Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja

Depok, RMI NU Tegal. Seperti apakah Islam ahlusunnah wal jamaah (aswaja) itu? Demikian pertanyaan yang disampaikan oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madany kepada para hadirin dalam forum pra munas dan konbes NU di Pesantren Al Hikam Depok, Sabtu (30/8).

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja

Ia lalu menjelaskan bahwa aswaja adalah berislam yang wajar-wajar saja seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadist dikisahkan para sahabat yang berdebat orang Islam yang paling baik seperti apa. Ada yang berpendapat, yang paling banyak puasanya, yang lainnya, yang shalat terus dan ada yang tidak mau menikah. Lalu ketika Rasulullah mendengar perkataan para sahabat tersebut, ia berkata “Demi Allah, aku orang yang paling takut pada Allah, aku puasa tetapi juga berbuka, aku shalat dan juga tidur dan aku juga kawin.”

Dalam sebuah hadist lain, Rasulullah juga menyampaikan pesan. “Barangsiapa tidak senang dengan sunnahku, maka bukan termasuk golonganku.”

RMI NU Tegal

“Karena itu, Islam yang benar adalah Islam yang menyeimbangkan kepentingan duniawi dan ukhrawi,” kata Malik Madany, yang juga pengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

RMI NU Tegal

Ia merasa prihatin dengan maraknya kelompok Islam ekstrim yang gampang sekali mengkafir-kafirkan golongan lain yang tidak masuk kelompoknya.

“Mereka seolah-olah seperti kepala dinas pengkaplingan surga yang sudah mendapatkan SK dari Allah yang beranggapan, siapa yang berhak masuk surga, hanya saya dan teman-teman.” ?

Karena itu, dalam munas dan konbes yang akan digelar pada 1 November mendatang, salah satu materinya adalah khilafah Islamiyah perspektif NU. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Berita RMI NU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

LPBI NU Gelar "Trauma Healing" Bagi Korban Longsor Banjarnegara

Banjarnegara, RMI NU Tegal. Bencana longsor yang terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, beberapa bulan lalu tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda tetapi juga berdampak secara immaterial kepada warga di daerah tersebut. Rasa trauma pun muncul dan menyebabkan dampak psikologis yang cukup berat. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh warga dewasa, namun juga anak-anak yang ada di sekitar lokasi bencana.

Bagi anak-anak yang mengalami trauma, tentunya sangat tidak baik untuk perkembangan jiwanya. Untuk itu dibutuhkan pendampingan sekaligus pemulihan agar anak-anak kembali merasakan kehidupan yang nyaman tanpa dibayang rasa ketakutan.?

LPBI NU Gelar Trauma Healing Bagi Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Gelar Trauma Healing Bagi Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Gelar "Trauma Healing" Bagi Korban Longsor Banjarnegara

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersinergi dengan Yayasan Bumi Hijau dan PCNU Banjarnegara menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pemulihan trauma anak-anak sehingga kondisi psikologisnya bisa pulih seperti semula.?

“Banyak anak-anak yang melihat langsung kejadian longsor, dan menyebabkan mereka dan keluarga mereka terdampak langsung oleh kejadian tersebut, sehingga kondisi kejiwaan mereka dikhawatirkan terganggu. Untuk itu terapi psikologi ini sangat penting sekali,” ujar M. Ali Yusuf, Ketua LPBI NU.

Lebih lanjut Ali Yusuf mengungkapkan, dengan adanya kegiatan trauma healing ini, diharapkan mampu meningkatkan imunitas psikologis, yakni kekebalan dalam diri korban bencana untuk tetap dapat bertahan pada tempat terjadinya bencana dan semangat dalam menjalani hidupnya kembali.

RMI NU Tegal

Kegiatan trauma healing ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, (21-22/5) di sekolah dan masjid Desa Clapar. Anak-anak yang mengikuti kegitatan ini berjumlah 50 orang. Adapun rangkaian kegiatan ini diantaranya; senam ceria, mendongeng, makanbersama, permainan, serta mewarnai dan cerita bergambar.?

Pembina Yayasan Bumi Hjiau, KH Abbas Muin mengatakan bencana alam tanah longsor seperti ini dapat mengakibatkan anak-anak mengalami trauma."Melalui trauma healing kami pulihkan kondisi psikisanak dengan permainan, medengarkan dongeng, menggambar dan bernyanyi," katanya di Banjarnegara, Ahad (22/5). Abbas Muin menambahkan, Yayasan Bumi Hijau mempunyai tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mengalami hambatan perilaku. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Kajian RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Aceh Besar, RMI NU Tegal. Sepuluh warga yang duduk di kursi paling depan segera berdiri begitu Yayah Ruchyati, pembawa acara penyerahan paket bantuan PBNU kepada warga terdampak gempa di Desa Mesjid Tuha, Meurudu, Pidie Jaya, mengumumkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj akan menyerahkan secara simbolis barang bantuan kepada mereka.

Tak lama kemudian, Kiai Said mulai menyerahkan paket tersebut. Wajah warga penerima pun tampak diwarnai keharuan. Ketika paket tersebut diserahkan Kiai Said kepada warga yang berdiri kedua dari kanan, air mata Asmawati (50 tahun) menetes, tapi kemudian berbinar lagi.

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Disambutnya tangan Kiai Said dengan khidmat. Belum dilepas tangan itu, Asmawati segera berkata, “Terima kasih, Kiai. Saya suka menonton ceramah Kiai di Aswaja TV.” Kiai Said pun tersenyum. Dan kembali mengucap terima kasih. Dikatakannya juga harapan agar bantuan PBNU akan bermanfaat buat mereka.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu ? (14/12) kemarin, saat rombongan PBNU mengunjungi pengungsi warga terdampak gempa Aceh. Kepada RMI NU Tegal seusai acara penyerahan bantuan, Aswamati bercerita bahwa kunjungan dan ceramah Kiai Said sangat baik.?

RMI NU Tegal

“Terima kasih kepada NU. Semoga NU lebih peduli lagi kepada warga masyarakat, terutama yang kena musibah,” kata Asmawati.

Perihal ceramah kiai-kiai NU di Aswaja TV, Asmawati menambahkan ia sangat menyukaimya. Selain ceramah Kiai Said yang sering diikuti Asmawati adalah ceramah almarhum Imam Besar Majsid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub dan Emha Ainun Najib. Bagi Asmawati, menonton ceramah kiai-kiai tersebut selain menambah keilmuan, juga mendamaikan dan menyejukkan jiwanya.?

Kunjungan Kiai Said dan rombongan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Aceh memang mendapat sambutan positif. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali mengatakan, kunjungan Kiai Said adalah kehormatan bagi warga Aceh. Ia berharap kunjungan tersebut seharusnya diperlama.

“Silakan Kiai bermalam di Pidie ini, supaya merasakan bagaimana gempa,” kata Marzuki. Tak ayal ucapan tersebut mendapat respons berupa tawa hadirin yang berada di lokasi acara.?

RMI NU Tegal

Sampai beberapa hari lalu, gempa masih terasa di Pidie Aceh, terutama pada malam hari. Gempa terseebut hanya berskala ringan sehingga tidak menimbulkan bahaya atau kerusakan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian RMI NU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali

Jakarta, RMI NU Tegal. Seorang manula berusia 80 tahun, imam di Saudi telah menjalankan ibadah haji sebanyak 60 kali, yang bisa mencatatkan namanya dalam daftar the Guinness World Record book.

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali

“Tidak ada perbandingan antara haji saat ini dengan masa lalu ketika sarana dan prasarana masih kurang,” kata Sheikh Jabran Yahya Solaiman Al-Malki, kepada Saudi Gazette, Ahad, 13 October.

Bagi Malki, yang merupakan seorang imam di masjid Hiraz di Al-Dair, di propinsi Jazan, Barat Daya Saudi, layanan haji telah berubah banyak sejak ia pertama kali berhaji bersama ayahnya pada 1954.

RMI NU Tegal

Dia mengatakan, perjalanan dari Jazan ke Makkah memerlukan waktu dua minggu.

RMI NU Tegal

Al-Malki menambahkan waktu itu, tidak ada jalan beraspal, mobilnya tua dan penuh asap, tidak tersedia cukup air, makanan atau toiler di area tempat suci.?

"Jumlah jamaah haji sekitar 250.000,” katanya.

“Kami biasa tinggal di tenda…kami harus berjalan kaki yang jauh antara Mina, Arafat dan Muzdalifah.”

Ingatan pengalaman zaman susah tersebut tak akan dilupakannya. Dia sangat memuji pelayanan haji saat ini.

"Haji sekarang seperti piknik, terima kasih pada layanan baik yang disediakan pada para tamu Allah oleh pemerintah Saudi Arabia..,” katanya.

Al-Malki mengatakan, dia menjalankan ibadah haji untuk dirinya sendiri, menghajikan orang tua, saudara dan beberapa anaknya yang mati muda.

"Pada usia 80 tahun dengan 60 kali haji, imam tersebut dapat dicatatkan di rekor dunia,” kata koran tersebut. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian RMI NU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

Purbalingga, RMI NU Tegal. Dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu lalu, Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj bertutur kepada sekitar 5000 jamaah tentang kemuliaan akhlak dan kunci sukses dakwah Rasulullah.

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

“Kenapa maulid Nabi SAW selalu diperingati di mana-mana?” tanya pengasuh Pondok Pesantren Al Gadir Kempek, Cirebon, Jawa Barat, ini kepada hadirin yang memadati Kompleks  Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Bukateja Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Karena Nabi Muhammad SAW sukes dalam berdakwah. Selama 23 tahun, Nabi Muhammad SAW mengemban risalah menyebarkan Islam ke seluruh dunia. “Padahal Kanjeng  Nabi sendirian, tidak punya tim sukses, baliho. Tapi beliau sukses berdakwah,” kata Kiai Musthofa

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, selain sebagai kekasih Allah (habibullah), Rasulullah memiliki peran sebagai penyebar rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin). Kedudukan spesial Nabi dengan Allah banyak disebutkan dalam al-Qur’an.

Dalam kesempatan itu juga KH Musthofa Aqil mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi. “Nabi Muhammad SAW tidak saja sayang kepada manusia namun juga kepada hewan. Ini sebagai bukti, beliau sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta,” lanjut Kiai Musthofa.

RMI NU Tegal

Ia lalu mengisahkan seorang laki-laki lewat di sisi Nabi Muhammad SAW dengan membawa seekor kijang hasil tangkapannya. Lalu Allah SWT yang berkuasa atas semua makhluk-Nya, telah menjadikan kijang itu berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. Selepas Kijang itu mengucapkan salam, lalu sang kijang melanjutkan percakapannya.

“Wahai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan anak-anakku kelaparan,” kata kijang itu meminta belas kasihan.

Rasulullah SAW yang mampu mengerti bahasa kijang itu lantas berdialog dengan si kijang. “Apakah yang engkau harapkan dariku?” tanya Rasulullah SAW.

“Tolong perintahkan orang ini melepaskan aku supaya aku dapat menyusui anak-anakku dan sesudah itu aku akan kembali kemari,” janji kijang itu dengan sangat memohon.

"Bagaimana kalau engkau tidak kembali lagi ke sini?" tutur Rasululah SAW.

“Kalau aku tidak kembali kemari, nanti Allah SWT akan melaknatku sebagaimana ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat bagi engkau apabila disebut nama engkau di sisinya,” janji kijang itu.

Lalu Nabi Muhammad SAW pun bersabda kepada orang itu untuk melepaskan kijang itu buat sementara waktu.

Tanpa banyak berpikir lagi si pemburu memenuhi permintaan Rasulullah Saw. Setelah dilepas oleh si pemburu, kijang itu lari kencang meloncat-loncat kegirangan di padang pasir sambil terus berkata,”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah utusan Allah.”

“Demikianlah betapa kasih sayang Rasulullah SAW kepada sang Kijang menunjukan bahwa beliau sayang kepada hewan, apalagi kepada manusia. Sungguh Rasulullah SAW memberikan rahmat kepada alam semesta dan isinya,” terang KH Musthofa ‘Aqil yang juga menantu KH Maemoen Zubair, Sarang Rembang ini kepada jamaah mengakhiri pengajian Maulid SAW. (Aji Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Bantuan Darah Berkurang, RSNU Jombang Adakan Donor Darah Rutin

Jombang, RMI NU Tegal. Menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya, bantuan darah yang disalurkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombangn seringkali mengalami penurunan setiap tahunnya. Mengantisipasi agar hal ini tidak terulang, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) setempat bekerjasama dengan PMI dalam memberikan bantuan darah secara rutin.

Bantuan Darah Berkurang, RSNU Jombang Adakan Donor Darah Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantuan Darah Berkurang, RSNU Jombang Adakan Donor Darah Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantuan Darah Berkurang, RSNU Jombang Adakan Donor Darah Rutin

Denok Eko Yulistiawati Manajer Keperawatan RSNU mengungkapkan, beberapa tahun sebelumnya RSNU memang sudah rutin mengagendakan kegiatan bakti sosial seperti halnya donor darah. Namun kali ini dirinya akan lebih menggalakkan kegiatan donor tersebut dengan rentan waktu tiga bulan sekali.

"Ini (kegiatan donor darah, red) kita memang rencanakan setiap tahun, namun kami harapkan kegiatan ini tidak hanya satu tahun sekali tetapi rutin setiap tiga bulan sekali," katanya kepada RMI NU Tegal, Rabu (17/5) di lokasi donor darah.

Donor darah yang dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali, menurutnya sangat membantu terhadap kesehatan seseorang. "Dalam pengambilan darah ini juga berguna, karena kalau seseorang sudah pernah donor, kemudian rutin tiga bulan sekali semakin baik," sambung Ibu Denok sapaan akrabnya.

RMI NU Tegal

Sementara untuk prioritas pendonor, Ibu Denok menjelaskan akan dimulai dari masing-masing karyawan RSNU sendiri. Mereka akan didorong utnuk mendonorkan darahnya secara rutin tiga bulan sekali. Selanjutnya, para santri juga masyarakat di Kota Santri ini tak luput dari objek kegiatan bakti sosial ini.

"Objeknya saat ini masih memprioritaskan karyawan-karyawati RSNU ditambah dengan santri-santri pondok pesantren Jombang, kemarin yang kita kasih undangan sekitar 6 pondok pesantren," ujar dia.

Seperti halnya kemarin, Rabu (17/5), di runag Gus Dur lantai II RSNU, tampak sejumlah karyawan RSNU juga puluhan santri dari beberpa pondok pesantren di Jombang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Dari jumlah pendonor yang diterima paniti kurang lebih dari 80 pendonor. Jumlah ini bisa saja bertambah sebab sebagian karyawan terus berdatangan ke lokasi donor dengan menyesuaikan jam kerjanya.

Dikatakan Ibu Denok, untuk menambah angka pendonor pada putaran selanjutnya, pihaknya akan meningkatkan pola komunikasi dan sosialisasi terhadap para karyawan RSNU, santri juga masyarakat di Jombang. "Ke depan, upaya yang akan kiita lakukan adalah kita akan sosialisasikan kepada karyawan supaya rutin melakukan pembersihan darahnya," pugkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Ubudiyah, Sholawat, Kajian RMI NU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Ketua PBNU, M. Imam Aziz menceritakan pengalamannya bertamu kepada seorang kiai. Di tengah kesibukannya menerima tamunya, sang kiai pamit.

"Sebentar, saya pamit keluar dulu ya," ujar sang tuan rumah pada para tamunya. Tentu para tamu mempersilakan tuan rumahnya pergi.

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)
Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Tetapi, tak sampai tiga menit, sang tuan rumah masuk lagi ke ruang tamu, duduk kembali menghadapi para tamunya.?

RMI NU Tegal

"Kok sebentar, Kiai? Emang dari mana?" tanya salah seorang tamu yang kaget, tiba-tiba tuan rumah ada di hadapannye kembali.

"Membahagiakan santri?" jawab kiai pendek.

"Bagaimana caranya? Membahagiakan santri kok cuma dua menit?" tanya si tamu penasaran, pikirannya sudah ke mana-mana.

RMI NU Tegal

"Saya cuma bilang ke santri, Kang, ngijene libur ya.." jawab kiai enteng. Seisi ruang tamu tertawa. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, IMNU, Olahraga RMI NU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah

Jakarta, RMI NU Tegal. Sikap tegas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menolak penerapan sistem kekhalifahan di Indonesia dinilai sangat tepat oleh H Abdullah Syarwani SH, Dubes RI untuk Lebanon, baik secara kultur maupun geopolitik.

Dikatakan, isu kekhilafahan sendiri tidak cukup popular di negara-negara Timur Tengah Sendiri. Hamas di Palestina, maupun Hizbullah yang sangat kuat di Lebanon sama sekali tidak mengangkat isu khilafah, walaupun keislaman mereka terbilang militan.

“Barangkali mereka menyadari ruwetnya penerapan sistem Islam di tingkat nasional apalagi menerapkan sistem pemerintahan yang bersifat transnasional itu,” kata Syarwani kepada RMI NU Tegal di Jakarta, Kamis (23/8).

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdullah Syarwani: Sangat Tepat Penolakan PBNU Terhadap Khilafah

Apalagi dalam negara Pancasila seperti Indonesia, sistem itu tidak relevan dan memang secara praktis sulit diwujudkan dan apaya ke sana akan banyak merusak sistem kehidupan yang ada. Sementara bagi warga Nahdliyyin (NU), ketika aspirasi negara Islam sebagaimana yang tercermin dalam Piagam Jakarta telah ditempatklan sebagai jiwa dari konstutusi maka itu dianggap sudah cukup.

“NU memerlukan substansi agama, bukan formalitasnya. Ini sebuah sikap kenegaraan dan kebangsaan yang benar,” kata kader NU yang pernah menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor tahun 1970-an itu.

RMI NU Tegal

Abdullah Syarwani yang juga dikenal sebagai sesepuhnya LSM itu mengingatkan, walaupun saat ini umat Islam Indonesia telah hidup dalam arus global sehingga membawa kita pada globally thought (berpikir secara global), namun tetap harus berpijak pada bumi sendiri agar tetap relevan. Karena itu, lanjutnya, NU harus bertindak secara lokal-nasional (local action), mengingat banyak persoalan lokal yang perlu diperhatikan bahkan perlu diperjuangkan agar tidak lenyak dalam arus globalisasi, baik politik, ekonomi maupun budaya.

“Sistem khilafah yang ditawarkan oleh Hizbut Tahrir itu adalah salah satu bentuk globaliasasi politik, yang ini tidak sesuai dengan nation state yang telah kita perjuangkan dan kita bangun. Dengan nation state itu kita perjuangkan toleransi dan keanekaragaman budaya, yang selalu akan diseragamkan oleh ideologi global transnasional, baik yang dating dari kalangan Islam maupun lainnya,” katanya.

Dikatakan, NU sangat menghormati tradisi dan budaya lokal termasuk tradisi politiknya. Karena tradisi itu yang sangat dekat dan relevan bagi kehidupan masyarakat. Sementara itu Pancasila merupakan yang dipegang NU merupakan puncak kompromi dari seluruh proses itu di masa lalu dan sekarang masih relevan untuk digunakan.

“Karena itu sangat tepat kalau NU menawarkan Islam dengan asaas Pancasila dan ahlussunnah wal jamaah itu pada dunia luar, sehingga melahirkan Islam yang toleran dan moderat, tetapi bersikap tegas terhadap gerakan yang bertentangan dengan prinsip NU,” katanya.

Bila bersikap demikian, maka secara organisasi NU benar-benar telah matang. Karena itu, menurut Abdullah Syarwani, KH Hasyim Muzadi dan PBNU harus konsisten dengan Sikapnya yang tegas itu.(dam)

RMI NU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Ulama, Kajian RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

Sebagaimana di daerah lain, Islam masuk ke Gorontalo dengan cara damai. Juga dengan cara perkawinan, yaitu antara Sultan Amai (kadang ditulis Amay) dengan Putri Boki Antungo, anak perempuan Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah sekitar tahun 1500-an.

Menurut salah seorang tokoh adat di Gorontalo, H. Yamin Husain, Raja Amai, menyanggupi permintaan calon istrinya itu. Ia kemudian memeluk Islam, terus kembali ke kerajaannya. Ketika sampai memasuki waktu shalat dhuhur, ia langsung mendirikan shalat. Dan kemudian ia memerintahkan bawahannya untuk mmembangun masjid yang kelak dikenal dengan masjid Hunto.

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

"Kini masjid tersebut diganti menjadi masjid Sultan Amai,” katanya kepada Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Kemudian Sultan Amai meletakkan dasar agama Islam di kerajaannya. Antara adat yang telah ada dengan syariat Islam yang baru masuk mengalami dinamika yang panjang. Awalnya, masyarakat muslim zaman Sultan Amai diletakkan falsafah dalam bahasa Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia artinya syara bertumpu pada adat.

RMI NU Tegal

Falsafah ini kemudian diubah pengganti Sultan Amay, Raja Matololula Kiki dalam bahasa Gorontalo yang artinya adat bertumpu pada syara. Lalu pada masa Raja Eyato, yang dipercayai sebagai ulama, merevisi falsafah sebelumnya dengan adat bertumpu pada syara dan syara bertumpu pada Al-Quran. ?

RMI NU Tegal

Yamin Hsain menambahkan, dari falsafah tersebut melahirlkan 5 prinsip yang dipegang muslim Gorontalo, yaitu agama dikedepanakan, negeri dimuliakan, diri diabdikan, harta disedekahkan, dan terakhir nyawa pun dipertaruhakan.

Di Gorontalo, Ekspedisi Islam Nusantara dimulai dengan ramah-temah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan pengurus lembaga, banom seperti GP Ansor, serta mahasiswa yang tergabung di PMII. Kemudian bersilaturahim dengan Wakil Gubernur. Lalu ke rumah adat, ke masjid-masjid bersejarah dan berziarah ke ulama-ulama penyebar Islam. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Kajian RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Padangpariaman, RMI NU Tegal. Sebanyak 420 lebih santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, propinsi Sumatera Barat mulai menempati asrama baru berlantai 3. Penempatan ini seiring dimulainya proses belajar mengajar tahun ajaran? 2014/2015, Jumat (8/8/2014).

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Nurul Yaqin Mulai Tempati Asrama Baru Lantai 3

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, yang dijumpai saat proses pemindahan asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang mengatakan, mulai hari ini santri putra menempati asrama rusunawa (rumah susun sewa) yang dibangun Kementerian Perumahan Rakyat RI. Sejak kemarin sudah dimulai proses pemindahan peralatan asrama putra.

Kata Anam, tahun ini Pesantren Nurul Yaqin menerima 216 santri baru. Sedangkan saat ini jumlah santri mencapai 530 orang. Total santri mencapai 746 santri, laki-laki dan perempuan.

RMI NU Tegal

“Standar dari Kementerian kapasitas gedung berukuran 37? X? 13,5 meter lantai tiga ini sebanyak 300 santri. Namun asrama ini akan ditempati lebih dari 400 santri putra. Ini sesuai dengan jumlah santri putra yang ada di Pesantren Nurul Yaqin,” kata Anam mantan Ketua Umum PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman ini.

Selama ini, kata Anam, santri laki-laki selain tinggal di asrama putra yang terbatas, juga tersebar di berbagai lokasi di sekitar pesantren. Baik di rumah penduduk, maupun di pondok-pondok sekitar kawasan pesantren. “Dengan ditempatinya asrama baru ini, maka seluruh santri putra sudah satu tempat. Sedangkan asrama putri yang kurang layak ditempatinya, akan menempati asrama putra yang sudah ditinggalkan. Asrama putri selama ini sudah? over kapasitas,” kata Anam menambahkan.

RMI NU Tegal

Ditempatinya asrama baru ini, diharapkan dapat meningkatkan kontrol terhadap santri putra dalam proses belajar mengajar. Hal ini seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan santri Nurul Yaqin ke depan.

Diakui Anam, masih banyak fasilitas yang harus dilengkapi di areal 1,2 hektar ini. “Kita

masih butuh musalla berkapasitas 1.000 hingga 1.500 jamaah sehingga dapat menampung santri, jamaah, masyarakat sekitarnya dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Juga ruangan perpustakaan, labor komputer, kantin dan termasuk rumah guru untuk pengawasan 24 jam santri,” kata Anam alumni Pesantren Ringan-Ringan ini.

Pembangunan asrama putra (Rusunawa) dilaksanakan peletakan batu pertamanya 9 Februari 2013 lalu oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Rusunawa menelan biaya Rp 5 miliar bantuan Kementerian Perumahan Rakyat. Bangunan asrama tersebut dijadikan 27 kamar, yang dapat menampung 400 – 500 santri.

Menurut Anam, Pesantren Nurul Yaqin didirikan tahun 1960 oleh Syekh H. Ali Imran Hasan. Tingkat pendidikan mulai dari tsanawiyah hingga ma’ahad? ‘ali yang menempati lokasi ¼ hektar.? “Para santrinya sering menjuarai berbagai lomba MTQ dan kegiatan kepesantrenan lainnya di Kabupaten Padangpariaman dan Propinsi Sumatera Barat. Selain itu, alumninya banyak yang melanjutkan ke Timur Tengah, perguruan tinggi negeri dan swasta baik di Sumatera maupun Jawa, tingkat S1, S2 maupun S3 (doktor),” kata Asyraful.

Kiprah alumni Nurul Yaqin tidak saja dibidang pendidikan pondok pesantren, tapi juga merambah ke berbagai bidang keahlian dan profesi di tengah masyarakat, tutur Asyraful Anam menambahkan. (Bagindo Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, sedang mengontrol proses pemindahan peralatan asrama putra di halaman asrama putra, Jumat (8/8/2014) siang.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Program Kartanu secara nasional akan resmi digulirkan mulai 27 Juni mendatang.

“Alhamdulillah Senin 27 Juni besok cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU akan mulai kita berlakukan secara nasional,” terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU, Senin (13/6).

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Helmy mengaku optimis program ini akan berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, namun antusiasme warga NU di daerah dirasakan begitu besar.

“Target kami dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU berkartanu.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu. Bismillah mudah-mudahan,” harapnya.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di era Kementerian Indonesia Bersatu jilid II ini menjelaskan, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu.

Pertama, ungkap Helmy, Kartanu berfungsi sebagai kartu identitas warga NU. Kedua, Kartanu sekaligus berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ketiga, Kartanu sebagaimana tujuan awal yakni menjadi basis database warga NU.?

RMI NU Tegal

“Semua data demografis warga NU dari sini bisa diketahui. Mulai dari jenis-sektor pekerjaan, latar belakang pendidikan, induk organisasinya apa di NU, sampai jebolan pesantren mana dia berasal, semua bisa diketahui,” paparnya.

Manfaat keempat, lanjut Helmy, laiknya tabungan syari’ah pada umumnya, Kartanu juga bisa difungsikan sebagai tabungan Haji dan Umroh. Kelima, Kartanu bisa berfungsi sebagai alat pembayaran.

RMI NU Tegal

“Dengan aplikasi e-Kartanu yang sebentar lagi aplikasi sistemnya juga kita gulirkan, Kartanu kita nanti bisa digunakan untuk macam-macam transaksi. Misal bayar listrik, beli pulsa, beli tiket, dan lain-lainnya,” tambahnya.

Manfaat berikutnya, kata Helmy, warga NU pemegang Kartanu bisa mendapatkan fasilitas diskon di beberapa gerai belanja. Diskon yang sama bisa juga diperoleh saat berhubungan dengan PTNU dan RSNU di semua daerah.?

Ketujuh, Kartanu memiliki kelebihan lain yakni berfungsi sebagai asuransi. Apabila ada warga NU yang terkena musibah akan mendapatkan santunan.

Kartanu juga bisa menjadi sarana bisnis antar warga. Mirip dengan aplikasi jual-beli online pada umumnya. Dimungkinkan terbangun ruang jual-beli yang saling menguntungkan antar warga NU.

“Manfaat kesembilannya apa? Kartanu juga sekaligus available untuk tabungan masa depan. Kita siapkan ada Tazak (tabungan zakat), Takur (tabungan kurban), Tawaf (tabungan wakaf infaq dan sodaqoh), dan Kolam (kotak amal masjid dan musholla),” tuturnya. (Didik/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Kiai RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kader Muda NU Pati Borong Empat Penghargaan di Malaysia

Yogyakarta, RMI NU Tegal

Abdul Afif Almuflih, manajer Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Mata Air, berhasil memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang Malaysia Technology Expo 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 18 sampai 20 Februari 2016 di Putra World Trade Center.

Mengusung penelitian tentang Jecogasoline, pria kelahiran 03 Agustus 1992 asal Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Pati ini bersama timnya meraih Bronze Medal dan Special Award dari INNOPA Indonesia, WIIPA Vietnam dan TISIAS Kanada.

Kader Muda NU Pati Borong Empat Penghargaan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Pati Borong Empat Penghargaan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Pati Borong Empat Penghargaan di Malaysia

"Ide memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar bensin ini dilatarbelakangi oleh keinginan kami untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah. Minyak jelantah berasal dari minyak goreng yang dipakai berulang kali. Jika dipakai terus menerus akan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia" cerita mahasiswa semester akhir jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada yang juga sebagai, Rabu (2/3) saat ditemui di kampusnya.

RMI NU Tegal

Afif memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai produk bahan bakar bensin yang ramah lingkungan. Menurutnya, prospek pembuatan bensin ramah lingkungan ini sangat cerah sebab Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia sehingga dengan begitu produksi Jecogasoline dapat lebih banyak.

RMI NU Tegal

"Limbahnya (minyak jelantah) saja bisa dipakai untuk membuat bensin, apalagi jika produksi langsung dari minyak sawitnya," lanjutnya.

Selama mengikuti ajang tersebut, berbagai pengalaman telah diraih oleh pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Alumni Sanlat (MAS) BPUN Pati ini. Sebagai peserta inventor dan innovator, Afif dan timnya harus bersaing dengan berbagai negara yang juga mengikuti ajang penghargaan ini.

Sebagian besar para peserta merupakan mahasiswa pascasarjana yang berasal dari Asia dan Eropa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Afif dan timnya sebab mereka merupakan satu dari tiga perwakilan Indonesia yang mengikuti ajang MTE 2016 ini.

Ia berharap, Jecogasoline dapat dikembangkan dan diproduksi sebagai produk ramah lingkungan di bidang energi alternatif. Demikian tuturnya di sela-sela kesibukan menjabat sebagai Manajer Kota BPUN Pati 2016. (Vonny L Shita/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Warta RMI NU Tegal

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Probolinggo, RMI NU Tegal - Dalam rangka menilai keberadaan masjid NU dan takmirnya, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar lomba masjid NU, Sabtu (2/4). Penilaian terhadap lomba masjid NU ini digelar di 14 masjid NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-PCNU Kota Kraksaan.

Penilaian lomba masjid NU ini dilaksanakan di Masjid Besar Raudotut Thohirin Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penilaian ini dihadiri oleh Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, Forkopimka Paiton, Kepala KUA Paiton, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan, lomba masjid NU ini bertujuan untuk menjaga, mempertahankan, dan menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Selain itu sebagai motivasi dalam ketakmiran serta meningkatkan keimanan dalam menjadikan masjid penuh dengan keamanan dan kenyamanan. Di samping sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan sarana interaksi sosial masyarakat,” katanya.

RMI NU Tegal

Menurut Didik, lomba masjid NU ini diambil masjid terbaik di masing-masing MWCNU. “Penilaian difokuskan dalam implementasi di bidang idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran) dan ri’ayah (perawatan) oleh beberapa dewan juri,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Melalui penilaian ini Didik mengharapkan nanti masjid NU ini bisa menjadi masjid yang berfaham Ahlussunnah wal Jamah (Aswaja) An-nahdliyah tetap lestari di bumi Republik Indonesia.

“Di samping itu meningkatkan kinerja para takmir yang profesional dan? porposional dalam bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah, semua masjid bersyi’ar dengan kemakmurannya (aktivis kegiatannya) serta menyempurnakan para jamaah dalam beribadah baik dari segi keamanan maupun kenyamanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, Humor Islam, Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempertanyakan dasar pemberhalaan praktik ziarah kubur di makam para wali. Dengan menyebut makam wali sebagai berhala, Ditjen Pendis Kemenag dalam buku guru SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 sudah seharusnya mempertanggungjawabkan pijakan argumentasinya.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir meminta Kemenag mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf secara terbuka atas keteledorannya.

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

“Di mana letak pemberhalaan ziarah kubur?” Kiai Saifuddin menuntut penjelasan Kemenag, Rabu (17/9) pagi.

RMI NU Tegal

Orang-orang yang berziarah ke makam orang tuanya, para guru dan kiai, orang-orang saleh, para wali hingga makam Rasulullah Saw, hakikatnya mengikuti perintah Rasulullah sendiri. Kiai Saifuddin menyitir hadits Nabi Muhammad Saw, ‘Ala fazuruha. Liannaha tudzakkirukumul mauta’ (Ingat, berziarahlah. Karena, ziarah kubur itu akan mengingatkanmu pada kematian).

“Jadi kalau Nabi yang menyuruh orang ziarah untuk mengingat kematian, kok malah disamakan dengan penyembahan berhala? Musyrik? Apanya yang musyrik? Yang musyrik itu orang yang mempertahankan sesuatu selain Allah,” kata Rais Syuriyah PBNU yang aktif mengajar kitab kuning di puluhan masjid di Jakarta kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Kiai Saifuddin menantang pihak Kemenag untuk musyawarah perihal argumentasi pernyataan itu. “Saya pengen banget lihat tampang orang Kemenag yang sok-sok begitu, yang ngomongnya ngaco. Kalau mereka bisa meruntuhkan argumentasi kesunahan ziarah kubur, saya akan membayar mereka.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ahlussunnah, News, Kajian RMI NU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Bandung, RMI NU Tegal. Pasca ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah melalui Kepres No. 22 Tahun 2015, sebuah dialog bertema “Aktualisasi Peran Pesantren dalam Peradaban Modern dan Tantangan Global” digelar di Aula kantor PWNU Jawa Barat, Bandung, Sabtu (24/10/2015).

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lapeksdam NU), Lembaga Sei Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), dan Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Barat.

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Pesantren dan Peradaban Modern Digelar di Kantor NU Jabar

Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Drs. Imron Rosyadi yang saat itu menjadi narasumber berharap kegiatan ini menjadi refleksi bagi santri agar jangan kehilangan identitas jati dirinya dalam mengahadapi tantangan Globalisasi.

RMI NU Tegal

Kegiatan yang dihadiri pengurus Lembaga dan Banom NU Jawa Barat, serta pengrus PMII Bandung? ini diakhiri dengan pembacaan puisi “Syair Perang Kedongdong” oleh Dodo Widarda, Ketua PW Lesbumi Jawa Barat. Sebelumnya, dialog dimulai dari jam 14.00 dengan tawasul sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri-pendiri NU.

RMI NU Tegal

Menurut Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur pengakuan dari pemerintah akan perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang pada tanggal 22 Oktober 1945 mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang menjadi landasan ribuan kaum santri ikut serta dalam perang 10 November 1945 di Surabaya.

“Dengan ditetapkannya Hari Santri tanggal 22 oktober, merupakan bentuk pengakuan pemerintah akan perjuangan para kyai dan santri dalam pembentukan NKRI dengan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Ini patut kita syukuri,” tutur Saepuloh.

Lebih lanjut H. Saepuloh mengatakan, Pergunu Jawa Barat juga akan melaksanakan dialog tentang “Santri VS Globalisasi: Sudut Pandang Pendidikan dan IT” dengan narasumber Rektor UPI Bandung Prof. Furqon, Ph.D dan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., pada tanggal 31 Oktober 2015 dimulai jam 13.00 di Aula PWNU Jawa Barat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal News, Kajian, Internasional RMI NU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Jakarta, RMI NU Tegal - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin berpesan agar masyarakat tidak menerima begitu saja pelajaran agama yang bertebaran di media sosial atau via internet. Pasalnya, pelajaran agama akan rawan sekali penyimpangan bila disampaikan tanpa guru.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin di hadapan ribuan jamaah NU Taiwan dalam istighotsah dan tabligh akbar di pusat Kota Taiwan, Taipei Main Station, Ahad (15/10).

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Hadir dalam acara ini Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Sholeh, Wakil Kepala Dagang dan Ekonomi Indonesia Siswadi, Sinchung Halal for Taiwan, dan juga Ketua Taiwan Muslim Association Mr Yasin.

"Beragama itu harus melalui guru. NU sudah memberikan panduan keagamaan yang perlu dipegangi. Belajar agama jangan hanya melalui internet. Bisa bahaya. Di sinilah pentingnya berjamaah dan berjamiyyah. Belajar agama itu dari ulama," jelas Kiai Maruf.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Acara ini disponsori oleh Sinchung Halal for Taiwan, lembaga sertifikasi halal yang menjadi mitra MUI dalam sertifikasi halal di Taiwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian RMI NU Tegal

Kobarkan Semangat Juang, GP Ansor Genuk Gelar Donoh Darah

Semarang, RMI NU Tegal. Di tengah konferensi ke-10 yang bertema “Bangkitkan Semangat Juang Pemuda Untuk Keutuhan NKRI” di kampus MI Miftahush Shibyan Genuksari, GP Ansor Genuk Semarang menyelenggarakan kegiatan donor darah. Melibatkan kader IPNU-IPPNU, aksi donor ini menyedok banyak partisipasi masyarakat, Ahad (8/6).

Kobarkan Semangat Juang, GP Ansor Genuk  Gelar Donoh Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kobarkan Semangat Juang, GP Ansor Genuk Gelar Donoh Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kobarkan Semangat Juang, GP Ansor Genuk Gelar Donoh Darah

Ketua panita koferensi anak cabang GP Ansor Genuk Muslimin mengatakan, tema itu sengaja diangkat. Sebab, saat ini kita membutuhkan semangat kepemudaan mengingat pemuda penerus bangsa ini.

Senada dengan Muslimin, Ketua GP Ansor Semarang Saichu Amrin menambahkan, “Kita tidak mengkontrak negara ini. Kita adalah investor bagi bangsa ini. Maka dari itu, dengan semangat kepemudaan, kita harus memiliki kompetensi untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik.”

RMI NU Tegal

Amrin mengingatkan kader Ansor Genuk akan pilpres dalam waktu dekat. Para pemuda, menurutnya, dituntut untuk berperan dalam menyukseskan pilpres.

RMI NU Tegal

“Sebagai Gerakan Pemuda, kita selayaknya memilih dari golongan pemuda dan tentu pemimpin itu harus memiliki darah Nahdliyin,” tutur Ketua GP Ansor Genuk Muhammad Sodri.

Pada pemilu legislatif kemarin, Sodri terpilih menjadi anggota dewan Kota Semarang.

“Dengan semangat kepemudaan, saatnya kita bangkit menuju bangsa yang lebih bermartabat dan berdikari. Kita harus mewarnai bangsa ini sebagai bangsa yang hebat. Dari Ansor untuk Indonesia,” lanjutnya. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Ubudiyah, Kajian RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama

Bandung, RMI NU Tegal. Dalam memperingati Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Pengurus Cabang PMII Kota Bandung menggelar Deklarasi Damai bersama organisasi mahasiswa dan lintas agama yang ada di Bandung, Rabu (28/12) siang, di depan gedung PCNU kota Bandung.

Turut hadir dalam deklarasi ini dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmadiyya Muslims Students Association (AMSA).

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama

Menurut Ketua PC PMII kota Bandung Ibnu Mahbub, salah satu yang terpenting dalam peringatan haul Gus Dur adalah spirit dari apa yang pernah dilakukan oleh Gus Dur sebagai seorang guru bangsa. Untuk itu, patut dicontoh para pemuda bagaimana menuai perdamaian, sertabagaimana memperkuat berbangsa dan bernegara.

“Sehingga kita sebagai generasi muda, mahasiswa, itu harus meneruskan jejak langkah apa yang dilakukan oleh Gus Dur, terutama bagaimana Gus Dur menjaga dan merawat kebhinnekaan,” ujarnya pada acara yang diisi pula dengan Orasi Kebangsaan dari tokoh lintas agama di kota Bandung.

Gus Dur melakukan perjuangan, lanjut Ibnu, untuk membumikan toleransi di Indonesia, bisa dilakukan hari ini khususnya bagi generasi muda. Oleh sebab itu, PMII hari ini masih meyakini konsisten menjaga NKRI, hal ini dilandasi dengan manhajul fikr (pola berpikir) yakni Aswaja yang di dalam terdapat prinsip-prinsip dasar, tasamuh, tawassuth, ta’adul, dan tawazun.

RMI NU Tegal

“Itu adalah prinsip-prinsip yang harus dilakukan ditataran kehidupan kita. Baik di masyarakat maupun relasa kita dengan lainnya,” tegasnya dihadapan puluhan mahasiswa dan badan otomom NU yang hadir juga dalam kesempatan itu.

“Prinsip itulah sampai detik ini menjaga ? kita untuk tetap konsisten merawat kebhinnekaan dan menjaga keutuhan NKRI. Dalam konteks keagamaan sangat beragam, oleh karena itu bagaimana kita bisa menerapkan toleransi secara universal, saling menghormati dan saling mendukung,” sambung Ibnu.

RMI NU Tegal

Di antara poin penting dalam yang dideklarasikan adalah selalu menjaga nilai-nilai keberagamaan sesuai budaya lokal yang ada di kota Bandung, serta mendorong Pemerintah kota Bandung untuk menjami kedamaian dan kondusifitas antarumat beragama di kota Bandung. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Kajian, Nahdlatul RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Riyadh, RMI NU Tegal. Langkah Arab Saudi untuk melakukan reformasi kebijakan dan menerabas konservatisme terus bergulir. Yang terbaru, perempuan di negara monarki ini diizinkan mengeluarkan fatwa.

Keputusan bersejarah tersebut merupakan hasil pemungutan suara di Dewan Syura atau badan penasihat resmi Arab Saudi. Sebanyak 107 suara mendukung adanya mufti perempuan.

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Dengan demikian, aspirasi ini mengakhiri monopoli mufti laki-laki yang bertahan selama 45 tahun. Seperti dipaparkan Arab News, Jumat (29/9), para mufti perempuan dipilih oleh dekret Kerajaan.

Aspirasi tersebut semula muncul dari salah satu anggota Dewan Syura dalam pertemuan ke-49, yang meminta Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa, untuk membuka bagian independen untuk perempuan.

Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa merupakan satu-satunya badan pemerintah yang berwenang menerbitkan fatwa di Kerajaan Arab Saudi.

RMI NU Tegal

Ini bukan kali pertama Arab Saudi mulai terbuka bagi perempuan. Sebelumnya, Raja Salam bin Abdul Aziz mengeluarkan dektrit langka dengan memperbolehkan perempuan menyetir. Keputusan tersebut secara resmi berlaku pada Juni 2018.

Pada perayaan hari nasional 23 September 2017, pemerintah Arab Saudi juga secara perdana memperbolehkan perempuan memasuki stadion lalu menikmati kemeriahan konser musik dan tarian tradional. (Red: Mahbib)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tegal, Ahlussunnah, Kajian RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Hadiri Harlah Ke-51, Wagub Sulsel Resmikan Gedung baru UIM

Makassar, RMI NU Tegal. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-51 Universitas Islam Makassar (UIM). Rangkain Harlah yang digelar di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Selasa (6/5/2017) juga diadakan dialog dan silaturahim, dan dialog yang bertema ? "Harmonisasi Islam dan NKRI menuju Indonesia Damai" serta buka puasa bersama.

Dalam pengitan Milad itu juga diadakan penandatanganan kerjasama atau, MoU antara UIM dan LAZIS PLN Sulselbar. ? Dari kerja sama itu, sekaligus penyerahan bantuan beasiswa dari LAZIS PLN ke UIM untuk mahasiswa calon hafidz pada program studi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir sebesar Rp 425.000.000,-.

Hadiri Harlah Ke-51, Wagub Sulsel Resmikan Gedung baru UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Harlah Ke-51, Wagub Sulsel Resmikan Gedung baru UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Harlah Ke-51, Wagub Sulsel Resmikan Gedung baru UIM

Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kemajuan pembangunan UIM. “Ini semua tentunya tak terlepas dari peran masing-masing stakeholder civitas akademik UIM,”ujarnya.

Wagub yang juga mantan ketua DPRD Sulsel ini, tak lupa menyampaikan apresiasinya mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas peringatan Harlah ke-51 dan seluruh capaian yang telah diraih UIM selama ini.

RMI NU Tegal

”Kita berharap diusia yang ke-51, ? UIM bisa makin berkibar, semoga ridho Allah SWT bersama kita semua. Selain itu UIM ke depan harus menyiapkan lulusannya bersaing didunia kerja, perbaikan-perbaikan secara menyeluruh harus selalu diupayakan,” pungkasnya. (Andy M Idris / Muslim A)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Kajian, Warta RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock