Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut

Garut, RMI NU Tegal?

Rangkaian Liga Santri Nusantara Sub-Region Garut ditutup dengan partai final antara Nurulhuda FC dan Al-Qonaah FC dengan skor 2-1, Sabtu (2/9). Kemudian LSN Region Garut itu ditutup Plt. Ketua PCNU Garut KH Mujib.

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Beginilah Nekatnya Liga Santri Region Garut

Garut merupakan salah satu dari sedikit daerah yang menerapkan sistem setengah kompetisi semenjak babak penyisihan Sub-Region. Tentu ini pekerjaan yang tidak mudah mengingat keterbatasan resources Liga Santri di daerah.

Subhan Fahmi adalah sosok dibalik keberhasilan Garut menggelar LSN di kota penghasil dodol tersebut dengan sistem setengah komopetisi. Mantan Ketua PW IPNU Jawa Barat ini mengaku kesulitan sedari awal penyelenggaraan.?

RMI NU Tegal

Ia berterus terang, setengah kompetisi ini adalah keputusan sulit karena panitia memiliki sumber daya dan sumber dana yang terbatas. Bahkan hingga berakhirnya partai final Sub-Region dana subsidi dari Panitia Nasional LSN pun belum cair.?

“Tetapi keputusan ini tetap harus kami ambil untuk menghadirkan kompetisi yang sehat, berkualitas dan profesional," terang Fahmi.

Lebih lanjut, pria yang juga mantan Ketua PC GP Ansor Garut ini juga menjelaskan bahwa dengan sistem setengah kompetisi ini Garut akan mendelegasikan kesebelasan yang benar-benar kuat dan berkualitas untuk bertanding di seri final region nantinya. Seri final region Jawa Barat III rencananya akan digelar di Kabupaten Ciamis 10-14 September medatang.

"Sistem gugur itu bisa menipu. Bisa saja yang keluar sebagai pemenang bukan tim yang sebenarnya benar-benar kuat. Di bola kita mengenal adagium bola itu bundar. Ada faktor X yang kadangkala menentukan hasil akhir pertandingan. Nah, dengan setengah kompetisi, faktor-faktor X tersebut bisa diminimalisir. Sehingga tim yang lolos di seri final region dari Garut benar-benar kesebelasan terbaik di kabupaten ini," jelas Fahmi.

Fahmi kemudian menungkapkan tipsnya. "Kami modal nekat aja dalam menyelenggarakan Liga Santri di Garut ini. Kalau daerah lain barangkali bupati hingga turun tangan membiayai Liga Santri, di sini berbeda. Kami harus iuaran di antara panitia. Bahkan sampai berutang pun kami pertaruhkan demi suksesnya acara ini," tukas Fahmi.

RMI NU Tegal

Hal sama diakui Sekretaris LSN Garut Idham Khalid. "Bahkan hingga pemenang Sub-Region diumumkan, hadiah yang kami serahkan kepada pemenang masih berupa hadiah simbolis karena dana dari sponsor yang kebanyakan perseorangan itu belim cair. Yang penting kompetisi berhasil kami gelar dan kami bisa menyajikan pertandingan bola uang berkualitas," pungkas Idham sambil tersenyum.

LSN Sub-Region Garut diikuti oleh 8 kedebelasan yang berasal dari delapan pesantren di Garut di antaranya adalah Pondok Pesantren Al Qonaah, Pondok Pesantren As Sundy, Pondok Pesantren Fauzan, Pondok Pesantren Al Halim 1, Pondok Pesantren Nurulhuda, Pondok Pesantren Al Musyadadiyyah, Pondok Pesantren Pulosari dan Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

Sedangkan partai seri final Region Jabar III akan digelar di Ciamis dan diikuti oleh 8 pesantren/kesebelasan di antaranya adalah Pondok Pesantren Dar El Rahman (Ciamis), Pondok Pesantren Miftakhul Ulum (Ciamis), Pondok Pesantren Nurul Fauzi (Tasikmalaya), Pondok Pesantren Al Hikmah (Tasikmalaya), Pondok Pesantren Assalam, Pondok Pesantren Babakan Jamanis (Pangandaran), Pondok Pesantren Al Qonaah (Garut) dan Pondok Pesantren Nurulhuda (Garut). (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, RMI NU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Ketua PBNU, M. Imam Aziz menceritakan pengalamannya bertamu kepada seorang kiai. Di tengah kesibukannya menerima tamunya, sang kiai pamit.

"Sebentar, saya pamit keluar dulu ya," ujar sang tuan rumah pada para tamunya. Tentu para tamu mempersilakan tuan rumahnya pergi.

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)
Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Tetapi, tak sampai tiga menit, sang tuan rumah masuk lagi ke ruang tamu, duduk kembali menghadapi para tamunya.?

RMI NU Tegal

"Kok sebentar, Kiai? Emang dari mana?" tanya salah seorang tamu yang kaget, tiba-tiba tuan rumah ada di hadapannye kembali.

"Membahagiakan santri?" jawab kiai pendek.

"Bagaimana caranya? Membahagiakan santri kok cuma dua menit?" tanya si tamu penasaran, pikirannya sudah ke mana-mana.

RMI NU Tegal

"Saya cuma bilang ke santri, Kang, ngijene libur ya.." jawab kiai enteng. Seisi ruang tamu tertawa. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, IMNU, Olahraga RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Tabarruk Dipraktikkan Sejak Zaman Nabi

Jakarta, RMI NU Tegal. Mengharap bertambahnya kebaikan (tabarruk) melalui orang dan benda-benda tertentu pernah dipraktikkan sendiri oleh Rasulullah SAW, kemudian diikuti para sahabat, tabi’in, dan para penerusnya. Selama tetap memelihara tali tauhid, kegiatan tabarruk sah dilaksanakan dan akan berdampak positif bagi yang melakukannya.

Demikian pokok materi Kajian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Rabu (31/5) malam, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua PP LDNU KH Zakky Mubarak, Wakil Ketua PP LDNU Syamsul Ma’arif, KH Abu Na’im Khofifi, serta sejumlah pengurus PBNU dan ulama lainnya.

Tabarruk Dipraktikkan Sejak Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabarruk Dipraktikkan Sejak Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabarruk Dipraktikkan Sejak Zaman Nabi

Kajian bertema “Konsep Tabaruk dalam Islam” ini dipimpin KH Misbahul Munir, pengasuh Pesantren Ilmu al-Qur’an al-Misbah. Menurutnya, dalil tabarruk bisa ditemukan secara jelas dalam al-Qur’an, Hadits, teladan sahabat, dan sejumlah kitab-kitab induk ulama klasik. 

RMI NU Tegal

Misbahul mengutip surat al-Baqarah (125). Ayat ini turun dilatari pertanyaan Umar kepada Rasulullah tentang keberadaan lokasi berdiri (maqam) Nabi Ibrahim. Nabi menjawab, lalu turun ayat “dan jadikanlah maqam Ibarahim sebagai tempat shalat.” Ia menunjukkan dalil lain dalam surat al-Baqarah (248) dan surat Yusuf (96).

Misbahul juga melanjutkan, Nabi sendiri pernah bertabarruk dengan air wudhu kaum muslimin dengan cara menyuruh mengambilkan air dari tempat bersuci kaum muslimin lalu meminumnya. “Fayasyrab yarju barakata aidil muslimin (lalu Nabi minum seraya mengharap keberkahan dari tangan-tangan kaum muslimin),” ujarnya merujuk hadits dalam kitab Syu’abul Iman.

RMI NU Tegal

Para sahabat dan ulama-ulama terkemuka, lanjutnya, juga turut memeragakan tabarruk, seperti mencium tangan, ziarah, menghormati tempat dan barang-barang khusus, bahkan menggunakannya sebagai sarana (wasilah) untuk tujuan-tujuan tertentu.

Kajian Aswaja merupakan agenda rutin PP LDNU sebagai bagian dari rangkaian acara Istighasah dan Pengajian Bulanan yang diselenggarakan saban Rabu malam pada minggu terakhir tiap bulan. Tujuannya adalah untuk memperluas wawasan, memupuk kebersamaan, dan menghindari permusuhan antarkelompok yang berbeda pandangan keagamaan.

 

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Cerita RMI NU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Bandung, RMI NU Tegal. Ratusan anggota Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3), menggelar aksi damai untuk mendesak pemerintah menegakkan kedaulatan pangan di Indonesia dan segera mengatasi melambungnya harga sembako.

Sejak pagi, massa aksi penyampaian aspirasinya dari berkeliling di area kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus menggalang massa dari mahasiswa lain di kampus setempat untuk bergabung bersama PMII.

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Lalu menjelang siang, dengan menaiki 2 truk massa aksi bergerak menuju gudang Bulog Regional Kota Bandung di Jalan Gedebage. Di sana sekitar 1 jam mereka menyuarakan tuntutannya, kemudian mereka menggeliat menuju kantor di depan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, di Jalan Soekarno-Hatta No. 711A kota Bandung.

RMI NU Tegal

Aksi damai yang dilakukan PMII ini membuat perwakilan dari mereka diperkenankan melakukan audiensi tertutup bersama petinggi Bulog Regional Jawa Barat. Sementara ratusan massa lainnya tetap berada di luar gedung Perum Bulog tersebut. Aksi di seberang pinggir jalan ini banyak mendapatkan perhatian dari pengguna jalan.

Ahmad Riyadi, ketua PC PMII kota Bandung mengatakan bahwa aksi tersebut yang digelar sebagai bentuk respon PMII atas persoalan kebutuhan pokok masyarakat khususnya dalam masalah pangan, khususnya kebutuhan yang kini langka dan harganya melambung tinggi.

RMI NU Tegal

“Sebetulnya yang jadi persoalan adalah kebutuhan beras. Pemerintah seharusnya mendukung petani lokal (tradisional) untuk mengembangkan potensi lahan pertanian yang dimiliki. Hal tersebut sebagai upaya dalam mengatasi kebijakan impor beras yangi dilakukan oleh pemerintah," kata Riyadi yang juga sebagai penanggung jawab aksi tersebut.

Dia menjelaskan proses tersebut harus berbanding lurus dengan usaha Pemerintah melalui sosialisasi atau penyuluhan yang baik kepada para petani, misalnya penyuluhan terkait sumber pupuk atau penggunaan pestisida yang efektif.

"Artinya bahwa ini merupakan konsekuensi dari Pemerintah untuk berbicara soal pengelolaan dan kesejahteraan pertanian. Kalau semua ini bisa dilakukan oleh Pemerintah, saya rasa kita tidak butuh lho yang namanya beras impor, karena Indonesia mempunyai potensi pertanian yang sangat bagus,” ujar Riyadi menjelaskan? salah satu tuntutan dari aksi PMII kota Bandung itu.

Lebih lanjut, Riyadi atas nama rakyat mendesak kepada Pemerintah harus bisa mengintervensi stabilitas harga pasar, lebih-lebih bisa menentukan harga pasar. Pemerintah juga jangan sampai terjebak model kapitalisme yang akhirnya mengeksploitasi hak-hak rakyat.

“Lalu bagaimana cara Pemerintah mampu memberikan arahan kepada masyarakat (petani) untuk memberikan pupuk-pupuk yang baik. Begitu juga jangan sampai harga pupuk melambung tinggi, yang pada akhirnya harga beras ditentukan oleh harga pupuk,” tegas mahasiswa pascasarjana Universitas Langlangbuana itu.

Dia menambahkan, Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan dan kelayakan hidup di kalangan para petani. “Bagaimana pun Pemerintah harus mempertimbangkan hal itu, karena merekalah yang setiap hari di sawah untuk melakukan penanaman hingga pemanenan,” singgungnya.

“Harapannya, masyarakat harus mampu memanfaatkan lahan dimiliki, lalu pengelolaan tanaman yang baik, mulai dari pemilihan benih sampai proses pemanenan, serta mampu memasarkan dengan baik,” pungkas Riyadi. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Warta, IMNU RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri

Tasikmalaya, RMI NU Tegal - Upaya memperkokoh Akidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kemah santri yang digelar Forum Santri Muda Tasikmalaya di Lapangan Gunung Karikil Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Sabtu-Senin (17-19/12.

Kemah santri yang diikuti sekira 200 santri dari perwakilan pesantren di Kota Tasikmalaya diisi dengan pembekalan materi keaswajaan. Ketua Rizalul Ansor Kota Tasikmalaya Bubung Nizar Pamungkas menjadi pemateri.

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri

Selain keaswajaan, para santri juga dibekali materi kepesantrenan, bela negara, dan kebangsaan.

RMI NU Tegal

"Alhamdulillah, untuk materi kepesantrenan kita hadirkan ketua MUI, dan untuk bela negara dari kodim serta kepolisian," kata Ketua Forum Santri Muda Tasikmalaya Ujang Hadad.

RMI NU Tegal

Menurut Ujang, kemah ini akan menjadi agenda rutin tahunan dalam rangka menyambut Maulid Nabi. Setiap tahunnya akan melibatkan peserta lebih banyak yang rencananya melibatkan santri perempuan juga.

"Kalau sekarang hanya santri laki-laki saja yang jadi peserta. Ke depan harus ada santriwati," ujarnya.

Kemah santri yang digelar sejak Sabtu (17/12) dan berakhir Senin (19/12) dibuka oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Achef Noor Mubarok, dan ditutup oleh Danramil Cibeureum sebagai tuan rumah acara. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, IMNU RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, RMI NU Tegal

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

RMI NU Tegal

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

RMI NU Tegal

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Fragmen RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

NU Pacitan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Pacitan, RMI NU Tegal



Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Pacitan, menyisakan duka mendalam bagi para warga. Musibah ini disebut menjadi yang terbesar dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir. Akibatnya, sebanyak 25 korban meninggal dunia, yang terdiri dari enam korban banjir dan 19 korban.

NU Pacitan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pacitan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pacitan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Sejumlah kader NU Pacitan melakukan doa bersama untuk para korban banjir dan tanah longsor, Kamis malam (7/11). Doa bersama ini dilakukan di makam sesepuh NU Pacitan almagfurlah KH Umar Tumbu di kompleks Pesantren Nur Rohman, Njajar, Donorojo, Pacitan.

Di atas pusara makam kiai yang wafat pada Rabu 4 Januari 2017 lalu, para kader NU yang berasal dari lintas organisasi seperti GP Ansor, PMII, IPNU, dan IPPNU ini dengan Khusyuk memanjatkan doa yang didahului dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil. Doa bersama ini dikhususkan untuk para korban meninggal dunia.

"Kami turut berbela sungkawa atas musibah banjir dan tanah longsor ini. Semoga para korban yang meninggal dunia ini diberikan husnul khatimah dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT," kata Fajar Rohmat, salah satu kader PMII.

Duka mendalam dirasakan pula oleh keluarga besar Pelajar NU Pacitan. Dimana salah satu dari korban musibah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kebonagung, Pacitan, salah satunya adalah Khairur Rozak. Semasa hidupnya, Rozak adalah Ketua Pengurus Komisariat IPNU SMK Nuruddolam Kebonagung.

RMI NU Tegal

"Kami PC IPNU-IPPNU Pacitan sangat berduka cita atas meninggalnya rekan Rozak. Kami semua sangat berduka atas kepergian Almarhum Rozak. Semoga keluarganya yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Ketua IPNU Pacitan Mawan Hardianto.

RMI NU Tegal

Sementara itu, berbagai bentuk bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor masih terus mengalir ke posko bencana PCNU Pacitan. Sebagian besar bantuan ini berasal dari warga NU dan masyarakat dari berbagai daerah yang dihimpun oleh pengurus PCNU dan Banomnya. 

Bantuan yang diterima PCNU Pacitan berupa logistik makanan dan pakaian layak pakai. Bantuan ini akan terus didistribusikan untuk para korban banjir dan tanah longsor di Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, IMNU RMI NU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, RMI NU Tegal. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

RMI NU Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, AlaNu, IMNU RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pembaharuan Pesantren

Penulis      : Dr. Abd Ala

Penerbit    : Pustaka Pesantren Yogyakarta

Cetakan    : Pertama, 2006

Pembaharuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharuan Pesantren

Tebal        : xvi + 214 halaman

Perensensi    : Ach Syaiful Ala*

RMI NU Tegal

Istilah yang sering diperbincangkan sejak beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya selalu identik dengan memperjuangkan kebenaran, keadilan, egalitarianisme,  dan demokrasi. Artinya, perjuangan yang semacam ini secara faktual mengandung nilai-nilai universal – terlepas dari motivasi dan aktor-aktor – memang diproyeksikan untuk memberdayakan masyarakat, terutama yang hidup di strata terbawah yang sering menjadi "korban" dalam proses pembangunan bangsa.

Dari perspektif diatas, jelas bahwa setiap aktivitas (perjuangan) yang berorentasi pada peningkatan kualitas kehidupan orang lain (banyak orang), dapat dikategorikan sebagai "pemberdayaan masyarakat". hanya saja, yang kemungkinan besar berbeda adalah cara dan pendekatannya, sesuai dengan background kehidupan aktornya (pelakunya). Tetapi, perbedaan yang seperti ini tidak menjadi masalah, yang terpenting aktivitas yang dilakukan benar-benar diupayakan untuk mengangkat nasib masyarakat (kaum tertindas).

RMI NU Tegal

Dalam konteks itulah, lalu bagaimana kepedulian pesantren sekarang ini dalam memberdayakan masyarakat, sebagai "institusi" keagamaan yang tumbuh sejak beberapa tahun yang silam? Apakah pesantren telah menunjukkan intensitasnya dalam persoalan ini, yang sesungguhnya dapat dijadikan medium untuk semakin memantapkan ketaqwaan kepada Allah SWT? Jika memang demikian, apakah bukti-bukti kongkritnya yang dapat meyakinkan kita tentang adanya pemberdayaan masyarakat di kalangan pesantren?

Secara jujur harus diakui, bahwa pesantren selama ini masih tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Dari abad keabad, pesantren masih memperlihatkan kemampuannya untuk membendung gempuran modernisasi yang telah terbukti menjungkirbalikkan spiritualitas manusia, baik secara individual maupun komunal. Kenyataan ini, tentu saja tidak dilepaskan dari sportifitas (kesalehan) dan karisma kiai sebagai top leader pesantren, serta sekaligus juga perjuangan yang mengendalikan teologi dan moral. Sehingga, pesantren sangat mudah untuk berintegrasi dengan masyarakat, yang dari dimensi sosio-ekonimi-politik telah mengalami kekalahan dan ketertindasan.

Karena itu, sangat beralasan jika kahadiran pesantren dimanapun saja berada, benar-benar mendapat respons yang positif dari masyarakat. Respon ini dapat dijadikan suatu indikasi, bahwa pesantren – sejak awal berdirinya – sebenarnya telah banyak terlibat secara aktif konstruktif dalam proses pemberdayaan masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan versi pesantren itu sendiri.

Buku yang ditulis oleh pembantu Direktur I Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, banyak mengulas peran pesantren misalnya dibidang spiritual, sampai sekarang ternyata masih belum bisa digantikan oleh lembaga-lembaga pendidikan lain. Dengan bermodal keikhlasan dan keteladanan, kiai (pesantren) telah menunjukkan keberhasilannya dalam mentransfer nilai-nilai relegius kepada santrinya, dan juga bahkan kepada masyarakat.

Melalui cara ini kemudian lahirlah santri yang bermoral, tegar dan mampu menghindarkan diri dari "cengkraman" status formal – semisal pegawai negeri, legeslatif dan eksekutif – yang telah menjadi impian mayoritas kaum terpelajar di bumi pertiwi ini.

Dengan kata lain, pengembangan spiritual versi persantren, telah menghasilkan alumni-alumi yang berakhlak mulia, tingkat bertahan hidup yang teruji dan lainnya. Dari fakta ini saja, kita udah mendapatkan gambaran yang jelas tentang keterlibatan pesantren dalam proses pemberdayaan masyarakat, yang disadari atau tidak, telah membaca dampak yang positif bagi pembangunan nasional.

Contoh lain yang perlu dikemukakan disini, adalah kepedualian pesantren terhadap masalah pendidikan degan mengembangkan sistem pendidikan (berbasis) kerakyatan, pesantren ternyata mampu menampung kaum muda yang secara kuantitatif patut dibanggakan. Sebab, melalui sistem pendidikan kerakyatan ini siapapun dapat memasuki pendidikan di pesantren tanpa ada pembatasan atau kualifikasi tertentu. Semua calon santri, terlepas dari asal-usul kehidupan, keluarga dan ekonominya, diperlakukan sama sebagai manusia di hadapan Allah yang harus dihormati.

Sistem pendidikan kerakyatan tersebut, diakui atau tidak, dapat menumbuhkan solidaritas, kolektivisme dan egalitarianisme, sebagai bagian dari yang integral dari ajaran-ajaran agama yang memang harus diaktualisasikan dalam kehidupan kongkrit sehari-hari, sehingga, sistem pendidikan  yang semacam itu – meminjam istilah Gus Dur – merupakan potensi demokratis pesantren, yang pengembangannya perlu ditangani secara intensif.

Dari itu terlihat dengan jelas tentang kepedulian pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa pesantren mempunyai kontribusi yang besar dalam proses pembangunan agama, nusa dan bangsa.

Terlepas dari semua itu, pesantren tetap dituntut untuk berjuangan lebih serius lagi, agar peran strategisnya sebagai "pembela" masyarakat bawah (kaum tertindas) dapat dipicu secara maksimal. Apalagi dalam kenyataan, pesantren masih terkesan lamban dalam mengantisipasi arus perubahan sosial, yang membawa pergeseran nilai-nilai kehidupan. Karena itu, pesantren perlu membudayakan gerakan intelektual yang represenatif, tradisi kepenulisan dan kerja-kerja yang profesional.

Sayang buku ini hanya sebuah kumpulan tulisan Dr Abd Ala yang sudah pernah disajikan pada berbagai forum kegiatan diskusi, halaqah, seminar, diklat kepesantrenan. bagi saya, Hal ini merupakan penyebab utama dari pemaparan sebuah buku bisa dikatan kurang sistematis.

* Penulis, Ketua Ikatan Alumni Santri Timur Daya PP Nasyatul Mutaallimin Sumenep (IKNAS), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Pemurnian Aqidah, IMNU RMI NU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu

Pringsewu, RMI NU Tegal. Setelah digelar selama 3 hari dari 9 sampai dengan 11 Oktober 2015 di Komplek Gedung NU Pringsewu, Lampung, Perkemahan Ma’arif Cabang (Permacab) Ke-1 yang diikuti oleh seluruh Madrasah dibawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Pringsewu berjalan dengan lancar.

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs-MA Ma’arif Keputran Raih Juara Umum Permacab I Pringsewu

Dari 10 cabang lomba yang dilaksanakan, akhirnya MTs dan MA Ma’arif Keputran Sukoharjo berhasil menyisihkan 72 Gudep yang berpartisipasi dan tampil sebagai juara umum untuk Pramuka Penggalang dan Penegak. Mereka berhak membawa pulang trofi bergilir dari Bupati Pringsewu.

Piala tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim pada acara penutupan Permacab Ke-1, Ahad (11/10). Dalam amanatnya sekaligus menutup perkemahan tersebut, Taufiq berharap kepada seluruh Pramuka Ma’arif untuk mempersiapkan perhelatan Permacab Ke-2 agar lebih meriah lagi.

RMI NU Tegal

"All start is difficult. Yang berat adalah mengawali. Alhamdulillah Pengurus Sako Ma’arif Pringsewu sudah berhasil untuk melaksanakan kegiatan besar perdana ini. Diharapkan Permacab Ke-2 yang akan dilaksanakan tahun depan di Kecamatan Banyumas akan bertambah sukses," harapnya.

RMI NU Tegal

Dengan SDM dan pengalaman suksesnya Permacab ini, Taufiq merasa optimis atas kesiapan Pringsewu jika suatu hari diberi kepercayaan menjadi tuan rumah Perkemahan Sako Pramuka Ma’arif untuk Tingkat Nasional. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Quote RMI NU Tegal

Rabu, 29 November 2017

MUI Minta Tayangan Klasifikasi "D" Distop

Jakarta, RMI NU Tegal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta program siaran dengan klasifikasi "D" menurut Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) distop penayangannya selama bulan suci Ramadhan.

Permintaan itu disampaikan oleh M. Said Budairy, Ketua Komisi XI Informasi dan Komunikasi MUI, dalam forum diskusi tentang tayangan televisi yang lebih kondusif selama bulan Ramadhan 1428H, di Jakarta, Rabu.

Klasifikasi "D" yang dimaksud adalah tema tayangan yang mengangkat persoalan orang dewasa seperti intrik dalam keluarga seperti perselingkuhan dan perceraian.

MUI Minta Tayangan Klasifikasi D Distop (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Tayangan Klasifikasi D Distop (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Tayangan Klasifikasi "D" Distop

Tema kekerasan, vulgar, klenik, dan kontak roh juga harus dihentikan penayangannya selama bulan Ramadhan karena hanya akan membodohi masyarakat, kata Said.

Selain itu MUI, sebagai organisasi keagamaan yang terbesar di Indonesia, meminta agar lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya kepada Undang-undang Penyiaran dan P3SPS.

RMI NU Tegal

"Kalau mereka patuh, tentu lembaga penyiaran tidak akan dikritik sebagai pembodohan atau mengajarkan kekerasan dan kejahatan," kata Said.

Sementara itu Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Titi Said, mendesak agar tayangan televisi selama Ramadhan bermateri siaran dengan kriteria "untuk semua umur".

Ia menjelaskan, jam tayang 22.00-03.00WIB yang biasanya diisi dengan materi siaran "usia dewasa" pada bulan Ramadhan akan ditonton oleh semua jenis penonton. "Sehingga harusnya selama bulan Ramadhan materi tayangan menggunakan kriteria ’semua umur’," kata Titi. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

Selasa, 14 November 2017

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, RMI NU Tegal. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

RMI NU Tegal

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

RMI NU Tegal

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Sholawat RMI NU Tegal

Senin, 13 November 2017

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71

Jakarta, RMI NU Tegal. Dalam rangka pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Tahun 2017, Kementerian Agama RI menghelat aneka kegiatan. Dalam Surat Edaran Nomor: 9350/SJ/B.VI/I/HM.03/12/2016 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Nur Syam, sejumlah agenda telah disusun.

Pertama, Upacara HAB yang digelar pada Selasa, 3 Januari 2017 pukul 07.30 waktu setempat, di seluruh satuan kerja Kementerian Agama pusat maupun daerah. Kedua, zikir dan doa untuk bangsa dilaksanakan di satuan kerja masing-masing sesuai keyakinan agama yang ada.

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71

Ketiga, Pertandingan Olahraga, Lomba Kesenian dan Hiburan, serta Lomba Kebersihan Ruang Kerja. Cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain futsal, tenis meja, bola volley. Lomba kesenian dan hiburan dilaksanakan dalam bentuk lomba seperti lomba pop singer/karaoke, balap karung, tarik tambang.

“Adapun lomba kebersihan ruangan kerja dilaksanakan untuk membiasakan dan menciptakan ruang kerja yang bersih dan nyaman (green office). Tujuan kegiatan ini untuk memeriahkan HAB dan memperkuat kebersamaan,” terang Nur Syam.

Keempat, Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan. Agenda ini dilaksanakan dalam bentuk aktivitas sosial seperti donor darah, bantuan siswa bagi anak pegawai Kemenag berprestasi dan kurang mampu, Bazaar Cinta Kuliner Nasional/Daerah dan Halal.

RMI NU Tegal

Gerak JaIan Kerukunan juga menjadi salah satu rangkaian agenda. Kegiatan yang mengundang kepala daerah, ormas, dan tokoh-tokoh agama ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Keluarga Besar Kemenag. Sebagai penutup, Penayangan Film Dokumenter 2 Tahun Kerja Nyata Kemenag, Parade Baca Puisi oleh Tokoh, dan Guest Performance dijadwalkan mengisi Malam Tasyakuran HAB ke-71.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan,” pungkas Sekjen Kemenag. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal IMNU, Pahlawan RMI NU Tegal

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, RMI NU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ulama, IMNU RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan

Jakarta, RMI NU Tegal



Program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) yang digulirkan Pemerintah cukup baik dilaksanakan pondok pesantren salafiyah (PPS). Kesimpuan ini didasarkan pada hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) tahun 2015 dengan sampel penelitian sebanyak 132 ula dan 179 wustha yang ? tersebar di empat propvinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa ? Timur dan Yogyakarta.

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Wajar Dikdas di Pesantren Salafiyah Cukup Menggembirakan

Pada aspek hasil yang dicapai, penelitian yang menggunakan lima tolok ukur, yaitu peningkatan nilai-rata-rata mata pelajarn umum, jumlah santri, serapan pendidikan, mobilitas alumni dan kepuasan penyelenggaraan wajar dikdas, juga menunjukkan tanda-tanda cukup menggembirakan.

Dari indikator tersebut hasil analisis data menunjukan secara keseluruhan, baik Ula maupun Wustha cukup berhasil, di mana nilai ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA di atas rerata nilai 7. Dari data sampel tersebut terlihat ada peningkatan nilai ujian dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya 2014.

Adapun aspek kepuasan ? ditunjukan dengan keinginan penyelenggara untuk melanjutkan program tercatat Ula menyatakan 97.5 persen ingin tetap melanjutkan program wajar dikdas dan Wustha mencapai 99.4 persen. Ini artinya bahwa wajar dikdas masih sangat efektif, karena masih banyak dibutuhkan.

RMI NU Tegal

Perhatian pondok pesantren salafiyah cukup besar terhadap program wajar dikdas ditemukan pada dimasukkannya program ini secara langsung pada visi dan misi pesantren bersangkutan. Ditambah ketersediaan buku petunjuk teknis penyelenggaraan program, dan keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi buku petunjuk teknis penyelenggaraan.

Dari segi kesiapan internal, pesantren salafiyah berdasarkan indikator kunci penyelenggaraan program disimpulkan cukup terpenuhi. Hal itu bisa dilihat dari ? adanya guru mata pelajaran umum berasal dari pondok pesantren, kepemilikan akan jadwal pelajaran wajar dikdas, serta kepemilikan akan buku standard kelulusan.

RMI NU Tegal

Meskipun demikian, beberapa aspek tetap perlu ditingkatkan, di antaranya latar belakang pendidikan guru, kuantitas buku paket pelajaran untuk santri dan guru, perpustakaan, silabus dan kelengkapan dokumen Rancangan Persiapan Pembelajaran (RPP).

Pada tingkat implementasi, monitoring dan supervisi oleh pengasuh pesantren, penanggng jawab program, pengawas dan pejabat Kementerian Agama/Dinas Pendidikan setempat juga terlihat cukup memuaskan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Syetan pun Tawarkan Surga

Rembang, RMI NU Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, sesungguhnya syetan merupakan musuh yang paling nyata. Syetan mengiming-imingi manusia dengan surga, padahal itu neraka.

Syetan pun Tawarkan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Syetan pun Tawarkan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Syetan pun Tawarkan Surga

Kiai yang akrab disapa Gus Mus menyampaikan hal itu di hadapan jamaah pengajian Al-Ibriz, rutinan di aula Pondok Pesantren Raudlatu Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Jumat pagi (28/2).

Hakikatnya sejak zaman manusia pertama, syetan sudah berkomitmen menjerumuskan anak Adam agar masuk ke dalam neraka.

RMI NU Tegal

Kata Pengasuh pondok pesantren Raudlatu Tholibien Rembang itu, Syetan juga diberikan kebebasan untuk menggoda manusia, agar berbelok dari jalan yang lurus. “Tergantung kita sebagai manusia mau tetap patuh kepada Allah SWT, apa mau mendengarkan suara syetan.

Gus Mus juga mengatakan, jika syetan diizinkann untuk menggoda manusia, maka Allah juga menurunkan utusan untuk mengingatkan manusia melalui firman-firman-Nya. Tujuannya, agar tidak terjerumus ke jurang neraka.

RMI NU Tegal

“Sesungguhnya cara yang digunakan syetan untuk menggoda manusia, sangatlah lembut dan penuh tipu daya,” katanya. (Ahamd Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Santri, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Sidoarjo, RMI NU Tegal. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar acara Unsuri Bersholawat. Acara tersebut digelar di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1) lalu dan diikuti oleh ratusan mahasiswa Unsuri, perwakilan PAC IPNU-IPPNU se-Sidoarjo, dan PMII Unsuri.

"Unsuri bersholawat ini dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhamad SAW. Dengan adanya Unsuri bersholawat, semoga prestasi kami selalu didampingi berkah bulan maulid dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Semoga semangat dalam menyiarkan sholawat agar menyholawatkan masyarakat dan memasyarakatkan sholawat," kata ketua PKPT IPNU Unsuri, M Asrori Bahiruddin.

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Ketua PKPT IPPNU Unsuri Imroatul Mufidah menambahakan, dengan adanya Unsuri bersholawat ini, diharapkan mampu menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.?

RMI NU Tegal

"Semoga PKPT IPNU-IPPNU Unsuri lebih maju dari sebelumnya dan untuk semuanya semakin cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW," harap Mufidah.

Rektor Unsuri Sidoarjo, H Soenarjo mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Pihaknya meminta kepada IPNU-IPPNU untuk terus melakukan kegiatan yang bersifat positif terutama bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Teruskan kegiatan semacam ini," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas

Mataram, RMI NU Tegal - Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Kota Mataram. Menurutnya suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut tak hanya kegembiraan bagi peserta dan penyelenggara, tapi juga bagi masyarakat.

"Malam penutupan ini kita dapat bersama berkumpul. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah yang membuat hati kami senang bergembira," katanya pada sambutan penutupan di Islamic Center Kota Mataram pada Sabtu (6/8).

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas

Ia juga mengungkapkan rasa syukur, sebagai tuan rumah, MTQ Nasional berjalan dengan ;ancar sejak pembukaan sampai penutupan.

MTQ, menurutnya, melahirkan gairah keberagamaan, semangat, dan antusias yang luar biasa. MTQ? melahirkan hal-hal yang positif seperti solidaritas dan kebersamaan di NTB. “Dan Al-Qur’an membawa berkah,” katanya.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Gubernur yang menjabat pada priode kedua ini mengucapan terima kasih atas amanah pelaksanaan MTQN di pulau seribu masjid. "NTB akan selalu siap dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini," katanya di hadapan Mentri Agama serta puluhan ribu hadirin.

Pihaknya juga minta maaf kepada semua peserta kalau ada salah dan khilaf atas penyelenggaraan MTQ Nasional tersebut. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU RMI NU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina

Mekkah, RMI NU Tegal. Saat ini suhu panas Kota Makkah Al-Mukaromah sedang di atas rata-rata. Terpantau suhu udara mencapai 48 derajat Celcius melebihi kondisi panas normal jika dibandingkan di tanah Air. Suhu panas ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Jamaah Haji Indonesia untuk melalui proses ibadah ditanah suci ini. Namun kondisi ini tidak menyurutkan para Jamaah haji untuk tetap melakukan rutinitas ibadah sehari-hari.

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina (Sumber Gambar : Nu Online)
Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina (Sumber Gambar : Nu Online)

Panas di Atas Rata-rata, Jemaah Haji Didorong Jaga Stamina

Salah satu Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Provinsi Lampung Prof Muhammad Mukri mengungkapkan bahwa kendati cuaca panas, antusiasme Jamaah dalam menjalani ritualitas ibadah haji tetap tinggi.

"Semangat dan aura kesungguhan para jamaah sangat tinggi untuk terus datang ke masjidil haram menunaikan shalat lima waktu. Keutamaan shalat sampai dengan 100 ribu kali lipat dari pada shalat ditempat lain menjadi motivasi tersendiri para jamaah," ujar Rektor UIN Raden Intan Lampung ini melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/8).

Walaupun demikian ia terus mengingatkan kepada para Jamaah untuk tetap mengatur ritme aktivitas ibadah dengan mempertimbangan kondisi kesehatan masing-masing.

RMI NU Tegal

"Cuaca di Tanah Air dengan di makkah jauh berbeda. Makanya para jamaah harus benar-benar mengukur stamina, ? kebugaran dan kekuatan masing. Jangan ngoyo, karena masih ada ibadah yang lebih utama, sebagai rukun haji, yakni wukuf di Arafah," himbaunya.

Rangkaian Ibadah Haji lainnya juga memerlukan stamina yang prima diantaranya Ibadah mengmbil batu kerikil di Muzdalifah dan melempar Jumrah di Mina. "Aktifitis ini memerlukan kesehatan yang prima. Oleh karena itu, tenaga dan energi jangan sampai dihabiskan untuk mengejar ibadah pada sebelum waktu wukuf," jelasnya.

Kondisi ini juga harus disikapi oleh tim petugas haji yang mendampingi jamaah, baik ketua kloter (TPHI), pembimbing ibadah (TPIHI), tim tenaga medis (TKHI) maupun tim pendamping haji (TPHD). Soliditas petugas haji daerah berpengaruh langsung terhadap pembimbingan, pelayanan maupun penjaminan kenyaman jamaah dalam melaksanakan ibadah selama Haji.

Prof Mukri memberikan apresiasi terkait pelayanan kesehatan, transportasi, penyediakan konsumsi bagi jamaah, ? yang relatif mengalami peingkatan yang cukup signifikan. "Alhamdulillah, ini prestasi yang baik yang dilakukan Kementrian Agama Republik Indonesia dalam pengelolaan jamaah haji tahun 2017 ini," pungkas Mustasyar NU Lampung ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, IMNU, Ulama RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock