Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Prosesi pelantikan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan dan Pimpinan Pusat Ikatan Palajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) 2012-2015 berlangsung khidmat, Senin (18/3) malam. Perhelatan tersebut cukup semarak dengan pertunjukkan tari Saman.

Tarian adat dari suku Gayo di Aceh ini diperagakan oleh 11 santriwati Pondok Pesantren an-Nahdlah Depok Jawa Barat. Ketangkasan gerak dan nyanyian tradisional disambut tepuk tangan meriah dari ratusan tamu undangan yang memenuhi? Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya 162, Jakarta Pusat.

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Tari Saman di Aceh, menurut beberapa literatur, didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali, 24 November 2011

RMI NU Tegal

Tari Saman dalam pelantikan ini disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, utusan? Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan sejumlah mantan pengurus dan ketua umum IPNU dan IPPNU.

RMI NU Tegal

Dalam sambutannya, Kang Said menekankan perlunya berpijak pada jati diri bangsa. Masyarakat Indonesia harus merawat khasanah kebudayaannya termasuk menjaga persaudaraan kebangsaannya (ukhuwah wathaniyah).

Man laisa lahu ardl laisa lahu tarikh, man laisa lahu tarikh laisa lahu dzakirah. Barang siapa tidak memiliki tanah air maka ia tak punya sejarah. Barang siapa yang tak punya sejarah maka tak punya karakter,” katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Khutbah, Nahdlatul RMI NU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Pringsewu, RMI NU Tegal. Pada tahun 2018 kali ini, Hari Lahir NU ke 92 yang jatuh pada Rabu (31/1) bersamaan dengan terjadinya fenomena alam Gerhana Bulan Total. Momen ini disambut antusias oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu dengan rencana menggelar kegiatan Harlah yang dibarengkan dengan Kegiatan Shalat Khusuful Qomar berjamaah di Komplek Gedung NU Pringsewu..

"Rangkaian kegiatan akan dimulai Shalat maghrib Berjamaah dilanjutkan dengan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan) dan Khutbah Shalat Khusuf. Setelah itu kita lanjutkan dengan Shalat Isya Berjamaah, Istighotsah dan Mauidzatul Hasanah dari beberapa Ulama Kabupaten Pringsewu," demikian jelas Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim, Rabu (24/1) malam saat mengadakan pertemuan persiapan kegiatan tersebut di Rumah Makan Abah Anwar Pringsewu.

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Dalam kegiatan Harlah lanjutnya juga akan diekspos program-program kegiatan yang akan dilakukan oleh PCNU Pringsewu  tahun 2018 kepada seluruh pengurus dan warga NU. Program-program tersebut jelasnya merupakan realisasi dari keputusan yang sudah diambil pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Pringsewu.

"Diantara kegiatan yang pada tahun ini akan dimaksimalkan oleh PCNU Pringsewu adalah program kaderisasi dengan melaksanakan Diklat Kaderisasi yang direncanakan akan digelar pada April 2018 mendatang," jelas Pria yang akrab disapa Mas Taufik ini.

Terkait pengkaderan ini, Mas Taufik mengatakan bahwa ikhtiyar ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kader-kader NU Pringsewu yang akan berkiprah mengurusi NU. Pengkaderan juga merupakan amanat AD/ART NU Bab XIII Pasal 39 ayat 4-7 yang menyebutkan bahwa syarat untuk menjadi pengurus NU harus sudah mengikuti pendidikan kader atau kaderisasi yang dibuktikan dengan sertifikat kader NU.

RMI NU Tegal

"Kita optimis nantinya akan bermunculan kader-kader NU yang akan meneruskan tongkat estafet kepengurusan Jamiyyah NU di Pringsewu melalui upaya-upaya yang terukur dan terstruktur melalui pengkaderan ini," katanya.

RMI NU Tegal

Apalagi diera teknologi dan informasi tanpa batas sekarang ini tambahnya, peningkatan kualitas pengurus menjadi sebuah keharusan. Saat ini menurutnya sudah terjadi perang ideologi baik terhadap radikalisme maupun sekularisme. Disamping matang organisasi, pengurus juga harus kuat secara ideologi dan peka terhadap perkembangan arus informasi khususnya faham-faham yang menyebarkan perpecahan.

"Kaderisasi menjadi jawaban atas fenomena ini. Dan PCNU Pringsewu akan mengintensifkannya pada tahun 2018 ini. Mohon doa dan dukungan agar program 2018 PCNU Pringsewu dapat berjalan sesuai dengan target dan membawa kemaslahatan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Khutbah RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

PPP Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

Jakarta, RMI NU Tegal. PPP secara tegas menolak kebijakan lima hari sekolah yang rencananya akan diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Juli 2017, karena dikhawatirkan akan memunculkan kegaduhan baru, kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Tomafi.

"Kebijakan memaksakan perubahan jam belajar siswa sekolah akan memunculkan kegaduhan baru. Kami meminta Mendikbud untuk mengurungkan kebijakan itu," kara Arwani di Jakarta, Ahad.

PPP Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
PPP Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

PPP Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

Dia mengatakan kebutuhan untuk mereformasi dunia pendidikan saat ini bukan dengan mengubah jam belajar siswa.?

Menurut dia, harus dipastikan bahwa semua anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan di sekolah, pastikan kesejahteraan guru terjamin, pastikan sarana prasarana sekolah tersedia dengan kualitas memadai.?

"Kebijakan perubahan jam sekolah itu dirasa jauh dari rasa keadilan, tidak memahami kearifan lokal serta tidak menghargai sejarah keberadaan lembaga pendidikan di masyarakat yang sudah berkembang dan berlangsung jauh sebelum kemerdekaan," ujarnya.

RMI NU Tegal

Arwani menjelaskan sistem dan proses belajar dan mengajar yang sekarang ini sudah berjalan dengan baik misalnya pengayaan jam pelajaran di luar sekolah melalui kursus, pengajian, madrasah diniyah.

RMI NU Tegal

Menurut dia apabila kebijakan lima hari sekolah dengan menambah durasi di ruang kelas ini diterapkan maka ini akan mematikan lembaga pendidikan seperti madrasah diniyah.

"Madrasah diniyah sudah terbukti selama ini menjadi pusat pembentukan karakter anak. Tidak hanya pengajaran nilai-nilai agama semata tetapi juga pengamalannya bahkan menjadi benteng pertahanan Pancasila dan NKRI," katanya.

Dia menegaskan apabila kebijakan itu dipaksakan maka sama saja menganggap semua itu ahistoris sehingga DPP PPP memerintahkan Fraksi PPP di DPR untuk menolak kebijakan tersebut dan meminta menteri untuk mengklarifikasi kebijakan ini secara serius.?

Kemendikbud akan memberlakukan kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan di seluruh Indonesia mulai Juli 2017 dan pemerintah sedang menyusun regulasi terkait kebijakan tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Makam, Nusantara RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PBNU Siap Fasilitasi Ishlah PKB

Jakarta, NU.Online
Keinginan Matori untuk islah dengan PKB "Batutulis" pimpinan Alwi Sihab bukan isapan jempol, untuk itu ia mengaku sudah bertemu dengan ketua Dewan Syuro PKB KH.Abdurrahman Wahid untuk menyelesaikan persoalan PKB.

"Lebih cepat akan lebih baik karena sebentar lagi menghadapi pemilu," kata Matori di sela-sela sebuah seminar di Yogyakarta, Rabu (25/6). Perseteruan antara PKB Matori dan Alwi Shihab belum juga menemui titik temu. Bahkan, dua kepemimpinan partai itu terjadi saat mereka datang ke Kantor Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Rabu lalu? (26/6).

Selain mengaku telah bertemu Abdurrahman Wahid enam kali, Matori juga mengaku telah bertemu dengan Alwi Shihab untuk membicarakan islah. "Pembicaraan dengan Gus Dur sampai pada suatu titik di mana kami bertekad untuk islah, bersatu kembali antara saya dan Gus Dur," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Shiraj mengatakan, pihak PBNU siap memfasilitasi upaya rujuk kedua kubu.

"Namun, hingga kini belum ada permintaan dari kedua kubu agar PBNU memfasilitasi islah," ujar Rais Syuriah PBNU Said Agil Shiraj. Namun dia mengatakan, PBNU tidak akan berinisiatif mengajak kedua kubu untuk islah. Mereka menunggu permintaan salah satu kubu agar difasilitasi untuk islah. Sikap tersebut, kata Said Agil, sengaja diambil karena PBNU tidak ingin dituduh ikut campur.? "Kami takut pertolongan yang kami berikan ternyata tidak mereka perlukan. Kita kan bisa malu," ungkapnya.

Said Agil mengatakan, pertikaian kedua kubu membuat massa di bawah PKB bingung untuk mengambil sikap. Ini sangat berbahaya dan bisa memicu perpecahan di tingkat massa. "Oleh karena itu, kami merekomendasikan agar kedua kubu islah saja," ujarnya.

Ia menambahkan format rujuk harus dicari secara tepat oleh pihak-pihak? yang berbeda pendapat. Format rujuk itu harus disesuaikan dengan? substansi perbedaan yang ada dalam tubuh partai. Wujud rujuk itu bisa Muktamar atau bisa juga dengan pertemuan antar pribadi pimpinan? partai atau cara lain yang disepakati kedua belah pihak..

Untuk merujukkan kedua kubu, mereka harus bersilaturahmi satu sama lain. Jalan tersebut sedapat mungkin diutamakan. Jangan sampai kedua kubu dan massa di bawahnya pecah. "Semua pihak harus tulus dan harus mengevaluasi diri sendiri," katanya.

Bagaimanapun juga pertikaian yang terjadi selama ini kontra produktif? bagi kemajuan partai. tidak ada untungnya gonthok-gonthokan dan sudah saatnya elit di PKB melakukan islah internal sebagai upaya untuk menjaga kewibawaan partai.? (Cih)

?


?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaSantri, Amalan, Khutbah RMI NU Tegal

PBNU Siap Fasilitasi Ishlah PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siap Fasilitasi Ishlah PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siap Fasilitasi Ishlah PKB

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Said: Semangat Islam Nusantara untuk Ukhuwah Kebangsaan

Simalungun, RMI NU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah kebangsaan. Dalam pandangan Kiai Said, prinsip tasamuh (toleransi) merupakan inti pandangan Islam Nusantara.

Demikian penegasan Kiai Said dalam Dialog Kebangsaan, Kebhinekaan dan Prinsip Kebangsaan: Semangat Islam Nusantara untuk Indonesia Damai. Agenda ini, diselenggarakan oleh Polres Simalungun, pada Sabtu sore (17/06), dalam rangkaian dialog dan buka bersama di Masjid Baitul Karim, Kebun Dolok Hilir, PTPN IV, Kec. Dolok Batu Nanggar, Simalungun, Sumatra Utara.

Kiai Said: Semangat Islam Nusantara untuk Ukhuwah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semangat Islam Nusantara untuk Ukhuwah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semangat Islam Nusantara untuk Ukhuwah Kebangsaan

Hadir dalam agenda ini, Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen, Wakapolda Sumatra Utara, Kapolres Simalungun M. Liberty Pandjaitan, Jajaran Polres dan Pemkab Simalungun dan pemuka lintas agama: Mgr. Anicetus Bongsu, Pdt. Rudi Hardjon, SH, M.Ag, Pdt. Martin Rumanja Puba, M.Si.

Kiai Said mengungkapkan bahwa Islam Nusantara dapat menjadi jembatan perdamaian antar agama."Islam Nusantara itu prinsipnya tasamuh, toleran. Bisa tasamuh, kalau akhlaknya mulia. Islam Nusantara menjunjung tinggi nilai etis dan agama," jelas Kiai Said.

Dalam pandangan Kiai Said, Islam mengajarkan pentingnya memajukan peradaban, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Nabi Muhammad tidak mendeklarasikan negara Madinah, dan negara Arab. Yakni, negara yang civilized, peradabannya maju," terang Ketua Umum PBNU ini.

RMI NU Tegal

Dengan Islam Nusantara, menurut Kiai Said, agama dan budaya terkoneksi secara harmonis. "Islam Nusantara itu menghormati budaya. Selama tidak bertentangan dengan Islam, justru akan menambah estetika. Budaya sebagai infrastruktur agama," ungkapnya.

Kiai Said mencontohkan, betapa pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasyim Asyari memiliki prinsip utama dalam berbangsa. "Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air itu bagian dari iman. Mana dulu, tanah air dulu atau agama dulu. Kiai Hasyim menjawab, kita perkokoh tanah air dulu, baru membangun agama," kisah Kiai Said. Dalam ulasannya, Kiai Said berharap agar warga lintas agama di kawasan Simalungun, Sumatera Utara, dapat hidup damai dan harmonis.

Harapan hidup yang tenang dan damai juga diungkapkan Pdt. Martin Rumanja Purba. "Kami mengapresiasi perjuangan Kiai Said dalam menjaga perdamaian di negeri ini. Meski sering dicaci oleh pihak yang membenci perdamaian, kita harus mendukungnya. Kami berharap perdamaian terjaga antar warga Simalungun, dan warga Indonesia umumnya," harap Martin Rumanja.

Kapolres Simalungun, M. Liberty Pandjaitan, menegaskan pihaknya bersama-sama warga berniat menjaga perdamaian di Simalungun. "Dengan agenda dialog yang kami selenggarakan seperti ini, dapat menjadi penguat pondasi perdamaian antar warga lintas agama di kawasan ini, " ungkap Liberty. Polres Simalungun, getol mengkampanyekan dialog antar warga lintas agama dan budaya, untuk menguatkan harmoni kebangsaan (Red: Mukafi Niam)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Istighosah di SMP 23 Penuh Airmata

Malang, RMI NU Tegal. Menjelang Ujian Ahir Nasional siswa-siswi SMP 23 Bluring Malang, gelar Istighosah bersama untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran, di dalam masjid sekolah, Selasa (05/02).

Suasana haru melingkupi masjid sekolah tersebut kala Ustad Shamsul Hadi Mahfudz memimpin Istighosah yang dilanjutkan dengan wejangan motivasi.

Istighosah di SMP 23 Penuh Airmata (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighosah di SMP 23 Penuh Airmata (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighosah di SMP 23 Penuh Airmata

Koordinator ahli thariqoh al-Mu’tabaroh an Nahdhiyah itu tak henti-hentinya menyerukan untuk selalu mengedepankan akhlak sebagai kunci kesuksesan generasi bangsa. 

RMI NU Tegal

Menurutnya, akhlak dengan menghormati kepada yang lebih tua terutama ibu dan guru adalah langkah awal untuk memudahkan banyak hal, jika siswa sekarang kebingungan dan dipenuhi rasa takut lantaran ujian sudah dekat, maka minta maaf dan sungkem kepada ibu dan guru akan meringankan semuanya, 

RMI NU Tegal

“Tapi tidak melepas aktivitas belajar” ungkap alumnus pesantren Sidogiri tersebut.

Gus Syamsul mengatakan, sekarang banyak sekali ribuan sarjana yang justru banyak melakukan tindak korupsi, kolusi dan nepotisme, itu semual lantaran tidak di bekali akhlak yang matang serta ilmu-ilmu keagamaan, “Salah satunya dengan istighosah ini, mediasi untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri pada Tuhan” ujarnya.

Dengan Istighosah kita mengharap dosa yang menghalang-halangi doa kitasegera diampuni, “Karena Tuhan tidak pernah menolak doa kita” tegasnya.

Setelah Istighosah dan suntikan spiritual, tampak sejumlah siswa-siswai yang di barengi oleh orang tuanya berderai airmata saling meminta maaf terhadap sesama dan guru-guru yang juga ikut serta dalam acara Istighosah yang bertajuk “Ikhtiyar menuju sukses ujian tahun 2013”.

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Mataram, RMI NU Tegal

Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Sukman menerangkan, dakwah adalah sesuatu yang sangat diperlukan sekali di wilayah Bumi Cenderawasih Papua mengingat Islam adalah minoritas di sana. 

“Ini adalah daerah yang sangat membutuhkan dakwah,” katanya di sela-sela acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Papua Barat Harap UNU Segera Dibentuk di Bumi Cenderawasih

Ia berharap, dakwah NU di wilayah Papua Barat akan semakin masif sehingga memiliki dampak yang besar. Salah satu cara untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah di sana adalah dengan melalui pendidikan. 

Sukman mengaku sangat mendukung apabila Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendirikan perguruan tinggi NU di sana. Ia menuturkan, di Kabupaten Sorong ada tanah tiga hektar yang siap untuk dibangun di atasnya Universitas NU. Ia berharap, baik Pengurus Cabang Kabupaten Sorong ataupun PBNU merespon baik gagasan ini sehingga perguruan tinggi NU bisa segera berdiri di sana.

“Saya melihat di Kabupaten Sorong ada Universitas NU karena di situ daerah Islam transmigran,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Ia mengunkapkan, semangat masyarakat Papua Barat untuk melanjutkan pendidikan ke universitas cukup tinggi. Ini juga menjadi argumentasi mengapa perguruan tinggi NU harus dibangun di Indonesia bagian timur tersebut. 

Selain itu, ia juga berharap, PBNU memberikan perhatian lebih kepada pengurus wilayah, terutama di wilayah dimana Islam menjadi minoritas, sehingga pengurus wilayah tersebut merasa mendapatkan dukungan dan memperoleh semangat untuk menjalankan program-programnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Pesantren RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Jakarta, RMI NU Tegal

Pada dasarnya ruilslag atau tukar guling tanah wakaf tidak diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Pasal 40 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dengan jelas menyebutkan bahwa harta benda wakaf dilarang ditukar. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Profesor Syibli Syarjaya di Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI), Jakarta, hari ini (22/11), menanggapi beredarnya pemberitaan mengenai penukaran tanah wakaf yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Namun, jelas Syibli, larangan itu tidak mutlak. Pasal 41 Undang-Undang Wakaf menyatakan bahwa ruilslag tanah wakaf diperbolehkan apabila harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah dan setelah memperoleh izin tertulis dari menteri agama atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia.

“Adanya pengecualian ini, antara lain agar program pembangunan jalan yang melewati tanah wakaf tetap bisa dilaksanakan. Juga agar tanah wakaf bisa lebih produktif setelah dilakukan ruilslag,” kata Syibli.

Menurut Syibli, undang-undang wakaf melarang ruilslag harta wakaf untuk menjaga kemaslahatan harta wakaf. Maka ketika ruilslag diperbolehkan, kemaslahatan harta wakaf pun harus tetap dijaga.

RMI NU Tegal

“Karena itulah ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses ruilslag,” jelas Syibli.

Syibli pun mengingatkan agar tahapan ruilslag sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Wakaf segera dilaksanakan agar proses ruilslag tanah wakaf yang terdampak jalan tol bisa cepat selesai. 

“Jangan sampai karena ingin serba cepat, lalu aturan undang-undang diabaikan. Akibatnya nanti cacat hukum dan di kemudian hari bisa digugat,” ujar Syibli.

RMI NU Tegal

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dan prosedur ruilslag yang dimuat di laman resmi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, disebutkan bahwa proses ruilslag setidaknya melewati tujuh tahap sebelum keluarnya izin menteri agama.

Tahapan itu ialah (1) KUA, (2) Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, (3) Tim Penilai yang terdiri atas unsur Pemkot/Pemkab, MUI kab/kota, BPN kab/kota, dan nazhir, (4) Kantor Kementerian Agama Provinsi, (5) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, (6) Badan Wakaf Indonesia, dan (7) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. 

“Kalau dibaca prosedurnya memang panjang, tetapi ya itulah undang-undangnya yang saat ini ada. Pembangunan jalan tol itu kan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Seharusnya sudah jauh hari pula urusan ruilslag diproses dengan nazhir dan kementerian terkait,"  kata Syibli.

Ia menambahkan sebetulnya yang lama adalah pada proses pencarian tanah pengganti yang sesuai dengan kebutuhan wakaf. Proses lainnya bisa dipercepat karena alasan ruilslagnya jelas untuk pembangunan.

Syibli berharap semua pihak bisa memahami ketentuan undang-undang mengenai proses ruilslag ini sehingga tidak saling menyalahkan, proyek pembangunan bisa berjalan dengan lancar, dan tanah wakaf menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Khutbah, Hikmah RMI NU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim

Surabaya, RMI NU Tegal 



Provinsi Jawa Timur sebentar lagi akan berpesta demokrasi. Ya, Jatim akan mengadakan pemilihan gubenur dan wakil gubenur pada 2018 mendatang. Tentu sejumlah kiai membicarakan seperti apakah pemimpin yang pantas memimpin provinsi yang masyoritas NU ini.

Para kiai dan tokoh masyarakat berkumpul di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto (5/8) untuk merumuskan syarat dan siapa sosok yang pantas menjadi pemimpin di Jawa Timur.

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, sudah saatnya Jawa Timur dipimpin oleh figur yang sidiq, amanah, tabligh dan fatonah. 

"Kita sedang mencari pemimpin yang tidak pernah bohong, maka korelasi kuatnya adalah amanah," tutur Kiai Asep di depan para kiai dan ulama se-Jawa Timur.

Sosok tabligh itu selalu menyampaikan gagasannya yang mudah dipahami. Ketika orang tagligh maka korelasi kuat dengan fatonah. 

RMI NU Tegal

"Nah, ketika ini terjadi, maka Jatim akan semakin maju serta adil dan makmur. Kemudian, Jatim akan menjadi percontohan provinsi lain di negeri ini, karena Jatim merupakan barometer dari Indonesia," paparnya.

RMI NU Tegal

Bumi ini pemiliknya adalah hamba-hamba Allah yang saleh. Maka, ulama sebagai hamba Allah yang saleh tidak boleh diam terhadap amanah yang telah diberikan oleh bangsa Indonesia.

Mereka telah mengobarkan segala sesuatu untuk kemerdekaan dan menderita penderitaan yang sangat memilukan. Jangan enak-enak dengan adanya kemerdekaan, melainkan menitipkan sebuah pesan yakni Indonesia yang adil dan makmur.

"Kita, para kiai bertanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Seorang kiai harus konsisten kalau bilang A ya A, jangan B itu namanya munafik," terang alumnus Al-Khoziny Buduran Sidoarjo ini.

"Dari sekian calon yang muncul Khofifahlah yang pantas menjadi Gubenur Jatim," tegas Kiai Asep. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah RMI NU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Bandung, RMI NU Tegal - Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat berziarah ke makam Mahbub Djunaidi di Taman Makam As-Salam, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Ahad (6/11).

Ziarah ini mengakhiri rangkaian kegiatan yang sebelumnya ditutup oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, No. 09 Kota Bandung. Setelah berziarah, mereka melakukan serah-terima sertifikat secara simbolis oleh Ketua Pelaksana Ade Mahmudin.

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Aktivis PMII Jabar Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

“Ini merupakan rangkaian penutup dari kegiatan Napak Tilas Mahbub Djunaidi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan selama tiga hari, Jum’at sampai Ahad (4-6/11),” ujar Ade Mahmudin.

RMI NU Tegal

Ziarah ini diharapkan dapat mendorong para peserta menggali sosok Mahbub Djunaidi yang merupakan salah seorang pendiri PMII dan bisa mengambil hikmah dan meneladaninya.

“Karena beliau (Mahbub, red) merupakan rujukan bagi kita sebagai penerusnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang sudah kita laksanakan bisa melahirkan Mahbub-Mahbub Djunaidi yang revolusioner,” katanya.

RMI NU Tegal

Ia berharap, kelak para peserta yang datang dari perwakilan beberapa cabang PMII di Jawa Barat tersebut lebih termotivasi dalam meningkatkan kreativitasnya dalam menulis. “Kualitas penulisan seseorang bisa menunjukkan kualitas orang tersebut,” pungkasnya. (Naseh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Quote, Khutbah RMI NU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Demak, RMI NU Tegal. Dalam rangka mengembangkan dan menggali potensi desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus menggiatkan berbagai kegiatan untuk mempromosikan potensi yang ada di desa. Bahkan, Kementerian yang baru lahir di masa pemerintahan Jokowi tersebut sudah membangun kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa agar dikenal dunia.

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Gandeng Facebook untuk Kembangkan Potensi Desa

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dihadapan ratusan kepala desa saat membuka acara Pameran Potensi Desa di Kabupaten Demak, Jumat (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Marwan meminta kepada para kepala desa untuk berlomba-lomba mengembangkan dan menggali potensi desa. "Tentu harus dikedepankan dan ditumbuh kembangkan. Saya berharap potensi desa bisa kita pasarkan melalui teknologi," ujar Marwan dalam rilisnya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Marwan menjelaskan, pemerintah pusat sudah melakukan kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa. "Mudah-mudah kerjasama kementerian desa dengan Facebook bisa berjalan baik. Karena memasarkan potensi desa dengan berbasis teknologi bisa lebih cepat untuk dikenal," imbuhnya.

Marwan menjelaskan pemerintah Indonesia sudah berkunjung ke Silicon Valley kantor pusat Facebook di Amerika Serikat. Dari pertemuan tersebut, imbuh Marwan, Facebook sudah siap untuk membantu pemasaran potensi desa yang sudah mempunyai UKM.

RMI NU Tegal

"Kemarin kita sudah ketemu, tinggal di matangkan dan menggali potensi apa saja yang akan di pasarkan," papar Marwan.

Tentunya, proses kerjasama dengan Facebook nantinya ada beberapa desa yang akan dijadikan pilot project untuk kerjasama dengan Facebook. "Pilot projectnya nanti desa-desa yang sudah siap dulu dan desa yang sudah ada infrastruktur pendukung. Ini desa-desa yang sudah maju dulu, rata-rata ada jawa, bali, sebagian sumatera nanti akan kita pilihi, targetnya tahun depan sudah mulai," imbuhnya.

Oleh karena itu, Marwan menegaskan pentingnya pameran potensi desa yang diselenggarakan di Kabupaten Demak ini sebagai stimulus untuk mengembangkan berbagai potensi desa secara nasional.

"Karena UMKM Desa ini memiliki peran penting penting untuk menumbuhkan potensi desa dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa," imbuhnya.

Dengan adanya pameran potensi desa, Marwan berharap semangat masyarakat desa untuk mengembangkan dan menggali potensi yang ada semakin besar.

"Pameran potensi desa yang kelima ini diharapkan bisa menjadi semangat bagi masyarakat desa untuk menggali dan memasarkan potensi desa yang ada," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Lomba, Hadits RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU

Bogor, RMI NU Tegal. Melihat maraknya pemanfaatan media sosial (medsos) untuk tujuan-tujuan negatif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa mendorong kepada para kader agar medsos dimaksimalkan untuk syiar kebaikan.

Menteri Sosial RI ini tidak memungkiri, tak sedikit ibu-ibu Muslimat yang mempunyai persepsi bahwa menyebar kebaikan di medsos termasuk pamer atau riya.

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU

“Kebaikan yang disebar di medsos bukan riya atau pamer, tetapi bagian dari syiar kebaikan Muslimat NU,” tegas Khofifah dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU, Ahad (26/30 di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Khofifah memandang, Muslimat NU yang saat ini telah mempunyai sejumlah perangkat organisasi di berbagai bidang seperti koperasi, pendidikan, dakwah, dan kesehatan bisa menjadi ladang syiar. Apalagi semua perangkat itu telah berjalan dengan baik di berbagai daerah.

Perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini juga menerangkan, saat ini dakwah tidak bisa hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga dunia maya. Dia menyebut langkah ini dengan sebutan dakwah bil IT, dakwah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

RMI NU Tegal

Untuk memperkuat pola dakwah di media sosial, dalam kesempatan Rapimnas tersebut, Muslimat NU menghadirkan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid.

Dia mengungkapkan rumus “Prabu Kreatif” (Praktis, Menghibur, Kredibel, dan Inspiratif). Dengan formula tersebut, menurut Irfan, konten yang disusun Muslimat NU akan menjadi juara di media sosial.

Terkait hal ini, Khofifah mengatakan, berbagai inovasi dan inisiatif telah dilakukan para ibu-ibu Muslimat NU di berbagai pelosok tanah air, namun diseminasi informasi mengenai hal ini masih belum maksimal.?

RMI NU Tegal

"Saya ingin menegaskan pemahaman kepada ibu-ibu, menyampaikan program kerja dan kegiatan di wilayah masing-masing lewat media sosial itu bukan riya atau pamer. Kalau ibu-ibu mengikuti rumus? Prabu Kreatif tadi, maka saya yakin konten yang ibu sebarkan pasti bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kofifah optimistis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika

Kairo, RMI NU Tegal. Bermaksud untuk membawa para pembacanya lebih dengan tantangan yang dihadapi Muslim di Amerika Serikat, sebuah perusahaan besar penerbitan komik Marvel, berencana memperkenalkan Superhero Muslim pertama, yang merefleksikan tantangan bagaimana menjaga keluarga dan ajaran agama ketika sedang melawan penjahat.

“Ketika anda memperkenalkan sesuatu seperti ini, ada risiko yang harus ditanggung,” kata G. Willow Wilson, pengarang komik yang seorang muallaf kepada The New York Times, Rabu 6 November.

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Superhero Muslim Lawan Kejahatan Muncul di Amerika

“Anda mencoba membawa pembaca pada halaman dan mereka akan melihat seuatu yang berbeda di halaman komik tersebut.”

RMI NU Tegal

Marvel Comics akan memperkenalkan karakter baru ini, yang dinamai Kamala Khan, seorang remaja Muslim yang tinggal di Kota Jersey.

Tidak seperti kisah superhero lainnya, tidak ada peledakan planet, kematian keluarga atau laba-laba terkena radiasi yang menyebabkan terciptanya Kemala.

RMI NU Tegal

Tokoh ini tercipta setelah adanya ide dari perbincangan antara Sana Amanat dan Steve Wacker, dua orang editor di Marvel.

“Saya menceritakan kepadanya tentang anekdot gila masa kecil saya tumbuh sebagai seorang Muslim Amerika,” kata Amanat.

“Dia melihatnya sebagai sebuah kegembiraan.”

Kedua editor tersebut mendukung ide karena kelangkaan superhero perempuan dalam keragaman budaya.

Muncul dalam sebuah seri baru, superhero anyar ini digambarkan menghadapi tantangan keluarga dan agama.

“Saudara laki-lakinya sangat konservatif,” kataAmanat.

“Ibunya sangat takut dia bersentuhan dengan laki-laki dan hamil> Ayahnya menginginkan dia konsentrasi belajar dan menjadi seorang dokter.”

Seluruh tim kreatif mengumumkan mereka siap dengan segala kemungkinan reaksi yang muncul. 

“Saya mengharapkan beberapa diantaranya negatif,” kata Amanat, “tidak hanya dari orang yang anti Muslim, tetapi juga dari Muslim dan ingin karakter yang digambarkan cukup cerah.”

Tetapi “ini bukan sebuah misi agama” kata Wilson. “Sangat penting bagi saya untuk menggambarkan Kamala sebagai seseorang yang sedang berjuang dengan keyakinannya.”

Mereka berharap adanya keberhasilan, khususnya dengan menggambarkan Kemala sebagai gadis Amerika pada umumnya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Khutbah, Tokoh RMI NU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, RMI NU Tegal. Berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial.

Laporan di harian koran The Independent berjudul Saudi menghadapi risiko perpecahan baru dengan usulan memindahkan makam Nabi Muhammad itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademisi yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Publik Heboh Atas Usulan Pemindahan Makam Nabi

Namun rencana itu diangkat akademisi lain yang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah.

RMI NU Tegal

Makam Nabi Muhammad terletak di kubah hijau di dalam masjid dan dikunjungi jutaan jemaah haji dan merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam.

RMI NU Tegal

Ulama Saudi garis keras atau Wahabi telah lama memfatwakan melarang penyembahan benda atau "orang suci", sebuah praktek yang dianggap "syirik" atau berhala.?

Dr Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation, seperti RMI NU Tegal kutip dari The Independent mengatakan : "Orang-orang mengunjungi ruangan keluarga Nabi hidup, dan kemudian menuju tempat pemakaman untuk berdoa.?

"Sekarang mereka ingin mencegah peziarah mengunjungi dan menghormati makam karena mereka percaya bahwa ini adalah syirik, atau penyembahan berhala. Tapi satu-satunya untuk menghentikan Muslim mengunjungi Nabi adalah membawa makam tersebut keluar (dari masjid) dan memasukkannya ke pemakaman (umum). "

Dr Alawi juga mengatakan rencana tersebut meliputi penghancuran kubah hijau yang menutupi makam Nabi.?

Nabi dihormati oleh kedua cabang Islam, Sunni dan Syiah. Sekte Wahabi merupakan cabang dari Sunni, namun membongkar makam Nabi dapat mengobarkan ketegangan antara kedua kelompok tersebut.?

Muslim Sunni mainstream akan sama terkejutnya atas upaya pembongkaran makam nabi sebagaimana kelompok Syiah, kata Dr Alawi.?

The Independent sebelumnya melansir bagaimana ekspansi bernilai miliaran pound sterling Masjidil Haram, menyebabkan kerusakan hingga 95 persen bangunan tua berusia lebih dari seribu tahun dan digantikan dengan hotel mewah, apartemen dan pusat perbelanjaan.?

Raja Abdullah telah menunjuk ulama Wahabi terkemuka dan imam dari Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais, untuk mengawasi proyek perluasan yang diperlukan untuk menambah jumlah kapasitas perziarah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dr Alawi mengatakan dokumen konsultasi untuk Masjid al-Nabawi di Madinah dibuat oleh akademisi terkemuka Saudi Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University di Riyadh, telah diedarkan kepada Komite Kepresidenan.

Beberapa halaman dari dokumen konsultasi baru saja dipublikasikan dalam jurnal kepresidenan. Mereka menyerukan penghancuran kamar sekitar makam - yang digunakan oleh istri dan anak perempuan Nabi, dan dihormati oleh Syiah karena hubungan mereka dengan putri bungsunya, Fatimah.?

Dokumen itu juga menyerukan penghancuran kubah hijau, yang meliputi makam dan tempat tinggal dan pengangkatan kerangka tubuh Nabi ke pemakaman di dekatnya, al Baqi.?

Al-Baqi merupakan area pemakaman yang sudah banyak berisi kerangka tubuh keluarga Nabi, termasuk ayahnya yang dipindahkan ke sana pada 1970-an, kata Dr Alawi. Pada tahun 1924 semua nisan telah dihapus, sehingga jamaah tidak akan tahu siapa yang dimakamkan di sana, dan jadi tidak bisa berdoa kepada mereka.?

"Nabi akan anonim," tambah Dr Alawi. "Segala sesuatu di sekitar masjid Nabi telah hancur oleh buldoser. Begitu mereka telah menghapus segala sesuatunya, mereka bisa bergerak menuju masjid. Imam masjid mungkin mengatakan ada kebutuhan untuk memperluas masjid dan melakukannya dengan cara itu, sementara mata dunia berada di Irak dan Suriah. Kuburan Nabi Muhamad dihormati oleh Sunni aliran utama, yang tidak pernah akan melakukannya. Hal ini sama pentingnya bagi Syiah juga, yang memuliakan putri Nabi, Fatimah.?

"Saya yakin akan ada kejutan di seluruh dunia. Ini akan menyebabkan kemarahan. "

The Independent tidak dapat menghubungi kedutaan Arab Saudi, tapi dalam sebuah pernyataan tahun lalu mengatakan: "Perkembangan Masjid Suci Makkah al Mukarramah-[Mekah] merupakan subjek yang sangat penting dan dalam kapasitasnya sebagai penjaga dua masjid suci tersebut, akan melakukan langkah yang sangat serius. Peran ini merupakan inti dari prinsip-prinsip Arab Saudi didirikan." (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Hadits RMI NU Tegal

Kamis, 16 November 2017

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

Jakarta, RMI NU Tegal. PBNU mengeluhkan kondisi Tanah Air yang masih jauh dari ideal. Baik di bidang budaya, politik, ekonomi, ataupun pendidikan, sejumlah hal dinilai perlu mendapat kritikan untuk perbaikan di masa mendatang.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, di bidang ekonomi Indoensia masih terjerat liberalisme ekonomi yang memihak kepentingan kaum elit dan asing tanpa memperhatikan orientasi kerakyatan.

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

”Apalagi setelah pemerintah menjalankan agenda WTO secara menyeluruh melalui importasi yang tanpa batas menjadikan negara ini dibanjiri oleh produk asing. Tak hanya bahan industri, tapi juga bahan pertanian, khususya pangan, sehingga menghancurkan usaha pertanian rakyat,” ujarnya dalam ”Refleksi Awal Tahun 2013 di Gedung PBNU”, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

RMI NU Tegal

Menurut Kang Said, sapaan akrabnya, liberalisme juga terjadi di sektor politik dan kebudayaan. Kebebasan tanpa batas yang di luar karakter bangsa terbukti telah menyulut konflik antarkelompok di berbagai tempat.

RMI NU Tegal

”Apalagi tahun-tahun mendatang bangsa ini akan dihadapkan pada situasi yang sangat politis jelang 2014,” imbuhnya.

Kang Said juga mengajak semua elemen bangsa untuk lebih mengembalikan pendidikan nasional pada falsafah dasarnya, memanusiakan manusia. Lembaga pendidikan di segala strata diarahkan sebagai pusat pembentukan karakter. Media dinilai turut bertanggung jawab dalam proses pencerdasan rakyat.

”Lembaga negara, lembaga pendidikan, lembaga kesenian, termasuk lembaga ekonomi, dan media masa perlu digunakan sepenuhnya untuk memajukan bangsa dan negara,” ujarnya.

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, PonPes, Khutbah RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, RMI NU Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Khutbah, AlaSantri RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Demak, RMI NU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen, Demak, Jawa Tengah, mewajibkan para santrinya hafal tahlil atau susunan bacaan yang terdiri dari ayat, shalawat, kalimah thayibah, dan doa-doa yang biasa dibaca warga NU.

Pesantren Putri Nurul Burhany merupakan pondok pesantren khusus putri yang fokus pada al Qur’an, baik dari segi hafalan (tahfidh) maupun tafsirnya. Semua santri di pesantren ini juga diharuskan untuk mengahafal al-Qur’an, minimal Juz ‘Amma. Hafalan tahlil berserta doanya adalah tugas wajib lainnya.

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Menurut pengasuh pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni, tugas tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa tahlil merupakan salah satu bentuk amalan paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga setelah santri pulang diharapkan santri dapat mengamalkan amalan yang sudah ditanamkan di pondok pesantren ini.

RMI NU Tegal

kH. Helmi berharap setelah santri pulang di rumah atau kampung halaman masing-masing, para santri siap menjadi pemimpin atau imam tahlil di organisasi atau jama’ah yang ada di lingkungan masing-masing.

Dalam rangka menyiapkan hal tersebut, para santri dijadwal satu orang menjadi petugas tahlil dan satu orang lagi menjadi petugas do’a, dengan diikuti oleh santri-santri yang lain agar santri terbiasa menjadi pemimpin tahlil di hadapan orang banyak. (Abdus Shomad/Mahbib)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Khutbah, Daerah RMI NU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,RMI NU Tegal. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

RMI NU Tegal

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

RMI NU Tegal

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Warta, Khutbah RMI NU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax

Solo,? RMI NU Tegal

Semakin maraknya kabar bohong dan informasi yang tidak sesuai dengan fakta, atau yang lebih populer dengan istilah hoax, membuat sebagian kader muda NU di Solo, merasa perlu untuk membuat gerakan melawan hoax.



Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax



“Rencananya tanggal 8 Januari, bersama pegiat antihoax Solo, kita akan ikut mendeklarasikan masyarakat antihoax,” terang salah satu panitia acara Irfan Nuruddin, kepada RMI NU Tegal, Senin (2/1).

?

RMI NU Tegal

Acara tersebut, akan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Irfan Sutikno (praktisi branding), Solahudin Aly (Koordinator Tim Ansor Cyber Media Regional Jawa Tengah) dan Anas Syahirul Alim (Ketua PWI Surakarta).

?

Sementara itu, saat dihubungi RMI NU Tegal, Koordinator Tim Ansor Cyber Media Regional Jawa Tengah Solahudin Aly, jejaring antihoax ini perlu dibentuk untuk membendung peredaran kabar bohong, terutama yang mengandung konten radikalisme.?

RMI NU Tegal

“Basis pemikiran berinternet sehat dan menyadarkan digital literasi juga menjadi modal dalam mengurangi berita bohong atau? hoax? yang cepat tersebar,” terang Sholahudin.

Menurut Sekjen PW GP Ansor Jateng itu, tahun 2017 menjadi awal yang baik dalam menata konsolidasi melawan radikalisme yang sudah masuk ke dunia maya.

?

“Tantangan ke depan seperti apa? Kita sekarang hidup di dunia globalisasi, era masyarakat tanpa batas, tak bersekat,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Khutbah, Pondok Pesantren RMI NU Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

Merdeka di Era Digital

Oleh Muhammad Sulton Fatoni

Era digital saat ini telah menggiring masyarakat mempunyai kesadaran informasi dan kegiatan sosial yang tidak pernah ada pada masyarakat tradisional sebelumnya. Sisi positif era digital di Indonesia adalah telah memaksakan bergulirnya proses demokratisasi dan kesetaraan informasi di tengah dominasi politik. Berarti telah terjadi perkembangan partisipasi rakyat di semua sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan politik dan berkurangnya praktik-praktik otoriter dan hal ini berpotensi mendorong kemakmuran masyarakat secara cepat (Adam Przeworski:1993).

Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Merdeka di Era Digital

Era digital bisa dimaksimalkan di tengah relasi demokratisasi dan perubahan ekonomi yang dapat dilihat dari studi transformasi rezim yang berorientasi makro. Memang saling terkait antara era digital dan demokrasi yang secara tipikal merupakan konsekuensi dari pembangunan ekonomi, transformasi struktur kelas, peningkatan pendidikan dan semacamnya. Negeri ini pernah terpuruk pada paruh kedua 1997 yang telah menggoyahkan ekonomi (Anne Booth: 2001).

Harga-harga melonjak tinggi, kurs rupiah merambat naik, hutang luar negeri naik berlipat-lipat, dunia perbankan bank-bank berada terpuruk, dan indikasi-indikasi kebangkrutan ekonomi lainnya. Bersamaan dengan itu Indonesia mulai menemukan titik terang demokratisasi sejak tumbangnya Presiden Soeharto dari tampuk kekuasaannya pada 1998. Demokrasi tidak sebatas suatu sistem yang telah mencapai perimbangan kekuasaan yang pelik antara lembaga-lembaga politik dan kekuatan-kekuatan sosial yang dinamis. Lebih dari itu, ia adalah acuan gagasan bagi orang-seorang dalam semua dimensi kegiatannya.8 Tentu dalam proses tersebut terdapat kontribusi teknologi informasi dan dunia digital.

RMI NU Tegal

Era digital saat ini terlanjur diposisikan sebagai pintu masuk bagi perubahan ekonomi menuju ke arah yang lebih baik, terutama bagi masyarakat kecil. Tentu ini terobosan di tengah ekonomi di Indonesia yang pada kenyataannya masih dikuasai oleh segelintir orang dan status quo. Beberapa alasan yang mendorong hal ini terjadi. Pertama, era digital terlanjur perkasa di hadapan siapa saja kecuali di tangan anak-anak muda yang kreatif yang kemudian tumbuh menjadi kekuatan baru yang sukses. Di sisi lain negara belum mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan institusi politik dan pesatnya perkembangan institusi-institusi ekonomi digital. Percepatan dunia digital tidak secara otomatis berimplikasi positif kepada perilaku politik yang mendukung perubahan ekonomi menjadi lebih baik. Tradisi yang sebenarnya sudah lama terjadi, Dulu di era Orde Baru juga terjadi kelambanan di bidang politik dengan alasan memprioritaskan perbaikan ekonomi sebagai alasan langkah balik dari Orde Lama yang terlalu mengabaikan bidang ekonomi tapi juga mencampurinya (Sigmund Neumann: 1980).

RMI NU Tegal

Kedua, era digital telah memberikan perlakuan yang sama berbanding terbalik dengan proses demokratisasi di Indonesia yang masih tidak bisa melepaskan diri dari pola patron-klien yang bersifat tertutup dan berkelompok terbatas (Richard Borsuk: 2001). Akibatnya, peluang usaha, fasilitas dan manfaat regulasi ekonomi yang semula tidak bergulir pada lapisan massa yang besar jumlahnya saat ini menjadi lepas bebas. Dulu segelintir penguasa aset produktif merasa aman di dalam sistem tertutup namun sekarang mereka harus survive di tengah gempuran anak muda yang akrab dengan era digital. Zaman sudah berubah di mana tak ampuh lagi jaringan ekonomi-politik yang tertutup bercirikan korporatisme di mana Pemerintah memainkan peran sebagai sumber regulasi, lisensi, dan fasilitas, dimainkan secara tertutup untuk kalangan terbatas.

Ketiga, era digital telah menyadarkan masyarakat untuk mencari celah mengimbangi kekuatan politik yang dikendalikan segelintir elite. Akhirnya ketergantungan masyarakat terhadap elite politik di era digital berkurang drastis. Kekuatan politik dan konglomerasi yang terpusat tidak lagi menjadi faktor paling menentukan dalam perubahan sistem dan struktur sosial ekonomi.

Maka akan lebih mendidik mengakui bahwa era digital saat ini telah memberi arti kepada perubahan sosial budaya. Proses demokrasi  saat ini  sedikit demi sedikit mampu menggeser "status quo” ekonomi. Watak perekonomian Indonesia yang dulu beraroma “imperialisme” sudah bergerak pupus. Sebenarnya kedigjayaan era digital ini bukan cuma fenomena di Indonesia saja tetapi seluruh negara-negara berkembang sehingga implikasinya terhadap perubahan sosial budaya secerah yang terjadi di negara-negara maju.

Era digital telah mengurai kerumitan masyarakat Indonesia sehingga mulai berdaya untuk tidak lagi terjabak dalam proses-proses perubahan yang hanya berfungsi ritual. Karena itu kenyataan ini pun menyeret Pemerintah untuk tidak lagi menjalankan fungsi secara minimal agar tidak kehilangan fungsi substansialnya. Era Pemerintah prosedural telah usang. Tuntutan politik substansial menjadi pilihan satu-satunya untuk memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi. Kesenjangan, permusatan aset produktif, kemiskinan dan pengangguran yang meluas tidak saja memerlukan relaksasi pengembangan mekanisme pasar, tetapi juga keputusan-keputusan politik yang tepat yang hanya bisa ditempuh dengan menjunjung tinggi substansi demokrasi. Jika di era digital ini masih nekat mengambil keputusan ekonomi politik yang “anti digital” pasti akan menggiring sistem ini tergelincir lebih dalam lagi dibanding yang pernah dirasakan di era-era sebelumnya.

Era digital itu dibangun dengan biaya yang sangat besar. Karena itu tidak berlebihan jika kado terbesar kemerdekaan Indonesia tahun ini adalah era digital.  Maka akan tidak proporsional jika merayakan kemerdekaan masih sebatas ritual dan prosedural. Kelompok besar masyarakat mulai ke tengah maka itulah kemerdekaan. Telah lahir kesadaran bahwa status quo ekonomi   adalah ganjalan yang memicu kesenjangan dan kepincangan penguasaan aset produktif.

Di hari kemerdekaan ini Indonesia perlu merumuskan visi digitalnya. Salah satu yang dapat dijadikan stategi dalam membangun visi digital adalah—meminjam istilah Anthony Giddens—dengan menempuh “jalan ketiga”. Pola pikir Anthony Giddens tentang  “jalan ketiga” merupakan alternatif untuk menutupi kelemahan demokrasi yang berkembang saat ini yang telah melahirkan kelompok kecil yang menguasai aktivitas perekonomian dunia dari hulu sampai ilir serta di sisi lain ketidakmampuannya mengangkat kelompok besar untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Jalan ketiga” menginspirasi pelaku ekonomi dari kalangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk merangsek ke tengah aktivitas pasar belum mengandung prinsip keadilan serta jauh dari  sempurna. “Jalan ketiga” dapat dijadikan pisau analisa untuk mendelegitimasi struktur pasar yang telah bersifat monopoly powers sebagai implikasi dari liberalisasi ekonomi.

Penguasaan teknologi informasi sebagai prasyarat memasuki era digital itu penting untuk ikut andil dalam proses delegitimasi struktur pasar yang bersifat monopoly powers mengingat komitmennya terhadap UKM sangat rendah. Monopoly powers kental dengan inefesiensi ekonomi berhadapan dengan ekonomi digital yang sangat efisien.  Jika dulu terjadi peningkatan dislokasi sosial di kota-kota besar yang menjadi tempat utama pelaku ekonomi kuat memburu keuntungan, kini ekonomi digital yang digerakkan masyarakat kecil pun mampu berkembang pesat di kota-kota besar. Dalam konteks ini, visi digital teori “Jalan Ketiga” adalah kemitraan antara negara dan masyarakat untuk membangkitkan perekonomian masyarakat secara luas. Giddens menegaskan (2000), “Third way politics has very wide purchase, since parties or goverments all over the world have to respond to the fact that the other two ways are no longer applicable.”

Maka visi era digital saat ini bukan berarti apriori terhadap kekuatan lama atau status quo, tapi lebih pada penciptaan peluang yang sama bagi seluruh masyarakat, pembukaan dan perluasan akses perekonomian dan politik bagi  masyarakat luas serta komitmen Pemerintah atau negara atas sikapnya yang menempatkan masyarakat sebagai mitra. Lantas dalam tataran aplikatif, model perekonomian seperti apa yang dapat dijalankan? Selanjutnya silakan didiskusikan. Merdeka!

*) Ketua PBNU; Dosen Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Amalan, Kajian, Khutbah RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock