sakit," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Santri, Berita RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Jakarta, RMI NU Tegal. Rangkaian "10 Tahun RMI NU Tegal" secara resmi akan dibuka Kamis (28/3) nanti malam di lantai delapan gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pukul 19.30-22.00. Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj atau yang mewakili memberikan sambutan.



Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Sebelum itu, Pemimpin Redaksi RMI NU Tegal Syafi Alielha akan mengucapkan selamat datang dan akan membacakan agenda "10 Tahun RMI NU Tegal" yang akan dilaksanakan selama empat bulan berturut-turut, Maret hingga Juni 2013.

Pada malam itu, Asrul Sani Award akan diserahkan oleh keluarga almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani, kepada lima orang terpilih, dengan kategori Kesetiaan Berkarya, Sineas Berbakti, Penulis Serba Bisa, Tokoh Legendaris dan Pelestari Karya.

Pidato Kebudayaan oleh M. Jadul Maula akan memuncaki acara malam nanti. Sementara D. Zawawi Imron (penyair), Ahmad Tohari (novelis), Sagaf Faozata (violis) dan Faisal Kamandobat (penyair), akan turut mendukung acara tersebut. "Biar berkah," kata Faisal.

 

RMI NU Tegal

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, Hadits, Tokoh RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, RMI NU Tegal. Berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial.

Laporan di harian koran The Independent berjudul Saudi menghadapi risiko perpecahan baru dengan usulan memindahkan makam Nabi Muhammad itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademisi yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi

Namun rencana itu diangkat akademisi lain yang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah.

RMI NU Tegal

Makam Nabi Muhammad terletak di kubah hijau di dalam masjid dan dikunjungi jutaan jemaah haji dan merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam.

RMI NU Tegal

Ulama Saudi garis keras atau Wahabi telah lama memfatwakan melarang penyembahan benda atau "orang suci", sebuah praktek yang dianggap "syirik" atau berhala.?

Dr Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation, seperti RMI NU Tegal kutip dari The Independent mengatakan : "Orang-orang mengunjungi ruangan keluarga Nabi hidup, dan kemudian menuju tempat pemakaman untuk berdoa.?

"Sekarang mereka ingin mencegah peziarah mengunjungi dan menghormati makam karena mereka percaya bahwa ini adalah syirik, atau penyembahan berhala. Tapi satu-satunya untuk menghentikan Muslim mengunjungi Nabi adalah membawa makam tersebut keluar (dari masjid) dan memasukkannya ke pemakaman (umum). "

Dr Alawi juga mengatakan rencana tersebut meliputi penghancuran kubah hijau yang menutupi makam Nabi.?

Nabi dihormati oleh kedua cabang Islam, Sunni dan Syiah. Sekte Wahabi merupakan cabang dari Sunni, namun membongkar makam Nabi dapat mengobarkan ketegangan antara kedua kelompok tersebut.?

Muslim Sunni mainstream akan sama terkejutnya atas upaya pembongkaran makam nabi sebagaimana kelompok Syiah, kata Dr Alawi.?

The Independent sebelumnya melansir bagaimana ekspansi bernilai miliaran pound sterling Masjidil Haram, menyebabkan kerusakan hingga 95 persen bangunan tua berusia lebih dari seribu tahun dan digantikan dengan hotel mewah, apartemen dan pusat perbelanjaan.?

Raja Abdullah telah menunjuk ulama Wahabi terkemuka dan imam dari Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais, untuk mengawasi proyek perluasan yang diperlukan untuk menambah jumlah kapasitas perziarah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dr Alawi mengatakan dokumen konsultasi untuk Masjid al-Nabawi di Madinah dibuat oleh akademisi terkemuka Saudi Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University di Riyadh, telah diedarkan kepada Komite Kepresidenan.

Beberapa halaman dari dokumen konsultasi baru saja dipublikasikan dalam jurnal kepresidenan. Mereka menyerukan penghancuran kamar sekitar makam - yang digunakan oleh istri dan anak perempuan Nabi, dan dihormati oleh Syiah karena hubungan mereka dengan putri bungsunya, Fatimah.?

Dokumen itu juga menyerukan penghancuran kubah hijau, yang meliputi makam dan tempat tinggal dan pengangkatan kerangka tubuh Nabi ke pemakaman di dekatnya, al Baqi.?

Al-Baqi merupakan area pemakaman yang sudah banyak berisi kerangka tubuh keluarga Nabi, termasuk ayahnya yang dipindahkan ke sana pada 1970-an, kata Dr Alawi. Pada tahun 1924 semua nisan telah dihapus, sehingga jamaah tidak akan tahu siapa yang dimakamkan di sana, dan jadi tidak bisa berdoa kepada mereka.?

"Nabi akan anonim," tambah Dr Alawi. "Segala sesuatu di sekitar masjid Nabi telah hancur oleh buldoser. Begitu mereka telah menghapus segala sesuatunya, mereka bisa bergerak menuju masjid. Imam masjid mungkin mengatakan ada kebutuhan untuk memperluas masjid dan melakukannya dengan cara itu, sementara mata dunia berada di Irak dan Suriah. Kuburan Nabi Muhamad dihormati oleh Sunni aliran utama, yang tidak pernah akan melakukannya. Hal ini sama pentingnya bagi Syiah juga, yang memuliakan putri Nabi, Fatimah.?

"Saya yakin akan ada kejutan di seluruh dunia. Ini akan menyebabkan kemarahan. "

The Independent tidak dapat menghubungi kedutaan Arab Saudi, tapi dalam sebuah pernyataan tahun lalu mengatakan: "Perkembangan Masjid Suci Makkah al Mukarramah-[Mekah] merupakan subjek yang sangat penting dan dalam kapasitasnya sebagai penjaga dua masjid suci tersebut, akan melakukan langkah yang sangat serius. Peran ini merupakan inti dari prinsip-prinsip Arab Saudi didirikan." (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Hadits RMI NU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Pacitan, RMI NU Tegal - Puluhan pelajar di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan mengikuti kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)? Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di SMK Hasyim Asyari Tegalombo, Senin (26/12). Mereka mengikuti rekrutmen pelajar NU di sela liburan panjang sekolah.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sahir membuka makesta kali ini.

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Sahir yang juga Kepala SMK Hasyim Asyari menyampaikan bahwa sekolah yang berada di bawah naungan LP Maarif NU berkomitmen menjadikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi unggulan dan terdepan dalam menaungi para pelajar.

RMI NU Tegal

Menurutnya, IPNU-IPPNU merupakan organisasi basis intelektual dan organisasi kader yang ada di sekolah sehingga keberadaanya perlu disambut dengan baik.

Ketua IPPNU Pacitan Dian Wahyu Putri mengatakan, dua poin penting dalam mengemban amanah sebagai pelajar NU adalah basis pengkaderan dan kualitas kader.

RMI NU Tegal

"Yang menjadi catatan penting bagi peserta dan seluruh kader IPNU-IPPNU Pacitan yang hadir ini agar bagaimana mengubah pola pikir dan tindakan sebagai pelajar NU yang bukan hanya mengikuti tren masa kini. Namun mereka harus mampu berpikir dan bertindak dengan segala dasar intelektual dan pengetahuan yang luas dan tetap berpedoman pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam berakidah," katanya.

Ia berharap para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses kaderisasi yang akan berlangsung hingga Rabu (28/12). "Pesan kami jangan pernah melewatkan seluruh materi. Patuhilah seluruh aturan yang telah ditentukan panitia. Selamat berproses, belajar, berjuang, dan bertaqwa," kata Dian. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pesantren, Hadits, Kajian RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock