Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Jakarta, RMI NU Tegal. Prosesi pelantikan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan dan Pimpinan Pusat Ikatan Palajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) 2012-2015 berlangsung khidmat, Senin (18/3) malam. Perhelatan tersebut cukup semarak dengan pertunjukkan tari Saman.

Tarian adat dari suku Gayo di Aceh ini diperagakan oleh 11 santriwati Pondok Pesantren an-Nahdlah Depok Jawa Barat. Ketangkasan gerak dan nyanyian tradisional disambut tepuk tangan meriah dari ratusan tamu undangan yang memenuhi? Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya 162, Jakarta Pusat.

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tari Saman Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU

Tari Saman di Aceh, menurut beberapa literatur, didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali, 24 November 2011

RMI NU Tegal

Tari Saman dalam pelantikan ini disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, utusan? Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan sejumlah mantan pengurus dan ketua umum IPNU dan IPPNU.

RMI NU Tegal

Dalam sambutannya, Kang Said menekankan perlunya berpijak pada jati diri bangsa. Masyarakat Indonesia harus merawat khasanah kebudayaannya termasuk menjaga persaudaraan kebangsaannya (ukhuwah wathaniyah).

Man laisa lahu ardl laisa lahu tarikh, man laisa lahu tarikh laisa lahu dzakirah. Barang siapa tidak memiliki tanah air maka ia tak punya sejarah. Barang siapa yang tak punya sejarah maka tak punya karakter,” katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Tokoh, Khutbah, Nahdlatul RMI NU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Pringsewu, RMI NU Tegal. Pada tahun 2018 kali ini, Hari Lahir NU ke 92 yang jatuh pada Rabu (31/1) bersamaan dengan terjadinya fenomena alam Gerhana Bulan Total. Momen ini disambut antusias oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu dengan rencana menggelar kegiatan Harlah yang dibarengkan dengan Kegiatan Shalat Khusuful Qomar berjamaah di Komplek Gedung NU Pringsewu..

"Rangkaian kegiatan akan dimulai Shalat maghrib Berjamaah dilanjutkan dengan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan) dan Khutbah Shalat Khusuf. Setelah itu kita lanjutkan dengan Shalat Isya Berjamaah, Istighotsah dan Mauidzatul Hasanah dari beberapa Ulama Kabupaten Pringsewu," demikian jelas Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim, Rabu (24/1) malam saat mengadakan pertemuan persiapan kegiatan tersebut di Rumah Makan Abah Anwar Pringsewu.

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Dalam kegiatan Harlah lanjutnya juga akan diekspos program-program kegiatan yang akan dilakukan oleh PCNU Pringsewu  tahun 2018 kepada seluruh pengurus dan warga NU. Program-program tersebut jelasnya merupakan realisasi dari keputusan yang sudah diambil pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Pringsewu.

"Diantara kegiatan yang pada tahun ini akan dimaksimalkan oleh PCNU Pringsewu adalah program kaderisasi dengan melaksanakan Diklat Kaderisasi yang direncanakan akan digelar pada April 2018 mendatang," jelas Pria yang akrab disapa Mas Taufik ini.

Terkait pengkaderan ini, Mas Taufik mengatakan bahwa ikhtiyar ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kader-kader NU Pringsewu yang akan berkiprah mengurusi NU. Pengkaderan juga merupakan amanat AD/ART NU Bab XIII Pasal 39 ayat 4-7 yang menyebutkan bahwa syarat untuk menjadi pengurus NU harus sudah mengikuti pendidikan kader atau kaderisasi yang dibuktikan dengan sertifikat kader NU.

RMI NU Tegal

"Kita optimis nantinya akan bermunculan kader-kader NU yang akan meneruskan tongkat estafet kepengurusan Jamiyyah NU di Pringsewu melalui upaya-upaya yang terukur dan terstruktur melalui pengkaderan ini," katanya.

RMI NU Tegal

Apalagi diera teknologi dan informasi tanpa batas sekarang ini tambahnya, peningkatan kualitas pengurus menjadi sebuah keharusan. Saat ini menurutnya sudah terjadi perang ideologi baik terhadap radikalisme maupun sekularisme. Disamping matang organisasi, pengurus juga harus kuat secara ideologi dan peka terhadap perkembangan arus informasi khususnya faham-faham yang menyebarkan perpecahan.

"Kaderisasi menjadi jawaban atas fenomena ini. Dan PCNU Pringsewu akan mengintensifkannya pada tahun 2018 ini. Mohon doa dan dukungan agar program 2018 PCNU Pringsewu dapat berjalan sesuai dengan target dan membawa kemaslahatan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Khutbah RMI NU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Bangga Menjadi NU secara Substantif

Majalah Risalah Nahdlatul Ulama (NU) terbaru Edisi 63/Tahun X/1437 H/Agustus 2016 telah terbit. Salah satu media cetak NU yang digawangi oleh Faishal Helmy ini mengangkat topik utama Ayo Bangga Menjadi NU. Dengan latar sampul berwarna hitam dan logo NU yang terpampang gagah di dada seseorang, Majalah Risalah mengulik liputan utama tentang peluncuran Kartanu sebagai wujud bangga ber-NU.

Bangga memiliki sekaligus menjadi NU ini bukan tanpa alasan, karena NU selama ini mampu mewujudkan kehidupan harmonis di tengah keberagaman Indonesia. NU juga memiliki komitmen terhadap keutuhan bangsa dan negara sehingga jika ada orang maupun kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa, NU bersama warga dan seluruh perangkat organisasinya selalu setia di garda terdepan membela NKRI.

Bangga menjadi NU secara substantif tersebut diamini oleh Pemimpin Redaksi Majalah Risalah Faishal Helmy dalam pengantar redaksinya. Menurutnya, keberkahan menjadi warga NU bukan hanya ketika seseorang hidup, tetapi juga setelah meninggal dunia. Sebab doa, tahlil, yasin, dan kiriman Al-Fatihah terus mengalir mengiringi kepergian seseorang ke alam baqa.

Bangga Menjadi NU secara Substantif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangga Menjadi NU secara Substantif (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangga Menjadi NU secara Substantif

“Ketika hidup, warga NU akan mendapatkan pergaulan yang dirahmati. Sedangkan ketika wafat ia akan mendapat perhatian doa yang selalu dipanjatkan oleh warga NU. Bahkan ketika melewati kuburnya, warga NU akan menyampaikan salam dan mengrim Fatihah,” urai Helmy.

Terkait dengan kepemilikan Kartu Anggota NU (Kartanu) oleh warga NU, itu hanya salah satu langkah praktis bagi Jam’iyah agar data atau jumlah warga NU secara kuantitatif yang konon mencapai 91 juta jiwa lebih terdokumentasi dengan baik. Sehingga ketika ada yang bertanya tengang jumlah warga NU, para pengurus dapat menunjukkan data riil-nya.

PBNU telah meluncurkan Kartanu ini pada 27 Juni 2016 lalu di halaman Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Secara teknis, PBNU menggandeng Bank Mandiri untuk pengadaan sehingga kartu ini bukan hanya kartu statis, tetapi dinamis karena memiliki beragam manfaat yang dapat diperoleh warga NU.

RMI NU Tegal

Namun demikian, Kartanu hanya instrumen untuk merealisasikan jumlah warga NU. Tetapi melalui Kartanu ini, warga NU pada intinya diajak agar selalu berbangga menjadi NU seutuhnya. Bangga ini bisa diwujudkan melalui berbagai cara, kiprah, maupun prestasi dengan tetap berpegang teguh pada tali Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah seperti yang digariskan oleh para pendiri NU.

Seperti pada terbitan sebelumnya, Majalah Risalah masih konsisten dengan rubrik-rubrik ke-NU-an yang disajikan dengan segar agar masyarakat mendapatkan ilmu, wacana, dan informasi yang holistik. Pada terbitan baru ini, Risalah juga mengulas tentang perhelatan Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat pada 23-25 Juli 2016 lalu. Agar pembaca dapat mengakses informasi Pleno dengan lengkap, Risalah secara khusus menyajikan hasil-hasil Rapat Pleno PBNU yang dihasilkan oleh Komisi Organisasi, Program, dan Rekomendasi Bahtsul Masail.

RMI NU Tegal

Selengkapnya, pembaca dapat mengakses seluruh informasi Majalah setebal 66 halaman ini dengan memilikinya. Ada banyak tulisan bergizi yang dapat dilahap antara lain: jihad NU melawan korupsi, kisah Mbah Hasyim Asy’ari yang tersaji di rubrik Nusiana, profil Ketua LTN PBNU Juri Ardiantoro yang kini terpilih menjadi Ketua KPU RI, tentang dinamika Kudeta di Turki, sajian tentang makam-makam keramat dan bersejarah yang ada di DKI Jakarta, serta tulisan-tulisan menarik lain. Selamat membaca! (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, AlaSantri, Berita RMI NU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

Yogyakarta, RMI NU Tegal. Mahasiswa berlatar belakang NU mendeklarasikan hadirnya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII), Sabtu (8/11). Mereka berinisiatif membentuk KMNU UII untuk mengorganisir mahasiswa NU di kampus UII.

"Sebelum ini, kami belum terorganisir sehingga mahasiswa NU di sini terkesan tidak ada," kata mahasiswa FH UII Mazdan Maftukha yang terpilih sebagai Ketua KMNU UII.

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

Pendirian KMNU UII ini berawal dari keinginan agar mahasiswa NU memiliki wadah yang terorganisir. Dengan wadah itu, mereka yang tersebar di sejumlah fakultas di UII dapat terlibat dalam gerakan dan kegiatan-kegiatan ke-NUan di UII.

RMI NU Tegal

Deklarasi berlangsung setelah ziarah ke makam Syekh Jumadil Kubro di Turgo dan KH Mufid Masud di Pandanaran. Dengan deklarasi tersebut, KMNU UII diharapkan ke depan menjadi wadah bagi para mahasiswa NU mengenalkan Islam yang ramah dan konsisten memperjuangkan nilai dan ajaran yang diwariskan kiai-kiai NU.

"Dengan penuh harapan, doa, motivasi juga semangat juang tinggi secara resmi dideklarasikannya KMNU UII. Semoga ini menjadi awal perjuangan yang baik di kampus para pejuang," ujar Mazdan.

RMI NU Tegal

Secara historis UII tidak dapat dipisahkan dengan NU. KH Wahid Hasyim sebagai salah satu bagian panitia Sembilan, merupakan salah satu pendiri Universitas Islam Indonesia. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Nahdlatul, Kiai RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Na’im:

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.”

Hadits tersebut setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:

Pertama, orang-orang miskin harus selalu hati-hati atau waspada terhadap kemiskinannya. Hal ini disebabkan keadaannya yang serba kekurangan dapat menggodanya untuk melakukan kemaksiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam masyarakat, bisa saja terjadi seorang suami yang miskin melakukan perampokan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.?

RMI NU Tegal

Bisa pula terjadi, seorang ibu yang miskin karena tekanan ekonomi menjual diri demi menghidupi anak-anaknya. Demikian pula seorang pemuda yang miskin, bisa saja nekat melakukan pencurian karena didorong keinginannya untuk meniru gaya hidup teman-temannya yang anak orang kaya.

Ada banyak orang miskin yang karena ketidakberdayaannya secara ekonomi tidak pernah mengenal Tuhan. Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk shalat sebagaimana mereka tidak pernah berpuasa. Banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain karena adanya bantuan-bantuan ekonomi yang mampu menyejahterakan hidupnya.?

Mengingat beratnya godaan-godaan yang dialami orang-orang miskin, maka mereka harus pandai-pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. Dengan sikap seperti ini orang-orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan-godaan yang bisa menggoyahkan imannya.?

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan kata lain, orang-orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan guna melindungi imannya dari rongrongan-rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa memurtadkannya.?

Namun bagi orang-orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarga yang terdiri dari kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan meminta-minta.?

Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorognya kepada kekufuran, baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT.?

Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan. Zakat dan sedekah ini memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni memeratakan kesejahteraan sosial dan terjalinnya hubungan yang baik antara orang kaya dengan orang miskin.?

Hubungan baik seperti itu tentu saja sangat penting sebab bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika orang-orang miskin setiap hari merencanakan dan melakukan pencurian atau perampokan kepada orang-orang kaya karena desakan ekonomi. Hal seperti ini bisa sangat meresahkan mereka yang kaya. Mereka akan selalu hidup dalam kecemasan karena tidak hanya harta mereka yang terancam tetapi juga jiwa mereka. Bukankah sering kita dengar perampokan disertai pembunuhan?

Dalam kaitan ini ada nasihat bijak yang berbunyi “Pagar mangkuk itu lebih baik daripada pagar berduri.” Maksudnya pendekatan sosial seringkali lebih efektif daripada pendekatan yang mengutamakan kekuatan fisik. Sekali lagi dalam kaitan inilah, Islam menekankan kepada orang kaya untuk senantiasa mengeluarkan zakat, baik zakat mal dan zakat fitrah, maupun sedekah yang diberikan kepada orang-orang miskin, baik mereka meminta maupun menahan diri untuk tidak memintanya.?

Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengingatkan kepada kita bahwa orang yang kaya harta bisa saja ia sesugguhnya adalah orang miskin disebabkan karena lemahnya jiwa atau iman. Orang seperti ini disebut orang miskin spiritual. Miskin spiritual bisa sama bahayanya dengan miskin material. Tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya enggan mengeluarkan zakat dan sedekahnya karena jiwa atau hatinya memang miskin. Mereka sesungguhya telah kufur atau ingkar dari perintah Allah.?

Selain itu, tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya melakukan kecurangan dalam berbisnis atau setoran pajak demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ini adalah keserakahan yang menunjukkan kemiskinan spiritual. Juga, tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang secara material sudah kaya raya, tetapi mereka melakukan korupsi besar-besaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Orang-orang seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang miskin. Mereka miskin bukan karena kekurangan harta benda duniawi tetapi kurangnya iman kepada Allah SWT.?

Dengan melihat fakta-fakta sosial di atas, hadits Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan di awal sesungguhnya tidak hanya dimaksudkan untuk mengingatkan mereka orang-orang miskin material tetapi juga mereka yang miskin secara spiritual. Keduanya bisa kufur atau ingkar dari apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Tentu lebih berbahaya lagi ketika seseorang mengalami kemiskinan material sekaligus kemiskinan spiritual. Na’udzubillah min dzalik.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, News RMI NU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah

Banda Aceh, RMI NU Tegal. Rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh yang terdiri dari beberapa pengurus dan panitia Konferwil XIII NU Aceh, Jumat (10/4), mengadakan kunjungan silaturahmi dengan Gubernur Aceh H ? Zaini Abdullah. Pada kesempatan ini, pengurus NU mengundang gubernur untuk berkenan hadir memberikan sambutan pembukaan konferwil NU Aceh.

“Kami meminta Gubernur Aceh untuk bersedia membuka dan memberi arahan pada pembukaan Konferwil XIII NU Aceh pada 17 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh,” kata Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali.

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Silaturrahmi Dengan Gubernur Serambi Mekah

Menurut Tgk H Faisal Ali, Konferwil ? ini rencananya akan dihadiri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H Marwan Jafar, dan ditutup oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri pada 19 April 2015 di tempat yang sama.

RMI NU Tegal

Rombongan ini memuat antara lain Kepala BPK Perwakilan Aceh Maman Abdurrachman, Tgk H Abdullah Basyah, Katib Syuriyah PWNU Tgk Asnawi M Amin, Sekretaris PWNU Aceh Tgk T Adli Almaddany, Wakil Rais Syuriyah PWNU Aceh Tgk Akmal ? Abzal. (Indra/Alhafiz k)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Jakarta, RMI NU Tegal. Sebagai seorang Nahdliyin tulen, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud, memiliki impian tersendiri bagi kaum muda NU. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM NU mutlak diperjuangkan.

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Ia mendorong kaum muda NU agar sukses pendidikannya, baik yang diselenggarakan di lingkungan NU maupun via pendidikan umum. “Gelar dan kualitas harus menjadi jihad kita bersama,” ujar Mas’ud kepada RMI NU Tegal melalui telepon seluler, Selasa (31/1) malam.

Dorongan kepada kaum muda tersebut, lanjut Mas’ud, diwujudkan dalam sejumlah program berkelanjutan. Untuk kegiatan insidental, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak, misalnya PCINU Kairo.

“Secara tidak langsung, ini bagian dari upaya peningkatan SDM tersebut. Minimal affirmative action terhadap upaya-upaya pengembangan mereka,” kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini.

RMI NU Tegal

Mas’ud menambahkan, NU sebagai umat mayoritas di negeri ini tidak bisa dipungkiri. Namun, SDM NU yang berkualitas masih membutuhkan upaya kita bersama. Jamaah NU yang berkualitas dalam berbagai bidang merupakan indikator majunya bangsa ini.

“Kita merindukan dan mendoakan lahirnya generasi muda NU di negeri ini yang berada di garda terdepan dalam dunia akademis, birokrasi, legislatif, serta sentra-sentra yang memerlukan profesionalisme tinggi,” harapnya. ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagi doktor jebolan UCLA Amerika ini, upaya meningkatkan kualitas SDM kaum muda tersebut salah satunya melalui pembinaan secara langsung di birokrasi, baik tenaga struktural maupun fungsional. “Kebetulan saya menangani peneliti dan widyaiswara atau pelatih. Saya bersyukur masih sempat berinteraksi sekaligus membimbing mahasiswa pascasarjana baik S2 maupun S3,” ungkapnya.

Menurut pria asal Kudus ini, ada dua kata kunci untuk pemuda NU kita sekarang dan ke depan, information and knowledge. Dengan Aswaja di dada setiap generasi muda NU, mereka harus tertantang penguasaan dua keywords tersebut.

“Sebagai contoh, putri kami yang baru kelas 3 aliyah di MAN IC nilai IELTS-nya sudah 7. Penguasaan Bahasa Jepang-nya juga terus ia tingkatkan karena ingin kuliah di negara tersebut dengan tetap bertekat menghafal Quran juga. Mohon doanya,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam RMI NU Tegal

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN

Medan, RMI NU Tegal. Kesebelasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arafah Raya FC menjadi duta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Seri Nusantara yang akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, September mendatang.?

Darul Arafah dipastikan menjadi duta Sumut setelah membantai Ponpes Musthafawiyah Purbabaru, Mandailing Natal (Madina) 6-0, di Stadion Mini Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Senin (29/8) sore.

Darul Arafah dan Musthafawiyah berebut tiket ke LSN Seri Nasional setelah keduanya sama-sama menjadi juara di zona masing-masing pada LSN Regional Sumatera III. Darul Arafah juara di zona I (Medan-Deli Serdang) dan Musthafawiyah juara di zona II (Mandailing Natal).

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN

Dalam pertandingan yang disaksikan tiga ribuan penonton itu, Darul Arafah yang bermarkas di Lau Bakeri, Deli Serdang, sudah unggul di menit keenam melalui tendangan voli A Asyakir Utomo dari luar kotak pinalti. Kiper Musthafawiyah Jamiluddin yang berpostur pendek tak mampu menjangkau bola yang mengarah ke gawangnya.

Setelah gol itu, Musthafawiyah mencoba mengejar ketertinggalannya. Sayangnya, akibat kurangnya kerja sama tim, serangan yang mereka bangun dengan mudah dipatahkan Darul Arafah. Malah, di menit ke 29 Musthafawiyah kembali kebobolan lewat tendangan menyusur tanah Aswadan Mentari.

RMI NU Tegal

Terjadinya gol kedua itu, akibat pemain belakang Musthafawiyah yang dikomandani Diki Wahyudi Nasution tak mampu menendang bola dengan sempurna, sehingga bola jatuh ke kaki lawan yang akhirnya berbuah gol. Hingga 35 menit babak pertama berakhir, kedudukan tetap 2-0.

Pada babak kedua, Darul Arafah yang unggul dalam fisik dan teknik, kembali menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke 42, Aswadan Mentari kembali menambah keunggulan timnya menjadi 3-0.

Setelah gol itu, praktis Darul Arafah menguasai pertandingan. Pada menit ke-57, M Huzaifi membobol kembali gawang Jamiluddin. Selanjutnya, pada menit ke-60 dan 70, striker Aulia Rahman menambah dua gol lagi bagi timnya.?

Hingga wasit Huseini meniup pluit panjang babak kedua, Darul Arafah unggul telak 6-0 atas Musthafawiyah. Mereka pun berhak menjadi duta Sumut ke LSN Seri Nasional 2016.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Sekretaris Umum KONI Sumut Chairul Azmi, Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Sumut H Afifuddin Lubis, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III Ance Selian, Koordinator Kali Ahmad Harahap, dan Ketua Panitia Alihot Ucok SInaga, secara resmi menutup LSN Regional Sumatera III yang sudah berlangsung sejak 21 Agustus lalu itu.

RMI NU Tegal

?

Erry menyatakan, Pemprovsu mendukung penyelenggaraan LSN guna mencari bibit-bibit pemain sepakbola berbakat dari lingkungan pesantren. "Ke depan Pemprovsu akan menganggarkan Liga Santri pada APPBD Sumut," kata Erry.

?

Sementara itu, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III, Ance Selian, mengatakan, Darul Arafah sebagai juara Regional Sumatera III akan menjadi utusan Sumut ke LSN Seri Nasional. Babak penyisihan akan digelar di Surakarta September mendatang.

"Sumut akan bergabung di grup B bersama Jatim III, Jateng II dan Kaltim I. Jika lolos di babak penyisihan, Sumut akan bertanding di babak final yang akan digelar Oktober mendatang di Banten," kata Ance yang juga Ketua DPW PKB Sumut. (Red-Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Doa RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Pamekasan, RMI NU Tegal - Para pengurus dan anggota Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) tampak memadati masjid jamik Agung Asy-Syuhada Kabupaten Pamekasan, Kamis (21/12) malam pukul 20.00-22.00 WIB. Bersama remaja masjid (remas) setempat, mereka melakukan gerak batin sebagai wujud kepedulian terhadap umat Palestina yang sedang ditindas Israel.

Isi gerak batin meliputi membaca hizib nashor 21 kali tiap jamaah dan membaca shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali yang dipimpin Kiai Fudail Thibyan. Sementara doa bersama dipandu oleh KH Idris Hamid.

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Ketua Pimpinan Wilayah IASS Pamekasan Abd Mujib Tibyan menegaskan, umat Islam khususnya kaum santri harus pro-aktif dalam membantu Palestina. Jika tidak memungkinkan hadir langsung membantu secara fisik atau material, bisa dengan cara immaterial.

RMI NU Tegal

"Gerakan batin dengan membaca hizib dan shalawat Nariyah ini bagian dari ijtihad membantu Palestina. Semoga saudara-saudara kita di Palestina mendapatkan pembebasan dalam waktu dekat," tegas Mujib.

Wakil Ketua IASS KH Idris Hamid menegaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tiada lain untuk sama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Palestina.

"Kita wajib berbuat bila ada sesaudara kita tertindas. Minimal dengan mendoakannya," terang Pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan tersebut.

RMI NU Tegal

Ketua Remas Agung Asy-Syuhada Muhammad Nadir yang turut hadir mengucapkan terima kasih kepada IASS Pamekasan. Sebab, alumni santri Sidogiri telah mau melibatkan remas dan menjadikan masjid agung Asy-Syuhada sebagai tempat kegiatan gerak batin.

Ia berharap “Semoga saudara-saudara kita di Palestina lekas mendapatkan kebebasan.” (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pahlawan, Fragmen RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Jakarta, RMI NU Tegal - Beberapa hari terakhir santer pemberitaan terkait rencana aksi sebagian kecil umat Islam yang mengklaim diri sebagai alumni aksi 212. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin adalah salah satu pihak yang menilai bahwa aksi-aksi tersebut justru berpotensi menciptakan kegaduhan.

Jumat yang bertepatan dengan aksi 299, Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini alih-alih memberikan atensi terkait aksi, justru memilih mengikuti Panen Raya Jagung Musim Kemarau 2017 di Desa Kendali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Menempuh medan yang tak selalu mulus, cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini membiarkan tangan halusnya tergores tajamnya daun dan batang jagung.

RMI NU Tegal

Kiai Maruf mengapresiasi langkah Pemkab Lamongan, Asosiasi Tani Nelayan Andalan, juga Asosiasi Petani Jagung Indonesia bersama-sama para petani di Lamongan yang mampu meningkatkan hasil jagung mereka hingga 300 persen bila dibandingkan masa panen sebelumnya.

Inisiatif demikian, tambahnya, lebih mulia ketimbang aksi-aksi yang justru berpotensi memicu kegaduhan. (Red Alhafiz K)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul RMI NU Tegal

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, RMI NU Tegal - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

RMI NU Tegal

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, PonPes RMI NU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, RMI NU Tegal. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

RMI NU Tegal

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

RMI NU Tegal

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian Islam, Nahdlatul, Lomba RMI NU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1)

Madinah, RMI NU Tegal

Madinah sebagai kota Rasulullah SAW memiliki ciri khas tersendiri dibanding kota-kota lain di Arab Saudi. Penduduk kota Madinah terkenal sebagai penduduk yang ramah dan mudah akrab. Penduduk di kota Madinah memiliki kebiasaan saling menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu dan berpapasan. Tak heran jika dengan mudah kita dapat akrab bercengkerama dengan penduduk Madinah.



Jangankan para pedagang yang berharap menarik keuntungan materi dari keramahan dengan para pendatang dan peziarah, para penduduk yang berprofesi lain pun memang ramah. Bahkan para asykar dan syurtoh (penjaga dan polisi) di Madinah pun cenderung lebih ramah. Konon, banyak yang bilang keramahan ini karena Madinah senantiasa ditunggui Rasulullah SAW. Dan memang kepercayaan ini masih banyak melekat pada penduduk Madinah.

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1)

Wisma Haji Indonesia di Madinah yang merupakan kantor pusat urusan haji pemerintah Indonesia di Madinah membuktikan keramahan penduduk Madinah ini, Pagi ini, Rabu 13 Oktober 2010. Wisma haji yang diapit oleh dua Madrasah, membuat halaman depan hampir selalu dipenuhi oleh anak-anak sekolah yang asyik bermain dan bercanda. Pada saat istirahat panjang dan menjelang pulang, anak-anak pelajar Madinah ini selalu bermain-main di taman-taman seputar Wisma.

RMI NU Tegal

Anak-anak ini berbicara dengan keras dan cepat, meskipun mereka adalah remaja puteri (mungkin memang sudah lahjah/logat anak-anak Madinah berbicara keras). Mereka dapat sekonyong-konyong mengucapkan salam kepada seseorang yang lewat, meskipun misalnya sedang asyik berdebat dengan temannya.  Tentu saja mereka akan segera tanggap membalas salam, bila kita mencoba menyapanya.  Menyebutkan nama dengan riang bila kita mengejaknya berkenalan. Tapi tunggu dulu, jangan pernah mencoba mengulurkan tangan untuk bersalaman, bila lawan bicara kita berbeda jenis.

Bila secara refleks kita mengulurkan tangan saat berkenalan, maka sebelum berkedip, kita akan mendapati mereka telah melenggang meninggalkan pembicaraan, meskipun misalnya bila Anda adalah seorang pria dewasa dan lawan bicara anda hanyalah seorang gadis kecil berumur 8-10 tahun.

RMI NU Tegal

Ibarat burung-burung merpati selalu menyemarakkan dan meneduhkan suasana kota Madinah, mereka seakan-akan sangat jinak dan menunggu untuk uluran tangan untuk dibelai. Namun  ternyata tidak seperti kelihatannya yang jinak, burung-burung ini akan segera berhamburan beterbangan bila kita melakukan gerakan yang dianggapnya tidak wajar. Mereka tidak akan mau mendekat meskipun kita menyebarkan biji-bijian, tidak lagi mendekat hingga mereka mulai yakin bahwa kita tidak akan menangkapnya. JInak-jinak merpati, biar jinak susah didekati.

Begitupun  gadis-gadis kecil ini, mereka suka bercanda dan berdekat-dekat dengan kita. Menyapa, berbicara dan menanyakan apa saja sesuai keinginan mereka.  Dengan gaya bahasa sesukanya, seakan dianggapnya kita berbicara bahasa Arab sepandai mereka, mereka akan mengatakan keinginan-keinginan dan pertanyaanya dengan cepat dan lantang, sembari seakan tak sabar menunggu jawaban dari kita. Padahal pada saat yang sama, otak kita sedang bekerja keras berusaha memahami apa maksud kata-kata yang keluar beruntun dari mulutnya.

Bila kita mencoba bertanya kepada salah satu dari mereka, saling dorong saling rebut perhatian dan saling adu keras suara pun keluar dari mulut mereka.  dengan sebuah pertanyaan, "Kelas berapa?" Mereka kemudian berlomba-lomba menceritakan suasana di kelasnya masing-masing setelah adu kencang menyebutkan angka yang merujuk pada kelasnya masing-masing.  (min/bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul RMI NU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama

Bandung, RMI NU Tegal. Dalam memperingati Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Pengurus Cabang PMII Kota Bandung menggelar Deklarasi Damai bersama organisasi mahasiswa dan lintas agama yang ada di Bandung, Rabu (28/12) siang, di depan gedung PCNU kota Bandung.

Turut hadir dalam deklarasi ini dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmadiyya Muslims Students Association (AMSA).

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, PMII Bandung Deklarasi Damai Mahasiswa Lintas Agama

Menurut Ketua PC PMII kota Bandung Ibnu Mahbub, salah satu yang terpenting dalam peringatan haul Gus Dur adalah spirit dari apa yang pernah dilakukan oleh Gus Dur sebagai seorang guru bangsa. Untuk itu, patut dicontoh para pemuda bagaimana menuai perdamaian, sertabagaimana memperkuat berbangsa dan bernegara.

“Sehingga kita sebagai generasi muda, mahasiswa, itu harus meneruskan jejak langkah apa yang dilakukan oleh Gus Dur, terutama bagaimana Gus Dur menjaga dan merawat kebhinnekaan,” ujarnya pada acara yang diisi pula dengan Orasi Kebangsaan dari tokoh lintas agama di kota Bandung.

Gus Dur melakukan perjuangan, lanjut Ibnu, untuk membumikan toleransi di Indonesia, bisa dilakukan hari ini khususnya bagi generasi muda. Oleh sebab itu, PMII hari ini masih meyakini konsisten menjaga NKRI, hal ini dilandasi dengan manhajul fikr (pola berpikir) yakni Aswaja yang di dalam terdapat prinsip-prinsip dasar, tasamuh, tawassuth, ta’adul, dan tawazun.

RMI NU Tegal

“Itu adalah prinsip-prinsip yang harus dilakukan ditataran kehidupan kita. Baik di masyarakat maupun relasa kita dengan lainnya,” tegasnya dihadapan puluhan mahasiswa dan badan otomom NU yang hadir juga dalam kesempatan itu.

“Prinsip itulah sampai detik ini menjaga ? kita untuk tetap konsisten merawat kebhinnekaan dan menjaga keutuhan NKRI. Dalam konteks keagamaan sangat beragam, oleh karena itu bagaimana kita bisa menerapkan toleransi secara universal, saling menghormati dan saling mendukung,” sambung Ibnu.

RMI NU Tegal

Di antara poin penting dalam yang dideklarasikan adalah selalu menjaga nilai-nilai keberagamaan sesuai budaya lokal yang ada di kota Bandung, serta mendorong Pemerintah kota Bandung untuk menjami kedamaian dan kondusifitas antarumat beragama di kota Bandung. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Kajian, Nahdlatul RMI NU Tegal

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji

Temanggung, RMI NU Tegal. Preman selalu diidentikkan dengan orang-orang nakal yang suka mengganggu ketertiban umum dan bertindak semaunya sendiri. Tetapi preman di Temanggung ternyata juga memiliki hobi mengaji meskipun usia mereka sudah terbilang tua.

?

Belasan pemuda tampak terburu-buru memasuki sebuah rumah di lingkungan Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung. Dari perawakan mereka, cukup menakutkan sekilas dipandang. Diantara mereka ada yang tinggi besar dengan rambut yang gondrong terurai bebas, sebagian lainnya lengannya dipenuhi tatto. Ada juga pemuda yang di bagian daun telinganya terpasang anting besar.

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Baronx, Komunitas Preman Gemar Mengaji

Rupanya para pemuda tersebut tengah terburu-buru untuk berkumpul dengan geng mereka, geng Baronx. Geng Baronx ini berisikan para pemuda dengan tampilan yang sangar, namun berhati lembut. Tindakan terburu-buru mereka dipicu karena ustadz yang akan mengajar mereka membaca Al Quran sudah datang dan bersiap mengajar. "Mau ngaji dulu," kata Dwi Aryadi, 30, salah seorang diantara mereka.

RMI NU Tegal

Di ruang studio musik yang cukup luas, mereka berjajar melingkar, sebagian lain duduk di tepian dengan sandaran tembok sembari menunggu giliran mereka mengaji satu per satu. Ya, mereka adalah geng berisi para pemuda-pemuda yang sempat mencicipi dunia jalanan namun kembali pada reiligiusitas mereka. "Saya menyesal tidak bisa baca Quran. Bagi saya ini belum terlambat, makannya saya mengaji sekarang," lanjut pria yang kerap disapa Adi Spikey ini.

Pada dasarnya, mereka bukanlah preman seperti yang digambarkan orang pada umumnya, orang yang menjadi sampah masyarakat dengan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

RMI NU Tegal

Mereka hanya pemuda-pemuda yang gemar mengikuti tren, nongkrong dan aktivitas lainnya yang tidak pernah bersinggungan dengan kejahatan sosial. "Dulu saya sering mabuk-mabukan, tapi sekarang sudah tidak lagi setelah mengaji," aku pria berambut gaya musisi punk ini.

Senada dengan Adi, Nugroho Amiel juga demikian, jejaka yang belum memiliki pekerjaan tetap ini awalnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekedar berhura-hura dan mencari kesenangan sendiri. Kehidupannya tertaa setelah mendapatkan pencerahan melalui pengajian yang diikuti. "Awalnya sih cuma ikut-ikutan saja, saya anggap sepele saja. Pertimbangannya cuma karena nggak enak sama temen-temen, lama-lama saya ketagihan dan saya hampir tidak pernah bolos," katanya.

Kendati sebagian besar dari mereka telah berkepala tiga, namun, mereka masih mengeja satu persatu huruf saat belajar membaca. Tidak malu-malu mereka mengakui kekuarangan dalam hal agama. Bagi mereka, semangat untuk bisa membaca Al Quran lebih utama ketimbang mengedepankan rasa malu. "Buat apa malu, saya malah bangga belajar ngaji di usia yang sudah segini," terangnya.

Diantara barisan itu, Eed Baronx juga menjadi salah satu peserta pengajian. Nama Eed Baronx sejak tahun 1990an diidentikan di Kabupaten Temanggung sebagai salah satu musisi beraliran rock. Tercatat, pria gempal dengan rambut panjang ini menjadi vokalis Java Rock yang melantunkan lagu dalam Bahasa Jawa, namun beraliran rock. "Meskipun terlambat mengaji, tetapi saya tidak masalah. Beruntung Tuhan masih mengingatkan saya sekarang, banyak teman-teman yang tidak diingatkan untuk bertaubat," paparnya.

Untuk mengaji itu, mereka mendatangkan ustadz yang memiliki cara mengaji khusus yang dapat diikuti dengan mudah oleh orang dewasa. Sang ustadz dengan sabar dan telaten juga meladeni para pemuda ini meskipun sering banyak huruf-huruf arab yang terlupakan. "Maklum saja, kan sudah tua jadi banyak yang sekarang ingat, besok lupa, tetapi tidak masalah yang penting saya mau berusaha," papar pria 45 tahun ini.

Untuk memberikan insentif pada ustadz yang mengajar, mereka iuran setiap pertemuan dengan jumlah yang tidak ditentukan. Uang hasil iuran tersebut seluruhnya digunakan untuk mengganti tenaga mengajar ustadz yang didatangkan dari kecamatan lain. "Sekarang, kita juga giliran membawa makanan untuk buka puasa, jadi seperti pengajian bapak-bapak itu," lanjutnya.

Kedepan, mereka sangat berharap mampu membaca Al Quran dengan fasih. Mereka berharap, dalam mendidik anak nantinya dilakukan sendiri sehingga lebih bisa memahami. "Pinginnya nanti anak-anak saya, saya yang ngajari ngaji," tandasnya. (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Nahdlatul, Ubudiyah RMI NU Tegal

LKSB Ajak Pemuda Kembali ke Khittah 1928

Jakarta, RMI NU Tegal. Lembaga Kajian Strategis Kebangsaan (LKSB) yang dikomandoi oleh Abdul Ghopur menilai bahwa saat ini nasionalisme di dada para pemuda kian hari makin jauh dari prinsip-prinsip yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa (founding fathers).

Seba itu, pihaknya mengajak seluruh elemen pemuda bangsa untuk kembali ke khittah 1928 sebagaimana para pemuda saat itu bersama-sama meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan yang ada.

LKSB Ajak Pemuda Kembali ke Khittah 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Ajak Pemuda Kembali ke Khittah 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Ajak Pemuda Kembali ke Khittah 1928

Hal itu mengemuka saat LKSB menggelar diskusi bertajuk Kembali ke Khittah 1928: Meneguhkan Komitmen Bhinneka Tunggal Ika serta Mewujudkan Negara Amanat dan Cita-cita Proklamasi 45 Demi Keutuhan Bangsa. Diskusi yang diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda lintas agama dan etnis ini digelar, Rabu (2/11) di Gedung PBNU Jakarta.

Ghopur menilai, etos kerja keras yang tidak budayakan, mental korup, budaya instan, dan pragmatisme yang ada dalam diri para pemuda zaman sekarang membuat mereka terlena di saat bangsa ini membutuhkan penguatan identitas. Atas dasar ini, akhirnya mereka mudah terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang cenderung memecah belah bangsa.

“Persoalan yang terjadi selanjutnya adalah lemahnya sinyal ketahanan dan kedaulatan bangsa,” ujar Ghopur, Direktur Eksekutif LKSB ini.

RMI NU Tegal

Para pemuda dan organisasi mahasiswa yang hadir dalam forum diskusi tersebut sepakat dan berkomitmen untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan bangsa di tengah kemajemukan seperti yang dicita-citakan para founding fathers dan para pemuda lintas etnis dan agama dalam Sumpah Pemuda 1928.

Untuk itu, sebelum dimulai diskusi, mereka menandatangani Deklarasi Kembali ke Khittah 1926 yang digoreskan dalam sebuah spanduk. LKSB berharap, hal ini menjadi landasan gerak para pemuda untuk menciptakan kehidupan bangsa yang lebih baik tanpa diskriminasi, dikotomisasi, dan intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Nahdlatul RMI NU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini

Semarang, RMI NU Tegal. Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, baru saja menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Sabtu-Ahad, 28-29 Oktober 2017, di Pesantren Kiai Parak Bambu Runcing, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Selain membahas beberapa capaian organisasi serta rekomendasi berbagai program kerja untuk periode kepengurusan yang akan datang, dalam Rakerwil tersdebut juga diputuskan, Konferensi Wilayah (Konferwil) akan dilaksanakan pada 12 November 2017, di Gedung Pertemuan Umum (GBU) Jalan Mandurejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Ini

"Konferensi Wilayah akan digelar di Kajen, Kabupaten Pekalongan, dan akan diikuti oleh 1.540 peserta terdiri dari 35 Pimpinan Cabang dengan masing-masing 4 perwakilan, serta diikuti 409 Pimpinan Anak Cabang masing-masing 3 perwakilan," kata Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanudin, Selasa (7/11).

Ikhwan menjelaskan, Konferensi Wilayah merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah atau provinsi, dengan agenda utama yaitu pemilihan ketua baru untuk masa khidmah 4 tahun ke depan (2017-2012).

Sejauh ini, lanjut Ikhwan, sudah ada sedikitnya tiga nama calon yang muncul sebagai kandidat. Antaralain Wahidin Said (kader dari Kendal), Sholahuddin Aly (kader dari Jepara) dan Fahsin M. Faal (kader dari Demak).

RMI NU Tegal

Menurut Ikhwan, secara umum persyaratan seseorang untuk dapat berkompetisi adalah yang bersangkutan harus benar-benar kader Ansor dan berprestasi. Yang bersangkutan juga harus memenuhi persyaratan administrasi dan syarat lain yang telah ditentukan dalam peraturan organisasi.

"Prinsipnya, mereka yang sudah menempuh jenjang kaderisasi tertinggi, yakni Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) berhak untuk mengajukan diri menjadi kandidat/calon ketua," tegas Ikhwan.

Ikhwanudin berharap kepada semua pihak khususnya para kader Ansor, untuk ikut membantu suksesnya hajatan Konferensi Wilayah.

"Kami mengundang kader-kader Ansor di Jateng untuk dapat hadir memeriahkan Konferensi Wilayah 2017 ini di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.

RMI NU Tegal

Ketua Panitia Konferwil GP Ansor Jateng 2017, Nur Tofan menambahkan, sejauh ini persiapan pelaksanaan Konferwil sudah hampir 100 persen. Panitia wilayah dan panitia lokal, sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi menyiapkan berbagai kebutuhan yang ada.

"Untuk panitia sudah beberapa kali rapat, baik kesiapan perlengkapan, personel panitia di lokasi, keamanan, sudah siap semua. Lokasi transit peserta dan tamu undangan sudah siap semua. Jadi untuk kesiapan teknis, sudah siap semua," kata Nur Tofan. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Nahdlatul RMI NU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

Imam Ahmad bin Hanbal suatu hari menggadaikan sebuah timba miliknya kepada seorang tukang sayur di kota Makkah. Hingga ketika sudah merasa mampu untuk membayar hutangnya, beliau pun pergi ke kota suci itu untuk menebus kembali timba yang ia gadaikan itu.

Tapi di luar dugaan Imam Ahmad, setelah keduanya bertemu, penjual sayur itu mengeluarkan dua buah timba yang sama seraya berkata kepada Imam Ahmad, "Ambil saja salah satu dari kedua timba ini, terserah mau pilih yang mana yang anda suka," kata penjual sayur.

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Betapa Hati-hatinya Para Ulama Salaf terhadap Harta

"Aku jadi bingung mana dari dua buah timba ini yang merupakan milik saya. Ambil saja timba itu dan ini uang dirham untuk membayar hutangku," jawab Imam Ahmad bin Hanbal.

Begitulah kehati-hatian (wira’i) sikap Imam Ahmad, rela tak mengambil barang yang sebenarnya menjadi haknya karena sebab kemiripan tersebut, khawatir jangan-jangan timba yang akan dipilihnya ternyata bukan miliknya.

RMI NU Tegal

Dikisahkan pula, Malik bin Dinar selama empat puluh tahun berdomisili di kota Bashrah (Irak) tidak pernah sama sekali makan buah korma yang tumbuh dari tanah kota itu. Ia bergembira jika musim kurma telah berlalu.

"Wahai penduduk Bashrah, ini aku Malik bin Dinar, perutku tidak membesar karena mengonsumsi buah kurma yang kalian tanam dan juga tidak berubah menyusut karena tidak memakannya," katanya.

RMI NU Tegal

Suatu hari Ibrahim bin Adham ditanya oleh seseorang, "Kenapa Tuan tidak ikut minum air zamzam?”

"Seandainya aku membawa timba sendiri, niscaya aku akan menimba dan meminumnya", jawab Ibrahim bin Adham.

Lagi-lagi Ibrahim bin Adham meski mengetahui bahwa meminum air zamzam adalah juga sesuatu yang dianjurkan oleh syariat, tapi lantaran Ia belum mengetahui secara jelas siapa pemilik timba yang akan digunakan untuk mengambil air zamzam tersebut, maka Ibrahim bin Adham lebih memilih untuk tidak meminumnya. (M. Haromain)



Disarikan dari kirab "Kifayatul Adzkiya" karya Sayyid abi Bakr Al-Makky, hal. 10



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Kajian Islam RMI NU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas

Suatu hari rombongan 20 orang yang melakukan konvoi dengan sepeda motor mendapat teguran polisi yang sedang razia karena semuanya tak pakai helm. Pak Polisi mengomel keras meski kali ini para pelanggar masih diberi toleransi alias tidak ditilang.

Semua pengendara patuh kecuali satu orang. Ya, karena sudah mengenakan peci putih, seorang pemuda merasa tidak perlu memakai helm.

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas

"Temen-temen Anda sudah pakai helm. Kenapa Anda tidak pakai?" Tanya polisi kepada pemuda berpeci putih itu.

"Pakai peci itu lebih berpahala daripada pakai helm, Pak. Lagian, memang ada dalilnya harus pakai helm?"

RMI NU Tegal

Pak Polisi cuma garuk-garuk kepala, mundur pelan-pelan, dan membiarkan rombongan melanjutkan aksinya.

Di perempatan berikutnya, pemuda tersebut kembali kena semprit polisi. "Maaf, Mas. Menurut peraturan, semua pengendara motor mesti pakai helm," imbau polisi.

RMI NU Tegal

"Bapak menghina peci saya. Bapak anti Islam?"

Mendengar kata-kata itu, sang polisi keder. Tak berani membantah, apalagi menilang.

Di dua perempatan berikutnya, sang pemuda kembali kepergok polisi dan lagi-lagi berhasil lolos dengan "dalil" mematikan. Hingga akhirnya rombongan kena musibah besar. Jembatan yang mereka lewati ambruk dan menyebabkan semua pengendara menderita gegar otak. Kecuali pemuda berpeci putih itu.

Para dokter heran. Dengan kepala nyaris terbelah, bagaimana mungkin pemuda ini selamat dari gegar otak? Sungguh ajaib!

Setelah tim dokter bedah melakukan pemeriksaan, akhirnya terbongkar: ternyata di kepala pemuda tersebut enggak ada otaknya. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Budaya RMI NU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Benarkah PMII Didirikan atas Permintaan Bung Karno?

Oleh Dwi Winarno

Saat melintasi salah satu situs jejaring sosial, saya dibuat kaget oleh seorang sahabat yang men-share berita dari RMI NU Tegal. Judulnya membuat bibir saya bergetar, “Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU.” Setelah saya buka link berita tersebut, pernyataan dalam berita itu telah dimuat sejak dua tahun lalu.

(Baca:? Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU)

Benarkah PMII Didirikan atas Permintaan Bung Karno? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah PMII Didirikan atas Permintaan Bung Karno? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah PMII Didirikan atas Permintaan Bung Karno?

Seketika itu juga saya terperanjat. Untunglah tidak sampai membuat saya mulas dan pusing. Masih bisa buang air dan tidur dengan normal. Maklumlah, ini di luar narasi besar sejarah berdirinya PMII. Tidak juga termuat dalam buku babonnya sejarah PMII yang ditulis oleh sahabat Fauzan Alfas (PB PMII, 2006).

Ada dua konteks yang diamati oleh mas Agus Sunyoto untuk merekonstruksi pernyataannya. Pertama, ketika PSI dan Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno, ia juga meminta NU mendirikan organisasi mahasiswa Islam yang ‘Indonesia’, lalu berdirilah PMII. Kedua, Bung Karno sangat mengapresiasi berdirinya PMII dan dibuktikan dengan hadirnya beliau dalam Kongres Pertama. Mas Agus juga memutar rekaman audio saat Bung Karno berpidato secara berapi-api di atas podium.

RMI NU Tegal

Berputar balik?

Saat bertandang ke kediaman Chalid Mawardi, pendiri PMII, untuk kepentingan pembuatan film dokumenter Mahbub Djunaidi akhir September 2016 lalu, sempat ia ceritakan perihal berdirinya PMII dan penunjukan Mahbub sebagai Ketua Umum PP PMII pertama. Tentu cerita ini tidak serunut sebagaimana yang ditulis oleh sahabat Fauzan Alfas. Ini parsial untuk mengambil satu momen, “Kenapa Mahbub yang tidak hadir dalam Musyawarah Mahasiswa NU tanggal 14-16 April 1960 justru terpilih sebagai Ketua Umum?”

RMI NU Tegal

“Pertemuan (Musyawarah Mahasiswa NU) itu yang mengusulkan saya karena saya yang mempelopori berdirinya PMII,” ujar Chalid Mawardi. Sama sekali tidak disinggung soal permintaan eksternal yang menjadi penyebabnya. Saya agak sangsi jika Chalid Mawardi sengaja mengabaikan fakta. Atau bisa juga saya yang keliru membuat asumsi dasar.

Baiklah, saya coba tarik dengan fakta lain. Melalui penyataannya, Pimpinan Pusat Masyumi menyatakan partainya bubar tanggal 13 September 1960. Hampir sebulan dari surat tertanggal 17 Agustus 1960 yang diberikan Direktur Kabinet Presiden yang meminta pembubarannya. Lalu, bagaimana mungkin ada pendapat yang bisa mengambil kesimpulan bahwa berdirinya PMII bersamaan atau sesudah pembubaran Masyumi? ?

Apa benar Bung Karno suka meminta agar partai politik mendirikan underbouw atau urusan lainnya yang terkait dengan pengembangan partai? Ini barangkali ada benarnya, tapi sejauh saya memungut kepingan sejarah, hanya satu permintaan Bung Karno kepada partai yang cukup krusial bagi pendidikan politik, yakni pendirian koran-koran partai. Khusus untuk ini, pemerintah rela memberikan subsidi harga kertas koran.

Pasca pembubaran Masyumi, Bung Karno mewacanakan pembubaran HMI. Sebagai organisasi baru dengan segmentasi yang sama, mahasiswa muslim, seharusnya PMII menyambut gembira. Kata Bung Karno kepada KH Saifuddin Zuhri, Menteri Agama berlatar NU, dalam buku otobiografinya (2013, hal. 672-675), “Kalau HMI bubar, NU ‘kan untung, PMII makin besar.”?

Memang ada alasan utama yang disampaikan Bung Karno yakni, “Bahwa di mana-mana HMI melakukan tindakan anti-revolusi dan bersikap reaksioer.” Berkat sikap rasionalnya Saifuddin Zuhri, Bung Karno melunak.?

Bahwa pada gilirannya PMII berkontestasi dengan HMI dalam mempengaruhi kehidupan akademis dan politik tentu itu dilihat sebagai konsekuensi. Bak dua ikan lohan yang berebut anakan ikan mas di akuarium. Tapi menyatakan bahwa Bung Karno yang meminta pada NU agar mendirikan wadah mahasiswa seperti terdengar “Bung Karno juga yang meminta NU keluar dari Masyumi.” Tentu ini kekeliruan absolut.?

Fakta lainnya, Mahbub Djunaidi ditunjuk untuk menjadi Ketua Umum PP PMII padahal di saat yang sama ia masih menjabat posisi yang sangat strategis, Ketua Departemen Pendidikan PB HMI. Hingga selesai masa kepengurusan Mahbub tidak pernah dipecat oleh Ismail Hasan Metarium, Ketua Umum PB HMI. Sumbangsih Mahbub bagi HMI cukup besar dan pemecatannya akan menimbulkan gejolak besar.?

Soal pemecatan ini tercatat dalam bukunya sahabat Fauzan Alfas (2006), namun penulis berpegangan pada buku otobiografi ? Hussein Badjerei (2003, hal. 105-107) yang menurut penulis lebih otoritatif karena sama-sama duduk dalam BPH PB HMI. Ridwan Saidi, saat saya wawancara, juga berpegang pada pendapat yang sama. Pendapat keduanya saya jadikan sebagai data primer.

Soal kenapa Mahbub lebih dekat dengan Bung Karno dibandingkan dengan Ketua Umum PB HMI, ini juga tidak serta merta bisa dimaknai sebagai Bung Karno meng-anak emas-kan PMII dan meng-anak tiri-kan HMI. Bung Karno suka sekali berdiskusi dan Mahbub dianggap cukup sepadan menjadi kawan bicara karena cerdas dan berpengetahuan luas. Ditambah pergaulan Mahbub yang melintasi banyak sekat ? mengingat posisinya sebagai politisi NU sekaligus Pemred Duta Masyarakat.

Apakah Bung Karno hadir di Kongres Pertama?

Berbagai literatur yang dapat menyingkap tabir kehadiran Bung Karno di Kongres Pertama PMII tahun 1961 di Tawangmangu telah diacak-acak oleh penulis. Celakanya, tidak ditemukan satupun data sebagaimana yang disampaikan oleh mas Agus Sunyoto. Satu-satunya sumber adalah rekaman audio Bung Karno sebagai bukti.

Soal rekaman audio, penulis pernah mendengarnya. Ada beberapa kejanggalan, misalnya soal kualitas rekaman yang tergolong sangat baik. Padahal, lazimnya suara Bung Karno saat berpidato, karena menggunakan teknologi lama, kebanyakan disertai noise. Kok lagu-lagu The Beatles dari tahun 1960-an suaranya tetap terdengar bagus? Apakah mungkin Bung Karno merekam suaranya di studio lalu diperdengarkan di hadapan peserta Kongres PMII sambil berpura-pura pidato? Ini mustahil, seorang Pemimpin Besar Revolusi melakukan lip sync.

Keanehan lainnya, dalam suara dengan intonasi yang sangat berapi-api tidak ada satupun audiens yang terdengar suaranya, entah itu berupa tepuk tangan maupun teriakan. Walhasil, penulis berpendapat itu bukan suara Bung Karno. Hanya mirip dan ditujukan sebagai agitasi. Tidak adanya bukti dan saksi berarti tidak bisa dijadikan dasar bahwa Bung Karno hadir di arena Kongres saat itu, bukan?

Penulis adalah Ketua I PB PMII 2011-2014, Produser Film Dokumenter Mahbub Djunaidi.

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Aswaja RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock