Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Festival Pramuka

Tegal, RMI NU Tegal. Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon, Hubbul Wathon minal Iman, Wala Takun minal Hirman, Inhadlu Alal Wathon. Demikian penggalan lirik lagu Syubbanul Wathon yang menggema di arena Festival Pramuka 2017 dalam rangka HUT Ke-416 Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (5/5) di Taman Rakyat Slawi (Trasa).

Lagu yang dibawakan grup Hadroh Pramuka Pondok Pesantren MA Mahadut Tholabah Babakan Lebaksiu, Tegal itu mampu memukau para pengunjung yang memadati Taman Rakyat Slawi.

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Festival Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Festival Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Festival Pramuka

Selain, Syubbanul Wathon, beberapa lagu religi juga dibawakan yakni Sholawat Nabi dan Ya Rosululloh. "Mereka sudah terbiasa berlatih, baik di pesantren maupun di Madrasah," ujar Pembina MA Mahadut Tholabah Babakan, Dani Zakaria

Sekretaris Daerah Pemkab Tegal, dokter Widodo Joko Mulyono yang hadir tampak terpukau dengan ? penampilan Hadroh Pramuka.?

RMI NU Tegal

"Saya apresiasi Festival Pramuka ini, ada hadroh Pramuka. Ini menunjukan Pramuka juga bisa, tidak hanya berkemah saja," ungkapnya

Dia yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Tegal berharap, Festival Pramuka menjadi tradisi setiap tahun pada setiap HUT Kabupaten Tegal yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.?

"Gelaran ini juga sebagai alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka yaitu membentuk manusia yang berkarakter, berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila," tutur?

Ketua DKC Tegal, Septi Kusuma Putri selaku koordinator acara menambahkan, selain Hadroh Pramuka, ajang Festival Pramuka juga dimeriahkan serangkaian penampilan yakni Tari Mayong, Kreasi Kolone Tongkat, Deklamasi Puisi dan Senam MOP, Simulasi Bencana oleh Ubaloka Tegal, Tari Papua dan Demo Cuci Tangan. (Hasan/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Humor Islam, Kiai RMI NU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Jakarta, RMI NU Tegal. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) meminta kepada Lakpesdam sebagai salah satu lembaga PBNU untuk mengkaji kembali keberhasilan para kiai periode awal berdirinya NU dalam mengelola syirkah inan (koperasi NU) dan iuran syahriyah NU yang telah terbukti mampu menguatkan kemandirian NU saat itu.?

Hal ini disampaikan ketika memberikan tausiyah pada peringatan harlah ke-29 Lakpesdam NU di gedung PBNU lantai 8, Rabu 16 April 2014.?

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Minta Lakpesdam Kaji Keberhasilan Para Pendiri NU

Gus Mus mengutip Surat Attaubah yang menjadi dasar sikap dan cara hidup kiai-kiai NU ? “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat welas asih lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman”.(Q.S. al-Taubah, [9]:128).

RMI NU Tegal

Selain itu ia menambahkan, tugas Lakpesdam yang tidak kalah pentingnya dan mendesak dalam rangka memajukan dan menguatkan SDM NU adalah membuat database pengurus dan jamaah NU.?

“Dengan database SDM NU itu kita akan tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki NU,” lanjut Gus Mus.

RMI NU Tegal

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini juga mengisahkan hubungannya ketika Gus Dur masih jadi ‘gelandangan.’ Gus Mus ketika berkunjung ke Jakarta hampir pasti menginap di kontrakan Gus Dur yang suka pindah-pindah. Suatu ketika, kedua tokoh nasional ini berdiskusi sembari menikmati kopi dan kudapan malam.

“Gus, setelah tak pikir-pikir, NU ini kok kayak satpam aja yaa. Kalau ada kekisruhan, ketidakamanan, pemerintah atau pihak-pihak terkait selalu minta NU mengamankan keadaan. Lalu, setelah semua aman terkendali, si satpam ini kemudian kembali mojok sambil ngerokok,” kata Gus Mus kepada Gus Dur memulai diskusi.

Namun, lanjut Gus Mus, Gus Dur ya tetap Gus Dur. Selalu menjawab yang tidak pernah diduga sebelumnya. “Lho, sampeyan ini gimana to, Gus. Apa kurang mulianya jadi satpamnya Indonesia,” timpal Gus Dur seperti ditirukan Gus Mus.

Gus Mus pun mengaku langsung terdiam mendengar jawaban Gus Dur tersebut. Bagi Gus Mus, jika memang sudah merasa nyaman sebagai satpam maka NU jangan ngersulo (mengeluh). Disyukuri apa yang ada saja.

Putra KH Bisri Musthofa Rembang ini menambahkan, dirinya teringat akan ketokohan Rais Aam KH Mahfudh Shiddiq dan Ketua Umum PBNU KH A Wahid Hasyim yang mampu menjadi jembatan antara jama’ah dan jam’iyah NU. Lakpesdam diusianya yang ke-29 ini diharapkan meneladani kedua tokoh yang sudah berpulang keharibaan-Nya tersebut.

“Jadi, Lakpesdam harus jeli melihat posisi NU ini. Tugas utama Lakpesdam itu memberdayakan pengurusnya. Bagaimana mungkin menjadi seorang pemberdaya jika dirinya tidak berdaya sendiri. Fokus kajian saja,” tegas Gus Mus. (musthofa asrori/mukhlisin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kyai, Internasional RMI NU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Jakarta, RMI NU Tegal. Perpustakaan PBNU yang bertempat di Kantor PBNU Jakarta Pusat sedang mengarah pada program digitalisasi arsip-arsip NU. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi Perpustakaan PBNU.



Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Perihal itu disampaikan oleh Ketua Pengelola Perpustakaan PBNU Syatiri Ahmad kepada RMI NU Tegal di Ruang Perpustakaan PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

“Dalam proses digitalisasi, kita terutama mendahulukan arsip-arsip primer NU seperti hasil Muktamar NU, Munas NU, dan putusan-putusan lain produk NU,” ungkap Syatiri Ahmad yang tengah menghadapi tumpukan majalah lama NU.

Syatiri Ahmad menambahkan usia organisasi NU tidak lagi muda. Sementara banyak dokumen-dokumennya sudah rapuh. Kalau tidak memiliki dokumen itu dalam bentuk digital, perpustakaan ini berisiko akan kehilangan isi dokumen itu selamanya.

RMI NU Tegal

Kondisi fisik kebanyakan dokumen dan arsip NU itu sudah memperihatinkan. Kondisi demikian tidak memungkinkan bagi para pengunjung untuk mengakses fisik dokumen aslinya. Namun, dalam kondisi itu pengunjung masih tetap bisa mengakses dokumen itu dalam bentuk digital, tegas Syatiri Ahmad.

Syatiri Ahmad menyatakan selain mengawetkan dokumen lama NU, program digitalisasi juga memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mengakses dokumen yang sama tanpa harus menunggu antrean pengunjung lain.

RMI NU Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Jadwal Kajian RMI NU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

Yogyakarta, RMI NU Tegal. Mahasiswa berlatar belakang NU mendeklarasikan hadirnya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII), Sabtu (8/11). Mereka berinisiatif membentuk KMNU UII untuk mengorganisir mahasiswa NU di kampus UII.

"Sebelum ini, kami belum terorganisir sehingga mahasiswa NU di sini terkesan tidak ada," kata mahasiswa FH UII Mazdan Maftukha yang terpilih sebagai Ketua KMNU UII.

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

Pendirian KMNU UII ini berawal dari keinginan agar mahasiswa NU memiliki wadah yang terorganisir. Dengan wadah itu, mereka yang tersebar di sejumlah fakultas di UII dapat terlibat dalam gerakan dan kegiatan-kegiatan ke-NUan di UII.

RMI NU Tegal

Deklarasi berlangsung setelah ziarah ke makam Syekh Jumadil Kubro di Turgo dan KH Mufid Masud di Pandanaran. Dengan deklarasi tersebut, KMNU UII diharapkan ke depan menjadi wadah bagi para mahasiswa NU mengenalkan Islam yang ramah dan konsisten memperjuangkan nilai dan ajaran yang diwariskan kiai-kiai NU.

"Dengan penuh harapan, doa, motivasi juga semangat juang tinggi secara resmi dideklarasikannya KMNU UII. Semoga ini menjadi awal perjuangan yang baik di kampus para pejuang," ujar Mazdan.

RMI NU Tegal

Secara historis UII tidak dapat dipisahkan dengan NU. KH Wahid Hasyim sebagai salah satu bagian panitia Sembilan, merupakan salah satu pendiri Universitas Islam Indonesia. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Nahdlatul, Kiai RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama

Cirebon, RMI NU Tegal 

Pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang cakap dalam bidang agama, tetapi juga harus mampu menciptakan lulusan yang menguasai bidang keilmuan lainnya.

Hal tersebut disampaikan KH Adib Rofiuddin Izza, saat memberikan sambutan  atas nama ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren dalam malam puncak peringatan haul almarhumin sesepuh dan warga pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu (6/4) kemarin.

Kiai Adib:  Santri  Tak Hanya Cakap Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Adib: Santri Tak Hanya Cakap Agama

“Lulusan pesantren harus dapat menjadi sosok yang bermanfaat dan orang besar bagi negara, serta sebagai orang yang berpengaruh di Indonesia dalam bidang keilmuan apapun,” papar kiai yang juga Rais Syuriyah PBNU ini.

RMI NU Tegal

Kiai Adib menambahkan, pesan ini merupakan tanggapan dan respon positif atas lulusan pesantren yang mampu berkiprah dan bermanfaat bagi masyarakat melalui bidang-bidang yang lebih umum. Pesantren menyambut baik dan mendukung para lulusan yang telah menempati profesi strategis di luar bidang keagamaan, karena sosok profesional yang berbasis pesantren akan memiliki ciri khas berupa kejujuran, berakhlak, dan penuh keikhlasan.

RMI NU Tegal

“Seperti apa yang telah diwasiatkan oleh sesepuh Buntet Pesantren, bahwa penting bagi pesantren untuk tetap mengutamakan pendidikan akhlak, karena dengan akhlak para lulusan akan karimah (mulia, red), hingga kemudian mampu bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat sekitarnya,” tambahnya.

Di sela-sela para pengunjung yang memadati komplek pesantren dalam malam puncak peringatan haul tersebut, hadir pula beberapa lulusan pondok Buntet Pesantren seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI Helmy Faisal Zaini dan direktur Kantor Berita ANTARA Saeful Hadi Idham Cholid. Selain itu juga berkesempatan hadir KH Ali Musthofa Ya’qub, Rais Syuriah PBNU serta Al-Habib Muthohar dari Semarang untuk menyampaikan taushiyah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Warta, Hadits, Kiai RMI NU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

Jombang, RMI NU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar pembukaan diba’ kubro, Jumat (11/3). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Ketua PAC IPPNU Ngoro, Siti Mufarikhah mengungkapkan bahwa dalam kesempatan selanjutnya, kegiatan diba’ kubro akan diselenggarakan di masing-masing Pengurus Ranting (PR), Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan PKPTNU Ngoro.

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

“Agenda kegiatan rutin diba? kubro Jumat Kliwon PAC IPNU-IPNU yang mana akan ditempatkan di setiap ranting baik

PR, PK, PKPTNU Se-Kecamatan Ngoro,” katanya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Ia mengaku belakangan ini tak sedikit kelompok yang ajarannya menyimpang dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Mereka cenderung mencampur adukkan ajarannya ke dalam tradisi-tradisi ke-NU-an. “Menjaga tradisi NU yang sekarang ini sudah mulai terkikis karena aliran-aliran yang melenceng dengan ajaran Aswaja an-Nahdliyah,” ujarnya.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jombang,Abdul Rosyid berharap agar kegiatan diba’ kubro tersebut terus dimaksimalkan dalam setiap kesempatan yang sudahdijadwalkan. Ia juga mengimbau PAC IPNU-IPPNU Ngoro untuk mengoptimalkan kinerja PR dan PK. “PAC IPNU-IPPNU Ngoro hendaknya dapat mengoptimalkan PR maupun PK yang sudah terbentuk, dan terus menyemangati untuk mengadakan kegiatan-kegiatan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengajak pelajar NU tingkat ranting dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) Ngoro untuk istighosah bersama dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) IPNU-IPPNU. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ulama, Internasional RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pererat Antarbanom, Ansor dan Pagar Nusa Juwangi Latihan Bersama

Boyolali, RMI NU Tegal -

Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa merupakan dua banom di bawah Nahdlatul Ulama yang mayoritas diisi para anak muda.

Selain itu, yang menjadi kesamaan antara keduanya, yakni sama-sama dikenal sebagai benteng para ulama. Maka, perlulah untuk menjalin komunikasi serta kekompakan antar kedua banom tersebut.

Pererat Antarbanom, Ansor dan Pagar Nusa Juwangi Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pererat Antarbanom, Ansor dan Pagar Nusa Juwangi Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pererat Antarbanom, Ansor dan Pagar Nusa Juwangi Latihan Bersama

Hal ini pula yang menjadi latar belakang, diadakan kegiatan latihan bersama beladiri, antara PAC GP Ansor dan Pagar Nusa Kecamatan Juwangi, Boyolali. Jawa Tengah.

Secara rutin, mereka mengadakan kegiatan bersama, mulai dari bela diri hingga pengajian. “Khususnya di Desa Kalitlawah Juwangi, di sini ada acara rutinan pengajian lapanan pembacaan manaqib, yakni setiap Senin Wage atau malam Selasa Kliwon,” terang Sekretaris PAC Juwangi, Joko Susilo, Sabtu (7/1) lalu.

Joko menambahkan, banyak dari anggota Banser yang justru mendapat banyak ilmu pencak silat, dari para pendekar Pagar Nusa. Namun, ada pula yang hanya mengambil ilmu spiritualnya saja.

“Sebagian yang sudah berumur di atas 25 tahun dari anggota Banser, mengambil ilmu spiritual dari Pagar Nusa karena untuk gerakan silat sudah tidak memungkinkan,” kata dia.

RMI NU Tegal

Adanya kegiatan ini, lanjut Joko, sekaligus juga menjadi media untuk memperkenalkan banom NU kepada masyarakat. “Latihan yang diadakan, kita juga memfasilitasi peserta usia anak sekolah. Harapannya ya bisa memperkenalkan NU kepada mereka sedini mungkin,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Kiai RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Inilah Batasan Sabar

Di antara sifat yang paling mulia dan utama adalah sabar. Keutamaan sifat ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama. Menurut Al-Ghazali, setidaknya ada sekitar tujuh puluh lebih keterangan Al-Qur’an terkait sifat keutamaan sabar, anjuran sabar, dan ganjaran yang akan diperoleh orang yang senantiasa menjaga kesabaran.

Saking mulianya tabiat ini, tak heran bila kesabaran selalu diidentikkan dengan keimanan. Seperti yang dikatakan Sahabat Ali bin Abi Thalib RA, “Ketahuilah bahwa kaitan antara kesabaran dan keimanan adalah ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, secara langsung tubuhnya juga tidak akan berfungsi. Demikian pula dengan kesabaran. Apabila kesabaran sudah hilang, keimanan pun akan hilang.”

Inilah Batasan Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Batasan Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Batasan Sabar

Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menjelaskan bahwa kesabaran memiliki berbagai macam hukum. Tidak semua bentuk kesabaran yang dianggap baik dan mulia. Ada beberapa bentuk kesabaran yang malah dinilai tidak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sebenarnya harus tahu tempatnya supaya tidak terjebak pada kesabaran yang diharamkan. Al-Ghazali mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya, “Sabar dapat dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya: sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syariat adalah wajib. Sementara menahan diri dari yang makruh merupakan sabar sunah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang (haram) seperti menahan diri ketika disakiti. Misalnya orang yang dipotong tangannya, atau tangan anaknya sementara ia hanya berdiam saja. contoh lainnya, sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan cemburunya tetapi ia memilih tidak menampakkan rasa cemburunya. Begitu juga orang yang diam saat orang lain mengganggu keluarganya. Semua itu sabar yang diharamkan.”

Keterangan ini menunjukan bahwa dalam sabar ada tempatnya sendiri. Justru ketika ia bersabar malah terjebak dalam kesalahan dan keharaman. Seperti yang dicontohkan di atas, ketika melihat orang yang tertimpa musibah, maka sebaiknya kita langsung menolong orang tersebut, apalagi bila korbannya berada dalam kondisi darurat. Begitu pula ketika seorang istri yang diganggu orang lain. Sabar dalam kondisi ini termasuk sabar yang diharamkan berdasarkan penjelasan Al-Ghazali. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kajian Sunnah, Doa RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin”

Demak, RMI NU Tegal. Haul Agung ke-509 Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo memasuki acara puncaknya, Sabtu (5/4) kemarin dengan mengadakan tahlil akbar dan pengajian umum di depan Masjid Agung Demak sampai ke alun alun.

Hadir dan tampak di panggung kehormatan yang sangat besar dan megah itu Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo, Kakanwil Kemenag Jateng H Imam Khurmain, Wakil Bupati Demak H Dachirin Sa’id, Ketua DPRD Demak H Muchlasin Daenuri beserta Muspida, ketua MUI Demak KH Moh. Asyiq, puluhan habaib, ulama dan kiai.

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin” (Sumber Gambar : Nu Online)
Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin” (Sumber Gambar : Nu Online)

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin”

Dalam tausiyahnya KH Ahmad Khalwani menyampaikan sejarah dan keteladanan Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo sebagai raja Islam pertama di pulau Jawa dalam mengembangkan Agama Islam melalui kekuasaanya yang didampingi wali songo.

RMI NU Tegal

Kiai Khalwani menandaskan, Sultan Fattah dan Walisongo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa tidak menggunakan kekerasan dan paksaan namun dengan menggunakan adat kultur toleran dan kasih sayang. Ia menyebarkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, memberikan kedamaian untuk alam semesta. Karena itu dakwanya diterima umat yang pada waktu itu mayoritas beragama Hindu.

“Dalam mengajak rakyatnya, Raden Fattah tidak memakai tombak, keris, pedang apalagi bom, padahal beliau itu kan raja bisa saja pakai kekuasaannya untuk menekan rakyatnya, justru sebaliknya Sultan Fattah dengan telaten syiar dengan adat istiadat, akhirnya bisa diterima dan masuk Islam,” tuturnya

RMI NU Tegal

Lebih lanjut Kiai Khalwani mengimbau agar umat Islam berterimakasih kepada Sultan Fattah yang telah berhasil mengislamkan rakyatnya. Cara berterimakasih dapat diwujudkan dengan  melanjutkan perjuangannya dengan prinsip saling menghormati sesama, toleran dan didasari kasih sayang.

“Sultan Demak yang didampingi Walisongo ini mewarisi sifat Nabi Muhammad SAW, santun, sopan, tapi justru mengena di hati rakyatnya sehingga bersedia masuk Islam dan asultan pun menguasai tanah Jawa. Maka tidak ada alasan jika kita berziarah ke Raja Islam dan wali ini dikatakan bid’ah,” tegasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Habib RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan

Pringsewu, RMI NU Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Ridwan Syuaib mengatakan bahwa Allah SWT telah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling menjadi pasangan, sehingga tercipta ketenangan dalam hidup. Jadi ketika seseorang tidak memiliki pasangan maka bisa dipastikan kehidupannya tidak akan tenang.

Demikian dikatakannya saat memberikan mauidzah hasanah pada Walimatun Nikah Putra Bupati Pringsewu H Sujadi, Ahmad Zaini dengan Silmi Nurlaili ini, di Desa Gemah Ripah Pagelaran Pringsewu, Sabtu (30/12).

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Cinta, Modal Awal Kebahagiaan

Kiai yang akrab disapa Abah Ridwan ini lebih lanjut memberikan tips bagaimana hubungan yang terjadi antara suami dan istri dalam sebuah keluarga akan mengarah kepada sakinah mawaddah wa rahmah. Tips tersebut membutuhkan kerja sama masing-masing pasangan agar apa yang dicita-citakan bersama dapat tercapai.

"Dalam berumahtangga, setiap pasangan harus saling cinta. Karena cinta adalah modal awal dari bahtera rumah tangga," kata Abah Ridwan.

Selanjutnya Abah Ridwan mengatakan bahwa dalam membina rumah tangga, setiap pasangan harus saling membantu baik bantuan bersifat lahir maupun batin.

RMI NU Tegal

"Kalau suami repot, dibantu. Begitu juga saat istri repot, suami juga harus memberikan bantuan," katanya.

Jika muncul permasalahan dalam kehidupan bersama, maka suami dan istri harus saling bermusyawarah dengan baik agar permasalahan yang dihadapi tidak melebar serta dapat diselesaikan.

Pasangan suami istri juga harus saling menghargai pendapat masing-masing dan menjaga perasaan agar kebersamaan dapat tercipta dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Jikalaupun salah satu pasangan melakukan hal yang dinilai akan dapat menimbulkan masalah yang lebih besar, harus segera saling mengingatkan.

RMI NU Tegal

"Manusia tempatnya salah dan lupa. Mari ingatkan pasangan kita agar dapat menjaga rumah tangga dengan baik," ajaknya.

Saling memaafkan kesalahan serta saling berterimakasih atas kekompakan yang terbina, lanjutnya, akan menjadikan keluarga lebih harmonis dan jauh dari hal-hal negatif.

Hadir pada acara yang dilaksanakan di kediaman Mustasyar PCNU Pringsewu ini Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim, dan segenap ulama serta Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Fragmen RMI NU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri

Tasikmalaya, RMI NU Tegal - Upaya memperkokoh Akidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kemah santri yang digelar Forum Santri Muda Tasikmalaya di Lapangan Gunung Karikil Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Sabtu-Senin (17-19/12.

Kemah santri yang diikuti sekira 200 santri dari perwakilan pesantren di Kota Tasikmalaya diisi dengan pembekalan materi keaswajaan. Ketua Rizalul Ansor Kota Tasikmalaya Bubung Nizar Pamungkas menjadi pemateri.

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkokoh Aswaja, Forum Santri Muda Tasikmalaya Gelar Kemah Santri

Selain keaswajaan, para santri juga dibekali materi kepesantrenan, bela negara, dan kebangsaan.

RMI NU Tegal

"Alhamdulillah, untuk materi kepesantrenan kita hadirkan ketua MUI, dan untuk bela negara dari kodim serta kepolisian," kata Ketua Forum Santri Muda Tasikmalaya Ujang Hadad.

RMI NU Tegal

Menurut Ujang, kemah ini akan menjadi agenda rutin tahunan dalam rangka menyambut Maulid Nabi. Setiap tahunnya akan melibatkan peserta lebih banyak yang rencananya melibatkan santri perempuan juga.

"Kalau sekarang hanya santri laki-laki saja yang jadi peserta. Ke depan harus ada santriwati," ujarnya.

Kemah santri yang digelar sejak Sabtu (17/12) dan berakhir Senin (19/12) dibuka oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Achef Noor Mubarok, dan ditutup oleh Danramil Cibeureum sebagai tuan rumah acara. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, IMNU RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

PCI NU Luar Negeri Adakan Pertemuan di Mekah

Mekah, RMI NU Tegal
Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Luar Negeri? mengadakan pertemuan di Mekah, Senin, untuk membahas problematika pendidikan tinggi NU.

"Di forum ini seluruh delegasi sepakat untuk mengatasi problematika pengembangan pendidikan tinggi yang beridentitas? NU, mengedepankan profesionalitas, mengemban penegakkan moralitas yang berskala internasional," kata Ketua Panitia Pelaksana? Pertemuan ke-3 NU Luar Negeri Moh Badrussalam di Misfallah, Mekah, Arab Saudi, Senin.

Pembicara yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua Tanfidziyah PBNU Said Agil Siraj, sejumlah PCI NU Arab Saudi, Mesir, Sudan, Syria, Yaman, Irak, Maroko serta Inggris. Menurut dia, pertemuan itu bertujuan untuk melakukan konsolidasi antar PCI NU luar negeri dan? menyusun agenda strategis dalam rangka merealisasikan gagasan? pendirian universitas.

Agenda pertemuan ke-3 NU luar negeri bertema "Dari NU Untuk Bangsa : Menggagas Universitas Internasional Nahdlatul Ulama (UINU)" itu yakni mengevaluasi hasil pertemuan kader NU luar negeri di Mekah, Kairo dan Kuala Lumpur serta membahas rencana pertemuan NU luar negeri di London. Selain itu juga dimaksudkan untuk merangkum aspirasi kader NU luar negeri, membahas problematika dunia pendidikan tinggi di tanah air, dan merumuskan langkah-langkah yang diperlukan dalam pendirian UINU.

Peserta pertemuan terdiri atas personalia PBNU periode 2004-2009 yang menunaikan ibadah haji (1425 H), delegasi PCI dan Kader NU luar negeri,? pengurus dan kader NU dari tanah air yang menunaikan ibadah haji (1425 H), serta Pimpinan Pondok Pesantren NU.? (atr/cih)


?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai RMI NU Tegal

PCI NU Luar Negeri Adakan Pertemuan di Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Luar Negeri Adakan Pertemuan di Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Luar Negeri Adakan Pertemuan di Mekah

Minggu, 31 Desember 2017

Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai kekayaan yang melimpah akan bahan baku biomassa. Tanaman yang bisa tumbuh sepanjang tahun menjadikan Indonesia memiliki potensi besar akan sumber biomassa ini.

Di satu sisi persoalan energi yang pasti akan dihadapi oleh seluruh negara-negara di dunia adalah semakin menipisnya cadangan energi yang ada, tetapi di sisi lain terjadi peningkatan yang cukup signifikan akan konsumsi energi seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Sehingga perlu untuk segera dikembangkan energi dari sumber-sumber non konvensional, tidak hanya mengandalkan minyak, tetapi juga mulai memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan termasuk di dalamnya adalah biomassa.

Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren

Yang termasuk bahan-bahan biomasa meliputi kayu, limbah pertanian/perkebunan/hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga. Biomassa dikonversi menjadi energi dalam bentuk bahan bakar cair, gas, panas, dan listrik. Teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar padat, cair dan gas, antara lain teknologi pirolisis, esterifikasi, teknologi fermentasi, anaerobik digester (biogas). Dan teknologi konversi biomassa menjadi energi panas yang kemudian dapat diubah menjadi energi mekanis dan listrik, antara lain teknologi pembakaran dan gasifikasi. 

RMI NU Tegal

Nahdlatul Ulama sebagai lembaga ormas Islam yang cukup identik dengan kalangan santri dan pondok pesantren tentunya bisa mengambil peranan yang lebih signifikan dalam pengembangan teknologi pemanfaatan energi dari biomassa ini, khususnya teknologi gasifikasi. Banyaknya pondok pesantren yang umumnya berlokasi di daerah pedesaan dengan ratusan bahkan ribuan santrinya tentunya menjadi keuntungan tersendiri mengingat lokasinya yang berdekatan dengan sumber biomassa tersebut yang berada di pedesaan. 

Sumber-sumber biomassa yang sudah diketahui masyarakat secara luas seperti sekam dan jerami padi, ampas tebu, limbah gergajian kayu, dan masih banyak lagi berada sangat dekat dengan keberadaan pondok pesantren. Dengan memanfaatkan teknologi gasifikasi maka bisa dihasilkan listrik yang dapat mensuplai kebutuhan warga pondok pesantren, khususnya mungkin pondok pesantren yang belum mendapat pasokan listrik atau sudah mendapatkan listrik tetapi seringkali harus mengalami pemadaman. Bagi yang sudah cukup tersedia listrik, maka pemanfaatan termal untuk kebutuhan memasak sebagai pengganti kompor misalnya, juga bisa jadi alternatif yang cukup bermanfaat.

RMI NU Tegal

Pengertian dari gasifikasi sendiri adalah proses konversi secara termal bahan bakar padat seperti batubara dan biomassa menjadi bahan bakar gas. Pada proses gasifikasi ini, biomassa dibakar dengan udara terbatas, sehingga gas yang dihasilkan sebagian besar mengandung hidrogen, karbonmonoksida, dan metana. Gas-gas tersebut kemudian direaksikan lagi dengan oksigen (diperoleh dari udara) sehingga dihasilkan panas dari pembakaran tersebut. 

Keuntungan proses gasifikasi ini adalah dapat digunakannya biomassa yang mempunyai nilai kalor relatif rendah dan kadar air yang cukup tinggi. Efisiensi yang dapat dicapai dengan teknologi gasifikasi sekitar 30-40%, lebih tinggi dari teknologi pembakaran biasa. Beberapa metode gasifikasi telah dikembangkan seperti unggun tetap (fixed bed) dan fluidisasi (fluidized bed). Tipe unggun tetap ada dua jenis yaitu updraft dan downdraft. Pada tipe updraft aliran biomassa dari atas ke bawah sedangkan udaranya dari bawah ke atas, sedangkan tipe downdraft aliran biomassa dan udara dari atas ke bawah. Pada tipe fluidized bed ada dua jenis yaitu bubling fluidized bed (BFB) dan circulating fluidized bed (CFB). Beberapa faktor akan berpengaruh terhadap proses gasifikasi biomassa diantaranya: kandungan energi, kadar air, dimensi dan bentuk, distribusi dimensi, dan temperatur reaksi.

Salah satu desain kompor gasifikasi biomassa adalah tungku/kompor Belonio. Kompor jenis ini telah diadopsi dan dikembangkan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta. Kompor ini merupakan dari hasil rancangan Alexsis Belonio yang berkewarganegaraan Filipina. Kompor ini dapat menggunakan sekam padi sebagai bahan bakarnya. Kompor ini terdiri dari beberapa bagian yaitu burner, reaktor gasifikasi, penampung abu, dan blower/kipas.

Fungsi blower untuk mensuplai udara ke dalam reaktor. Proses gasifikasi terjadi di dalam reaktor, kemudian gas yang dihasilkan dibakar di burner. Pada bagian ini terdapat lubang-lubang udara sebagai suplai tambahan untuk proses pembakaran. Karena tidak semua sekam terbakar, artinya ada abu yang tersisa, maka pada bagian bawah diberi penampung abu. Lamanya kompor ini berkerja tergantung dari ukuran reaktor sebagai wadah bahan bakarnya. Hasil pembakaran dengan kompor ini relatif bersih dan apinya berwarna biru. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar lain seperti kayu, briket dan arang kayu juga memberikan hasil yang sama baiknya.

Nah sudah saatnya tungku-tungku semacam ini menggantikan tungku tradisional dan kompor yang menggunakan bahan bakar fosil, sehingga akan mengurangi ketergantungan kita pada energi yang tidak dapat diperbarui serta meminimalkan polusi yang dihasilkan dan tentunya memberikan dampak positif bagi kesehatan para penggunanya. Disamping itu, masyarakat kelas menengah ke atas pun dapat menggunakannya karena faktor kebersihan dan kesehatan. Jadi, paling tidak kita bisa ikut berperan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menyelamatkan generasi yang akan datang akan kelangkaan energi.

* Mochamad Syamsiro, Wakil Ketua Tanfidziyah PCI NU Jepang dan mahasiswa Doktoral di Tokyo Institute of Technology, Jepang

Foto: Skema pemanfaatan teknologi gasifikasi untuk menghasilkan listrik

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai RMI NU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Jombang, NU Online. Bertempat di Ruang Pertemuan Gus Dur, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, pada Kamis (07/03) dilangsungkan cek akhir pelaksanaan pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu untuk Menegakkan Ajaran Aswaja

Dalam kegiatan tersebut hadir seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang akan melaksanakan pembuatan Kartanu pada bulan Maret 2013, yaitu dari pengurus MWCNU Jombang Kota, Peterongan, Sumobito dan Kesamben.

Juga hadir Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Abd Nashir Fattah, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Isrofil Amar beserta jajarannya, serta dari utusan Pengurus Anak Cabang Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama.

RMI NU Tegal

Dalam kegiatan final checking tersebut dibicarakan tentang kesiapan masing-masing pengurus MWCNU, kendala yang dihadapi dan target yang akan dicapai. 

Misalnya MWC Jombang Kota menargetkan Kartanu sampai 20.000. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh ketua MWC Jombang Kota, Asyharunnur. "Untuk Jombang Kota, dari 20 Ranting, insya Allah menargetkan sampai 20.000", demikian kata pria yang akrab disapa pak Harun ini.

RMI NU Tegal

Sementara itu, Kiai Isrofil dalam arahannya saat memimpin rapat tersebut menyampaikan bahwa pembuatan Kartanu bukan untuk apa-apa, hanya untuk mencapai tujuan Nahdlatul Ulama, berjalannya ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah di Indoonesia. 

"Jadi dengan memiliki Kartanu berarati turut serta menegakkan ajaran Islam Ahlissunnah wal Jamaah di Indoensia", kata kiai Isrofil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Jombang akan memulai pengadaan Kartanu bagi warga NU di kabupaten Jombang mulai tang 10 Maret 2013. Program pengadaan Kartanu ini merupakan instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Pengurus-pengurus Cabang NU se Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Daerah, Kiai, Pesantren RMI NU Tegal

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, RMI NU Tegal - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

RMI NU Tegal

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

RMI NU Tegal

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Ulama RMI NU Tegal

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Program Kartanu secara nasional akan resmi digulirkan mulai 27 Juni mendatang.

“Alhamdulillah Senin 27 Juni besok cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU akan mulai kita berlakukan secara nasional,” terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU, Senin (13/6).

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Helmy mengaku optimis program ini akan berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, namun antusiasme warga NU di daerah dirasakan begitu besar.

“Target kami dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU berkartanu.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu. Bismillah mudah-mudahan,” harapnya.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di era Kementerian Indonesia Bersatu jilid II ini menjelaskan, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu.

Pertama, ungkap Helmy, Kartanu berfungsi sebagai kartu identitas warga NU. Kedua, Kartanu sekaligus berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ketiga, Kartanu sebagaimana tujuan awal yakni menjadi basis database warga NU.?

RMI NU Tegal

“Semua data demografis warga NU dari sini bisa diketahui. Mulai dari jenis-sektor pekerjaan, latar belakang pendidikan, induk organisasinya apa di NU, sampai jebolan pesantren mana dia berasal, semua bisa diketahui,” paparnya.

Manfaat keempat, lanjut Helmy, laiknya tabungan syari’ah pada umumnya, Kartanu juga bisa difungsikan sebagai tabungan Haji dan Umroh. Kelima, Kartanu bisa berfungsi sebagai alat pembayaran.

RMI NU Tegal

“Dengan aplikasi e-Kartanu yang sebentar lagi aplikasi sistemnya juga kita gulirkan, Kartanu kita nanti bisa digunakan untuk macam-macam transaksi. Misal bayar listrik, beli pulsa, beli tiket, dan lain-lainnya,” tambahnya.

Manfaat berikutnya, kata Helmy, warga NU pemegang Kartanu bisa mendapatkan fasilitas diskon di beberapa gerai belanja. Diskon yang sama bisa juga diperoleh saat berhubungan dengan PTNU dan RSNU di semua daerah.?

Ketujuh, Kartanu memiliki kelebihan lain yakni berfungsi sebagai asuransi. Apabila ada warga NU yang terkena musibah akan mendapatkan santunan.

Kartanu juga bisa menjadi sarana bisnis antar warga. Mirip dengan aplikasi jual-beli online pada umumnya. Dimungkinkan terbangun ruang jual-beli yang saling menguntungkan antar warga NU.

“Manfaat kesembilannya apa? Kartanu juga sekaligus available untuk tabungan masa depan. Kita siapkan ada Tazak (tabungan zakat), Takur (tabungan kurban), Tawaf (tabungan wakaf infaq dan sodaqoh), dan Kolam (kotak amal masjid dan musholla),” tuturnya. (Didik/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, Kiai RMI NU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung

Pati, RMI NU Tegal. Sebanyak 1600 orang memeriahkan Karnaval Gebyar Sultan Agung yang diselenggarakan setiap tahun, Sabtu (26/12). Mereka adalah para siswa lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam Sultan Agung (YPPISA), Sukolilo, Pati. Mereka terdiri atas siswa TK, MI, MTs, SMP, MA, dan SMK Sultan Agung.

“Kami sangat berterima kasih kepada anggota Banser yang sudah ikut mengawal dan menyukseskan acara Gebyar Sultan Agung,” kata Ketua Panitia Gebyar Sultan Agung Ahmad Mun’im.

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung

Ketua GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji mengatakan, karena banyak pengunjung yang menyaksikan Karnaval Gebyar Sultan Agung, anggota Banser disebar di titik-titik strategis guna lancarnya pawai.

RMI NU Tegal

Tepat pada 08.00 wib Karnaval Gebyar Sultan Agung dimulai dan dibuka langsung oleh Bupati Pati H Haryanto. Titik awal karnaval dimulai dari halaman YPPISA kemudian melewati jalan raya Pati-Purwodadi Km 27 dan berakhir di titik awal semula.

RMI NU Tegal

Gebyar Sultan Agung ini merupakan salah satu bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Siswa-siswi yang ikut Karnaval Gebyar Sultan Agung diharapkan dapat mengambil hikmah dan keteladanan dari akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga nanti terbentuk siswa yang berkarakter. (Moh Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Sunnah, Kiai RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah

Surabaya, RMI NU Tegal. Tidak terasa, perjalanan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan segera berakhir. Akhir Mei nanti, perhelatan Konferensi Wilayah NU Jatim akan digelar di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat Tulangan Sidoarjo.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar sangat menyadari bahwa kewibawaan NU sangat bergantung kepada sosok kiai atau ulama. Karena itu, yang memegang amanah di syuriyah hendaknya diisi oleh kiai yang memiliki wawasan dan pandangan yang jauh ke depan. ?

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah

Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini, khusus untuk PWNU Jatim ternyata kolektifitas antar ulama itu dapat terjalin dengan baik. “Banyak lahir keputusan yang justru dihasilkan dari permusyawarahan antar ulama tersebut,” katanya, di Surabya, Selasa (23/4).

RMI NU Tegal

Kiai Miftah, sapaan akrabnya masih mengingat peristiwa tahun 2008 ketika dirinya mendapat amanat sebagai rais syuriyah dan bersanding dengan H DR Ali Maschan Moesa sebagai ketua tanfidziyah. Dalam perjalanannya, Ali Maschan akhirnya maju sebagai calon wakil gubernur Jatim. “Saat itu wibawa ulama sangat ditunggu, apakah memiliki ketegasan atau malah larut dengan kehendak ketua,” kenangnya.

RMI NU Tegal

Dan lewat pertimbangan sejumlah ulama yang terhimpun dalam kepengurusan syuriyah, akhirnya keputusan diambil yakni menganggap ketua tanfidziyah “berhalangan tetap” sehingga harus diganti. Dan tidak berlangsung lama, akhirnya dilakukan Konferwil dan tetap mendaulat Kiai Miftah sebagai rais dan KH M Hasan Mutawakkil Alallah sebagai ketua.

Bagi Kiai Miftah, pengalaman ini menjadi pelajaran sangat berharga agar dalam perjalanannya. NU harus tetap menjadikan ulama sebagai penentu keputusan bagi jalannya organisasi. “Karena itu, dibutuhkan kolektifitas kepemimpinan sehingga keputusannya tidak merugikan bagi jam’iyah,” tandasnya.

Intensitas komunikasi menjadi harga mati agar sejumlah permasalahan organisasi atau umat dapat dicarikan solusi yang tepat. “Karena itu saya sangat dibantu sejumlah ulama dan kawan aktifis organisasi yang mendukung kolektifitas tersebut,” tandasnya.?

Kiai Miftah berharap kolektifitas dan kewibawaan ulama yang selama ini menjadi ciri khas di PWNU Jatim dapat dipertahankan. “Bila memungkinkan dapat dinaikkan kualitas dan intensitasnya,” harapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Kiai, Doa RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Peserta Konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo melakukan kunjungan untuk menjalin komunikasi dengan KH Said Aqil Siroj.

Seusai pertemuan yang berlangsung menjelang maghrib, ia menyampaikan hasil perolehan suara Partai Demokrat di kantong-kantong NU yang turun pada pemilu 2014 ini, berbeda dengan tahun 2009.

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara Demokrat di Kantong NU Turun, Pramono Edhie Kunjungi PBNU

“Kiai Said Aqil memberi banyak saran dan masukan. diantaranya komunikasi partai dengan warga NU harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” katanya.

RMI NU Tegal

Ia menjelaskan, kunjungannya kali ini bukan untuk meminta dukungan agar terpilih sebagai capres dalam konvensi partai yang akan segera diputuskan pemenangnya.

RMI NU Tegal

Ruhut Sitompul ikut dalam kunjungan tersebut, Kiai Said dan Pramono sudah saling kenal ketika umroh bareng zaman kepresidenan Megawati, saat anak dari Sarwo Edhi ini menjabat sebagai ajuan presiden. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kyai RMI NU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Jakarta, RMI NU Tegal. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit untuk penentu awal bulan Sya’ban 1435 H yang diselenggarakan pada Kamis (29/5) petang kemarin bertepatan dengan 29 Rajab 1435 H telah dinyatakan berhasil, sesuai dengan prediksi (hisab) dalam almanak NU.

Lajnah Falakiyah PBNU mengikhbarkan, hilal awal Sya’ban telah berhasil di lihat di beberapa titik rukyat antara lain di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik oleh Ust H M Inwanuddin, KH A Asyhar Sofwan, dan Ust Khusnul Khoatim.? Di Basmol Basmol Jakarta Barat, hilal disaksikan oleh Ust Abdul Hadi, Ust H Zawawi, dan H Syaroni.

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Di lokasi rukyat Season City Jakarta, hilal disaksikan oleh Ust Rusli Arsyad MM, KH Ahmad Rohimin,? KH Khudrin Hasbulah, dan KH Ahmad Hariri. Sementara di Pelabuhan Ratu hilal disaksikan oleh KH Yahya dan tim Lajnah Falakiyah PBNU .

RMI NU Tegal

“Dengan demikian awal Syaban 1435 H jatuh pada Jum’at 30 Mei 2014, dimulai malam Jum’at ini atas dasar rukyah yang diselenggarakan LFNU petang ini di beberapa lokasi rukyat tersebut,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri melalui SMS yang diterima RMI NU Tegal beberapa saat setelah pelaksanaan rukyat.

Hasil rukyat ini sesuai dengan data dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk markaz Jakarta. Ijtima’ telah terjadi pada pukul 01.38 WIB pada hari pelaksanaan rukyat. Sementara ketinggian hilal sudah mencapai lebih dari 7 derajat dan berada di atas ufuk cukup lama selama 31 menit 52 detik sehingga memudahkan proses rukyat.

RMI NU Tegal

Data hisab ini berbeda untuk penentuan awal Ramadhan 1435 H nanti. Ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada pukul 15.07 atau umur hilal hanya sekitar tiga jam dari waktu tenggelam matahari, 29 Sya’ban. Sementara Ketinggian hilal hanya 0 derajat 25 menit di atas ufuk.

Dalam posisi seperti itu hilal dinyatakan belum imkanur rukyat atau tidak mungkin dilihat. Namun pihak yang menggunakan kriteria wujudul hilal seperti Muhammadiyah, yakni asal sudah terjadi ijtima’ sebelum tenggelam matahari, dan hilal sudah di atas ufuk bisa saja menetapkan awal bulan lebih dulu karena tanpa menyaratkan harus melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Sejarah, Doa RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock