Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, RMI NU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

RMI NU Tegal

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

RMI NU Tegal

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah RMI NU Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Gerakan HTI Berasal dari Harakah 313, bukan Ikhwanul Muslimin

Jakarta, RMI NU Tegal - Penulis buku HTI, Gagal Paham Khilafah, Makmun Rasyid menyatakan ketidaksepakatannya bahwa orang-orang HTI berasal dari Ikhwanul Muslimin di Mesir. Menurutnya, gerakan HTI bersumber dari harakah 313 yang hingga kini jarang diketahui banyak orang.

“Saya lebih sependapat dengan? pemikiran bahwa orang-orang yang pertama kali ikut pada Hizbut Tahrir itu adalah berasal dari harakah 313, mungkin ini belum banyak yang memahami,” jelas Makmun dalam peluncuran bukunya di UIN Syarif Hidayatullah. Kamis (6/10).

Gerakan HTI Berasal dari Harakah 313, bukan Ikhwanul Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan HTI Berasal dari Harakah 313, bukan Ikhwanul Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan HTI Berasal dari Harakah 313, bukan Ikhwanul Muslimin

Harakah 313 itu adalah simbol ketika Nabi Muhammad saw hijrah dari Mekah ke Madinah. Hal itu adalah simbol yang kemudian digunakan Hizbut Tahrir dalam pendekatan pengkaderan, metode kontak, mengajak orang-orang terdekat untuk bergabung.

RMI NU Tegal

Buku ini muncul salah satunya diawali dari perdebatan Makmun dengan orang-orang HTI. “Orang HTI selalu mengatakan bahwa Pancasila itu tidak ada dalam Al-Qur’an, saya pun bisa mengatakan dalam buku ini, bahwa khilafah tidak ada satu pun dalilnya dalam Al-Qur’an,” tegasnya.

RMI NU Tegal

Peluncuran buku ini dihadiri antara lain oleh Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Ketua STKQ Al-Hikam Depok Dr Arif Zamhari, Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan KH Mohammad Thohir, dan Penulis Buku Laskar Ulama-Santri dan Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milal Bizawie.

Menurut Zainul Milal, “Buku ini ingin mengajak teman-teman dari HTI untuk bersama-sama membangun bangsa ini dalam bingkai keindonesiaan dalam bingkai NKRI.” (Damar-Adit Wibisono/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Budaya RMI NU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Ketapang, RMI NU Tegal. Konferensi Cabang ke-11 Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Ahad (20/4) kemarin di Ketapang telah mengeluarkan berbagai keputusan strategis antara lain memilih dan menetapkan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2014-2019.

Sidang Pleno kelima yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang demesioner masa khidmat 2009-2014 Drs. Satuki Huddin, M.Si ini berjalan khidmat dan sukses. Sebelum diadakan pemilihan seluruh peserta konferensi diminta pimpinan sidang untuk sama-sama membaca Shalawat Badar dan pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh KH. Kholilurrahman.

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Pemilihan PCNU masa khidmat 2014-2019 didahului dengan pemilihan Rais Syuriyah. Setelah diajukan bakal calon (balon) melalui pemilihan langsung dan rahasia akhirnya terjaring empat balon terpilih yakni KH Kholirurrahman, KH Faisol Maksum, KH Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

RMI NU Tegal

Berdasarkan Tata Tertib Konfercab ke-11 dalam pemilihan pengurus cabang bahwa seorang calon dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang-kurangnya 5 (lima) suara dari peserta konferensi. Oleh karena itu setelah diadakan penghitungan dari suara sah yang berhak memilih dari 18 rais syuriyah tingkat MWC plus satu orang perwakilan syuriyah PCNU Ketapang, akhirnya yang memenuhi syarat hanya satu orang balon yakni KH Kholilurrahman setelah memperoleh 15 suara.

Mengingat balon yang terpih hanya satu orang, akhirnya seluruh peserta konfercab menyepakati agar balon yang terpilih secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU masa khidmat 2014-2019.

RMI NU Tegal

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan setelah pemilihan Rais Syuriyah. Pemilihan balon ketua tanfidziah juga dilaksanakan secara langsung dan rahasia. Setelah diadakan penghitungan suara balon yang terpilih hanya 2 (dua) orang yakni KH. Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Mengingat hanya satu orang yang memenuhi syarat yakni KH Jema’ie Makmur setelah memperoleh dukungan 18 suara dari 19 suara yangh berhak memilih, akhirnya peserta konfercab menetapkan secara aklamasi KH Jema’ie Mamur sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 setelah disetujui Rais Syuriyah terpilih.

KH Kholilurrahman sebelumnya adalah Wakil Rais Suriyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 sementara KH Jema’ie Makmur Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 dan pada pemilihan kali ini beliau kembali memimpin NU ketapang lima tahun ke depan.

Sebelum disahkan melalui pembacaan SK pada sidang Pleno kelima ini, juga ditetapkan tim formatur sebanyak 5 (lima) orang yakni Rais Syuriyah terpilih merangkap ketua, Ketua Tanfidziyah merangkap sekretaris dan 3 (tiga) orang dari pengurus MWC masing-masing MWC Delta Pawan, Benua Kayong dan Matan Hilir Utara. Kepada Tim Formatur diamanatkan agar menyusun kepengurusan NU Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 dengan jangka waktu satu bulan. (Syafi’ie /Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Hikmah, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

RUU Wawasan Nusantara Disahkan

Jakarta, RMI NU Tegal. Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Wawasan Nusantara (RUU Wanus) sebagai RUU usul inisiatifnya. RUU Wanus termasuk 37 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2015. Pengusulnya ialah Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI.

RUU Wawasan Nusantara Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
RUU Wawasan Nusantara Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

RUU Wawasan Nusantara Disahkan

"Sidang paripurna yang lalu mengamanatkan agar kami memperjuangkan RUU ini sebagai usul inisiatif dalam prolegnas prioritas," kata Ketua PPUU DPD RI Gede Pasek Suardika (senator asal Bali) pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7), dalam siaran pers DPD RI yang diterima RMI NU Tegal, Kamis.

Ketua DPD RI Irman Gusman (senator asal Sumatera Barat) yang memimpin acara tersebut. Berikutnya, rapat kerja (raker) tiga pihak yang setara (tripartit) antara DPR RI, DPD RI, dan Pemerintah menyepakati RUU Wanus sebagai RUU Prolegnas Prioritas 2015.

RMI NU Tegal

Gede Pasek Suardika memaparkan, pertimbangan PPUU DPD RI menyusun RUU Wanus, bahwa setiap bangsa dan negara yang merdeka memiliki cara pandang yang menegaskan hakikat eksistensinya dan mengelola kehidupan masyarakatnya menuju tujuan negara-bangsa yang bersangkutan. "Agar negara-bangsa itu tidak kehilangan arah di tengah pergaulan dunia," tuturnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, Indonesia memiliki cara pandang berskala nasional bernama wawasan nusantara yang sumbernya adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Persoalannya, kemunduran wawasan Nusantara menyebabkan krisis multidimensi berbangsa dan bernegara.

Karena reformasi menuntut demokratisasi, hak asasi manusia, ekonomi kerakyatan, otonomi daerah, pengelolaan sumberdaya alam berkeadilan, kebhinnekaan, dan kearifan lokal maka PPUU DPD RI memperbarui cara pandang wawasan Nusantara tersebut berbentuk produk hukum yang mengikat penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Hikmah RMI NU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

IPPNU Wanasari Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja

Brebes, RMI NU Tegal. Maraknya kenakalan remaja belakangan ini mendorong pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wanasari menyelenggarakan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di Wanasari, Brebes, Jawa Tengah. Sosialisasi digelar atas kerja sama IPPNU dan Pelayanan Perlindungan Terpadu (PPT) Tiara, Senin (25/8).

IPPNU Wanasari Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Wanasari Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Wanasari Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja

Siti Kundari dari Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (BKBP) kabupaten Brebes menjelaskan, terjadinya kenakalan remaja akibat kurangnya pemahaman dan pendidikan? tentang kenakalan remaja itu sendiri. “Dalam berbagai kasus, contohnya hamil di luar nikah terjadi karena kurangnya pemahaman tentang pendidikan seks,” terangnya.

Selain itu, pengawasan dari orang tua terhadap anak serta ekses negatif globalisasi seperti penggunaan internet yang penggunanya tanpa batasan umur. “Untuk itu, perlu dukungan semua elemen masyarakat mencegah dan meminimalisir terseretnya generasi dari jurang kesesatan,” terangnya.

RMI NU Tegal

Kasubbid Bidang Perempuan BKBPP Kabupaten Brebes Eni Listiana menambahkan, peran dan kodrat perempuan harus dijunjung tinggi sebagaimana kaum Adam. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sering terjadi harus dijadikan cambuk, bahwa keberadaan perempuan tidak hanya sebagai pelengkap namun juga sebagai pelopor dalam segala hal.

RMI NU Tegal

Pendidikan tentang perlindungan anak dan perempuan, lanjutnya, harus disosialisasikan ke semua elemen masyarakat agar tidak terjadi lagi hal–hal yang merendahkan harkat dan martabat perempuan. “Ranah pendidikan yang paling utama adalah di keluarga. Dan ketika berbicara keluarga, peran ibu sangat vital dalam mendidik generasi bangsa menjadi generasi yang berkualitas,” tambah Eni.

Ketua PAC IPPNU Wanasari Umi Mukaromah menjelaskan, kegiatan digelar dalam rangka HUT RI ke-70 tersebut agar pelajar di Wanasari mengetahui akan pentingnya pemahaman dan juga pendidikan reproduksi remaja. Sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. “IPPNU sebagai organisasi pelajar dan juga organisasi kemasyarakatan punya tanggung jawab? dalam menanggulangi? kenakalan remaja,” tutur Omah, panggilan akrabnya.

Acara sosialisasi yang diikuti 80 pelajar NU itu, disambung dengan dialog interaktif pelajar ini juga dihadiri oleh Ketua PAC Muslimat NU Wanasari yang juga Ketua PPT Tiara Hj Aqilatul Munawaroh, Ketua PC IPPNU Kabupaten Brebes Ade Melly Seftiana dan pengurus IPNU-IPPNU di Kecamatan Wanasari. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Solo, RMI NU Tegal. Menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar Polresta Surakarta juga tak mau ketinggalan. Mereka juga bershalawat.

Jajaran Polresta solo mengadakan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan bersama Jama’ah Muji Rosul (Jamuro) di halaman Mapolresta Solo, Kamis (17/1) malam. Kegiatan tersebut mengambil tema meneladani akhlak Rasulullah dalam pelaksanaan tugas Polri guna mewujudkan pelayanan prima anti-KKN dan antikekerasan.

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjimain. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk bisa bekerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Solo.

RMI NU Tegal

Sementara itu, tadi malam (18/1) pengajian Jamuro berlanjut di halaman Masjid Tegal Sari Laweyan Surakarta. Seperti biasa, di akhir acara KH Abdul Karim memberikan penjelasan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam kitab maulid al-Barzanjiy.

RMI NU Tegal

“Nabi Muhammad sejak kecil beliau sudah yatim piatu. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya yakni Abdul Muthalib yang tak berselang kemudian juga wafat. Setelah itu beliau diasuh oleh paman beliau Abu Thalib,” terang Gus Karim.

Acara pengajian semalam dihadiri ribuan jamaah. Kegiatan gelar maulud 12 hari Jamuro ini akan digelar sampai tanggal Rabu malam (23/1) pekan depan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Hikmah RMI NU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, RMI NU Tegal. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima RMI NU Tegal.

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

RMI NU Tegal

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

RMI NU Tegal

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Jakarta, RMI NU Tegal. Salah satu ujian yang sangat sulit kita terima adalah mendapat cercaan dan hinaan dari orang lain. Karena hal itu dapat membangkitkan amarah dan dendam yang luar biasa, sehingga terjadi pertengkaran yang bahkan dapat menimbulkan pembunuhan.

Hal itu disampaikan oleh KH Hasbiallah Hasyim dalam pengajian kitab Nasa’ih al-Diniyah di Cipinang, Jakarta pekan lalu.

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Kesulitan seperti ini, kata Kiai Hasbi, seringkali dihadapi oleh sebagian masyarakat. Berbagai problem sosial terjadi diakibatkan karena maraknya kebencian, iri, dan sombong antarsesama. Kebanyakan dari mereka juga tak kuasa menahan kesabaran, dan minimnya keinginan untuk menciptakan harmonisasi dalam kehidupan sosial.

“Pergaulilah orang lain, sebagaimana kita ingin digauli. Karena kehidupan itu harus seirama. Kalau kita ingin orang datang ke kondangan kita, ya kita harus datang dulu ke kondangannya. Bagaimana orang mau kenal sama kita sedangkan kita sendiri acuh terhadap mereka,” ucap Kiai Hasbi.

RMI NU Tegal

Dalam hal seperti ini, sambungnya, sebagai umat Islam jangan sampai terlepas dari mencontoh Rasulullah SAW. Karena dengan mencontohnya kita akan menjadi manusia yang mampu mengontrol kadar emosional dalam diri.

“Rasulullah, selama hidupnya selalu penuh dengan kesabaran. Salah satunya adalah sabar dalam menghadapi cercaan dan hinaan dari orang lain.” tukas Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Arba’in Bojonggede, Kabupaten Bogor itu.

Pertama, sambungnya, Rasulullah tidak sama sekali membenci orang-orang yang mengganggunya.

“Ketika Nabi diludahi, dicaci, bahkan sampai sorbannya ditarik hingga robek pun, nabi tidak benci kepada orang tersebut,” ucapnya.

RMI NU Tegal

Kedua, Rasulullah tidak suka terhadap sifat buruk yang ada pada diri orang-orang yang membencinya.

“Janganlah kita diam kepada orang yang mempunyai sifat buruk seperti itu. Kita harus merasa prihatin, dan ingin sekali agar sifat buruk itu hilang,” sambungnya.

Terakhir, Rasulullah selama hidupnya tidak pernah menyumpahi orang lain, termasuk orang-orang yang membencinya.

“Selama hidup Rasulullah, ia sama sekali tidak pernah menyumpahi orang lain. Bahkan, orang yang menghinanya saja ketika sakit, dijenguk,” tegasnya.

Menurutnya, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan solusi yang paling konkrit dalam menghadapi gejala-gejala kompleks. Sabar, ikhlas, dan berserah diri pada kehendak Allah, akan menjadikan manusia yang selalu rendah hati.

“Maka dari itu, pantaslah bahwa Allah memberi gelar uswatun hasanah kepada Rasulullah dalam firman-firman-Nya di dalam Al-Qur’an, karena begitu mulia akhlaknya,” pungkasnya. (Ahmad Rifaldi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Pahlawan, Hikmah RMI NU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Banda Aceh, RMI NU Tegal. Habib Abdurrahman bin Muhammad Umar Al-Ahdal, cucu dari Syech Ahmad bin Muhammad Al-Ahdal, pengarang kitab nahwu "Kawakib Durriyah" menyampaikan kuliah umumnya di masjid Raya Baiturrahman.

Ada beberapa point penting yang menjadi intisari dari taushiyah yang disampaikan ulama asal Yaman ini Senin malam (13/4) bada Shalat Isya lalu, yang pada umumnya menjelaskan tentang ilmu tauhid.

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

“Ada banyak tanda kiamat yang telah kita lihat saat ini, antara lain banyak orang yang berlomba hafal Al-Quran namun mereka tidak paham bahkan tidak peduli hukum syariat,” kata Habib Abdurrahman.

RMI NU Tegal

Ia menyampaikan, Rasulullah SAW sangat mencintai umat yang beriman kepada Allah dan Rasulullah pada akhir zaman seperti kita saat ini.

Mengapa kita umat akhir zaman lebih dicintai olehRasulullah? Karena kita beriman dengan sesuatu yang ghaib, bukan saja dalam pengertian iman kepada hal-hal yang ghaib atau tidak dicapai oleh panca indra. Namun kita juga beriman kepada Rasulullah tanpa melihat beliau dan beliau hidup dimasa lampau pada beberapa abad silam.

Dalam kesempatan ini Habib juga memberikan penjelsan mengenai ahlussunnah wal jamaah, yakni golongan umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW, para Sahabat Nabi dan ulama penerus beliau.

RMI NU Tegal

“Ketika ahlusunnah wal jamaah disebutkan maka mereka adalah yang berlandaskan pada pemahaman tauhid yang diajarkan oleh Imam Al-AsyAri dan Al-Maturidi, dan pemahaman ini telah diikuti oleh seluruh ulama-ulama yang mengikuti mazhab empat,” jelasnya.

Habib memberikan penjelasan panjang lebar. Kesan yang begitu mendalam pada pertemuan malam itu, Habib sangat takdzim dengan para jamaah yang menyalami dan yang memeluknya saat selesai majelis pengajian. Sang Habib kembali mencium tangan jamaah setelah mereka mencium tangannya. (Irfan Shiddiq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Habib, Makam RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

Pamekasan, RMI NU Tegal. Ratusan bendera Nahdlatul Ulama (NU) masuk ke pelosok-pelosok desa. Rumah-rumah penduduk yang tergolong fakir miskin menatap bendera tersebut dengan wajah berbinar.

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

Mereka mendapatkan santunan dari ratusan siswa-siswi SMP Ma’arif 1 Pamekasan yang menyalurkan zakatnya didampingi dewan guru, Senin (19/6). Sedikitnya terdapat 150 zakat fitrah diberikan kepada kaum fakir miskin di dua desa, yaitu Terrak dan Mangar, Tlanakan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial para siswa terhadap fakir miskin," ungkap Moh. Fadoli selaku Pembina OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan.

Melalui kegiatan blusukan membagikan zakat fitrahnya, pihak sekolah mendambakan siswa-siswinya menjadi pribadi yang dermawan. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah.

RMI NU Tegal

Moh. Rosi, ketua OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan menegaskan, ratusan zakat tersebut tidak serta merta langsung disalurkan. Melainkan, para siswa-siswi SMP Maarif 1 Pamekasan terlebih dahulu menjalani ritual keagamaan yang bernafaskan sunnah Nabi Muhammad SAW.?

"Kami mengawalinya dengan shalat dhuha dan tadarus Al-Quran. Semoga kita mendapatkan ridla Allah melalui berkah Ramadan dan pembersihan harta lewat zakat fitrah," ujar Rosi.

RMI NU Tegal

Usai shalat Dluha dan tadarus, siswa-siswi dibagi 8 kelompok. Selanjutnya, mereka menyebar sesuai lokasi sasaran pendistribusian. Dewan guru tampak berbinar mendampingi mereka. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Sholawat RMI NU Tegal

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sumenep, RMI NU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dan jamaah PAC Rijalul Ansor bersama-sama membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih Sabtu malam (7/2).

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri menegaskan, tradisi membaca shalawat yang dipertahankan warga nahdliyin, merupakan salah satu upaya membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sebab, terang M Muhri, tradisi melantunkan shalawat serta menghayatinya, dapat menghadirkan kesejukan jiwa.

RMI NU Tegal

"Apalagi ditopang dengan kesadaran muara dari shalawat itu, yakni Nabi Muhammad SAW. Kesadaran yang ditopang dengan semangat meneladani spirit dakwah Nabi, insyaallah dapat mengukuhkan NKRI dari gerakan perpecahan," tegas alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur tersebut.

RMI NU Tegal

Pihaknya bersyukur tradisi membaca shalawat terus menggema dan digenjot oleh pemuda-pemuda Ansor di Kabupaten Sumenep dan warga nahdliyin secara umum.

"Tapi kalau membaca shalawat tapi masih berkata dan bersikap yang dapat merongrong keutuhan bangsa, berarti ruh shalawat belum sepenuhnya terpatri dalam jiwa," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah RMI NU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Cara MI Ma’arif Kenalkan NU pada Anak

Karanganyar, RMI NU Tegal. Dalam rangka mengenalkan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama kepada siswa, guru Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Nurul Hikmah Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kab. Karanganyar mengajak siswanya untuk mewarnai foto logo NU dan gambar Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari.

“Dengan mewarnai, kami ingin para siswa MI Ma’arif ini mengetahui pendiri NU, kemudian mengenalnya dan bisa meneladani sikap dan juga sifat tokoh pergerakan islam tersebut secara baik dan benar,” ujar Ririn salah satu guru MI Ma’arif, Sabtu (4/1).

Cara MI Ma’arif Kenalkan NU pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MI Ma’arif Kenalkan NU pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MI Ma’arif Kenalkan NU pada Anak

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa salah satu mata pelajaran favorit siswa MI adalah kesenian, namun sangat disayangkan jika tiap pertemuan siswa selalu menggambar atau mewarnai pemandangan tanpa memasukkan unsur pengetahuan lain di mata pelajaran favorit mereka itu.

RMI NU Tegal

Sehingga mewarnai merupakan langkah awal, sedangkan langkah selanjutnya yaitu dengan membaca riwayat Kiai Hasyim, dan membuat puisi.” Setelah mewarnai, kami hubungkan dengan materi Bahasa Indonesia yaitu membaca serta menceritakan kembali, baru setelah itu lanjut ke materi membuat puisi berdasarkan gambar,” imbuhnya.

RMI NU Tegal

Mengenai boleh tidaknya mewarnai foto pendiri NU ini, Ririn berpegang dari perkataan Mbah Kiai Muchith Muzadi yang didengar langsung oleh suaminya saat menjadi panitia PKPNU Malang Raya, dimana Mbah Muchith membolehkan bahkan menganjurkan agar siswa dikenalkan tokoh NU salah satunya dengan mewarnai.

Ia berharap dengan pembelajaran ini, tumbuh dalam diri siswa akan sosok figur yang bisa dijadikan teladan. (Ahmad Rosyidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Berita RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, RMI NU Tegal - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, News RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Jakarta, RMI NU Tegal

Pada dasarnya ruilslag atau tukar guling tanah wakaf tidak diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Pasal 40 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dengan jelas menyebutkan bahwa harta benda wakaf dilarang ditukar. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Profesor Syibli Syarjaya di Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI), Jakarta, hari ini (22/11), menanggapi beredarnya pemberitaan mengenai penukaran tanah wakaf yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Namun, jelas Syibli, larangan itu tidak mutlak. Pasal 41 Undang-Undang Wakaf menyatakan bahwa ruilslag tanah wakaf diperbolehkan apabila harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah dan setelah memperoleh izin tertulis dari menteri agama atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia.

“Adanya pengecualian ini, antara lain agar program pembangunan jalan yang melewati tanah wakaf tetap bisa dilaksanakan. Juga agar tanah wakaf bisa lebih produktif setelah dilakukan ruilslag,” kata Syibli.

Menurut Syibli, undang-undang wakaf melarang ruilslag harta wakaf untuk menjaga kemaslahatan harta wakaf. Maka ketika ruilslag diperbolehkan, kemaslahatan harta wakaf pun harus tetap dijaga.

RMI NU Tegal

“Karena itulah ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses ruilslag,” jelas Syibli.

Syibli pun mengingatkan agar tahapan ruilslag sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Wakaf segera dilaksanakan agar proses ruilslag tanah wakaf yang terdampak jalan tol bisa cepat selesai. 

“Jangan sampai karena ingin serba cepat, lalu aturan undang-undang diabaikan. Akibatnya nanti cacat hukum dan di kemudian hari bisa digugat,” ujar Syibli.

RMI NU Tegal

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dan prosedur ruilslag yang dimuat di laman resmi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, disebutkan bahwa proses ruilslag setidaknya melewati tujuh tahap sebelum keluarnya izin menteri agama.

Tahapan itu ialah (1) KUA, (2) Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, (3) Tim Penilai yang terdiri atas unsur Pemkot/Pemkab, MUI kab/kota, BPN kab/kota, dan nazhir, (4) Kantor Kementerian Agama Provinsi, (5) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, (6) Badan Wakaf Indonesia, dan (7) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. 

“Kalau dibaca prosedurnya memang panjang, tetapi ya itulah undang-undangnya yang saat ini ada. Pembangunan jalan tol itu kan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Seharusnya sudah jauh hari pula urusan ruilslag diproses dengan nazhir dan kementerian terkait,"  kata Syibli.

Ia menambahkan sebetulnya yang lama adalah pada proses pencarian tanah pengganti yang sesuai dengan kebutuhan wakaf. Proses lainnya bisa dipercepat karena alasan ruilslagnya jelas untuk pembangunan.

Syibli berharap semua pihak bisa memahami ketentuan undang-undang mengenai proses ruilslag ini sehingga tidak saling menyalahkan, proyek pembangunan bisa berjalan dengan lancar, dan tanah wakaf menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Khutbah, Hikmah RMI NU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata

Jakarta, RMI NU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa bersama menteri lain di kabinet kerja mendampingi Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata (TMPNU) Jakarta untuk mengenang Hari Pahlawan 10 November 2017.

Mereka menabur bunga di makam Pahlawan Revolusi, Alm. H. Adam Malik, Alm. H. Umar Wirahadikusumah, Alm. H. Soedharmono, Almh. Hj. Ainun Habibie, Alm. H. Taufiq Kiemas, Pahlawan Prajurit Tamtama dan Pahlawan Tak Dikenal.

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata

Sebelum acara tabur bunga, upacara dimulai pada pukul 08.15 WIB diawali dengan hening cipta selama 60 detik. "Untuk mengenang arwah para pahlawan, mengheningkan cipta dimulai," ujarnya.

Di pengujung upacara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa untuk arwah para pahlawan. 

RMI NU Tegal

Tabur Bunga di Teluk Jakarta 

Sementara itu pada hari dan jam yang sama di laut berlangsung Upacara Tabur Bunga di Laut dipimpin Inspektur Upacara Ketua DPD RI Dr. Oesman Sapta Odang. 

Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Inf. Triono yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Yonif Mekanis 203 Arya Kamoning. 

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 1.000 orang terdiri dari para pejabat tinggi negara dan berbagai unsur masyarakat.

RMI NU Tegal

Dalam upacara yang berlangsung sambil berlayar membelah Teluk Jakarta ini Kementerian Sosial RI memberikan bantuan para veteran dan pelaku sejarah. Bantuan berupa empat kursi roda, 72 kacamata baca lansia, sembilan tongkat lansia dan 10 alat bantu dengar. 

Pemberian alat bantu untuk lansia ini secara simbolis disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Z Soeratin dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Hartono Laras kepada ahli waris pelaku sejarah KRI Macan Tutul yakni Ibu Asmitar Machfoed (istri dari Kolonel Laut Alm. Machfoed dan Ibu Sri Rachmani (istri dari Mayor Laut Alm. Memet S). Keduanya mendapatkan masing-masing satu kursi roda.

Hartono Laras mengungkapkan Peringatan Hari Pahlawan merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Melalui Peringatan Hari Pahlawan 2017 diharapkan segenap elemen bangsa dapat bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri dengan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," katanya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Hikmah RMI NU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Warga NU Perlu Manfaatkan Medsos untuk Bela Ulama

Jember, RMI NU Tegal. Membela dan menjadi benteng ulama merupakan komitmen GP Ansor. Namun pengertian membela ulama untuk saat ini perlu "diversifikasi". Sebab, selama ini membela ulama konotasinya adalah membela secara fisik. Namun saat ini juga perlu membela ulama dengan menggunakan media sosial.

Warga NU Perlu Manfaatkan Medsos untuk Bela Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Perlu Manfaatkan Medsos untuk Bela Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Perlu Manfaatkan Medsos untuk Bela Ulama

Demikian disampaikan Ketua PC GP Ansor Jember, Jawa Timur, ? H Ayub Junaidi saat memberikan sambutan dalam acara "Menjawab Tantangan Media Sosial" di Gedung Ansor Jember, Jalan Danau Toba 1 Jember, Ahad (7/5).

Menurut Ayub Junaidi, penggunaan media sosial saat ini sangat vulgar seolah tanpa kendali. Bahkan terkadang pesantren dan kiai juga menjadi sasaran "kengawuran" pengguna media sosial.?

"Makanya kita harus paham medsos (media sosial). Kalau kepentingan pesantren dan kiai tergangggu atau diganggu, kita bisa memanfaatkan medsos untuk membela," ucapnya.

RMI NU Tegal

Ia berharap agar media sosial tidak sekadar dijadikan "pelampiasan" dari uenk-unek yang ada atau tempat curhat dari persoalan yang mendera. Tapi juga dijadikan ajang menyampaikan ? pesan-pesan moral dan ke-NU-an, khususnya yang terkait dengan toleransi dan moderasi yang selama ini memang menjadi ciri khas NU.?

Sebab, gerakan radikalisme yang mempunyai ciri khas intoleransi juga memanfaatkan media sosial untuk ajang sosialisasi. "Kami sangat berharap agar medsos dijadikan alat perjuangan sekaligus menangkal gerakan radikal," lanjutnya.

Acara tersebut diikuti oleh 50 peserta, yang berasal dari 26 Pengurus Anak Cabang Ansor se-Kabupaten Jember, dengan menghadirkan narasumber Aga Suratno (praktisi media) dan Oryza Wirawan (wartawan senior). (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah RMI NU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI

Jakarta, RMI NU Tegal. Namun Aktivis Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia, Abdul Hadi, mengatakan penanganan kasus penyiksaan TKI di Arab Saudi oleh pemerintah RI kurang bertanggung jawab dan kurang manusiawi.

"Kasus seperti [Erwiana] di Hong Kong, sebetulnya di sini lebih banyak, tetapi penanganannya perlu dipertanyakan," katanya.

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Buruh Migran Nilai Pemerintah Kurang Manusiawi Tangani TKI

Kokom Binti Bama, 35, merupakan tenaga kerja asal Cijati Jampang Kulon, Jawa Barat yang saat ini sedang mengalami masalah karena penyiksaan yang dilakukan oleh mantan majikannya.

RMI NU Tegal

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah mengatakan sulit untuk memproses hukum majikan yang diduga menyiksa tenaga kerja Indonesia, Kokom Binti Bama, di Arab Saudi karena kurangnya data dan tidak adanya dokumen resmi.

RMI NU Tegal

"Kita sulit memproses hukum, karena dia tidak tahu majikannya di mana, karena Kokom ini kerjanya pindah-pindah dan kerja bebas. Statusnya memang ilegal setelah kabur dari majikan pertama," kata Konsul Pelayanan Warga di KJRI Jeddah, Sunarko, ketika dihubungi Wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

Seperti diketahui, Kokom Binti Bama, 35, ditemukan sekitar tiga bulan lalu dan dibawa ke KJRI Jeddah setelah mengalami penyiksaan saat bekerja.

Dia sempat lari dari majikan pertama karena gajinya tak dibayar selama lebih dari satu tahun. Setelah bekerja di tempat lain secara ilegal, dia mengalami penyiksaan dengan sejumlah memar di wajah dan sekujur tubuh.

Kondisi Kokom ketika ditemukan cukup parah. "Kaki kanan kurang berfungsi dengan baik, penglihatannya agak kabur, dan kupingnya juga digunting," kata sejumlah aktivis Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia.

Menurut Sunarko, keadaan Kokom yang kini tinggal di tempat penampungan KJRI sudah membaik.

Pihaknya kini sedang memperjuangkan hak-hak berupa gaji pada majikan yang pertama.

"Yang bisa kita upayakan kita menuntut gaji majikan pertama, karena status kerjanya resmi selama satu tahun. Ini sedang kita urus hak-haknya. Tetapi majikan pertama ini tidak melakukan penyiksaan, Kokom kabur saja karena tidak dibayar," kata Sunarko. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Internasional, Hikmah RMI NU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, RMI NU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

RMI NU Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

RMI NU Tegal

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Tokoh RMI NU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Opick: Kang Said Bawakan Islam dengan Rileks

Jakarta, RMI NU Tegal

Musisi dan pelantun lagu religi Aunur Rofiq Lil Firdaus atau akrab disapa Opick berpendapat, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sebagai pribadi yang santai. Ia mampu memberi suasana ramah dalam keberislaman.

”Kang Said itu orang moderat, benar-benar rileks dengan agama. Islam tidak menjadi momok yang menakutkan buat orang yang bukan Islam maupun orang Islam sendiri,” katanya usai turut mengisi ”Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2012” yang digelar harian Republika di Jakarta, Selasa (30/4) malam.

Opick: Kang Said Bawakan Islam dengan Rileks (Sumber Gambar : Nu Online)
Opick: Kang Said Bawakan Islam dengan Rileks (Sumber Gambar : Nu Online)

Opick: Kang Said Bawakan Islam dengan Rileks

Opick sepakat dengan Republika yang memasukkan Kang Said sebagai salah satu penerima anugerah tokoh perubahan bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto.

Menurut pria kelahiran Jember, Jawa Timur, ini, ketiga tokoh tersebut merupakan putra-putra terbaik Indonesia yang telah berkontribusi banyak untuk bangsa. NU, katanya, telah banyak berjasa dalam menciptakan perubahan di Tanah Air.

”Saya berharap nantinya perubahan besar di NU bisa lebih membumi lagi, terutama di wilayah perkotaan,” imbuh Opick.

RMI NU Tegal

Penobatan Kang Said sebagai Tokoh Perubahan 2012 ditandai dengan pemberian piala oleh pemilik PT Republika Media Mandiri, Erick Thohir. Republika menilai Kang Said berjasa dalam usaha mendampingkan Islam dengan Nasionalisme di Indonesia.

 

RMI NU Tegal

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah RMI NU Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Bojonegoro, RMI NU Tegal. Syukur dan bangga. Mungkin dua kata itulah yang pantas diucapkan oleh segenap keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro ketika Galuh Eka Fidyanti meraih Juara III Karate tingkat Usia Dini Nasional.

Raut muka sumringah tampak dari wajah pemangku kepentingan MINU Wali Songo ketika menyambut kedatangan pelatih karate Lemkari kecamatan Sumberrejo yang menyerahkan medali beserta atribut lainnya atas prestasi dari anak didiknya yang meraih medali perunggu dalam kejuaraan karate Lemkari tingkat Nasional di kantor MINU Wali Songo Rabu (20/2) pagi. 

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Galuh Eka Yulianti siswi kelas III (tiga) ini meraih medali setelah melalui berbagai seleksi ketat dan bertahap. Siswa pendiam ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung ini menyabet medali kategori usia dini – 30 kg putri.

RMI NU Tegal

Sebagaimana diketahui siswi yang senangnya duduk di bangku deretan belakang ini beberapa hari terakhir sering izin melalui wali kelasnya untuk mengikuti seleksi kejuaraan karate Lemkari tingkat kabupaten kategori/kumite usia dini – 30 kg putri. 

RMI NU Tegal

“Kami maklum jikalau ini demi prestasi anak didik kami,” ujar Mubarok Firdaus Wali kelas III.

Kegiatan kejuaraan karate Lemkari ini memperebutkan Piala ketua umum Lemkari dan Ronggolawe I (pertama) pada tanggal 15 s/d 17 Februari 2013 di Kota Tuban.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Hikmah, Cerita RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock